Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH MANAGEMAN AGRIBISNIS

PENINGKATAN NILAI EKONOMI TANAMAN HIAS DENGAN “SOFTEK”


SOVENIR TERARIUM YANG KEREN

Dosen Pengampu :
Adhi Surya Perdana, S.P., M.Sc.

Disusun Oleh :
Kelompok 2
1. Rifki Ubaidillah (1610401042)
2. Agies Ari Antika U. (1610401051)
3. Nindya Nur Aina K. (1610401053)
4. Siti Maimunah (1610401054)
5. Sabilal Rusdha (1610401057)
6. Aprilila Dwi Jayanti (1610401058)
7. Yulia Ardiningrum (1610401063)
8. Ringguh Puji Utami (1610401071)
9. Handika Konie B. S. (1610401074)
10. Sutan Salahuddin A. (1610401079)
11. Bahar M.Ma’ruf (1610401089)

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TIDAR
MAGELANG
2019
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kabupaten Magelang merupakan daerah yang sejuk. Curah hujan rata-rata
1937 mm/tahun, suhu rata-rata 25,62 oC dengan kelembaban udara 82%.
Kabupaten Magelang secara topografi merupakan dataran tinggi dan dikelilingi
oleh lima gunung yaitu; Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Telomoyo,
Sumbing dan Pegunungan Menoreh (BPS Kabupaten Magelang, 2013). Sehingga
sangat cocok untuk dikembangkan pada sektor pertanian.
Sektor pertanian salah satunya yaitu tanaman hias. Tanaman hias
merupakan segala jenis tanaman yang ditanam oleh masyarakat untuk
meninkatkan nilai keindahan dan kepuasan hati. Tanaman hias sangat diminati
oleh masyarakat umum khususnya masyarakat perkotaan yang sedikit ruang
hijau. Tanaman hias digunakan untuk memberikan udara yang segar di tengah
kota yang panas. Kota yang identik dengan masalah kekurangan lahan hijau
memanfaatkan tanaman hias yang ditanam di halaman rumah, balkon, dinding
dan sebagainya.
Desa Blabak Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang yang memiliki
potensi pembudidayaan tanaman hias. Jenis tanaman hias yang dibudidayakan
yaitu tanaman bonsai, pucuk merah, melati, palm, dan sebagainya.
Pembudidayaan tanaman hias nerupakan sektor yang cukup unggul untuk
menunjang perekonomian masyarakat. Namun dalam pemasaran tanaman hias
memiliki beberapa kendala antara lain, harga yang relatif rendah, kejenuhan
terhadap tanaman hias tertentu dan sulitnya pengangkutan tanaman.
1.2. Permasalahan
1. Harga produk tanaman hias tergolong rendah.
2. Sulitnya pendistribusian tanaman hias ke daerah luar.
3. Adanya kejenuhan konsumen terhadap jenis tanaman hias tertentu.
1.3. Tujuan
1. Meningkatkan nilai jual produk tanaman hias dengan cara membuat inovasi
produk tanaman hias.
2. Mempermudah pendistribusian produk tanaman hias kepada konsumen.
3. Menciptakan produk yang dapat menyesuaikan selera konsumen.
1.4. Urgensi
1. Produk tanaman hias membutuhkan inovasi agar dapat meningkatkan nilai
ekonomi.
2. Tenaga dan waktu pendistribusian dapat dilakukan secara efisien.
3. Terpenuhinya kepuasan konsumen tanaman hias.
BAB 2. KONDISI UMUM WILAYAH

2.1. Potensi Wilayah Agribisnis


Desa Mungkid berada di dataran rendah. Jarak dengan Kecamatan Mungkid
0,6 km dan jarak desa ke Pusat Pemerintahan Kabupaten Magelang (Sawitan)
adalah 8 Km. Bentangan wilayah di Desa Mungkid seluas 171 ha berupa daerah
yang berada pada areal persawahan dan pemukiman. Desa Mungkid mempunyai
suhu tertinggi 37 ºC dengan suhu terendah 22 ºC. Desa Mungkid dihuni oleh
1.564 KK. Jumlah keseluruhan penduduk adalah 5.857 orang dengan jumlah
penduduk laki-laki 2.994 orang dan penduduk perempuan 2.994 orang
(Kecamatan Mungkid, 2016).
2.2. Karakteristik Petani
1. Karakter Demografi
Pedagang tanaman hias di blabak merupakan milik pribadi. Hampir
seluruh pedagang tanaman hias berumur diatas 35 tahun. Sedangkan
karyawannya rata-rata berumur diatas 30 tahun.
2. Karakter Sosial Ekonomi
Pedagang memilih usaha tanaman hias karena adanya pengaruh dari
anggota keluaarga yang secara turun menurun membuka usaha tanaman hias,
dorongan hobi merawat tanaman hias, faktor peluang peluang dan prospek
usaha tanaman hias yang dapat berjalan lama. Jenis tanaman hias yang
dibudidaya antara lain: pucuk merah, mawar, melati, bonsai, palm, krisan,
anggrek dan sebagainya. Harga tanaman hias dimulai sekitar Rp 5.000-an
sampai jutaan tergantung jenis tanamannnya.
3. Karakter Sosial Budaya
Pedagang tanaman hias di Blabak Kecamatan Mungkid mendapatan
modal dari orang tua, uang sendiri dan pinjaman dari bank. Kegaitan usaha
yang sering dilakukan yaitu memasarkan tanaman hias pada proyek
pembuatan tanaman di hotel, tempat wisata, di jalan dan instansi pemerintah
serta penyewaan tanaman hias. Selain itu juga melayani pembeli grosir dan
berkerjasama dengan distributor luar kota dan sesama pedagang tanaman
hias di Blabak.
2.3. Peta Wilayah Potensi
Kecamatan Mungkid berada di Wilayah Kabupaten Magelang Provinsi Jawa
Tengah dengan mempunyai luas wilayah Kurang lebih 3.741.51 Ha dengan
jumlah penduduk 70.831 Jiwa dengan propprsi penduduk laki –laki 35.184 jiwa
dan penduduk perempuan 35.647 Jiwa yang tersebar di 14 Ha desa 2 Kelurahan ,
144 Dusun, 222 Rukun Warga (RW) , dan 575 Rukun Tetangga (RT) batas-batas
wilayah kecamatan mungkid sebelah utara Kecamatan Sawangan dan Kecamatan
Candimulyo, sebelah barat KecamatanBorobudur, sebelah selatan Kecamatan
Muntilan dan sebelah timur Kecamatan Mertoyudan (Kecamatan Mungkid,
2016). Pedagang tanaman hias di Blabak bearada di jalan raya Magelang-Jogja
Km 6 Dusun Blabak Desa Mungkid Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang.
Gambar 1. Peta Lokasi Pedagang Tanaman Hias di Dusun Blabak

Sumber: google maps, 2019


BAB 3. PENDEKATAN PROGRAM

3.1. Teknis Program


Kegiatan-kegiatan yang dilakukan sebagai upaya untuk mendukung
program tersebut yaitu sebagai berikut:
1. Perencanaan
Hal yang perlu direncanakanan dalam pembautan program meliputi produk
yang akan ditawarkan, pengadaan alat dan bahan untuk pembuatan produk,
sasaran pasar, serta keberlanjutan dari program.
2. Konsultasi
Program yang akan dijalankan perlu adanya musyawarah terlebih dahulu
antara pihak mahasiswa dengan masyarakat di Dusun Blabak. Musyawarah ini
diharapkan mampu mengawali kerjasama dalam menjalankan program
tersebut.
3. Sosialisasi Produk
Sosialisasi produk brtujuan untuk mengenalkan produk yang akan dibuat pada
program pengolahan tanaman hias menjadi terarium.
4. Pelatihan Pembuatan Produk
Pelatihan pembuatan produk bertujuan agar masyarakat Dusun Blabak dapat
melihat secara langsung dalam pembuatan produk terarium mulai dari awal
sampai akhir.
5. Pelaksanaan
Apabila program ini diterima oleh masyarakat maka tahap selanjutnya yaitu
pelaksanaan program.
6. Pemasaran
Pemasaran produk dilakukan secara direct selling maupun in direct selling.
Direct selling merupakan penjualan secara langsung dari penjual ke pembeli
sedangkan in direct selling yaitu penjualan melalui perantara media sosial
atau online.
7. Pengawasan
Pemantauan program yang sudah berjalan bertujuan agar tercipta
keberlanjutan program.
8. Evaluasi
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui masalah dalam pelaksanaan program
dan cara mengatasinya. Hal tersebut dilakukan agar program yang dijalankan
menjadi lebih baik untuk kedepannya.

3.2. Rancangan Anggaran Biaya (RAB)


Tabel 1. Rancangan Anggaran Biaya Tetap
Biaya Tetap Alat
Nama Alat Harga Satuan Jumlah Harga Total
Pinset 15.000 1 15.000
Amplas 4.000 1 4.000
Penembak lem 32.000 1 32.000
Hand spayer 36.000 1 36.000
Rak 64.000 1 64.000
Total Biaya 151.000

Tabel 2. Rancangan Anggaran Biaya variable alat


Biaya Variabel Alat
Nama Alat Harga Satuan Jumlah Harga Total
Sewa Tempat 1.000.000 1 1.000.000
Sewa Kamera 50.000 1 50.000
Listrik 35.000 1 35.000
Biaya Air 60.000 1 60.000
Biaya Transportasi
Pemasaran 20.000 3 60.000
Total Biaya 1.205.000

Tabel 3. Rancangan Anggaran Biaya variable produksi


Biaya Variabel Produksi
Nama Alat Harga Satuan Jumlah Harga Total
Botol Kaca 500 30 15.000
Tanaman 5.000 30 150.000
Label 500 30 15.000
Kemasan 1.000 30 30.000
Lem 5.000 1 5.000
Pasir 10.000 1 10.000
Sekam 12.000 1 12.000
Pewarna 15.000 1 15.000
Total Biaya 252.000

3.3. Produk Agribisnis


Jenis produk yang akan dijalankan yaitu sovenir terarium. Terarium
merupakan tanaman hias yang ditanam dalam ruang kaca seperti; toples,
akurium, botol dan sejenisnya yang dikemas secara menarik. Tanaman diperoleh
dari tanaman hasil budidaya masyarakat Dusun Blabak Desa Mungkid. Produk
terarium dengan botol yang berukuran 300 ml di jual dengan harga Rp 20.000.
Usaha “SOFTEK” sovenir terarium yang keren memiliki analisis SWOT sebagai
berikut;
Tabel 4. Analisis SWOT Usaha “SOFTEK” Sovenir Terarium yang Keren
Strengh (Kekuatan) Wekness (Kelemahan)
1. Memiliki keterampilan dalam 1. Belum memiliki tempat
menghias tanaman agar terlihat pemasaran.
lebih menarik. 2. Termasuk produk yang asing
2. Mampu memanfaatkan teknologi dalam masyarakat umum.
internet untuk pemasaran.
Opportunity (Peluang) Thearth (Ancaman)
1. Memiliki bahan baku yang murah 1. Jangkau pasar yang kurang luas
dan mudah dicari. untuk terarium.
2. Produk tidak mudah rusak dan 2. Konsumen termasuk golongan
tahan lama. menengah ke atas

3.4. Analisis BEP


1. Pertumbuhan Kemampuan Menghasilkan Laba Bisnis
a. Biaya operasional setiap kali d. Penerimaan brutto selama
produksi setahun
= sub variabel + sub total biaya = Produksi setiap periode x 12
penyusutan alat Periode
= Rp 1.457.000 + Rp 15.100 = Rp 2.100.000 x 12
= Rp 1.472.100 = Rp 25.200.000
e. Penerimaan netto selama
b. Biaya operasional selama satu
setahun
tahun (12 kali produksi)
= 5.000 x 30 x 12 periode
= Biaya operasional setiap kali
= Rp 11.520.000
produksi x 12
f. Keuntungan
= Rp 1.457.000 x 12
= Penerima selama setahun–
=Rp 17.484.000 Total biaya selama satu
c. Keuntungan Hasil Produksi tahun
setiap periode = Rp 25.200.000 - Rp
= Rp 35.000 x 60 17.484.000
= Rp 2.100.000 = Rp 7.746.000

2. Memelihara Efektivitas dan Efisiensi Biaya Operasional


a. Parameter kelayakan usaha R/C c. Titik balik modal
ratio = Pengeluaran selama setahun /
= Penerimaan selama setahun / BEP volume produksi
Total biaya selama satu tahun = Rp 17.484.000/ 499
= Rp 25.200.000 / Rp 17.484.000 = Rp 30.000
= 1,44 d. Jangka waktu pengembalian
b. Break Even Point (BEP) volume modal
produksi per unit = (biaya peraltan dan
= Pengeluaran selama setahun / investasi+biaya operasional)
harga jual terarium / keuntungan) x1
= Rp 17.484.000/ Rp 35.000 = Rp ((17.484.000) /Rp
= 499 terarium 7.746.000) x1
= 2,25 tahun (27 bulan)
BAB 4. KEBERLANJUTAN PROGRAM
4.1. Pengetahuan
Keberlanjutan program ini yaitu meningkatnya pengetahuan masyarakat
terhadap peluang pasaran dan target sasaran produk. Bertambahnya pengetahuan
masyarakat diharapkan masyarakat mampu memanfaatkan peluang untuk
mengembangkan usaha mereka. Selain itu, dengan meningkatnya wawasan
masyarakat terbentuknya perubahan pola pikir dan semangat untuk melakukan
perubahan ke arah yang lebih baik.
Dari program yang telah kami rancang, diharapkan pedagang tanaman hias
mampu mempertimbangkan inovasi program SOFTEK (Sovenir Terarium yang
Keren) guna meningkatkan nilai jual tanaman hias. Apabila konsumen terarium
adalah masyarakat menengah ke atas, maka dengan program SOFTEK ini
masyarakat menengah ke bawah juga mampu menikmati manfaat dari terarium.

4.2. Sikap
Adapun sikap yang diharapkan setelah dilaksanakan tugas ini ialah
masyarakat Dusun Blabak Desa Mungkid memiliki kesadaran untuk melakukan
inovasi dalam mengembangkan usahanya. Karena dengan mengunakan inovasi
selain mendapatkan kualitas produk yang baik, dapat meningkatkan pendapatan
masyarakat.
Selain itu, inovasi program SOFTEK (Sovenir Terarium yang Keren) dapat
meningkatkan kemauan untuk mengembangkan usaha tanaman hias. Masyarakat
akan mencintai produk profesi sebagai pedagang tanaman hias, sehingga menjadi
menjadi profesi yang didampan oleh generasi selanjutnya.

4.3. Keterampilan Umum


Menumbuhkan kreativitas masyarakat dilakukan dengan memberikan
sosialisasi, pelatihan dan pendampingan. Dalam program ini diharapkan
masyarakat mampu memproduksi tanaman hias dengan harga yang tinggi.
Diawali dari SOFTEK ini, diharapkan lahir ide-ide cemerlang lain yang dapat
mengembangkan produk. Sehingga, dengan bermodalkan kreativitas masyarakat
memiliki pangsa pasar yang lebih luas. Selain itu, produk bernilai ekonomi tinggi
karena telah mengalami pengolahan.

4.4. Keterampilan Khusus


Dalam hal ini, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan pembuatan terarium
diberikan oleh Mahasiswa. Pelatihan dan kursus pembuatan SOFTEK (Sovenir
Terarium yang Keren) dapat menjadi awal pengembangan kreatifitas masyarakat
dalam pengolahan produk tanaman hias. Diharapkan dari pengembangan
kemampuan dan kreatifitas dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

4.5. Pengembangan Produk


Diharapkan dari program yang telah kami rancang nantinya, masyarakat
Dusun Blabak mampu berinovasi dalam pengembangan produk SOFTEK
(Sovenir Terarium yang Keren) sesuai dengan perkembangan permintaan pasar.
Sehingga Sovenir Terarium dapat terus meningkatkan kesejahteraan serta
ekonomi masyarakat.
BAB 5. PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Dari hasil observasi yang telah dilakukan masyarakat Dusun Blabak
memilih menjadi pedagang tanaman hias karena adanya pengaruh dari anggota
keluarga yang secara turun menurun membuka usaha tanaman hias, dorongan
hobi merawat tanaman hias, faktor peluang peluang dan prospek usaha tanaman
hias yang dapat berjalan lama. Sehingga untuk pengembangan produk tanaman
hias sangat lambat. Maka dari itu perlu dilakuakan kegiatan pelatihan SOFTEK
(Sovenir Terarium yang Keren) yaitu tanaman hias yang ditanam dalam botol
berkaca. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi tanaman hias
yang dibudidayakan oleh masyarakat.
5.2.Saran
1. Mahasiswa
Mahasiswa selalu melakukan pendampingan kepada masyarakat untuk
memberikan inovasi yang dapat meningkatkan nilai ekonomi tanaman hias.
2. Masyarakat
Masyarakat diharapkan berani untuk memulai hal yang baru dan dapat
melakukan perubahan sikap sesuai dengan perkembangan zaman.
3. Pemerintah
Pemerintah memberikan bantuan dan kebijakan yang dapat mendorong usaha
masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik Kabupaten Magelang. 2013. Kabupaten Magelang dalam


Angka 2013. Online https://magelangkab.bps.go.id/publication/2013
Kecamatan Mungkid. 2016. Profil Kecamatan Mungkid. Online
http://kecamatanmungkid.magelangkab.go.id/v2/home/detail/tentang-kami/7
LAMPIRAN-LAMPIRAN

1. Kegiatan Kunjung Lapang


2. Kegiatan Proses Pembuatan Produk