Anda di halaman 1dari 4

F.1.

Upaya Promosi Kesehatan


dan Pemberdayaan Masyarakat
Puskesmas Dawe, Kudus
23 Mei 2019

Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Bagi Calon Pengantin

dr. Durotul Farida


Latar Belakang kesehatan reproduksi adalah keadaan yang menunjukkan kondisi
kesehatan fisik, mental, dan social seseorang di hubungkan dengan fungsi
dan proses reproduksinya termasuk di dalamnya tidak memiliki penyakit
atau kelainan yang memprngaruhi kegiatan reproduksi. Salah satu indikasi
bahwa calon pengantin yang sehat adalah bahwa kesehatan reproduksinya
berada pada kondisi yang baik. Kesehatan reproduksi adalah keadaan yang
menunjukkan kondisi kesehatan fisik, mental, dan sosial seseorang
dihubungkan dengan fungsi dan proses reproduksinya termasuk di
dalamnya tidak memiliki penyakit atau kelainan yang mempengaruhi
kegiatan reproduksi tersebut. Dalam kesehatan reproduksi pembagian
peran social perempuan dan laki-laki mempunyai pengaruh besar terhadap
kesehatan perempuan dan laki-laki.
Kedua calon pengantin mempunyai kebebasan dan hak yang sama
dan secara bertanggungjawab dalam memutuskan untuk berapa jumlah
anak mereka, jarak kelahiran antara anak satu dengan yang kedua dan
seterusnya serta menentukan waktu kelahiran dan dimana anak tersebut
dilahirkan. Hak Rerpoduksi dan seksual menjamin keselamatan dan
keamanan calon pengantin, termasuk didalamnya mereka harus
mendapatkan informasi yang lengkap tentang kesehatan reproduksi dan
seksual, serta efek samping obat obatan, alat dan tindakan medis yang
digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan reproduksi.
Hak reproduksi juga mencakup informasi yang mudah, lengkap, dan
akurat tentang penyakit menular seksual, agar perempuan dan laki-laki
terlindungi dari infeksi menular seksual (IMS) serta dan memahami upaya
pencegahan dan penularannya yang dapat berakibat buruk terhadap
kesehatan reproduksi laki-laki, perempuan dan keturunannya.
Permasalahan Kesehatan reproduksi, sering kali berakar dari kurangnya informasi,
pemahaman dan kesadaran untuk mencapai keadaan sehat secara
reproduksi. Banyak sekali hal-hal yang berkaitan dengan hal ini, mulai
dari pemahaman mengenai perlunya pemeliharaan kebersihan alat
reproduksi, pemahaman mengenai proses-proses reproduksi serta dampak
dari perilaku yang tidak bertanggung jawab seperti kehamilan tak
diinginkan, aborsi, penularan penyakit menular seksual termasuk HIV.

Topik Program Kesehatan Reproduksi merupakan topik yang perlu


diketahui oleh masyarakat khususnya para calon pengantin agar mereka
memiliki informasi yang benar mengenai proses reproduksi serta berbagai
faktor yang ada disekitarnya. Dengan informasi yang benar, diharapkan
calon pengantin memiliki sikap dan tingkah laku yang bertanggung jawab
mengenai proses reproduksi. Dalam hal ini Kesehatan reproduksi calon
pengantin adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem, fungsi dan
proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Pengertian sehat disini tidak
semata-mata berarti bebas penyakit atau bebas dari kecacatan namun juga
sehat secara mental serta sosial kultural.

Perencanaan Diperlukan adanya suatu kegiatan penyuluhan tentang kesehatan


dan Pemilihan reproduksi bagi calon pengantin sebagai upaya pencegahan penyakit
Intervensi menular seksual
Hari / Tanggal : Kamis/23 Mei 2019
Lokasi : Aula Puskesmas Dawe
Metode : Metode yang digunakan untuk penyuluhan adalah
metode presentasi dan tanya jawab.
Media : Media yang digunakan adalah power point
Peserta : Calon pengantin berada di wilayah kerja
Puskesmas Dawe
Pelaksanaan Penyuluhan dilaksanakan tepat pukul 09.00 WIB di ruang Aula Puskesmas
Dawe yang dihadiri oleh para calon pengantin sebanyak 13 pasangan dan
petugas KUA. Penyuluhan diawali dengan sambutan kepala puskesmas
Dawe, sambutan petugas KUA. Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul
09.30 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Materi yang diberikan berupa
informasi mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan infeksi
menular seksual dan penanganannya.
Monitoring dan Pelaksanaan penyuluhan berjalan dengan lancar, kemudian dilanjutkan
Evaluasi tanya jawab. Antusiasme para peserta terlihat dari peserta aktif bertanya
sehingga diskusi berjalan lancar. Adanya penyuluhan ini disambut dengan
baik oleh para peserta.
Dokumentasi
Komentar / saran pendamping :

Kudus, Mei 2019


Peserta Pendamping

dr. Durotul Farida dr. Hasyim Afro