Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH TERMODINAMIKA

SISTEM TERMODINAMIKA

Di Susun Oleh :

Bella safitri (06101381621036)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
TAHUN 2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat dan
karunia-NYA kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini dalam bidang studi
Termodinamika “ System Termodinamika”. Mungkin dalam pembuatan makalah
ini masih banyak memiliki kekurangan baik dari segi penulisan, isi dan lain
sebagainya. Maka kami sangat mengharapkan kritikkan dan saran guna perbaikan
untuk pembuatan makalah di hari yang akan datang. Demikianlah sebagai
pengantar kata, dengan iringan serta harapan semoga tulisan sederhana ini semoga
dapat diterima dan bermanfaat bagi semua pembaca. Khususnya bagi
mahasiswa-mahasisiwi Fakultas Keguruaan dan Ilmu Pendidikan untuk
meningkatkan pengetahuan dan pengembangan keterampilan kependidikan demi
terciptanya pendidik professional.
Atas semua ini kami mengucapkan terimakasih bagi segala pihak yang
telah ikut membantu dalam menyelesaikan makalah ini.

Indralaya, 20 Januari 2017


Penyusun

Kelompok 4
DAFTAR ISI

Kata Pengantar
Daftar Isi

BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
2. Tujuan
3. Rumusan masalah
BAB II PEMBAHASAN
1. Pengertian termodinamika
2. Hukum-hukum termodinamika
3. Sistem termodinamika
4. Jenis-jenis sistem

BAB III PENUTUP


1. Kesimpulan
2. Saran
Daftar Pustaka
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar belakang

Termodinamika adalah cabang dari ilmu fisika yang mempelajari tentang


proses perpindahan energi sebagai kalor dan usaha antara sistem dan lingkungan.
Kalor diartikan sebagai perpindahan energi yang disebabkan oleh perbedaan suhu,
sedangkan usaha merupakan perubahan energi melalui cara-cara mekanis yang
tidak disebabkan oleh perubahan suhu. Proses perpindahan energi pada
termodinamika berdasarkan atas dua hukum, yaitu Hukum 1 Termodinamika yang
merupakan persyaratan hukum kekekalan energi, dan Hukum 2 Termodinamika
yang memberikan batasan tentang arah perpindahan kalor yang dapat terjadi.

Dalam pembahasan kita kali ini, kita akan mengacu pada sistem tertentu,
yaitu Sistem Terbuka dan Sitem Tertutup.

2. Tujuan
❖ Supaya mahasiswa dapat mengetahui pengertian dari Termodinamika
❖ Mahasiswa mengetahui hukum-hukum termodinamika
❖ Mahasiswa mengetahui sistem dari termodinamika

3. Rumusan masalah
❖ Apa yang dimaksud dengan termodinamika ?
❖ Apa hukum-hukum termodinamika ?
❖ Jelaskan sistem-sistem termodinamika ?

BAB II

PEMBAHASAN

1. Pengertian Termodinamika

Termodinamika adalah cabang dari ilmu fisika yang mempelajari tentang


proses perpindahan energi sebagai kalor dan usaha antara sistem dan lingkungan.
Kalor diartikan sebagai perpindahan energi yang disebabkan oleh perbedaan suhu,
sedangkan usaha merupakan perubahan energi melalui cara-cara mekanis yang
tidak disebabkan oleh perubahan suhu. Proses perpindahan energi pada
termodinamika berdasarkan atas dua hukum, yaitu Hukum 1 Termodinamika yang
merupakan persyaratan hukum kekekalan energi, dan Hukum 2 Termodinamika
yang memberikan batasan tentang arah perpindahan kalor yang dapat terjadi.

Dalam pembahasan kita kali ini, kita akan mengacu pada sistem tertentu,
yaitu Sistem Terbuka dan Sitem Tertutup. Sistem terbuka adalah sistem dimana
antara sistem dan lingkungan memungkinkan terjadinya pertukaran materi dan
energi. Apabila hanya terjadi pertukaran energi tanpa pertukaran materi, sistem
disebut Sistem tertutup. Adapun sistem terisolasi adalah jika antara sistem dan
lingkungan tidak terjadi pertukaran materi dan energi.

● Usaha Sistem pada Lingkungan, yaitu Usaha yang dilakukan sistem pada
lingkungannya merupakan ukuran energi yang dipindahkan dari sistem ke
lingkungan.
● Usaha pada Beberapa Proses Termodinamika, yaitu dalam termidinamika
terdapat berbagai proses perubahan keadaan sistem, yaitu proses isotermal,
isobarik, isokhorik, dan adiabatik.

2. Hukum-hukum Termodinamika`

Dalam termodinamika juga terdapat empat hukum dasar yang menjadi


panduan dalam keseluruhan kajiannya. Hukum-hukum termodinamika tersebut
antara lain:

● Hukum 0 Termodinamika: Jika dua sistem dalam keadaan setimbang


dengan sistem ketiga, maka ketiga sistem saling setimbang satu dengan
lainnya.
● Hukum I Termodinamika: Berbicara tentang prinsip kekekalan energi
yang berbunyi “Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat
dimusnahkan tetapi energi dapat diubah dari suatu bentuk energi ke bentuk
energi yang lainnya”.
● Hukum II Termodinamika: Energi kalor tidak dapat seluruhnya diubah
menjadi energi mekanik atau usaha, tetapi sebagian akan terbuang.
● Hukum III Termodinamika: Suatu saat sistem akan berada pada suhu nol
absolut, proses akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai
minimum.

3. Sistem Termodinamika

Dalam termodinamika dikenal istilah sistem dan lingkungan. Sistem


adalah benda atau sekumpulan apa saja yang akan diteliti atau diamati dan
menjadi pusat perhatian. Sedangkan lingkungan adalah benda-benda yang berada
diluar dari sistem tersebut. Sistem bersama dengan lingkungannya disebut dengan
semesta atau universal. Batas adalah perantara dari sistem dan lingkungan.
Contohnya adalah pada saat mengamati sebuah bejana yang berisi gas, yang
dimaksud dengan sistem dari peninjauan itu adalah gas tersebut sedangkan
lingkungannya adalah bejana itu sendiri.

4. Jenis-jenis sistem

Klasifikasi sistem termodinamika berdasarkan sifat dari batasan dan arus


benda, energi dan materi yang melaluinya. Ada tiga jenis sistem berdasarkan jenis
pertukaran yang terjadi antara sistem dan lingkungannya, yaitu :

1) ​ Sistem terbuka

Sistem yang mengakibatkan terjadinya pertukaran energi (panas dan kerja)


dan benda (materi) dengan lingkungannya. Sistem terbuka ini meliputi peralatan
yang melibatkan adanya aliran massa kedalam atau keluar sistem seperti pada
kompresor, turbin, nozel dan motor bakar. Sistem mesin motor bakar adalah ruang
didalam silinder mesin, dimana campuran bahan bahan bakar dan udara masuk
kedalam silinder, dan gas buang keluar sistem. Pada sistem terbuka ini, baik
massa maupun energi dapat melintasi batas sistem yang bersifat permeabel.
Dengan demikian, pada sistem ini volume dari sistem tidak berubah sehingga
disebut juga dengan control volume.

Perjanjian yang kita gunakan untuk menganalisis sistem adalah

● Untuk panas (Q) bernilai positif bila diberikan kepada sistem dan bernilai
negatif bila keluar dari sistem
● Untuk usaha (W) bernilai positif apabila keluar dari sistem dan bernilai
negatif bila diberikan (masuk) kedalam sistem.

2) ​ Sistem tertutup

Sistem yang mengakibatkan terjadinya pertukaran energi (panas dan kerja)


tetapi tidak terjadi pertukaran zat dengan lingkungan. Sistem tertutup terdiri atas
suatu jumlah massa yang tertentu dimana massa ini tidak dapat melintasi lapis
batas sistem. Tetapi, energi baik dalam bentuk panas (heat) maupun usaha (work)
dapat melintasi lapis batas sistem tersebut. Dalam sistem tertutup, meskipun
massa tidak dapat berubah selama proses berlangsung, namun volume dapat saja
berubah disebabkan adanya lapis batas yang dapat bergerak (moving boundary)
pada salah satu bagian dari lapis batas sistem tersebut. Contoh sistem tertutup
adalah suatu balon udara yang dipanaskan, dimana massa udara didalam balon
tetap, tetapi volumenya berubah dan energi panas masuk kedalam masa udara
didalam balon.

Sebagaimana gambar sistem tertutup dibawah ini, apabila panas diberikan


kepada sistem (Qin), maka akan terjadi pengembangan pada zat yang berada
didalam sistem. Pengembangan ini akan menyebabkan piston akan terdorong ke
atas (terjadi Wout). Karena sistem ini tidak mengizinkan adanya keluar masuk
massa kedalam sistem (massa selalu konstan) maka sistem ini disebut control
mass.

Suatu sistem dapat mengalami pertukaran panas atau kerja atau keduanya,
biasanya dipertimbangkan sebagai sifat pembatasnya:

● Pembatas adiabatik: tidak memperbolehkan pertukaran panas.


● Pembatas rigid: tidak memperbolehkan pertukaran kerja.

Dikenal juga istilah dinding, ada dua jenis dinding yaitu dinding adiabatik
dan dinding diatermik. Dinding adiabatik adalah dinding yang mengakibatkan
kedua zat mencapai suhu yang sama dalam waktu yang lama (lambat). Untuk
dinding adiabatik sempurna tidak memungkinkan terjadinya pertukaran kalor
antara dua zat. Sedangkan dinding diatermik adalah dinding yang memungkinkan
kedua zat mencapai suhu yang sama dalam waktu yang singkat (cepat).

3) ​Sistem terisolasi

Sistem yang mengakibatkan tidak terjadinya pertukaran panas, zat atau


kerja dengan lingkungannya. Contohnya : air yang disimpan dalam termos dan
tabung gas yang terisolasi. Dalam kenyataan, sebuah sistem tidak dapat terisolasi
sepenuhnya dari lingkungan, karena pasti ada terjadi sedikit pencampuran,
meskipun hanya penerimaan sedikit penarikan gravitasi. Dalam analisis sistem
terisolasi, energi yang masuk ke sistem sama dengan energi yang keluar dari
sistem.

Karakteristik yang menentukan sifat dari sistem disebut property


(koordinat sistem/variabel keadaan sistem), seperti tekanan (p), temperatur (T),
volume (v), masa (m), viskositas, konduksi panas dan lain-lain. Selain itu ada juga
koordinat sistem yang didefinisikan dari koordinat sistem yang lainnya seperti,
berat jenis, volume spesifik, panas jenis dan lain-lain. Suatu sistem dapat berada
pada suatu kondisi yang tidak berubah, apabila masing-masing jenis koordinat
sistem tersebut dapat diukur pada semua bagiannya dan tidak berbeda nilainya.
Kondisi tersebut disebut sebagai keadaan (state) tertentu dari sistem, dimana
sistem mempunyai nilai koordinat yang tetap. Apabila koordinatnya berubah,
maka keadaan sistem tersebut disebut mengalami perubahan keadaan. Suatu
sistem yang tidak mengalami perubahan keadaan disebut sistem dalam keadaan
seimbang (equilibrium).
BAB III

PENUTUP