Anda di halaman 1dari 7

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat Penelitian


Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April 2019 sampai dengan
Juli 2019 di Laboratorium Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri
Sriwijaya dan analisa hasil sifat fisik kompon karet dilakukan di Pusat
Penelitian Karet di Bogor.

3.2 Alat dan Bahan yang Digunakan


3.2.1 Alat yang Digunakan
 Furnace
 Baskom
 Pengaduk kayu
 Saringan
 Gunting
 Neraca analitik
 Plastik pembungkus
3.2.2 Bahan yang Digunakan
 SP 325 ex Miwon (Sulfur)
 Vulkanox HS/LG (Antioxidant TMQ)
 Zinkoxyd Aktiv (Zinc Oxide Activ)
 Aflux 52 (Asam Stearat)
 TBBS
 Parapinic Oil
 SI 69
 Carbon black N330
 Tanah liat INT A1-A2
 Air bersih
3.3 Rancangan Percobaan
3.3.1 Persiapan Bahan Baku Karet
Karet diperoleh dari PTPN IX Semarang dengan jenis RSS-1
(Rubber Smokes Sheet).
3.3.2 Rancangan Percobaan Pembuatan Bahan Pengisi Karet dari Tanah
Liat
Tanah liat INT A1-A2 didapatkan dari area penambangan batubara
PT Bukit Asam (Persero) Tbk. di Tanjung Enim. Selanjutnya tanah
liat dilakukan peredaman sampai tanah liat cair yang kemudian
disaring untuk mendapatkan tanah liat tanpa ada batu-batuan yang
masuk didalamnya. Tanah liat yang lolos saringan akan
dikeringkan menggunakan furnace dengan temperatur 1100C
selama 8 jam.
3.3.3 Rancangan Pembuatan Kompon Karet
Karet digiling dengan dua perlakuan, yaitu karet akan digiling
dengan penambahan zat kimia dan tanah liat dengan variasi tanah
liat 30, 40, 50, 60, dan 70 phr. Kemudian karet akan digiling
dengan penambahan zat kimia dan hibrid tanah liat dengan 10 phr
carbon black, dimana variasi tanah liat sama seperti sebelumnya.

3.4 Prosedur Penelitian


3.4.1 Persiapan Bahan Baku Pengisi dari Tanah Liat dan Hibrid Tanah
Liat dengan Carbon Black
1. Merendam tanah liat secukupnya dengan air bersih di dalam
ember plastik sampai tanah liat lunak, kemudian mengaduk tanah
liat sampai tidak ada lagi tanah liat yang mengumpal.
2. Setelah tanah liat hancur dan larut bersama air, menyaring tanah
liat dengan menggunakan saringan plastik sedikit demi sedikit.
3. Tanah liat yang lolos saringan kemudian dikeringkan
menggunakan furnace pada temperatur 1100C selama 8 jam.
4. Melakukan langkah seperti diatas sampai tanah liat kering
didapatkan sebanyak 2 kg.
3.4.2 Persiapan Karet, Tanah Liat dan Bahan-Bahan Kimia
1. Menimbang karet RSS-1 100 phr kemudian dimasukkan ke dalam
plastik sebanyak 10 bungkus.
2. Menimbang tanah liat yang telah dikeringkan sebanyak 30 phr, 40
phr, 50 phr, dan 70 phr dan memasukkan ke dalam plastik
pembungkus.
3. Menimbang 2,5 phr Sulfur, 2 phr Antioxidant TMQ, 5 phr ZnO, 2
phr Asam Stearat, 0,5 phr TBBS, 5 phr Paraffinic Oil, 1 phr SI 69,
10 phr carbon black sebanyak 10 bungkus.

3.4.3 Pembuatan Kompon Karet


1. Mengiling karet dengan mencampurkan bahan pengisi tanah liat
dan bahan kimia yang telah disiapkan untuk menjadi kompon
karet.
2. Mengiling karet dengan mencampurkan bahan pengisi hibrid tanah
liat dengan carbon black dan bahan kimia yang telah disiapkan
untuk menjadi kompon karet.
3. Menguji Rheometer pada suhu 1500C.
4. Membuat contoh uji.

3.5 Prosedur Analisis


3.5.1 Uji Rheometer
Langkah kerja:
1. Timbang contoh kompon seberat 9-10 gram. Bentuk potongan
uji tidak begitu penting, tetapi disarankan agar ukurannya
sesuai dengan diameter rotor.
2. Hidupkan montor stator dibuka
3. “Servo dan Time’’ dinyalakan yaitu pada posisi posisi “on”
dan tunggu sampai pen terletak pada torak 0
4. “On/off/Auto”pada posisi”Auto”
5. Pen pada posisi “Down”
6. Letakkan potongan uji di atas rotor
7. Selanjutnya stator di tutup dan pencatatan berjalan secara
otomatis

3.5.2 Prosedur Analisis Kuat Tarik


Langkah kerja:
1. Mengukur spesimen uji
2. Menghidupkan mesin uji tarik
3. Memasang grip spesimen
4. Memastikan data spesimen uji yang telah dikur pada komputer
dan menetapkan kecepatan penguji
5. Memastikan jarak grip sesuai dengan panjang daerah cekaman
6. Memasang spesimen uji pada grip dan memastikan tidak lepas
pada saat pengujian
7. Melakukan pengujian dengan menjalankan mesin uji
8. Mengambil hasil rekaman uji pada saat penarikan
9. Mengolah data hasil uji kekuatan tarik

3.5.3 Prosedur Analisis Perpanjangan Putus


Langkah kerja :
1. Memotong contoh uji dengan bentuk dayung (dumbbell
/doumble blade) memakai pisau pons D dengan bentuk dan
ukuran sebagai berikut :

2. Member tanda dua garis sejajar pada cuplikan berjarak 25,4


mm simetris ditengah-tengah dayung.
3. Mengukur tebal dan tebal cuplikan ditempat a, b, dan c,
kemudian pasang pada alat sehingga jarak antara dua jepitan ±
50 mm.
4. Penarikan dikerjakan dengan kecepatan 25 ± 1 cm/menit
sampai cuplikan putus.
3.6 Data Pengamatan
Tabel 3.1 Data Pengamatan Hasil Rheometer Tanah Liat
Pengujian Rheometer
Run
Sampel Time considering (150°C)
1 30 phr
2 40 phr
3 50 phr
4 60 phr
5 70 phr

Tabel 3.2 Data Pengamatan Hasil Rheometer Hibrid Tanah Liat + Carbon
Black
Pengujian Rheometer
Run Sampel Time considering
Carbon Black
(tanah liat) (150°C)
1 30 phr 10 phr
2 40 phr 10 phr
3 50 phr 10 phr
4 60 phr 10 phr
5 70 phr 10 phr

Tabel 3.3 Data Pengamatan Hasil Analisis Bahan Pengisi Tanah Liat

Tanah Liat
Jenis Uji
30 phr 40 phr 50 phr 60 phr 70 phr
Kuat Tarik
Perpanjangan
Putus
Modulus

Tabel 3.4 Data Pengamatan Hasil Analisis Bahan Pengisi Hibrid Tanah
Liat dengan Carbon Black

Tanah Liat + 10 phr Carbon Black


Jenis Uji
30 phr 40 phr 50 phr 60 phr 70 phr
Kuat Tarik

Perpanjangan
Putus

Modulus
3.7 Diagram Penelitian
Adapun diagram penelitian dapat dilihat pada Gambar 3.1

Mulai

Perendaman tanah liat dengan air secukupnya

Pengadukan tanah liat

Penyaringan tanah liat yang telah larut

Tanah liat yang


lolos saringan

Pengeringan dalam furnace ( T = 1100C , t = 8 jam)

Tanah liat yang


telah kering

Persiapan karet, tanah liat, bahan kimia, dan carbon black

Pengilingan Karet

Uji Rheometer (T = 1500C)

Pembuatan contoh uji

Kompon karet

Analisis Uji Kompon Karet :


1. Kuat tarik
2. Perpanjangan putus
3. Modulus

Selesai

Gambar 3.1. Diagram Penelitian