Anda di halaman 1dari 3

Internasionalisasi Bahasa Indonesia

Latar Belakang

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa
Indonesia.Pada 28 Oktober 1928,Bahasa Indonesia telah ditetapkan sebagai bahasa
persatuan yang tercetus dalam salah satu butir dalam sumpah pemuda yang
berbunyi "Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa
Indonesia.

Bahasa Indonesia sekarang dituturkan oleh lebih dari 90% masyarakat Indonesia, tapi tidak
semua masyarakat Indonesia bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Umumnya
masyarakat Indonesia dalam percakapan sehari-hari menggunakan bahasa Indonesia yang
dicampur adukan dengan bahasa daerah, ada pula yang mencampur adukan bahasa
Indonesia dengan bahasa Inggris

Seiring perkembangan zaman pula, pengguna Bahasa Indonesia juga terus bertambah, bukan saja
masyarakat Indonesia sendiri tetapi juga masyarakat dari negara-negara lainnya.Hal ini tentunya
tidak terlepas dari peran bangsa ini yang dinilai semakin penting di mata dunia karena kiprahnya
yang cukup penting di mata dunia, baik dari segi ekonomi mengingat pangsa pasar yang cukup
besar maupun dari segi peran serta dalam menjaga perdamaian dunia melalui pengiriman
pasukan ke negara-negara yang berkonflik.

Menurut Kepala Bidang Pengembangan, Pusat Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan


Nasional, Drs Mustakim Mhum, dalam seminar Bahasa Indonesia Untuk Penutur Asing (BIPA)
dan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) di Medan, akhir Oktober 2009 lalu,
mengatakan, Bahasa Indonesia sangat berpotensi besar menjadi bahasa penghubung antarbangsa,
seiring semakin tingginya minat warga asing untuk mempelajarinya.
Kelebihan

1. bahasa Indonesia sangat mudah dikuasai, terutama tingkat dasar


2. Bahasa Indonesia tidak mengenal kala, konjugasi, maupun jenis kelamin kata benda.
Lafal bahasa Indonesia juga tidak sulit karena lebih tipis atau ringan. Hanya ada sedikit
bunyi yang sulit, misalnya [ny] dan [ng]. Kalaupun orang asing bermasalah ketika
mengucapkannya, orang Indonesia masih memahami maksudnya.

Kekurangan

Peluang
1. Kini bahasa Indonesia mulai dilirik oleh negara lain, terbukti sudah lebih dari 40 negara yang mempelajari
bahasa indonesia, seperti Australia, Amerika, Kanada, Vietnam dan banyak negara lainnya. Bahkan di
Australia bahasa Indonesia menjadi bahasa populer keempat. Ada sekitar 500 sekolah mengajarkan bahasa Indonesia
disana. Sedangkan di Ho Chi Min City, Vietnam bahasa Indonesia menjadi bahasa ke-dua secara resmi sejak desember
2007 yang setara dengan bahasa Inggris, Perancis dan Jepang.

2. Wikipedia bahasa Indonesia yang menduduki peringkat ke 26 di dunia.Wikipedia


Indonesia kini berada di peringkat 26 dari 250 Wikipedia berbahasa asing di dunia.
Sedangkan di tingkat Asia kita berada di peringkat tiga, setelah Jepang dan Mandarin.

3. Lebih dari 168 lembaga pendidikan formal maupun nonformal di beberapa negara telah
memberikan pelajaran bahasa Indonesia kepada peserta didiknya.

4. peluang bahasa Indonesia untuk menjadi bahasa internasional pernah terbuka pada 1960-an
ketika Indonesia memprakarsai terbentuknya perkumpulan negara-negara di Asia Tenggara yang
juga disebut dengan ASEAN.

5. Berdasarkan data yang tercatat di Pusat Bahasa, Bahasa Indonesia telah diajarkan kepada
orang asing di berbagai lembaga, baik di dalam maupun di luar negeri.Di dalam negeri
misalnya, saat ini tercatat tidak kurang dari 76 lembaga yang telah mengajarkan Bahasa
Indonesia kepada penutur asing, baik di perguruan tinggi, sekolah maupun di lembaga-
lembaga kursus.

6. Sementara di luar negeri,pengajaran Bahasa Indonesia Untuk Penutur Asing (BIPA) telah
dilakukan di 46 negara, yang tersebar di seluruh benua dengan 179 lembaga
penyelenggara."Lembaga-lembaga tersebut misalnya seperti perguruan tinggi, KBRI,
pusat-pusat kebudayaan, sekolah Indonesia di luar negeri dan lembaga-lembaga kursus
lainnya. Ini tentunya peluang besar bagi Bahasa Indonesia untuk menjadi bahasa
internasional
Ancaman/Hambatan
1. Hambatan dalam menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa Internasional ada pada diri kita sendiri,
seperti menggunakan bahasa Indonesia yang dicampur adukan dengan bahasa daerah, penggunaan bahasa
prokem dan penggunaan bahasa Indonesia yang tidak baku.

2. sejumlah sekolah telah menyatakan diri mereka sebagai sekolah internasional dengan
kebanggaan bahwa bahasa yang digunakan sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran
adalah bahasa asing, khususnya bahasa Inggris.