Anda di halaman 1dari 37

LAPORAN KULIAH LAPANGAN

REKAYASA PANTAI

Oleh Kelompok 2

I Putu Hendra Raditya (1661122010)


I Made Topik Gunawan (1661122018)
I Gusti Komang Ngurah Suparta Yasa (1661122020)
I Putu Dony Suhendra (1661122022)
I Komang Putrawan (1661122023)
I Nyoman Yasa Darmika (1661122025)

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS WARMADEWA
2019
Kata Pengantar

Om Swastyastu

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
berkat rahmat-Nya, kami dapat menyelesaikan tugas kuliah lapanagan mata
kuliah Rekayasa Pantai.
Kami berharap laporan ini mampu berguna dalam menambah wawasan serta
pengetahuan kita tentang karakteristik masing-masing pantai yang dikunjungi.
Kami mengucapkan terima kasih kepada:

1. Ibu Dr. Ir. I Gusti Agung Putu Eryani, M.T. selaku dosen pengampu mata
kuliah Rekayasa Pantai di Fakultas Teknik Universitas Warmadewa.
2. Semua pihak yang telah mendukung dalam penyelesaian tugas ini.
Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa laporan praktikum yang telah
kami selesaikan ini masih terdapat banyak kekurangan. Mengingat tidak ada
sesuatu yang bisa sempurna tanpa adanya saran yang membangun, kami
berharap adanya kritik dan saran demi perbaikan tugas yang kami buat di masa
yang akan datang.
Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga tugas yang sederhana ini mampu
dipahami dengan baik oleh pembaca. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan yang kurang berkenan.
Om Santih, Santih, Santih, Om

Denpasar, 12 Juni 2019

Penulis

i
Daftar Isi
Kata Pengantar .................................................................................................. i
Daftar Isi ............................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang. .................................................................................. 1
1.2 Tujuan................................................................................................. 1
1.3 Manfaat............................................................................................... 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................................................ 2
2.1 Pengertian Pantai ............................................................................... 2
2.1.1 Jenis-jenis Pantai................................................................................. 2
2.2 Gelombang.......................................................................................... 3
2.2.1 Tipe Gelombang Pecah....................................................................... 4
2.2.1 Macam-macam gelombang................................................................. 6
2.3 Bangunan Pantai ................................................................................ 7
BAB III METODOLOGI .................................................................................. 15

3.1 Pemilihan Lokasi Survei ..................................................................... 15


3.2 Metode Pengumpulan Data. ............................................................... 15
3.3 Jenis Data............................................................................................ 15
3.4 Metode Analisis Data ......................................................................... 16
3.5 Waktu dan Tempat .............................................................................. 16
BAB IV PEMBAHASAN ................................................................................. 17
4.1 Pantai Matahari Terbit......................................................................... 17
4.2 Pantai Sanur ........................................................................................ 19
4.3 Pantai Mertasari .................................................................................. 21
4.4 Pantai Pura Geger…………………………………………………… 23
BAB V KESIMPULAN………......................................................................... 26
5.1 Kesimpulan…….. .............................................................................. 26
5.2 Saran……………................................................................................ 27
Daftar Pustaka.................................................................................................... 28

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang.


Pantai adalah daerah di tepi perairan yang dipengaruhi oleh air pasang tertinggi
dan air laut terendah. Pantai juga merupakan salah satu destinasi wisata yang paling
diminati wisatawan. Indonesia merupaka Negara kepulauan terbesar di dunia dengan
wisata pantai yang terkenal ke seluruh dunia. Salah satu tempat wisata pantai yang
terkenal adalah pulau Bali. Ada banyak sekali destinasi pantai di Bali, Pantai Matahari
terbit, Sanur Beach, Mertasari dan Pantai Pura Geger adalah sedikit dari objek wisata
pantai yang bisa disebutkan.
Masing-masing pantai mempunyai daya teriknya masing-masing seperti panati
Matahari terbit, sesuai namanya pantai matahari terbit menghadap keaarah timur
sehingga menjadi tempat ang sangat bagus untuk melihat pemandangan matahari terbit,
sebaliknya pantai kuta manghadap ke barat sehingga menjadi tempat yang sesuai untuk
menikmati pemandangan matahari terbenam. Tidak hanya pemandangan setiap pantai
mempunyai karakteristik yang berbeda beda, baik itu dari segi jenis gelombang yang
terjadi, tekstur dari pasir dan warna pasir tersebut hingga bangunan pantainya. Maka
dari itu Pantai juga dapat dijadikan objek pemebelajaran dan penelitian mengenai setiap
karakteristik yang dimilikinya.

1.2 Tujuan.
1.2.1 Agar mahasiswa mengetahui karakteristik setiap pantai yang dikunjungi.
1.2.2 Mahasiswa dapat melihat secara langsung bangunan pantai yang ada.
1.2.3 Mahasiswa mengetahui jenis atau karakteristik gelombang yang terjadi.

1.3 Manfaat.
Pembaca mengetahui karakteristik pantai yang ada pada kuliah lapangan yang telah
dilaksanakan dan gambaran langsung dari bangunan pantai, hingga gelombang pantai
yang ada di pantai matahari terbit, Sanur Beach, Mertasari dan Pantai Pura Geger.

1
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Pantai

Ada dua istilah tentang kepantaian dalam bahasa Indonesia yang sering rancu
pemakaiannya, yaitu pesisir (coast) dan pantai (shore). Pesisir adalah daerah darat tepi
laut yang masih mendapat pengaruh laut seperti pasang surut, angin laut dan
perembesan air laut. Sedangkan pantai adalah daerah di tepi perairan yang dipengaruhi
oleh air pasang tertinggi dan air surut terendah. Daerah daratan adalah daerah yang
terletak di atas dan di bawah permukaan tanah dimulai dari batas garis pasang tertinggi.
Daerah lautan adalah daerah yang terletak di atas dan di bawah permukaan air laut
dimulai dari sisi laut pada garis suhu terendah, termasuk dasar laut dan bagian di
bawahnya. Garis pantai adalah garis batas pertemuan antara daratan dan air laut, dimana
posisinya tidak tetap dan dapat berpindah sesuai dengan pasang surut air laut dan erosi
pantai yang terjadi. Sempadan pantai adalah kawasan tertentu sepanjang pantai yang
mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi pantai. Kriteria
sempadan pantai yaitu daratan sepanjang tepian yang lebarnya sesuai dengan bentuk
dan kondisi fisik pantai, minimum 100 m dari titik pasang tertinggi ke arah daratan.
(Triatmodjo, 1999)

Gambar 2.1. Definisi dan batasan pantai


Sumber : (Triatmodjo, 1999)

2
2.1.1 Jenis-jenis Pantai
Dalam pengertian pantai menurut definisi para ahli dan macam-macam pantai atau
jenis-jenis pantai menurut bentuknya yakni terbagi atas 4 macam, pantai landai, pantai
curam, pantai bertebing (flaise), dan pantai karang. Menurut bentuknya ada empat
macam pantai, yaitu pantai landai, pantai curam, pantai bertebing dan pantai karang.

a. Pantai Landai - Pantai landai, yaitu pantai yang permukaannya relatif datar. Termasuk
pantai jenis ini adalah pantai mangrove, pantai bukit pasir, pantai delta. dan pantai
estuari.

b. Pantai Curam - Pantai curam biasanya bergunung-gunung. Karena peretakan yang


memanjang sejajar pantai dan terkikis ombak yang besar, terjadilah tebing-tebing
curam dan laut dalam. Contohnya, pantai di selatan pulau Jawa dan barat Pulau
Sumatera.

c. Pantai Bertebing (Flaise) - Pantai bertebing (Flaise) adalah pantai yang curam di muka
tebing karena adanya pegunungan melintang tegak lurus terhadap pantai. Di pantai ini
sering dijumpai laut yang dangkal. Terjadinya flaise karena penimbunan hasil
perusakan tebing pantai itu sendiri yang disebabkan oleh abrasi atau erosi marine.

d. Pantai Karang - Pantai karang terjadi jika di dasar laut sepanjang pantai terdapat
terumbu karang, misalnya pantai di pulau sulawesi, maluku, dan nusa tenggara. Pantai
seperti ini biasanya dijadikan objek wisata laut. Misalnya, Taman Bunaken di Manado.

2.2 Gelombang
Gelombang yang merambat dari laut dalam menuju ke pantai mengalami
perubahan bentuk karena pengaruh perubahan kedalaman laut. Berkurangnya
kedalaman laut menyebabkan semakin berkurangnya panjang gelombang dan
pertambahan tinggi gelombang. Pada saat kemiringan geombang (perbandingan antara
tinggi dan panjang gelombang) mencapai batas maksismum gelombang akan pecah.
Gelombang yang telah pecah tersebut merambat terus ke arah pantai sampai akhirnya

3
gelombang bergerak naik dan turun pada permukaan pantai (uprush dan downrush).
Garis gelombang pecah merupakan batas perubahan perilaku gelombang dan juga
transport sedimen pantai. Daerah garis gelombang pecah kearah laut disebut dengan
offshore. Sedangkan daerah daerah yang terbentang kearah pantai dar garis gelombang
pecah dibedakan menajadi tiga daerah yaitu breaker zone, surf zone dan swash zone.
Breaker zone dalah daerah dimana gelombang yang dating dari laut mencapai ketidak-
stabilan dan pecah. Surf zone adalah daerah yang terbentang anatara bagian dalam dari
gelombang pecah dan batas naik turunnya gelombang di pantai, Swash zone adalah
daerah yang dibatasi oleh garis batas tertinggi naiknya gelombang dan batas terendah
turunnya gelombang.
Ditinjau dari profil pantai, daerah ke arah pantai dari garis gelombang pecah
dibagi menjadi tiga daerah yaitu inshore, foreshore, dan backshore. Perbatasan antara
inshore dan foreshore adalah batas antara air laut pada saat muka air rendah dan
permukaan pantai. Proses gelombang pecah di daerah inshore sering menyebabkan
longshore bar yaitu gumuk pasir yang memanjang dan kira-kira sejajar dengan garis
pantai. Foreshore adalah daerah yang terbentang dari garis pantai pada saat muka air
rendah sampai batas atas dari uprush pada saat air pasang tinggi. Profil pantai di daerah
ini memiliki kemiringan yang lebih curam daripada profil di daerah inshore dan
backshore. Backshore adalah daerah yang dibatasi oleh foreshore dan garis pantai yang
terbentuk pada saat terjadi gelombang badai bersamaan dengan muka air tinggi.
(Triatmodjo, 1999)

Gambar 2.2. Definisi dan karakteristik gelombang di daerah pantai


Sumber : (Triatmodjo, 1999)

4
2.2.1 Tipe Gelombang Pecah
Saat pecah gelombang akan mengalami perubahan bentuk. Dyer, 1978
membedakannya kedalam tiga bentuk empasan (tipe breaker), sementara Galvin (1966)
mengklasifikasikan tipe empasan gelombang yaitu : tipe plunging, spilling, surging,
dan collapsing

a. Plunging, terjadi karena seluruh puncak gelombang melewati kecepatan


gelombang, tipe empasan ini berbentuk cembung kebelakang dan cekung kearah
depan. Gelombang ini sering timbul dari empasan pada periode yang lama dari
suatu gelombang yang besar, dan biasanya terjadi pada dasar pantai yang hampir
lebih miring di bandingkan pada tipe Spilling. Walaupun sangat menarik, namun
umumnya gelombang ini tidak terjadi lama dan juga tidak baik untuk berselancar.
Bahkan tipe empasan ini mampu menimbulkan kehancuran yang cukup hebat.

Gambar 2.2.1. Tipe gelombng pecah Plunging


Sumber : (Aziz, 2013)
b. Spilling, terjadi dimana gelombang sudah pecah sebelum tiba di depan pantai
Gelombang ini lebih sering terjadi, dimana kemiringan dasarnya lebih kecil sekali, oleh
karena itu reaksinya lebih lambat, sangat lama dan biasanya digunakan untuk
berselancar.

4
Gambar 2.2.2. Tipe gelombng pecah Spilling
Sumber : (Aziz, 2013)

c. Surging, adalah tipe empasan dimana gelombang pecah tepat di tepi pantai. Tipe
empasan ini sangat mempengaruhi lebarnya zona surf suatu perairan karena jenis
gelombang yang pecah tepat di tepi pantai akan mengakibatkan semakin sempitnya
zona surf. Gelombangnya lebih lemah saat mencapai pantai dengan dasar yang lebih
curam dan kemudian gelombang akan pecah tepat pada tepi pantai (Gross, 1993).

Gambar 2.2.2. Tipe gelombng pecah Spilling


Sumber : (Aziz, 2013)

5
d. Collapsing, merupakan gelombang yang pecah setengah dari biasanya. Saat pecah
gelombang tersebut tidak naik kedarat, terdapat buih dan terjadi pada pantai yang
sangat curam (Galvin, 1968).

2.2.1 Macam-macam gelombang


a. Refraksi gelombang di pantai ialah peristiwa pembelokan gelombang yang diakibatkan
oleh perubahan kedalaman air pada saat gelombang menjalar ke garis pantai.
Pembiasan gelombang biasanya terjadi ketika gelombang menyebrangi perbatasan dua
mediumyang berbeda. Mula-mula gelombang laut merambat melalui air laut. Ketika
mendekati garis pantai, permukaan laut tentu semakin dangkal. Nah, pada saat
gelombang memasuki bagian laut yang dangkal, laju gelombang menjadi berkurang.
Berkurangnya laju gelombang laut mengakibatkan terjadinya pembelokkan arah
perambatan gelombang (gelombang laut dibiaskan). Dengan kata lain, berkurangnya
laju gelombang laut ketika memasuki bagian laut yang dangkal menyebabkan
gelombang laut dibelokkan hingga sejajar garis pantai.

b. Break Current adalah arus air yang mengalir kuat ke arah laut dari sekitar pantai,
biasanya melalui garis selancar, dan dapat terjadi pada setiap pantai yang
bergelombang pecah. Saat angin dan gelombang laut mendorong air menuju pantai, air
sering didorong menyamping oleh gelombang yang mendekat. Air ini mengalir ke
sepanjang garis pantai sampai menemukan jalan keluar kembali ke laut atau ke perairan
danau yang terbuka. Arus pecah yang dihasilkan biasanya sempit dan terletak di sebuah
parit antara gosong pasir, di bawah.

c. Rip Current adalah arus yang dibentuk oleh pergerakan air yang relatif cepat (sekitar 4
ft (1.1 m)/dtk) yang mendesak keluar kembali ke tengah laut dari mana mereka datang,
kemungkinan terjadi hanya beberapa menit. Tarikan dapat terjadi karena air yang
datang menabrak pantai dan terkumpul harus kembali ke suatu tempat sepanjang pantai
itu. Jika tidak ada penghalang, maka air akan dengan mudah mengalir kembali ke laut
secara terus menerus. Tetapi jika ada penghalang (misalnya: gelombang datang),
kelebihan air benar-benar mulai terkumpul. Ketika air yang terkumpul harus

6
secepatnya kembali ke tengah laut, maka akan secepatnya menuju dan melimpasi
penghalang dengan beberapa arus yang mempunyai energi lebih besar dibanding yang
lain. Arus dengan pergerakan yang cepat ini menabrak dan memecahkan penghalang.
Di sana bisa membentuk sejumlah “pecahan”, oleh karena itu di sana bisa pula
terbentuk sejumlah arus seret sepanjang pantai tertentu.

d. Refleksi Gelombang adalah gelombang air laut yang terpantul atau bergerak tidak
beraturan dari suatu tempat ke tempat lain karena menabrak suatu penghalang,
contohnya batu karang atau kapal.

e. Longshore Current adalah arus yang berarah ke tangah laut yang disebabkan oleh angin
yang berasal dari sudut tepi pantai
f. Longshore Current adalah arus yang berarah ke tangah laut yang disebabkan oleh angin
yang berasal dari sudut tepi pantai.

2.3 Bangunan Pantai


Bangunan pantai digunakan untuk melindungi pantai terhadap kerusakan karena
serangan gelombang dan arus. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk
melindungi pantai yaitu:
a. Memperkuat /melindungi pantai agar mampu menahan serangan gelombang.
b. Mengubah laju transport sedimen sepanjang pantai.
c. Mengurangi energi gelombang yang sampia ke pantai.
d. Reklamasi dengan menambah suplai sedimen ke pantai atau dengan cara lain Sesuai
dengan fungsinya seperti tersebut diatas,bangunan pantai dapat diklasifikasikan dalam
tiga kelompok yaitu:
1. Konstruksi yang dibangun di pantai dan sejajar dengan garis pantai
2. Konstruksi yang dibangun kira-kira tegak lrus dengan pantai dan sambung ke
pantai
3. Konstruksi yang dibangun di lepas pantai dan kira-kira sejajar dengan garis pantai

7
Bangunan yang termasuk kelompok pertama adalah dinding pantai atau revetment yang
dibangun pada garis pantai taua di daratan yang digunakan untuk melindungi pantai
langsusng dari serangan gelombang.
Kelompok kedua meliputi Groin dan Jetty. Groin adalah bangunan yang menjorok dari
pnatai kea rah laut, yang digunakan untuk menangkap/ menahan gerak sedimen
sepanjang pantai kearah laut yang digunakan untuk menangkap atau menahan gerak
sedimen sepanjang pantai. Jetty adalah bangunan tegak lurus garis pantai yang
ditemptkan di kedua sisi muara sungai.
Kelompok ketiga adalah pemecah gelombang (breakwater) yang dibedakan menajdi
dua macam yaitu pemecah gelombang lepas pantai dan gelombang sambung pantai.

2.3.1 Dinding Pantai dan Revetment


Dinding pantai atau revetment adalah bangunan yang memisahkan daratan
dan perairan pantai, yang terutama berfungsi sebagai pelindung pantai terhadap erosi
dan limpasan gelombang (overtopping) ke darat. Darerah yang dilindungi adalah
daratan tepat di belakang bangunan. Dinding pantai biasanya berbentuk dinding
vertikal, sedangkan revetment mempunyai sisi miring. Bangunan ini ditempatkan
sejajar atau hampir
sejajajr dengan garis pantai, dan bisa terbuat dari pasangan batu, beton, tumpukan pipa
(buis) beton, turap, kayu atau tumpukan batu. (Triatmodjo, 1999)
Fungsi bangunan akan menentukan pemilihan bentuk. Permukaan bangunan
dapat berebentuk sisi tegak, miring, lengkung atau bertangga. Bangunan sisi tegak
dapat digunakan sebagai dermaga atau tempat penambatan kapal. Tetapi sisi tegak
kurang efektif terhadapa serangan gelombang, terutama terhadap sisi limpasan
dibanding engan bentuk lengkung (konkaf).
Salah satu fungsi utama dinding pantai adalah menahan terjadinya limpasan
gelombang. Air yang melimpas dibelakang bangunan akan terinfiltrasi melalui
permukaan tanah dan mengalir kembali ke laut. Apabila perbedaan elevasi muka air di
belakang dan di depan bangunan cukup besar dapat menimbulkan kecepatan aliran

8
yang cukup besar yang dapat menarik butiran tanah di belakang dan pada fondasi
bangunan (pipping). Keadaan ini dapat mengakibatkan rusak atau runtuhnya bangunan.

Gambar 2.3.1. Penampakan dari Revetment di Pantai Mertasari


Sumber : (Dokumen pribadi, 2019)
2.3.2 Groin

Groin adalah bangunan pelindung pantai yang biasanya dibuat tegak lurus garis
pantai ,dan berfungsi untuk menahan transport sedmen sepanjang pantai, dan berfungsi
untuk menahan transport sedimen sepanjang pantai, sehungga bisa mengurangi atau
menghentikan erosi yang terjadi. Bangunan ini juga bisa digunakan untuk menahan
masunya transport sedimen sepanjang pantai ke pelabuhan atau muara sungai.
(Triatmodjo, 1999)

9
Gambar 2.3.2. Penampakan dari Groin
Sumber : (Dwiarso, 2013)
Perlindungan pantai dengan menggunakan satu buah groin tidak efektip.
Biasanya perlindungan pantai dilakukan dengan membuat suati seri bangunan yang
terdiri dari beberapa groin yang ditempatkan di beberapa jarak tertentu. Dengan
menggunakan satu system groin peruahan garis pantai yang terjadi tidak terlalu besar.

Gambar 2.3.3. Groin tunggal dan perubahan garis pantai


Sumber : (Triatmodjo, 1999)

Groin dapat dibedakan menjadi beberapa tipe yaitu tipe lurus, tipe T dan tipe L.
Menurut konstruksinya groin dapat berupa tumpukan batu, caisson beton, turap, tiang
yang dipancang berjajar, atau tumpukan buis beton yang didalamnya diisi beton.

Gambar 2.3.4. Beberapa Tipe Groin


Sumber : (Triatmodjo, 1999)

10
2.3.3 Jetty
Jetty adalah bangunan tegak lurus pantai yang diletakkan pada kedua sisi muara
sungai yang berfungsi untuk mengurangi pendangkalan alur oleh sedimen pantai. Pada
penggunaan muara sungai sebagai alur pelayaran, pengendapan muara sungai dapat
mengganggu lalu lintas kapal. Untuk keperluan tersebut jetty harus panjang sampai
ujungnya berada di luar gelombang pecah. Dengan jetty panjang transport sedimen
sepanjang pantai dapat tertahan, dan pada alur pelayaran kondisi gelombang tidak
pecah sehingga memungkinkan kapal masuk ke muara sungai. (Triatmodjo, 1999).
Mengingat fungsinya hanya untuk penanggulangn banjir, maka dapat
digunakan salah satu dari bangunan berikut yaitu jetty panjang, jetty sedang dan jetty
pendek. Jetty panjang apabila ujungnya berada diluar gelombang pecah. Tipe ini efektif
untuk menghalangi masuknya sedimen ke muara, tetapi biaya konstruksi sangat mahal,
sehingga kalau fungsinya hanya untuk penanggulangan banjir pemakaian jetty tersebut
tidak ekonomis. Jetty sedang, dimana ujungnya diantara muka air surut dan lokasi
gelombang pecah, dapat menahan sebagian transport sedimen sepanjang pantai. Alur
di ujung jetty masih memungkinkan terjadinya endapan pasir. Pada jetty pendek,
kakiujung bangunan berada pada muka air surut. Fungsi utama bangunan ini adalah
menahan berbeloknya muara sungai dan mengkonsentrasikan aliran pada alur yang
telah ditetapkan untuk bisa mengerosi endapan sehingga pada awal musim penghujan
dimana debit besar (banjir) belum terjadi, muara sungai telah terbuka.

Gambar 2.3.5. Beberapa Tipe Jetty


Sumber : (Triatmodjo, 1999)

11
2.3.4 Pemecah gelombang lepas pantai
Pemecah gelombang lepas pantai adalah bangunan yang dibuat sejajar pantai
dan berada pada jarak tertentu dari garis pantai. Bangunan ini direncanakan untuk
melindungi pantai yang tereltak di belakangnya dari serangan gelombang. Tergantung
pada panjang pantai yang dilindungi, pemecah geombang lepas pantai dapat dibuat dari
suatu pemecah gelombang atau suatu seri bangunan yang terdiri dari beberapa ruas
bangunan pemecah gelombang yang dipisahkan oleh celah. (Triatmodjo, 1999).
Perlindungan oleh pemecah gelombang lepas pantai terjadi karena
berkurangnya energi gelombang yang sampai di perairan di belakang bangunan.
Berkurangnya energy gelombang di daerah terlindung akan mengurangi transport
sedimen di daerah tersebut. Transport sedimen sepanjang pantai yang berasal dari
daerah di sekitarnya akan diendapkan di belakang bangunan. Pengendapan tersebut
menyebabkan terbentuknya cuspate. Apabila bangunan ini cukup panjang terhadap
jaraknya dari garis pantai, maka terbentuk tombolo.

Gambar 2.3.6. Penampakan bangunan pemecah gelombang


Sumber : (Syam, 2016)

2.3.5 Seawall
Seawall adalah struktur vertikal yang biasanya berukuran massive dan dibuat
vertikal sejajar dengan pantai. Berfungsi sebagai pelindung/penahan terhadap kekuatan
gelombang. Jenis-Jenis Sea Wall :

12
a. Curved Sea Wall
Curved Seawall biasanya berbentuk struktur besar dan dibuat dengan campuran
beton. Curved Seawall memiliki bentuk kurva cekung yang dirancang untuk
membelokkan energi gelombang yang datang ke arah atas dan menjauh dari bagian
bawah seawall, hal ini dimaksudkan untuk mengurangi gerusan di dasar dinding.

Gambar 2.3.7. Penampakan bangunan Curved Seawall


Sumber : (Syam, 2016)

b. Gravity Sea Wall


Gravity Seawall merupakan konstruksi yang bergantung pada berat bahan material
yang menyusunnya untuk memberikan stabilitas terhadap gaya gelombang yang
datang. Konstruksi ini membutuhkan tanah fondasi yang kuat untuk mendukung gaya
berat konstruksi secara memadai. Gravity Seawall dalam menahan gelombang
bergantung pada kekuatan geser sepanjang dasar struktur untuk mendukung beban yang
diterapkan.

c. Steel Sheet Pile Sea Wall


Steel Sheet Pile Seawall merupakan jenis seawall yang menggunakan baja
lembaran yang ditancapkan ke dalam tanah. Seawall jenis ini biasanya digunakan di
daerah yang intensitas gelombangnya relatif kecil.

13
Gambar 2.3.7. Penampakan bangunan Steel Sheet Seawall
Sumber : (Syam, 2016)
2.3.6 Penambahan suplai pasir di pantai (sand nourishment)
Sand Nourishment merupakan usaha yang dilakukan untuk memindahkan
sedimentasi pada pantai ke daerah yang terjadi erosi, sehingga menjaga pantai tetap
stabil. Kita ketahui erosi dapat terjadi jika di suatu pantai yang ditinjau terdapat
kekurangan suplai pasir. Stabilitasi pantai dapat dilakukan dengan penambahan suplai
pasir ke daerah yang terjadi erosi itu. Apabila erosi terjadi secara terus menerus , maka
suplai pasir harus dilakukan secara berkala dengan laju sama dengan kehilangan pasir.
Untuk pantai yang cukup panjang maka penambahan pasir dengan cara
pembelian kurang efektif sehingga digunakan alternatif pasir diambil dari hasil
sedimentasi sisi lain dari pantai.

14
BAB III
METODOLOGI

3.1 Pemilihan Lokasi Survei


Survei ini dilakukan di pantai matahari terbit, pantai sanur, pantai mertasari dan
pantai pura geger. Pemilihan lokasi survei ini dilakukan dengan teknik purposive
sampling atau secara sengaja sebagai lokasi survei.

3.2 Metode Pengumpulan Data.


3.2.1 Studi Kepustakaan.
Studi kepustakaan yang dilakukan pada tugas ini bertujuan untuk mendapatkan
informasi atau data yang berkenaan dengan tujuan tugas ini, yaitu melalui telaah
terhadap buku ajar dan beberapa sumber di internet (media elektronik).
3.2.2 Observasi
Pada tugas ini, teknik observasi atau pengamatan langsung bertujuan untuk
memperoleh informasi dengan cara mengamati langsung ke objek penelitian sehingga
didapat gambaran yang nyata mengenai keadaan objek.

3.3 Jenis Data


3.3.1 Data Primer
Data primer didapatkan secara langsung dengan menggamati objbek yang
dijadikan lokasi survei, yaitu Pantai Matahari Terbit, Pantai Sanur, Pantai Mertasari,
Pantai Pura Geger
3.3.2 Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang berkaitan dengan keadaan objek survei yang
didapatkan dari telaah pustaka di media internet.

15
3.4 Metode Analisis Data
Dalam menganalisis data, penulis menggunakan metode kualitatif
dengan menggambarkan secara langsung keadaan objek berdasarkan fakta-fakta
yang ada selama melakukan survey dilakukan.

3.5 Waktu dan Tempat


Waktu : 14 April 2019

Pukul : 08.00 WITA - Selesai

Tempat : Pantai Matahari Terbit, Pantai Sanur, Pantai Mertasari, Pantai Pura
Geger

16
BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Pantai Matahari Terbit


Pantai Matahari Terbit Bali ini terletak di desa Sanur kauh, Sanur Bali,berjarak
6 km dari Denpasar atau sekitar 15 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor.
Dimana Pantai matahari terbit ini berdampingan dengan pantai sanur,yang merupakan
pantai yang sudah terkenal. Pantai ini dinamakan pantai matahari terbit dikarenakan
dari sini dapat melihat lebih awal matahari muncul dari peraduan dan untuk
memudahkan mengingat dinamakanlah pantai ini dengan nama Pantai Matahari Terbit.
Pantai Matahari Terbit memiliki panorama yang indah. Pantai matahari terbit berada
sama dengan pantai Sanur, namun di pantai matahari terbit tidak terdapat pasir hanya
batu karang yang disusun rapi dan dijadikan sebagai penghalang ombak. Dimana dari
pantai Matahari ini bila Anda ingin menyaksikan pemandangan matahari terbit yang
menawan bisa datang pada jam 6 pagi saat matahari terbit dari ufuk barat .

Gambar 4.1 Pantai Matahari Terbit


Sumber : Dokumentasi Pribadi

Karakteristik Pantai Matahari Terbit :

a. Gelombang pecah yang terjadi :


Dari kuliah lapangan yang kami lakukan, dapat kami katakan gelombang pecah
yang terjadi di pantai Matahari Terbit adalah tipe Spilling karena biasanya gelombang

17
tersebut terjadi apabila gelombang menuju ke pantai yang datar (kemiringan kecil) dan
gelombang sudah pecah pada jarak yang cukup jauh. Gelombang pada pantai matahari
terbit juga mengalami refraksi.
b. Bangunan Pantai
Pada Pantai Matahari terbit terdapat dua bangunan pantai yaitu seawall dan groin.
Seawall yang ada pada pantai matahari terbit berdasarkan pengamatan yang kami
lakukan terbuat dari susunan beton sedangkan untuk groin yang digunakan adalah tipe
lurus tetapi groin terebut tampaknya sudah rusak akibat terkenan erosi pantai sehingga
sebagian groin sudah terendam.

Gambar 4.2 Bangunan Pantai Groin Pada Pantai Matahari Terbit


Sumber : Dokumentasi Pribadi
c. Sedimen
Sedimen yang berada di pantai matahari terbit ini berwarna hitam dan memiliki
tekstur halus dengan ukuran sangat kecil. Hal tersebut dikarenakan lokasi pantai ini
berada di dekat dengan aktivitas gunung berapi. Sedimen atau pasir diidentifikasi
berasal dari lantai lava yang telah berkembang sekitar abad. Warna pasir hitam akan
bervariasi dari hitam darkish untuk warna media abu-abu.

18
Gambar 4.3 Pasir Pantai Matahari Terbit
Sumber : Dokumentasi Pribadi
4.2 Pantai Sanur
Pantai Sanur merupakan salah satu pantai di Pulau Bali yang menarik untuk
dikunjungi. Keindahan panorama alamnya membuat Pantai Sanur terkenal bahkan
sejak jaman dahulu. Dalam sejarah Bali kuno, Pantai Sanur telah dikenal sebagai pantai
yang indah, hal itu nampak dalam Prasasti Raja Kasari Warmadewa, seorang raja yang
berkeraton di Singhadwala pada tahun 917 M. Sekarang, prasasti tersebut terdapat di
daerah Blanjong, bagian selatan Pantai Sanur. Di kalangan Pariwisata, pantai Sanur
pertama kali diperkenalkan oleh pelukis Belgia bernama A.J.Le Mayeur bersama
istrinya Ni Polok yang menetap di sana sejak tahun 1937 dan mengadakan pameran
lukisan karyanya sendiri.
Berbeda dengan Pantai Kuta yang menyajikan keindahan matahari terbenam
(sunset), Pantai Sanur terkenal karena keindahan panorama mentari terbitnya (sunrise).
Topografinya yang melengkung dengan hamparan pasir putih yang membentang
membentuk gugusan pantai yang elok. Di pagi hari, sembari menikmati detik-detik
terbitnya mentari yang mempesona, wisatawan dapat menyaksikan gugusan pulau Nusa
Penida di sebelah tenggara serta panorama pantai selatan Pulau Bali.
Pemandangan di sore hari juga tak kalah menarik. Surutnya air laut
memperjelas pandangan mata pada gugusan Pulau Serangan dan bukit batu karang
yang menjorok ke laut di sebelah selatan Pantai Sanur. Tak hanya itu, jika gelombang

19
air laut tidak begitu besar, wisatawan dapat menyaksikan keindahan modifikasi groin
dengan gazebo diatasnya yang membentang ke tengah laut.
Pantai Sanur yang terletak di Desa Sanur, Kecamatan Denpasar, Kota Denpasar
ini berjarak sekitar 6 km dari pusat kota Denpasar dan dapat dicapai dengan kendaraan
pribadi seperti mobil atau sepeda motor. Dan pantai sanur ini berada di satu garis pantai
dengan pantai matahari terbit.

Gambar 4.4 Pantai Sanur


Sumber : google.com
Karakteristik Pantai Sanur :
a. Gelombang pecah yang terjadi :
Dari kuliah lapangan yang kami lakukan dapat kami katakan gelombang pecah yang
terjadi di pantai Sanur adalah tipe Spilling karena dilihat dari kemiringan pantai sanur
yang kecil (hampir datar) biasanya gelombang tersebut terjadi apabila gelombang
menuju ke pantai yang datar (kemiringan kecil) dan gelombang sudah pecah pada jarak
yang cukup jauh.
b. Bangunan Pantai
Pada Pantai Sanur terdapat satu buah bangunan pantai yaitu groin. Groin pada
pantai sanur merupakan groin modifikasi bentuk L dengan bentuk T. Selain berfungsi
untuk menahan sedimen di sekitar pantai sanur groin trebut juga dijadikan tempat

20
jogging (jogging track) dan tempat bersantai bagi para wisatawan yang berkunjung
karna terdapat gazebo diatas groin tersebut.
c. Sedimen
Pasir yang terdapat di pantai sanur adalah pasir putih juga biasa disebut dengan
pasir kuarsa. Proses terbentuknya pasir putih adalah kikisan dari batuan karang yang
ada di pantai karena sapuan ombak serta sisa-sisa fitoplankton dan 25 zooplankton laut.
Karena umur organisme plankton hannya satu atau dua minggu. Kemudian kikisan
tersebut terbawa air dan mengendap di pantai. Proses tersebut tentunya membutuhkan
waktu yang cukup lama.

4.3 Pantai Mertasari


Objek wisata Pantai Sanur merupakan salah satu objek wisata pantai yang
menjadi tujuan para wisatawan yang datang ke pualu Bali selain pantai Kuta. Tahukah
Anda bahwa pantai Sanur terdiri dari beberapa pantai yakni Pantai Matahari Terbit,
Pantai Segara Ayu, Pantai Sindhu, Pantai Bali Beach, Pantai Karang, Pantai
Semawang, dan Pantai Mertasari. Untuk mengakses pantai Mertasari sangatlah mudah
karena sudah bisa diakses dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. JikaAnda
datang dari kawasan Bandara Ngurah Rai hanya memerlukan waktu kurang lebih 30
menit dengan melalui jalan tol Bali Mandara kemudian lewat jalan by pass Ngurah Rai.
Pantai Mertasari ini terletak menghadap ke utara, berbedabeda dengan Pantai
Sanur yang menghadap ke barat. Jadi untuk melihat matahari terbit posisi matahari
tidak berada seperti di tengah pantai, namun terlihat muncul dari sebelah pesisir pantai.
Pantai mertasari terletak di Jalan Tirta Empul Sanur, atau bisa juga lewat Jalan Suka
Merta kemudian ke Jalan Pengembak Sanur.

21
Gambar 4.5 Pantai Mertasari
Sumber : Google.com
Karakteristik Pantai Mertasari :
a. Gelombang pecah yang terjadi
Dari kuliah lapangan yang kami lakukan dapat kami katakan gelombang pecah yang
terjadi di pantai Mertasari adalah tipe Spilling karena dilihat dari kemiringan pantai
sanur yang kecil (hampir datar) biasanya gelombang tersebut terjadi apabila gelombang
menuju ke pantai yang datar (kemiringan kecil) dan gelombang sudah pecah pada jarak
yang cukup jauh.
b. Bangunan Pantai
Pada Pantai Mertasari terdapat bangunan pantai berupa mercusuar, pembangunan
jembatan untuk dermaga, revetment dan groin. Untuk breakwater yang terdapat di
pantai Mertasari berupa breakwater alami, groin yang ada di pantai mertasari berupa
groin modifikasi tipe I dan L, kemudain pada pantai mertasari juga terdapat revetment
yang dibangun menggunakan geobag dari bahan geotextile. Pada muara suangai di
pantai mertasari mengalami normalisasi tetapi hanya pada satu sisi saja.

Gambar 4.6 Groin tipe L di Pantai Mertasari


Sumber : Dokumentasi pribadi

22
Gambar 4.7 Geobag di Pantai Mertasari
Sumber : Dokumentasi pribadi
c. Sedimen
Pantai Mertasari memiliki sedimen pasir berwarna putih dan tekstur yang sedikit
kasar. Pasir tersebut juga jenuh air. Proses terbentuknya pasir putih adalah kikisan dari
batuan karang yang ada di pantai karena sapuan ombak serta sisa-sisa fitoplankton dan
zooplankton laut. Karena umur organisme plankton hannya satu atau dua minggu.
Kemudian kikisan tersebut terbawa air dan mengendap di pantai. Proses tersebut
tentunya membutuhkan waktu yang cukup lama.

4.4 Pantai Pura Geger


Pantai Pura Geger tergolong pantai yang dapat diaktakan masih kurang
pengunjung karena termpatnya yang cukup tersembunyi sehingga membuatnya kurang
terkenal diabanding dengan pantai-pantai lain di bali seperti pantai Kuta dan pantai
yang akhir-akhir ini sangat sedang banyak dikunjungi yaitu pantai Pandawa. Aksesnya
yang mudah, dari airport I Gusti Ngurah Rai hanya perlu waktu 15-20 menit, dari
Denpasar hanya 60 menit, pantai Pura Geger merupakan tipe pantai berkarang.

23
Gambar 3.4 Pantai Pura Geger
Sumber : Dokumentasi Pribadi

Karakteristik Pantai Pura Geger :


a. Gelombang pecah yang terjadi :
Dari kuliah lapangan yang kami lakukan dapat kami katakan gelombang pecah yang
terjadi di pantai Pura Geger adalah tipe Spilling dan Surging karena dilihat dari
kemiringan pantai Pura Geger yang kecil (hampir datar) pada tempat kami lakukan
pengamatan tetapi untuk sekitarnya pantai pura geger merupakan pantai berkarang
yang memungkinkan gelombang pecah tipe surging itu terjadi.
Gelombang yang terjadi pada pantai Pura Geger terpisah satu dengan yang lain. Ini
diakibatkan oleh kedalaman laut yang berbeda-beda.
b. Bangunan Pantai
Pada Pantai Pura Geger terdapat bangunan pantai berupa groin modifikasi tipe L
dimana fungsi dari groin tersebut untuk menghalangi terseretnya sedimen ke laut lepas.
Selain itu juga groin tersebut menjadi batas antara kawasan suci pura geger dengan
kawasan hotel.
Bangunan pantai selanjutnya terdapat dinding pengaman pantai/ revetment alami
berupa tebing karang, yang berfungsi sebagai pelindung pantai terhadap erosi dan
limpasan gelombang (overtopping) ke darat.

24
Gambar 3.5 Groin L di Pantai Pura Geger
Sumber : Dokumentasi Pribadi
c. Sedimen
Pantai Pura Geger memiliki sedimen pasir berwarna putih dan jenuh air Sedimen.
Dengan ukuran butiran yang cukup besar dibandingkan dengan pantai berpasir putih
lainnya. Proses terbentuknya pasir putih adalah kikisan dari batuan karang serta tebing
karang yang sebagai revetment alami yang ada di pantai tersebut karena sapuan ombak
serta sisa-sisa fitoplankton dan zooplankton laut. Hal tersebbut dikarenakan umur
organisme plankton hannya satu atau dua minggu. Kemudian kikisan tersebut terbawa
air dan mengendap di pantai. Proses tersebut tentunya membutuhkan waktu yang cukup
lama.

Gambar 3.5 Sedimen putih di pantai pura geger


Sumber : Dokumentasi Pribadi

25
BAB V
KESIMPULAN

5.1 KESIMPULAN
Dari Hasil survei yang kami dapatkan dapat di simpulkan:
1. Pantai Matahari Terbit
a. Jenis Gelombang : Masuk ke dalam jenis Spilling.
b. Bangunan Pantai : Seawall dan Revertment
c. Permasalahan : Adanya sampah bawaan dan eorsi pantai
d. Jenis Sedimen : Berwarna hitam, dan memiliki tekstur halus

2. Pantai Sanur
a. Jenis Gelombang : Pantai Sanur masuk ke dalam jenis Spilling.
b. Bangunan Pantai : Groin tipe L dan T.
c. Permasalahan : Adanya sampah bawaan dan erosi Pantai.
d. Jenis Sedimen : Berwarna putih, dan memiliki tekstur kasar.

3. Pantai Mertasari
a. Jenis Gelombang : Pantai Mertasari masuk ke dalam jenis Spillimg.
b. Bangunan Pantai : Groin tipe I dan L dan Revertment.
c. Permasalahan : Erosi Pantai
d. Jenis Sedimen :Berwarna putih, dan memiliki tekstur kasar.
4. Pantai Pura Geger
a. Jenis Gelombang : Pantai Pura Geger masuk ke dalam jenis surging.
b. Bangunan Pantai : Groin, Revertment alami
c. Jenis Sedimen : Berwarna putih dengan tekstur halus dengan butiran
pasir cukup besar.

26
5.2 SARAN
Bedasarkan kesimpulan di atas didapat bahwa pada pantai Matahari
Terbit, Sanur dan Mertesari permasalahan yaitu erosi pantai. Erosi pantai harus
diatasi dengan menanap pohon bakau di daerah pantai, membuat bangunan
pemecah gelombang, dan pencegahan erosi pantai tidakhanya dilakukan
penduduk yang terletak dengan pantai namun harus didukung oleh seluruh
masyarakat.

27
Daftar Pustaka

Dhesy. (2012, July 11). Makalah Kerusakan Pantai. Diambil kembali dari Scrib.:

https://www.scribd.com/doc/99783876/MAKALAH-KERUSAKAN- PANTAI

El-Pipich. (2011). Mengenal Gelombang Laut, Jenis-jenis Dan Manfaatnya. Diambil


kembali dari Groovies in the music: http://el-pipichi.blogspot.co.id/2011/03/mengenal-
gelombang-laut-jenis-jenis-dan.html

Lau, M.-I. K. (2017, July). Makalah Bangunan Pantai. Diambil kembali dari Scrib.:

https://www.scribd.com/doc/228784201/MAKALAH-BANGUNAN-PANTAI

Safitri, Y. (2016). TUGAS BANGUNAN PANTAI. Diambil kembali dari


Docslide:http://dokumen.tips/documents/tugas-bangunan-pantai 578710860418f.html

28
LAMPIRAN

Gambar 1. Bangunan Pantai Groin Pada Pantai Matahari Terbit


Sumber : Dokumentasi Pribadi

Gambar 2. Bangunan Revertment Pada Pantai Matahari Terbit


Sumber : Dokumentasi Pribadi
Gambar 3. Pasir Pantai Pada Pantai Matahari Terbit
Sumber : Dokumentasi Pribadi

Gambar 4. Bnagunan Pantai Modifikasi Groin type T Pada Pantai Sanur


Sumber : Domentasi Pribadi
Gambar 5. Dokumentasi Pasir Pantai Pada Pantai Mertesari
Sumber : Dokumentasi Pribadi

Gambar 6. Bangunan Revertmen Dari Karung Pada Pantai Mertesari Sumber :


Dokumentasi Pribadi
Gamabar 7. Muara Sungai Yang Terdapat Pada Pantai Meretsari Sumber :
Dokumentasi Pribadi

Gamabar 8. Bangunan Pantai Berupa Groin Type I Pada Panati Mertesari


Sumber : Dokumentasi Pribadi
Gambar 9. Bangunan Pantai Berupa Modifikasi Groin Type L Pada
Pantai Pura Geger