Anda di halaman 1dari 6

38 Jurnal JIBEKA Volume 7 No 2 Agustus 2013: 38 - 43

FAKTOR YANG MEMENGARUHI VOLUME IMPOR BERAS DI


INDONESIA
Edward Christianto
Alumni Universitas Ma Chung

Abstrak
Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Sektor sumber daya alam yang
dapat dikembangkan dari Indonesia adalah sektor pertanian karena ditunjang dengan struktur tanah yang baik
untuk digunakan bercocok tanam. Pertanian Indonesia dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga negara
Indonesia seperti penenuhan kebutuhan pangan dan papan. Dalam kebutuhan pangan, sektor pertanian digunakan
untuk memproduksi beras yang merupakan makanan pokok warga negara Indonesia secara umum. Oleh karena itu,
beras harus selalu tersedia dan tidak boleh ada kekurangan stok beras untuk dalam negeri. Kebutuhan beras dalam
negeri saat ini sangat tinggi, sedangkan produksi beras yang dihasilkan dalam negeri dapat melebihi kebutuhan
dan dapat juga mengalami kekurangan kebutuhan beras. Salah satu cara yang dilakukan pemerintah untuk
mencukupi kebutuhan beras adalah melakukan impor beras dari negara lain. Akan tetapi, volume impor yang
dilakukan oleh pemerintah sangat tinggi. Tingginya volume impor beras ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor,
yaitu produksi beras dalam negeri, harga beras dunia dan jumlah konsumsi beras per kapita masyarakat Indonesia.
Kata kunci: Impor beras, produksi beras, harga beras dunia, konsumsi beras

Abstract
Indonesia is a country with abundant natural resources. Natural resources sector can be developed from the
agricultural sector because Indonesia is supported by the structure of the soil is good for farming use. Indonesia's
agriculture can be used to meet the needs of Indonesian citizens as penenuhan need for food and shelter. In need of
food, agriculture used to produce rice is the staple food of Indonesian citizens in general. Therefore, the rice should
always be available and there should be no shortage of rice for domestic stocks. Domestic rice demand is high,
whereas the production of rice produced in the country can exceed your needs and can also experience shortages of
rice needs. One of the ways the government to meet the demand for rice is rice import from other countries.
However, the volume of imports by the government is very high. The high volume of rice imports could be caused by
several factors, namely domestic rice production, world rice prices and the amount of per capita consumption of
rice in Indonesia.

Keywords: Imported rice, rice production, world rice prices, rice consumption

PENDAHULUAN Produksi beras dalam negeri diharapkan


Indonesia merupakan negara yang memiliki dapat memenuhi semua kebutuhan masyarakat
sumber daya alam yang melimpah. Sumber daya Indonesia karena dengan berhasilnya pemenuhan
alam tersebut dapat dikelola dengan baik dan dapat beras dalam negeri berarti pemerintah tidak
menghasilkan sesuatu yang berharga bagi masyarakat memerlukan tindakan untuk mengimpor beras dari
Indonesia. Sektor sumber daya alam yang dapat negara lain. Akan tetapi dalam kenyataannya,
dikembangkan dari Indonesia adalah sektor pertanian Indonesia dalam pemenuhan kebutuhan beras masih
karena ditunjang dengan struktur tanah yang baik bergantung pada impor beras dari negara lain. Hal
untuk digunakan bercocok tanam. Pertanian tersebut dilakukan pemerintah untuk mencukupi
Indonesia dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan di Indonesia dan juga untuk
kebutuhan warga negara Indonesia seperti penenuhan menjaga cadangan persediaan stok beras yang ada di
kebutuhan pangan dan papan. Indonesia. Seperti yang dikatakan Hatta Rajasa, ”
Dalam kebutuhan pangan, sektor pertanian Stok cadangan beras nasional memang harus ada.
digunakan untuk memproduksi beras yang Cina saja menetapkan cadangan stok beras itu 30
merupakan makanan pokok warga negara Indonesia persen. Saat ini cadangan yang kita miliki sudah
secara umum. Nasi di masyarakat Indonesia juga mencapai 2 juta ton. Target kita sebanyak 3 juta ton.
dianggap sebagai suatu prestise. Fenomena yang Itu sesuai dengan kebutuhan secara nasional
berkembang di masyarakat kita, mereka yang sebanyak 36 juta ton per tahun”
mengkonsumsi makanan pokok selain beras kerap (LensaIndonesia.com, 2012).
kali diidentikkan dengan golongan masyarakat yang Konsumsi beras masyarakat Indonesia dapat
serba kekurangan (Kusmiadi, 2012) dikatakan tinggi karena setiap orang di Indonesia
mengkonsumsi beras setiap tahun sebesar 139,5 kg.
Edward Christianto: Faktor yang mempengaruhi volume impor beras di Indonesia. 39

Konsumsi beras Indonesia lebih besar dua kali lipat menurut undang-undang perpajakan adalah kegiatan
konsumsi beras dunia pada angka 60 kg per tahun. atau aktivitas memasukkan barang dari luar wilayah
Konsumsi beras per kapita masyarakat Indonesia Pabean Indonesia (luar negeri) ke dalam wilayah
tersebut dapat diterima karena beras merupakan Pabean Indonesia.
makanan pokok warga negara Indonesia (Hermanto, Impor adalah arus masuk dari sejumlah barang
2012). Hal yang dilakukan pemerintah untuk dan jasa ke dalam pasar sebuah negara baik untuk
mencukupi kebutuhan beras dalam negerinya yaitu keperluan konsumsi ataupun sebagai barang modal
dengan cara mengimpor beras dari negara dengan atau bahan baku produksi dalam negeri. Semakin
penetapan bea masuk impor beras yang rendah.Tetapi besar impor, disatu sisi baik karena menyediakan
penerapan bea masuk impor beras yang dilakukan kebutuhan rakyat negara itu akan produk atau jasa
pemerintah mendapat beberapa kritikan dari para tersebut, namun sisi lainnya bisa mematikan produk
ahli. Seperti yang diutarakan oleh Pantjar Simatupang dan jasa sejenis dalam negeri, dan yang paling
Staf Ahli Mentan bidang Kebijaksanaan Pertanian mendasar menguras devisa negara yang bersangkutan
yaitu “Pembebasan bea masuk impor beras (Larassati, 2007)
seharusnya perlu dikaji pada bulan Februari 2011 Pengertian perdagangan internasional secara
mengingat pada saat itu sudah mulai panen raya” sederhana menurut kamus ekonomi yaitu
(Sinar Tani, 2011). perdagangan yang terjadi antara dua negara atau
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik lebih. Perdagangan luar negeri merupakan aspek
(BPS) seperti dikutip detik Finance, Minggu penting bagi perekonomian suatu negara.
(10/6/2012) impor terbesar beras ke Indonesia datang Perdagangan internasional menjadi semakin penting
dari negara Vietnam yaitu sebanyak 416 ribu ton tidak hanya dalam pembangunan negara yang
dengan nilai US$ 233 juta. Beras asal Thailand yang berorientasi keluar akan tetapi juga dalam mencari
masuk ke Indonesia sebanyak 222 ribu ton dengan pasar di negara lain bagi hasil-hasil produksi di
nilai US$ 128 juta. Disusul beras dari India sebanyak dalam negeri serta pengadaan barang-barang modal
150 ribu ton dengan nilai US$ 70 juta. Beras dari guna mendukung perkembangan industri di dalam
Pakistan sebanyak, 36 ribu ton dengan nilai US$ 14 negeri.
juta dan beras dari China sebanyak 1.880 dengan Teori perdagangan internasional mulai muncul
nilai US$ 7 juta (Kompas, 2012). Total nilai impor sejak abad ke 17 dan 18 dimana pada saat itu dikenal
beras yang dilakukan Indonesia selama tahun 2012 sebagai era merkantilisme. Setelah itu muncul
adalah US$ 438 juta yang dapat dikatakan bahwa pemikiran Adam Smith yang menyatakan bahwa
Indonesia kehilangan devisa negara sebesar US$ 438 perdagangan dua negara didasarkan pada keunggulan
juta untuk melakukan impor beras. Nilai tersebut absolut. Dimana kedua negara tersebut dapat
dapat berkurang apabila Indonesia dapat melakukan memperoleh keuntungan dengan cara setiap negara
swasembada beras sehingga dapat mengehemat melakukan spesialisasi dalam memproduksi komoditi
devisa negara yang digunakan untuk mengimpor yang memiliki keunggulan absolut, dan menukarkan
beras. komoditi lain yang mempunyai kerugian absolut
Apabila penentuan volume beras tidak sehingga setiap negara dapat memperoleh
terkontrol, dampak negatif yang dapat dirasakan keuntungan. Setelah teori Adam Smith lahirlah
adalah surplus beras yang berlebihan di pasaran hukum keunggulan komparatif David Ricardo.
sehingga menyebabkan harga turun dan membuat Hukum keunggulan komparatif menyatakan bahwa
masyarakat hidup konsumtif juga dapat menimbulkan meskipun salah satu negara kurang efisien dibanding
inflasi. Sebaliknya apabila volume impor beras negara lain dalam memproduksi kedua komoditi,
kurang dapat menutupi kesediaan beras dipasaran masih terdapat dasar dilakukannya perdagangan yang
maka menyebabkan harga beras tinggi karena stok menguntungkan dua negara (Salvatore, 1997).
menipis. Dampak negatif apabila volume impor beras Hukum keunggulan komparatif inilah yang menjadi
tidak terkontrol adalah pemborosan devisa negara dasar bagi suatu negara untuk saling menukarkan
yang difokuskan kepada impor beras padahal devisa komoditi melalui ekspor dan impor.
negara dapat dialokasikan ke sektor lain yang
membutuhkan impor. TEORI PERMINTAAN
Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) :
KAJIAN TEORI Jika harga semakin murah maka permintaan atau
TEORI PERDAGANGAN INTERNASIONAL pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika
Kebutuhan konsumen akan suatu barang sangat harga semakin rendah/murah maka penawaran akan
tidak terbatas sehingga mereka bingung semakin sedikit dan sebaliknya. Semua terjadi karena
memenuhinya. Hal itu terjadi karena ketika suatu semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-
barang dikonsumsi, maka lama kelamaan akan habis besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu
dan ketika produksi tidak dapat memenuhinya lagi tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit
jalan satu-satunya adalah melakukan kegiatan impor karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi
untuk mencukupi kebutuhan konsumen. Impor penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba
40 Jurnal JIBEKA Volume 7 No 2 Agustus 2013: 38 - 43

memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi kecil ruang lingkupnya maka semakin elastis
agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga barang tersebut. Sebagai contoh, pasar makanan
yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen akan memiliki permintaan yang inelastis karena
mencari produk lain sebagai pengganti barang yang makanan dalam pengertian umum tidak memiliki
harganya mahal (Greco, 2005). substitutan. Sedangkan pasar es krim vanila
Dalam ekonomi terdapat permintaan (demand) (dalam pengertian sempit sebagai sajian pencuci
dan penawaran (supply) yang saling bertemu dan mulut) yang pasarnya sempit atau terfokus, akan
membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga elastis permintaannya. Seandainya harga es krim
dan jumlah barang. Setiap transaksi perdagangan vanila melonjak, kuantitas permintaannya segera
pasti ada permintaan, penawaran, harga dan kuantitas susut karena konsumen akan mencari sajian lain
yang saling mempengaruhi satu sama lain. untuk cuci mulut.
Hukum permintaan menjelaskan hubungan
antara perubahan harga terhadap perubahan barang 4. Rentang Waktu
yang diminta. Hukum permintaan menyatakan bahwa Apabila rentang waktu perubahan harga suatu
antara harga dan jumlah barang yang diminta barang lebih lama atau jangka panjang,
berbanding terbalik. Artinya bila harga naik akan permintaan barang tersebut akan elastis. Karena
menyebabkan jumlah barang yang diminta akan turun orang-orang (konsumen) mampu untuk mencari
dan sebaliknya, dengan syarat ceteris paribus dan mensubtitusi barang tersebut dan biasa tidak
(Mallios, 2004). menggunakan barang tersebut lagi. Namun,
Menurut Mankiw (2008), permintaan suatu untuk jangka waktu yang pendek akan
barang bisa dikatakan elastis atau inelastis didasari mengalami inelastis karena tidak adanya
atau ditentukan oleh berbagai faktor yaitu : kesempatan bagi konsumen untuk mensubtitusi
barang tersebut.
1. Barang Mewah dan Barang Kebutuhan
Permintaan barang-barang kebutuhan FAKTOR YANG MEMENGARUHI VOLUME
umumnya inelastis, sedangkan IMPOR BERAS
permintaan barang-barang mewah umumnya
elastis. Karena walaupun harga-harga barang Produksi beras
kebutuhan mengalami peningkatan atau Produksi beras di Indonesia pada tahun ke tahun terus
penurunan jumlah yang diminta akan tetap sama meningkat karena harus memenuhi target yang telah
atau hanya mengalami penurunan sedikit. dicapai pada tahun sebelumnya. Hal ini dapat dilihat
Mengapa barang mewah bisa elastis? karena pada Tabel 2 yang berisikan jumlah produksi beras
apabila harga barang mewah mengalami dan juga jumlah ketersediaan produksi yang dapat
peningkatan harga jumlah yang diminta hampir dikonsumsi. Dari tahun 2001-2010 telah mengalami
tidak ada. Tapi jika barang mewah mengalami peningkatan jumlah produksi sebesar kurang lebih 10
penurunan harga jumlah yang diminta akan juta ton beras.
meningkat, mungkin bisa meningkat secara
signifikan. Tabel 1. Produksi beras
Tahun Produksi (Kg)
2. Ketersediaan Barang Substitusi
Suatu barang yang memiliki barang subtitusi 2001 30.283.326
atau barang pengganti akan memiliki elastisitas 2002 30.586.159
yang elastis, sedangkan barang yang tidak 2003 30.892.021
memiliki barang substitusi cenderung memiliki
elastisitas yang inelastis. Sebab apabila barang 2004 31.200.941
tersebut mengalami peningkatan harga dan 2005 31.669.630
terdapat banyak barang substitusi yang harganya 2006 34.306.610
dibawah harga barang tersebut, maka permintaan
barang tersebut akan mengalami penurunan 2007 35.940.591
permintaan yang tajam. Berbeda dengan barang 2008 38.306.962
yang tidak memiliki barang substitusi, hanya
2009 40.360.221
mengalami penurunan permintaan yang sedikit
karena orang hanya menurunkan permintaan 2010 40.716.817
barang tersebut. Sumber : Bulog 2011

3. Definisi Pasar Dari tahun ke tahun dapat kita lihat bahwa


Semakin luas ruang lingkupnya maka semakin produksi beras dari tahun ke tahun meningkat. Tetapi
inelastis barang tersebut karena tidak ada barang bukan berarti dapat mencukupi ketersediaan beras
subtitusinya. Sebaliknya , semakin sempit atau karena setiap tahun pula jumlah penduduk meningkat
Edward Christianto: Faktor yang mempengaruhi volume impor beras di Indonesia. 41

sehingga peningkatan jumlah produksi beras harga beli dengan HPP (Harga Pokok Pembelian)
dilakukan untuk mengimbangi tingginya jumlah dalam negeri terdapat selisih lebih dari Rp 1.000/Kg
penduduk Indonesia yang mengkonsumsi beras. (Purnomo, 2012).
Ketika produksi beras terus meningkat tetapi
pada kenyataannya stok beras yang ada masih kurang Tingkat konsumsi beras per kapita per tahun
mencukupi kebutuhan masyarakat sehingga hal Tingkat konsumsi beras di Indonesia saat
tersebut mempengaruhi volume impor beras dapat dikatakan tinggi karena setiap orang di
meningkat sedangkan apabila produksi beras masih Indonesia mengkonsumsi beras setiap tahunnya
bisa mencukupi kebutuhan masyarakat maka volume sebesar 139,5 kg. Konsumsi beras Indonesia lebih
impor beras dapat menurun dimana impor beras besar dua kali lipat konsumsi beras dunia pada angka
tersebut digunakan untuk cadangan beras. Ketika 60 kg per tahun. Ditambah lagi beras merupakan
produksi beras menurun seperti tahun 1989, impor makanan pokok warga (Hermanto, 2012).
beras telah mencapai 464.449 ton dan kemudian 10 Konsumsi beras di Indonesia yang tinggi
tahun yaitu tahun 1998 impor beras telah mecapai 5,8 ternyata tidak diimbangi dengan produsi beras yang
juta ton. (Hayati,2005) bagus. Sehingga pemerintah melakukan langkah
impor beras karena dianggap lebih mudah dan cepat
Harga Beras Dunia daripada menunggu hasil panen beras yang lama
Harga beras dari tahun ke tahun mengalami (Djunaedi, 2012)
peningkatan harga. Kenaikan harga tersebut atara lain
dapat disebabkan menipisnya stok beras beras di Tabel 2.
beberapa daerah karena belum memasuki panen raya
atau juga dapat dikarenakan impor beras yag Produksi, konsumsi, selisih beras (dalam kg) di
dilakukan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan Indonesia periode 2001-2010
nasionalnya belum terealisasi.
Tahun Produksi Konsumsi
2001 30.283.326 32.771.264
2002 30.586.159 33.073.152
2003 30.892.021 33.372.463
2004 31.200.941 33.669.384
2005 31.669.630 34.297.000
2006 34.306.610 35.438.000
2007 35.940.591 36.350.000
2008 38.306.962 37.100.000
2009 40.360.221 38.000.000
2010 40.716.871 38.550.000
Sumber: BPS 2012

Tabel 3.

Selisih produksi dan konsumsi, serta impor beras


(dalam kg) di Indonesia periode 2001-2010
Tahun Produksi- Impor
Konsumsi
Grafik harga beras di dunia dan Indonesia 2001 -2.487.983 649.488
2002 -2.486.993 1.811.988
Tampak pada grafik, harga beras Indonesia 2003 -2.480.442 1.437.472
melonjak mulai tahun 2008 dibanding dengan harga 2004 -2.468.443 246.256
beras dunia. Meskipun produksi dalam negeri telah 2005 16.294 189.617
meningkat akan tetapi sejak tahun 2008 hingga 2006 3.206.610 438.108
sekarang harga beras Indonesia melampaui harga 2007 -409.409 1.300.000
beras di dunia. Hal tersebut terjadi karena beras 2008 1.206.962 289.000
merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia 2009 2.360.221 250.473
dan juga sebagai kebutuhan sehingga komoditas 2010 2.166.817 687.581
beras termasuk dalam permintaan yang inelastis.
Harga beras internasional yang lebih murah membuat Sumber: BPS 2012
pemerintah melakukan impor beras karena dari sisi
impor, pemerintah mendapatkan harga jauh lebih Tingkat konsumsi beras per kapita per tahun
murah sehingga efisiensi bisa dilakukan karena masyarakat Indonesia meningkat tiap tahunnya
42 Jurnal JIBEKA Volume 7 No 2 Agustus 2013: 38 - 43

sedangkan produksi yang dihasilkan kurang yang dibeli dari luar negeri tersebut akan menurun
mencukupi tingkat konsumsi masyarakat Indonesia jumlahnya, karena beras termasuk kebutuhan pokok
sehingga untuk menutupi kekurangan tersebut masyarakat Indonesia sehingga dalam situasi apapun
pemerintah melakukan impor beras dari negara lain. akan mengimpor beras bila keadaan terpaksa.
Sehingga volume impor beras tiap tahun yang Faktor yang terakhir adalah konsumsi
dilakukan oleh pemerintah disesuaikan dengan beras di mana menunjukkan bahwa konsumsi per
tingkat konsumsi masyarakat Indonesia per kapita per kapita per tahun masyarakat Indonesia berpengaruh
tahun positif dan signifikan terhadap volume impor beras di
Indonesia. Hal ini berarti bahwa apabila konsumsi
PEMBAHASAN beras per kapita di Indonesia meningkat, maka
volume impor beras di Indonesia akan semakin
meningkat. Hal ini disebabkan karena tingkat
Tabel 2. Hasil perhitungan statistic regresi linier konsumsi beras di Indonesia saat dapat dikatakan
tinggi karena kosumsi beras setiap orang di Indonesia
setiap tahunnya sebesar 139,5 kg dan konsumsi beras
per kapita per tahun masyarakat Indonesia tersebut
lebih besar dua kali lipat konsumsi beras dunia pada
angka 60 kg per kapita per tahun (Hermanto, 2012).
Ditambah lagi beras merupakan makanan pokok
warga negara Indonesia sehingga pola pikir
masyarakat adalah belum makan kalau belum makan
(Hermanto, 2012).

KESIMPULAN
Konsumsi beras per kapita berpengaruh
positif terhadap volume impor beras di Indonesia dan
signifikan. Hal ini berarti ketika konsumsi beras per
kapita di Indonesia meningkat, maka volume impor
beras di Indonesia akan semakin meningkat. Adanya
peningkatan konsumsi di masyararakat karena
Dari hasil output yang diteliti dapat persepsi masyarakat Indonesia yang menganggap
disimpulkan bahwa produksi beras pada periode beras sebagai makanan pokok mereka dan anggapan
tidak berpengaruh signifikan terhadap volume impor mengonsumsi beras berarti dapat mendapat suatu
beras di IndonesiaHal ini disebabkan karena kebanggan dan gengsi dari orang lain.
meskipun produksi beras meningkat, apabila
cadangan beras yang ada dalam negeri tidak DAFTAR PUSTAKA
mencukupi untuk kebutuhan cadangan beras 1. Bulog. 2012. Jakarta
minimum maka pemerintah melakukan kegiatan 2. Badan Pusat Statistik (BPS). 2012. Data
impor beras. Alasan pemerintah melakukan impor Strategis BPS. Jakarta
adalah karena cadangan beras nasional masih kurang 3. Djunaedi, A. 2012. Analisis Faktor-Faktor yang
sekitar 1 juta ton dari cadangan ideal sekitar 3,3 juta Mempengaruhi Konsumsi Beras di Indonesia
ton (komoditasindonesia.com, 2012). Jumlah periode 2001-2010. Skripsi. Malang. Universitas
minimal cadangan beras yang ditetapkan di Indonesia Ma Chung
adalah sebesar 20% dari total kebutuhan (Hanani, 4. Greco, A. 2005. Cross Elasticity of Supply:
2012). Jika cadangan terpenuhi maka ketika produksi Seldom Heard of and Seldom Taught. Journal
beras meningkat, impor beras akan menurun , for Economic Educators Vol. 5 No. 1
sebaliknya apabila produksi beras menurun maka 5. Hanani, H. 2012.Penguatan Ketahanan Pangan di
impor beras akan meningkat. Wilayah ASEAN Sebagai Strategi
Faktor harga beras dunia menunjukkan Menghapuskan Kemiskinan dan Kelaparan. E-
bahwa harga beras dunia pada periode tidak Journal Ekonomi Pertanian. Vol 1, No1
berpengaruh signifikan terhadap volume impor beras 6. Hermanto. 2012.
di Indonesia Hal ini berarti ketika harga beras dunia http://bangka.tribunnews.com/2012/10/31/masya
meningkat, volume impor beras ke Indonesia akan rakat-indonesia-makan-beras-139-kgorangtahun,
menurun. Hal ini disebabkan pemerintah tidak ingin diakses tanggal 15 November 2012
menghabiskan devisa negaranya hanya untuk 7. Larassati, H. 2007. Analisis Faktor-Faktor Yang
mengimpor beras dari luar negeri. Lebih bijak Mempegaruhi Volume Impor Komoditas
mengimpor beras dalam jumlah yang banyak ketika Keramik di Indonesia. Skripsi. Bogor. Institut
harga dunia cenderung murah atau turun. Meskipun Pertanian Bogor
dengan terpaksa melakukan impor, volume impor
Edward Christianto: Faktor yang mempengaruhi volume impor beras di Indonesia. 43

8. Mankiw, N. Gregory. 2008. Principles of


Macroeconomics Fifth Edition. Mason (USA):
South-Western Cengage Learning.
9. Mallios, Seth & Shane Emmett. 2004. Demand,
Supply, and Elasticity in The Copper Trade at
Early Jamestown. The Journal of The Jamestown
Rediscovery Center Vol. 2.
10. Purnomo, H. 2012. Bulog: Harga Beras Impor
Lebih Murah.
(http://finance.detik.com/read/2011/10/20/14050
6/1748731/4/bulog-harga-beras-impor-lebih-
murah), diakses tanggal 5 Desember 2012.
11. Salvatore, D. 2004, International Economics,
Eight Edition, Wiley.