Anda di halaman 1dari 13

1

ANALISA ENERGI PLTA DARI BENDUNG WAWOTOBI KABUPATEN KONAWE PROPINSI SULAWESI TENGGARA

Wa Ode Zulkaida

Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Haluoleo Kendari

ABSTRAK Dalam usaha mengatasi krisis energi terutama energi listrik khususnya kabupaten Konawe Propinsi Sulawesi Tenggara dengan cara menganalisa kemampuan potensi air dari bendung Wawotobi yang berada pada sungai Konaweha kabupaten Konawe Propinsi Sulawesi Tenggara. Potensi air ini dapat digunakan untuk membangkitkan energi listrik, yaitu dengan cara konversi energi potensial air menjadi energi kinetik, dari energi kinetik di konversi menjadi energi mekanik dengan menggunakan mesin turbin dan kemudian dari energi mekanik di konversi menjadi energi listrik dengan menggunakan generator. Berdasarkan perhitungan potensi persediaan airnya dengan menggunakan analisa frekwensi Log Pearson tipe III pada keandalan 90%, didapatkan potensi air sebesar 14,74 m 3 /dt dan berdasarkan ketinggian efektif daya listrik bisa dibangkitkan sebesar 422,29 KW. Berdasarkan data , potensi daya listrik dibutuhkan masyarakat kabupaten Konawe sebesar 8904 KW. Dalam arti potensi air yang tersedia lebih kecil dari potensi air yang dibutuhkan masyarakatnya. Dari hasil analisa daya, tinggi efektif bendung dan debit, didapatkan bahwa daya yang bisa dihasilkan termaksud jenis PLTA kapasitas rendah, dan jenis PLTA tekanan rendah, sehingga kemampuan air bendung Wawotobi sesuai untuk PLTMH.

Kata kunci : debit, log Pearson , tinggi efektif , energi.

ABSTRACT In the effort of overcoming energy crisis especially electrical energy, at Konawe Sub- Province, South-East Sulawesi Province by analyzing the water potential ability of Wawotobi Dam located at Konaweha River in Konawe sub-province-South-East Sulawesi province. The water potential can be used to generate elctrical energy, which is by converting water potential energy into kinetic energy, then kinetic energy is converted to mechanical energy by using a turbine engine and after that mechanical energy is converted to electrical energy by using a generator. Based on the calculation of water availability potential by using Pearson Logarithm frequency analysis type III at reliability 90%, it results the recharge is 14,74 m 3 /s and based on the effective height of is equal to 422,29 KW. Based on the data, electricity potential that is requered by the society of Konawe Sub-Province equal to 8904 KW. It means that available water potential is smaller than the required water potential of its society. From the power analysis result of energy, the effective high of the weir and recharge, it is concluded that energy which can be resulted is in the type of PLTA low capacities, and PLTA low pressure, so that the ability of Wawotobi water weir is appropriate to PLTMH.

Keywords : recharge,log Pearson ,efectif high, energy

2

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Mengingat air merupakan salah satu sumber daya yang dapat menghasilkan energi terutama energi listik yaitu dengan cara merubah energi potensial menjadi energi kinetik dan dari energi kinetik dirubah menjadi energi listrik. Bendung Wawotobi yang terletak di kabupaten Konawe yang sekarang ini hanya difungsikan untuk irigasi, sedang masyarakatnya kekurangan energi listrik. Tenaga listrik yang diproduksi oleh pembangkit yang berada di Kabupaten Konawe sebesar 18.969.129 KWH sedangkan tenaga listrik yang terjual sebesar 27.110.248 KWH.

1.2. Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam studi analisa ini adalah :

1. Bagaimana potensi ketersediaan air bendung Wawotobi untuk melayani kebutuhan irigasi?

2. Bagaimana potensi ketersediaan air bendung Wawotobi bila hanya digunakan untuk PLTA dalam melayani kebutuhan energi listrik di kabupaten Konawe?

3. Bagaimana kemampuan energi listrik yang dapat dibangkitkan dari

bendung Wawotobi bila dijadikan PLTA? 1.3. Tujuan dan Manfaat Tujuan dan manfaat dari penyusunan studi ini adalah :

1. Untuk mengetahui potensi ketersediaan air bendung Wawotobi dalam melayani kebutuhan air irigasi dan kebutuhan air untuk PLTA .

2. Untuk mengetahui energi listrik yang

dapat dibangkitkan dari bendung Wawotobi. 3. Dapat dijadikan bahan referensi untuk para peneliti lain.

TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Umum

2.1.1 Analisa Hidrologi

Analisa hidrologi diperlukan untuk mengetahui potensi air sepanjang tahun sehingga dapat disesuaikan

dengan kebutuhan.

2.1.2 Definisi Umum Bendung

Bendung secara umum didefinisikan sebagai bangunan air yang dibangun agar airnya lebih tinggi dan diklasifikasikan berdasarkan fungsinya, konstruksinya dan sifatnya.

2.2 Konsep Dasar Sisa Air

Konsep penentuan sisa air pada dasarnya menunjukkan selisih antara jumlah air yang masuk ke sistem atau

3

yang

sistem tertentu:

tersedia,

dan

yang

keluar

dari

Qin Qout SISTEM
Qin
Qout
SISTEM

Gambar . Skema Penentuan Sisa Air Secara umum untuk menentukan sisa air dengan persamaan :

S = I - O

(1)

2.2.1 Kebutuhan Air Irigasi

Kebutuhan air irigasi ini meliputi pemenuhan kebutuhan air untuk keperluan pertanian secara umum.

Dengan demikian kebutuhan air irigasi bisa dinyatakan dengan rumus :

IR = (ET + Pd + P & I ) - R

2.2.2 Curah Hujan Efektif

Biasanya irigasi tanaman padi curah hujan efektif diambil 70% dari curah hujan probabilitas 80%

(2)

R eff

=

70% xR

80

15

(3)

Cara perhitungannya :

1. Mengurutkan data curah hujan tahunan dari kecil ke besar

2. Menentukan tahun dasar perencanaan

(basic year) dengan probabilitas 80% yang dirumuskan :

2.2.3.

R

80%

=

N

5

+

1

Kebutuhan

(LP)

 

(4)

Penyiapan

Lahan

Metode yang digunakan untuk menghitung kebutuhan air selama penyiapan lahan menggunakan metode Van de goor dan Zijstra dengan persamaan :

L

P

M

=

=

M

E

o

K =

e

k

k

e

+

P

M T

.

1

S

(5)

(6)

(7)

2.2.4 Perkolasi (P)

Besarnya Perkolasi ditentukan sebesar 2mm/hr (sesuai KP)

2.2.5 Kebutuhan Air Tanaman

Besar kebutuhan air tanaman dapat dinyatakan dengan pesamaan :

ET = EToxkc

(8)

2.2.6 Pola Tanam Dan Jadwal Tanam Berdasarkan pola tanam ,

perkiraan kebutuhan air irigasi dihitung :

1.

Kebutuhan air selama penyiapan lahan

2.

Kebutuhan bersih air disawah untuk padi

NFR = IR+ Etc + P- Re + WLR

(

9)

3.

Kebutuhan air pengambilan

 

DR =

(10)

(10)

2.3

Debit Andalan Daerah Aliran Sungai

4

Debit andalan adalah debit yang

tersedia sepanjang tahun dengan

besarnya resiko kegagalan tertentu .

Harga-harga G dapat diambil dari

Tabel tabel koofisien skewnes

frekwensi log person type III .

Dalam studi ini perhitungan

6.

Cari antilog dari X untuk

debit andalan menggunakan Metode

mendapatkan debit andalan dari

distribusi Log Pearson Type III.

peluang yang sesuai.

Langkah-langkah perhitungan debit

7.

Kemudian dilakukan uji apa sesuai

andalan yaitu merangking data mulai

dengan distribusi.

dari kecil ke besar kemudian

2.4

Kebutuhan Air PLTA

menggunakan metode frekwensi Log

Pearson Tipe III adalah sebagai berikut :

1. Ubah data debit sebanyak n

buah

menjadi loq

X 1

,

,

X 2 X 1 ,

, loq X n .

X 3

loq

X 2

,

,

X

n

loq X 3

2. Hitung rata-ratanya dengan

rumus :

n ∑ Log . X i i = 1 LogX =
n
Log
. X
i
i = 1
LogX
=

n

3. Menghitung harga bakunya an : n 2 ∑ ( LogX LogX ) i i
3. Menghitung
harga
bakunya an :
n
2
(
LogX
LogX
)
i
i = 1
S =
n
1

(11)

simpangan

.(12)

4.

Menghitung koefisien kemiringan

Skewness dengan persamaan :

Cs

=

n

n

i = 1

(

LogX

i

LogX

)

3

(

n

1)(

n

2).

S

3

(13)

5.

Menghitung

keandalan menggunakan persamaan

logaritma

debit

LogX

= LogX + G.S

(14)

Dilakukan dengan tiga cara yaitu

1.Menentukan selisih air yang

digunakan untuk seluruh daerah irigasi

dengan ketersediaan air

2.Menentukan selisih air yang

digunakan hanya pada daerah irigasi

Unaasi dengan ketersediaan air

3.Menggunakan debit ketersediaan

artinya kebutuhan irigasi dianggap nol.

2.5 Energi PLTA

Pembangkit tenaga air adalah

suatu bentuk perubahan tenaga air

karena ketinggian dan debit tertentu

dirubah menjadi tenaga listrik dengan

menggunakan turbin dan generator.

P =

9,8. H ef . Q Ƞ

(15)

H

-

Hf

(16)

H ef =

Hf = kehilangan total head

Hef = tinggi efektif

H

= tinggi air dari posisi turbin

2.6

Analisa Energi Listrik

5

Sistem

terjadinya

energi

disajikan pada gambar 2.7 dibawa ini :

terjadinya energi disajikan pada gambar 2.7 dibawa ini : Ga mbar 2.7 2.6.1 Klasifikasi Turbin Air

Ga

mbar 2.7

2.6.1 Klasifikasi Turbin Air

Turbin air dapat dibedakan diantaranya : T.Francis, T.Pelton, T.Kaplan dan T. Deriaz .

2.6.2 Karakteristik Dari Turbin

Karakteristik utama dari turbin dapat dilihat pada gambar 2.8.

Proses Terjadinya E.L

turbin dapat dilihat pada gambar 2.8. Proses Terjadinya E.L METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian data yang

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Metode Penelitian

data yang menunjang sesuai judul adalah sebagai berikut : hidrologi, bendung,klimatologi,irigasi, dan keb. E.L

3.2 Analisa Data

Analisa data dalam menganalisa Energi PLTA dari Bendung Wawotobi adalah berupa 1. Analisa Debit sungai Konaweha untuk mengetahui debit andalan. 2. Data ukuran Bendung , hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar energi yang akan dihasilkan . 3. Inflou dan outflou untuk mengetahui sisa ketersediaan airnya.

PEMBAHASAN

4.1 Perhitungan Debit Andalan Untuk perhitungan diambil salah

satu contoh bulan Januarii.

Jumlah data n = 9

Kemudian dirangkin dari kecil ke besar dapat dilihat pada tabel 4.1.

Metode

penelitian

yang

 

digunakan

dalam

tesis

ini

adalah

 
 

dengan cara

survey,

yaitu

dengan

mengumpulkan

data-data

yang

sesuai

untuk

kemudian

dianalisis.

Beberapa

survey, yaitu dengan mengumpulkan data-data yang sesuai untuk kemudian dianalisis. Beberapa
survey, yaitu dengan mengumpulkan data-data yang sesuai untuk kemudian dianalisis. Beberapa
survey, yaitu dengan mengumpulkan data-data yang sesuai untuk kemudian dianalisis. Beberapa

6

6 Harga rata-rata : Harga simpangan baku : [ L o g Q ] = 4

Harga rata-rata :

Harga simpangan baku :

[LogQ ]= 4,602

(S)

=

0,1086 9 1
0,1086
9
1

= 0,1165

Koefisien Skewness :

( Cs)

=

9

X

( 0 , 00127

)

3

=

( 9

1 )( 9

1,387

2 )( 0 ,1165

)

3

Untuk peluang 80% dengan cara

interpolasi G = - 0,833 Harga G tersebut dimasukkan dalam persamaan :

Log Q =

LogQ

+

G. S

Q

=

31985,7 lt/dt

=

31,99 m 3 /s

4.2 Uji kesesuaian distribusi

Menentukan G :

Log X =

G = -0,929 Berdasarkan tabel Log Pearson

=

Pt

0,85 berarti

untuk tahun

tipe III didapat

Log Pearson = Pt 0,85 berarti untuk tahun tipe III didapat + G. S Pr =

+

G. S

Pr

=

85

%

1993 sebesar 1- 0,85 = 0,15

bisa

dicari harga Pt untuk tahun-tahun yang lain hasilnya seperti pada tabel 4.2.

Dengan

cara

yang

sama

lain hasilnya seperti pada tabel 4.2. Dengan cara yang sama Tabel di atas didapat ( maks

Tabel di atas didapat ( maks = 0,2) Dengan jumlah data n = 9 dan

dari tabel Smirnof-

0,432.

berarti data

sesuai dengan Distribusi Log Pearson

Kolmogorof didapat Karen nilai max <

α

=

5

%

CR

Cr

=

 

III.

1.

Smirnov Kolmogorof Test

2.

Uji Chi Square

Untuk tahun 1993 ; Q = 31176 lt/dt

Menentukan jumlah kelas :

Log Q rerata = 4,602

Simpangan baku

Skewness

S = 0,1165

Cs = 1,3877

k

= 1 +

Menentukan

3,322

Log

9 =

interval

5

kelas

:

kelas

100%/5 = 20 % P = 20% G = 0,708 Q= 48359,5

7

0,1 Q = 41081,9

P = 60% G = -0,4 Q = 35925,3

P = 80%

P = 40%

G

=

G = -0,83 Q = 31985,7

Menentukan derajat bebas

v

=

k -1 –h

=

5 -1 – 2 = 2

9/5 =

Perhitungan X 2 ht dapat dilihat

pada tabel 4.3

Fteoritis

k

=

1,8

X 2 ht dapat dilihat pada tabel 4.3 Fteoritis k = 1,8 Dik : X 2

Dik

:

X 2 hitung = 1,56

X 2 tabel =11,07

Karena X 2 ht < X 2 tb

Berarti data diterima.

Dengan cara yang sama, seperti

contoh hasil perhitungan debit andalan

dengan peluang 80% untuk bulan-

bulan yang lain dapa dapat dihitung dan

model grafiknya dapat dilihat pada

gambar 4.1

dihitung dan model grafiknya dapat dilihat pada gambar 4.1 Gambar 4.1 Grafik Debit Andalan 80 %

Gambar 4.1

Grafik Debit Andalan 80 %

dan Debit Rata-rata

Perhitungan Curah Hujan Efektif

Analisa dengan menggunakan

Metode Tahun Dasar perencanaan pada

keandalan 80 % Sehingga untuk

menentukan tahun dasar perencanaan

digunakan persamaan :

R 80 =

n/5

+

1

Dimana n = banyaknya data =13

R 80 = 13/5 + 1 = ~ 4

Berarti yang dipakai sebagai

dasar perencanaan adalah data hujan

tahunan urutan ke 4, yaitu tahun

Khusus untuk Padi diambil

berdasarkan probabilitas 70 % dari

curah hujan ½ bulanan Untuk

perhitungan curah hujan efektif Padi

R ef (PADI)

=

Contoh

(pertama)

Untuk

R

ef

.

PADI

=

=

2

, 473

R

80

.70%

15

Bulan

53

.

x

70

Juni

%

15

I

8

Dengan cara yang sama hasil perhitungan bulan-bulan lain dapat dilihat pada tabel 4.6

perhitungan bulan-bulan lain dapat dilihat pada tabel 4.6 4.3 Kebutuhan Air Untuk Penyiapan Lahan Contoh perhitungan

4.3 Kebutuhan Air Untuk Penyiapan Lahan Contoh perhitungan penyiapan

lahan untuk bulan juni

Dik :

ETo = 3,23 (untuk bulan juni) Menentukan Evaporasi Eo = 1,1 ETo = 3,533

T

= 30 hari

dan

S =

250 mm

4.4 Kebutuhan Air Untuk

Irigasi Perhitungan kebutuhan air Irigasi dengan menentukan masa tanam kebutuhan air maksimum yaitu padi padi padi.dalam setahun.

Masa tanam pertama Contoh

Menentukan M

=

3,553

+

2

Menentukan K=

= Eo

+

=

5,553

M.T

S

P

5,553x30

250

K

e

=

=

=

0,67

Maka

e 0,67

e 0,67

e

k

k

e

=

1

1,955

= 11,37 mm/hr

Menentukan

Lp

=

M

Dengan

perhitungan dapat dilihat pada tabel 4.7.

cara

yang

sama

hasil

dapat dilihat pada tabel 4.7. cara yang sama hasil Perhitungan untuk Masa Tanam I adalah sebagai

Perhitungan untuk Masa Tanam I adalah sebagai berikut :

Masa Tanam I dimulai periode Juni tengah bulan I

Evapotranspirasi 3,23 mm/hr

Perkolasi dianggap konstan P = 2 mm/hr

9

besarnya curah hujan efektif Re = 2,473 mm/hr

Penggatian lapisan air , belum ada karena masih tahap penyiapan lahan

Koefisien tanaman rata-rata C = Lp

NFR =

Lp

+ P

-

Re

+Wlr

= 2

11,411 +

-

2,473 + 0

= mm/hr

10,938

 

=

10,938

=

0,65.8,64

1,9477 lt/dt/ha

Untuk bulan-bulan lain dapat dihitung dengan cara yang sama.

4.5 Perhitungan Sisa Air 4.5.1.Pelayanan D.I Wawotobi (13217 ha) Perhitungan Ketesediaan (Input)

Contoh perhitungan pada bulan Juni Q Andalan untuk daerah irigasi wawotobi Bulan Juni = 35156,04 lt/dt Curah hujan efektif Juni bulan I

= 0,286 lt/dt

Maka Q And + C. Hujan Efektif

= 35156,326 lt/dt

Perhitungan Kebutuhan (Output) DR Juni pada bulan I

= 1,94 lt/dt/ha

Kebutuahan air selama penyiapan lahan T = 30 hr yaitu Lp = 11,411 mm

Kebutuhan air bersih disawah menggunakan persamaan 2.10

Kebutuhan air pengambilan

DR =

NFR

ef .8,64

Luas total fungsional daerah Irigasi

= 13217 ha

Maka kebutuhan air disawah

= 25640,94 lt/dt

Faktor efisiensi 1,11 Kehilangan air disaluran diambil

10 % Maka jumlah kebutuhan air irigasi = 1,11*1,1*25640,94 = 31307,59 lt/dt Sehingga selisih antara input dan output pada bulan Juni I yaitu :

Input = 35156,326 lt/dt Output = 31307,59 lt/dt In - Out = 3848,74 lt/dt

4.5.2 Untuk Pelayanan D.I Unaasi Bendung digunakan untuk

melayani D.I Unaasi

In Put dianggap tetapLuas areal D.I Unaasi = 556 ha

Hitung kebutuhan dengan perbandingan luas.

10

4.6

Perhitungan Kebutuhan Dengan persamaan

Q

P

=

L 9,8.

H

ef

.

T

.

G

Debit

Untuk menyelesaikan

persamaan di atas digunakan data- data sebagai berikut

1. Daya Listrik Yang Dibutuhkan Berdasarkan data sumber dari PT.PLN

Daya listrik yang ter pasang (PLN) P = 8.904 KW

Produksi Listrik W P =

18.969.129 KWh

Tenaga listrik yang terjual =

27.110.248 KWh

Sisa

Produksi

W s

8.141.119 KWh

=

2. H eff (Bendung Wawotobi) Berdasarkan data gambar desain struktur bendung Wawotobi :

Tinggi.mercu H m = 3 m

Lebar efektif B ef = 80 m

3. Menentukan Tinggi Efektif

Untuk menentukan tinggi efektif menggunakan persamaan

H ef

=

H

- Hf

Hf = Jumlah kehilangan = 0,69 m

H =

Ketinggian dari muka air ke

turbin = 5,2 m H ef = 4,581

Sehingga

perhitungan

debit

yang dibutuhkan yaitu :

1.

Berdasarkan

terpasang

daya

Q

L

=

P

9,8

xH

ef

x

Tx

G

Q L =

8904

9,8 4,581. 0,85 0,85

x

x

x

= 310,8

m 3 /dt

yang

2 Berdasarkan produksi energi

Q L

=

W

p

9,8

xH

ef

x

Tx GxT

Q t =

18.969.129

9,8 4,581 0,85 0,85 8520

x

x

x

x

= 77,76 m 3 /dt

4.7. Analisa Debit Tersedia

Dan Debit Dibutuhkan 1. Bendung difungsikan seluruh daerah perencanaan irigasi maka sisa debit yang tersedia yaitu :

Q Max = 38800 lt/dt = 38,8 m 3 /dt

Q min = -14900 lt/dt = 0 m 3 /dt 2. Bendung difungsikan D.I Unaasi , maka sisa debit yang tersedia Q Max = 38,8 m 3/ dt Q Min = 17,5 m 3 /dt 3. Bendung untuk PLTA hasil perhitungan debit andalan dihitung Menggunakan Q andalan 90%

11

11 Dari tabel 4.11 terlihat bahwa: Q M a x Q M i n 4.7.1 =

Dari tabel 4.11 terlihat bahwa:

Q Max

Q Min

4.7.1

=

35049,5

lt/dt

=

14744,5

lt/dt

Grafik

Dibutuhkan

Sisa

Air

dan

= 14744,5 lt/dt Grafik Dibutuhkan Sisa Air dan Gambar 4.3 Analisa Sisa Air Sisa I setelah

Gambar 4.3 Analisa Sisa Air

Sisa I setelah pelayanan seluruh

daerah irigasi

Sisa II adalah pelayanan D.I Unaasi

90 % Andalan adalah debit andalan

untuk PLTA.

4.7.2 Grafk

Debit

Debit

Andalan

Dibutuhkan

dan

untuk PLTA. 4.7.2 Grafk Debit Debit Andalan Dibutuhkan dan Gambar 4.4 Grafik Debit Andalan 4.8 Dan

Gambar 4.4 Grafik Debit Andalan

4.8

Dan Dibutuhkan

Energi

Perhitungan

4.8.1 Daya Turbin

- Tinggi

H ef = 4,581 m

- Debit rencana

= 14,74 m 3 /dt

Ef Turbin

0,75

- Ef Generator Ƞ G =

-

terjun

bersih

Ƞ T

Q r

=

0,85

- Daya yang dihasilkan

P k

Ƞ T

= 9,81 x Q r x H ef x

x

Ƞ G

KW

= 422,29 KW

4.9 Perhitungan Sisa Daya

Dari data yang diketahui :

Wp

=

18.969.129 Kwh

Wj

=

27.110.248 Kwh

Kekurangan tenaga

12

- Wp

= Sisa daya = 2.261,42 KW

4.10 Penentuan Kapasitas

Ws =

Wj

8.141.119 Kwh

Pembangkit Berdasarkan keadaan bendung dan ketersediaan air yaitu :

- Debit = 14,74 m 3 /dt

- Tinggi efektif bersih = 4,581 m

- Daya dihasilkan = 422,29 KW Termaksud jenis PLTA kapasitas rendah dan jenis PLTA

tekanan rendah .

5.1.

Kesimpulan

1. Potensi ketersediaan air bendung Wawotobi berdasarkan perhitungan analisa frekwensi Log Pearson tipe III dengan andalan 80% sebesar 18,15 m 3 /dt

2. Potensi ketersediaan air bendung Wawotobi bila hanya difungsikan untuk PLTA maka perhitungan menggunakan keandalan 90% , dengan nilai potensi air sebesar 14,75 m 3 /dt .

3. Berdasarkan perhitungan energi daya listrik yang bisa dihasilkan sebesar 422,29 KW. Potensi air dan headnya tidak dapat dijadikan PLTA dalam kapasitas besar.

5.2.

1 Kepada pemerintah diharapkan dapat menigkatkan fungsi bendung dengan cara memanfaatkan bendung Wawotobi bukan hanya untuk irigasi tetapi juga digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro. 2 Kepada pemerintah kabupaten Konawe diharapkan mengeluarkan regulasi yang berkaitan dengan pengelolaan DAS Konaweha dan bendung Wawotobi agar bisa berdaya guna dan berkelanjutan.

Saran

DAFTAR PUSTAKA Anonim A; 1987, Direktorat Tata Kota dan Tata Daerah, Direktorat Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum. Arismunandar, A. dan Kuwahara,A, 1991, Teknik Tenaga Listrik, Jilit I, Cetakan ke enam , PT. Pradya Paramitha, Jakarta. Asdack, C, 2002. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Gadjah Mada University Press, yogiakarta.

13

Chow, Ven Te, 1985, Hidrolika Saluran Terbuka, Penerbit Erlangga, Jakarta. Departemen P.U , Dirjen Pengairan, Standar Perencanaan Irigasi bagian Perencanaan Jaringan Irigasi KP-01 dan KP-04, CV Galang Persada, Bandung 1986. Lily Montarcih L., 2008, Hidrologi Dasar. Malang : Tirta Media. Patty, O.F, 1985, Tenaga Air, Cetakan Pertama, Penerbit Erlangga. Jakarta.

Subarkah, Imam, Ir. 1980, Hidrologi Untuk Perencanaan Bangunan Air.Bandung Idea Dharma. Trihatmodjo, bambang, 1993, Hidrolika II, Penerbit Fakultas Teknik , UGM.