Anda di halaman 1dari 11

PENINGKATAN KESEHATAN MELALUI KEGIATAN PEMERIKSAAN ASAM URAT DI

YOGYAKARTA DI DUSUN SUMBER KIDUL KALITIRTO BERBAH SLEMAN


YOGYAKARTA

NASKAH PUBLIKASI

Kelompok 41

Angela Dwi Hesti A 16/395689/KU/18887


Azizah Isna Rachmawati 16/397758/KU/18902
Adisrasti Amaragati 16/397858/KU/19002
Alifia Paranandila P 16/397871/KU/19015
Alyarosa Taqwaariva 16/397872/KU/19016

FAKULTAS KEDOKTERAN, KESEHATAN MASYARAKAT, DAN KEPERAWATAN


UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2019
Peningkatan Kesehatan Melalui Kegiatan Pemeriksaan Asam Urat di Yogyakarta di Dusun
Sumber Kidul Kalitirto Berbah Sleman Yogyakarta

Nailul M. Fahmi1, Angela Dwi Hesti A.2, Azizah Isna Rachmawati3, Adisrasti Amaragati 4, Alifia
Paranandila P 4, Alyarosa Taqwaariva4, Sitatun Maghfiroh5
1
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada
2
Mahasiswa Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan
Universitas Gadjah Mada
3
Mahasiswa Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan
Universitas Gadjah Mada
4
Mahasiswa Kedokteran Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas
Gadjah Mada
5
Instruktur Lapangan Berbah

Abstrak

Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang


pentingnya masalah kesehatan yang ada, memberikan wawasan pengetahuan profesi agar mampu
meningkatkan profesionalitas kepada mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan
Keperawatan Universitas Gadjah Mada, meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi kepada
masyarakat agar mampu berkomunikasi dengan baik dan benar kepada mahasiswa Fakultas
Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, memberikan
informasi pengetahuan kepada masyarakat terhadap perilaku hidup sehat.Sasaran pengabdian
masyarakat ini adalah masyarakat di Dusun Sumber Kidul, Desa Kalitirto, Kecamatan Berbah,
Kabupaten Sleman, D. I. Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen.
Pendekatan waktu yang digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan cross sectional yaitu suatu
penelitian menggunakan pengukuran variabel- variabelnya dilakukan hanya satu kali pada satu
waktu. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa masyarakat dapat memahami
arti pentingnya pengecekan dini untuk meminimalisir faktor risiko dari penyakit tidak menular.
Dengan kegiatan ini masyarakat menunjukkan respon positif karena masyarakat lebih memahami
pengertian penyakit tidak menular seperti asam urat serta perilaku hidup sehat.

Kata Kunci : asam urat, edukasi, faktor risiko, pemeriksaan kesehatan.

1
Corresponding author : Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakutas Kedokteran, Kesehatan
Masyarakat dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada. Telp : +6281215500035
Email : nailul.fahmi@mail.ugm.ac.id
Health Improvement Through Health Screenings Gout in Sumber Kidul, Kalitirto Village,
Berbah District, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta

Nailul M. Fahmi16 Angela Dwi Hesti A.2, Azizah Isna Rachmawati3, Adisrasti Amaragati4, Alifia
Paranandila P.4, Alyarosa Taqwaariva4, Sitatun Maghfiroh5
1
Faculty of Medicine, Public Health and Nursing Universitas Gadjah Mada
2
Undergraduate Nursing of Faculty of Medicine, Public Health and Nursing Universitas Gadjah
Mada
3
Undergraduate Dietary and Nutrition of Faculty of Medicine, Public Health and Nursing Universitas
Gadjah Mada
4
Undergraduate Medical Student of Faculty of Medicine, Public Health and Nursing Universitas
Gadjah Mada
5
Primary Health Care of Berbah District

Abstract

Community service activities aim to educate the public about the importance of existing health
problems, provide insight into professional knowledge in order to be able to increase professionalism
to undergraduate of medicine, public health and nursing at Universitas Gadjah Mada, improve
communication skills to the community so that they are able to communicate properly and correctly
to undergraduate, Faculty of Medicine, Public Health and Nursing at Universitas Gadjah Mada,
provide information to the community about the behavior of healthy living.The target of this
community service is the community in Sumber Kidul, Kalitirto Village, Berbah District, Sleman
Regency, DI Yogyakarta. This research is a non-experimental study. The time approach used in this
study with a cross sectional approach is that a study uses measurements of variables carried out only
once at a time.The results of this community service show that the community can understand the
importance of early checking to minimize risk factors for non-communicable diseases. With this
activity the community showed a positive response because the community better understood the
notion of non-communicable diseases such as uric acid and healthy living behaviors.

Keywords: uric acid, educate, risk factors.

1
Corresponding author : Departement of Obstetry and Gynecology, Faculty of Medicine, Public
Health and Nursing Universitas Gadjah Mada. Telp: +6281215500035
Email : nailul.fahmi@mail.ugm.ac.id
PENDAHULUAN Masyarakat di Sumber Kidul, Berbah,
Lansia dan pra-lansia adalah masa dimana DIY banyak yang masih tidak mengatur pola
seseorang rentan mengalami penurunan fungsi dan kebiasaan makan dan aktivitas fisik dengan
tubuh secara progresif, termasuk adanya baik. Ketika melakukan pengkajian terhadap
penurunan fungsi metabolisme. Hiperurisemia keluarga masih banyak masyarakat yang
adalah suatu kondisi dimana kadar asam urat mengkonsumsi makanan dengan tinggi purin,
dalam darah melebihi dari kadar normal yaitu seperti emping dan jeroan. Selain itu sebagian
6,8 mg/dl. Ketika kadar asam urat dalam darah masyarakat hanya menggantungkan aktivitas
tinggi maka berpotensi asam urat dapat fisik pada kegiatan harian seperti bekerja atau
mengkristal dan memicu kemunculan gout bersih bersih rumah. Masyarakat di daerah
arthritis dan pembentukan batu ginjal (Boleu et tersebut jarang meluangkan waktu khusus untuk
al, 2018). berolahraga. Masyarakat di daerah tersebut juga
Tidak ada data pasti mengenai jarang melakukan pemeriksaan kesehatan rutin,
prevalensi hiperurisemia di Indonesia. Ini sehingga kesadaran dan keinginan menjaga
karena Indonesia terdiri dari berbagai suku, oleh gaya hidup sehat pada masyarakat cukup
karena itu, tingkat prevalensi sangat bervariasi kurang.
antar daerah. Insiden hiperurisemia
diperkirakan sekitar 2,3 -17,6%. Hasil penelitian TINJAUAN PUSTAKA
menunjukkan bahwa prevalensi hiperurisemia Dalam suatu penelitan sangat diperlukan
di Jawa Tengah adalah 24,3% pada pria dan dukungan dari hasil penelitian yang telah ada
11,7% wanita. Di Amerika Serikat, prevalensi sebelumnya yang berkaitan dengan penelitian
hiperurisemia asimptomatik pada populasi tersebut.
umum adalah sekitar 2-13%. (Meiyetriani et al, Pada penelitian ini ditemukan tiga orang
n.d). responden memiliki kadar asam urat darah yang
Menurut Sustrani et al (2008) cit tinggi (hiperurisemia) yaitu dua orang laki-laki
Nurhamidah (2015), banyak yang dan satu orang perempuan. Peningkatan kadar
mempengaruhi tingginya kadar asam urat dalam asam urat darah pada tiga orang responden ini
tubuh. Faktor-faktor tersebut antara lain, faktor sesuai dengan teori kemungkinan disebabkan
keturunan, jenis kelamin, konsumsi makanan oleh karena adanya penurunan ekskresi asam
tinggi purin, konsumsi alkohol yang berlebihan, urat pada ginjal akibat resistensi insulin dan
obesitas, gangguan ginjal yang dapat hiperinsulinemia yang terjadi pada keadaan
menghambat proses pengeluran purin dari overweight dan obesitas. Peningkatan kadar
tubuh, serta obat obatan yang memiliki dampak asam urat darah pada tiga orang responden
meningkatkan asam urat dalam tubuh sesuai dengan teori kemungkinan juga
(Nurhamidah & Nofiani, 2015) disebabkan oleh konsumsi makanan tinggi
purin. (Karimba Andre, 2013) Pada penelitian endogen. Pada populasi penderita gout,
ini sangat disarankan agar setiap orang dapat penyebabhiperurisemiahampir 90% disebabkan
melakukan pengecekan secara detail seperti karena penurunan ekskresi asam urat. Pada
pendataan riwayat keluarga dan aktivitas fisik. penelitian ini terdapat faktor adat istiadat yang
Pada penelitian ini terdapat faktor genetik mendasari, karena penduduk Desa Tenganan,
dapat memengaruhi hasil kadar asam urat pada Kecamatan Manggis adalah sebuah daerahdi
laki-laki, khususnya pada laki-laki yang sebelah timur Pulau Bali yang merupakan
hemizigot, bila laki-laki mempunyai hasil kadar daerah yang masih kuat mempertahankan adat
asam urat yang tinggi sebelum usia 25 tahun istiadatnya dimana ada larangan untuk
maka perlu diperiksa enzim yang dapat melakukan pernikahan dengan penduduk di luar
menyebabkan peningkatan produksi asam urat Dusun Tenganan Pegringsingan. Namun untuk
tersebut, selain enzim yang perlu diperiksa menjelaskan apakah hal ini mendasari bahwa
terdapat juga adanya kelainan penurunan faktor tersebut dapat menurunkan ekskresi asam
pengeluaran asam urat pada ginjal yang dapat urat, dapat dilakukan penelitian lanjut mengenai
diturunkan dalam suatu keluarga. Dan faktor risiko yang lain agar informasi yang
disimpulkan bahwa faktor dominan yang didapatkan akan lebih sempurna. (Ketut Pande
memengaruhi kadar asam urat (gout) pada laki- Kurniari, 2011).
laki dewasa di RT 04 RW 03 Simomulyo Baru
Surabaya adalah faktor alkohol. Penelitian ini METODE
disarankan agar dapat menjelaskan penyakit 1. Metode
yang akan ditimbulkan oleh penderita yang Penelitian ini merupakan penelitian non-
kadar asam uratnya tinggi dengan kebiasaan eksperimen. Pendekatan waktu yang
mengonsumsi alkohol sehingga penderita digunakan dalam penelitian ini dengan
mengetahui akibat dari mengonsumsi alkohol. pendekatan cross sectional yaitu suatu
(Tri Setyo A, 2014). penelitian menggunakan pengukuran
Pada penelitian lain yang dilakukan pada 21 variabel- variabelnya dilakukan hanya satu
orang laki-laki dan wanita dengan umur rerata kali pada satu waktu.
28 tahun karena timbulnya penyakit goutyang 2. Teknik Pengumpulan Data Pengabdian
dini disertai hiperurisemia didapatkan pada 15 Masyarakat
orang penderita termasuksemua penderita Target warga yang digunakan adalah 40 KK
wanita sebanyak7 orang dengan kadar rerata yang sudah kami lakukan pengkajian
FUAC 4,4 + 1,4% sedangkan 6 penderita sebelum pelaksanaan program. Sampel yang
mempunyai rerata FUAC 8,6 + 1,0%. Hal ini kami gunakan adalah satu orang/ KK yaitu
dikaitkan dengan adanya kelainan pada ekskresi kepala keluarga atau istri. Total ada 30
uratdi tubulus yang menurunkan klirens urat sampel yang kami gunakan. Sampel yang
kami gunakan adalah yang datang pada saat (≥ 60
penyuluhan dan/atau pengukuran kesehatan. tahun)
Pengumpulan data menggunakan form Jumlah (n) 15 100 15 100
kesehatan dan kuisioner pengetahuan gizi. Berdasarkan tabel 4.1 dapat diketahui
Data yang dikumpulkan berupa hasil bahwa pada kelompok responden laki-laki,
pengukuran tinggi badan, berat badan, IMT, sebagian besar responden diketahui berusia
kadar asam urat. 21-59 tahun yaitu sebanyak 8 orang
Untuk mengukur kadar asam urat (53,33%). Sementara itu pada kelompok
menggunakan Alat glucose Uric Acid (GUA) responden perempuan, sebagian besar
dengan merek easy touch dengan nomor responden diketahui juga berusia 21-59 tahun
DEPKES RI AKL NOMOR. 20101902214. yaitu sebanyak 11 orang (73,33%).
3. Teknik Analisis Data 2. Tabel Distribusi Data IMT Responden
Teknik analisis dan pengolahan data yang Penelitian
digunakan adalah secara kuantitatif Tabel 4.2 Indeks Massa Tubuh (IMT) di
menggunakan MS. Excel. Dusun Sumber Kidul Kalitirto Berbah
4. Lokasi, Waktu, dan Durasi Kegaiatan Sleman Tahun 2019
a. Lokasi Indeks Laki-laki Perempuan
Rumah Ibu Wanto Dusun Sumber Kidul Massa f % f %
RT 2, Desa Kalitirto, Kecamatan Berbah, Tubuh
Kabupaten Sleman, Yogyakarta. (IMT)
b. Waktu Kurus 0 0 2 13,33
Hari, tanggal : Minggu, 21 April 2019 Normal 5 33,33 6 40
Waktu : Pukul06:30– 11:45WIB Overweight 2 13,33 2 13,33
Obesitas 5 33,33 2 13,33
HASIL Tidak 3 20 3 20
1. Karakteristik Responden Penelitia terukur
Tabel 4.1 Karakteristik Responden di Dusun Jumlah (n) 15 100 15 100
Sumber Kidul Kalitirto Berbah Sleman Berdasarkan tabel 4.2 diketahui bahwa
Tahun 2019 pada kelompok responden laki-laki, sebagian
Usia Laki-laki Perempuan besar responden memiliki IMT normal yaitu
f % f % sebanyak 5 orang (33,33%). Sementara itu
Dewasa 8 53,33 11 73,33 pada kelompok responden perempuan,
(21-59 sebagian besar responden juga memiliki IMT
tahun) normal yaitu sebanyak 6 orang (40%).
Lansia 7 46,67 4 26,67
3. Kadar Asam Urat Responden Penelitian Tidak 2 13,33 0 0
Tabel 4.3 Kadar Asam Urat di Dusun terukur
Sumber Kidul Kalitirto Berbah Sleman Jumlah (n) 15 100 15 100
Tahun 2019 Berdasarkan tabel 4.3 diketahui bahwa
Asam Urat Laki-laki Perempuan pada kelompok responden laki-laki, sebagian
f % f % besar responden memiliki kadar asam urat
Tinggi 4 26,67 2 13,33 normal yaitu sebanyak 9 orang (60%).
Normal 9 60 13 86,67 Sementara itu pada kelompok responden
Kurang 0 0 0 0 perempuan, sebagian besar responden juga
memiliki kadar asam urat normal yaitu
sebanyak 13 orang (86,67%).
4. Tabulasi Silang Indeks Massa Tubuh (MIT) dan Kadar Asam Urat
a. Tabulasi Silang IMT dan Kadar Asam Urat Responden Perempuan
Tabel 4.4 Tabulasi Silang IMT dan Kadar Asam Urat Pada Responden Perempuan di Dusun
Sumber Kidul Kalitirto Berbah Sleman Tahun 2019
Kadar Asam Urat
Tinggi Normal Rendah Tidak Jumlah
IMT
terukur
f % f % f % f % f %
Kurus 0 0 2 100 0 0 0 0 2 100
Normal 1 16,67 5 83,33 0 0 0 0 6 100
Overweight 0 0 1 100 0 0 0 0 1 100
Obesitas 0 0 3 100 0 0 0 0 3 100
Tidak 1 33,33 2 66,67 0 0 0 0 3 100
terukur
Berdasarkan tabel 4.4 diketahui bahwa pada kelompok responden perempuan, sebagian
besar responden yang memiliki IMT normal diketahui juga memiliki kadar asam urat normal
(83,33%). Seluruh responden yang memiliki IMT kurus diketahui memiliki asam urat normal.
Sementara itu pada responden dengan IMT overweight seluruh responden diketahui memiliki
kadar asam urat normal (100%). Seluruh responden yang memiliki IMT obesitas diketahui
memiliki asam urat normal
b. Tabulasi Silang IMT dan Kadar Asam Urat Responden Laki-laki
Tabel 4.5 Tabulasi Silang IMT dan Kadar Asam Urat Pada Responden Laki-laki di Dusun
Sumber Kidul Kalitirto Berbah Sleman Tahun 2019
Kadar Asam Urat
Tinggi Normal Rendah Tidak Jumlah
IMT
terukur
f % f % f % f % f %
Kurus 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Normal 1 20 4 80 0 0 0 0 5 100
Overweight 1 50 0 0 0 0 1 50 2 100
Obesitas 4 8 1 20 0 0 0 0 5 100
Tidak 1 33,33 1 33,33 0 0 1 33,33 3 100
terukur
Berdasarkan tabel 4.5 diketahui bahwa pada kelompok responden laki-laki, sebagian
besar responden yang memiliki IMT normal diketahui memiliki kadar asam urat normal (80%).
Pada responden dengan IMT overweight sebagian responden diketahui memiliki kadar asam
urat tinggi (50%). Sementara itu pada responden dengan IMT obesitas sebagian besar
responden diketahui memiliki kadar asam urat tinggi (80%).

PEMBAHASAN Dari sini kami akan membahas mengenai


Dari data diatas, dapat dilihat bahwa dari korelasi IMT dengan kadar asam urat dalam
30 orang responden, 15 orang merupakan laki- darah berdasarkan data yang sudah kami dapat.
laki dan 15 orang lainnya merupakan Berdasarkan studi yang ada sebelumnya,
perempuan. Dari 15 orang laki-laki, 2 orang dikatakan bahwa IMT memiliki asosiasi dengan
diantaranya memiliki Indeks Massa Tubuh kadar asam urat pada serum, dan bahwa obesitas
(IMT) overweight, dan 5 orang mengalami memiliki korelasi positif dengan naiknya kadar
obesitas, 3 orang tidak terukur, dan sisanya asam urat.
normal. Dari 15 orang perempuan, 2 orang Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa pada
memiliki IMT overweight, 2 orang mengalami subyek perempuan yang memiliki IMT
obesitas, 3 orang tidak terukur, 2 orang overweight dan obesitas, kadar asam uratnya
termasuk kategori kurus, dan sisanya normal. normal. Sedangkan kadar asam urat yang tinggi
Dari total 30 orang responden di Dusun didapatkan pada subyek yang memiliki IMT
Sumber Kidul, 2 orang diantaranya tidak normal (1 orang) dan tidak terukur (1 orang).
terukur, 6 orang memiliki kadar asam urat tinggi Pada subyek laki-laki, kadar asam urat
yaitu diatas 6 mg/dL untuk perempuan dan yang tinggi paling banyak didapatkan pada
diatas 7 mg/dL untuk laki-laki, dan 22 orang subyek yang memiliki IMT obesitas (4 orang)
memiliki kadar asam urat normal. dan sisanya memiliki IMT overweight (1
orang), normal (1 orang), dan tidak terukur (1 Oleh karena itu, mengingat bahwa asam
orang). urat memiliki hubungan yang erat dengan IMT,
Dari data yang kami dapatkan di Dusun penting untuk fokus pada interaksi antara IMT
Sumber Kidul, Berbah ini dapat dilihat bahwa dan asam urat sebagai upaya preventif untuk
pada orang dengan IMT obesitas pada mencegah kejadian-kejadian yang berhubungan
perempuan tetap memiliki kadar asam urat yang dengan kenaikan kadar asam urat.
normal, namun pada subyek laki-laki yang Namun pada studi kami memiliki
obesitas, kadar asam uratnya tinggi. beberapa kelemahan diantaranya sampel yang
Kadar asam urat pada subyek wanita yang kurang bisa mewakili keseluruhan populasi di
mengalami obesitas maupun overweight Dusun Sumber Kidul dan juga ada beberapa
walaupun masih tergolong normal, tetapi data yang kami dapatkan tidak lengkap sehingga
penting untuk diperhatikan bahwa jika ada mempengaruhi proses pengolahan data
kenaikan kadar asam urat meskipun masih
dalam batas normal, dapat meningkatkan risiko KESIMPULAN
terjadinya kejadian kardiovaskular. Sehingga Program pengabdian masyarakat kami
penting untuk tidak hanya mendorong individu angkat adalah pelayanan kesehatan berupa
agar menjaga kadar asam urat dalam level pengukuran tinggi badana dan berat badan,
normal namun juga agar tidak ada kenaikan pengecekan GCU dan konsultasi dengan dokter.
yang signifikan walaupun masih dalam kadar Program ini berdasarkan family folder yang
normal sudah kami rangkum meliputi perilaku
Kadar asam urat yang tinggi pada masyarakat dan kondisi lingkungan.
penderita obesitas dan overweight dapat Berdasarkan hasil tersebut presentase
dikaitkan dengan 2 hal yaitu produksi asam urat warga yang mengalami kegemukan, obesitas,
yang meningkat dan ekskresi asam urat yang dan kadar asam urat yang tinggi menandakan
buruk. Pada orang dengan obesitas, terdapat kurangnya pengetahuan warga terkait menjaga
penumpukan lemak visceral, sehingga sangat hidup sehat seperti mengatur pola makan,
memperngaruhi terjadinya overproduksi dari beraktivitas fisik, dan rutin memeriksakan
asam urat dan penurunan ekskresi asam urat di kesehatan. Menurut kami, data dan hasil
ginjal. Akumulasi lemat viseral menginduksi pelayanan kesehatan yang kami dapat belum
masuknya asam lemak bebas dari plasma ke bisa digeneralisasi sepenuhnya ke populasi lain.
dalam vena porta hepatica lalu ke dalan liver. Hal ini kami simpulkan karena memang ada
Hal ini merangsang sekresi trigliseride dan beberapa data yang tidak terisi dengan lengkap
lonjakan produksi asam urat melalui jalur seperti jenis kelamin, serta ada beberapa orang
sintesis asam urat yang teraktivasi. yang melewatkan salah satu jenis pengukuran
dan jumlah peserta yang terhitung cukup sedikit,
yaitu hanya 30 orang. Namun untuk data dan Pegringsingan Karangasem Bali .
hasil dari penyuluhan kesehatan dapat Departemen Ilmu Penyakit Dalam
digeneralisaikan ke populasi lain, dimana dapat Fakultas Kedokteran Udayana.
disimpulkan bahwa ada pengaruh pelayanan Meiyetriani, E., Hamzah, & Lima, F. (n.d.). The
kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan. Prevalence of Hyperuricemia and
Kelemahan program kami yaitu Associated Factors in Depok.
dilaksanakan kurang jauh-jauh hari sehingga Nurhamidah, & Nofiani, S. (2015). Faktor-
tidak semua undangan tersebar merata dikarena Faktor yang Berhubungan dengan
terdapat kader yang tidak berkenan Kejadian Asam Urat pada Pasien Rawat
mengantarkan surat. Tidak semua warga yang Jalan di Rumah Sakit Stroke Nasional
datang menyebabkan indikator keberhasilan Bukittinggi Tahun 2015.
kami menjadi berkurang. Tanaka, K., Ogata, S., Tanaka, H., Omura, K.,
Honda, C. and Hayakawa, K. (2015). The
DAFTAR PUSTAKA relationship between body mass index and
Boleu, F. I., Mangimbulude, J. C., & Karwur, F. uric acid: a study on Japanese adult
F. (2018). Hyperurisemia dan Hubungan twins. Environmental Health and
Antara Asam Urat Darah dengan Gula Preventive Medicine, 20(5), pp.347-353.
Darah Sewaktu dan IMT pada Komunitas Tri Setyo A, H. D. (2014). Faktor-Faktor yang
Etnik Asli di Halmahera Utara. Jurnal Mempengaruhi KadarAsam Urat pada
Ilmu Kesehatan Masyarakat, 96-106. Laki-lai Dewasa di RT 04 RW 03
Karimba Andre, S. K. (2013). Gambaran Kadar Sumomulyo Baru Surabaya.
Asam Urat pada MahasiswaAngkatan
2011 Fakultas Kedokteran Universitas
Sam Ratulangi dengan Indeks Massa
Tubuh > 23kg. Jurnal e- Biomedik, 122-
128.
Kawamoto, R., Ninomiya, D., Senzaki, K. and
Kumagi, T. (2018). Interaction between
body mass index and serum uric acid in
relation to blood pressure in community-
dwelling Japanese men. Clinical
Hypertension, 24(1).
Ketut Pande Kurniari, G. K. (2011). Hubungan
Hiperurisemia dan Fraction Uric Acid
Clearance di Desa Tenganan