Anda di halaman 1dari 15

Hakikat

Fisika dan
Prosedur
Ilmiah
HAKIKAT FISIKA DAN PROSEDUR ILMIAH

A. Deskripsi Materi Ajar


Materi ajar ini membahas tentang Hakikat ilmu fisika dan peranannya. hakikat fisika adalah
sebagai produk (a body of knowledge), fisika sebagai sikap (a way of thinking), dan fisika
sebagai proses (a way of investigating). Untuk mendapatkan suatu produk perlu adanya
proses yaitu metode ilmiah yang mempertimbangankan keselamatan kerja. Hakikat fisika
juga berkaitan dengan peranannya dalam kehidupan (lingkungan, sosial. Teknologi, dan
matematik).

B. Kompetensi Dasar
3.1 Menjelaskan hakikat ilmu Fisika, metode ilmiah, dan keselamatan kerja di
laboratorium serta peran Fisika dalam kehidupan.
4.2 Membuat prosedur kerja ilmiah dan keselamatan kerja.

C. Tujuan Pembelajaran
3.1.1 Menjelaskan hakikat ilmu fisika
3.1.2 Mengaitkan hubungan antara fenomena-fenomena alam dan ilmu fisika untuk
menemukan konsep hakikat fisika
3.1.3 Menyebutkan ruang lingkup ilmu fisika
3.1.4 Menjelaskan peranan ilmu fisika dalam kehidupan sehari-hari
3.1.5 Menyebutkan langkah-langkah metode ilmiah
3.1.6 Menjelaskan keselamatan kerja di laboratorium
3.1.7 Mempresentasikan hasil diskusi mengenai langkah-langkah metode ilmiah
3.1.8 Membuat prosedur kerja ilmiah
3.1.9 Membuat prosedur keselamatan kerja pada percobaan pengukuran suhu
3.1.10 Melakukan percobaan pengukuran suhu sesuai prosedur kerja ilmiah
3.1.11 Membuat grafik hubungan antara suhu dan waktu
3.1.12 Menganalisis grafik hubungan antara suhu dan waktu
D. Peta Konsep

Keselamatan kerja
di laboratorium
Ingin tahu
Fakta
mempertimbangkan
Penasaran
Konse Metod
p e Percaya
Ilmiah
Model diri
Objektif
terdiri atas
disebut terdiri atas
Prinsip Jujur

Produk Proses Sikap


Hukum Terbuka

Terdiri Tanggungjawab
Teori atas
Mandiri
Rumus Ulet
Hakikat Mendengar
Ilmu Fisika pendapat
orang lain

berkaitan dengan

Peran dalam
Fisika kehidupan
berkaitan dengan
D. Materi Pembelajaran
1. Sains, Teknologi dan Sosial
Sains dan teknologi mempengaruhi kehidupan sosial. Pengetahuan ilmiah
mempengaruhi cara berpikir seseorang tentang manusia, politik dan hubungan sosial.
Secara umum, pengetahuan ilmiah mempunyai dampak positif dan negatif bagi individu
dan sosial. Teknologi berperan penting bagi individu dan sosial dengan menyediakan
produk yang dapat memperbaiki kualitas kehidupan. Sosial, politik,dan perubahan
ekonomi dalam kehidupan dipengaruhi oleh teknologi terbaru. Beberapa orang takut
akan teknologi, mereka percaya bahwa masalah moderenisasi teknologi akan tumbuh
lebih cepat daripada solusi dari masalah tersebut.
2. Hakikat Fisika
Alam diciptakan Tuhan dengan segala keteraturannya, manusia adalah satu
satunya ciptaan Tuhan yang diberikan kelebihan untuk berpikir. Tujuan utama sains,
termasuk juga pada fisika merupakan usaha untuk mencari keteraturan dalam
pengamatan manusia pada alam sekitarnya.
Kata “sains” dalam bahasa inggis ‘science’ berasal dari bahasa latin ‘scientia’
yang berarti “pengetahuan” atau “mengetahui”. Biasanya kita berpikir tentang sains
yang terbagi-bagi menjadi beberapa bidang yang terpisah namun saling berhubungan.
Misalnya, biologi adalah studi tentang makhluk hidup. Kimia berhubungan dengan
interaksi antara unsur-unsur dan senyawa-senyawa. Geologi adalah illmu tentang bumi.
Astronomi adalah studi tentang tata surya, bintang, galaksi, dan alam semesta sebagai
satu kesatuan. Fisika berhubungan dengan materi dan energi, dengan hukum-hukum
yang mengatur gerakan partikel dan gelombang, dengan interaksi anatar partikel, dan
dengan sifat-sifat molekul, atom, dan inti atom, dan dengan sistem-sistem berskala lebih
besar seperti gas, zat cair, dan zat padat.
Collette dan Chiappetta (1994) menyatakan bahwa “sains pada hakikatnya
merupakan sebuah kumpulan pengetahuan (a body of knowledge), cara atau jalan
berpikir (a way of thinking), dan cara untuk penyelidikan (a way of investigating)”.
Istilah lain yang juga digunakan untuk menyatakan hakikat IPA adalah IPA
sebagai produk untuk pengganti pernyataan IPA sebagai sebuah kumpulan pengetahuan
(a body of knowledge), IPA sebagai sikap untuk pengganti pernyataan IPA sebagai cara
atau jalan berpikir (a way of thinking), dan IPA sebagai proses untuk pengganti
pernyataan IPA sebagai cara untuk penyelidikan (a way of investigating). Karena fisika
merupakan bagian dari IPA atau sains, maka sampai pada tahap ini kita dapat
menyamakan persepsi bahwa hakikat fisika adalah sama dengan hakikat IPA atau sains,
hakikat fisika adalah sebagai produk (a body of knowledge), fisika sebagai sikap (a way
of thinking), dan fisika sebagai proses (a way of investigating).
a. Fisika sebagai produk ilmiah
Pada fisika, kumpulan-kumpulan pengetahuan itu dapat berupa fakta, konsep,
prinsip, hukum, rumus, teori, dan model.
1) Fakta adalah keadaaan atau kenyataan yang sesungguhnya dari segala peristiwa
yang terjadi di alam yang dapat ditangkap oleh indera manusia dan diakui oleh
banyak orang (umum) sebagai suatu pengetahuan. Dua kriteria yang digunakan
untuk mengidentifikasi sebuah fakta dalam fisika yaitu: dapat diamati secara
langsung dan dapat didemonstrasikan kembali di waktu yang lain. Fakta
merupakan dasar bagi konsep, prinsip, hukum, teori atau model. Sebaliknya kita
juga dapat menyatakan bahwa, konsep, prinsip, hukum, teori, dan model
keberadaannyan untuk menjelaskan dan memahami fakta. Contoh fakta dalam
fisika antara lain magnet dapat manarik besi, logam dapat menghantarkan listrik,
kalor dapat merubah wujud benda.
2) Konsep adalah gagasan atau abstraksi dari suatu benda atau fenomena alam yang
mempunyai sifat atau simbol tertentu. Konsep berfungsi sebagai penghubung
antara suatu fakta dengan fakta lain yang saling berubungan. Menurut Bruner,
Goodnow dan Austin (Collette dan Chiappetta: 1994) konsep memiliki lima
elemen atau unsur penting yaitu nama, definisi, atribut, nilai (value), dan contoh.
Yang dimaksud dengan atribut itu misalnya adalah warna, ukuran, bentuk, bau,
dan sebagainya. Contoh-contoh konsep dalam fisika antara lain frekuensi yang
didefinisikan sebagai jumlah getaran per satuan waktu dan kecepatan yang
didefinisikan sebagai perubahan posisi benda tiap satuan waktu.
3) Prinsip adalah pola umum (generalisasi) dari hubungan antara konsep-konsep
yang berkaitan. Prinsip adalah hukum yang bersifat khusus. Contoh prinsip
dalam fisika adalah gaya sentripetal menyebabkan benda bergerak melingkar.
4) Hukum adalah prinsip yang bersifat umum dan kebenarannya telah diterima
karena telah teruji secara konsisten dan didukung oleh bukti-bukti ilmiah.
Hukum Fisika adalah suatu aturan dasar yang menyimpulkan pengamatan
berkaitan untuk menjelaskan suatu pola kejadian. Contoh hukum fisika antara
lain hukum pemantulan cahaya yang menyatakan bahwa sudut datang berkas
cahaya sama dengan sudut pantulnya. Hukum fisika tidak dapat memberi alasasn
mengapa fenomena ini terjadi, hukum fisika secara sederhana hanyalah
menceritakan fenomena tersebut.
5) Rumus adalah pernyataan matematis dari suatu fakta, konsep, prinsip, hukum,
dan teori. Dalam rumus kita dapat melihat saling keterkaitan antara konsep-
konsep dan variabel-variabel. Pada umumnya prinsip dan hukum dapat
dinyatakan secara matematis. Misalnya hukum II Newton dapat dinyatakan
dengan rumus F=ma. (F=gaya, m=massa: jika massa nya konstan, a=percepatan)
6) Teori adalah suatu penjelasan berdasarkan pada berbagai pengamatan yang
didukung oleh hasil-hasil eksperimen. Teori disusun untuk menjelaskan sesuatu
yang tersembunyi atau tidak dapat langsung diamati, misalnya teori atom, teori
kinetik gas, teori relativitas. Teori tetaplah teori tidak mungkin menjadi hukum
atau fakta. Teori bersifat tentatif sampai terbukti tidak benar dan diperbaiki.
Hawking (1988) yang dikutip oleh Collette dan Chiappetta (1994) menyatakan
bahwa “kita tidak dapat membuktikan kebenaran suatu teori meskipun banyak
hasil eksperimen mendukung teori tersebut, karena kita tidak pernah yakin
bahwa pada waktu yang akan datang hasilnya tidak akan kontradiksi dengan teori
tersebut, sedangkan kita dapat membuktikan ketidakbenaran suatu teori cukup
dengan hanya satu bukti yang menyimpang. Jadi, teori memiliki fungsi yang
berbeda dengan fakta, konsep maupun hukum.
7) Model adalah representasi dari suatu benda atau sistem yang dibuat sebagai
visualisasi untuk memudahkan pemahaman terhadap suatu benda atau fenomena
alam tertentu. Contoh model dalam fisika antara lain model atom Thomson dan
model atom Rutherford.

b. Fisika Sebagai Proses Ilmiah


Fisika sebagai proses ilmiah berkaitan dengan cara kerja para ilmuwan untuk
memperoleh pengetahuan-pengetahuan yang menyusun fisika. Pengetahuan-
pengetahuan dalam fisika tersebut diperoleh melalui salah satu cara penyelidikan (a
way of investigating) terhadap suatu fenomena alam tertentu. Untuk melakukan
penyelidikan terhadap suatu fenomena alam, seorang ilmuwan dituntut untuk
melakukan sejumlah proses sains yang meliputi:
1) Mengamati (mengobservasi), adalah melakukan kegiatan yang melibatkan panca
indera, yaitu melihat, mendengar, merasakan, meraba (menyentuh), atau
mencium suatu benda atau fenomena yang diselidiki.
2) Menggolongkan (mengklasifikasi), adalah memilih berbagai benda atau
fenomena alam berdasarkan persamaan sifat atau karakteristiknya, sehingga
diperoleh kumpulan sejenis dari benda atau fenomena alam yang diselidiki
3) Melakukan pengukuran, adalah membandingkan besaran tertentu dari suatu
benda atau fenomena alam dengan besaran lain (sejenis) yang ditetapkan sebagai
satuan. Dalam melakukan pengukuran, seorang ilmuwan hendaknya memilih
alat ukur yang sesuai, menggunakan alat ukur dengan ketetapan tertentu, dan
memperhitungkan ketidakpastian pengukuran.
4) Mengajukan pertanyaan, adalah membuat pertanyaan-pertanyaan terkait benda
atau fenomena alam yang diselidiki dan mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan
yang mungkin dapat dijawab melalui penyeledikan ilmiah.
5) Merumuskan hipotesis, adalah menjelaskan pengamatan dalam terminologi
konsep dan prinsip serta menggunakan penjelasan untuk membuat prediksi
fenomena yang diamati.
6) Merencanakan dan melakukan penyelidikan (percobaan), adalah membuat
rancangan kerja ilmiah untuk memperoleh sejumlah data dan kemudian
melakukan kerja ilmiah sesuai rancangan tersebut.
7) Menginterpretasi dan menafsirkan data atau informasi, adalah melakukan
analisis data, melakukan generalisasi, menarik kesimpulan, serta membuat
prediksi berdasarkan pola atau acuan tertentu.
8) Mengomukasikan, adalah menyampaikan laporan hasil percobaan atau
penyelidikan dengan menggunakan cara dan media yang tepat.

c. Fisika Sebagai Sikap Ilmiah


Penyusunan pengetahuan fisika diawali dengan kegiatan-kegiatan kreatif
seperti pengamatan, pengukuran, dan penyelidikan atau percobaan, yang semua itu
memerlukan proses mental dan sikap yang berasal dan pemikiran. Jadi dengan
pemikirannya orang bertindak dan bersikap, sehingga akhirnya dapat melakukan
kegiatan-kegiatan ilmiah. Pemikiran-pemikiran para ilmuwan yang bergerak dalam
bidang fisika itu menggambarkan rasa ingin tahu dan rasa penasaran mereka yang
besar, diiringi dengan rasa percaya, sikap objektif, jujur dan terbuka serta mau
mendengarkan pendapat orang lain. Sikap-sikap itulah yang kemudian memaknai
hakikat fisika sebagai sikap atau “a way of thinking”.

Contoh soal: “Energi tidak dapat dimusnahkan dan energi tidak dapat diciptakan”.
Jelaskan pernyataan tersebut berdasarkan konsep hakikat fisika!
Jawab: Pernyataan tersebut merupakan peran fisika sebagai produk, yaitu hukum
kekekalan energi. Hukum merupakan prinsip yang bersifat umum dan kebenarannya
telah diterima karena teruji secara konsisten dan didukung oleh bukti-bukti ilmiah

3. Ruang Lingkup Fisika


Pada awal perkembangannya, fisika mempelajari gejala-gejala alam yang
dapat ditangkap oleh indra manusia. Contohnya cahaya dan optika berhubungan
dengan indra penglihatan, bunyi berhubungan dengan indra pendengaran, dan kalor
berhubungan dengan indra perasa. Gerak juga merupakan gejala fisika yang dapat
diamati secara langsung dengan indra penglihatan.
Sampai abad ke-19 fisika terdiri atas beberapa cabang yaitu: mekanika kalor,
bunyi, optika, gelombang, dan listrik-magnet. Beberapa cabang fisika ini dikenal
dengan fisika klasik. Fisika modern berkembang sejak abad ke-20 karena ilmuwan
mulai mempelajari gejala alam ditingkat atom. Materi yang dibahas dalam fisika
modern adalah benda-benda yang berukuran atomik atau subatomik. Berikut adalah
cabang-cabang fisika:
a. Mekanika klasik, menjelaskan gaya yang bekerja pada benda dan berdasarkan
pada hukum-hukum Newton. Bahasan tersebut muncul sebelum era 1900-an
atau era sebelum fisika modern. Subbagian dari mekanika klasik antara lain
kinematika, dinamika, fluida statis, dan fluida dinamis.
b. Elektromagnetik, menggabungkan konsep listrik dan magnet serta menjelaskan
gelombang elektromagnetik. Subbagian dari elektromagnetik antara lain
elektrostatis, listrik, dan optik.
c. Termodinamika dan mekanika statistik, merupakan cabang fisika yang
menjelaskan perubahan dari suhu, tekanan, dan volume dari sistem fisika
secara makroskopis serta perpindahan energi dalam bentuk kalor.
d. Relativitas, terdiri dari teori relativitas khusus dan teori relativitas umum.
e. Mekanika kuantum, merupakan cabang fisika yang menjelaskan sistem atom
dan subatom serta interaksinya dalam bentuk radiasi.
f. Astrofisika, merupakan cabang ilmu fisika yang mempelajari alam raya,
termasuk sifat dan interaksi benda langit dalam bidang ilmu astronomi.
g. Biofiska, merupakan cabang ilmu fisika yang mempelajari interaksi dari proses
biologis.
h. Fisika kimia, merupakan cabang ilmu fisika yang berhubungan dengan ilmu
kima.
i. Ekonofisika, merupakan cabang ilmu fisika yang menerapkan proses fisika
dalam ilmu ekonomi.
j. Geofisika, merupakan cabang ilmu fisika yang mempelajari struktur planet
bumi.
k. Fisika medik, merupakan cabang ilmu fisika yang berhubungan dengan
kesehatan.
Contoh soal: Cabang ilmu fisika apa yang mempelajari gerak tanpa mempedulikan
penyebabnya? Jawab : kinematika

4. Peranan Fisika Dalam Kehidupan


Gambar 1. Peranan Fisika dalam Kehidupan Sehari-hari
Sumber : www.beritainfo.web.id
https://satujam.com/cara-menggunakan-mikroskop/

Fisika berperan memudahkan kehidupan manusia melalui berbagai aplikasinya.


Berikut ini beberapa contoh penerapan pengetahuan fisika dalam teknologi:
a. Pengetahuan tentang vektor diaplikasikan pada teknologi sistem navigasi
pesawat terbang
b. Pengetahuan tentang mekanika (terutama Hukum Newton, momentum, impuls)
diaplikasikan pada berbagai teknologi mesin mekanik, senjata militer, dan
roket.
c. Pengetahuan tentang termodinamika diaplikasikan pada teknologi mesin kal or
dan mesin pendingin
d. Pengetahuan tentang sifat-sifat zat padat (semikonduktor), optika, dan listrik
diaplikasikan pada teknologi komputer dan internet
e. Pengetahuan tentang optika diaplikasikan pada teknologi seperti cermin, lensa,
kacamata, periskop, lup, kamera, mikroskop, dan teleskop.
f. Pengetahuan tentang mekanika fluida diaplikasikan pada berbagai teknologi
seperti kapal laut, kapal selam, mesin pengangkat mobil, dan pompa.
g. Pengetahuan tentang dinamika rotasi dan benda tegar diaplikasikan teknologi
konstruksi jembatan, bangunan rumah, gedung, dan bangunan-bangunan fisik
lainnya.
h. Pengetahuan tentang medan magnet dan induksi elektromagnetik diaplikasikan
pada teknologi motor listrik dan generator listrik (mesin pembangkit tenaga
listrik)
i. Pengetahuan gelombang elektromagnetik diaplikasikan dalam teknologi alat-
alat kedokteran nuklir, laser, dan satelit.
j. Pengetahuan tentang inti atom dan radioaktivitas diaplikasikan dalam
pembangkit listrik tenaga nuklir, senjata nuklir, dan perunut
k. Pengetahuan tentang mekanika, termodinamika, listrik, dan magnet
diaplikasikan dalam bidang transportasi, seperti sepeda motor, mobil, kereta
api, kapal laut, dan pesawat terbang. Dengan adanya produk-produk teknologi
tersebut, kita dapat bepergian dari satu tempat ke tempat yang lain dengan
mudah dan cepat.
l. Pengetahuan tentang listrik, magnet, energi, dan gelombang elektromagnetik
diaplikasikan pada berbagai peralatan rumah tangga, seperti lampu listrik,
radio, televisi, tape recorder, pemanggang (oven), microwave, hair dryer,
kompor listrik, solder listrik, kipas angin, dan berbagai peralatan listrik
lainnya.

Berbagai teknologi modern biasanya tidak hanya menerapkan pengetahuan


atau konsep fisika secara tunggal, tetapi seringkali merupakan gabungan dari
beberapa pengetahuan dan konsep fisika atau bahkan gabungan dengan konsep-
konsep ilmu pengetahuan lainnya. Contoh-contoh diatas hanyalah sebagian kecil
dari banyak penerapan fisika dalam berbagai produk teknologi. Selain berperan
memudahkan kehidupan manusia melalui berbagai aplikasinya dalam berbagai
produk teknologi, fisika juga berperan melahirkan keilmuwan baru. Hal ini karena
keilmuwan fisika terus berkembang berdasarkan hasil kajian terhadap fenomena -
fenomena baru.

Contoh soal: Jelaskan konsep fisika yang digunakan pada kacamata miopi?
Penyelasaian: rabun jauh (miopi) terjadi karena lensa mata tidak dapat memipih
sesuai dengan yang diperlukan sehingga bayangan benda yang sangat jauh jatuh di
depan retina. Agar dapat melihat benda yang jauh, penderita cacat miopi
menggunakan kacamata berlensa cekung (divergen) sehingga bayangan dari benda
yang jauh jatuh tepat di retina.

5. Metode dan Prosedur Ilmiah


Ilmuwan memerlukan waktu yang bertahun-tahun untuk menghasilkan sebuah
produk. Contoh penemuan yaitu penemuan kacamata bifokus oleh Benjamin Franklin.
Benjamin berhasil menemukan kacamata bifokus dengan lensa cembung dan lensa
cekung dalam satu bingkai pada tahun 1784. Sekarang kacamata bermacam–macam
fungsinya dari yang memang dibutuhkan dari segi kegunaan maupun dari segi
keindahannya. Benjamin Franklin menemukan sebuah produk berupa kaca mata
menempuh sebuah proses ilmiah. Proses untuk memperoleh pengetahuan secara
sistematis berdasarkan bukti-bukti fisis (data empiris) disebut metode ilmiah. Dengan
demikian, metode ilmiah juga diartikan sebagai proses belajar untuk memecahkan
masalah secara sistematis, empiris, terkontrol.
Metode ilmiah dilakukan melalui serangkaian tahap atau langkah terurut dan
terkontrol. Langkah-langkah metode ilmiah dapat dilakukan sebagai berikut:
a. Menemukan masalah atau melakukan pengamatan
Langkah pertama yang dilakukan adalah menemukan masalah atau melakukan
pengamatan. Dalam melakukan pengamatan ada dua cara yang dilakukan yaitu
sebagai berikut.
1) Pengamatan kuantitatif, yaitu pengamatan dengan mengamati data berupa
angka-angka.
2) Pengamatan kualitatif, yaitu pengamatan yang dilakukan menggunakan indra.
Misalnya: Benjamin Franklin mengalami kesulitan dalam melihat huruf kecil
dan huruf besar baik jarak jauh maupun jarak dekat.
b. Merumuskan masalah
Ketika mengamati fenomena alam dan merasakan adanya masalah pada fenomena
tersebut, langkah selanjutnya merumuskan masalah terkait fenomena yang
diamatinya. Rumusan masalah yang dibuat diayatakan dalam bentuk pertanyaan-
pertanyaaan dengan menggunakan kata tanya 5w + 1H (what, when, who, which,
why, how), yaitu apa, kapan, siapa, manakah, mengapa, dan bagaimana.
Misalnya, Franklin mengalami kesulitan dalam melihat benda jauh dan dekat,
Franklin merumuskan masalah dengan mengajukan pertanyaan: Bagaimana cara
agar orang yang tidak dapat melihat benda jauh dan dekat dapat melihat benda
tersebut dalam waktu yang bersamaan?
c. Mengumpulkan informasi atau kajian pustaka
Setelah merumuskan masalah, yaitu melakukan studi pustaka untuk mempelajari
hasil-hasil penelitian yang dahulu dengan harapan memperoleh cara-cara yang
lebih baik untuk melakukan penelitian dan menghindari kesalahan-kesalahan yang
terjadi pada penelitian sebelumnya.
Misalnya, kajian pustaka atau informasi yang dapat dikumpulkan oleh Franklin
untuk penelitiannya adalah informasi tentang lensa mata, penemuan lensa
cembung, dan lensa cekung.
d. Merumuskan hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang masih
bersifat praduga karena masih harus dibuktikan atau diuji kebenarannya. Contoh
untuk masalah terkait orang tidak dapat melihat benda pada jarak jauh,
berdasarkan hasil studi literatur atau indikasi-indikasi awal yang ditemukannnya,
dapat merumuskan hipotesis yaitu “Lensa mata tidak dapat berakomodasi dengan
tepat”, “Lensa cembung dan cekung dapat membantu melihat benda pada jarak
tertentu”.
e. Melakukan percobaan atau eksperimen
Setelah merumuskan hipotesis, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah
menguji hipotesis tersebut. Hipotesis yang telah teruji kebenarannya disebut teori.
Untuk menguji suatu hipotesis, seorang ilmuwan biasanya dengan sengaja
menciptakan gejala-gejala tertentu melalui kegiatan eksperimen atau percobaan
ilmiah. Dengan melakukan eksperimen ilmiah, seorang dapat memperoleh data
atau informasi yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan
penelitian. Percobaan yang dilakukan untuk meguji hipotesis dilakukan secara
berulang. Hal ini bertujuan untuk memberikan data yang konsisten atau menjamin
ketepatan data hasil penelitian. Contoh, untuk menguji hipotesis bahwa bagaimana
lensa cembung dan lensa cekung digabung untuk membuat sebuah kacamata.
Pemasangan lensa dilakukan berulang-ulang dengan menggunakan bentuk dan
diameter yang berbeda-beda untuk mendapatkan kacamata yang dapat melihat
benda dengan tepat.
f. Menganalisis data
Ketika sejumlah data atau informasi hasil percobaan telah diperoleh, kemudian
melakukan analisis data untuk mengetahui apakah data tersebut sudah cukup
mendukung hipotesis apa belum. Hasil analisis data seringkali tidak atau kurang
cukup mendukung hipotesis, sehingga pada keadaan ini bisa saja merumuskan
hipotesis baru berdasarkan analisis data tersebut dan mengulang kembali
percobaannya.
g. Menarik kesimpulan
Kesimpulan penelitian merupakan ringakasan analisis data yang menghubungkan
hasil ekspeimen dengan hipotesis. Jika hasil analisis data sudah cukup mendukung
hipotesis, maka hipotesis diterim dan mejadi teori. Kesimpulan diakhiri dengan
memberikan pemikiran berupa pertanyaan untuk penelitian lebih lanjut.
Misalnya: dari analisis data yang diperoleh Franklin mendapatkan kesimpulan
bahwa kedua lensa tersebut dapat disatukan dalam satu kacamata yang biasa
dikenal dengan kacamata bifokal. Untuk penelitian selanjutnya, yaitu apakah
sesama lensa cekung maupun cembung bisa dijadikan menjadi kacamata.

h. Mengulangi kerja ilmiah


Apabila data tersebut kurang mendukung hipotesis maka bisa saja merumuskan
hipotesis baru berdasarkan analisis data tersebut dan mengulang kembali
percobaannya.

Contoh soal :
Urutkan prosedur kerja ilmiah di bawah ini!
a. Merumuskan hipotesis
b. Menganalisis data
c. Menemukan masalah
d. Mengulangi kerja ilmiah
e. Melakukan percobaan
f. Mengumpulkan kajian pustaka
g. Menarik kesimpulan
h. Merumuskan masalah
Penyelesaian : c-h-f-a-e-b-g-d

6. Keselamatan Kerja di Laboratorium


Dalam melaksanakan percobaan fisika diperlukan keselamatan kerja laboratorium.
Keselamatan kerja di laboratorium yaitu sebagai berikut.
a. Keselamatan terhadap benda panas
1) Lakukan prosedur yang sesuai ketika menyalakan sebuah pembakar bunsen.
Tanyakan pada guru jika dirasa kurang mengerti. Jika api keluar dari pembakar
bunsen dan menuju ke arah anda, segera padamkan gas. Jangan sentuh pembakar
bunsen saat api menyala. Padamkan bunsen dengan menutup langsung saat api
menyala pada bunsen tersebut. Jika api keluar dari pembakar bunsen maka
tutuplah dengan kain basah.
2) Gunakan jepitan atau tang dan pemegang tabung uji atau sarung tahan api.
3) Ketika memanaskan tabung uji arahkan tabung itu dari tubuh kita karena zat
kimia dapat memercik keluar dari tabung uji yang dipanaskan.
b. Keselamatan terhadap api
1) Ikat rambut ketika berada di dekat api yang menyala.
2) Jangan melintas di dekat nyala api yang terbuka.
3) Jangan memanaskan zat pada wadah tertutup.
4) Jangan memanaskan pelarut yang dapat terbakar secara langsung.
5) Gunakan alat pemadam kebakaran dan baju tahan api
c. Keselamatan terhadap peralatan mudah pecah
1) Periksa alat tersebut terdapat retakan atau gumpilan.
2) Jangan memaksa saat memasang tabung kaca ke penjepit berkaret.
3) Jangan memanaskan alat mudah pecah yang belum kering. Gunakan tabir kawat
untuk melindungi alat mudah pecah tersebut dari nyala api.
4) Jangan mengangkat alat mudah pecah.
5) Cuci alat mudah pecah setelah pemakaian, biarkan pada udara terbuka agar
kering.
d. Keselamatan terhadap jaringan listrik
1) Tangan dalam keadaan kering menggunakan sarung tangan karet,
menggunakan sepatu beralas karet yang kering untuk menghindari sengatan
listrik.
2) Jangan menggunakan kabel gulung yang panjang
3) Pengecekan rangkaian listrik dilakukan jika rangkaian telah diputus dari
sumber listrik.
4) Jangan menghubungkan banyak peralatan listrik ke sebuah stop kontak

Ketika bekerja di laboratorium akan berhubungan dengan bermacam-macam bahan


kimia dan berbagai peralatan yang mungkin sifatnya tidak diketahui. Lambang-lambang
bahaya dapat ditunjukkan dalam gambar di bawah ini.

Gambar 3. Lambang-lambang berbahaya


http://nenengelevia.blogspot.co.id/2017/04/keamanan-dan-keselamatan-kerja-di.html

Contoh soal: Andi akan melakukan suatu eksperimen dengan menggunakan bunsen.
Buatlah prosedur keselamatan kerja dalam penggunaan bunsen!
Penyelesaian: Jika api keluar dari pembakar bunsen dan menuju ke arah anda, segera
padamkan gas. Jangan sentuh pembakar bunsen saat api menyala. Padamkan bunsen
dengan menutup langsung saat api menyala pada bunsen tersebut.

E. Rangkuman
1. Hakikat fisika adalah sebagai produk (a body of knowledge), fisika sebagai sikap (a way
of thinking), dan fisika sebagai proses (a way of investigating).
2. Ilmu fisika berperan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta
bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya memanfaatkan cermin cembung di
tikungan tajam dan membangun dasar bendungan yang kuat.
3. Ruang lingkup fisika sangat luas, muali dari benda elementer hingga superkluster
galaksi.
4. Ilmuwan fisika selalu bekerja dengan metode ilmiah sesuai prosedur yang benar.
Dengan demikian hasil temuan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah juga.
5. Keselamatan kerja di laboratorium adalah sekumpulan aturan yang harus dilaksanakan
untuk menjaga keselamatan kita dan lingkungan selama di laboratorium.

F. Referensi
Bambang Ruwanto. 2016. Buku Fisika SMA Kelas X. Yogyakarta: Yudistira.
Halaman: 3-12
Chiappetta, Eugene L & Thomas R. Koballa. 2016. Science Instruction in Middle and
Secondary Schools. United State: Allyn & Bacon. Halaman 232-240
Douglass, C. Giancoli. 1997. Fisika Jilid 1 Edisi 5. New York: Prentice-Hall, Inc.
Halaman 1-7
http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._FISIKA/195801071986031-
SUTRISNO/Pelatihan/LS/FISIKA_DAN_PEMBELAJARANNYA.pdf diakses
tanggal 26 Februari 2018 pukul 08.00 WIB
www.beritainfo.web.id diakses pada tanggal 27 Februari 2018 pukul 09.33 WIB
https://satujam.com/cara-menggunakan-mikroskop/ diakses pada tanggal 27 Februari
2018 pukul 09.47 WIB
http://nenengelevia.blogspot.co.id/2017/04/keamanan-dan-keselamatan-kerja-di.html
diakses pada tanggal 27 Februari 2018 pukul 10.02 WIB

Beri Nilai