Anda di halaman 1dari 15

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Darah

Darah berasal dari bahasa yunani yakni hemo, hemato dan haima yang

berarti darah.Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup

(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan

oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia

hasil metabolisme, dan juga berfungsi sebagai pertahanan tubuh manusia

terhadap virus atau bakteri.

Darah adalah cairan yang terdapat pada hewan tingkat tinggi ataupun

manusia yang berfungsi sebagai alat transportasi zat seperti oksigen, bahan

hasil metabolisme tubuh, pertahanan tubuh dari serangan kuman, dan lain

sebagainya. Beda halnya dengan tumbuhan, manusia dan hewan level tinggi

punya sistem transportasi dengan darah. Darah merupakan suatu cairan yang

sangat penting bagi manusia karena berfungsi sebagai alat transportasi serta

memiliki banyak kegunaan lainnya untuk menunjang kehidupan. Tanpa darah

yang cukup seseorang dapat mengalami gangguan kesehatan dan bahkan dapat

mengakibatkan kematian. Darah pada tubuh manusia mengandung 55%

plasma darah (cairan darah) dan 45% sel - sel darah (darah padat). Jumlah

darah yang ada pada tubuh kita yaitu sekitar sepertigabelas berat tubuh orang

dewasa atau sekitar 4 atau 5 liter (Mustahib, 2012).

Darah mempunyai fungsi mengangkut oksigen dari paru-paru ke

seluruh tubuh, mengangkut karbondioksioda dari jaringan tubuh ke paru-paru,

mengangkut sari-sari makanan ke seluruh tubuh, mengangkut sisa-sisa


makanan dari seluruh jaringan tubuh ke alat-alat ekskresi, mengangkut

hormon dari kelenjar endokrin ke bagian tubuh tertentu, mengangkut air untuk

diedarkan ke seluruh tubuh, menjaga stabilitas suhu tubuh dengan

memindahkan panas yang dihasilkan oleh alat-alat tubuh yang aktif ke alat-

alat tubuh yang tidak aktif, menjaga tubuh dari infeksi kuman dengan

membentuk antibodi (Winotasara,1993).

2.2 Golongan Darah

Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena

adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel

darah merah [Wikipedia, 2015]. Dua jenis penggolongan darah yang paling

penting adalah penggolongan AB [Kliksma, 2015]. Di dunia ini sebenarnya

dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO, hanya saja lebih jarang

dijumpai. Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan

antibodi yang terkandung dalam darahnya. Individu dengan golongan darah A

memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya

dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya.

Sehingga, orang dengan golongan darah A- negatif hanya dapat menerima

darah dari orang dengan golongan darah A- negatif atau O-negatif. Individu

dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah

merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum

darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B- negatif hanya dapat

menerima darah dari orang dengan dolongan darah B- negatif atau O- negatif

[Pradana Wahyu, 2009].


Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan

antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun

B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB- positif dapat menerima darah

dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal.

Namun, orang dengan golongan darah AB- positif tidak dapat mendonorkan

darah kecuali pada sesama AB- positif [Pradana Wahyu, 2009].

Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen,

tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan

golongan darah O- negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan

golongan darah ABO apapun dan disebutdonor universal. Namun, orang

dengan golongan darah O- negatif hanya dapat menerima darah dari sesama

O-negatif [Pradana Wahyu, 2009].

Sistem penggolongan darah yang paling dikenal dan penting secara

medis adalah kelompok darah ABO [Antro Palomar 2016]. Ada empat tipe

golongan darah dalam kelompok darah ABO, yaitu: A, B, AB, dan O. Sistem

pengujian untuk menentukan golongan darah dengan sistem ABO dilakukan

berdasarkan proses aglutinasi/ non - aglutinasi sel darah merah oleh antisera

yang terdiri dari anti A, B, dan AB [Paj89, 2015]. Hasil reaksi aglutinasi / non

- aglutinasi pada pengujian golongan darah ditunjukkan pada tabel berikut :

Tabel 2.1. Reaksi aglutinasi / non-aglutinasi setiap golongan darah

Golongan Darah Aglutinogen Aglutinin

A A a
B B b
AB A dan B Tidak Ada
O Tidak Ada a dan b
Pengujian sebenarnya cukup dengan anti A dan anti B, karena anti AB

digunakan untuk lebih membedakan antara golongan darah O dan AB.

Gambar 1. Uji serum golongan darah ( Tes darah )

2.3 Sensor Cahaya

2.3.1 LDR

LDR atau Light Dependent Resistor adalah sebuah komponen

elektronika yang termasuk ke dalam jenis resistor yang nilai resistansinya

(nilai tahanannya) akan berubah apabila intensitas cahaya yang diserap juga

berubah. Dengan demikian LDR juga merupakan resistor yang mempunyai

koefisien temperature negative, dimana resistansinya dipengaruhi oleh

intrensitas cahaya. LDR terbuat dari Cadium Sulfida, bahan ini dihasilkan

dari serbuk keramik. [Teknik elektronika, 2015]. Biasanya Cadium Sulfida

disebut juga bahan photoconductive, apabila konduktivitas atau resistansi

dari Cadium Sulfida bervariasi terhadap intensitas cahaya. Jika intensitas

cahaya yang diterima rendah maka hambatan juga akan tinggi yang

mengakibatkan tengangan yang keluar juga akan tinggi begitu juga

sebaliknya disinilah mekanisme proses perubahan cahaya menjadi listrik

terjadi. Berikut adalah simbol LDR:


Gambar 2.1 Simbol LDR (Light Dependent Resistor)

Sumber : Teknik elektronika ( Blogspot)

Prinsip Kerja LDR:

Pada dasarnya LDR terbuat dari sebuah cakram semikonduktor yang

mempunyai dua buah elektroda pada permukaannya. Pada saat gelap atau

intensitas cahaya rendah, bahan tersebut menghasilkan elektron bebas

dengan jumlah yang relatif kecil. Sehingga hanya sedikit elektron yang

dihasilkan untuk mengangkut muatan elektrik. Hal ini berarti, pada saat

keadaan gelap atau intensitas cahaya rendah, maka LDR akan menjadi

konduktor yang buruk, sehingga LDR memiliki resistansi yang besar pada

saat gelap atau intensitas cahaya rendah.

Gambar 2.2 Bentuk Fisik LDR


Sumber : Teknik elektronika ( Blogspot)

Pada saat terang atau intensitas cahaya tinggi, bahan tersebut lebih

banyak menghasilkan elektron yang lepas dari atom. Sehingga akan lebih

banyak elektron yang dihasilkan untuk mengangkut muatan elektrik. Hal ini

berarti, pada saat terang atau intensitas cahaya tinggi, maka LDR menjadi

konduktor yang baik, sehingga LDR memiliki resistansi yang kecil pada saat

terang atau intensistas cahaya tinggi.


2.3.2 LED

LED (Light Emitting Dioda) adalah dioda yang dapat memancarkan

cahaya pada saat mendapat arus bias maju (forward bias). LED (Light

Emitting Dioda) dapat memancarkan cahaya karena menggunakan dopping

galium, arsenic dan phosporus. Jenis doping yang berbeda diata dapat

menhasilkan cahaya dengan warna yang berbeda. LED (Light Emitting

Dioda) merupakann salah satu jenis dioda, sehingga hanya akan

mengalirkan arus listrik satu arah saja. LED (Light Emitting Dioda) akan

memancarkan cahaya apabil diberikan tegangan listrik dengan konfigurasi

forward bias. Berbeda dengan dioda pada umumnya, kemampuan

mengalirkan arus pada LED (Light Emitting Dioda) cukup rendah yaitu

maksimal 20 mA. Apabila LED (Light Emitting Dioda) dialiri arus lebih

besar dari 20 mA maka LED (Light Emitting Dioda) akan rusak, sehingga

pada rangkaian LED (Light Emitting Dioda) dipasang sebuah resistor

sebgai pembatas arus. Simbol dan bentuk fisik dari LED (Light Emitting

Dioda) dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 2.3 Simbol dan Bentuk Fisik LED (Light Emitting Dioda)
Sumber : Belajar dasar komponen elektronika (Blogspot)
Simbol dan bentuk fisik LED (Light Emitting Dioda) Dari gambar

diatas dapat kita ketahui bahwa LED (Light Emitting Dioda) memiliki kaki

2 buah seperti dengan dioda yaitu kaki anoda dan kaki katoda. Pada

gambar diatas kaki anoda memiliki ciri fisik lebih panjang dari kaki katoda

pada saat masih baru, kemudian kaki katoda pada LED (Light Emitting

Dioda) ditandai dengan bagian bodi LED (Light Emitting Dioda) yang di

papas rata. Kaki anoda dan kaki katoda pada LED (Light Emitting Dioda)

disimbolkan seperti pada gambar diatas.

Gambar 2.4 Cara Pemasangan LED (Light Emitting Dioda)


Sumber : Belajar Dasar komponen elektronika ( blogspot)

Pemasangan LED (Light Emitting Dioda) agar dapat menyala

adalah dengan memberikan tegangan bias maju yaitu dengan memberikan

tegangan positif ke kaki anoda dan tegangan negatif ke kaki katoda.

Konsep pembatas arus pada dioda adalah dengan memasangkan resistor

secara seri pada salah satu kaki LED (Light Emitting Dioda).Rangkaian

dasar untuk menyalakan LED (Light Emitting Dioda) membutuhkan

sumber tegangan LED (Light Emitting Dioda) dan resistor sebgai

pembatas arus seperti pada rangkaian berikut. Rangkaian dasar

menyalakan LED (Light Emitting Dioda).


Besarnya arus maksimum pada LED (Light Emitting Dioda)

adalah 20 mA, sehingga nilai resistor harus ditentukan. Dimana besarnya

nilai resistor berbanding lurus dengan besarnya tegangan sumber yang

digunakan. Secara matematis besarnya nilai resistor pembatas arus LED

(Light Emitting Dioda) dapat ditentukan menggunakan persamaan

berikut. Dimana : R = resistor pembatas arus (Ohm) Vs = tegangan sumber

yang digunakan untuk mensupply tegangan ke LED (Light Emitting

Dioda) (volt) 2 volt = tegangan LED (volt) 0,02 A = arus maksimal LED

(Light Emitting Dioda) (20mili).

2.4 Tranformator

Transformator atau sering disingkat dengan istilah Trafo adalah suatu alat

listrik yang dapat mengubah taraf suatu tegangan AC ke taraf yang lain. Maksud

dari pengubahan taraf tersebut diantaranya seperti menurunkan Tegangan AC dari

220VAC ke 12 VAC ataupun menaikkan Tegangan dari 110VAC ke 220 VAC.

Dengan arus bolak-balik kita tidak perlu mengubah arus dengan tangan karena

besar dan arah arus bolak-balik selalu berubah maka magnet juga akan selalu

berubah. Kumparan yang disambung pada sumber tegangan disebut kumparan

primer, kumparan yang diinduksikan disebut kumparan sekunder. Jika kumparan

sekunder mempunyai lebih banyak gulungan dari pada kumparan primer maka

teganganya akan lebih tinggi sesuai dengan gulungannya. (Drs. Daryanto, 2004)

2.4.1 Transformator Step Up


Jika kumparan sekunder mempunyai jumlah gulungan sepuluh kali

maka tegangannya juga tegangan kumparan primer. Dalam hal ini tegangan
dinaikkan dan transformatornya dinamakan transformator peningkat (step

up).

Gambar 2.7 Simbol Transformator step-up

(Sumber : Daryanto. 2004)

2.4.2 Transformator Step Down


Transformator dapat juga menurunkan tegangan apabila jumlah

gulungan sekunder lebih kecil dari pada jumlah gulungan primer. Tegangan

sekunder akan lebih rendah dari tegangan primer sesuai dengan

perbandingan gulungannya transformator disebut transformator penurun

(step down).

Gambar 2.8 Simbol Transformator step-down


(Sumber : Daryanto. 2004)

Besarnya tegangan dan arus pada setiap kumparan di tentukan oleh


perbandingan jumlah kedua lilitan, berdasarkan rumus dapat diketahui :

𝑁1 𝑉1
=
𝑁2 𝑉2

(2.1)
𝑉1 𝐼2
= 𝐼1
𝑉2

(2.2)

𝑁1 𝑉1 𝐼2
= 𝑉2 = 𝐼1
𝑁2

(2.3)

Keterangan :

N1 : Lilitan Primer

N2 : Lilitan Sekunder

V1 : Tegangan Input

V2 : tegangan Output

I1 : Arus Primer

I2 : Arus Sekunder

2.5 Diado brigde

Dioda adalah komponen aktif semikonduktor yang terdiri dari persambungan

(junction) P-N. Sifat dioda yaitu dapat menghantarkan arus pada tegangan maju dan

menghambat arus pada tegangan balik. Dioda berasal dari pendekatan kata dua

elektroda yaitu anoda dan katoda. Dioda semikonduktor hanya melewatkan arus

searah saja (forward), sehingga banyak digunakan sebagai komponen penyearah

arus. Secara sederhana sebuah dioda bisa kita asumsikan sebuah katup, dimana

katup tersebut akan terbuka manakala air yang mengalir dari belakang katup

menuju kedepan, sedangkan katup akan menutup oleh dorongan aliran air dari

depan katup.
Gambar 2.2 Simbol Dioda bridge
(Sumber : Albert Paul Malvino, 2003)

Suatu dioda bisa diberi bias mundur (reverse bias) atau diberi bias maju

(forward bias) untuk mendapatkan karakteristik yang diinginkan. Bias mundur

adalah pemberian tegangan negatif baterai ke terminal anoda (A) dan tegangan

positif ke terminal katoda (K) dari suatu dioda. Dengan kata lain, tegangan anoda

katoda VA-K adalah negatif (VA-K < 0). Apabila tegangan positif baterai

dihubungkan ke terminal Anoda (A) dan negatifnya ke terminal katoda (K), maka

diode disebut mendapatkan bias maju (forward bias).

Dioda Bridge adalah bahwa semua tegangan sekunder digunakan sebagai

masukan pada dioda. Diberikan transformer yang sama, kita akan mendapatkan

sebanyak dua tegangan puncak dan sebanyak dua tegangan DC dengan sebuah

dioda jembatan dengan penyearah gelombang penuh. Penggadaan tegangan

keluaran DC mengkompensasi pengguna dua ekstra dioda. Aturannya, kita akan

tahu bahwa rectifier jembatan menggunakan lebih banyak dibandingkan rectifier

gelombang penuh. (Albert Paul Malvino, 2003).


2.6 Arduino Uno Atmega 328

Arduino UNO adalah sebuah board mikrokontroler yang didasarkan pada

ATmega328 ”. Arduino UNO mempunyai 13 pin digital input/output (6 di

antaranya dapat digunakan sebagai output PWM), 6 inputanalog, sebuah osilator

Kristal 16 MHz, sebuah koneksi USB, sebuah power jack, sebuah ICSP header,

dan sebuah tombol reset. Arduino UNO memuat semua yang dibutuhkan untuk

menunjang mikrokontroler, mudah menghubungkannya ke sebuah computer

dengan sebuah kabel USB atau mensupllynya dengan sebuah adaptor AC ke DC

atau menggunakan baterai untuk memulainya.(Muhammad Syahwil, 2013)

Gambar 2.6 Arduino UNO


Sumber (Muhammad Syahwil 2013).

2.6.1 Spesifikasi Arduino UNO

Arduino adalah sebuah platform open source (sumber terbuka) yang

digunakan untuk membuat proyek-proyek elektronika”. Arduino terdiri dari

dua bagian utama yaitu sebuah papan sirkuit fisik (sering disebut juga

dengan mikrokontroler) dan sebuah perangkat lunak atau IDE (Integrated

Development Environment) yang berjalan pada computer.” Adapun

spesifikasi dari Arduino Uno adalah sebagai berikut :


Tabel 2.1 Spesifikasi Arduino UNO

Mikrokontroler Atmega 328


Tegangan Pengoperasian 5V
Tegangan input yang disarankan 7 – 12 V
Batas tegangan input 6 – 20V
14 pin digital (6 diantaranya
Jumlah pin I/O digital
menyediakan keluaran PWM)
Jumlah pin input analog 6 Pin
Arus DC tiap pin I/O 40 Ma
Arus DC untuk pin 3,3 V 50 Ma
32 KB (Atmega328) sekitar 0,5 KB
Memori Flash
digunakan oleh bootlouder
SRAM 2 KB (Atmega328)
EPROM 1 KB (Atmega328)
Clock Speed 16 MHz

2.6.2 Perangkat lunak (Arduino UNO)

Lingkungan open-source Arduino memudahkan untuk menulis

kode dan meng-uploadke board Arduino. Ini berjalan pada Windows, Mac

OS X,dan Linux. Berdasarkan Pengolahan, avr-gcc, dan perangkat lunak

sumber terbuka lainnya

Gambar 2.7 Tampilan Framework Arduino UNO.


Sumber .(Muhammad Syahwil 2013).
2.6.3 Mikrokontroller ATMega 328

ATMega 328 adalah mikrokontroller keluaran dari atmel yang

mempunyai arsitektur RISC (Reduce Instruction Set Computer) yang

dimana setiap proses eksekusi data lebih cepat dari pada arsitektur CISC

(Completed Instruction Set Computer).

Gambar 2.8 Konfigurasi pin mikrokontroler ATMega328

Sumber .(Muhammad Syahwil 2013).

2.7 Liquid Cristal Display (LCD)

LCD adalah sebuah display dot-matrix yang berfungsi untuk menampilkan

tulisan berupa angka atau huruf sesuai dengan yang diinginkan berdasarkan

program yang digunakan untuk mengontrolnya. LCD sebagaimana Output yang

dapat menampilkan tulisan, sehingga lebih mudah dimengerti, jika dibandingkan

dengan menggunakan LED saja. LCD pada alat ini digunakan untuk menampilkan

tulisan atau karakter saja.

Tampilan LCD terdiri dari dua bagian, yaitu bagian panel LCD yang terdiri

dari banyak titik. LCD dan sebuah mikrokontroller yang menempel dipanel dan

berfungsi mengatur titik-titik tadi menjadi huruf atau angka yang terbaca. Huruf

atau angka yang akan ditampilkan dikirim ke LCD dalam bentuk kode ASCII, kode
ASCII ini diterima dan diolah oleh mikrokontroller di dalam LCD menjadi titik-

titik LCD yang terbaca sebagai huruf atau angka. Dengan demikian dapat

disimpulkan bahwa, tugas dari mikrokontroller yang mempergunakan LCD adalah

untuk mengirimkan kode-kode ASCII untuk tampilan.

Gambar 2.7 Bentuk Fisik LCD 16x2


(Sumber : https://circuitdigest.com)

Tabel 2.4 Konfigurasi Pin LCD

Pin Simbol Fungsi

1 Vss Ground
2 Vdd + 5v
3 V0 Pengaturan Kontras Layer
4 Rs H/L Register Select
5 Rw H/L Read/ Write
6 E H/L Enable
7 Db0 Data Bus Line
8 Db1 Data Bus Line
9 Db2 Data Bus Line
10 Db3 Data Bus Line
11 Db4 Data Bus Line
12 Db5 Data Bus Line
13 Db6 Data Bus Line
14 Db7 Data Bus Line
15 A + 4,2 v untuk BKL
16 K PS Untuk BKL (0 v)