Anda di halaman 1dari 5

NOTULENSI PELATIHAN HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN

Sabtu 11 Agustus 2018

Dr Edwin Perdana SpOG

1. Menyediakan midazolam untuk penanganan kejang.


2. Untuk pasien kejang pertama diberikan diazepam per rectal.
3. Cara pemberian diazepam: 10 mg per rectal, dipantau 5 menit apabila masih kejang diberikan
lagi diazepam per rectal 10 mg (maksimal 20 mg per hari), apabila masih kejang segera hubungi
dokter/penata anestesi.
4. Di IGD harus untuk kegawatdaruratan harus minimal dilakukan 4 orang :
1 orang untuk fiksasi ekstremitas atas pasien
1 orang untuk fiksasi ekstremitas bawah pasien
1 orang untuk melakukan pemasangan infus
1 orang sebagai pemberi arahan/pemimpin tindakan kegawatdaruratan.
5. Perlu disediakan tali pengikat khusus untuk fiksasi pasien di IGD.
6. Pemasangan infus bukan dengan abocath yang paling besar tetapi menggunakan abocath
terbesar yang bisa dimasukkan ke dalam pembuluh darah pasien .
7. Memasangkan Oksigen segera untuk pasien kejang karena pasien tidak dapat bernapas apabila
kejang.
8. Apabila ada kesulitan pemasangan infus bisa dilakukan injeksi MgSO4 memlalui bokong kanan-
kiri 10 cc intramuskuler.
9. Segera pasang kateter untuk memantau pasien.
10. Tetap memasang APD sebelum melakukan resusitasi.
NOTULENSI PELATIHAN RESUSITASI NEONATUS

Sabtu 18 Agustus 2018

Dr Ferry Hadinata M(ped), SpA

1. Untuk melakukan penerimaan bayi baru lahir menggunakan 3 kain yaitu,


a) Yang pertama untuk menerima bayi dari dokter kandungan
b) Yang kedua untuk membersihkan dan mengeringkan tubuh bayi
c) Yang ketiga untuk di punggung bayi dan dapat digunakan untuk membersihkan jika kain
kedua sudah basah.
2. Apabila melakukan resusitasi bayi dengan ketuban hijau jangan langsung dirangsang bila belum
menangis, melainkan dilakukan suction mulai dari mulut bayi baru kedua lubang hidung kiri dan
kanan.
3. Target saturasi baui baru lahir tidak harus langsung 90%, tapi bertahap.
4. Ruang perinatology harus dilakukan perbaikan sesuai standar, yang terbagi menjadi ;
a) Level 1 ; untuk bayi kuning dengan hiperbilirubin.
b) Level 2 : untuk bayi kecil dengan tanda vital baik.
c) Level 3 untuk bayi yang memerlukan bantuan alat untuk menjaga tanda-tanda vital baik.
d) Level 4 : NICU
5. Nama ruangan untuk bayi seharusnya Ruang pasca resusitasi.
6. Merujuk pasien idealnya menggunakan CPAP
7. Merujuk pasien menggunakan ETT lewat hidung atau canul Y.
8. Melakukan pengadaan plastic untuk bayi dengan BBLR.
9. Bayi dengan ibu penderita DM yang BBl 4 kg harus diperiksa GDS 15 menit pertama lalu menit
ke 30, lalu setiap 1 jam. Kemudian hari rawatan ke dua atau ketiga dicek setiap hari.
10. Bayi yang hipoglikemi dengan GDS<50 mg/dl diberikan destrose 5% oral 15-20cc, selanjutnya
diinfus dekstrose 10%.
11. Segera melapor hasil GDS bayi KEPADA dpjp.
12. Pemakaian oksigen idealnya menggunakan 2 tabung sehingga kadar oksigen tidak terlalu
tinggi.namun apabila yang tersedia hanya tabung oksigen biasa maka penggunaan nasal canul
hanya maksimal 4 lpm.
13. Pemakaian sungkup oksigen mulai dari 4 lpm sampai 10 lpm. VTP minimal 8-10 tpm.
NOTULENSI CASE REPORT NY S

Selasa, 28 Agustus 2018

Dr Merianti SpPD

1. Di IGD diperlukan anamnesis yang lengkap dari dokter IGD untuk menggali informasi sebanyak
mungkin dari pasien dan keluarga mengenai keluhan dan riwayat penyakit pasien.
2. Diperlukan penegakkan diagnosis yang tepat di IGD sesuai dengan anamnesis, pemeriksaan fisik
dan pemeriksaan penunjang.
3. Diperbolehkan untuk melakukan pemeriksaan penunjang tambahan apabila memang sangat
dibutuhkan untuk mengetahui status hidrasi pasien contoh pemeriksaan ureum creatinin.
4. Penulisan assessment awal medis di IGD harus lengkap untuk memudahkan mencari data
pasien.
5. Penulisan jam keluar pasien dari IGD sangat penting ditulis untuk mengetahui kronolgis pasien.
6. Pemeriksaan EKG yang dilakukan di IGD tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kegawatan
hanya terlihat sinus takikardi.
7. Pemeriksaan medis di rawat inap tertulis PK 17.00 tidak sinkron dengan laporan perawat yang
menulis 17.30 pasien baru dioperkan sesame perawat. (sudah dibriefingkan kepada dokter dan
perawat untuk selalu menulis sesuai dengan kenyataan.
8. Dari laporan perawat Pk. 19,30 WIB pasien sudah mengeluh nyeri lambung dan sesak dengan TD
80/50 mmHg, HR :110x/menit, keadaan umum gelisah, acral dingin, sudah dilapor ke dokter jaga
namun hanya dilakukan loading 500 cc tanpa divisit. (sudah dilakukan pembinaan thd dokter
ybs)
9. Yang harus dilakukan pasien dengan kondisi syok,
a) Pemeriksaan EKG
b) Pemasangan kateter
c) Pemasangan oksigen

10. Yang harus diperiksa untuk pasien penurunan kesadaran:


a) Pemeriksaan EKG
b) Pemeriksaan AGD
c) Pemeriksaan elektrolit
d) Pemeriksaan GDS
11. Penyebab kematian pasien,
a) Ada kelainan jantung dari awal masuk
b) Miss dalam penegakkan diagnosis awal di IGD
c) Miss dalam penatalaksanaan syok
d) Kemungkinan ada gastritif erosive dengan keluhan BAB hitam
e) Tidak terpantau status hidrasi pasien.

12. Perbaikan kinerja dokter : pembinaan dokter untuk selalu visit pasien terutama untuk pasien
complain.
13. Perbaikan kinerja perawat dalam penatalaksanaan syok koordinasi dengan dokter jaga.
14. Perbaikan alat EKG di ruangan.