Anda di halaman 1dari 8

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

BRAIN GYM

Disusun Oleh :

Antonius G Neonufa Fanny L Lekatompessy


Edoardo Cristiano Faradila Agustin
Elfi I Soru Febianti Mbolik
Eltin N Tetelepta Fera L Manggi
Erda S Sigilipu Yohana E Dhana
Esterina Y Siahaan

PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN XXI


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN IMMANUEL
BANDUNG
2019
TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK

Topik : Brain Gym


Sasaran : Para Lansia di Wisma Lansia J Soenarti Nasution
Hari/Tanggal : Minggu, 12 Mei 2019
Waktu : 30 menit
Tempat : Ruang tv lantai 1 wisma lansia J Soenarti Nasution
Pelaksana : PPN XXI

A. Latar Belakang
Senam merupakan salah satu tindakan yang jarang sekali dilakukan para
lansia,banyak lansia yang mengeluh badannya capek dan pegal itu semua
dikarenakan kurangnya pergerakan otot-otot. Kebanyakan lansia tidak mau
melakukan senam karena capek, males dan lain-lain, maka dari itu kita sebagai
perawat harus bisa mengajak para lansia untuk melakukan tindakan senam
supaya memperlambat kepikunan. Menghilangkan stres, meningkatkan
konsentrasi, membuat emosi lebih tenang. Kegiatan senam dilakukan biasanya
seminggu sekali dan dilakukan tiap pagi hari karena udara dan panas pagi
sangat bagus buat tubuh manusia.

Dengan diadakan senam otak kita bisa mengetahui gerakan tubuh sederhana
yang digunakan untuk merangsang otak kiri dan kanan, merangsang sistem
yang terkait dengan emosional serta relaksasi otak bagian belakang ataupun
depan, itu bermanfaat bagi otak kita.jadi senam otak sangat berfungsi bagi para
lansia.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum :
Setelah mengikuti terapi, diharapkan lansia dapat meningkatkan
kemampuan kognitif secara bertahap.
2. Tujuan Khusus
a. Lansia mengikuti instruksi demonstrator
b. Lansia mengikuti gerakan senam otak secara bertahap

C. Metode
Demonstrasi

D. Media dan Alat


1. Tipe recorder
2. Sound sistem

E. Susunan Kegiatan
NO WAKTU KEGIATAN PENANGGUNG
JAWAB
1 5 menit Pembukaan :
1. Kontrak waktu dengan lansia
2. Membuka kegiatan dengan Mahasiswa
mengucapkan salam
3. Menjelaskan tujuan dari terapi

2 25 menit Pelaksanaan :
1. Menanyakan perasaan lansia
sebelum dilakukan senam otak
2. Mengatur posisi lansia Mahasiswa
3. Mengajarkan dan memotivasi
lansia untuk mengikuti senam
otak
4. Memberi semangat pada lansia
selama proses senam otak

3 5 menit Evaluasi :
Menanyakan tentang perasaan
lansia setelah diajarkan senam otak

4 5 menit Terminasi :
1. Menutup acara permainan
dengan memberikan reward
kepada lansia
2. Salam penutup
E. Materi TAK
1. Pengertian
Brain Gym/senam otak adalah latihan gerak yang digunakan untuk
memudahkan dan membantu kegiatan belajar dan penyesuaian dengan
tuntutan sehari-hari (Muhammad, 2013).

Penelitian yang dilakukan Verany, dkk, (2013) terkait brain gym pada
lansia, diketahui bahwa senam otak atau brain gym dapat meningkatkan
daya ingat. Hasil serupa juga didapatkan oleh Festi (2010), Nugroho
(2009) dan Lisnaini (2012), dimana dengan melakukan latihan gerak yang
dapat memberikan stimulus pada otak dapat meningkatkan fungsi kognitif
seperti rentang perhatian, daya ingat, orientasi, dan fungsi kognitif lainnya
pada lansia.

2. Manfaat dan Tujuan


a. Memperlambat kepikunan.
b. Menghilangkan stres.
c. Meningkatkan konsentrasi.
d. Membuat emosi lebih tenang.

3. Gerakan Dasar
a. Gerakan silang
1) Cara : kaki dan tangan digerakan secara berlawanan, bisa
kedepan, samping atau belakang.agar lebih ceria anda bisa
menyelaraskan dengan irama musik.
2) Manfaat : merangsang bagian otak yang menerima informasi dan
bagian yang mengungkapkan informasi, sehingga memudahkan
proses mempelajari hal-hal baru dan meningkatkan daya ingat.
b. Gerakan menguap berenergi
1) Cara : bukalah mulut seperti hendak menguap lalu pijatlah otot-otot
dipersendian rahang, lalu melemaskan otot-otot tersebut.
2) Manfaat : mengaktifkan otak untuk peningkatan oksigen agar otak
berfungsi secara efisien dan rileks, meningkatkan perhatian dan
daya penglihatan,memperbaiki komunikasi lisan dan ekspresif
serta meningkatakan kemampuan untuk memilih informasi.

4. Gerakan gravitasi
a. Cara : duduk dikursi dan silangkan kaki, tundukkan badan dengan
lengan depan bawah, buang napas ketika turun dan ambil napas ketika
naik. Lakukan dengan posisi kaki berganti-gantian.
b. Manfaat : mengaktifkan otak untuk rasa keseimbangan dan
koordinasi, meningkatkan kemampuan mengorganisasi dan
meningkatkan energi.

5. Gerakan tombol imbang


a. Cara : sentuhkan 2 jari kebelakang telinga, pada lekukan dibelakang
telinga sementara tangan satunya menyentuh pusar selama kurang
lebih 30 detik,lakukan secara bergantian. Selama melakuka gerakan
itu dagu rileks dan kepala dalam posisi normal menghadap kedepan.
b. Manfaat : mengaktifkan otak untuk kesiapsiagaan dan memusatkan
perhatian , mengambil keputusan, berkonsentrasi dan pemikiran
asosiatif.

6. Membuat Tombol Bumi (earth buttons)


a. Cara : Ujung dua jari salah satu tangan menyentuh bawah bibir, ujung
jarilainya di pusar dengan jari menunjuk kebawah. Disentuh dan di
gerakan secara bersamaan selama 2x10 kali hitungan (tangan
bergantian).
b. Manfaat : mengurangi kelelahan mental (stress)
G. Jurnal Terkait
Judul Pengaruh Senam Otak Terhadap Perubahan Daya Ingat (Fungsi
Kognitif) Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Mulia
Dharma Kubu Raya
Abstrak Latar Belakang: Pertambahan penduduk lansia di Kalimantan Barat,
menurut Badan Pusat Statistika (BPS) Provinsi Kalimantan barat, pada
tahun 2015, mengalami peningkatan yaitu 325, 506 jiwa. Peningkatan
jumlah penduduk lansia ini menimbulkan berbagai masalah sosial,
ekonomi dan kesehatan. Beberapa masalah kesehatan yang sering
terjadi pada usia lanjut antara lain gangguan fungsi kognitif dan
keseimbangan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan, didapatkan
bahwa Panti Sosial Tresna Werdha Mulia Dharma merupakan panti
sosial yang memiliki jumlah lansia terbanyak di Kubu Raya. Lansia
yang mengalami penurunan fungsi kognitif, diperlukan suatu cara
guna mencegah penurunan fungsi kognitif tersebut, satu diantaranya
dengan menggunakan terapi senam otak. Tujuan: Mengetahui
pengaruh senam otak terhadap perubahan daya ingat (fungsi kognitif)
pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Mulia Dharma Kubu Raya.
Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan quasy
experiment dengan time series design. Metode pengambilan sampel
yang digunakan adalah purposive sampling.Sampel penelitian
berjumlah 26 responden. Penilaian skor fungsi kognitif menggunakan
kuesioner Montreal Cognitife Assesment Versi Indonesia (Mo-CA-
Ina) untuk membandingkan skor fungsi kognitif sebelum dan sesudah
dilakukan senam otak. Analisis Data diambil menggunakan uji
Repeated ANOVA. Hasil: Rerata skor fungsi kognitif sebelum dan
sesudah dilakukan senam otak adalah 15,038 (pretest), 19,92 (Posttest
1), 21,73 (Posttest 2), 24,12 (Posttest 3), 26,04 (Posttest 4). Terdapat
peningkatan bermakna skor fungsi kognitif antara sebelum dan
sesudah senam otak (p<0,05). Kesimpulan: Senam otak dapat
meningkatakan daya ingat (fungsi kognitif) pada lansia di Panti Sosial
Tresna Werdha Mulia Dharma Kubu Raya. Saran: Untuk
menghambat penurunan fungsi kognitif pada lansia disarankan tenaga
kesehatan di Panti Sosial Tresna Werdha Mulia Dharma Kubu Raya
secara rutin seminggu tiga kali melakukan senam otak pada lansia dan
mengingat pentingnya senam otak, 13 Panti Sosial Tresna Werdha
Mulia Dharma Kubu Raya dapat mendorong segera menunjuk
instruktur senam otak dengan memberikan pelatihan senam otak
terhadap petugas kesehatan panti.
Tahun April 2016

Penulis Agus martini, Agus Fitriangga, Faisal Kholid Fahdi.


DAFTAR PUSTAKA

Dennison, Paul E., Gail E Dennison. 2009. Buku Panduan Lengkap brain Gym
Senam otak Jakarta : Grasindo
Widianti, Anggriyani Tri & Atikah, Proverawati. 2010. Senam Kesehatan.
Yogyakarta : Nuha Medika