Anda di halaman 1dari 32

Prinsip Kebijakan Menyusun

KLHS

Disusun Oleh:
Dr. Ir. Fatma Djuwita, M.Si / NIP. 19640419 199203 2 002
HP 085281579297 (fdjuwita@gmail.com)
Kasubdit Pengembangan Kebijakan Lingkungan Hidup Wilayah dan Sektor
Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan dan Kebijakan Wilayah dan Sektor
Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan
PRINSIP
PEMBANGUNAN
BERKELANJUTAN
KONDISI LINGKUNGAN
SAAT INI?
UU No. 24/ 2007:
1. Gempa
Penanggulangan
13.
2. Letusan
Bencana • Geografis
Gunung
pencemaran
Berapi • Biologis
Kondisi • Hidrologis
12. 3.
Kebakaran Gelombang
NKRI • Demografis
hutan dan Pasang /
lahan Badai

11.
Kerusakan 4. Angin
Kekeringan lingkungan puting Menim-
beliung bulkan
semakin korban:

10. Banjir
meningkat 5. Tsunami
•Manusia
•Kerusakan lingkungan
•Kerugian harta benda Memungkinkan
•Dampak psikologis terjadi bencana
6.
9. Longsor Pergerakan • Faktor Alam
tanah
• Faktor Non Alam
7. Land
8. Abrasi subsidence • Faktor Manusia
INDONESIA RAWAN BENCANA
Peta Rawan Bencana Peta Rawan Bencana GEMPA

1. Diapit 2 samudera 1. Sabuk vulkanik (dari 1. Gempa bumi yang


(Hindia dan Pasifik). Sumatera - Jawa - Nusa paling parah
Indonesia rawan Tsunami: 2. Pertemuan 3 tenggara – Sulawesi), biasanya terjadi di
1. Nanggroe Aceh Darussalam, 12. Sulawesi Tengah, perbatasan
lempeng utama 2. Sisinya : pegunungan
2. Sumatra Utara, 13. Sulawesi Selatan, lempengan.
dunia (lempeng vulkanik tua dan daratan
3. Sumatra Barat, 14. Maluku Utara, 2. Dapat juga terjadi
Indo-Australia, rendah, sebagian di
4. Bengkulu, 15. Maluku Selatan, karena pergerakan
lempeng Eurasia, dominasi rawa.
5. Lampung, 16. Biak magma magma di
dan lempeng 3. Sangat berpotensi
6. Banten, 17. Danyapen (papua/irian), gunung berapi.
Pasifik). rawan bencana : etusan
7. Jawa barat bagian tengah 18. Balikpapan dan 3. Kondisi permukaan gunung berapi, gempa 3. Menjadi gejala
dan selatan, 19. Sekurau (Kalimantan timur), (relief) yang sangat bumi, tsunami, banjir, akan terjadinya
8. Jawa timur bagian selatan, 20. Palu (Sulawesi tengah), beragam dan tanah longsor letusan gunung
9. Bali, 21. Talaud (Sulawesi utara), serta berapi
10. Nusa Tenggara Timur, 22. Kendari (Sulawesi tenggara).
11. Sulawesi Utara
PULAU JAWA YANG PALING RAWAN BENCANA?

Total 2018: 283 jt Total 2035: 305 jt

6
2 5
57,9 jt jiwa 21,2 jt jiwa
4
473.481 Km2 2,9 jt jiwa
743.330 Km2
18,9 jt jiwa 79.332,42 Km2 7
122 jiwa/km2 29 jiwa/km2
174.600 Km2 37 jiwa/km2
108 jiwa/km2 4,1 jt jiwa
309.934 Km2
13 jiwa/km2
1 3
Jawa Barat 160,2 jt jiwa
138.793,6 Km2 17,9 jt jiwa
48,68 Jt 78.656,7 Km2
1.155 jiwa/km2
(30,38%) 227 jiwa/km2
PERLUNYA KLHS
Kerusakan lingkungan Memastikan bahwa
semakin meningkat prinsip pembangunan Upaya untuk Perencanaan makin tak
yang mengakibatkan berkelanjutan sudah mengurangi kerusakan terkendali pada wilayah-
kerugian pada pilar menjadi dasar dan lingkungan sejak hulu wilayah yang harusnya
ekologi, sosial, dan terintegrasi dalam kebijakan; dilakukan konservasi;
ekonomi; dokumen KRP;

Memastikan bahwa
Upaya perlindungan perencanaan tidak
Memastikan
berlapis, agar kerusakan melampaui Daya
ketersediaan kawasan
lingkungan dapat Dukung dan Daya
lindung yang seimbang
dikurangi; Tampung Lingkungan
Hidup;
DEFINISI KLHS : Rangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh dan partisipatif, untuk memastikan
bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan
suatu wilayah dan/atau KRP

Ps 16 UU
32/2009

KLHS
KLHS
Partisipatif Rangkaian Analisis Menyeluruh
Proses
Iteratif
Sistematis

Prediksi Masa
Masa Lalu Sekarang
Mendatang

Ekologi Ekonomi Sosial


Pembangunan
Berkelanjutan
KLHS DALAM UU NO. 32/2009
Pasal 14: KLHS adalah salah satu
Instrumen pencegahan Pasal 17:
Pasal 16: Muatan KLHS
pencemaran dan/atau (1) Hasil KLHS menjadi Pasal 18: Keterlibatan
a. kapasitas daya
kerusakan Lingkungan dasar bagi KRP masyarakat
dukung dan daya
Hidup pembangunan dalam
tampung Lingkungan
suatu wilayah. Pasal 19:
Hidup untuk
Pasal 15 : pemerintah dan (2) Apabila hasil KLHS (1) Untuk menjaga
pembangunan;
pemerintah daerah wajib menyatakan bahwa kelestarian fungsi
b. perkiraan mengenai
menyusun KLHS: DDDT sudah lingkungan hidup
dampak dan risiko
• RTRW beserta rencana terlampaui, dan keselamatan
Lingkungan Hidup;
rincinya, a. KRP wajib masyarakat,
c. kinerja layanan atau
• RPJPN, RPJPD, RPJMN, dan diperbaiki sesuai setiap
jasa ekosistem;
RPJMD rekomendasi perencanaan tata
d. efisiensi pemanfaatan
• RZWP3K beserta rencana KLHS; dan ruang wilayah
sumber daya alam;
rincinya, b. segala usaha wajib didasarkan
e. tingkat kerentanan
• RZ KSN tertentu untuk pulau- dan/atau kegiatan pada KLHS.
dan kapasitas
pulau kecil terluar serta yang telah (2) Perencanaan tata
adaptasi terhadap
• RPKKP (rencana pengelolaan melampaui daya ruang wilayah
perubahan iklim; dan
kawasan konservasi perairan) dukung dan daya ditetapkan
f. tingkat ketahanan
• RZKKP (rencana zonasi tampung dengan
dan potensi
kawasan konservasi perairan) lingkungan hidup memperhatikan
keanekaragaman
• KRP yang berpotensi tidak DDDT LH.
hayati.
menimbulkan dampak diperbolehkan lagi.
dan/atau risiko LH
MAKSUD DAN TUJUAN KLHS
Maksud KLHS

melakukan Analisis KRP


Tujuan KLHS: untuk
terhadap:
• Memastikan Prinsip • DDDT-LH
Pembangunan Berkelanjutan • Jasa Ekosistem
telah menjadi dasar dan • Efisiensi Pemanfaatan SDA
terintegrasi dalam pembangunan
• Resiko dan Dampak Kerusakan
suatu wilayah dan/atau KRP
LH
• Perubahan Iklim
• Keanekaragamana Hayati
• Pembangunan Berkelanjutan
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

adalah upaya untuk menjamin


keutuhan lingkungan hidup serta
Pembangunan berkelanjutan keselamatan, kemampuan,
adalah upaya sadar dan kesejahteraan, dan kualitas hidup
terencana yang memadukan Tujuan Pembangunan manusia, dengan cara:
aspek lingkungan hidup, sosial, Berkelanjutan/Sustainable • memanfaatkan sumber daya hayati yang
dan ekonomi ke dalam strategi Development Goals yang tidak melebihi kemampuan regenerasinya,
pembangunan untuk menjamin selanjutnya disingkat TPB adalah dan atau memanfaatkan sumber daya non
hayati yang tidak melebihi laju inovasi
keutuhan lingkungan hidup serta dokumen yang memuat tujuan substitusinya;
keselamatan, kemampuan, dan sasaran global tahun 2016 • memanfaatkan sumber daya alam saat ini
kesejahteraan, dan mutu hidup sampai tahun 2030.(PerPres No. dengan tidak mengorbankan kebutuhan
generasi masa kini dan 59/2017) generasi yang akan datang; dan
• memanfaatkan sumber daya yang belum
generasi masa depan.(UU diketahui dampaknya secara hati-hati dan
No.32/2009) didukung oleh penelitian ilmiah yang
memadai.(Permendagri No. 7/2018)
PRINSIP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Keberlanjutan Lingkungan Dgn Menerapkan
Konservasi Atau Diversifikasi Pemanfaatan Sumber
Daya Alam, Dan Keselamatan Masyarakat Lokal

Partisipasi
masyarakat dan
Kesejahteraan Pembangunan
Masyarakat tidak
Lokal merusak
integritas sosial
masyarakat
A.Menjaga Siklus
Hidrologi

B.Meningkatkan
Kemakmuran
Rakyat
Pembangunan
Berkelanjutan Yang
Berkaitan Dengan
Lingkungan Hidup
Bertujuan Untuk:

C.Memperluas
Lapangan Kerja

D.Menjaga
Kelesetarian Alam
Sehingga Dapat
Digunakan Utk
Masa Mendatang
KLHS DALAM PERATURAN LAINNYA

1 2 3 4
PP No. 104/2015 : PerPres No. 122/2012
PP No. 15/2010 :
UU No. 23/2014 : Perubahan : Reklamasi Wilayah
Penyelenggaraan
Pemerintah Daerah; Peruntukan Kawasan Pesisir dan Pulau-
Penataan Ruang;
Hutan; pulau kecil;

5 6 7 8
Permen ATR No.
PerPres No. 2/2015 : Permendagri No.
18/2017 : Rapermen ATR :
RPJM Nasional 2015 – 7/2018 : KLHS
Persetujuan KLHS RTRW
2019; RPJMD
Substansi RTRW
KLHS DALAM UU NO. 23 TAHUN 2014,
2 OKT 2014 TENTANG PEMERINTAH DAERAH,

Pasal 12 : Bidang Lingkungan Hidup masuk dalam Urusan Pemerintahan Wajib yang tidak berkaitan
dengan Pelayanan Dasar, yang menjadi kewenangan Daerah dalam Urusan Pemerintahan Konkuren.
• Lampiran UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014
• MATRIKS PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN KONKUREN ANTARA PEMERINTAH PUSAT DAN
DAERAH PROVINSI DAN DAERAH KABUPATEN/KOTA
• K. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG LINGKUNGAN HIDUP (Halaman 44 Lampiran)

No Sub Bidang Pemerintah Pusat Daerah Provinsi Daerah Kab/Kota

2. KLHS KLHS untuk kebijakan, KLHS untuk KRP KLHS untuk KRP
rencana dan/atau program Provinsi Kabupaten/ Kota
(KRP) Nasional
KLHS DALAM PP NO. 15 TAHUN 2010
TENTANG PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG
1 2 3 4
Pasal 25 ayat (2) huruf c: Pasal 27 ayat (2) huruf c: Pasal 32 ayat (2) huruf c: Pasal 35 ayat (2) huruf c:
Proses penyusunan RTR Proses penyusunan RTR Proses penyusunan RTR Proses penyusunan RTR
Wilayah Nasional; Wilayah Provinsi; Wilayah Kabupaten; Wilayah Kota;

5 6 7 8
Penjelasan Pasal 57 ayat
Pasal 43 ayat (2) huruf c: Penjelasan Pasal 53 ayat Penjelasan Pasal 55 ayat
(2) huruf d : Proses
Proses penyusunan RTR (2) huruf c : Proses (2) huruf d : Proses
penyusunan RTR
Pulau/Kepulauan; penyusunan RTR KSN; penyusunan RTR KSP;
KSKab/Kota;

9 Pasal 67 ayat (2) huruf c


: Proses penyusunan
Pasal 61 ayat (2) huruf c
RTR Kawasan 10
: Proses penyusunan
Perkotaan yang
RDTR;
merupakan bagian
Wilayah Kabupaten
KLHS DALAM PP NO. 104/2015
PERUBAHAN PERUNTUKAN KAWASAN HUTAN

• Pasal 31 : Tata Cara Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan Untuk Wilayah Provinsi:
a) Ayat (6) : Dalam hal hasil penelitian tim terpadu menunjukkan bahwa usulan Perubahan
Peruntukan Kawasan Hutan berpotensi menimbulkan dampak dan/atau risiko
lingkungan, gubernur wajib menyampaikan KLHS kepada Menteri melalui tim terpadu.
b) Ayat (7) : Jika hasil KLHS menunjukkan kelayakan daya dukung lingkungan hidup dan
daya tampung lingkungan hidup, Menteri menerbitkan keputusan Perubahan
Peruntukan Kawasan Hutan berdasarkan hasil penelitian dan rekomendasi tim terpadu.
c) Ayat (8) : Jika hasil KLHS menunjukkan ketidaklayakan daya dukung lingkungan hidup
dan daya tampung lingkungan hidup, Menteri menolak usulan Perubahan Peruntukan
Kawasan Hutan berdasarkan hasil penelitian dan rekomendasi tim terpadu.
KLHS DALAM PERPRES NO. 122 TAHUN
2012 TENTANG REKLAMASI WILAYAH
PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL

 Pasal 11 huruf a yang menyatakan bahwa penyusunan rencana


induk reklamasi harus memperhatikan KLHS.
 Pasal 31 ayat (1) : Monitoring dan Evaluasi reklamasi dilakukan
oleh Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di
bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
 Pasal 31 ayat (2) : Monitoring dan Evaluasi dilakukan pada tahap
pelaksanaan reklamasi agar sesuai dengan perencanaan dan izin
lingkungan.
KLHS DALAM PER PRES. NO. 2 TAHUN 2015
TENTANG RPJM NASIONAL 2015 – 2019,
• Buku III, Bab I : Arah Pengembangan Wilayah Nasional 2015 – 2019

• Sub Bab I. I. Kerangka Pengembangan Wilayah


• Angka 5, dinyatakan bahwa :
• Dalam Upaya peningkatan pembangunan ekonomi di semua pusat
pertumbuhan tersebut, harus tetap mengacu Rencana Tata Ruang
Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) sebagai
pedoman untuk menjaga keseimbangan alam dan kelangsungan
keserasian ekosistem dan lingkungan sekitarnya.
SINERGITAS ANTARA PP 46/2016,
PERMENLHK 69/2017,
DAN PERMENDAGRI 7/2018
SINERGITAS ANTARA
PP 46/2016, PERMENLHK 69/2017,
PERMENDAGRI 7/2018 DAN PP 15/2010
MUATAN RTRW MUATAN KLHS RPJM:
(PP 13/2017) (PERMENDAGRI 7/2018)

Visi, Misi dan


Target sesuai
Pola Ruang KRP
SDG’s (PerPres
(Kawasan Lindung (Permendagri
Struktur Ruang 59/2017)
dan Kawasan 86/2017)
Budidaya)
Waktu dan
Volume
Penetapan Pelaksanaan
Kawasan Strategis RTRW
Kawasan yang Kawasan suaka
memberikan Kawasan alam, pelestarian
Kawasan rawan
perlindungan perlindungan alam, dan cagar
bencana alam:
terhadap kawasan setempat: budaya:  luas
bawahannya min 1.000 Ha
Kawasan Suaka Alam,
Kawasan Hutan Sempadan Pantai Kawasan Suaka Alam Laut, Kawasan Rawan
Lindung dan perairan lainnya Tanah Longsor
Suaka Margasatwa dan
Suaka Margasatwa Laut
Sempadan Cagar Alam dan Cagar Alam
Sungai Laut,
Kawasan Rawan
Kawasan Kawasan pantai berhutan
bakau Gelombang
Bergambut
Kawasan sekitar Taman Nasional dan Taman
Pasang
danau, atau waduk, Nasional Laut
dan
Taman Hutan Raya

Kawasan Taman Wisata Alam dan Kawasan Rawan


Resapan Air Ruang terbuka Taman Wisata Alam Laut
Banjir
hijau kota Kawasan Cagar Budaya dan
Ilmu Pengetahuan
Kawasan
Kawasan
lindung HUTAN SEMPADAN
lindung
lainnya:  luas LINDUNG: PANTAI:
geologi:
min 1.000 Ha
Cagar Biosfir Kaw hutan dengan faktor
Kawasan Cagar Alam Geologi
kemiringan lereng, jenis tanah,
(keunikan batuan fosil, keunikan
intensitas hujan yang jumlah
bentang alam, keunikan proses Deretan sepanjang tepian laut
hasil perkalian bobotnya sama
geologi)  luas min 1.000 Ha Ramsar dengan jarak paling sedikit 100
dengan 175
mtr dari titik pasang air laut
tertinggi ke arah darat

Taman Buru
Kawasan Bencana Alam
Geologi (rawan letusan gunung
berapi, rawan gempa bumi, KH dg kemiringan lereng >
Kawasan Perlindungan Plasma
rawan gerakan tanah, terletak di
Nutfah 40%
zona patahan aktif, rawan
tsunami, rawan abrasi, rawan
bahaya gas beracun).
Kawasan Pengungsian
Satwa
Deretan sepanjang tepian laut
yang bentuk dan kondisi fisik
pantainya curam atau terjal dg
Kawasan yang memberikan Terumbu Karang jarak proporsional terhadap
perlindungan terhadap air tanah KH dg ketinggian > 2000 bentuk dan kondisi fisik pantai
(kaw imbuhan air tanah, m dpl
sempadan mata air) Kawasan koridor bagi jenis
satwa atau biota laut yang
dilindungi
KAWASAN
KAWASAN RUANG
KAWASAN SEMPADAN SEKITAR
RESAPAN TERBUKA
BERGAMBUT: SUNGAI: DANAU &
AIR: HIJAU:
WADUK:

Daratan sepanjang
tepian sungai
bertanggul dengan Lahan dengan luas
lebar minimal 5 mtr dr Daratan dengan jarak min 2.500 m2
kaki tanggul sebelah 50 – 100 meter dari titik
luar air pasang air danau
atau waduk tertinggi

Kawasan yang
Daratan sepanjang mempunyai
Ketebalan gambut > Berbentuk satu
tepian sungai besar kemampuan tinggi hamparan, berbentuk
3 meter yang tidak bertanggul di luar
kawasan pemukiman untuk meresapkan jalur atau kombinasi
terdapat di hulu dari bentuk hamparan
dg lebar min 100 mtr dr air hujan dan sebagai
sungai atau rawa dan bentuk jalur
tepian sungai pengontrol tata air
permukaan
Daratan sepanjang
tepian danau / waduk
Daratan sepanjang yang lebarnya
tepian anak sungai proporsional terhadap
tidak bertanggul di luar bentuk dan kondisi fisik Didonimasi komunitas
kawasan pemukiman danau/waduk tumbuhan.
dg lebar min 50 mtr dari
tepian sungai
CAGAR ALAM DAN CAGAR KAWASAN SUAKA ALAM KAWASAN PANTAI SUAKA MARGASATWA DAN
KAWASAN SUAKA ALAM:
ALAM LAUT : LAUT DAN PERAIRANNYA: BERHUTAN BAKAU: SUAKA MARGASATWA LAUT:

Memiliki Merupakan tempat hidup


keanekaragaman jenis dan perkembangbiakan dari
tumbuhan, satwa dan suatu jenis satwa yang perlu
Memiliki dilakukan upaya
keanekaragaman biota, tipe ekosistemnya, konservasinya.
ekosistem khas, di
ekosistem serta gejala
lautan /di perairan
dan keunikan alam
Memiliki formasi biota lainnya.
yang khas, baik di darat
maupun di perairan. tertentu, Memiliki
Koridor disepanjang keanekaragaman satwa
pantai dengan lebar yang tinggi
Memiliki kondisi alam, min 130 kali nilai rata2x
(biota / fisiknya) masih perbedaan air pasang
asli atau belum tertinggi dan terendah
diganggu manusia, tahunan, diukur dari
garis air surut terendah Merupakan tempat dan
Mempunyai fungsi ke arah darat kehidupan bagi jenis
utama sebagai Memiliki luas dan bentuk habitat alami yang satwa migran tertentu,
kawasan pengawetan tertentu, memberikan tempat
keanekaragaman jenis perlindungan bagi
biota, ekosistem, serta perkembangan
gejala dan keunikan Memiliki ciri khas yang keanekaragaman
alam yang terdapat di merupakan satu2x nya tumbuhan dan satwa Memiliki luas yang
dalamnya. contoh di suatu daerah serta cukup sebagai habitat
keberadaannya memerlukan jenis satwa ybs
konservas.
Kawasan Kawasan
Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan
peruntukan Hutan peruntukan Kawasan
peruntukan Hutan peruntukan peruntukan peruntukan peruntukan
Produksi, terdiri Pertambangan, peruntukan Industri,
Rakyat, Pertanian, Perikanan Pariwisata, Pemukiman,
dari: terdiri dari:

di luar kawasan
Sesuai untuk Berupa wilayah yang ditetapkan
dikembangkan untuk kegiatan Pertambangan yang dapat sebagai kawasan
Kawasan yang sebagai kawasan penangkapan, mineral dan dimanfaatkan Memiliki objek
Hutan Produksi rawan bencana
dapat pertanian,
budidaya, dan batubara untuk kegiatan dan daya tarik alam,
Terbatas diusahakan industri,
industri wisata,
sebagai hutan perikanan,
oleh orang Memiliki akses
Ditetapkan sebagai
pada tanah menuju pusat
lahan pertanian
kegiatan
yang dibebani pangan abadi, Pertambangan Tidak mengganggu masyarakat,
hak milik, minyak dan kelestarian fungsi
lingkungan hidup, Mendukung
Tidak gas bumi upaya
mengganggu pelestarian Lengkap
Hutan Produksi Mendukung
prasarana, sarana
ketahanan pangan kelestarian budaya, dan utilitas
Tetap nasional, lingkungan keindahan pendukung,
hidup, Tidak alam dan
Pertambangan lingkungan,
mengubah
dikembangkan panas bumi Ditetapkan oleh
lahan produktif
sesuai dengan Menteri
Ditetapkan tingkat Pemukiman
ketersediaan air, Perumahan.
oleh Menteri
Hutan Produksi Kehutanan. Ditetapkan Ditetapkan
yang dapat oleh Menteri Ditetapkan oleh oleh Menteri
dikonversi Ditetapkan oleh Perikanan Air tanah Menteri Pariwisata. Kawasan
Menteri Perindustrian. peruntukan
Pertanian Lainnya.
PERTANYAAN

Bagaimana jika ada Bagaimana jika ada


Bagaimana jika ada
rencana rencana penambangan
struktur ruang yang
pengembangan pipa batubara berada di
melintasi kawasan
kabel listrik melintasi didalam areal
konservasi?
kawasan gambut? pertanian?

Bagaimana jika ada


Bagaimana jika ada Bagaimana jika ada
rencana
rencana penambangan rencana pembangunan
pengembangan
pasir/batu berada di sarana infrastruktur
industri berada di
didalam areal hutan HANKAM berada di
didalam areal
mangrove? areal Hutan Lindung?
sempadan pantai?
KESIMPULAN KLHS RTRW DALAM
MEMBERIKAN RUMUSAN ALTERNATIF
DAN REKOMENDASI PERBAIKAN KRP
HARUS MENGETAHUI ATURAN TERKAIT LAINNYA, SEPERTI: JIKA KRP a. Aturan Rawan
BERADA DI WILAYAH
Bencana
a. RAWAN BENCANA;
b. HUTAN PRODUKSI/ HUTAN LINDUNG/ HUTAN KONSERVASI;
b. Aturan Kehutanan
c. PERTANIAN; c. Aturan Pertanian
d. POTENSI SUMBER DAYA ALAM (PERTAMBANGAN, DLL), d. Aturan
e. JASA EKOSISTEM AIR YANG RENDAH/TINGGI; Pertambangan
f. JASA EKOSISTEM PANGAN YANG RENDAH/TINGGI;
e. Aturan Lingkungan
g. SEMPADAN SUNGAI/DANAU/MATA AIR/PANTAI:
Hidup
h. TOPOGRAFI > 45%;
f. Aturan Sempadan
i. KETINGGIAN DARI PERMUKAAN LAUT > 2.000 MDPL;
g. dst
SEKIAN
DAN
TERIMA KASIH