Anda di halaman 1dari 39

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

PADA Ny. S DENGAN STROKE

A. KONSEP DASAR STROKE


2.1 Pengertian Stroke
Stroke atau cidera cerebrovaskuler (CVA) adalah kehilangan fungsi otak
yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah ke otak (Suzanne).
Stroke adalah kerusakan sirkulasi dalam satu atau lebih pembuluh darah
yang menyediakan darah pada otak. Penyediaan oksigen dan darah ke otak
menjadi kurang atau berhenti, yang kemudian merusak atau memusnahkan
area – area tertentu dalam jaringan otak (discases penyakit )
Storke merupakan salah satu penyebab kematian dan kecacatan
neurologis yang utama di indonesia, serangan otak ini merupakan kegawat
daruratan media yang harus ditangani secara cepat, tepat dan cermat.
Stroke adalah sindrome klinis yang awal timbulnya mendadak, progresif
cepat, berupa defisit neurologis fokal dan global yang berlangsung 24 jam atau
lebih atau langsung menimbulkan kematian dan semata-mata disebabkan oleh
gangguan peredaran darah otak non traumatik (Doengoes, 2004:290).
Cidera serebrovaskuler atau stroke adalah penyekit cerebrovaskuler
menunjukkan adanya beberapa kelainan otak baik secara fungsioanal maupun
struktural yang disebabkan oleh keadaan patologis dari pembuluh darah
serebral atau dari seluruh sistem pembuluh darah otak (doengoes:290)
Stroke adalah gangguan aliran darah otak yang bersifat mendadak dan
disertai dengan defisit neuologik (Dr. H. Soedomo Hadinoto)
Menurut kriteria WHO stroke secara klinis didefinisikan sebagai
gangguan fungsional otak yang terjadi secara mendadak dengan tanda dan
gejala klinis baik fokal maupun global yang berlangsung lebih dari 24 jam atau
dapat menimbulkan kematian yang disebabkan oleh karena gangguan
peredaran dareh otak.

2.2 Klasifikasi stroke


2
a. Transtient Iskemia Attach (TIA)
Yaitu gangguan neurologik setempat yang terjadi selama beberapa menit
sampai beberapa jam saja, gejala yang timbul akan hilang dengan spontan
dan sempurna dalam waktu kurang dari 24 jam
b. Stroke in evolution ( SIE)
Yaitu stroke yang wujud kelainannya terjadi secara bertahap
c. Completeted stroke iskemic (CSI)
Yaitu stroke yang wujud kelainannya bersifat menetap
d. Reversible iscemic neurological defisit (RIND)
Yaitu stroke yang mirip dengan transient iskemik attack hanya saja kelainan
yang ada menghilang sesudah berlangsung lebih dari 24 jam

2.3 Penyebab Stroke


Berdasarkan penyebab stroke dibedakan menjadi 2:
a. Stroke hemorhagic
Merupakan perdarahan cerebral dan mungkin perdarahan sub arachnoid.
Disebabkan oleh pembuluh darah otak pada daerah otak tertentu biasanya
kejadiannya saat melakukan aktifitas atau saat aktif namun bisa juga
terjadi saat istirahat. Kesadaran pasien umumnya menurun.
b. Stroke non hemorhagic
Dapat berupa ischemia atau emboli dan trombosis cerebral, biasanya
terjadi saat setelah lama beristirahat, baru bangun tidur atau dipagi hari
tidak terjadi perdarahan namun terjadi iskemia yang menimbulkan hipoksi
dan selanjutnya dapat timbul oedema skunder. Kesadaran umumnya baik

2.4 Etiologi
Beberapa keadaan dibawah ini dapat menyebabkan stroke antara lain:
a. Trombosis cerebral
b. Emboli
c. Tumor otak
d. Hemorhagic
3
e. Tekanan darah tinggi
f. Kelemahan dinding arteri
g. Cidera kepala
2.5 Faktor resiko
Sedangkan faktor resiko dari stroke adalah kondisi atau penyakit atau kelainan
yang memiliki potensi untuk memudahkan seseorang mengalami serangan
stroke pada suatu saat.
1. Faktor resiko yang tidak dapat diobati terutama
a. Usia
Stroke dapat menyerang segala usia, tetapi semakin tua usia seseorang,
maka semakin besar kemungkinan orang tersebut terserang stroke.
b. Jenis Kelamin
Laki - laki dua kali lebih berisiko daripada perempuan, tetapi jumlah
perempuan yang meninggal akibat stroke lebih banyak.
c. Riwayat Keluarga
Keluarga dengan riwayat anggota keluarga pernah mengalami stroke
berisiko lebih besar daripada keluarga tanpa riwayat stroke.
d. Ras
Ras Afrika - Amerika mempunyai risiko yang lebih tinggi mengalami
kematian dan kecatatan akibat stroke dibandingkan dengan ras kulit
putih.
2. Faktor Risiko yang Dapat Diobati
a. Tekanan Darah Tinggi
Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama penyebab stroke.
b. Merokok
Merokok dapat mengakibatkan rusaknya pembuluh darah dan
peningkatan plak pada dinding pembuluh darah yang
dapat menghambat sirkulasi darah. Nikotin dari rokok dapat
meningkatkan tekanan darah.
c. Diabetes Melitus
Penyakit diabetes mellitus dapat mempercepat timbulnya plak pada
4
pembuluh darah yang dapat mengakibatkan risiko terjadinya stroke
iskemik. Penderita diabetes cenderung menderita obesitas. Obesitas
dapat mengakibatkan hipertensi dan tingginya kadar kolesterol, di
manakeduanya merupakan faktor risiko stroke.
d. Obesitas
Peningkatan berat badan dapat meningkatkan risiko stroke. Obesitas
juga dapat menimbulkan faktor risiko lainnya seperti tekanan darang
tinggi, tingginya kolesterol jahat, dan diabetes.
e. Penyakit pada Arteri Carotid dan Arteri Lainnya
Pembuluh darah arteri carotid merupakan pembuluh darah utama yang
membawa darah ke otak dan leher. Rusaknya pembuluh darah carotid
akibat lemak menimbulkan plak pada dinding arteri sehingga
menghalangi aliran darah di arteri.

f. Kurangnya Aktivitas Fisik


Latihan penting untuk mengontrol faktor risiko stroke, seperti berat
badan, tekanan darah, kolesterol, dan diabetes.
g. Alkohol, Kopi, dan Penggunaan Obat - Obatan
Konsumsi alkohol meningkatkan risiko stroke. Minum alkohol lebih
dari satu gelas pada pria dan lebih dua gelas pada pria
dapat mengakibatkan peningkatan tekanan darah. Selain itu, minum
tiga gelas kopi sehari dapat meningkatkan tekanan darah dan risiko
stroke. Penggunaan obat - obatan seperti kokain dan amphetamine
merupakan risiko terbesar terjadinya stroke pada dewasa muda.
h. Kurang Nutrisi
Diet tinggi lemak, gula, dan garam meningkatkan risiko
stroke. Penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi 5 porsi buah dan
sayur sehari dapat mengurangi risiko stroke sebesar 30%.
i. Stres
Penelitian menunjukkan hubungan antara stress dengan
5
mempersempitpembuluh darah carotid.
j. Estrogen Pemakaian pil KB atau Hormone Replacement Theraphy
(HRT) yang mengandung estrogen dapat mengubah kemampuan
penggumpalan darahyang dapat mengakibatkan stroke.

2.6 Patofisiologi
Pada keadaan fisiologis normal, aliran darah pada otak selalu tetap
yaitu 50 ml/ menit / 100 gr otak. Hal ini terjadi karena auto regulasi yang
mengembangkan arteri pada waktu hipotensi yang menguncup waktu
hipertensi. Apabila tekanan darah tinggi terus menerus terjadi maka dapat
menimbulkan perubahan atroklerotik karena perfusi dapat menyebabkan
perdarahan intra kranial. Ruptur arteri juga dapat menyebabkan perdarahan
yang akan menimbulkan ekstavasasi darah ke jaringan otak sekitarnya. Darah
yang merembes ini dapat menekan, mengiritasi, dan menimbulkan fase spasme
arteri hemisfer otak.
Ruptur arteri juga dapat mengakibatkan terhentinya aliran darah
sehingga timbul iskemik focal dan infark jaringan otak. Daerah ini akan
mengalami defisit neurologis yang berupa hemiparalisis. Keluarnya darah yang
mendadak dari pembuluh darah otak dapat meningkatkan tekanan darah
cerebrospinalis, hilang kesadaran maupun gegar otak. Koma terjadi karena
apabila daerah ekstravasal terjadi hematoma yang menimbulkan penekanan
pada seluruh isi kranial (Dr. H. Soedomo)

2.7 Manifestasi klinis


Manifestasi klinis stroke menurut Smeltzer & Suzane (2001) adalah:
a. Kehilangan motorik
Stroke adalah penyakit motor neuron atas dan mengakibatkan
kehilangan kontrol volunteer terhadap gerakan motorik. Disfungsi motorik
paling umum adalah hemiplegia (paralisis pada salah satu sisi) karena lesi
pada sisi otak yang berlawanan. Hemiparesis atau kelemahan salah satu sisi
tubuh adalah tanda yang lain.
6
b. Kehilangan komunikasi
Fungsi otak lain yang dipengaruhi oleh stroke adalah bahasa dan
komunikasi. Stroke adalah penyebab afasia paling umum. Disfungsi bahasa
dan komunikasi dapat dimanifestasikan oleh hal berikut:
1. Disartria (kesulitan berbicara), ditunjukkan dengan bicara yang sulit
dimengerti yang disebabkan oleh paralisis otot yang bertanggung jawab
untuk berbicara.
2. Disfasia atau afasia (bicara defektif atau kehilangan bicara) yang
terutama ekspresif atau reseptif.

2.8 Komplikasi
Komplikasi-komplikasi yang yang biasa disebabkan oleh stroke antara lain :

a. Hipoxia serebral, diminimalkan dengan memberikan oksigen ke darah


yang adekuat ke otak, pemberian oksigen suplemen dan mempertahankan
hemoglobin dan hematokrit pada tingkat dapat diterimaakan membentu
dalam mempertahankan oksigenjaringan.

b. Aliran darah serebral, bergantung pada tekanan darah, curah jantung dan
integritas pembuluh darah serebral, hipertensi atau hipotensi perlu
dihindari untuk mencegah perubahan pada aliran darah serebral dan
potensi meluanya area cedera.

c. Embolisme serebral, dapat terjadi setelah infrak miokard atau fibrilasi


atrium atau dapat berasal dari katub jantung protestik, embolisme akan
menurunkan aliran darah ke otak dan selanjutnya menurunkan aliran
darah serebral (Smeltzer, 2002, p.2137)

d. Vasospasme, terjadi stroke hemorrhage juga sebelum pembedahan. Pada


individu dengan aneurisme biasanya terjadi dari 3-12 hari setelah
hemorrhage aubarakhnoid.

e. Hidrosefalus, menandakan adanya ketidak seimbangan antara

7
pembetukan dan reabsorbsi dari cairan serebro spinal (CSS).
Hidrosefalus terjadi pada 15-20 % pasien dengan hemorrhage
subaraknoid.

f. Disritmia, karena darah dalam CSS yang membasahi batang otak


mengiritasi area tersebut, batang otak mempengaruhi frekuensi jantung
sehingga adanya iritasi kimia, dapat mengakibatkan ketidakteraturan
ritme jantung

g. Perdarahan ulang, pada pasien hemorrhage subarakhnoid mengalami


perdarahan ulang aneurisme yang tidak diperbaiki. (Hudak and Gallo,
1996, p.273)

2. 9Pemeriksaan diagnostik
a. Computerized tomografi Scan (CT Scan) dapat memperlihatkan adanya
hematoma, infark dan perdarahan. Scan ini baik untuk meneliti lesi yang
letaknya dipermukaan
b. Fungsi lumbal untuk menunjukkan kelainan cerebro spinalis fluid (CSF).
Tekanan yang meningkat dan adanya cairan darah menunjukkan adanya
hemorhagic.
c. Elektro Encephalography (EEG) menggunakan gelombang untuk
menentukan lesi spesifik
d. Angiografi (arteriografi) sangat esensial untuk memperlihatkan penyebab
dan letak ganguan otak, biasanya menggunakan arteri femoralis. Ada
tidaknya oklusi, rupture atau obstruksi dapat difisualisasi dengan alat ini.
e. Magnetik Resonance Imaging (MRI) dapat menampakkan daerah
patologis

2.10Penatalaksanaan
a. Penatalaksanaan keperawatan
Untuk mengobati keadaan acut perlu diperhatikan faktor faktor kritis
sebagai berikut:

8
1. Berusaha menstabilkan tanda – tanda vital
2. Berusaha menemukan dan memperbaiki aritmia jantung
3. Merawat kandung kemih, sedapat mungkin jangan memakai kateter
4. Menempatkan pasien dalam posisi yang tepat, harus dilakukan secepat
mungkin pasien harus dirubah posisi setiap 2 jam dan dilakukan
latihan-latihan gerak pasif
b. Tindakan konservatif
1) Fasodilator yang meningkatkan aliran darah cerebral (ADS) secara
percobaan, tetapi maknanya: pada tubuh manusia belum dapat
dibutuhkan
2) Dapat diberikan histamin, aminophilin, acetazolamide, papaverin intra
arterial
3) Anti agregasi trombosis seperti aspirin, digunakan untuk menghambat
reaksi pelepasan agregasi. Trombosis yang terjadi ulcerasi alteroma
c. Tindakan pembedahan untuk memperbaiki aliran darah cerebral, misalnya
pada tindakan endarterectomy carotis.
d. Rehabilitasi
Rehabilitasi merupakan bagian penting dalam proses pemulihan
stroke. Tujuan rehabilitasi ini adalah untuk menolong penderita stroke
untuk memperoleh kembali apa yang mungkin dapat dipertahankan untuk
memaksimalkan fungsi tubuh pada penderita stroke (Stroke and Heart
Foundation, 2010). Lumbantobing (2004) menyatakan bahwa tujuan
rehabilitasi ialah menjaga atau meningkatkan kemampuan jasmani, rohani,
keadaan ekonomi dan kemampuan kerja semaksimal mungkin. Berbagai
usaha dilakukan untuk mencapai tujuan ini, diantaranya terapi fisik/
fisioterapi, latihan bicara, latihan mental, terapi okupasi, psikoterapi ,
memberi alat bantu, ortotik prostetik, dan olah raga. Bentuk tindakan di
atas tentunya disesuaikan dengan berat ringan cacat, bentuk cacat,
kemampuan atau tingkat mental penderita. Young & Forster (2007) dan
Duncan et al (2005) menyatakan bahwa penanganan rehabilitasi
merupakan pendekatan multidisiplin, beberapa ahli di berbagai bidang
9
bekerja sama, misalnya dokter keluarga, ahli rehabilitasi medik, ahli saraf,
perawat dan anggota keluarga. Koordinator tindakan rehabilitasi ini
sebaiknya dipegang oleh dokter keluarga, yang lebih banyak mengetahui
penderita, keluarganya, latar belakang pendidikannya, serta tugas jabatan.
Dokter keluarga dapat bertidak sebagai motivator, memberi bimbingan dan
petunjuk kepada penderita dan keluarganya (Bradford Institute for Health
Research, 2010).

10
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA KELUARGA TN.M
DENGAN STROKE DI DESA KUBANG, TALUN, KAB CIREBON

I. PENGKAJIAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Pengkajian dilakukan mulai hari Sabtu,Tanggal 30 Juni 2019, di Rumah


keluarga Ny.S

A. DATAUMUM
1. Nama KK : Tn.M
2. Umur : 60Tahun
3. Pendidikan : SD
4. Pekerjaan : Buruh tani
5. Alamat : Desa Kubang
6. Daftar AnggotaKeluarga

L/
Perkawinan

Keterangan
Pendidikan
denganKK
Hubungan

Umu

Pekerjaan

Imunisasi
No Nama
r P
Status

1. TN. M KK 60 th L K SD Buruh -
tani
2. NY. S Istri 55 th P K SD Buruh -
tani
3. TN. Y Anak 23 th L K SMK Swasta -
4. NN.S Anak 20 th P BK SMK Belum -
bekerja

11
Genogram 3 generasi:

Keterangan

: Laki - laki
: Perempuan
: Tinggal serumah
: Klien
: Meninggal
: Pisah

7. TipeKeluarga
Tipe keluarga Ny. S adalah Singgle parent.
8. Budaya
8.1 Sukubangsa : Sunda
8.2 Bahasa yang digunakan
“ digunakan untuk komunikasi sehari–hari adalah bahas Sunda”

12
8.3 Pantangan
Ny. S mengatakan “Kami tidak mempunyai pantangan apa-apa”.
8.4 Kebiasaan budaya yang berhubungan dengan masalah kesehatan
Keluarga tidak mempunyai kebiasaan-kebiasan yang bertentangan
dengan kesehatan. “Kami biasanya tidur jam 21.00 sampaijam
05.00 WIB”
9. Kegiatan rutin keagamaan dirumah.
Ny.S maengatakan “Kami semua anggota keluarga beragama Islam, tapi
semenjak sakit saya tidak menjalankan ibadah sholat lima waktu, kalau
anak saya aktiv mengikuti pengajian remaja”

10. Status sosial Ekonomi Keluarga


10.1 Pekerjaan Anggotakeluarga
Ny.S mengatakan“saya bekerja hanya sebagai buruh tani,
penghasilanya tidak menentu, hanya cukup buat makan saja, anak
saya yang kecil juga belum bekerja. Hanya setiap hari saya dijatah
suami saya yang bekerja sebagai Buruh tani 30.000 setiap hari dan
kadang-kadang anak saya yang pertama kirim uang tapi tidak tentu”
10.2 Penghasilan Anggota keluarga
Tidak ada penghasilan, hanya jatah dari suami setiap hari 30.000
kadang tidak mesti .
10.3 Pemenuhan kebutuhan sehari –hari
Ny. S mengatakan“Penghasilan tersebut hanya cukup untuk
kebutuhan makan sehari-hari “
10.4 Tabungan /Asuransi
Ny. S mengatakan bahwa ia hanya memiliki tabungan di kampung
10.000/ minggu
11. Kebutuhan rekreasi
11.1 Rekreasi yang digunakan di dalamrumah
Ny.S megatakan ia tidak pernah rekreasi kemana-mana“ Kami
hanya menonton TV la gimana, saya tidak bisa pergi kemana-mana

13
11.2 Rekreasi yang dilakukan di luar rumah
“ NY.S mengatakan tidak ada rekreasi di luar rumah

B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGANKELUARGA


12. Tahapan perkembangan keluarga
Keluarga Ny. S sekarang pada tahap perkembangan keluarga dengan
lanjut usia. Tugas perkembangan keluarga yang seharusnya dilalui oleh
keluarga adalah mempertahankan suasana rumah yang menyenangkan,
adaptasi dengan perubahan kehilangan pasangan, teman, kekuatan fisik
dan pendapatan, mempertahankan keakraban suami istri dan saling
merawat, mempertahankan hubungan dengan anak dan sosial masyarakat
dan melakukan “life review”
Ny. S pisah rumah dengan Tn.M sudah semenjak sakit lumpuh ± 9
tahun yang lalu. “ bapak punya istri lagi mbak semenjak saya sakit
lumpuh sepertiini”

13. Tugas Tahapan perkembangan yang belumterpenuhi


Ny. S mengatakan: “saya pisah mbak dengan bapak , karena sejak saya
sakit dia punya istri lagi, sekarang dia tinggal di rumah istri mudanya.

14. Riwayat keluarga inti


Menurut keterangan Ny.S “Saya asli semarang, bapak asli Klaten, dari
pertama menikah saya sudah tingal di sini”

15. Riwayat keluargasebelumnya.


15.1 Riwayat Hubungan Keluarga
“ saya kadang-kadang masih bertemu dengan saudara –saudara
saya karena rumahnya khan dekat-dekat, tapi sama keluarga suami tidak
pernah , Ny.M mengatakan Sauda suami sudah meninggalsemua

14
16.2 Konflik antar pasangan.
“ ya itu, sejak saya sakit bapak punya istri lagi, dia tidak pernah
tingal di sini, Ny.S mengatakan ia tidak mau tinggal serumah dengan
Tn.M

C. LINGKUNGAN
16. Karakteristik Rumah
17.1 Status rumah
Status rumah merupakan rumah dengan status hak milik atas nama
Tn. M
17.2 Perincian DenahRumah
Jenis bangunan permanent dengan ukuran 15x10 m, yang terdiri
dari : 1 ruang tamu, 2 kamar tidur, 1 kamar mandi dan dapur.
Lantai diplester. Ruang tamu memiliki 1 jendela yang selalu
dibuka. Atap terbuat dari genting. Dapur terletak dibelakang dekat
kamar mandi. MCK terletak didalam rumah, sumber air dari sumur
dengan sanyo. Keluarga memiliki tempat penampungan air.
Denah Rumah : -

15
Kondisi lantai bersih, kondisi ruangan kurang teratur, lantai terbuat
dari plester, atap terbuat dari genting, tidak dipasang eternit.
17.3 Kebiasaan Keluarga Dalam perawatan Rumah
Ny.S mengatakan“Biasanya anak saya atau kadang rewang saya
yang menyapu dan mengepel ”
17.4 Sistem Pembuangan Sampah
Menurut keterangan ny.S “ Pembuangan sampah di taruh di tong
kemudian dibakar”.
17.5 Sistem drainage air
Keluarga Ny.S memiliki selokan untuk membuang limbah keluarga
dan selokan tersebut bermuara sampai ke sungai, selokannya
terbuka dan lancar.
17.6 Penggunaan jamban
Keluarga memiliki jamban jenisnya kloset duduk yang letaknya
didalam rumah, tempat penampungan jamban tersebut dengan
sumber air jaraknya lebih dari 10 M
17.7 Kondisi Air
Keluarga memakai sumber air dari sumur menggunakan sanyo
untuk pemenuhan kebutuhan sehari – hari, kondisi air bersih, tidak
berbau, berasa ataupun berwarna
17.8 Pengetahuan keluarga mengenal masalah kesehatan yang berkaitan
dengan Lingkungan.
Ny. S mengatakan : “ ya kalau lingkungan kotor akan
mengakibatkan masyarakat mudah sakit”.

17. Karakteristik tetangga danKomunitas


18.1 Adat dan istiadat komunitassekitar
Nn. S “Tetangga sekitar mempunyai kebiasaan mengaji bersama,
apabila ada salah satu tetangganya yang sakit mereka saling bantu-
membantu”

16
“Setiap bulan pada minggu pertama diadakan pertemuan PKK
tingkat RT dan keesokan harinya dilakukan kerjabakti ibu-ibu
bersama untuk membersihkan lingkungan sekitar rumah masing –
masing dan membakar sampah di penampungan sampah umum”
18.2 Pola pergaulankeluarga
Ny. S menagatakan tetangga baik-baik “Menurut saya hubungan
keluarga dengan tetangga baik-baik saja, tapi karna saya sakit saya
tidak pernah pergi kemana-mana. Saya dulu pernah belajar berjalan
menggunakan tongkat tapi semenjak jatuh saya takut lagi, semenjak
itu kalau tidak dipapah saya tidak mau berjalan
18.3 Persepsi Keluarga terhadap komunitas
“Kami merasa nyaman hidup ditengah-tengah masyarakat, menurut
keluarga mereka layaknya keluarga sendiri, saling membantu jika
ada kesulitan” NY.S menerangkan
18.4 Pengetahuan Keluarga mengenai Masalah kesehatan Yang berkaitan
Dengan Komunitas
Ny. Tampak dengan kebingungan “Masalah kesehatan yang muncul
dalam kehidupan ditengah masyarakat secara khusus saya belum
tahu, tapi sekarang ini lagi musim demam berdarah ya
18. Mobilitas Geografis Keluarga
19.1 Alat transportasi Didaerah
Menurut keterangan ny.S alat transportasi yang ada didaerah banyak
seperti angkutan kota, bis namun untuk masuk sampai rumahnya
belum ada kendaraan umum yang masuk, jalan satu – satunya
adalah naik ojek atau jalankaki
19.2 Alat Transportasi yang biasa digunakan Olehkeluarga
Ny. S mengatakan “ saya tidak pernah kemana-mana. Paling anak
saya kalau keluar pakai sepeda motor”
19. Perkumpulan keluarga dan Interaksi DenganMasyarakat
20.1 Peran serta keluarga Dalam perkumpulan dimasyarakat

17
Ny. M mengatakan keluarganya tdak aktiv dalamorganisasi
kemasyarakatan apapun“Kami hanya warga biasa”
20.2 Persepsi keluarga mengenai perkumpulan Dimasyarakat
Nn.S mengatakan “Perkumpulan di masyarakat memang banyak
manfaatnya selain berkumpul bersama bisa menjalin tali silaturohmi
yang lebih erat sambil cerita dan bercanda bersama”

D. STRUKTURKELUARGA
20. Pola Komunikasi Keluarga
“Kami selalu menyarankan agar saling terbuka dan saling membantu bila
ada masalah” ny. S menerangkan
21. Struktur Kekuatankeluarga
Menurut keterangan ny. S “…..keputusan dengan musyawarah”. Tapi
keputusan tetap melibatkan Tn.M walaupun tidak tinggal serumah
22. Strukturperan
Walau tidak tinggal dalam satu rumah Tn. M tetap berperan sebagai
pencari nafkah karena Ny.S tidak bisa bekerja dan anaknya belum
bekerja.
23. Nilai dan normabudaya
Ny. S mengatakan anaknya rajin mengikuti kegiatan keagamaan yang ada
diwilayah RT seperti pengajian bersama,kalau Ny.S tidak pernah
mengikuti. Keluarga mengatakan dalam keluarga menghormati satu
sama lain namun tetap menjaga agar suasana rumah bisa hidup dengan
saling menghargai namun jika ada masalah keluarga membicarakan
dengan serius antaranggota.

18
E. FUNGSIKELUARGA
24. Fungsi Afektif
Ny.S sangat menyayangi anak-anaknya, sebenarnya Tn.M juga
menyayangi anaknya.tapi Ny.S mengatakan tidak mau berkumpul lagi
dengan Tn.M karena memili istri lagi.
25. Fungsi Sosial
Ny. S mengatakn “Kami saling menyayangi, bapak juga sayang sama
anak-anak, tapi saya tidak mau dia tinggal disini, biar dia tinggal di
rumah istri mudanya.
26. Fungsi Reproduksi
“Saya sudah tidak menstruasi, dan suami saya sekarang tinggal dengan
istri mudanya, ny. Mmengatakan
27. Fungsi sosialisasi.
Ny. S mengatakan “saya tidak pernah bergaul dengan tetangga , karena
saya tidak bisa ke mana-mana, tetapi hubungna saya dengan tetangga
baik-baik saja, mereka juga mau membantu memapah saya jalan bila tida
ada anak saya.

28. Fungsi Perawatan Kesehatan


29.1 Kemampuan keluarga Mengenal masalahkesehatan
Nn. S tahu penyakit yang diderita Ny.S adalah lumpuh, dan kelarga
tau sebenarnya Ny.S harus diterapi, tetapi Ny.S tidak mau karena
merasa putus asa
29.2 Kemampuan keluarga Mengambil keputusan mengenai tindakan
keperawatan
Nn. S mengatakan kalau masalah biaya pengobatan selalu diusahan
, keluarga menyadari ada masalah dengan anggota keluarganya
yaitu Ny.M yang mengalami kelumpuhan.
29.3 Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yangsakit.
Nn. S mengatakan “Kami sebenarnya sudah mengupayakan untuk
kesembuhan ibu, kami membawa ke rumah sakit untuk dilatih

19
gerakan, tapi ibu akhirnya ndak mau, akhirnya saya memanggil
seorang suster untuk di lakukan perawatan di rumah dan ibu
akhirnya bosan ibu mintanya langsung bisa jalan”. Lalu keluarga
mencoba melatih gerakan sendiri seperti yang dilakkan oleh suster.
Keluarga juga membawa klien ke akupuntur tapi tidak ada
perubahan
29.4 Kemampuan keluarga memodifikasi lingkungan rumah yang sehat.
Menurut keterangan Nn. S, Keluarga sudah membuatkan tempat
untuk BAB/BAK dengan menggunakan kursi yang di lobangi
tengahnya agar Ny.M tidakkesulitan
29.5 Kemampuan memanfaatkan fasilitaskesehatan.
Nn. Smengatakan, :”dulu rajin membawa Ny.M ke rumah sakit
atau dokter praktek, karena tidak ada kemajuan (Ny.M ingin segera
bisa jalan), Akhirnya ibu minta pengoobatandihentikan”
29. FungsiEkonomi
NY. M mengatakan “Uang jatah dari bapak ya hanya cukup untuk makan
sehari-hari

F. STRESS DAN KOPINGINDIVIDU


30. Stressor jangkapendek
Ny. M mengatakan anaknya sudah mencari kerja tapi belum dapat
31. Kemampuan keluarga berespon terhadapstressor
Ny.S sudah berusaha mencari kerja,” saya akan berusaha sungguh-
sungguh biar bisa membantu keuangankeluarga”
32. Strategi Koping Yangdigunakan
Ny. M mengatakan “Jika ada masalah keluarga kami lebih suka
berunding bersama, dan pasrah kepadaAllah”
33. Harapan keluarga padaperawat
Ny.M dan Nn. S berharap bisa mendapatkan berbagai informasi
kesehatan dan mampu memberikan penyelesaian masalah kesehatan yang
dihadapikeluarga

20
34. Persepsi keluarga terhadapperawat
Ny. M danNn.S menganggap sosok perawat adalah seseorang yang
mampu membantu jika ada masalah kesehatan yangmuncul.
35. Harapan keluarga terhadap perawat berhubungan dengan masalah yang
dihadapi
Ny. M danNn.S mengatakan ingin mendapatkan berbagai informasi
mengenai kesehatan demi menjaga kesehatan anggotakeluarga.
G. Hasil pemeriksaan fisik keluarga Ny.S pada hari Minggu, 30 juni 2019

No Pemeriksaan Ny. S Nn.S


1 Kepala
Beruban, tidak rontok Hitam, bersih tidak rontok
Rambut
Tidak anemis Tidak anemis
Mata
Simetris,tidak ada polip Simetris,tidak ada polip
Hidung
Telinga Aurikula simetris, bersih, Aurikula simetris, bersih,
tidak terdapat tidak terdapat penumpukan
penumpukan serumen serumen

Mulut Gigi sudahada yang Gigi utuh, mulut bersih.


tanggal, mulut bersih. Tidak ada lesi.
Tidak adalesi.
Tidak terdapat pembesaran
Leher Tidak terdapat
kelenjar tiroid, tidak ada
pembesaran kelenjar
kesulitan menelan.
tiroid, tidak ada kesulitan
menelan.

Dada
Bentuk Simetris Simetris
Paru

21
No Pemeriksaan Ny. S Nn.S
Inspeksi Gegakan dada ritmis Gegakan dada ritmis
Ausultasi Wheezing terdengar Suara dasar Vesikuler
Perkusi Redub Sonor
Palpasi Fremitus positif Suara dasar Vesikuler
Jantung
Tidak tampak ictus cordis Tidak tampak ictus cordis
Suara S1-S2 terdengar Suara S1-S2 terdengar
normal, Sonor normal, Sonor

Abdomen Datar
Bentuk Datar Gerakan nafas ritmis
Inspeksi Gerakan nafas ritmis Peristaltik terdengar 8-15
Ausultasi Peristaltik terdengar 10- kali/menit
20 kali/menit Redub
Perkusi Redub Tidak teraba hepar dan
Palpasi Tidak teraba hepar dan tidak ada nyeri tekan.
tidak ada nyeri tekan.
Ekstremitas ROM maksimal kekutatan
Atas dan Mengalami keterbatasan sama.
Bawah pergerakan pada tangan ROM maksimal, tidak ada
kanan dan kaki kanan, edema, kekuatan sama dan
kekuatan tonus otot 1 tidak ada kelemahan
, tidak ada edema anggota gerak.

Tanda-tanda
Vital 120/80 mmHg.
Tek.darah 36,8 0 C
Suhu badan 140/90 mmHg. 80 kali/ menit
Nadi 36,5 0 C 20 kali / menit

22
No Pemeriksaan Ny. M Nn.S
Pernafasan 88 kali/ menit 150 Cm
Tinggi badan 20 kali / menit 43 Kg
Berat badan 143 Cm
60 Kg

23
II. ANALISADATA

Data Problem Etiologi


1. DS: Ketidakmampuan
Gangguan mobilitas
- Ny. .S mengatakan dia keluarga merawat
fisik padaNy.S
tidakbisa beraktifitas apa-apa, ia anggota keluarga yang
mau beraktifitas bila ada yang menderitaStroke
memapah
- ny. M mengatakan “ Saya dulu
pernah belajar berjalan
menggunakan tongkat tapi
semenjak jatuh saya takut lagi,
semenjak itu kalau tidak
dipapah saya tidak mauberjalan
- Dulu pas sakit mulut
sayamencongmbak
DO :
- Ny.M hanya tiduran di
tempat tidur atau duduk di
kursi
- Tidak mau dilakukan
latihan ROMpasif

24
DS : Pemeliharaan Ketidakmampuan
- NN. S mengatakan, :”dulu kesehatan tidak efektif keluarga merawat
rajin membawa Ny.S ke anggota keluarga
rumah sakit atau dokter denganstroke
praktek, karena tidak ada
kemajuan (Ny.S ingin segera
bisa jalan), Akhirnya ibu
minta pengoobatan

25
dihentikan
- Ny. S mengatakan menu
makan sama dengan yang
dimakankeluarga
DO :
- Keluarga tidak pernah
melatih klien untuk
mobilisasi
- Lantai terbuat dariplester

DS : Resiko cedera pada Ketimampuan keluarga


- Ny. S mengatakanpernah Ny. S Memodifikasi
Jatuh Lingkungan
DO
- Lantai kamar mandilicin
- Penerangankurang
- Belum ada pegangan di
kamar mandi

III. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Gangguan mobilitas fisik pada keluarga Tn.N khususnya Ny.S berhubungan


dengan ketidakmampan keluarga merawat anggota keluarga denganstroke.
2. Pemeliharaan kesehatan tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga merawat anggota keluarga denganstroke
3. Resiko cedera pada keluarga Tn.M khususnya Ny. S berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga memodifikasilingkungan

26
IV. SKORING
1. Diagnosis keperawatan: Gangguan mobilitas fisik pada keluarga Tn.M
khususnya Ny.S berhubungan dengan ketidaktahuan keluarga merawat anggota
keluarga denganstroke

Kriteria Skor Total Pembenaran


1. Sifat Masalah : 3/3x1 1
Tidak sehat
Masalah adalah aktual karena
sudah terjadi

2. Kemungkinan 1/2x2 1
Tingkat pengetahuankeluarag
Masalah dapat
yang kurang,dan ny.S tidak
diubah :sebagian mau dilakukan terapi, tapi
keluaraga sudah berusaha
untuk mengobati

3. Kemungkinan 1/3x1 1/3


Masalah sudah berjalan lama,
Masalah dapat
dan sudah terjadi gangguan
dicegah :rendah pada ny. S

4. Menonjolnya 0/2x1 0
Masalah gangguan mobilisasi
Masalah :masalah
fisik tidak dirasakan
tidakdirasakan olehkeluarga karena sudah
berjalanlama

Jumlah 2 1/3

27
2. Diagnosis keperawatan: pemeliharaan kesehatan tidak efektif berhubungan
dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga denganstroke

Kriteria Skor Total Pembenaran


2. Sifat Masalah : 3/3x1 1 Masalah pe,eliharaan
kesehatan tidak efektif adalah
Tidak sehat
actual
2. Kemungkinan 1/2x2 1 Karena pengetahuan keluarga
tentang pemeiharaan
Masalah dapatdiubah
kesehatan kurang, sementara
: sebagian sumber daya keluargacukup
3. Kemungkinan 2/3x1 2/3 Penyakit sudah berjalan lama,
sudah mengalami gangguan
Masalah dapatdicegah
gerak, keluarga skarang tidak
: cukup mengupayakan kegiatan
mencarikesehatan

4. Menonjolnya Masalah 1/2x1 1/2 Keluarga mengaggap sakitnya


ny.S merupakan masalah, tapi
: tidak perlu
tidak memerlukan penanganan
segeraditangani segera karena sdah
berjalanlama.
Jumlah 3 1/6

3. Diagnosa keperawatan : Resiko cedera pada keluarga Tn.M khususnya Ny. S


berhubungan dengan ketidaktahuan keluarga memodifikasilingkungan
Kriteria Skor Total Pembenaran
3. Sifat Masalah : 2/3x1 2/3 Masalah belum terjadi tetapi
ada riwayat pernah jatuh,
Ancaman
sehingga diperlukan upaya
kesehatanTidak sehat pencegahan supaya tidak
terjadi cedera

28
2. Kemungkinan 1/2x2 1 Masalah tidak terlalu mudah
di ubah karena dana dan
Masalah dapatdiubah
kemauan keluarga untuk
: sebagian mengatasimasalah

29
3. Kemungkinan 2/3x1 2/3 Dalam masalah ini keluarga
telah melakukan sebagian
Masalah dapatdicegah
upaya pencegahan cedera
: cukup dengan membuat wc duduk
dari kursi

4. Menonjolnya Masalah 1/2x1 1/2 Ny. S pernah jatuh ddan


menimbulkan trauma
: masalah berat harus
psikologis
segera ditangani

Jumlah 2 5/6

2. PRIORITASMASALAH
1. Pemeliharaan kesehatan tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga merawat anggota keluarga degastroke
2. Gangguan mobilitas fisik pada Ny.S berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga merawat anggota keluarga denganstroke
3. Resiko cedera pada keluarga Tn.M khususnya Ny. S berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga memodifikasilingkungan

30
V. ANALISADATA

Data Problem Etiologi


3. DS: Ketidakmampuan
Gangguan
- Ny. .S mengatakan dia tidak bisa keluarga merawat
mobilitas fisik
beraktifitas apa-apa, ia mau anggota yang
padaNy.S
beraktifitas bila ada yangmemapah menderitaStroke
- ny. S mengatakan “Saya dulu
pernah belajar berjalan
menggunakan tongkat tapi
semenjak jatuh saya takut lagi,
semenjak itu kalau tidak dipapah
saya tidak mauberjalan
- ny. M mengatakan “Dulu passakit
mulut saya mencong mbak
DO :
- Ny.S hanya tiduran di tempat
tidur atau duduk dikursi
- Tidak mau dilakukan
latihan ROMpasif

31
DS : Pemeliharaan Ketidakmampuan
- Keluarga mengatakan, :”dulu kesehatan tidak keluarga merawat
rajin membawa Ny.S ke rumah efektif anggota keluarga
sakit atau dokter praktek, karena yang menderita
tidak ada kemajuan (Ny.S ingin stroke
segera bisa jalan), Akhirnya ibu
minta pengoobatandihentikan
- Ny. S mengatakanmenu
makansama dengan yang
dimakan keluarga
DO :

32
- Keluarga tidak pernah melatih
klien untukmobilisasi
- Lantai terbuat dariplester

VI. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. gangguan mobilitas fisik pada Ny.S berhubungan berhubungan dengan


ketidaktahuan keluarga merawat anggota keluarganya yang sakit dirumah.
2. pemeliharaan kesehatan tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga merawat anggota kelarga yangsakit

VII. SKORING
1. Diagnosis keperawatan: gangguan mobilitas fisik pada Ny.S berhubungan
dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarganya yang sakit di
rumah

Kriteria Skor Total Pembenaran


4. Sifat Masalah : 3/3x1 1
Tidak sehat
Masalah adalah aktual karena
sudah terjadi

2. Kemungkinan 1/2x2 1
Tingkat pengetahuan
Masalah dapat
kurang,dan klien tidak mau
diubah :sebagian dilakukanterapi

33
3. Kemungkinan 1/3x1 1/3

34
Masalah dapat Masalah sudah berjalan lama,
sudah terjadi kerusakan
dicegah : rendah
4. Menonjolnya 0/2x1 0
Masalah gangguan mobilisasi
Masalah :masalah
fifik tidak dirasakan
tidakdirasakan olehkeluarga karena sudah
berjalanlama

Jumlah 2 1/3

2. Diagnosis keperawatan: pemeliharaan kesehatan tidak efektif berhubungan


dengan ketidakmampuan akeluarga merawat anggota kelarga yangsakit

Kriteria Skor Total Pembenaran


5. Sifat Masalah : 3/3x1 1 Masalah pe,eliharaan
kesehatan tidak efektif adalah
Tidak sehat
actual
2. Kemungkinan 1/2x2 1 Karena pengetahuan keluarga
tentang pemeiharaan
Masalah dapatdiubah
kesehatan kurang, sementara
: sebagian sumber daya keluargacukup
3. Kemungkinan 2/3x1 2/3 Penyakit sudah berjalan lama,
sudah mengalami gangguan
Masalah dapatdicegah
gerak, keluarga skarang tidak
: cukup mengupayakan kegiatan
mencarikesehatan

4. Menonjolnya Masalah 1/2x1 1/2 Keluarga mengaggap sakitnya


ny.S merupakan masalah, tapi
: tidak perlu
tidak memerlukan penanganan
segeraditangani segera karena sdah
berjalanlama.
Jumlah 3 1/6

35
4. PRIORITASMASALAH
4. Pemeliharaan kesehatan tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga merawat anggota kelarga yangsakit
5. gangguan mobilitas fisik pada Ny.S berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga merawat anggota keluarganya yang sakit dirumah

VIII. RENCANA KEPERAWATAN

No. Tujuan Kriteria Standar Intervensi


DP
1 Setelah Verbal oKeluarga Ny. S 1. Kaji pengetahuan

36
No. Tujuan Kriteria Standar Intervensi
DP
dilakukan dapat memahami keluarga tentang
tindakan keluhan yang penyebab sesak nafas
keperawatan dialami oleh Ny.S. yang dialami Ny. S.
keluhan sesak o Klien dan keluarga 2. Ajarkan kepada
nafas Ny. S dapat memahami keluarga tentang cara
berkurang cara penghematan penghematan energi.
energi untuk 3. Berikan latihan
mengurangi sesak pernafasan efektif dan
nafas padaNy.S batuk efektif untuk
mengeluarhan dahak.

Psikomotor o Keluarga dapat 5. Ajarkan keluarga


menyediakan untuk menyiapkan
tempat tidur yang tempat tidurdengan
memungkinkan batnat lebih tinggi
Ny.S tidur nyaman dari kepala.
dan mengurangi
sesaknafasnya.
o Keluarga mampu 6. Ajarkan kepada
mencari keluarga tentang
pertolongan tanda sesak nafas
pertama bila yang harus segera
anggota Mendapakan
Keluarga(Ny.S) pertolongan.
mengalami sesak
nafasdirumah.

2 Setelah Verbal o Keluarga Ny.S 1. Jelaskan kepada


dilakukan memahami Cara keluarga bahwa Ny.S

37
No. Tujuan Kriteria Standar Intervensi
DP
tindakan penularan penyakit perlu mendapat
keperawatan, TB. Paru. perhatian sewajarnya.
pada akhir 2. Berikan pendidikan
minggu ke 2 kesehatan tentang
Januari cara penularan
keluarga penyakit TB. Paru
mampu kepada keluarga Ny.S
megupayakan
pencegahan
oKeluarga mampu
penularan Psikomotor 3 Jelaskan kepada
memodifikasi
penyakit TB. keluarga tentang cara
lingkungan dan
Paru pada Mengatur
peralatan rumah
keluarga Ny.S lingkungan: kamar
tangga yang dapat
tidur alat makandan
meminimalkan
Minum
penularan penyakit
4. Berikan pujian setiap
TB. Paru pada
Keberhasilan
keluarga Ny.S
keluarga.
3 Setelah Verbal o Keluarga mampu 1. Jelaskan kepada
dilakukan memahami kndisi keluarga bahwa Ny.S
tindakan Ny.S yang memerlukan bantuan
keperawatan, memerlukan anggota keluarga lain.
keluarga bantuan anggota
mampu keluargalain.
menyediakan o Keluarga tidak 2. Memberikan
dukungan meninggalkan pertimbangan kepada
yang cukup Ny.S dengan Nn.SH untuk
terhadap cucunya yang kecil mengambil kursus
kondisi Ny.S. dalam jangkalama menjahit di derah

38
No. Tujuan Kriteria Standar Intervensi
DP
yang dekat dengan
rumanya (Keluarga
Ny.S)

o Keluarga
3. Meminta kepada Nn.
mempunyai akses SH agar mempunyai
komunikasi
alamat atau nomor
dengan cucunya
telefon yang bias
yang akan pulang
dihubungi sewaktu-
kerumah Ibunya.
waktu neneknya
mengalam gangguan
kesehatan, bila harus
meninggalkan Ny.S
dalam waktu yang
lama.

39
DAFTAR PUSTAKA

Smeltzer, Suzanne; Suzanne; and Benda G Bare. (2001), Buku Saku Ajar
Keperawatan Medikal Bedah, Edisi 8. Jakarta: EGC

Suprajitno. (2004). Asuhan Keperawatan Keluarga. Jakata: EGC.


Carpenito, L. J. Handbook of Nursing Diagnosa. Edisi 8, Alih Bahasa Monica
Ester. (2001). Jakarta: EGC

Carpenito, L. J. (2004) Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Edisi 7, Alih Bahasa


Monica Ester. Jakarta: EGC

40