Anda di halaman 1dari 9

BADAN PERMUSYAWARATAN DESA

DESA KENDAL
KECAMATAN ASTANAJAPURA KABUPATEN CIREBON

Nomor : 01/BPD/XII/2017 Kendal, 27 Desember 2017


Sifat : Penting
Hal : UNDANGAN

Kepada
Yth. Bapak/Ibu/Saudara
........................................................
Di
Tempat

Sehubungan dengan rapat koordinasi dan optimalisai kinerja Badan Permusyawaratan


Desa (BPD) Desa Kendal Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon maka kami
mengharap dengan hormat atas kehadirannya pada :

Hari : Selasa
Tanggal : 27 Desember 2017
Pukul : 19.30 WIB
Tempat : Kantor Balai Desa Kendal
Acara : Musyawarah Bersama

Demikian untuk menjadikan perhatian dan atas kehadirannya kami ucapkan terima kasih.

Ketua BPD Kendal

ZAELANI, S.Pd.I

Tembusan :
- Kepala Desa Kendal Kec. Astanajapura
SURAT PENGUNDURAN DIRI

Cirebon, 28 Desember 2017

Kepada :
Yth. Bapak Bupati Cirebon
Di

Sumber

Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : BAGUS AKHMAD SUBHAN


Tempat/ Tanggal Lahir : Cirebon, 27 Oktober 1979
Jabatan : Anggota BPD Desa Kendal
Alamat : Dusun 1 Blok Manis RT.001/RW.001 Desa Kendal Kecamatan
Astanajapura Kabupaten Cirebon

Dengan ini saya menyatakan mengundurkan diri dari keanggotaan Badan Permusyawaratan Desa
(BPD) Desa Kendal Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon Masa Bakti 2017-2023,
dikarenakan meningkatnya kesibukan dalam pekerjaan saya yang sangat padat, dengan
pertimbangan nanti tidak konsentrasi dalam menjalankan tugas sebagai anggota BPD.

Demikian surat pengunduran diri ini saya buat dalam keadaan sadar dan tidak dalam tekanan pihak
manapun. Atas perhatian Bapak saya ucapkan banyak terima kasih.

Hormat Saya,

BAGUS AKHMAD SUBHAN

Tembusan :

Ketua BPD Desa Kendal, di Kendal;


Camat Kecamatan Astanajapura, di Astanajapura;
BADAN PERMUSYAWARATAN DESA
DESA KENDAL
KECAMATAN ASTANAJAPURA KABUPATEN CIREBON

BERITA ACARA

Pada hari Selasa tanggal Dua Puluh Delapan Desember Tahun Dua Ribu Tujuh Belas, Badan
Permusyawaratan Desa Kendal Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon dengan mengambil tempat di
Balai Desa Kendal Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon telah mengadakan musyawarah dengan
agenda pokok pembahasan Pemberhentian tetap dengan hormat Sdr. BAGUS AKHMAD SUBHAN, dari
Jabatan Anggota BPD Desa Kendal Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon, karena
................................................
Hasil musyawarah BPD tersebut dengan mempertimbangkan segala Peraturan Perundang –
undangan yang berlaku, para peserta musyawarah sepakat untuk menyetujui Sdr. BAGUS AKHMAD
SUBHAN, diberhentikan dengan hormat dari Jabatan Anggota BPD Desa Kendal karena .......................,
untuk selanjutnya agar ditetapkan dengan surat Keputusan Kepala Desa Kendal.
Demikian Berita Acara ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Kendal , 28 Desember 2017

BADAN PERMUSYAWARATAN DESA


DESA KENDAL KECAMATAN ASTANAJAPURA

1. Ketua : Zaelani, S.Pd.I

2. Wakil Ketua : Imam Azarudin

3. Sekretaris : Nurlaeli, S.Pd.I

4. Anggota : Akbar Syahid, S.Pd.I

5. Anggota : Agus Mulyadi


KEPUTUSAN KEPALA DESA MANIIS
Nomor : 05 TAHUN 2015

TENTANG
PEMBERHENTIAN KAUR UMUM DAN KEPALA DUSUN
SINDANGHURIP DESA MANIIS

KEPALA DESA MANIIS

Menimbang a.: Bahwa sehubungan dengan Saudara Abas dan Amir mengundurkan diri dari
Jabatannya sebagi Kaur Umum Desa Maniis dan Kepala Dusun
Sindanghurip, yang bersangkutan perlu diberhentikan dengan hormat dari
jabatannya oleh Kepala Desa;
b. Bahwa berdasarkan pertimbangan pada poin a diatas untuk tertibnya
administrasi serta jaminan kepastian hukum dalam pemberhentian dan
Perangkat Desa Maniis perlu ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa.

Mengingat 1.
: Undang-undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pemerintahan Daerah-
daerah Kabupaten dalam Lingkungan Provinsi Jawa Barat (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 1950) sebagaimana telah diubah dengan
undang-undang nomor 4 tahun 1968 tentang Pembentukan Kabupaten
Purwakarta dan kabupaten Subang dengan mengubah undang-undang
nomor 14 tahun 1950 Tentang Pembentukan Pembentukan Daerah-daerah
Kabupaten dalam lingkungan Provinsi Djawa Barat (Lembaran Negara
Republik Indonesia No. 31 tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
nomor 2851);
2. Undang-undang nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 4437) sebagaimana telah
beberapa kali diubah terakhir dengan undang-undang nomor 32 tahun
2004 tentang pemerintahan daerah (Lembaran negara Republik Indonesia
Tahun 2008 Nomor 59, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
nomor 4844);
3. Peraturan Pemerintah nomor 72 tahun 2005 tentang desa (Lembaran
Negara Republik Indonesia tahun 2005 nomor 158, tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia nomor 4587);
4. Peraturan Daerah kabupaten Majalengka nomor 14 tahun 2006 tentang
pemerintahan desa (Lembaran Daerah kabupaten majalengka tahun 2007
nomor 7 seri E);
5. Peraturan Desa Maniis nomor 04 tahun 2015 tentang Struktur Organisasi
Pemerintahan Desa Maniis Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka.

MEMUTUSKAN

MENETAPKAN :
PERTAMA : Memberhentikan dengan hormat Saudara yang namanya-namanya
tercantum pada kolom 2 (dua) dari jabatan sebagaimana tersebut pada
kolom 2 (dua) Lampiran I Keputusan ini dengan disertai ucapan
terimakasih atas darma bhaktinya selama menjalankan tugas tersebut.
KEDUA : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan
apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dan atau kesalahan
dalam penetapannya akan diadakan perubahan atau perbaikan
sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Maniis
Tanggal : 27 Februari 2015
KEPALA DESA MANIIS

ABDUL HOLID

Lampiran I : Keputusan Kepala Desa Maniis


Nomor : 05 Tahun 2015
Tanggal : 27 Februari 2015
Tentang : Pemberhentian Kaur Umum dan
Kepala Dusun Desa Maniis

DAFTAR NAMA PERANGKAT DESA MANIIS YANG DIBERHENTIKAN DENGAN HORMAT

No Nama Jabatan Keteranan


1 2 3 4

1. ABAS Kaur Umum

2. AMIR Kepala Dusun


KEPALA DESA MANIIS

ABDUL HOLID
Ulasan:

Terima kasih atas pertanyaan Anda.


Kami asumsikan BPD yang Anda maksud di sini adalah anggota Badan Permusyawaratan Desa (“BPD”). Jadi,
pemberhentian BPD yang dimaksud adalah pemberhentian anggota BPD, bukan pemberhentian lembaga
BPD.
BPD adalah lembaga yang melaksanakan fungsi pemerintahan yang anggotanya merupakan wakil dari
penduduk desa berdasarkan keterwakilan wilayah dan ditetapkan secara demokratis.[1]

Anda benar bahwa peresmian anggota BPD ditetapkan dengan keputusan bupati/walikota.[2]
Fungsi dan Kewajiban BPD
Mengenai BPD di desa Anda yang tidak pernah mendengarkan aspirasi masyarakat, ini berhubungan
dengan fungsi dari BPD itu sendiri. BPD mempunyai fungsi sebagai berikut:[3]
a. membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa bersama Kepala Desa;
b. menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Desa; dan
c. melakukan pengawasan kinerja Kepala Desa.

Fungsi BPD terkait aspirasi masyarakat ini tertuang lagi dalam kewajiban BPD, sebagaimana terdapat dalam
Pasal 63 huruf c dan d UU Desa:
Anggota BPD wajib:
a. ...;
b. ...;
c. menyerap, menampung, menghimpun, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat Desa;
d. mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi, kelompok, dan/atau golongan;
e. ...;
f. ….
Dari fungsi dan kewajibannya, jelas bahwa BPD seharusnya menampung dan menyalurkan aspirasi
masyarakat di desa Anda serta mendahulukan kepentingan umum dan bukan mendahulukan kepentingan
beberapa golongan tertentu.

Larangan Bagi Anggota BPD


Selain ketentuan kewajiban yang harus dipatuhi oleh anggota BPD, anggota BPD juga harus mematuhi
ketentuan larangan. Pada dasarnya Anggota BPD dilarang:[4]
a. merugikan kepentingan umum, meresahkan sekelompok masyarakat Desa, dan mendiskriminasikan
warga atau golongan masyarakat Desa;
b. melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme, menerima uang, barang, dan/atau jasa dari pihak lain yang
dapat memengaruhi keputusan atau tindakan yang akan dilakukannya;
c. menyalahgunakan wewenang;
d. melanggar sumpah/janji jabatan;
e. merangkap jabatan sebagai Kepala Desa dan perangkat Desa;
f. merangkap sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Dewan Perwakilan Daerah
Republik Indonesia, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Kabupaten/Kota, dan jabatan lain yang ditentukan dalam peraturan perundangan-undangan;
g. sebagai pelaksana proyek Desa;
h. menjadi pengurus partai politik; dan/atau
i. menjadi anggota dan/atau pengurus organisasi terlarang.

Menyorot mengenai perilaku anggota BPD yang tidak pernah mendengarkan aspirasi masyarakat atau
“kongkalikong” dengan Kepala Desa, tindakan BPD tersebut dapat dikatakan melanggar beberapa larangan,
seperti misalnya merugikan kepentingan umum serta mendiskriminasi warga dengan tidak mendengarkan
aspirasi warga tetapi hanya mendengarkan/”kongkalikong” dengan kepala desa. Selain itu bisa juga
dikatakan menyalahgunakan wewenang jika BPD menggunakan jabatannya untuk kepentingannya sendiri
atau orang-orang dekatnya.

Sayangnya, UU Desa tidak mengatur lebih lanjut sanksi apa yang dapat dikenakan terhadap anggota BPD
yang melanggar kewajiban maupun larangan di atas.

Meski demikian, Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-
Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (“PP Desa”) sebagaimana diubah oleh Peraturan Pemerintah
Nomor 47 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang
Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa telah mengatur mengenai
mekanisme pemberhentian anggota BPD jika melanggar larangan sebagai anggota BPD.

Pemberhentian Anggota BPD


Anggota BPD berhenti karena:[5]
a. meninggal dunia;
b. permintaan sendiri; atau
c. diberhentikan.

Anggota BPD diberhentikan karena:[6]


a. berakhir masa keanggotaan;
b. tidak dapat melaksanakan tugas secara berkelanjutan atau berhalangan tetap secara berturut-turut
selama 6 (enam) bulan;
c. tidak lagi memenuhi syarat sebagai anggota BPD; atau
d. melanggar larangan sebagai anggota BPD.

Pemberhentian anggota BPD diusulkan oleh pimpinan BPD kepada bupati/walikota atas dasar hasil
musyawarah BPD. Peresmian pemberhentian anggota BPD ditetapkan dengan keputusan
bupati/walikota.[7]

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.


Dasar hukum:
1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6
Tahun 2014 tentang Desa sebagaimana diubah oleh Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 tentang
Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-
Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

[1] Pasal 1 angka 4 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (“UU Desa”)
[2] Pasal 74 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-
Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (“PP Desa”) sebagaimana diubah oleh Peraturan Pemerintah
Nomor 47 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang
Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
[3] Pasal 55 UU Desa
[4] Pasal 64 UU Desa
[5] Pasal 76 ayat (1) PP Desa
[6] Pasal 76 ayat (2) PP Desa
[7] Pasal 76 ayat (3) dan (4) PP Desa