Anda di halaman 1dari 40

SARA TANIA A

Insiden
Komplikasi stoma yang terjadi pada
colostomi, ileustomi dan urostomi adalah
retraksi, hernia, prolaps, peristomal skin dan
nekrosis (salvadalena, 2008)
Faktor resiko terjadinya komplikasi stoma
salah satunya adalah obesitas, IBD
(inflammatory bowel disease) dan stoma
yang dibuat pada saat emergensi
1. Hernia
Herniasi pada
luka insisi yang
disebabkan
melemahnya
dinding abdomen
dan menurunnya
tonus otot
Penyebab hernia
• Sitting stoma diluar rectus abdominalis
• Tehnik operasi yang kurang baik
• Terbukanya bagian fascia terlalu luas
• Penempatan stoma
• Lemahnya otot abdomen
 Pengkajian
Pemeriksaan fisik dilakukan pada saat pasien
duduk dan berdiri untuk melihat area hernia
pemeriksaan radiologi untuk mengetahui
bagian fascia yang mengalami kelemahan
Manajemen hernia
1. Non surgical
* penggunaan hernia support belt
 Penggunaan kantong stoma yang fleksibel
 Hindari melakukan irigasi stoma
 Edukasi ostomate mengenai
a. Diit dan intake cairan yang dapat mencegah
konstipasi
b. Segera periksa ke rumah sakit jika warna
stoma berubah
c. Kontrol rutin untuk memonitor kondisi
hernia
2. Surgical
a. Primary fascial repair metode ini bisa
menyebabkan rekurens
b. Local repair dengan menggunakan mesh,
erosi dari prostetik material (mesh) ke
dalam stoma
c. Relokasi stoma
2. Prolaps
Terjadi karena
intususepsi bowel
dan keluar melalui
lubang stoma.
Kasus yang ekstrem
bisa terjadi stoma
nekrosis
Proplaps terjadi pada 6,8% colostomi, 38,5%
transverse colostomi, 4% sigmoid colostomi,
dan pada loop transverse colostomi
Etiologi
1. Pembukaan fascia yang terlalu luas pada
saat operasi
2. Colostomy dikeluarkan melalui bagian insisi
3. Adanya obstruksi pada saat pembentukan
stoma
 Manajemen prolaps
a. Penggunaan kantong stoma yang dapat
mengakomodasi panjang stoma, hindari
penggunaan kantong yang menggunakan
ring yang kaku
b. Melakukan kompres es pada stoma
c. Pemasangan kantong dilakukan pada saat
posisi pasien supine
Yang perlu diperhatikan adalah
a. Perubahan warna stoma
b. Nyeri pada stoma
3. Nekrosis
Kerusakan aliran
darah yang melalui
jaringan stoma.
Nekrosis dapat terlihat 24 jam post op
Derajat nekrosis sebagian kecil stoma,
setengah bagian stoma atau sampai dengan
bagian fascia

kejadian nekrosis sering terjadi pada pasien


obesitas
Etiologi nekrosis disebabkan mesenteric
tension, trauma pada saat pembentukan
stoma atau terlalu berlebihan dalam
merapikan mesenteri (trimming)

Diagnostik
Memasukan tube kaca dengan menggunakan
gel , untuk mengetahui sejauh mana nekrosis
terjadi dan menentukan tindakan
selanjutnya.
Manajemen nekrosis
1. Operasi jika nekrotik sampai area fascia
2. Jika area nekrosis tidak luas, Setelah
jaringan nekrotik terlepas kemudian yang
terjadi adalah mucocutaneus junction,
setelah teratasi terjadi stenosis pada stoma
4. Mucocutaneus
separation
(Junction)
Penyebab adanya proses penyembuhan
buruk, infeksi dan tekanan.
penggunaan obat-obatan kortikosteroid,
diabetes, malnutrisi.
Manajemen dilakukan secara konservatif.
• Gunakan two piece sistem
• Sekeliling stoma jika cavity besar gunakan ca
alginate, hidrofiber.
• Jika cavity kecil gunakan pasta atau
protective powder
5. Retraksi
Penyebabnya :
- Nekrosis pada jaringan stoma
- Adanya tekanan pada bowel
- Penambahan berat badan

Manajemen
* Kantong yang digunakan convex sebelumnya
berikan pasta atau seal hidrokoloid
* Surgical untuk merevisi stoma
6. Stenosis
penyempitan atau
Konstraksi pada
kulit atau fascia
Massalah ini bisa
disebabkan
mucocutaneous
separation
 Pasien mengeluhn tentang konstipasi disertai
dengan jumlah output yang banyak, nyeri
pada saat mengeluarkan feses
 Konstriksi atau stenosis yang bisa disebabkan
mucocutaneous separation
Manajemen
a. Untuk stenosis ringan
Dianjurkan untuk intake diit yang rendah
sisa, menggunakan pencahar dan intake
cairan yang banyak
b. Stoma dilatasi dapat dilakukan tapi sangat
sedikit sekali evidens
c. Untuk yang lebih lanjut surgical
• Excoriation ditandai dengan kemerahan,
cepat berdarah, luka
• Peristomal skin excoriation disebabkan
karena kebocoran dari kantong atau skin
barier, alergi, infeksi atau ketika mengganti
kantong terlalu kasar
Manajemen
a. Penggunaan kantong stoma yang tepat
b. Edukasi cara memasang kantong yang tepat
c. Penggunaan skin barrier tambahan untuk
mempercepat penyembuhan
Alergi
Reaksi alergi
terhadap salah
astu bahan skin
barrier gatal,
terasa panas,
kemerahan
Manajemen
a. Mengganti produk kantong stoma
b. Pemberian anti inflamasi
Folikulitis
Inflamasi pada
folikel rambut
yang disebabkan
Staphylococcus
aureus
Manajemen
1. Hindari mencukur area yang akan dipasang
kantong
2. Mengganti kantong dengan hatihati
3. Gunakan sabun yang mengandung anti
mikroba pada saat penggantian kantong
Urine crystal
formation
disebabkan oleh
karenna urin
urine crystals
dapat
dijhilangkan
dengam
melarutkan cuka
dengan air untuk
mencuci kulit
peristomal.
Peristomal Candida
Penyebabnya adalah
candida albican,
ini terjadi karena
terlalu lamanya
kulit terekspos
oleh feses atau
urin sehingga
menjadi media
untuk tumbuhnya
candida
Manajemen
a. Kaji penyebab kelembaban, menggunakan
kantong yang tepat, pemasangan yang
tepat
b. Pastikan kulit kering pada saat pemasangan
kantong
c. Penggunaan obat anti jamur yang tidak
mempengaruhi penempelan kantong
Granuloma
Jaringan granulasi
pada kulit sekitar
stoma
Manajemen
Penggunaan silver nitrat untuk menghilangkan
granuloma
Penggunaan cauter jika terlalu besar
pasien dengan diversi urin atau feses dapat
mengalami peristomal dan stoma komplikasi.
Untuk itu pentingnya edukasi dan
pemeriksaan secara berkala tentang
penggunaan ostomy bag atau pouching, kulit
sekita stoma atau peristomal skin dan fungsi
dari stoma untuk mencegah terjadinya
komplikasi dan penanganan dini jika terjadi
komplikasi
 Colwell (2004), Fecal & Urinary Diversion
management principles, Elsevier
 Salvadalena (2008), incidence of compication
of the stoma and peristomal skin
amongindividual with colostomy, ileustomy,
and urostomy, systematic review, Journal
Wound, Ostomy and Incontinence