Anda di halaman 1dari 3

PERUSAHAAN DITINJAU DARI SUDUT TEORI EKONOMI

Dalam teori ekonomi, analisis yang dibuat tidak membedakan apakah perusahaan ini perusahaan
pemerintah atau swasta dan apakah perisahaan swasta itu berbentuj perusahaan perseorangan atau
perkongsian atau peseroan terbatas. Begitu pula tidak dilakukan pembedaan diantara perusahaan kecil
dan perusahaan raksasa dan perusahaan pertanian, industri atau perdagangan dalam teori ekonomi,
berbagai jenis perusahaan dipandang sebagau unit-unit badan usaha yang mempunyai tujuan yang
sama, yaitu “mencapai keuntungan yang maksimum”. Untuk tujuan itu, ia menjalankan usaha yang
bersamaan, yaitu mengatur penggunaan faktor-faktor produksi dengan cara yang seefisien mungkin
sehingga “usaha memaksimumkan keuntungan dapat dicapai dengan cara yang dari sudut ekonomi
dipandang sebagai cara paling efisien”

TUJUAN PERUSAHAAN: MEMAKSIMUMKAN KEUNTUNGAN

Dalam teori ekonomi, permisalan terpenting dalam menganalisis kehiatan perusahaan adalah “mereka
akan melakukan kegiatan memproduksi sampai kepada tingkat di mana keuntungan mereka mencapai
jumlah yang maksimum”.

Dalam praktek, pemaksimuman keuntungan bukanlah satu satunya tujuan perusahaan. Ada perusahaan
yang menekankan kepada volume penjualan dan ada pula yang memasukan pertimbangan politik dalam
menentukan tingkat produksi yang akan dicapai. Ada pula perusahaan yang lebih menekankan kepada
usaha untuk mengabdi kepentingan masyarakat dan kurang memperhatikan tujuan mencari keuntungan
yang maksimum. Memang beberapa tujuan yang ditemui dalam praktek tersebut memberikan suatu
alasan untuk meragukan kesesuaian dari pada kemisalan keuntungan dalam menganalisis kegiatan
perusahaan. Tetapi di samping menyadari kenyataan tersebut perlu juga di ingat bahwa pada sebagian
besar perusahaan tujuan memaksimumkan keuntungan merupakan keuntungan yang paling penting.
Telah terbukti bahwa analisis terhadap kegiatan perusahaan yang didasarkan pada tujuan
memaksimumkan keuntungan memperoleh kesimpulan yang sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya

CARA MENCAPAI TUJUAN MEMAKSIMUMKAN KEUNTUNGAN

Keuntungan atau kerugian adalah perbedaan antara hasil penjualan dan biaya produksi. Keuntungan di
peroleh apabila hasil penjualan melebihi dari biaya produksi, dan kerugian akan dialami apabila hasil
penjualan kurang dari biaya produksi. Keuntungan yang maksimum akan dicapai apabila perbedaan
diantara hasil penjualan dan biaya produksi mencapai tingkat yang paling besar. Dalam memecahkan
persoalan ini dua aspek harus dipikirkan yaitu :

1. Komposisi faktor produksi yang bagaimana perlu digunakan untuk menciptakan tingkat produksi
yang tinggi
2. Komposisi faktor produksi yang bagaimana akan meminimumkan biaya produksi yang
dikeluarkan untuk mencapai satu tingkat produksi yang tertentu

FUNGSI PRODUKSI

Hubungan di antara faktor faktor produksi dan tingkat produksi yang diciptakannya dinamakan fugsi
produksi. Faktor faktor produksi, seperti yang bisa dijelaskan, dapat dibedakan kepada empat golongan,
yaitu tenaga kerja, tanah,modal, dan keahlian keusahawan. Di dalam teori ekonomi, di dalam
menganalisis mengenai produksi, selalu dimisalkan bahwa tiga faktor produksi yang belakangan di
nyatakan (tanah, modal, dan keahlian keusahawan ) adalah adanya tenaga kerja dipandang sebagai
faktor produksi yang berubah rubah jumlahnya. Dengan demikian, di dalam menggambarkan hubungan
diantara faktor produksi yang digunakan dan tingkat produksi yang dicapai, yang digambarkan adalah
hubungan diantara tenaga kerja yang digunakan dan jumlah produksi yang dicapai.

PEMINIMUMAN BIAYA PRODUKSI

Di dalam memikirkan aspek yang kedua, yaitu menentukan komposisi faktor produksi yang akan
meminimumkan biaya produksi, produsen perlu memperhatikan :

1. Besarnya pembayaran kepada faktor produksi tambahan yang akan digunakan


2. Besarnya pertambahan hasil penjualan yang diwujudkan oleh faktor produksi yang ditambah
tersebut

Prinsip yang harus di pegang produsen adalah “mengambil unit tambahan faktor produksi yang biaya
per rupiahnya akan menghasilkan tambahan nilai penjualan yang maksimum.”

JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG

Dalam menganalisis bagaimana perusahaan melakukan kegiatan produksi, teori ekonomi membedakan
jangka waktu analisis kepada dua jangka waktu : jangka pendek dan jangka panjang. Analisis ke atas
kegiatan memproduksi perusahaan dikatakan di dalam jangka pendek apabila sebagian dari faktor
produksi dianggap tetap jumlahnya. Didalam masa tersebut perusahaan tidak dapat menambah jumlah
faktor produksi yang dianggap tetap tersebut. Faktor produksi yang dianggap tetap biasanya adalah
faktor modal seperti mesin mesin dan peralatannya, alat alat memproduksi lainnya, dan bangunan
perusahaan. Sedangkan faktor produksi yang dimisalkan dapat mengambil perubahan adalah tenaga
kerja.

Dalam jangka panjang semua faktor produksi dapat mengalami perubahan. Ini berarti bahwa dalam
jangka panjang setiap faktor produksi dapat ditambah jumlahnya jika memang hal tersebut diperlukan.
Didalam jangka panjang perusahaan dapat menyesuaikan dengan perubahan perubahan yang berlaku di
pasar. Jumlah alat alat produksi dapat ditambah, penggunaan mesin mesin dapat dirombak dan
dipertinggi efisiensinya, jenis jenis barang baru dapat diproduksi, dan teknologi produksi ditingkatkan
FIRMA DAN INDUSTRI

Satu hal penting lain yang perlu diterangkan sebelum membahas teori produksi dan teori biaya adalah
perbedaan diantara pengertian firma (perusahaan) dan industri. Dalam teori ekonomi, firma atau
perusahaan adalah suatu badan usaha yang menggunakan faktor faktor produksi untuk menghasilkan
barang barang yang dibutuhkan masyarakat. Pada umumnya dimisalkan firma itu menghasilkan satu
jenis barang saja. Selanjutnya dalam teori biaya produksi diterangkan besarnya berbagai jenis biaya
produksi (biaya produksi total, biaya produksi rata rata dan berbagai jenis pengertian biaya lainnya) yang
dikeluarkan untuk menghasilkan berbagai jumlah produksi.

Pengertian industri dalam teori ekonomi sangat berbeda, artinya dengan pengertian industri yang pada
umunya dimengerti orang. Dalam pengertian yang umum, industri pada hakikatnya berarti perusahaan
yang menjalankan operasi dalam kegiatan ekonomi yang tergolong dalam sekunder. Kegiatan seperti itu
antara lain ialah pabrik testil, pabrik perakit dan pabrik pembuat minuman. Dalam teori ekonomi istilah
industri diartikan sebagai kumpulan firma firma yang mengasilkan barang yang sama atau sangat
bersamaan yang terdapat pada satu pasar. Sebagai contoh, kalau dikatakan industri mobil, maka yang di
maksudkan adalah berbagai perusahaan mobil yang ada dalam pasar yang sedang dianalisis. Sedangkan
kalau dikatakan industri beras, maka yang dimaksudkan adalah seluruh produsen beras yang ada di
pasar.