Anda di halaman 1dari 2

Cara membuat adukan acian – sebelum memulai pengacian pada tembok dan dinding maka diperlukan

cara yang benar dalam pemlesteran, diawalnya anda harus usdah memastikan bahwa permukaan
plester sudah rata dan halus agar bahan campuran acian dinding menjadi lebih hemat dan irit serta
supaya hasil acian dinding ataupun tembok menjadi bagus dan merata.

Cara membuat adukan acian dinding dan tembok

Cara membuat adukan acian untuk tembok atau dinding dan campuran acian dinding

1. Pertama buatlah adukan acian yang terdiri dari campuran semen dan air.
2. Kemudian masukkan bubuk semen ke dalam ember kecil secukupnya,
3. lalu tuangkan air sedikit demi sedikit agar bubuk semen berubah bentuk menjadi pasta.
4. Apabila semen masih padat tambahkan beberapa air untuk mengencerkannya. Sebaliknya jika terlalu
cair, tambahkan beberapa sendok semen lagi untuk mengentalkannya.
5. Sesudah adukan acian semen selesai dibuat, ambilah sejumput adukan tersebut memakai roskam, lalu
aplikasikan pada dinding berplester. Caranya, tekan roskam yang telah terdapat adukan aci di dasarnya
pada dinding, lalu sebarkan ke sisi sampingnya agar adukan menutupi pori-pori tembok secara merata.
6. Begitu seterusnya sampai seluruh dinding rumah tertutupi oleh lapisan aci.

Sebelum mulai melakukan campuran acian dinding, pastikan keadaan dinding dalam keadaan kering.
Jangan di apa-apakan dinding selama sekitar dua minggu setelah melakukan pemlesteran. Apabila
proses pengacian akan dilakukan, basahi dinding yang sudah diplester dengan sedikit air supaya acian
tidak mengalami pengeringan dalam waktu cepat.

Cara pengacian dinding yang benar begitu mudah apabila tahu caranya, tapi untuk mendapatkan hasil
yang maksimal, Anda dianjurkan harus memperhatikan setiap langkahnya dengan cermat. Aci tidak
menempel karena kualitas plester yang buruk
Saran dari kami basahi plesteran yang sudah kering menggunakan air sampai benar-benar jenuh. Tujuan
dari pembasahan ini supaya plesteran yang kering tidak menyerap banyak air ketika acian basah
ditempel. Jika plesteran menyerap air yang berlebih maka acian menjadi tidak menempel dengan benar
yang akan mengakibatkan retak-retak. Hal ini penting untuk menghindari agar acian tidak terlalu cepat
kering, karena semen sangat membutuhkan air untuk proses hidrasi agar hasil optimal.

Demikianlah tentang bagaimanakah cara membuat adukan acian untuk tembok atau campuran acian
dinding yang benar itu, dengan menerapkan langkah-langkah diatas semoga anda dapat dengan mudah
membuat adukan acian untuk dinding dan tembok rumah agar hasil lebih pas dengan keinginan anda,
sekian dan selamat mencoba.

Fasad memberi identitas pada rumah. Indah tidaknya kesan yang muncul pada bangunan segera muncul
ketika melihat fasad. Sebagai bagian dari dinding eksterior, fasad melindungi interior dari cuaca dan
lingkungan luar. Aplikasi semen yang tepat menjadi kunci fasad rumah yang tahan cuaca sekaligus awet
melindungi ruang dalam. Dinding fasad dari bata menggunakan perekat campuran semen portland dan
pasir dengan perbandingan 1:3.

Plesterannya menggunakan semen dan pasir dengan komposisi 1:7 hingga 1:8. Banyak kontraktor dan
aplikator yang melapisi plesteran dindingdengan waterproof sebelum diaci. Ini untuk memberi
perlindungan agar air dari luar tidak rembes ke dalam, dan sebaliknya mencegah air dari plesteran
rembes ke acian.

Biasanya, untuk acian, semen yang digunakan hanya dicampur air, tanpa pasir. Bisa juga semen
ditambahkan mil (bubuk kapur untuk filler) dengan perbandingan 1:2 hingga 1:5. Saat membuat acian
perhatikan komposisi air dan semen, serta pencampurannya. Terlalu banyak air akan menimbulkan
gelembung-gelembung udara pada acian. Akibatnya, setelah diaplikasikan, dinding akan mudah retak.

Begitu pula jika adukan kurang rata, dan banyak penggumpalan. Acian akan mudah retak dan lepas.
Sebaiknya semen diaduk rata dan tidak tergesa-gesa. Untuk mencegah hal-hal tadi, lebih baik jika
menggunakan semen instan yang lebih pasti takarannya. Masalah yang kerap muncul
pada dinding eksterior, apalagi dinding ekspos semen, adalah lumut dan jamur.

Kondisi dinding yang lembap menjadi tempat ideal untuk berkembangnya jamur dan lumut. Hal ini bisa
dicegah dengan aplikasi coating waterproof atau water repellent. Perlu diingat, beberapa jenis coating
bisa membuat warna semen jadi lebih gelap dan mengilap, sehingga terlihat kurang alami. Gunakan
produk yang bukan hanya transparan, tetapi juga tidak mengubah warna semen.