Anda di halaman 1dari 7

PRAKTIKUM BATUBARA

LABORATORIUM TEKNOLOGI MINERAL DAN


BATUBARA
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

BAB VII
MIXING BATUBARA

7.1. Tujuan Praktikum

Adapun tujuan dari praktikum yang dilakukan pada bab ini yaitu
mengetahui konsep mixing dalam skala laboratorium.

7.2. Dasar Teori


Dalam ilmu batubara, istilah blending diartikan sebagai pekerjaan
pencampuran dua jenis batubara atau lebih yang kualitasnya berbedan
untuk memperoleh satu jenis batubara dengan kualitas yang sesuai
dengan spesifikasi dalam kontrak.
Ada dua jenis parameter batubara dalam mem-blending
batubara, yaitu
1. Parameter aditif, yaitu parameter yang memiliki sifat adiktif
antara lain, kandungan ash, moisture, total sulfur, dsb
2. Parameter yang memiliki sifat nonaditif parameter batubara
yang memiliki sifat aditif maupun nonaditif antara lain
hardgrove grindability index, ash fusion temperature. Crucible
Swelling Number, plasticity, gray king coke.
Dalam praktiknya, cara mengerjakan blending dapat dibagi
menjadi dua yaitu
1. Blending pada waktu pemuatan
2. Blending di stockpile sebelum pengapalan
Adapun cara-cara blending yang sering digunakan adalah
sebagai berikut:
1. Chevron stockpiling
2. Windrow stockpiling
3. Layered stockpiling
4. Axial stockpiling
5. Continous Stockpilling
6. Alternate Stockpilling
(Muchjidin, 2006)

Ruwaydah. S
H1C115021
PRAKTIKUM BATUBARA
LABORATORIUM TEKNOLOGI MINERAL DAN
BATUBARA
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Secara teoritis parameter kualitas campurannya dapat didekati


dengan persamaan berikut:

……………(7.1)

……………………..(7.2)

Keterangan :
Kc = Kualitas campuran batubara (kkal/kg)
XTc = Berat tumpukan campuran batubara (kg)
KT1 = Kualitas tumpukan batubara 1 (kkal/kg)
KT2 = Kualitas tumpukan batubara 2 (kkal/kg)
KTn = Kualitas tumpukan batubara ke-n (kkal/kg)
XT1 = Berat tumpukan batubara 1 (kg)
XT2 = Berat tumpukan batubara 2 (kg)
XTn = Berat tumpukan batubara ke-n (kg)
(Simamora, 2012 )

7.3. Alat dan Bahan


Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini,
sebagai berikut :
7.3.1. Alat
Alat-alat yang digunakan pada praktikum ini, sebagai
berikut :

Ruwaydah. S
H1C115021
PRAKTIKUM BATUBARA
LABORATORIUM TEKNOLOGI MINERAL DAN
BATUBARA
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

a. Alat Pencampur,digunakan untuk mencampurkan batubara


dengan kalori yang berbeda.
b. Sendok, digunakan untuk memasukkan campuran bahan
briket ke lubang cetakan briket.
c. Stopwatch, digunakan untuk menghitung lamanya waktu
saat proses pembakaran briket batubara non-karbonisasi.
d. Timbangan, digunakan untuk mengitung berat batubara
sebelum di campur dengan batubara dengan kalori berbeda
sblum di mixing
e. Ember, digunakan untuk merendam briket batubara dengan
minyak tanah
f. APD (Alat pelindung diri) digunakan untuk melindungi dari
bahaya pada saat praktikum.
7.3.2. Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum ini, sebagai
berikut :
a. Batubara Non-Karbonisasi dengan kalori ± 7500 kkal/kg,
dengan berat 1500 gram atau 1,5 kg.
b. Batubara Non-Karbonisasi dengan kalori ± 5000 kkal/kg,
dengan berat 1500 gram atau 1,5 kg.

7.4. Prosedur Percobaan


Adapun prosedur kerja untuk pencampuran batubara non-
karbonisasi, yaitu:
Batubara kalori ± 7000 kkal/kg
dengan berat 1500 gram

ditambahkan

Batubara kalori ± 5000 kkal/kg


dengan berat 1500 gram
dimasukkan ke alat
pencampur

Batubara kalori ± 7000 kkal/kg +


batubara kalori ± 5000 kkal/kg
dengan total berat 3000 gram

Ruwaydah. S
diaduk selama 15 menit
H1C115021

Batubara hasil mixing kalori


6000 ± kkal/kg
PRAKTIKUM BATUBARA
LABORATORIUM TEKNOLOGI MINERAL DAN
BATUBARA
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Gambar 7.13
Flowchart Pencampuran Batubara Non-Karbonisasi

Langkah Kerja:
a. Menyiapkan alat dan batubara dengan kalori berbeda.
b. Mencampur batubara tersebut.
c. Memasukkan campuran batubara ke alat pencampur sesuai komposisi
yang ditentukan.
d. Mengaduk kedua campuran dengan alat pencampur.
e. Mencatat data hasil campuran.

7.5. Data Hasil Pengamatan


7.5.1. Data Hasil Pengamatan Mixing Batubara
Hasil pengamatan dari praktikum mixing batubara non-
karbonisasi dapat dilihat pada table berikut :
Tabel 7.1
Data Hasil Pengamatan Hasil Mixing Batubara
Campuran 1 CAmpuran 2 Hasil
Jenis
Mixing
sampel
(kkal/kg
)
Kalori Berat Kalori Berat
(kkal/kg) (gram) (kkal/kg) (gram)

Batubara
7000 1500 5000 1500 6000
non-
karbonisas
i

Ruwaydah. S
H1C115021
PRAKTIKUM BATUBARA
LABORATORIUM TEKNOLOGI MINERAL DAN
BATUBARA
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

7.6. Pengolahan Data


7.6.1. Mixing Batubara Non-Karbonisasi
Berikut ini adalah perhitungan dari kegiatan praktikum
mixing batubara non-karbonisasi, yaitu:
Diketahui :
Kalori batubara non-karbonisasi 1 (KT1) : 5000 kkal/kg
Kalori batubara non-karbonisasi 2 (KT2) : 7000 kkal/kg
Berat batubara non-karbonisasi 1 (XT1) : 1500 gram = 1,5 kg
Berat batubara non-karbonisasi 2 (XT2) : 1500 gram = 1,5 kg
Ditanya : Kalori batubara campuran (Kc)…?
Kc = (KT1 x XT1) + ( KT2 x XT2)
XTc

Kc = (5000 x 1500) + (7000 x 1500)


1500 + 1500

Kc = 7.500,00 + 10.500,000

Ruwaydah. S
H1C115021
PRAKTIKUM BATUBARA
LABORATORIUM TEKNOLOGI MINERAL DAN
BATUBARA
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

3000

Kc = 6.000 kkal/kg

7.7. Pembahasan
Praktikum kali ini akan membahas mengenai mixing batubara
non-karbonisasi. Adapun perbedaan mixing dan blening adalah mixing
didefinisikan sebagai pencampuran batubara dalam skala laboratorium
sedangkan blending dalam skala perusahaan atau skala besar, tujuan
dari kedua kegiatan tersebut yaitu mixing untuk menghasilkan batubara
dengan kalori yang diinginkan sedangkan pada blending tidak hanya
menghasilkan kalori saja tetapi kualitas batubara lainnya bisa ditentukan
dengan kegiatan blending.
Kegiatan mixing yang dilakukan pada praktikum ini
mencampurkan dua batubara yang berbeda kalorinya dimana batubara
non-karbonisasi berkalori ± 7000 kkal/kg dengan berat 1500 gram atau
1,5 kg dengan kalori batubara non-karbonisasi ± 5000 kkal/kg dengan
berat 1500 gram atau 1,5 kg, dengan hasil pencampuran didapat
batubara dengan kalori 6000 kkal/kg. Kedua batubara tersebut

Ruwaydah. S
H1C115021
PRAKTIKUM BATUBARA
LABORATORIUM TEKNOLOGI MINERAL DAN
BATUBARA
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

dimasukkan ke dalam mixing untuk dilakukan pencampuran dengan


cara memutar alat mixing tersebut selama 15 menit agar seluruh butiran
batubara merata tercampur.
Sebelum dimasukkan kedalan alat pencampur, berat total pada
briket seberat 3000 gram, setelah selesai di mixing selama 15 menit,
batubara di keluarkan dan ditimbang kembali didapatkan hasil seberat
2,97 gram. hal ini diakibatkan karena praktikan kurang hati-hati ketika
memasukkan batubara ke alat pencampur sehingga batubara
berjatuhan dan berkurang, selain itu faktor lain yang mengakibatkan
terjadinya selisi jumlah pada material di karenakan batubara yang
tadinya ditimbang setelah dipindahkna ketempat pencampuran, maka
debu batubara dan juga zat terbangnya yang berkurang pada saat
mixing.

7.8. Penutup
7.8.1. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari praktikum proses mixing kali ini,
dimana dalam konsep mixing batubara sendiri yaitu
pencampuran dua jenis batubara seperti mencampurkan
batubara kalori 7000 kkal/kg dengan kalori 5000 kkal/kg, akan
menghasilkan batubara dengan kalori 6000 kkal/kg sesuai
dengan kalori yang diinginkan.
7.8.2. Saran
Adapun saran untuk praktikum proses mixing batubara
non-karbonisasi, sebagai berikut :
a. Sebaiknya alat yang dikuganakan agar diperbayak
lagi sehingga pada saat praktikum tidak menguras waktu.
b. Sebaiknya pada saat praktikum alat pelindung diri
pada praktikan lebih di perhatikan

Ruwaydah. S
H1C115021