Anda di halaman 1dari 14

1

ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN


NEONATAL DI PUSKESMAS KAMPUNG BAQA SAMARINDA TAHUN 2018

Siti Salasiahᵃ, Risvab, Ismail ABb


a,b
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman,
Syasa1484@gmail.com

ABSTRACT
At the age of less than 28 days newborns are very span to death, so at this time
need to be aware of some signs and dangers in the newborn. One of the efforts
undertaken to reduce the infant mortality rate is neonatal visits conducted in health
services. This study aims to determine several factors related to Neonatal Visits
(KN) in the work area of Puskesmas Kampung Baqa in 2018. This study uses
Analytical Survey, with cross sectional approach. Respondents of this study were all
mothers who had babies aged 0-28 days as many as 87 respondents with sampling
techniques using puposive sampling. Data analysis performed was univariate and
bivariate with Chi-Square test. The results of this study found that all the variables
studied were associated with neonatal visits in the work area of Puskesmas
Kampung Baqa in 2018, namely knowledge (p value 0,000), attitude (p value 0,000)
and family support (p value 0,006). The conclusion in this research is that
knowledge, attitude, and support of mother's family can influence visit of neonatal
mother to conduct Neonatal Visit (KN). Therefore, it is necessary to be counseled
about the importance of conducting neonatal visits to the public by health workers
intensively so that the knowledge of the community especially the mothers who
have babies 0-28 days to increase.

Keywords : Visit Neonatal, Knowledge, Attitude, Family Support


Bibliograpy : 25 (1991-2017).
2

1. PENDAHULUAN 1000 kelahiran hidup, Malaysia 5,5 per


Masa neonatal merupakan masa 1000 kelahiran hidup, Thailan 17 per 1000

sejak lahir sampai dengan 4 minggu (28 kelahiran hidup, Vietnam 18 per 1000

hari) sesudah kelahiran, neonatus kelahiran hidup, dan Indonesia 27 per 1000

adalah bayi berumur 0 (baru lahir) kelahiran hidup. Angka kematian bayi di

sampai dengan usia 1 bulan sesudah Indonesia masih tinggi dari negara ASEAN

lahir, neonatus dini adalah bayi berusia lainnya, jika dibandingkan dengan target

0-7 hari, neonatus lanjut adalah bayi dari MDGs (Millenium Development Goals)

berusia 7-28 hari. (Muslihatun,2010). tahun 2015 yaitu 23 per 1000 kelahiran
Kunjungan neonatal adalah kontak hidup. (WHO, 2015).
antara neonatal dengan tenaga kesehatan Kematian neonatal dapat dicegah
minimal dua kali untuk mendapatkan dengan pelayanan minimum neonatal.
pelayanan dan pemeriksaan kesehatan Sebagian besar dari kematian neonatal
neonatal, baik didalam maupun diluar dapat dicegah dengan pemberian paket
gedung puskesmas, termasuk bidan di minimum perawatan neonatal. Namun,
desa, polindes dan kunjungan ke rumah. sekitar 3 juta neonatus meninggal setiap
(Depkes 2004). bulan secara global karena kurangnya
Kunjungan neonatal bertujuan untuk perawatan yang tepat. Situasi ini adalah
meningkatkan akses neonatus untuk yang terburuk di Ethiopia (Fantahun,
mendapatkan pelayanan kesehatan dasar, 2015).
mengetahui sedini mungkin bila terdapat Lebih dari tiga perempat dari semua
kelainan pada bayi atau mengalami kematian balita terjadi dalam tahun
masalah dan bisa mendapatkan pelayanan pertama kehidupan anak dan mayoritas
yang terbaik agar terhindar di masa yang kematian bayi terjadi pada periode
akan datang. ( Rismintari, 2009). neonatus (Kemenkes RI, 2014).
Menurut laporan kerja kelompok World Masa perinatal dan neonatal
Health Organization (WHO) Angka merupakan masa yang kritis bagi
Kematian Bayi (AKB) adalah jumlah kehidupan bayi. Dua pertiga kematian
kematian bayi dalam usia 28 hari pada bayi terjadi dalam 4 minggu setelah
negara ASEAN (Association of South East persalinan dan 60% kematian bayi baru
Asia Nations) seperti di Singapura 3 per lahir terjadi dalam waktu 7 hari setelah
3

lahir. Faktor yang menyebabkan kematian neonatal (data Puskesmas Kampung


perinatal antara lain perdarahan, hipertensi, Baqa tahun 2015 dan 2016).
infeksi, kelainan preterm atau BBLR, asfiksia Dari beberapa faktor yang
dan hipotermia (Afifah,2013). mempengaruhi kunjungan neonatal
Di Indonesia tercatat cakupan (KN) dan hasil studi literatur
kunjungan Neonatus (KN) tertinggi sebelumnya menyebutkan bahwa faktor
berada di Propinsi Kepulauan Riau pengetahuan, sikap, dan dukungan
yaitu sebesar 104,66%, dan terendah keluarga merupakan faktor domain yang
berada di Propinsi Maluku Utara yaitu mempengaruhi kunjungan neonatal.
sebesar 19,15%. Dan Propinsi 97,30 Pengetahuan masyarakat sangat
(Kemenkes RI 2016). berperan dalam perilaku kesehatan
Provinsi Kalimantan Timur masyrakat itu sendiri. Respon ibu dalam
menunjukan kecendrungan yang makin merawat bayi baru lahirnya juga di
menurun dari tahun ke tahun. Sejak pengaruhi oleh pengetahuan terhadap
tahun 2010 yakni 23 per 1000 kelahiran bayinya. Pada penelitian sebelumnya
,sedangkan pada tahun 2013 sebesar semakin baik pengetahuan ibu maka
21 per 1000 kelahiran angka ini semakin terbuka untuk memanfaatkan
menurun dari tahun sebelumnya. Angka pelayanan kesehatan sehingga
Kematian Bayi dalam beberapa waktu meningkatakan perilaku ibu dalam
terakhir tersebut memberikan gambaran upaya menjaga dan melindungi bayinya
adanya peningkatan dalam kualitas melalui kunjungan neonatal.
hidup dan pelayanan kesehatan Sikap merupakan faktor predisposisi

masyarakat (Profil Kesehatan yang mempengaruhi terjadinya perilaku


Kalimantan Timur 2016). kesehatan dan kepercayaan seseorang
Di Puskesmas Kampung Baqa Tahun terhadap kesehatan. Siakp adalah
2015 yang melakukan kunjungan neonatal bagaimana pendapat atau penilaian orang
ada 1433 kunjungan neonatal di tahun 2016 atau responden terhadap hal yang terkait
yang melakukan kunjungan neonatal ada dengan kesehatan, sehat-sakit dan faktor
654 kunjungan neonatal, 2017 dari bulan terkait dengan faktor resiko kesehatn. Jadi

Januari-Desember 567 kunjungan sikap dapat berubah -ubah dalm situasi


yang memenuhi syarat (Afifah, 2013).
4

Peran keluarga dalam pelayanan kurang dari 28 hari di wilayah kerja


kunjungan neonatal sangat penting, puskesmas kampung baqa. Kunjungan
keluarga sebagai orang-orang yang neonatus pada bulan Maret ada 87
paling dekat dengan ibu yang harus responden orang. Dan teknik yang
memotivasi ibu untuk melakukan diambil dalam penelitian ini adalah
kunjungan serta selaku mendukung purposive sampling yaitu pengambilan
secara moril maupun materil sehingga sampel secara kebetulan ada atau
ibu mau melakukan kunjungan tersedia selama penelitian. Jadi sampel
neonatal di pelayanan kesehatan. yang diambil ada 87 orang di peroleh data
Dari survey awal yang di lakukan di di dapat kemudian di data , edit, coding,
posyandu balita yang masih wilayah entry, dan tabulating serta diolah dengan

Puskesmas Kambung Baqa samarinda menggunakan analisa univariat.

seberang di bulan Agustus terhadap 59 HASIL DAN PEMBAHASAN


orang tua neonatal ternyata hanya 15 Pada hasil penelitian ini peneliti
orang tua yang melakukan kunjungan memaparkan pengetahuan, sikap, dan

neonatal secara lengkap . dukungan keluarga dengan kunjungan


neonatus dipuskesmas akmpung baqa.
METODE PENELITIAN 1. Distribusi Frekuensi Pengetahuan
Penelitian ini merupakan jenis Tabel 1 distribusi Frekuensi Pengetahuan
penelitian analitik yang dilakukan dengan ibu tentang kunjungan neonatus
pendekatan cross sectional yaitu suatu di wilayah kerja puskesmas
penelitian yang mempelajari hubungan kampung baqa tahun 2018
variabel independent (pengetahuan, sikap
dan dukungan keluarga ) dan dependent No Pengetahuan Frekuensi Presentase
(%)
(Kunjungan Neonatal )dengan cara 1 Kurang 28 28,0
2 Cukup 21 24,1
pendekatan observasi dan pengumpulan
3 Baik 38 43,7
data dalam waktu yang bersamaan. Total 87 100

Penelitian ini di lakukan di puskesmas


Dari data diatas dapat dilihat bahwa
kampung baqa bulan Maret tahun 2018.
responden yang memiliki pengetahuan
populasi dalam penlitian ini adalah ibu
baik tentang pemeriksaan kunjungan
yang mempunyai bayi yang berumur
neonatal sebanyak 38 responden (43,7%)
5

sedangkan yang memiliki pengetahuan Dari data diatas dapat dilihat bahwa

cukup ada 21 (24,1%) responden dan responden yang mendapat dukungan dari

responden yang memiliki pengetahuan keluarga tinggi terkait dengan pelaksanaan

kurang tentang kunjungan neonatal Kunjungan Neonatal sebanyak 62

sebanyak 28 responden (28,0%). responden (71,3%) dan yang kurang

2. Distribusi Frekuensi Sikap mendapat dukungan dari keluarga rendah

Tabel 2 Distribusi Frekuensi Sikap terkait pelaksnaan Kunjungan Neonatal

dengan kunjungan neonatal di yaitu sebanyak 25 responden (28,7%).

wilayah kerja puskesmas 4. Distribusi Kunjungan Neonatal


kampung baqa tahun 2018 Tabel 4 Distribusi Kunjungan Neonatal

Di Wilayah Kerja Puskesmas


No Sikap Frekuensi Presentase
(%) Kampung Baqa Tahun 2018.
1 Negatif 43 43,0
2 Positif 44 44,0 No Kunjungan Frekuensi Presentase
Total 87 100 Neonatal (%)
1 Tidak 64 73,6
Lengkap
Dari data diatas dapat dilihat bahwa 2 Lengkap 23 26,4
responden yng memiliki sikap positif Total 87 100

tentang pemerikasaan kunjungn neonatal


Dari tabel diatas menunjukan bahwa dari
sebanyak 44 responden (44,0%)
87 responden yang diteliti, terdapat 23
sedangkan responden yang memiliki
responden (26,4%) yang melakukan
sikap negatif ada 43 responden (43,0%).
kunjungan neonatal lengkap dan terdapat
3. Distribusi Frekuensi Dukungan
64 responden (73,6%) yang tidak lengkap
Keluarga
melakukan kunjungan neonatal.
Tabel 3 Distribusi Frekuensi Dukungan
Berdasarkan data yang diperoleh dari 87
keluarga Dengan Kunjungan
responden terdapat 64 responden. yang
Neonatal Di wilayah Kerja
tidak lengkap melakukan kunjungan dan
Puskesmas Kampung Baqa
64 responden yang tidak melakukan
tahun 2018
kunjungan di kunjungan neonatal 2 (KN) .
5. Hubungan Pengetahaun dengan
No Dukungan Frekuensi Presentase
Keluarga (%) Kunjungan Neonatal
1 Rendah 25 28,7
2 Tinggi 62 71,3
Total 87 100
6

Pengetahuan Kunjungan Nonatal Total P Value

Tidak lengkap lengkap 0.000

n % n % n %

Kurang 27 31 1 1,1 38 43,7

Cukup 19 21,8 2 2,3 21 24,1

Baik 18 20,7 20 23 26 32,3

Total 64 73,6 23 26,4 87 100

berdasarkan hasil analisa hubungan sedangkan dalam chi square tabel (X²)
antara pengetahuan dengan kunjungan tabel = 5,991, maka dapat dilihat bahwa
neonatal diperoleh bahwa distribusi P value < ɑ (0.000<0.05) dan (X²) hitung
responden yang memiliki pengetahuan lebih besar dari pada (X²) tabel, dengan
baik serta melakukan kunjungan lengkap sendirinya hipotesa nol di tolak dan
yaitu sebanyak 20 responden (23,0%) menerima hipotesa alternatif yang
sedangkan responden yang memiliki menyatakan terdapat hubungan yang
pengetahuan cukup ada 21 responden signifikan antara pengetahuan ibu
(24,1%) dan responden yang memiliki mengenai kunjungan neonatal.
pengetahuan kurang serta tidak lengkap Analisa peneliti pengetahuan responden
ada 27 responden (31,0%). yang kurang dengan kunjungan yang
Dari hasil uji statistik dengan menggunkan tidak lengkap kerena kurangnya informasi
chi square dalam menguji hubungan antara yang diperoleh ibu baik melalui informasi
pengetahun dengan kunjungan neonaatal yang diterima dari tenaga kesehatan,
(KN), didapatkan bahwa P value 0,000 yang departemen kesehatan, pemerintah
berarti nilai tersebut lebih kecil dari nilai daerah dan kader-kader kesehatan
alpha (0,05) dengan harga dari chi-square maupun informasi dari media cetak, dan
(X²)hitung = 24,024 pengetahuan responden yang kurang
dengan kunjungan yang lengkap kerena
7

ibu ingin mendapatkan informasi langsung mengajak ibu untuk sharing masalah

kepetugas kesehatn sehingga ibu seputar kesehatan dan juga bidan bisa

melakukan kunjungan neonatus secara memberikan buku kontrol kepada ibu yang

lengkap. Pengetahuan ibu yang baik berguna untuk memantau waktu kunjungan

dengan kunjungan yang tidak lengkap dan kesehatan bayinya, membuat grup di
kerena ibu sudah mendapatkan informasi media sosial agar ibu bisa bisa mengetahui
dari media cetak atau dari internet hal seputar informasi dan waktu kunjungan

tentang perawatan bayi baru lahir pemeriksaan.

sehingga ibu beranggapan bahwa tidak Pengetahuan responden juga dipengaruhi


perlu lagi melakukan kunjungan neonatal oleh faktor pendidikan yang mayoritas
dan pengetahuan ibu yang baik dengan SMA. Menurut Sari (2009), pendidikan
kunjungan lengkap kerena ibu suatu usaha untuk mengembangkan
memperoleh informasi dari kader dan kepribadian dan kemampuan didalam dan
petugas kesehatan untuk melakukan diluar sekolah dan berlangsung seumur
kunjungan neonatal secara lengkap. hidup. Pendidikan mempengaruhi
Dalam hal ini untuk meningkatakan pengetahuan, makin tinggi pendidikan
jumlah kunjungan neonatal dinas seseorang makin mudah orang tersebut
kesehatan memberikan informasi kepada untuk menerima informasi.
masyarakat seperti memasang iklan di 6. Hubungan Sikap Dengan
spanduk atau baliho, radio, majalah yang
Kunjungan Neonatal
Tabel 6 Hubungan Sikap Dengan
berisi mengajak ibu-ibu yang baru
Kunjungan Neonatal di wilayah
melahirkan untuk melakukan kunjungan
kerja puskesmas kampung
neonatal di pelayanan kesehatan, dan
baqa tahun 018
dinas kesehtan juga bisa mengeluarkan
majalah yang membahas tentang bayi
baru lahir untuk melakukan pemeriksaan
ke pelayanan kesehatan.
Untuk pelayanan kesehatan untuk

melengkapi segala hal yang dibutuhkan

dalam pelayanan kesehatan seperti dalam

hal kegiatan posyandu tenaga kesehatan


8

Sikap Kunjungan Neonatal Total P value

Tidak lengkap
lengkap
n % n % n %
Negatif 42 48,3 1 1,1 44 50,6 0.000

Positif 22 25,3 22 25,3 43 49,4

Total 64 73,6 23 26,4 87 100

sendirinya hipotesa nol di tolak dan


Berdasarkan hasil analisa hubungan
menerima hipotesa alternatif yang
antara sikap dengan kunjungan
menyatakan terdapat hubungan yang
neonatl dapat diperoleh bahwa
signifikan antara sikap ibu mengenai
distribusi responden yang memiliki
kunjungan neonatal.
sikap positif serta Kunjungan Neonatal
Menurut analisa peneliti ibu yang memiliki
lengkap yaitu sebanyak 22 responden
sikap negatif dengan kunjungan yang
(25,3%) ,sedangkan yang responden
tidak lengkap disebabkan kerena ibu
yang memiliki sikap negatif serta tidak
beranggapan bahwa bila membawa bayi
lengkap kunjunganya yaitu sebanyak
baru lahir ke petugas kesehatan nanti
42 responden (48,3%).
bayinya akan disuntik dan hal ini
Dari hasil uji statistik dengan
membuat bayi menjadi demam ibu takut
menggunkan chi square dalam menguji
bayi akan menjadi rewel dan ibu
hubungan antara sikap dengan kunjungan
beranggapan kunjungan neonatus tidak
neonaatal (KN), didapatkan bahwa P
perlu dilakukan kerena membawa bayi di
value 0,000 yang berarti nilai tersebut
usia kurang dari satu bulan akan
lebih kecil dari nilai alpha (0,05) dengan
membahayakan bayi nya sehingga
harga dari chi-square (X²)hitung = 23,023
kunjungan neonatus tidak lah penting
sedangkan dalam chi square tabel (X²)
bagi bayinya. Dan ibu yang sikap negatif
tabel = 3,841, maka dapat dilihat bahwa P
tetapi lengkap melakukan kunjungan
value < ɑ (0.000<0.05) dan (X²) hitung
dikerenakan ibu beranggapan bayinya
lebih besar dari pada (X²) tabel, dengan
9

harus mendapatkan pelayanan walaupun pengalaman pada masa lalu sehingga


ibu merasa takut jika mendapatkan tidak perlu lagi melakukuan kunjungan
pelayanan dari petugas kesehatan tetapi neonatal.
ibu lebih takut jika masalah menjadi lebih Pada penelitian Zuraidah (2016)
fatal. Dan sikap ibu yang positif dengan Pentingnya pemeriksaan atau kunjungan
kunjungan neonatal yang tidak lengkap neonatal dan tidak menyikapi secara
kerena ibu merasa tidak perlu melakukan postif hal tersebut. Sikap ibu neonatus
kunjungan kerena dia berpikir bisa saja yang negatif mungkin dipengaruhi oleh
dia melakukan sendiri dirumah dan tidak pengetahuan yang kurang, responden
harus juga selalu melakukan kunjungan. yang memiliki sikap negatif di pengaruhi
Dan ibu yang memiliki sikap positif oleh rendahnya pengetahuan tentang
dengan kunjungan lengakap ibu tersebut pemeriksaan neonatal. Faktor yang
memiliki pemahaman yang baik dari menemtukan sikap seseorang tidak
manfaat kunjungan neonatal tersebut. hanya faktor pengetahuan saja, tetapi
Penanganan dalam hal sikap ini ibu yang juga di pengaruhi oleh kepercayaan dan
memiliki bayi yang kurang dari 28 hari budaya dan emosi responden.
diharapkan untuk melakukan kunjungan Sejalan dengan penelitian Sura (2013)
neonatal sesuai jadwal yang telah bahwa sikap yang menyataka bahwa
diberikan kepada petugas kesehatan, sikap ibu adalah pandangan yang bersifat
lebih sering mencari informasi di media positif atau negatif. Dalam penelitian ini
sosial, dan mengikuti beberapa kegiatan menunjukan bahwa sikap ibu yang dimiliki
yang telah di selenggarakan oleh ibu mempengaruhi untuk melaukuan
pelayanan kesehatan. kunjungan neonatal. Ibu yang memiliki
Pada penelitian yang di lakuka oleh Ochta sikap positif melakukan kunjungan
(2017) ibu merasa mampu merawat neonatal lebih teratur dibandingkan yang
neonatus dan memiliki kepercayaan yang memiliki sikap negatif.

tinggi dalam merawat bayinya, sehingga 7. Hubungan Dukungan Keluarga


berpengaruh terhadap kunjungan Dengan Kunjungan Neonatal
neonatus pengalaman seseorang dapat
memmbentuk sikap yang negatif kerena
kepercayaan yang tinggi kerena sudah
10

Tabel 7 Hubungan Dukungan Keluarga alpha (0,05) dengan harga dari chi-square
Dengan Kunjungan Neonatal (X²)hitung = 7.534 sedangkan dalam chi
Di Puskesmas Kampung Baqa square tabel (X²) tabel = 3,841, maka
Tahun 2018 dapat dilihat bahwa P value < ɑ

No Dukungan Kunjungan Neontal Total P value


Keluarga

Tidak lengkap
lengkap
n % n % n %
1. Rendah 24 18,4 1 6,6 62 71,3 0.006

2. Tinggi 40 46 22 16,4 25 28,7

Jumlah 64 73,6 23 26,4 87 100

Berdasarkan hasil analis hubungan antara (0.006<0.05) dan (X²) hitung lebih besar
dukungan keluarga dengan kunjungan dari pada (X²) tab el, dengan sendirinya
neonatal di peroleh hasil bahwa responden hipotesa nol di tolak dan menerima
yang mendapat dukungan dari keluarga hipotesa alternatif yang menyatakan
tinggi serta lengkap kunjungan neonatal terdapat hubungan yang signifikan
yaitu sebanyak 22 responden (16,4%) antara dukungan keluarga ibu mengenai
sedangkan responden yang kurang kunjungan neonatal. Kemudian dari uji
mendapat dukungan dari keluarga serta
statistik juga didapatkan nilai OR 13.200
tidak lengkap kunjungn neonatal yaitu
dan CI= 95% (2.525-9.790), yang
sebanyak 1 responden (6,6%)
artinya ibu yang memiliki dukungan
Dari hasil uji statistik dengan keluarga yang tinggi tentang kunjungan
menggunkan chi square dalam menguji neonatal cenderung melakukan
hubungan antara dukungngan keluarga kunjungan neonatal yang lengkap
dengan kunjungan neonatal (KN), sebesar 13.200 kali dibandingkan ibu
didapatkan bahwa P value 0,006 yang yang memiliki dukungan keluarga yang
berarti nilai tersebut lebih kecil dari nilai rendah tentang kunjungan neonatal.
11

Menurut Analisa penelti Dari hasil penelitian bahwa mendapat dukungan sepenuhnya
ini menunjukan bahwa ibu yang memiliki dari keluarga dan keluaraga siap untuk
dukungn keluarga tinggi terhadap menemani si ibu kepelayanan kesehatan.
pemeriksaan neonatal cenderung tidak Hal ini disebabkan kesadaran terhadap

lengkap dalam melakukan kunjungan kunjungan neonatal dan motivasi diri

neonatal sedangakan ibu yang memiliki responden kurang. Beberapa responden

dukungan yeng rendah cenderung tidak menuturkan bahwa keluarga mendukung

lengkap. Tetapi dalam penelitian ini ada untuk melakukan pemerikasaan kunjungan

juga ibu yang memiiki dukungn yang tinggi neonatal namun tidak di barengi perilaku

tetapi lengkap dalam pemeriksaan. keluarga. Dimana ada keluarga yang

Dukungan yang rendah dengan kunjungan mendukung tetapi tidak mengatarkan ibu

yang tidak lengkap di sebabkan oleh untuk melakukan kunjunga neonatal

kurangnya dukungan dari keluarga terdekat sehingga ibu enggan berkunjung ke

sehingga menyebakan masalah dalam pelayanan kesehatan untuk melakukan

kunjungan seperti ibu atau suami merasa pemeriksaan . pemahaman ibu juga yang

kepelayanan kesehatan hanya membuang kurang membuat hambatan pemriksaan.

waktu saja, sehingga keluarga mampu Apabila pemahaman ibu baik maka

melakukanya sendiri di rumah dan hambatan eksternal seperti itu bukan

dukungan yang rendah tetapi lengkap menjadi penghalang besar ibu untuk tidak

melakukan kunjungan di sebabkan ibu melakukan kunjungan neonatal secara

merasa harus melakukan kunjungan kerena teratur.

ibu merasa kurang yakin terhadap Menurut Reeder (2010) mengungkapkan

pemikiran dari keluarga. Sedangkan bahwa dukungan dari keluarga merupakan

dukungan yang tinggi tetapi tidak lengkap hal yang penting dalam pemeriksaan

melakukan kunjungan disebabkan keluarga kunjungan neonatal. Kerena pemeriksaan

tidak bisa pergi mengantar ke pelayanan neonatal tidak hanya menekankan pada
kesehatan sehingga si ibu menunda untuk kesehatan fisik dan emosional ibu tetapi
melakukan jadwal kunjungan yang telah di juga kebutuhan sosial ibu seperti dukungan
berikan dan dukungan yang tinggi tetapi dari keluarga. Reeader juga mengatakan
lengkap melakukan kunjungan kerena ibu bahwa mempertimbangkan kondisi sosial
merasa kultural dalam kehidupan
12

keluarga seperti sosial ekonomi tingkat wilayah kerja Puskesmas Kampung Baqa
pendidikan struktur komunitas nutrisi Tahun 2018 hal ini berdasarkan hasil
support sistem dan kultur persepktif. P value < ɑ, yaitu 0.006 < 0.05 dan X
Penelitian Flora Honey (2011) dukungan hitung > X tabel yaitu 7,534 > 3,841
keluarga sangat dibutuhkan oleh ibu
sehingga harus selalu mendapatka Saran
perhatian dan pengertian dari suaminya 1.Bagi Instansi Kesehatan

selama merawat neonatus pada kondisi a.Menerapkan surveilens neonatal di

seseorang ibu juga perlu dukunga agar dinas kesehatan dan Puskesmas.
kondisi fisik dan mentalnya tetap stabil b. Ada beberapa film pendek tentang
dalam menghadapi suatu permasalahan kunjungan neonatal di jam
merawat neonatus yang tengah di berkunjungan pasien di Puskesmas
hadapinya. c.Reoreintasi Good Governance
5. KESIMPULAN DAN SARAN peleyanan kesehatan untuk menjadi
Berdasarkan hasil penelitian yang lebih baik. d.Memasang iklan di spanduk
sudah dilakukan, maka dapat ditarik atau baliho , radio untuk mengajak ibu
kesimpulan sebagai berikut melakukan kunjungan neonatal
1.Ada hubungan antara pengetahuan e.Dan dinas kesehatan bekerja sama
dengan kunjungan neonatal di wilayah dengan penerbit buku untuk
kerja Puskesmas Kampung Baqa membahasa tentang bayi baru lahir
Tahun 2018 hal ini berdasarkan hasil dan kunjungan neonatal.
P value < ɑ, yaitu 0.000 < 0.05 dan X f. Bagi pelayanan kesehatan mengajak
hitung > X tabel yaitu 24,024 > 5,991 ibu untuk melakukan pertemuan agar
2.Ada hubungan antara Sikap dengan bisa sharing dalam masalah kesehatan.

kunjungan neonatal di wilayah kerja g. Petugas kesehatan memberikan


Puskesmas Kampung Baqa Tahun 2018 buku kontrol rutin yang lengkap
hal ini berdasarkan hasil P dengan bacaan-bacaan seputar bayi
value < ɑ, yaitu 0.000 < 0.05 dan X baru lahir h.Membuat grup di media
hitung > X tabel yaitu 23,023 > 3,841 sosial buat ibu-ibu dan petugas
3.Ada hubungan antara Dukungan kesehatan untuk membahas seputar
keluarga dengan kunjungan neonatal di bayi baru lahir informasi kunjungan.
i.Memasang clock alert di kalender hp agar ibu mengingat waktu kunjungan.
2.Bagi Masyarakat
a.Adanya gerakan masyrakat sehat untuk menunjukan bahwa kesehatan tidak hanya
milik pemerintah, tetapi juga milik masyarakat. Untuk dapat menciptkan gerakan kearah
hidup sehat, masyrakat perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan. Selain itu
masyarakat perlu diberdayakan agar berperilaku hidup sehat.
b.Untuk keluarga terutama suami agar memberikan dukungan psikologi terhadap ibu yang
baru melahirkan dengan cara menghantar mengingatkan, ibu untuk memeriksakaan
bayinya. Jika keluarga tidak bisa mengahantarkan ibu keluarga bisa membantu mencari alat
transportasi seperti kendaraan umun maupun online. c.Keluarga dan suami membantu
pekerjaan rumah sehingga ibu bisa melakukan kunjungan neonatal.
3.Bagi Peneliti Selanjutnya
Peneliti lain dapat melakukan penelitian terkait pemeriksaan kunjungan neonatal dengan variabel

lain yang berbeda atau mengambil desin penelitian kualitatif agar memperoleh informasi yang

lebih mendalam terkait denagn pemeriksaan neonatal di masyarakat khusunya budaya..


13

DAFTAR PUSTAKA
Notoatmodjo, S. 2007. Pendidikan da Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta : Jakarta.
Notoadmodjo, S. 2010. Metode Penelitian Kesehatan . Rineka Cipta : Jakarta. Kementerian
Kesehatan RI. 2016. Profil Kesehatan Kalimantan Timur 2016.
Kalimantan Timur : Kementrian kesehatan indonesia RI.
Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia. 2014. Jakarta : Survei Demografi dan
Kesehatan Kalimantan Timur.
Darmwan, Flora Honey. Dewi Julianti Mulyani 2011. “Hubungan Pengetahuan Ibu Dan
Dukungan Suami Dengan Kunjungan Neonatus (KN1) Di Wilayah Kerja Puskesmas
Pasrilangu Kabupaten Bandung Barat tahun 2011”. Skripsi (Online)
http://stikesayani.ac.id.
Zuraida, “ Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kunjungan Neonatus Di
Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Kilangan tahun 2016. Jurnal Human Care [Online ]
http://ojs.fdk.ac.id.
Data Dinas Kesehatan Kota Samarinda. Tyas Suci Cahyaning . Notobroto Hari Basuki
2014. “ Analisis Hubungan