Anda di halaman 1dari 24

MAKALAH

DASAR-DASAR SOSIOLOGI
TENTANG MANFAAT DAN PERANAN ILMU SOSIOLOGI

DOSEN PEMBIMBING : SYAHDIN, S.Sos

OLEH :
KELOMPOK VII

KETUA : HASNAH
SEKRETARIS : SRI RAHMAWATI
ANGGOTA : NURFAJRIN
HARYATI

KELAS / SEMESTER : F / I

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


(STKIP) BIMA
2010/1011
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar belakang
B. Rumusan masalah
C. Tujuan

BAB II. PEMBAHASAN


A. Manfaat Ilmu Sosiologi
B. Peranan Ilmu Sosiologi

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan
B. Saran dan Kritik

Daftar Pustaka
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Arah perubahan social acap kali tidak mudah di tebak, dan bergerak secara

tiba-tiba. Snagat jarang, bahkan sekalipun, sebelumnya mampu meramalkan

kehancuran uni soviet dan runtuhnya tembok berlin jerman, pada awal decade

akhir abad ke 20 ini. Dua peristiwa sejarah dan sosiologi itu telah mengubah

tatanan dunia internasional: berakhirnya era pera dingin, keruntuhanm rezim-

rezim komunisme dan sebagainya.

Hal yang sama kini menerpa masyarakat Indonesia. Sangat sedikit ahli yang

mampu meramalkan munculnya krisis moneter pada bulan juli 1997. yang

kemudian meluas menjadi krisis multidimensi (ekonomi, politik, moral dan lain-

lain). Masih segar di ingatan kita, bagaimana para ahli diberbagai belahan dunia

meramalkan bahwa memasuki abad 21 indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi

penting di kancah asia dan bahkan kancah dunia. Juga, masih hangat memori kita,

hembusan mimpi-mimpi yang sering ditiupkan berulang-ulang olehpejabat

tentang masa tinggal landas, yang dianggap sebagai pertanda indonesia akan

memasuki masa kemakmuran. Semua dugaan dan impian tersebut seolah lenyap

disapu oleh badai krisis ekonomi yang berkepanjangan sejak pertengahan tahun

1997 itu.

Bahwa kejutan nilai rupian terhadap dolar amerika akan menjadi awal dari

kejatuhan sebuah rezim otoriter dan korup. Dan lahirnya era baru (Reformasi),

mungkin sedikit orang untuk tidak mengatakan tidak seorangpun yang mampu
menduga sebelumnya. Akan tetapi sesungguhnya, sebelum semua perubahan

sosial tersebut terjadi para ilmuwan sosial dan politik, meskipun tidak dalam

bentuk peramalan atau dugaan ilmiah yang tegas, telah sering kali mengemukakan

bahaya dan resiko kehancuran dari suatu pemerintahan negara yang tidak

demokrasi dalam mengelola kehidupan politik dan ekonomi. Praktik-praktik

ekonomi dan politik, yang kemudian di kenal luas sebagai korupsi, kolusi dan

nepotisme (KKN), tidak lain hanyalah ekses yang ditimbulkan oleh pemerintah

yang tertutup, feodalis dan otoriter. Setelah peristiwa itu berlangsung, banyak

orang yang kemudian mengakui kebenaran pernyataan ilmiah para ilmuwan sosial

dan politik memperkirakan bahwa negara dan bangsa indonesia akan bernasib

seperti kapal titanic, yang karena kesombongan para awaknya menabrak gunung

es dan karam di laut atlantic, jika pemerintah dan seluruh komponen bangsa tidak

segera menemukan upaya pemecahan terhadap krisi multidimensional tersebut.

B. Rumusan Masalah.

Sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat dalam keseluruhan dan

hubungan-hubungan antara orang-orang dalam masyarakat tersebut, sosiologi

memegang peranan penting dalam membantu memecahkan masalah-masalah

sosial, seperti kemiskinan, konflik antar ras, delikuensi anak-anak dan lain-lain.

Dalam hal ini sosilogi memang tidak terlalu menekankan pada pemecahan atau

jalan keluar masalah-masalah tersebut, maupun berupaya menemukan sebab-

sebab terjadinya masalah itu, usaha-usaha untuk mengatasi maslah sosiologi

hanya munkin berhasil apabila di dasaran pada kenyataan serta latar belakangnya.
Disinilah peranan sosiologi, namun peranan itu tidak akan terwujud tanpa di

dasari tori dan pemahaman akan ilmu sosiologi itu sendiri.

C. Tujuan

Timbulnya sosiologi, semua pengetahuan yang dikenal pada dewasa ini

pernah menjadi bagian dari filsafat yang dianggap sebagai induk dari segala ilmu

pengetahuan. Filsafat pada masa itu mencakup pula segala usaha pemikiran

menganai masyarakat. Seiring dengan perkembangan jaman dan peradaban

manusia. Pelbagai ilmu pengetahuan semula tergabung dalam filsafat, kini telah

memisahkan diri masing-masing, misalnya, astronomi (ilmu tentang bintang-

bintang) fisika (ilmu alam), kimia, biologi dan geologi.


BAB II

PEMBAHASAN

A. Manfaat Dan Peranan Ilmu Sosial

Para sosiolog memandang betapa pentingnya pengetahuan tentang proses

sosial, mengingat bahwa pengetahuan perihal struktur masyarakat kehidupan saja

belum cukup untuk memperoleh gambaran yang nyata mengenai kehidupan

barsama manusia.

Bahkan tamatsu Shibutani menyatakan bahwa sosiologi mempelajari

transaksi sosial yang mencakup usaha-usaha bekerja sama antara pihak, karena

semua kegiatan manusia di dasarkan pada gotong royong.

Sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat dalam keseluruhan dan

hubungan-hubungan antara orang-orang dalam masyarakat tersebut, sosiologi

memegang peranan penting dalam membantu memecahkan masalah-masalah

sosial, seperti kemiskinan, konflik antar ras, delikuensi anak-anak dan lain-lain.

Dalam hal ini sosilogi memang tidak terlalu menekankan pada pemecahan atau

jalan keluar masalah-masalah tersebut, maupun berupaya menemukan sebab-

sebab terjadinya masalah itu, usaha-usaha untuk mengatasi maslah sosiologi

hanya munkin berhasil apabila di dasaran pada kenyataan serta latar belakangnya.

Disinilah peranan sosiologi, namun peranan itu tidak akan terwujud tanpa di

dasari tori dan pemahaman akan ilmu sosiologi itu sendiri.

Timbulnya sosiologi, semua pengetahuan yang dikenal pada dewasa ini

pernah menjadi bagian dari filsafat yang dianggap sebagai induk dari segala ilmu
pengetahuan. Filsafat pada masa itu mencakup pula segala usaha pemikiran

menganai masyarakat. Seiring dengan perkembangan jaman dan peradaban

manusia. Pelbagai ilmu pengetahuan semula tergabung dalam filsafat, kini telah

memisahkan diri masing-masing, misalnya, astronomi (ilmu tentang bintang-

bintang) fisika (ilmu alam), kimia, biologi dan geologi.

Ilmu sosial dinamakan demikian karena ilmu-ilmu tersebut mengambil

masyarakat atau kehidupan bersama sebagai objek yang dipelajarinya.

Para sosiolog memperhatikan kedua segi masyarakat itu, yaitu :

a. segi statisnya atau struktur masyarkatnya.

b. Segi dinamis atau fungsinya masyarakat.

Memang tidak dapat disangkal bahwa masyarakat mempunyai bentuk-

bentuk strukturalnya seperti, kelompok-kelompok sosial, kebudayaan, lembaga

sosial, stratifikasi dan kekuasaan, tetapi semuanya itu mempunyai suatu

derajatdinamika tertentu yang menyebabkan pola-pola perilaku yang berbeda,

serta tergantung dari masing-masing situasi yang dihadapi. Perubahan dan

perkembangan masyarakat yang mewujudkan segi dinamis disebabkan karana

para warganya mangadakan hubungan satu dengan yang lainnya baik dalam

bentuk orang –perorang maupun kelompok sosial.

Sebelum hubungan tersebut mempunyai bentuk yang konkrit, terlebih

dahulu akan dialami suatu proses kearah bentuk konkrit yang sesuai dengan nilai-

nilai sosial dan budaya dalam masyarakat.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa proses sosial adalah cara-cara

berhubungan yang dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-kelompok


sosial saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan

tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang

menyebabkan goyahnya pola-pola kehidupan yang telah ada. Atau dengan arti

lain, proses sosial merupakan sebagai pengaruh timbul baliknya antara pelbagai

kehidupan bersama.

Kebutuhan-kebutuhan masyarakat :

1. adanya populasi

2. informasi

3. energi

4. materi

5. sistem komunikasi

6. sistem produksi

7. sistem distribusi

8. sistem organisasi sosial

9. sistem pengendali sosial

10. perlindungan warga masyarakt terhadp ancaman-ancaman yang tertuju

pada jiwa dan harta bendanya.

Manfaat ilmu sosiologi dalam masyarakat.

1. merupakan iktiar hal-hal yang telah diketahui serta diuji kebenarannya

yang menyangkut objek yang dipelajari.

2. memberikan perunjuk-petunjuk terhadap kekurangan-kekurangan pada

seseorang yang memperdalam pengetahuannya di bidang sosiologi.


3. berguna untuk lebih mempertajam atau lebih menghususkan sistem

klasifikasi fakta, membina struktur konsep-konsep serta

memperkembangakan definisi-definisi yang penting untuk penelitian.

4. membantu memberikan kemungkinan-kemungkinan untuk mengadakan

proyek sosial, yaitu usaha-usaha untuk mengetahui kearah mana

masyarakat akan berkembang atas dasar fakta yang diketahui pada masa

yang lampau dan masa pada dewasa ini.

Untuk membantu tercapainya manfaat-manfaat dalam berperannya ilmu

sosial dalam masyarakat sosial, maka perlu kita kembangkan beberapa hal sebagai

berikut :

1. toleransi

2. kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi

3. sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya

4. sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat

5. persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan

6. perkawinan campuran.

7. adanya musuh bersama dari luar.

Manfaat sosiologi bagi proses bagi pembangunan dalam masyarakat.

a. tahap perencanaan untuk mengindetifikasikan :

1. kebutuhan-kebutuhan sosial.

2. pusat perhatian sosial

3. lapisan sosial

4. pusat-pusat kekuasaan
5. sistem dan saluran-saluran komunikasi yang terjadi.

b. Tahap pelaksaan

1. identifikasi terhadap kekuatan-keuatan sosial dalam masyarakat.

2. pengetahuan terhadap kekuatan-kekuatan sosial yang terjadi.

3. tahap evaluasi.

c. Analisis terhadap efek-efek sosial pembangunan.

Adapun manfaat ilmu-ilmu sosial dan hubungan antara ilmu – ilmu sosial dengan

sosiologi yaitu :

1. adanya suatu terminologi umum yang menyeragamkan perbagai

disiplin ilmu.

2. suatu teknik penelitian terhadap organisasi-organisasi yang besar

dan kompleks.

3. suatu pendeke\atan sintetis yang meniadakan analisis fragmentasi

dalam rangka hubungan di luat konteks yang menyeluruh.

4. suatu sudut pandang yang memungkinkan analisis terhadap

masalah-masalah sosiologi dasar.

5. penelitian-pnelitian yang lebih banyak tertuju pad hubungan dari

bagian-bagian dengan tekanan pada proses dan kemungkinan

terjadinya perubahan.

6. kemungkinan mengadakan penelitian aperatif dan objektif terhadap

sistem perilaku yang berorientasi pada tujuan atau didasarkan pada

tujuan atau didasarkan pada tujuan, proses kognitif simbolis,


kesadran diri dan sosial, tahap-tahap keadaan darurat secara sosial

budaya dan seterusnya.

B. Manfaat Penelitian Sosiologi Bagi Pembangaunan.

Adapun pembicaraan mengenai manfaat penelitian sosiologis dibatasi

pada kaitannya dengan tahap-tahap pembangunan, pada tahap perencanaan

pembangaunan diperlukan data yang relatif lengkap mengenai masyarakat yang

akan di bangun, data tersebut mencakup :

a. pola interaksi sosial, yang sangat penting untuk menciptakan suasana yang

mendukung pembnagunan.

b. Dengan mengetahui pola interaksi sosial yang ada dalam masyarakat dapat

digariskan haluan-haluan tertentu untuk memperkuat pola interaksi yang

menghalangi pembangunan.

c. Kelompok-kelompok sosial yang menjadi bagian masyarakat ada

kelompok sosial yang mempunyai kekuasaan tidak resmi, yang dapat

dijadikan panutan bagi pembangunan.

d. Kebudayaan yang berintikan pada nilai-nilai, ada nilai-nilai yang

mendukung pembnagunan, ada yang tidak mempunyai pengaruh negatif

terhadap pembangunan, adapula yang terhalangi pembangunan.

e. Lembaga-lembaga sosial yang merupakan kesatuan-kesatuan kaidah-

kaidah yang berkisar pada kebutuhan dasar manusia dan kelompok sosial.

f. Stratafikasi sosial, yang merupakan pembedaan penduduk dalam kelas-

kelassosial secara vertikal untuk dpaat mengidentifikasi pihak mana yang

dapat dijadikan pelopor atau penutan pembangunan.


Hal-hal ini, untuk dapat mengidentifikasikan pihak yang dapat dijadikan

pelopor atau panutan bagi pembangunan.

Pada tahap penerapan atau pelaksaan, perlu diadakan identifikasi terhadap

kekuatan sosial yang ada dalam masyarakat, hal itu dapat dilakukan dengan cara

mengadakan penelitian terhadap pola-pola kekuasaan dan wewenang yang ada

dalam masyarakat, baik yang resmi maupun yang tidak. Dengan mengetahui

kekuatan sosial tersebut, dapat di ketahui unsur-unsur yang dapat melancarkan

pembangunan, disamping yang menghalangi pembangunan.

Dalam tahap penerapan atau pelaksana, penelitian mengenai perubahan

sosial juga penting. Dengan pengetahuan mengenai perubahan sosial yang telah

terjadi, kan dapat diketahui apakah pembangunan berhasil atau kurang berhasil

sebab ada perubahan negatif dan positif, yang akibatnya positif perlu

dikembangkan sehingga nantinya membudaya. Sebaliknya hal-hal yang negatif

perlu segerara di netralkan. Agar tidak terjadi kebudayaan tandingan dalam

masyarakat.

Diatas sudah dinyatakan bahwa sosiologi bermanfaat untuk memahami

dan mencari solusi atas masalah sosial. Untuk itu, dalam bagian ini akan

ditunjukan bagaimana sosialogi berperan dalam pembangunan kehidupan

masyarakat.

Peranan merupakan aspek dinamis dari suatu kedudukan. Istilah tersebut

menunjukan pada hak dan kewajiban yang dilaksanakan seseorang karena status

sosial yang imilki, sehingga ketika seseorang melaksanakan hak dan


kewajibannya sesuai dengan kedudukan yang ia miliki, maka di katakan bahwa

dia menjalankan suatu peranan.

Menurut Soerjono Soekanto, peranan merupakan aspek dinamis dari

kedudukan, yaitu orang yang melaksanakan hak dan kewajibannya.

Suatu peranan mencakup paling sedikit 3 hal berikut :

a. Peranan ilmu sosiologi meliputi norma-norma yang dihubungkan

dengan posisi atau tempat seseorang dalam masyarakat.

b. Peranan merupakan suatu konsep perihal apa yang dapat dilakukan

oleh individu dalam masyarakat sebagai organisasi.

c. peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang

penting bagi bagi struktur social

Peranan juga dapat dibedakan dalam 4 macam, yaitu :

• Peranan pilihan

Adalah peranan yang hanya dapat diperoleh melalui usaha tertentu.

• Peranan bawaan

Adalah peranan yang diperoleh secara otomatis, dan bukan karena usaha

tertentu yang dilakukan secara individu

• Peranan yang diharapkan

Adalah peranan yang di laksanakan sesuai ketentuan yang telah disepakati

dan ditetapkan bersama.

• Peranan yang disesuaikan.

Adalah peranan yang dilaksanakan sesuai setuasi, karena situasi sering kali

berubah, maka peranan yang dijalankanpun turut berubah.


Pada umumnya, setiap masyarakat memberikan fasilitas-fasilitas pada

individu untuk menjalankan peranan yang ia miliki. Lembaga-lembaga

kemasyarakatan adalah bagian dari masyarakat yang banyak menyediakan

peluang untuk melaksanakan suatu peranan, meskipun terkadang perubahan

struktur suatu golongan kemasyarakatan menyebabkan yang tersedia bertambah,

ataupun sebaliknya justru mengurangi fasilitas yang tersedia.

Pembahasan mengenai berbagai macam peranan yang melekat pada

masyarakat tidak terlepas dari berbagai hal penting berikut antara lain :

1. suatu peranan harus dilaksanakan apabila struktur masyarakat hendak

dipertahankan kelangsungannya.

2. suatu peranan sebaiknya dilekatkan pada individu2 yang oleh masyarakat

dianggap mampu untuk melaksanakannya, sehingga mereka harus terlebih

dahulu terlatih dan mempunyai hasrat untuk melaksanakannya.

3. adakalanya dalam masyarakat dijumpai individu-individu yang tidak

mampu melaksanakan peranannya sebagaimana yang diharapkan oleh

masyarakat, hal tersebut dikarenakan pelaksanaannya membutuhkan

pengorbanan kepentingan pribadi yang terlalu banyak.

4. meskipun semua orang sanggup dan mampu melaksanakan peranannya,

belum tentu masyarakat dapat memberikan peluang-peluang yang

seimbang, bahkan sering kali masyarakat dengan terpaksa membatasi

peluang-peluang2 yang ada.

Pada masyarakat Indonesia ada kecendrungan untuk lebih mementingkan

kedudukan dari pada peranan. Fenomena tersebut disebabkan oleh adanya


kecendrungan kuat, untuk lebih mementingkan nilai materialisme dari pada

spiritualisme.

Pada umumnya, nilai materialisme diukur dengan atribut-atribut atau ciri-

ciri tertentu yang bersifat lahiriah, dan pada banyak hal bersifat konsumtif. Tinggi

rendahnya prestase seseorang diukur dari atribut-atribut lahiriah, seperti gelar,

tempat kediaman, kendaraan, pakaian dan lain sebagainya. Pada hal-hal tertentu,

atribut memang dibutuhkan, namun bukanlah hal yang terpenting dalam pergaulan

hidup manusia.

Sebagaimana dikatakan diatas, sosiologi berperan menyediakan “peta” untuk

memahami proses pembangunan. “Peta” tersebut adalah berbagai pandangan

teoritis mengenai pembangunan. Sejauh ini ada berbagai pandangan teoritis

mengenai pembangunan. Beberapa pandangan teoritis itu meliputi :

2. Teori Modernisasi

3. Teori ketergantungan

4. Pasca ketergantungan

1. teori modernisasi

menurut teori modernisasi, masalah pembangunan (keterbelakanagan

masyarakat) terjadi akibat adanya faktor-faktor internal dalam masyarakat.

Karena itu, cara melakukan pembangunan adalah bagaimana menumbuh-

kembangkan faktor-faktor internal itu. Ada berbagai pendapat mengenai

faktor-fator internal masyarakat yang bersifat menentukan, sehingga perlu

menjadi fokus upaya menggerakan pembangunan. Beberapa pendapat itu

antara lain sebagai berikut :


a. pembangunan masyarakat ditentukan oleh tingginya tabungan dan

investasi.

b. Pembangunan masyarakat ditentukan oleh nilai-nilai budaya yang

dianut.

c. Pembangunan masyarakat ditentukan oleh adanya kebutuhan /

dorongan untuk berprestasi (Need for achievement)

d. Pembangunan masyarakat ditentukan oleh adanya kewirausahaan

dalam masyarakat.

e. Pembangunan masyarakat ditentukan oleh adanya kondisi

lingkungan masyarakat yang baik.

f. Pembangunan masyarakat ditentukan oleh adanya manusia

modern.

Teori bahwa pembangunan masyarakat ditentukan oleh tingginya

tabungan dan investasi, dikemukana oleh evsey Domar dan Roy Harrrod.

Pandangan ini dikenal dengan istilah teori Harrod-Domar. Menurut teori

ini, maslah utama dalam pembangunan adalah penyediaan modal.

Pembangunan untuk bisa berlangsung dengan baik perlu di sediakan

modal. Modal bisa berupa tabungan masyarakat maupun investasi, baik

yang diperoleh dari dalam negeri maupun pinjaman dari luar negeri.

Teori bahwa pembanganan ditentukan oleh nilai budaya masyrakat,

dikemukakan oleh Max Webber. Menurut pandangan ini, nilai-nilai

budaya, terutama agama, merupakan faktor penting yang menggerakkan

pembangunan. Terutama dalam hal ini adalah nilai-nilai budaya yang


mendukung kemajuan ekonomi. Misalnya, sikap hemat, kerja keras dan

kesediaan untuk menunda kesenangan sekarang demi kepentingan masa

depan.

Teori bahwa pembangunan masyarkat ditentukan oleh adanya

kebutuhan / dorongan untuk berprestasi dikemukanan oleh david

McClelland. Menurut McClelland, kebutuhan/dorongan berprestasi

merupakan faktor terpenting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi.

Karena itu, agar pembangunan dapat berlangsung dengan baik, harus di

upayakan agar semakin banyak warga masyarkat yang memiliki

kebutuhan/dorogan berprestasi.

Teori bahwa pembangunan masyarakat ditentukan oleh adanya

kewirausahaan dalam masyarakat dikemukakan oleh W.W. Rostow.

Menurut Rostow, supaya pembangunan berlangsung dengan baik maka

harus di tumbuhkan kelompok pengusaha dalam masyarakat. Yang

dimaksud dengan kelompok wiraswastawan adalah orang-orang yang

berani maljukan tindakan pembaruan meskipun tindakan itu berisiko.

Teori bahwa pembanguan masyaraka ditentutkan oleh kondisi

lingkungan yang baik dikemukanakan oleh Bert F. Hoselitz. Menurut

Hoselitz, pembangunan masyarakat akan berhasil kalau tersedia kondisii

lingkungan yang menopang berlangsungnya proses industrilisasi. Kondisi

lingkungan tersebut terutama berkenaan dengan aspek nonekonomi,

seperti hukum, pendidikan, keluarga, dan motivasi.


Tori bahwa masyarakat ditentukan oleh adanya manusia Modern

dikemukakan oleh Alex Inkles dan David H. Smith. Yang dimaksud

manusia modern adalah manusia-manusia yang memiliki ciri : keterbukaan

terhadap pengalaman dan ide-ide baru, berorientasi ke masa sekarang dan

masa depan, punya kesanggupan merencanakan, percaya bahwa manusia

bisa menguasai alam dan lain-lain.untuk membentuk manusia modern itu,

diperlukan adanya pendidikan yang bermutu, pengalaman kerja di

lembaga-lembaga modern (misal, perusahaan) dan pengenalan media

massa.

Dapat di simpulkan bahwa menurut terori modernisasi

pembangunan adalah proses mengubah berbagai faktor internal

masyarakat agar menjadi kekuatan untuk meningkatkan taraf hidup.

Berbagai faktor internal itu meliputi, tabungan dan investasi, nilai-nilai

budaya, kebutuhan/dorongan untuk berprestasi, semangat kewirausahaan,

kelembagaan masyarakat, dan manusia-manusia modern.

2. tori ketergantngan

teori ini merupakan respon/kritik terhadap teori modernisasi. Beberapa

tokoh teori ketrgantungan adlah Andre Gunder Frank, Paul Baran,

Theotonio Dos Santos, dan lain-lain. Menurut teori ketergantungan,

hambatan pembanguanan bukan berasal dari faktor-faktor internal,

sebagaimana pendapat teori modernisasi. Melainkan, terjadinya akibat

adanya faktor-faktor eksternal masyarkat. Faktor eksternal itu terutama

adalah adanya pembagian kerja inernasional yang tidak adil. Konkernya,


ada hubungan yang tidak setara antara dua kawasan, yaitu kawasan pusat

(Negara-negara maju) dan kawasan pinggiran (Negara-negara

berkembang/miskin).

Akibat ketidak setaraan itu, terjadi pengalihan sumber-sumber

ekonomi dari negara pinggiran ke negara pusat. Negara-negara pinggiran

pun kehilangan kemampuannya untuk membangun. Sebaliknya, negera-

negara pusat justeru semakin maju dalam pelaksanaan pembangunan.

Gejala tersebut terus brlangsung akibat beroperasinya sistem kapitalisme

dunia.

Karena itu, menurut teori ketergantungan negara-negara berkembang /

miskin harus berani melakukan pemutusan hubungan dengan kapitalisme

dunia. Serentak dengan itu, berusaha bersikap mandiri dalam

melaksanakan pembangunan masyarakat.

3. teori pasca ketergantungan

teori ini merupakan respon/kritik terhadap teori ketergantungan.

Beberapa tokoh ini misalnya bill Warren, Imanuel Wallerstein. Menurut

teori ini, proses pembangunan di berbagai negara di dunia tidak bisa

dianalisis secara sendiri-sendiri, melainkan harus di lihat dalam

keseluruhannya sebagai sebuah totalitas. Namun, berbeda dengan

pandangan teori ketergantungan, menurut teori pascaketergantungan,

hubungan antara negara pusat dan pinggiran tidak selalu bersifat

merugikan negara pinggiran. Selalu ada kemungkinan terjadinya

perubahan. Baik itu perubahan berupa naik kelas (negara berkembang


menjadi negara yang lebih maju) maupun turun kelas (negara maju

menjadi negara berkembang). Negara-negara yang mampu naik kelas itu

antara lain korea selatan, taiwan, hongkong, singapura, malaysia, cina,

tanzania, dan lain-lain.

Demikianlah, melalui sosiologi kita bisa memperoleh pemahaman global

menganai proses pembangunan. Pemahaman tersebut akan menolong para

pembuat kebijkana dalam menentukan prioritas-prioritas kebijakan publik yang

tepat dalam pelaksanaan pembangunan. Bagi warga masyarakt biasa, pemahaman

tersebut setidaknya akan menjadi masukan berharga dalam menilai kebijakan

pembangunan yang dilaksanakan pemerintah dan / atau melakukan prakrsa untuk

melaksanakan kegiatan pembangunan dalam skala lokal.

Disamping itu, peran sosiologi dalam suatu masyarakat yang sedang

membangun di Indonesia adalah ; dengan berbagai profesi yang umum diisi oleh

para sosiologi :

1. Pariset

Sama halnya dengan para ilmuan sosiologi juga menaruh perhatian pada

pengumpulan dan penggunaan pengetahuan. Dalam tugas-tugas ini,

mereka bekerja sama dengan menggunakan berbagai metode dalam

penelitianya.

Banyak sosiolog dari lingkungan universitas terlibat dalam riset yang

dibiayai sebagian atau sepenuhnya oleh badan-badan pemerintah yayasan

atau perusahaan.

2. sosiologi klinis
sebagai sosiolog klinis, mereka ikut terlibat dalam perencanaan dan

pelaksanaan program kegiatan masyarakat, seperti memberi saran-saran

dalam hubungan masyarakat, hubungan antar karyawan, hubungan antar

kelompok dalam suatu organisasi, penyelesaian berbagai masalah tentang

hubungan antar manusia dan masalah moral.

3. konsultan kebijakan

prediksi sosiolog dapat digunakan untuk membantu

memperkirakan pengaruh kebijakan social yang mungkin terjadi. Oleh

karena itu, sosiologi dapat membantu dalam memilih kebijakan untuk

mencapai tujuan tertentu.

4. guru atau pendidik

kegiatan mengajar dalam karier utama bagi sosiologi. Dengan

menjadi guru, para sosiologi dapat membuka wawasan para siswa dalam

hidup bermasyarakat guna meningkatkan kualitas hidupnya.


BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Sadar atau tidaknya para sosiolog harus meningkat cara berpikirnya, hasil

dan buah pikirnya, yang terbatas itu dengan kebenaran yang hakiki tentang suatu

kepastian.

Kebijakan yang sentralistis dan pengawalan yang ketat terhadap isu

perbedaan yang berjalan selama tiga dasawarsa telah menghilangkan kemampuan

masyarakat untuk memikirkan, membicarakan, dan memecahkan persoalan yang

muncul dari perbedaan secara terbuka, rasional dan damai. Sehingga perbedaan-

perbedaan kecil dalam masyarakat selalu direspons dengan berbagai instruksi

kekerasan . baik itu yang berlatar belakang etnis, golongan, ras maupun agama.

Seakan, anak-anak bangsa ini masih jauh untuk dapat saling menghargai,

memahami dan berlaku dewasa atas semua perbedaan yang ada. Akhirnya

harapan terhadap solidaritas antar sesame warga menjadi kabur untuk

ditampilkan.

Sementara dibalik itu kita juga menyadari, bahwa Indonesia merupakan

Negara yang terdiri dari berbagai kelompok etnis, budaya, agama, yang pada satu

sisi memiliki potensi positif dalam membangun kekuatan bangsa. Meski pada sisi

lainnya sangat rentan akan terjadinya konflik karena perbedaan yang ada.

Fenomena ini tentu saja akan dapat merusak masa depan bangsa kita yang sedang

belajar untuk berdemokrasi sebab sangat ironis jika demokrasi kita identikan

dengan kekerasan.
Menghadapi tantangan ini, mampukah pendidikan Ilmu Sosiologi menjadi

instrument membangun solidaritas antar warga?. Secara akal sehatnya, tentu bisa,

kenapa tidak? Peranan ilmu sosiologi dalam membangun masyarakat yang

sejahtera mampu mengatasi berbagai gejala-gejala social, serta meningkatkan

pembangunan kemasyarakatan, sangat berguna atau bermanfaat baik ilmu

sosiologi itu sendiri, maupun masyarakat tertentu yang menjadi wadah penerapan

cara kerja para sosiolog.

B. Saran

kegiatan mengajar dalam karier utama bagi sosiologi. Dengan menjadi

guru, para sosiologi dapat membuka wawasan para siswa dalam hidup

bermasyarakat guna meningkatkan kualitas hidupnya.


Daftar pustaka

1. Soekarno, soerjono, sosiologi suatu pengantar, Jakarta : rajawali pers,


1990. hal 401-402.

2. Dirdjosisworo, soedjono. Sosiologi ; bandung : alumni, 1985. hal 180-181.

3. Saptono, bambang suteng s. sosiologi untuk SMA Kelas XI. Jakarta :


phibeta aneka gama, 2007.

4. Departemen pendidikan nasional, 2006, standar isi 2006, mata pelajaran


sosiologi SMA/MA. Jakarta : pusat kurikulum.

5. Kreatif. Standar isi 2006, sosiologi untuk kelas XI semester gasal


SMA/MA. Jakarta ; viva parkarindo. 2006