Anda di halaman 1dari 9

Laporan Kewirausahaan

Oleh:
Rita Foorantika 1513024038

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2016
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang bergerak dalam
bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh
keuntungan. Selain itu perusahaan juga ingin memberikan kepuasan kepada konsumen
atas produk yang yang dihasilkannya, karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur
dari keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas, dan yang
diinginkan oleh konsumen. Dalam mencapai strategi pemasaran yang tepat dan terbaik
untuk diterapkan, salah satunya perusahaan dapat melihat dari faktor bauran pemasaran.
Hal tersebut penting karena bauran pemasaran merupakan salah satu pokok
pertimbangan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian suatu produk. Jika
perusahaan tidak peka terhadap apa yang dibutuhkan oleh konsumen, maka dapat
dipastikan bahwa perusahaan akan kehilangan banyak kesempatan untuk menjaring
konsumen dan produk yang ditawarkan akan sia-sia.

1.2 Tujuan

1. Untuk mengetahui apa yang di maksud dengan teori pemasaran dan semua
kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran.
2. Untuk memberikan pengetahuan dasar bagaimana cara melakukan kegiatan
pemasaran dan apa saja yang harus dilakukan dalam kegiatan pemasaran.
3. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan bauran pemasaran atau marketing
mix.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pemasaran

Pemasaran adalah suatu proses sosial di mana individu dan kelompok mendapatkan
kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar
sesuatu yang bernilai satu sama lain. Pengertian pemasaran oleh beberapa ahli diartikan
menjadi :
1. William J Stanton
Pemasaran adalah keseluruhan intern yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan
usaha yang bertujuan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan
dan mendistribusikan barang dan jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli
baik pembeli yang ada maupun pembeli yang potensial.
2. Philip dan Duncan
Pemasaran meliputi semua langkah yang digunakan atau diperlukan untuk
menempatkan barang-barang berwujud kepada konsumen.
3. American Marketing Association
Pemasaran meliputi pelaksanaan kegiatan usaha niaga yang diarahkan pada arus
aliran barang dan jasa dari produsen kepada konsumen.
Tujuan Pemasaran adalah mengenal dan memahami pelanggan sedemikian rupa
sehingga produk yang di jual akan cocok sesuai dengan keinginan pelanggan, sehingga
produk tersebut dapat terjual dengan sendirinya.

2.2. Marketing Mix


Menurut Kotler (2003) Marketing Mix atau Bauran Pemasaran, dapat diartikan sebagai
sekumpulan dari variable-variabel yang dapat dikendalikan dan digunakan oleh
perusahaan untuk mengejar tingkat penjualan yang diinginkan dalam pasar “sasaran”
atau dengan kata lain 4P merupakan kombinasi dari variabel-variabel pemasaran yang
merupakan faktor internal yang berada dalam jangkauan yang dapat dikendalikan oleh
perusahaan.

Dalam Marketing Mix, ada unsur-unsur atau elemen yang menjadi dasar pertimbangan
pengambilan keputusan dalam pembuatan strategi komunikasi pemasaran, yaitu 4P
ditambah 3P:
1. Product (Produk)
2. Price (Harga)
3. Place (Tempat)
4. Promotion (Promosi)
5. People
6. Process
7. Physical Evidence

Kotler (2000) mendefinisikan bahwa bauran pemasaran adalah kelompok kiat


pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai sasaran pemasarannya dalam
pasar sasaran sedangkan, Jerome Mc Carthy dalam Fandy Tjipto (2004) merumuskan
bauran pemasaran menjadi 4P (Product, Price, Place dan Promotion).

1. Product (Produk)
Produk secara singkat menurut Philip Kotler (1989:89) menyatakan bahwa
produk adalah apa yang dapat ditawarkan didalam pasar untuk dipertahankan,
dimiliki, digunakan atau dikonsumsi sehingga dapat memuaskan keinginan atau
kebutuhan termasuk didalamnya adalah objek fisik, jasa, orang, tempat organisasi
dan gagasan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud produk adalah
suatu yang berwujud maupun sesuatu yang tidak berwujud yang lazim disebut
jasa. Dari definisi diatas terkandung tiga makna yang perlu dibedakan:
1. Produk ini yang merupakan manfaat yang dicari oleh pembeli.
2. Produk formal yaitu obyek fisik yang ditawarkan seperti kemasan, merek dan
mutu.
3. Produk yang disempurnakan yaitu mencakup keseluruhan manfaat yang
diberikan oleh produk formal.

2. Price (Harga)
Dalam penetapan harga jual, perusahaan harus memperhatikan berbagai pihak
antara lain para konsumen akhir, para penyalur, saingan, para suplier, bahan,
dana, tenaga kerja dan para manager perusahaan yang bersangkutan. Segala
keputusan yang berhubungan dengan harga akan sangat mempengaruhi beberapa
aspek kegiatan perusahaan, baik menyangkut kegiatan penjualan maupun aspek
keuntungan yang mau dicapai oleh perusahaan. Dengan demikian semua
keputusan yang berkaitan dengan harga hendaknya harus dipertimbangkan secara
sungguh-sungguh dan mendalam serta memperhatikan aspek intern dan ekstern
perusahaan.

Acuan atau dasar yang sering dijadikan konsumen dalam menilai harga adalah:
a. Harga produk lain.
b. Perubahan waktu pembelian.
c. Lingkungan pembelian.

3. Place (Distribusi)
Setelah barang selesai dibuat dan siap untuk dipasarkan, tahap berikutnya
dalam proses pemasaran adalah menentukan metode dan rute yang akan dipakai
untuk menyalurkan barang tersebut kepasar. Hal ini menyangkut strategi
penyaluran dan termasuk didalam pemilihan penyaluran distribusi. Willian J.
Stanto (1986:81) membagi gambaran umum mengenai saluran distribusi yang
paling banyak digunakan untuk barang hasil produksi buat konsumen atau
pemakai industri antara lain:
a. Distribusi barang-barang konsumen
1. Produsen => Konsumen
Merupakan saluran distribusi paling pendek dan sederhana untuk
konsumen tanpa campur tangan perantara.
2. Produsen => Pengecer => Konsumen
Dalam saluran distribusi ini, perusahaan pengecer besar membeli
lansung dari produsen industri.
3. Produsen => Pedagang besar => Pengecer => Konsumen
Disebut juga saluran tradisional karena pengecer kecil dan produsen
industri kecil menganggap saluran ini sebagai saluran paling ekonomis.
4. Produsen => Agen => Pengecer => Konsumen
Dari pada menggunakan pedagang pasar, produsen banyak
menggunakan agen, makelar atau agen perantara lain untuk mencapai
pasar eceran, khususnya perusahaan besar pengecer.
5. Produsen => Agen => Pedagang besar => Pengecer => Konsumen
Untuk dapat mencapai pengeceran kecil, produsen juga menggunakan
perantara yang menghubungi pasar besar yang menjual kepada
pengecer kecil.

b. Distribusi barang industri


1. Produsen => Pemakai Industri
Hubungan lansung ini menyalurkan produksi industri dengan nilai
dolar lebih besar dibandingkan dengan saluran distribusi lain.
2. Produsen => Distributor Industri => Pemakai
Produsen peralatan assesoris kecil kerap kali memasuki pasaran
mereka.
3. Produsen => Agen => Pemakai
Perusahaan yang hendak memasarkan produk baru atau hendak
memasuki pasaran baru lebih suka menggunakan agen dari pada tenaga
penjual.
4. Produsen => Agen => Distributor Industri => Pemakai
Cara ini dipakai dalam keadan produsen tidak menjual maupun menjual
lewat agen lansung kepada pemakai industri.

5. Promotion (Promosi)
Luas ruang lingkup kegiatan promosi dipengaruhi oleh macam-macam
kegiatan yang dipergunakan dan kegiatan promosi dari perusahaan saingan
merupakan faktor lain yang perlu dipertimbangkan oleh perusahaan dalam
memasarkan produknya. Promosi menurut Basu Swaswa adalah arus informasi
atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisai
kepada tindakan untuk menciptakan pertukaran dalam pemasaran. Philip Kotler
(1983:177) membagi kegiatan promosi kedalam beberapa element, antara lain:

a. Periklanan
Yaitu setiap penyajian yang bukan dengan orang pribadi dan promosi,
ide-ide, barang atau jasa dengan pembayaran oleh suatu sponsor tertentu
disebut periklanan. Adapun fungsi-fungsi periklanan adalah sebagai berikut:
 Memberikan informasi.
 Membujuk atau mempengaruhi.
 Menciptakan kesan (image).
 Memuaskan keinginan.

b. Penjualan pribadi (personal selling)


Yaitu penyajian yang secara lisan dalam percakapan bersama calon
pembeli dengan tujuan melaksanakan jual beli. Adapun fungsi dari tenaga
penjualan adalah:
 Mengadakan analisa pasar.
 Menentukan komunikasi.
 Memajukan langganan.
 Memperhatikan langganan.
 Mengatasi masalah.
 Mengatur waktu.
 Mengalokasi sumber-sumber.
 Meningkatkan kemampuan diri.

c. Promosi dagang
Yaitu ransangan (stimulation) jangka pendek untuk mendorong jual beli
suatu barang atau jasa.
 Pembelian contoh (product sampling).
 Kupon atau nota.
 Hadiah.
 Kupon berhadiah.
 Undian.

d. Publisitas
Yaitu penggairahan untuk meransang permintaan terhadap suatu barang atau
jasa serta suatu unit niaga dengan menanam berita dengan sifat komersil
dalam suatu media penerbitan atau untuk memperoleh penyajian baik dalam
siaran radio, TV, atau dipentas tanpa lansung dibayar oleh seorang sponsor.
Sofyan Assauri memandang tentang sifat-sifat publisitas adalah sebagai
berikut:
1. Tingkat kebenaran atau kepercayaan yang tinggi
Pemberian publisitas yang diberikan pada masyarakat dianggap sebagai
suatu yang benar atau lebih dipercaya daripada bila berita tersebut
dikeluarkan dengan sponsor dari penjualan sebagai bertanya tidak
memihak.

2. Mendramatisir
Seperti advantasi, publisitas juga mempunyai kemampuan untuk
menggambar produk atau jasa perusahaan dalam bentuk cerita yang
jelas. Oleh karena itu, perusahaan harus dapat berusaha mempengaruhi
para konsumen untuk dapat menciptakan permintaan atau produknya,
yang merupakan salah satu bauran pemasaran secara keseluruhan dan
dikendalikan dengan baik akan dapat meningkatkan penjualan dan
market share.

Tambahan elemen pada bauran pemasaran menurut Zeithaml and Bitner yang di kutip
oleh Ratih Hurriyati (2008:62) yaitu:
1. Orang (People)
Menurut Boom dan Bitner dalam Effendi (2010:349), menerangkan bahwa
people berarti “orang yang melayani ataupun yang merencanakan pelayanan
terhadap para konsumen”. Karena sebagian besar jasa dilayani oleh orang, maka
orang tersebut perlu diseleksi, dilatih, dimotivasi, sehingga memberikan kepuasan
terhadap konsumen dengan sikap perhatian, responsif, inisiatif, kreatif, pandai
memecahkan masalah, sabar dan ikhlas. Dengan pelayanan yang baik, maka
konsumen akan merasa terlayani dengan baik dan besar kemungkinan konsumen
tersebut akan kembali lagi membeli produk kita.
2. Sarana Fisik (Physical Evidence)
Menurut Boom dan Bitner (2010:349), menjelaskan bahwa physical evidence
merupakan bentuk fisik, berarti konsumen akan melihat keadaan nyata dan benda-
benda yang menghasilkan jasa tersebut. Sarana fisik ini merupakan satu hal yang
secara nyata turut mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli dan
menggunakan produk yang ditawarkan, unsur-unsur yang termasuk dalam sarana
fisik antara lain: lingkungan fisik, dalam hal ini bangunan fisik, peralatan,
perlengkapan, logo, warna dan barang-barang lainnya, yang disatukan dengan
servis yang diberikan.
Dengan kata lain, sarana fisik ( Physical Evidence ) yang menarik atau unik
menjadi daya tarik konsumen dalam membeli suatu produk. Misalnya ketupat
dipakai untuk dekorasi saat menyambut bulan Ramadhan atau pohon cemara
dipakai untuk dekorasi saat menyambut Natal.

3. Proses ( Process )
Menurut Boom dan Bitner dalam Effendi (2010:349), menjelaskan bahwa proses
ini terjadi diluar pandangan konsumen, konsumen tidak mengetahui bagaimana
proses yang terjadi, yang penting jasa yang dia terima harus memuaskan. Proses ini
terjadi berkat dukungan karyawan dan tim manajemen yang mengatur semua
proses agar berjalan dengan lancar. Misalnya proses pemberian jasa yang
dilakukan oleh bank berupa jasa transfer, administrasi dan lain-lain.
BAB III

KESIMPULAN

Bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, promosi dan saluran distribusi mempunyai
peranan yang sangat penting guna mensukseskan program pemasaran dari suatu perusahaan.
Dengan melakukan perencanaan terhadap empat bauran pemasaran diharapkan perusahaan
dapat merumuskan program pemasaran yang tepat bagi produk yang akan ditawarkan kepada
konsumen. Perencanaan produk yang dihasilkan oleh perusahaan harus benar- benar sesuai
dengan kebutuhan konsumen. Selain itu, produk yang dihasilkan harus mencerminkan
kualitas yang baik. Hal tersebut agar sesuai dengan tujuan perusahaan yang mana produk
yang dihasilkan dapat diterima dan sesuai dengan kebutuhan konsumen dan dapat
memuaskan konsumen. Karena produk merupakan titik sentral dari kegiatan pemasaran,
keberhasilan suatu perusahaan dapat diketahui dari respon yang ditunjukkan oleh konsumen.
Pada situasi persaingan dan perubahan yang bergerak begitu cepat ini perusahaan ditekan
oleh faktor-aktor eksternal seperti perubahan teknologi, ekonomi, sosial kultural dan pasar.
Di sisi lain, secara internal perusahaan menghadapi perubahan organisasi yang tak kalah
peliknya, seperti masalah budaya perusahaan, struktur, karyawan, pemegang saham. Dalam
situasi seperti ini konsep pemasaran tidak lagi cukup hanya berbicara tentang penjualan,
periklanan atau bahkan konsep bauran pemasaran 4P (product, place, pricing, dan promotion)
ditambah 3P (Process, People and Physical evidence).
DAFTAR PUSTAKA

Gruenwald, G. 1985. Seri Pemasaran dan Promosi, Pengembangan Produk Baru. PT Alex
Media Komputindo. Jakarta.

Hermawan Kartajaya dan Philip Kotler. 2002. Rethinking Marketing “Sustainable Marketing
Enterprise in Asia”. Prenhallindo. Jakarta.

Keegan, Warren J. 1996. Manajemen Pemasaran Global: Alih Bahasa, Alexander Sindoro
Jilid 1. Prenhallindo. Jakarta

Kotler, P. 1995. Manajemen Pemasaran; Analisa, Perencanaan, Implementasi dan


Pengendalian. Jilid I, edisi kedelapan. Penerbit Salemba Empat. Jakarta.