Anda di halaman 1dari 2

TANAMAN OBAT KELUARGA

(TOGA)
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman : 1/2
PUSKESMAS
WARA UTARA Wirdawati,SKM
KOTA NIP:19740511 199403 2 003
1. Pengertian Toga adalah sebidang tanah baik di lahan pekarangan rumah, sekolah, kantor,
pesantren, kebun, dan lading yang digunakan untuk menanam tanaman yang
berkhasiat obat, dalam rangka memenuhi keperluan keluarga dan masyaraka
akan obat
2. Tujuan 1. Mengembangkan dan menyebarluaskan tanaman obat kepada masayarakat,
sehingga TOGA dapat menjadi alternatif pilihan masyarakat dalam upaya
pemeliharaan kesehatan yang aman, bermanfaat dan terjangkau.
2. Melestarikan tanaman obat asli Indonesia dan dapat meningkatkan ekonomi
keluarga
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No. /SK/PKM-WUK/PLP/I/2018 tentang jenis-jenis
pelayanan
4. Referensi Kementerian Kesehatan Indonesia, 2011. Pedoman Pengelolaan dan
Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Jakarta: Bhakti Husada
5. Prosedur/ Penataan dalam penanaman tanaman obat dapat didasarkan pada:
Langkah- 1. Fisik tanaman ( tumbuh tinggi, sedang, rendah)
langkah 2. Warna daun (hijau, ungu, kuning, merah)
3. Bentuk daun (besar, kecil, bulat, panjang)
4. Khasiatnya (sebagai obat batuk, obat pilek, obat diare dan sebagainya)
5. Kegunaan lainnya (sebagai bumbu masak, sayuran dan lalapan)
Penanaman TOGA:
1. Menyiapkan lahan/tempat budidaya
- Menyiapkan media tanam di pot (budidaya dalam pot)
- Menyediakan media tanam di lahan pekarangan atau halaman
2. Menyiapkan benih/bibit
3. Penanaman
4. Pemupukan
- Pupuk organik atau kompos
- Pada tanah yang kurang subur diberi pupuk ures atau NPK
5. Pemeliharaan
- Penyulaman
- Penyiangan
- Pengemburan tanah
- Pembumbuhan
- Pengairan/Penyiraman
6. Panen
7. Pasca panen
- Menyeleksi hasil panen
- Mencuci menggunakan air bersih
- Mentiriskan agar air bekas cucian hilang
- Mengeringkan daun, pucuk, kulit batang dan biji
- Merajang/mengiris rimpang dan buah
- Setelah diiris bahan tersebut di keringkan
- Pengemasan atau penyimpanan
8. Unit terkait a. Puskesmas
b. Puskesmas pembantu
c. Kepala kelurahan