Anda di halaman 1dari 53

LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

NILAI-NILAI DASAR PERAN DAN KEDUDUKAN


APARATUR SIPIL NEGARA (ASN)

OPTIMALISASI PENINGKATAN KEPEDULIAN


TERHADAP LINGKUNGAN SEKOLAH
BAGI SISWA SDN JLEPER 1 KECAMATAN MIJEN KABUPATEN
DEMAK

Disusun oleh:
Nama : Hidayatun Nikmah, S.Pd.
NIP :19960103 201903 2 002
Golongan/Angkatan : III/XXIV
No. Urut : 17
Jabatan : Guru Kelas Ahli Pertama
Unit Kerja : SDN Jleper 1 Kecamatan Mijen
Coach : Wahju Widiarsih, S.T., M.Pi.
Mentor : Burhanudin, S.Pd.

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN XXIV


PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN DEMAK
BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
TAHUN 2019
HALAMAN PERSETUJUAN
LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR
PERAN DAN KEDUDUKAN APARATUR SIPIL NEGARA (ASN)

Judul : Optimalisasi Peningkatan Kepedulian Terhadap


Lingkungan Sekolah Bagi Siswa SDN Jleper 1
Kecamatan Mijen Kabupaten Demak

Disusun oleh:
Nama : Hidayatun Nikmah, S.Pd.
NIP : 19960103 201903 2 002

Dinyatakan disetujui untuk diseminarkan pada:


Hari, Tanggal : Senin, 29 April 2019
Tempat : BKPP Kabupaten Demak

Demak, April 2019


Mengetahui
Coach, Mentor,

Wahju Widiarsih, S.T., M.Pi. Burhanudin, S.Pd.


Widyaiswara Ahli Muda Kepala Sekolah SDN Jleper 1
NIP. 19670607 199803 2 001 NIP. 19630331 198405 1 001

HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR,
PERAN DAN KEDUDUKAN APARATUR SIPIL NEGARA (ASN)

Judul : Optimalisasi Peningkatan Kepedulian Terhadap


Lingkungan Sekolah Bagi Siswa SDN Jleper 1 Kecamatan
Mijen Kabupaten Demak
Nama : Hidayatun Nikmah, S.Pd.
NIP : 19960103 201903 2 002
Unit Kerja : SDN Jleper 1

Telah diseminarkan:
Di : BKPP Demak
Hari,Tanggal : Senin, 29 April 2019
Peserta Pelatihan Dasar CPNS

Hidayatun Nikmah, S.Pd.


NIP. 19960103 201903 2 002

iii
Coach, Mentor,

Wahju Widiaarsih, S.T., M.Pi. Burhanudin, S.Pd.


Widyaiswara Ahli Muda Kepala Sekolah SDN Jleper 1
NIP. 19670607 199803 2 001 NIP. 19630331 198405 1 001
Penguji,

Suharno, S.P., M.Si.


Widyaiswara Ahli Madya
NIP. 19620901 198503 1 014

PRAKATA

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan


curahan rahmat dan nikmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
Rancangan Aktualisasi dan Habituasi nilai-nilai dasar Pegawai Negeri Sipil
(PNS) dengan judul “Optimalisasi Peningkatan Kepedulian Terhadap
Lingkungan Sekolah Bagi Siswa SDN Jleper 1 Kecamatan Mijen
Kabupaten Demak”.
Penulisan rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS ini disusun
sebagai salah satu persyaratan kelulusan Pelatihan Dasar Calon Pegawai
Negeri Sipil Golongan III Angkatan XXIV Tahun 2019 sebagai bentuk
pemahaman konseptual dan internalisasi nilai-nilai dasar PNS yang akan
diterapkan di SD Negeri Jleper 1.
Dalam menyelesaian rancangan aktualisasi nilai-nilai PNS ini,
penulis menyampaikan terima kasih kepada:
1. Wahju Widiarsih, S.T., M.Pi. selaku pembimbing yang telah memberikan
bimbingan dan arahan kepada penulis sehingga rancangan aktualisasi
ini dapat selesai dengan baik.
2. Burhanudin, S.Pd. selaku mentor yang telah memberikan masukan,
inspirasi dan arahan sehingga rancangan aktualisasi ini dapat
diselesaikan dengan baik.
3. Suharno, S.P., M.Si. selaku narasumber/penguji yang memberikan
saran, masukan perbaikan untuk penyempurnaan rancangan
aktualisasi ini sehingga dapat diterapkan dengan baik.
4. Keluarga yang telah mendukung, mendoakan serta memberi bantuan
sehingga semua kegiatan Pelatihan Dasar CPNS dapat terselesaikan
dengan baik.
5. Seluruh Widyaiswara, dan Panitia yang telah memberikan ilmu,
bimbingannya, dukungan dan fasilitas selama kegiatan Pelatihan Dasar
CPNS Golongan III Angkatan XXIV.
6. Seluruh peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan XXIV
atas inspirasi, kekompakan, bantuan, dan dukungannya.
Penulis berharap semoga rancangan aktualisasi ini dapat
memberikan manfaat bagi semua pihak dan dapat memberikan contoh
tentang implementasi nilai-nilai “ANEKA” dengan prinsip Manajemen
Aparatur Sipil Negara (ASN), Pelayanan Publik dan Whole of Government
dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kerja dan masyarakat.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada
rancangan ini, oleh karena itu penulis berharap kepada semua pihak
untuk memberikan saran dan masukan serta kritik yang membangun
untuk penyempurnaan rancangan aktualisasi ini.

Demak, 29 April 2019

Penulis

Hidayatun Nikmah, S.Pd.

vi
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL........................................................................................................ i
HALAMAN PERSETUJUAN.........................................................................ii
HALAMAN PENGESAHAN.........................................................................iii
PRAKATA.....................................................................................................iv
DAFTAR ISI.................................................................................................vi
DAFTAR TABEL.........................................................................................viii
DAFTAR GAMBAR......................................................................................ix
BAB I PENDAHULUAN...............................................................................1
A. Latar Belakang...................................................................................1

B. Identifikasi Isu.....................................................................................3

C. Dampak Jika Isu Tidak Diselesaikan.................................................8

D. Rumusan Masalah.............................................................................9

E. Tujuan.................................................................................................9

F. Manfaat............................................................................................10

BAB II LANDASAN TEORI........................................................................11


A. Sikap dan Perilaku Bela Negara......................................................11

B. Nilai Dasar PNS...............................................................................13

C. Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI........................................17

D. Karakter Peduli Lingkungan.............................................................20

BAB III PROFIL UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA...........................21


A. Profil Organisasi...............................................................................21

1. Dasar Hukum Pembentukan Organisasi......................................21

2. Visi, Misi, Nilai dan Tujuan Organisasi.........................................22

3. Struktur Organisasi dan Tugas Fungsi Guru................................25

4. Deskripsi SDM, Sarpras, dan Sumber Daya Lain........................27

vii
B. Tugas Jabatan Peserta Diklat..........................................................28

C. Role Model.......................................................................................30

BAB IV RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI...................................33


A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterikatan dengan
Nilai ANEKA............................................................................................33

B. Jadwal Rancangan Aktualisasi......................................................40

C. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala..................................41

BAB V PENUTUP.....................................................................................42
A. Simpulan..........................................................................................42

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................43
DAFTAR RIWAYAT HIDUP........................................................................44

viii
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Identifikasi Isu...............................................................................5


Tabel 1.2 Analisis Isu Strategis....................................................................7
Tabel 1.3 Dampak Isu Tidak Terselesaikan..................................................8
Tabel 3.1 Data Guru SDN Jleper 1 Demak Tahun 2019............................27
Tabel 3.2 Sarana dan Prasarana SDN Jleper 1.........................................28
Tabel 4.1. Rancangan Kegiatan Aktualisasi...............................................34
Tabel 4.2 Jadwal Rencana Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi dan
Habituasi....................................................................................................40
Tabel 4.3 Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala............................41

ix
DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Struktur Organisasi SD Negeri Jleper 1 ..............................26


Gambar 3.2 Tokoh Ki Hajar Dewantara.....................................................30

x
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Menurut Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur
Sipil Negara (ASN) dijelaskan bahwa ASN adalah profesi bagi Pegawai
Negeri Sipil dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang
bekerja pada instansi pemerintah. Aparatur Sipil Negara (ASN)
mempunyai peranan penting dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
Tugas dan fungsi tersebut tertuang dalam UU No.5 Tahun 2014 Tentang
tugas dan fungsi ASN sebagai: 1) Pelaksana kebijakan publik, 2) Pelayan
publik, 3 ) Perekat dan pemersatu bangsa. ASN memiliki peran strategis
dalam mewujudkan good governance di Indonesia. Good
governance diarahkan untuk mengimplementasikan tata kelola
pemerintahan yang ideal. (UU No 5 tahun 2014)
ASN dituntut untuk memahami nilai-nilai dasar yang menjadi
landasan dalam menjalankan profesinya. Nilai-nilai dasar tersebut
meliputi: akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti
korupsi (ANEKA). Kelima dasar tersebut memiliki peranan penting demi
menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika
profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktek korupsi, kolusi dan
nepotisme sesuai dengan harapan dari pemerintah.
Pembentukan PNS yang mampu melaksanakan tugas dan
perannya sebagai pelayan masyarakat secara profesional yang dilakukan
didasarkan pada nilai-nilai dasar profesi PNS dilaksanakan melalui
pendidikan dan pelatihan dasar. Pelatihan dasar CPNS telah mengalami
inovasi dalam pelaksanaannya yang memungkinkan peserta mampu
menginternalisasikan nilai-nilai dasar PNS melalui kegiatan pembelajaran
di kelas dan mampu mengaktualisasikan nilai-nilai dasar tersebut pada
unit kerja masing-masing. Aktualisasi kelima nilai dasar profesi PNS
disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing serta visi dan
misi unit kerja.

1
Dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa Pendidikan Nasional adalah
pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan
tanggap terhadap tuntutan zaman. Pendidikan nasional bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa , berakhlak mulia,
berbudi pekerti luhur, berilmu, sehat, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi
warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Pendidikan merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam
pembangunan manusia. Proses pendidikan berkaitan dalam upaya
pencapaian tujuan pembangunan, karena hal tersebut tidak dapat
dipisahkan dari proses pembangunan itu sendiri. Pembangunan diarahkan
dan ditujukan untuk mengembangkan sumber daya manusia yang
berkualitas, untuk mencapai tujuan tersebut, pembangunan dilakukan
secara menyeluruh termasuk pembangunan kesehatan.
Lingkungan yang bersih merupakan salah satu unsur yang harus
ada, dibina dan dikembangkan terus agar dalam proses pendidikan yang
berjalan mencapai hasil yang diharapkan. Semua warga sekolah berperan
penting dalam menjaga kebersihan sekolah sehingga berfungsi dengan
baik sebagai wadah untuk mendidik anak agar mereka memiliki kesadaran
lingkungan dan berkemauan berbuat sesuatu yang positif bagi kelestarian
lingkungan sekolah khususnya dan lingkungan hidup.
Agar ilmu dapat terserap maksimal oleh siswa, maka kondisi
sekolah haruslah nyaman dan bersih. Walaupun kebersihan sering kali
dianggap tidak penting, namun hal kecil tersebut dapat berdampak besar
terhadap proses belajar mengajar di sekolah. Sekolah yang kotor akan
membuat kegiatan belajar terganggu dan menjadi sarang penyakit bagi
seluruh warga sekolah. Kebersihan menjadi sesuatu yang penting jika
bersangkutan dengan kebersihan baik di dalam maupun di luar sekolah,
baik di dalam maupun di luar kelas dan juga keseluruhan lingkungan

2
sekolah yang harus menjadi perhatian penting bagi seluruh warga di
sekolah.
Lingkungan sekolah mempunyai peran penting dalam proses
pemberian contoh pada siswa, terutama bagi siswa sekolah dasar.
Berdasarkan pengamatan, siswa di SDN Jleper 1 Kecamatan Mijen
Kabupaten Demak belum memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Masih
ditemukan siswa yang membuang sampah di dalam kelas, tempat
sampah bercampur antara sampah organik sisa makanan dan sampah
plastik yang menganggu pemandangan. Kondisi kelas dan lingkungan
yang kotor tersebut menyebabkan siswa kurang nyaman dalam proses
belajar. SDN Jleper 1 mempunyai halaman yang luas, akan tetapi
halaman yang luas tersebut kurang dimanfaatkan dengan maksimal.

Berdasarkan kondisi tersebut, didapat bahwa tingkat kepedulian


siswa terhadap lingkungah masih rendah. Oleh karena itu perlu adanya
penanaman karakter peduli lingkungan terhadap siswa agar tercipta
lingkungan yang bersih dan sehat. Pembiasaan peduli lingkungan akan
membentuk pengetahuan siswa tentang pentingnya menajaga kebersihan
lingkungan. Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis membuat
rancangan yang berjudul “Optimalisasi Peningkatan Kepedulian Terhadap
Lingkungan Sekolah Bagi Siswa SDN Jleper 1 Kecamatan Mijen
Kabupaten Demak”.

B. Identifikasi Isu
Rancangan aktualisasi ini disusun berdasarkan identifikasi
beberapa isu atau problematika yang ditemukan dalam melaksanakan
tugas sebagai Guru Kelas Ahli Pertama di instansi tempat bekerja, yaitu di
SDN Jleper 1. Sumber isu yang diangkat dapat berasal dari individu, unit
kerja, maupun organisasi. Isu-isu yang menjadi dasar rancangan
aktualisasi ini bersumber dari aspek:
1. whole of government (WoG),
2. pelayanan publik, dan
3. manajemen ASN.

3
Telah dipetakan beberapa isu atau problematika, antara lain:
1. kurang optimalnya pengembangan karakter peduli lingkungan
di sekolah;
2. kurangnya peran aktif orang tua dalam mendampingi kegiatan
belajar siswa;
3. rendahnya tingkat literasi siswa SDN Jleper 1;
4. belum optimalnya penggunaan media dalam pembelajaran di
kelas;
5. belum optimalnya penggunaan perpustakaan dalam menunjang
kegiatan literasi siswa SDN Jleper 1.
Kurang optimalnya pengembangan karakter peduli lingkungan di
sekolah mencerminkan bahwa Pelayanan Publik masih perlu ditingkatkan
lagi. Kepedulian lingkungan berdampak pada kebersihan dan
kenyamanan dalam proses pembelajaran. Maka dari itu kepedulian
terhadap lingkungan dan kebersihan juga akan berdampak pada
keberhasilan pembelajaran.
Keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah tidak luput dari
peran serta orangtua di dalamnya. Orangtua harus menjadi kontrol dan
pendamping bagi anak-anaknya. Namun yang terjadi adalah orangtua
seringkali mengabaikan peran tersebut dikarenakan harus mencari
nafkah, tidak menguasai materi, dan alasan lainnya. Akibatnya banyak
anak yang tidak mengerjakan PR/tugas dan tidak belajar ketika ada
ulangan. Tentu ini akan menghambat proses belajar di kelas, karena
maksud dari penugasan dan pemberian PR di sekolah adalah untuk
memantapkan materi yang diperoleh siswa di sekolah. Untuk itu peran
dan keterlibatan dalam pendampingan kegiatan belajar anak di rumah
sangat penting.
Selanjutnya, rendahnya tingkat literasi siswa di SDN Jleper 1
diakibatkan oleh kurangnya pembiasaan dan budaya membaca di
lingkungan SDN Jleper 1. Hal ini ditunjukkan dengan tingkat pemahaman,
ketepatan, dan kecepatan membaca yang masih rendah. Perlu partisipasi
aktif dari pihak sekolah dan keluarga agar dapat meningkatkan semangat
membaca yang tinggi di kalangan siswa.
Belum optimalnya penggunaan media dalam pembelajaran di kelas
merupakan salah satu kendala dalam keberhasilan mencapai tujuan

4
pembelajaran. Media pembelajaran merupakan alat bantu dalam
memusatkan minat dan perhatian siswa dalam mengikuti pembelajaran
sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Minimnya media
pembelajaran yang digunakan mengakibatkan kurangnya minat siswa
dalam pembelajaran yang berdampak pada pemahaman siswa.
Lemahnya pemahaman siswa tersebut akan berdampak pada rendahnya
nilai siswa, baik ulangan harian maupun ulangan tengah semester dan
ulangan akhir semester.
Fasilitas perpustakaan seharusnya dapat menjembatani siswa
dalam mengumpulkan informasi dalam menunjang pengetahuan dan
pembelajaran. Namun, minimnya pemanfaatan perpustakaan merupakan
indikator bahwa tingkat minat siswa dalam membaca masih rendah.
Berdasarkan prinsip-prinsip kedudukan dan Peran Pegawai Negeri
Sipil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, dapat di identifikasi isu-
isu sebagai berikut:
Tabel 1.1 Identifikasi Isu
No. Identifikasi Isu Prinsip ASN Kondisi Saat Ini Kondisi yang
Diharapkan

1 Kurang optimalnya Pelayanan Masih belum Optimalnya


pengembangan public optimalnya pengembangan
karakter peduli pengembangan karakter peduli
lingkungan di karakter peduli lingkungan di
sekolah lingkungan di sekolah. sekolah. Lingkungan
Siswa sering sekolah yang bersih
membuang samaph dan lingkungan
semabarangan. menjadi tertata.

2 Kurangnya peran Whole of Orang tua cenderung Orang tua


aktif orang tua Government kurang aktif dalam berpartisipasi dalam
dalam mendampingi kegiatan mendampingi
mendampingi belajar siswa di rumah kegiatan belajar
kegiatan belajar yang ditandai dengan siswa di rumah
siswa banyaknya siswa yang seperti mendampingi
tidak mengerjakan mengerjakan
PR/tugas dan buku tugas/PR, belajar,
ketinggalan dan mengecek
kelengkapan atribut
seragam

3 Rendahnya tingkat Manajemen Tingkat literasi siswa Siswa memiliki


literasi siswa di ASN masih rendah yang kebiasaan membaca
SDN Jleper 1 ditandai dengan sehingga
tingkat pemahaman, meningkatkan
kecepatan, dan kemampuan

5
No. Identifikasi Isu Prinsip ASN Kondisi Saat Ini Kondisi yang
Diharapkan

ketepatan membaca pemahaman,


yang rendah. ketepatan, dan
kecepatan membaca.

4 Belum optimalnya Manajemen Kegiatan Kegiatan


penggunaan media ASN pembelajaran pembelajaran harus
pembelajaran di monoton dengan bervariasi sesuai
kelas metode ceramah dan dengan materi
jarang menggunakan pembelajaran
media pembelajaran dengan
menggunakan media
dan metode
pembelajaran yang
tepat agar proses
pembelajaran lebih
menarik perhatian
dan mempermudah
pemahaman siswa.

5. Belum optimalnya Manajemen Kondisi perpustakaan Perpustakaan


penggunaan ASN kurang dioptimalkan memiliki sarana
perpustakaan dalam prasarana yang baik
dalam kegiatan pemanfaatannya, dengan koleksi buku
literasi SDN Jleper serta siswa jarang yang memadai serta
1 sekali berkunjung dimanfaatkan untuk
untuk membaca di kegiatan membaca
perpustakaan. siswa.

(Sumber: Data dielaborasi penulis, 2019)


Berdasarkan pemetaan dan identifikasi isu yang telah dipaparkan,
perlu dilakukan proses analisis isu untuk menentukan isu mana yang
merupakan prioritas yang dapat dicarikan solusi oleh penulis. Proses
tersebut menggunakan dua alat bantu penetapan kriteria kualitas isu yakni
berupa:
1. APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, dan Kelayakan)
APKL memiliki 4 kriteria penilaian yaitu Aktual, Problematik,
Kekhalayakan, dan Kelayakan.
a. Aktual artinya benar-benar terjadi dan sedang hangat
dibicarakan di kalangan masyarakat;
b. Problematik artinya isu yang memiliki dimensi masalah yang
kompleks, sehingga perlu dicarikan solusinya;
c. Kekhalayakan artinya isu yang menyangkut hajat hidup orang
banyak;
d. Kelayakan artinya isu yang masuk akal, logis, realistis, serta
relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya.

6
2. USG (Urgency, Seriousness, dan Growth)
Analisis USG (Urgency, Seriousness, dan Growth)
mempertimbangkan tingkat kepentingan, keseriusan, dan
perkembangan setiap variabel dengan rentang skor 1-5.
a. Urgency (urgensi), yaitu dilihat dari tersedianya waktu,
mendesak atau tidak masalah tersebut diselesaikan;
b. Seriousness (keseriusan), yaitu melihat dampak masalah
tersebut terhadap produktivitas kerja, pengaruh terhadap
keberhasilan, membahayakan sistem atau tidak, dan
sebagainya;
c. Growth (berkembangnya masalah), yaitu apakah masalah
tersebut berkembang sedemikian rupa sehingga sulit
dicegah.
Tabel 1.2 Analisis Isu Strategis
Kriteria A Kriteria B
Prinsip
Identifikasi Isu A P K L Ket U S G ∑ Peringkat
ASN
Pelayanan Kurang optimalnya
Publik pengembangan
karakter peduli Memenuhi
+ + + + syarat 5 4 4 13 I
lingkungan di
sekolah
Manajemen Kurangnya peran
ASN aktif orang tua dalam
mendampingi Memenuhi
+ + + + syarat 5 3 4 12 II
kegiatan belajar
siswa
Whole of Kurangnya peran
Government aktif orangtua siswa Tidak
dalam pendidikan + + - - memenuhi - - - - -
siswa SDN Jleper 1 syarat

Manajemen Belum optimalnya


ASN penggunaan media Memenuhi
pembelajaran di + + + + syarat 4 4 3 11 III
kelas
Manajemen Belum optimalnya
ASN penggunaan Tidak
perpustakaan dalam
+ + - - memenuhi - - - - -
kegiatan literasi SDN syarat
Jleper 1

(Sumber: Data dielaborasi penulis, 2019)

7
Berdasarkan tabulasi APKL seperti tercantum pada tabel 1.2.
Analisis Isu Strategis, ditemukan tiga isu utama yang memenuhi syarat,
yaitu sebagai berikut:
1. Kurang optimalnya pengembangan karakter peduli lingkungan di
sekolah
2. Rendahnya tingkat literasi siswa di SDN Jleper 1
3. Belum optimalnya penggunaan media pembelajaran di kelas
Dari kelima isu yang problematik tersebut, ditetapkan isu paling
prioritas yakni “Kurang optimalnya pengembangan karakter peduli
lingkungan di sekolah” dengan perolehan skor USG 13.
C. Dampak Jika Isu Tidak Diselesaikan
Dampak dari isu terpilih yang telah dianalisis menggunakan metode
USG akan memiliki dampak ketika tidak dilaksanakan. Dampak dari isu
yang tidak dilaksanakan tersaji dalam Tabel 1.3 berikut.
Tabel 1.3 Dampak Isu Tidak Terselesaikan
Sumber Isu Identifikasi Isu Dampak
Pelayanan Kurang optimalnya Sekolah yang kotor akan
Publik pengembangan karakter mengakibatkan kegiatan belajar
peduli lingkungan di sekolah mengajar terganggu,
ketidaknyamanan siswa dalam
menangkap materi yang diajarkan
guru, menjadi sarang penyakit
dan media penyebaran penyakit
bagi seluruh warga sekolah.
Sehingga kebersihan baik di
dalam maupun di luar sekolah,
baik di dalam maupun di luar
kelas dan juga keseluruhan
lingkungan sekolah yang harus
menjadi perhatian seluruh warga
sekolah. Siswa juga kurang peduli
terhadap kebersihan lingkungan,
serta kurang pengetahuan
terhadap pengolahan
sampah/barang bekas menjadi
karya yang bermanfaat.
(Sumber: Data dielaborasi penulis, 2019)

D. Rumusan Masalah
Berdasarkan Tabel 1.2. Analisis Isu Strategis, menunjukkan validasi
isu dengan menggunakan analisa USG. Dari analisa didapatkan core

8
issue yakni Kurang optimalnya pengembangan karakter peduli
lingkungan di sekolah. Dari isu tersebut maka rumusan masalah
kegiatan aktualisasi melalui habituasi adalah:
1. Bagaimana rancangan kegiatan aktualisasi yang harus dilakukan
untuk memberikan kontribusi pada optimalnya karakter peduli
lingkungan di SDN Jleper 1?
2. Bagaimana output atau hasil yang dihasilkan dari kegiatan-
kegiatan tersebut?
3. Bagaimana Nilai Dasar ASN (ANEKA) dapat diimplementasikan
selama kegiatan aktualisasi melalui habituasi di unit kerja?
Gagasan Pemecahan Isu pada unit kerja SDN Jleper 1 Demak
adalah “Kurang optimalnya pengembangan karakter peduli lingkungan di
sekolah”.

E. Tujuan
Berdasarkan identifikasi isu dan rumusan masalah yang telah
ditemukan, tujuan yang akan dicapai dari dilaksanakannya aktualisasi ini
adalah sebagai berikut :
1. Menemukan isu-isu yang ada di satuan kerja kemudian
melakukan analisis terhadap isu-isu tersebut sehingga dapat
menemukan pemecahan masalah dalam bentuk kegiatan yang
berkontribusi dalam pemecahan isu.
2. Mengetahui output atau hasil dari kegiatan tersebut.
3. Mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN ke dalam setiap
kegiatan habituasi yang dilakukan di satuan kerja.

F. Manfaat
Manfaat kegiatan pengaktualisasian nilai-nilai dasar ASN adalah
sebagai berikut:
1. Bagi Calon Pegawai Negeri Sipil
Meningkatkan pemahaman dan mampu untuk
mengimplementasikan nilai-nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi)
sebagai landasan dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
2. Bagi Satuan Kerja

9
Membantu mengUpaya Meningkatkan Kepedulian Terhadap
Lingkungan serta mewujudkan visi dan misi SDN Jleper 1.

BAB II
DESKRIPSI UNIT ORGANISASI

A. Profil Organisasi (di Unit Kerja)


1. Dasar Hukum Pembentukan Organisasi
Dalam Undang-Undang Dasar tahun 1945 pasal 31 disebutkan
bahwa setiap warga Negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan
pemerintah wajib membiayainya. Pasal tersebut menegaskan bahwa
pemeerintah memiliki kewajiban memberikan fasilitas berupa sekolah
kepada warga negaranya. Hal inilah yang mendasari perlu
didirikannya sekolah. Selain pasal tersebut, dasar hukum
pembentukan sekolah dasar sebagai sarana pembentukan calon
generasi bangsa di antaranya Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional; PP Nomor 19 tahun 2005

10
tentang Standar Nasional Pendidikan; Surat Keputusan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 044/U/2005 tentang Dewan Pendidikan
dan Komite Sekolah; dan Permendiknas No. 19 tahun 2007 tentang
Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah.
Pada era globalisasi sekarang ini dibutuhkan Sumber Daya
Manusia (SDM) yang memiliki kemampuan untuk menghadapi dan
menjawab tantangan yang ada. Pembentukan Sumber Daya Manusia
(SDM) bermutu yang mampu dan siap menghadapi dan menjawab
tantangan di era globalisasi tidak lepas dari unsur pendidikan.
Program pendidikan dasar merupakan salah satu titik tolak kegiatan
untuk mencapai tujuan pendidikan nasional harus dijabarkan dengan
jelas dan terarah yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.
Profil sekolah secara rinci dijelaskan sebagai berikut.
a. Nama Sekolah : SD Negeri Jleper 1
b. NSS/NPSN : 101032110002/100020
c. Bentuk Pendidikan : SD
d. Status kepemilikan : Negeri
e. Tahun Berdiri : 1912
f. Alamat : Jalan Mijen-Wedung Desa
Jleper Kecamatan Mijen Kabupaten
Demak 59583
2. Visi, Misi, Nilai dan Tujuan Organisasi
Visi dan misi sekolah mengacu pada dan berusaha mendukung
tercapainya visi dan misi kabupaten demak.
a. Visi Organisasi
Terwujudnya masyarakat demak yang agamis lebih
sejahtera, mandiri, maju, kompetitif, kondusif, berkepribadian dan
demokratis.
b. Misi Organisasi
Misi berfungsi untuk menjelaskan mengapa suatu
organisasi harus ada, apa yang harus dilakukannya dan bagaimana
melakukannya untuk mewujudkan visi tersebut. Adapun misi dari
SDN Jleper untuk mencapai visi tersebut adalah :
1) Menjadikan nilai-nilai agama melekat pada setiap kebijakan
pemerintah dan perilaku masyarakat.

11
2) Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih bersih,
efektif, efisien, dan akuntabel.
3) Meningkatkan kedaulatan pangan dan ekonomi kerakyatan
berbasis potensi local serta mengurangi tingkat
pengangguran.
4) Mengakselerasikan pembangunan infrastruktur strategis,
pembangunan kewilayahan dan menyerasikaan
pembangunan antara kota dan desa.
5) Meningkatkan pelayanan pendidikan, kesehatan dan
perlindungan sosial sesuai standar.
6) Menciptakan keamanan, ketertiban dan lingkungan yang
kondusif.
7) Mengembangkan kapasitas pemuda, olahraga, seni budaya,
meningkatkan keberdayaan perempuan, perlindungan anak
dan mengendalikan pertumbuhan penduduk.
8) Mewujudkan kualitas pelayanan investasi dan meningkatkan
kualitas pelayanan publik.
9) Mengoptimalkan pengelolaan Sumber Daya Alam
berwawasan lingkungan .

c. Nilai-Nilai Organisasi
Nilai-nilai yang menjadi acuan dalam pelaksanaan tugas di
SDN Jleper 1 adalah berasal dari nilai-nilai Tata Nilai Budaya Kerja
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Adapun nilai-nilainya
adalah sebagai berikut:
1) Integritas
Yang dimaksud dengan integritas adalah keselarasan
antara pikiran, perkataan, dan perbuatan. Indikator dari
integritas adalah konsisten, jujur, menghindari benturan
keinginan, berpikiran positif, arif, bijaksana, dan mematuhi
peraturan perundang-undangan.
2) Kreatif dan Inovatif
Kreatif dan inovatif adalah memiliki daya cipta, memiliki
kemampuan untuk menciptakan hal baru yang berbeda dari
yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya.
Indikator dari kreatif dan inovatif adalah memiliki pola piker,
cara pandang yang variatif terhadap setiap permasalahan,

12
bersikap terbuka, berani mengambil terobosan, dan
memanfaatkan teknologi secara efektif dan efisien.
3) Inisiatif
Inisiatif adalah kemampuan seseorang untuk bertindak
melebihi yang dibutuhkan atau yang dituntut dari pekerjaan.
Indikator dari inisiatif adalah responsive, bersikap proaktif, dan
memiliki dorongan untuk menyelesaikan masalah.
4) Pembelajar
Pembelajar adalah selalu berusaha untuk
mengembangkan kompetensi dan profesionalisme. Indikator
dari pembelajar adalah berkeinginan untuk selalu menambah
wawasan, mengambil hikmah atas segala kesalahan, dan
berbagi pengetahuan dengan rekan kerja.
5) Menjunjung Meritokrasi
Menjunjung meritokrasi adalah menjunjung tinggi
keadilan dalam pemberian penghargaan bagi karyawan yang
kompeten. Indikatornya adalah berkompetisi secara maksimal,
memberikan kesempatan yang sama dalam mengembangkan
kompetensi pegawai, memberikan penghargaan dan hukuman
secara secara proporsional,tidak sewenang-wenang, dan tidak
mementingkan diri sendiri.
6) Aktif
Aktif adalah senantiasa berpartisipasi dalam setiap
kegiatan. Inidkator dari aktif adalah terlibat langsung dalam
setiap kegiatan dan memberi dukungan kepada rekan kerja.
7) Tanpa Pamrih
Tanpa pamrih adalah bekerja dengan tulus ikhlas dan
penuh dedikasi. Indikator yang termasuk dalam tanpa pamrih
adalah penuh komitmen dalam melaksanakan pekerjaan, rela
membantu rekan kerja, dan menunjukkan sikap 4S (senyum,
sapa, sopan, dan santun)

d. Tujuan Organisasi
Sesuai dengan visi dan misi sekolah SDN Jleper 1, mempunyai
tujuan sebagai berikut:
1) Meningkatkan prestasi dengan capaian rata-rata nilai US
yang kebih baik.

13
2) Mengusahakan peserta didik menerima pelajaran dengan
baik, agar memperoleh prestasi yang baik.
3) Berusaha menyatukan sekolah dengan masyarakat
sehingga merupakan satu kesatuan yang tidak dapat
dipisahkan.
4) Mengoptimalkan peran satuan-satuan sekolah guna
meningkatkan kualitas siswa.
5) Memiliki ketrampilan dan pengalaman dasar beragama
dalam kehidupan sehari-hari.
6) Siswa kreatif, terampil dan bekerja untuk dapat
mengembangkan diri secara terus menerus.

3. Struktur Organisasi dan Tugas Fungsi Guru


a. Struktur Organisasi
Struktur Organisasi merupakan prasyarat mutlak yang
harus dimiliki oleh setiap lembaga pendidikan. Struktur organisasi
pendidikan SDN Jleper 1 mencerminkan adanya suatu bentuk
kerjasama untuk mencapai tujuan pendidikan. Adapun struktur
organisasi SDN Jleper 1 disajikan dalam Gambar 3.1.

14
STRUKTUR ORGANISASI SDN JLEPER 1
KEPALA SEKOLAH
BURHANUDIN, S.Pd.

GURU KELAS I GURU KELAS II GURU KELAS IV GURU KELAS V


SUMARNI. S.Pd.SD. SITI BARIROH MUSTOANAH, S.Pd.SD. MUHLIS, S.Pd. SD.

GURU KELAS III GURU KELAS VI


HIADAYATUN NIKMAH, S.Pd. SRI UTAMI WIDAYATI, S.Pd.

GURU OLAHRAGA
GURU PAI
WALUYO, S.Pd.
TARJUMAH, S.Pd.I.

PUSTAKAWAN PENJAGA
RIZA DWI P. SUCIPTO

Gambar 3.1 Struktur Organisasi SD Negeri Jleper 1

26
4. Deskripsi SDM, Sarpras, dan Sumber Daya Lain
SDN Jleper 1 Demak memiliki 8 guru, 1 kepala sekolah dan 2
karyawan. Berikut ini adalah daftar nama guru dan karyawan di SDN
Jleper 1 Demak beserta jabatannya:

Tabel 3.1 Data Guru SDN Jleper 1 Demak Tahun 2019


Gol. Status
No. Nama/NIP Jabatan
Ruang Pegawai
1. Burhanudin, S.Pd. IV/b Kepala
PNS
NIP. 19630331 198405 1 001 Sekolah
2. Sri Utami Widayati, S.Pd. IV/a
Guru Kelas 6 PNS
NIP. 19591008 197911 2 002
3. Mustoanah, S.Pd.SD. IV/b
Guru Kelas 4 PNS
NIP. 19651110 199007 2 002
4. Sumarni, S.Pd.SD. III/b
Guru Kelas 1 PNS
NIP. 19700910 200312 2 003
5. Tarjumah, S.Pd.I. III/d Guru Mapel
PNS
NIP. 19660310 200003 2 001 PAI
6. Waluyo, S.Pd. IV/b Guru Mapel
PNS
NIP. 19661206 198702 1 001 PJOK
7. Hidayatun Nikmah, S.Pd. III/a
Guru Kelas 3 CPNS
NIP. 19960103 201903 2 002
8. Muhlis, S.Pd.SD. -
Guru Kelas 5 GTT
NUPTK. 3850756658200002
9. Sucipto -
Penjaga GTT
NUPTK. 3441760662200003
10. Siti Bariroh - Guru Kelas 2 GTT
11. Riza Dwi P. - Pustakawan GTT

Sarana prasarana atau fasilitas yang terdapat di SDN Jleper 1


meliputi ruang kelas, ruang kantor guru, kamar mandi/WC, gedung
perpustakaan, mushola, dan lapangan upacara. Adapun uraian sarana
prasarana yang ada di SDN Jleper 1 adalah sebagai berikut:

Tabel 3.2 Sarana dan Prasarana SDN Jleper 1


No Jenis Prasarana Banyak Jenis Ruang Ukuran (m2)
1 Ruang Guru 1 Permanen 8x7
2 Ruang kelas 6 Permanen 8x7

27
3 Ruang perpustakaan 1 Permanen 8x7
4 Mushola 1 Permanen 8x7
5 Kamar mandi/WC pria 1 Permanen 4x3
Sumber: Dokumentasi Sekolah 2019
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa bangunan dan
ruang belajar yang ada di SDN Jleper 1 sudah cukup memadai untuk
digunakan, dimanfaatkan dan dikembangkan dalam menunjang
kegiatan pembelajaran sehingga dapat mencapai tujuan yang
diharapkan.

B. Tugas Jabatan Peserta Diklat


1. Tugas Aparatur Sipil Negara
Menurut Undang-undang Aparatur Sipil Negara Nomor 5 Tahun
2014, ASN merupakan profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai
pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi
pemerintah. aparatur sipil negara memiliki tugas-tugas diantaranya:
a. melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh pejabat
Pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan;
a. memberikan pelayanan publik yang profesional dan
berkualitas;
b. mempererat persatuan dan kesatuan Republik Indonesia.
Guru sebagai salah satu ASN tentu memiliki tugas pokok profesi
yang di atur dalam peraturan perundang-undangan. Tugas guru
berdasarkan PERMENPAN-RB No. 16 Tahun 2009 Pasal 13, yaitu:
a. menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan;
b. menyusun silabus pembelajaran;
c. menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran;
d. melaksanakan kegiatan pembelajaran;
e. menyusun alat ukur/soal sesuai mata pelajaran;
f. menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata
pelajaran di kelasnya;
g. mengkaji hasil penilaian pembelajaran;

28
h. melaksanakan pembelajaran/perbaikan dan pengayaan
dengan memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi;
i. melaksanakan bimbingan dan konseling di kelas yang
menjadi tanggung jawabnya;
j. melaksanakan pengawas penilaian dan evaluasi terhadap
proses dan hasil belajar tingkat sekolah dan nasional;
k. membimbing guru pemula dalam program induksi;
l. membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler proses
pembelajaran;
m. melaksanakan pengembangan diri;
n. melaksanakan publikasi ilmiah;
o. membuat karya inovatif
2. Jabatan Fungsional Guru
Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 16 Tahun
2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Menurut
Pasal 5 tugas utama guru yaitu mendidik, mengajar, membimbing,
mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada
pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar,
dan pendidikan menengah serta tugas tambahan yang relevan dengan
fungsi sekolah/madrasah.
Sesuai dengan Pasal 6, uraian Kewajiban Guru dalam
melaksanakan tugas adalah
a. Merencanakan pembelajaran/bimbingan, melaksanakan
pembelajaran/ bimbingan yang bermutu, menilai dan
mengevaluasi hasil pembelajaran/ bimbingan, serta
melaksanakan pembelajaran/perbaikan dan pengayaan.
b. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akedemik dan
kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan
ilmu pengetahuan, ilmu, dan teknologi.
c. Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas pertimbangan jenis
kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, latar
belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik
dalam pembelajaran.

29
d. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hokum, dan
kode etik guru, serta nilai agama dan etika, dan
e. Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.

C. Role Model
KI HAJAR DEWANTARA

Gambar 3.2 Tokoh Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara merupakan tokoh nasional dalam masa


perjuangan kemerdekaan Indonesia. Nama asli Ki Hajar Dewantara
adalah Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Beliau lahir di Pakualaman
pada tanggal 2 Mei 1889.
Ki Hajar Dewantara adalah pendiri taman siswa, Lembaga
Pendidikan yang memberi kesempatan bagi rakyat pribumi untuk
memperoleh Pendidikan. Ia kemudiaan diangkat menjadi Menteri
Pendidikan Republik Indonesia yang pertama. Ki Hajar Dewantara
kemudian dianugerahi gelar pahlawan nasional dengan gelar Bapak
Pendidikan Nasional.
Tanggal lahirnya, 2 Mei ditetapkan sebagai Hari Pendidikan
Nasional. Ki Hajar Dewantara sendiri meninggal pada 26 April 1959 di usia
yang ke 69 tahun. Salah satu semboyan yang beliau buat, Tut Wuri
Handayani, kemudian menjadi slogan kementrian Pendidikan Nasional
Indonesia.
Ki Hajar Dewantara juga dikenal aktif dalam berorganisasi baik di
bidang sosial atau politik. Beliau aktif melakukan sosialisasi mengenai

30
pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara,
terutama setelah berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908.
Beliau juga menjadi anggota organisasi Insulinde, suatu organisasi
multietnik yang didominasi kaum indo yang memperjuangkan pemerintah
sendiri di Hindia Belanda. Ki Hajar Dewantara kemudia bergabung dengan
Indische Partij yang didirikan oleh Ernest Douwes Dekker (DD).
Pada masanya, Ki Hajar Dewantara meerupakan penulis yang ulet
dan handal. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif, tajam, dan patriotic
sehingga mampu membangkitkan semangat anticolonial bagi
pembacanyaa. Ki Hajar Dewantara sempat mempublikasikan tulisan
berjudul “Seandainya Aku Seorang Belanda” atau judul aslinya “Als ik een
Nederlander was”. Dalam tulisan tersebut beliau mengkritik kebijakan
pemerintah Hindia Belanda yang berniat merayakan kemerdekaan
Belanda dari Perancis di tanah jajahannya sendiri yaitu Indonesia.
Akibat tulisan tersebut, Ki Hajar Dewantara Bersama dua rekannya,
Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo ditangkap dan diasingkan
ke Belanda pada tahun 1913. Ketiganya kemudian dikenal sebagai tokoh
“Tiga Serangkai”.
Ki Hajar Dewantara menempuh Pendidikan tinggi hingga
memperoleh Europeesche Akta, Ijazzah Pendidikan bergengsi yang kelak
menjadi pijakan dalam mendirikan Lembaga Pendidikan yang
didirikannya. Beliau juga mempelajari berbagai ide dari tokoh Pendidikan
dari barat dan India yang menjadi landasan dalam mengembangkan
sistem Pendidikan Indonesia.
Tahun 1919, Ki Hajar Dewantara kembali ke Indonesia dan
bergabung dalam sekolah binaan saudaranya. Pada tanggal 3 Juli 1922,
Ki Hajar Dewantara mendirikan National Onderwijs Instituut Taman Siswa
atau Perguruan Nasional Taman Siswa untuk mengembangkan
Pendidikan Indonesia.
Tidak sedikit rintangan yang dihadapi dalam membina Taman
Siswa. Pemerintah kolonial Belanda berupaya merintangi dengan
mengeluarkan Ordonansi Sekolah Liar pada 1 Oktober 1932. Tetapi
dengan kerja keras dan kegigihan memperjuangkan haknya, sehingga
ordonansi itu kemudian dicabut.

31
Di tengah keseriusannya mencurahkan perhatian dalam dunia
pendidikan di Taman Siswa, beliau juga tetap rajin menulis dan
memberikan inovasi lewat tulisannya. Namun tema tulisannya beralih
nuansa politik ke pendidikan dan kebudayaan berwawasan kebangsaan.
Tulisannya berjumlah raatusan buah. Melalui tulisan-tulisan itulalh beliau
berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangssa
Indonesia.

32
BAB III
RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI

A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterikatan dengan Nilai


ANEKA
Unit Kerja : SD Negeri Jleper 1
Identifikasi Isu : 1. kurang optimalnya pengembangan karakter peduli
lingkungan di sekolah;
2. belum optimalnya keterlibatan orangtua siswa dalam
pelaksanaan program sekolah;
3. rendahnya tingkat literasi siswa SDN Jleper 1;
4. belum optimalnya penggunaan media dalam
pembelajaran di kelas;
5. belum optimalnya penggunaan perpustakaan dalam
menunjang kegiatan literasi siswa SDN Jleper 1.
Isu yang diangkat : Kurang optimalnya pengembangan karakter peduli
lingkungan di sekolah
Judul : Optimalisasi Peningkatan Kepedulian Terhadap
Lingkungan Sekolah Bagi Siswa SDN Jleper 1
Kecamatan Mijen Kabupaten Demak
Gagasan Penyelesaian Isu :
1. Kegiatan Sabtu Bersih
2. Melaksanakan pembiasaan pungut sampah sebelum pembelajaran
3. Penempelan slogan tentang kebersihan untuk motivasi siswa
4. Membuat Kebun TOGA di halaman sekolah
5. Lomba kreasi pemanfaatan barang bekas
6. Lomba kebersihan kelas

33
Tabel 4.1. Rancangan Kegiatan Aktualisasi
Keterkaitan Substansi Kontribusi Penguatan Dampak Jika
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil dengan ANEKA terhadap Visi Misi nilai-nilai Tidak Dilakukan
Organisasi organisasi
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Kegiatan Sabtu 1. Membuat konsep 1. Terbentuknya 1. Akuntabilitas Kegiatan tersebut Melalui Lingkungan
bersih kegiatan konsep kegiatan Melakukan konsultasi dapat berkontribusi penerapan nilai- sekolah kurang
(Sumber untuk mendapatkan terhadap misi nilai dasar ASN terawat
Kegiatan : 2. Melakukan kosultasi 2. Mendapatkan kejelasan organisasi yaitu (ANEKA) dalam
Inovasi) kepada kepala persetujuan dan 2. Nasionalisme meningkatkan kegiatan ini,
sekolah untuk arahan dari Melakukan konsultasi pelayanan diharapkan
meminta arahan dan Kepala Sekolah dengan kepala sekolah Pendidikan, akan mampu
bimbingan mengedepankan kesehatan, dan meningkatkan
musyawarah mufakat perlindungan sosial nilai Aktif
3. Membuat tim teknis 3. Terbentuk tim 3. Etika Publik sesuai standar. sebagai ASN
kegiatan. teknis kegiatan Mengemukakan yang bertugas
pendapat dan gagasan di SDN Jleper 1
4. Mengumumkan 4. Pengumuman saat melakukan
kegiatan kepada kegiatan kepada konsultasi
siswa siswa terlaksana menggunakan bahasa
yang sopan
5. Melaksanakan dan 5. Terlaksananya 4. Komitmen Mutu
mengawasi kegiatan kegiatan Melakukan kegiatan
sabtu bersih secara
6. Mendokumentasikan efektif dan efisien
kegiatan 6. Kegiatan Sabtu 5. Anti Korupsi
Bersih Melakukan kegiatan
terdokumentasi sabtu bersih dengan
disiplin dan
tanggungjawab

2 Melaksanakan 1. Berdiskusi dengan 1. Mendapatkan 1.Akuntabilitas Kegiatan tersebut Melalui Lingkungan


pembiasaan kepala sekolah persetujuan dan Melakukan konsultasi dapat berkontribusi penerapan nilai- sekolah kurang
pungut sampah arahan dengan kepala sekolah terhadap misi nilai dasar ASN terawat
sebelum 2. Mengumukan 2. Siswa agar kegiatan pembiasaan organisasi yaitu (ANEKA) dalam

34
Keterkaitan Substansi Kontribusi Penguatan Dampak Jika
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil dengan ANEKA terhadap Visi Misi nilai-nilai Tidak Dilakukan
Organisasi organisasi
1 2 3 4 5 6 7 8
pembelajaran kegiatan kepada mengetahui pungut sampah meningkatkan kegiatan ini,
(Sumber siswa rencana kegiatan mempunyai kejelasan pelayanan diharapkan
Kegiatan : pungut sampah target. Pendidikan, akan mampu
Inovasi) sebelum kesehatan, dan meningkatkan
pembelajaran 2.Nasionalisme perlindungan sosial nilai Integritas
Melakukan diskusi dengan sesuai standar. dan Inovatif
3. Kegiatan kepala sekolah untuk sebagai ASN
3. Melaksanakan terlaksana mufakat yang bertugas
kegiatan di SDN Jleper 1
3.Anti Korupsi
Melaksanakan kegiatan
dengan mengedepankan
sikap peduli terhadap
lingkungan
3 Menempelkan 1. Membuat konsep 1. Terbentuknya 1. Nasionalisme Kegiatan tersebut Melalui Siswa kurang
slogan tentang slogan tentang konsep kegiatan Mendengarkan dapat berkontribusi penerapan nilai- optimal dalam
kebersihan kebersihan pendapat Kepala terhadap misi nilai dasar ASN mengembangkan
untuk motivasi Sekolah saat melakukan organisasi yaitu (ANEKA) dalam keterampilan
siswa (Sumber 2. Melakukan konsultasi 2. Persetujuan dan koordinasi usulan meningkatkan kegiatan ini, seni rupa dalam
kegiatan: dengan Kepala arahan dari konten slogan pelayanan diharapkan hal membuat
Inovasi) Sekolah terkait Kepala Sekolah kebersihan Pendidikan, akan mampu slogan
konten dan lokasi 2. Etika publik kesehatan, dan meningkatkan kebersihan
penempelan slogan Melibatkan peran aktif perlindungan sosial nilai Kreatif dan
kebersihan. siswa dalam sesuai standar. Inovatif
penempelan slogan sebagai ASN
3. Membuat slogan 3. Terciptanya kebersihan dengan yang bertugas
kebersihan Slogan menjunjung tinggi nilai di SDN Jleper.
kebersihan untuk kebersamaan dan
4. Menempelkan slogan motivasi siswa kerjasama.
kebersihan bersama 4. Slogan 3. Anti Korupsi
siswa kebersihan Menanam kepedulian
tertempel di pada siswa untuk

35
Keterkaitan Substansi Kontribusi Penguatan Dampak Jika
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil dengan ANEKA terhadap Visi Misi nilai-nilai Tidak Dilakukan
Organisasi organisasi
1 2 3 4 5 6 7 8
lokasi strategis menjaga slogan
tersebut.
4 Membuat kebun 1. merancang konsep 1. Terbentuknya 1. Akuntabilitas Kegiatan tersebut Melalui Halaman sekolah
TOGA Bersama kegiatan konsep kegiatan Menyusun kegiatan dapat berkontribusi penerapan nilai- tidak
siswa di menanam TOGA terhadap misi nilai dasar ASN dimanfaatkan
halaman sekolah 2. melakukan 2. Persetujuan dan dengan penuh tanggung organisasi yaitu (ANEKA) dalam dengan baik dan
(Sumber konsultasi dan arahan dari jawab meningkatkan kegiatan ini, taman tidak
kegiatan: meminta arahan kepala sekolah 2. Nasionalisme pelayanan diharapkan tertata
inovasi) kepala sekolah Melakukan musyawarah Pendidikan, akan mampu
mengenai kegiatan dengan kepala sekolah kesehatan, dan meningkatkan
membuat TOGA di untuk mufakat perlindungan sosial nilai kreatif
halaman sekolah. 3. Etika publik sesuai standar. dan inovatif
3. Tersusunnya Melakukan konsultasi sebagai ASN
3. Menyusun jadwal jadwal dan dengan kepala sekolah tenaga pendidik
dan menentukan lokasi menggunakan bahasa yang bertugas
lokasi pelaksanaan penanaman yang sopan. di SDN Jleper.
kegiatan membuat TOGA
Kebun TOGA.
4. Siswa
4. Mengumumkan mengetahui
kegiatan membuat kegiatan
kebun TOGA membuat kebun
kepada siswa TOGA

5. Terdapat
5. Siswa diminta bermacam-
membawa masing- macam jenis
masing 1 jenis TOGA yang
TOGA. dibawa siswa
6. Taman sekolah
6. Melaksanakan yang telah ditata
kegiatan menanam dan ditanami

36
Keterkaitan Substansi Kontribusi Penguatan Dampak Jika
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil dengan ANEKA terhadap Visi Misi nilai-nilai Tidak Dilakukan
Organisasi organisasi
1 2 3 4 5 6 7 8
TOGA dibantu oleh TOGA
guru.
5 Lomba kreasi 1. Merancang konsep 1. Terbentuk 1. Akuntabilitas Kegiatan tersebut Melalui Sampah
pemanfaatan kegiatan konsep Melakukan kegiatan dapat berkontribusi penerapan nilai- berserakan
barang bekas dengan penuh tanggung terhadap misi nilai dasar ASN dimana mana
(Sumber 2. Melakukan 2. Mendapatkan jawab dan kejelasan organisasi yaitu (ANEKA) dalam tanpa adanya
kegiatan: konsultasi dengan persetujuan target dari kegiatan yang meningkatkan kegiatan ini, daur ulang
inovasi) kepala sekolah dan saran dari dilakukan yaitu untuk pelayanan diharapkan sampah
mengenai kegiatan kepala sekolah mengurangi jumlah Pendidikan, akan mampu
yang akan untuk sampah. kesehatan, dan meningkatkan
dilakukan. melaksanakan 2. Nasionalisme perlindungan sosial nilai kreatif
kegiatan Melakukan konsultasi sesuai standar. dan inovatif
tersebut. dengan kepala sekolah sebagai ASN
dengan sopan untuk tenaga pendidik
3. LOmba kreasi mufakat. yang bertugas
3. Mengumumkan barang bekas 3. Etika Publik di SDN Jleper
kegiatan tersebut telah Melakukan konsultasi
kepada siswa diumumkan dengan kepala sekolah
menggunakan bahasa
4. Siswa yang sopan
4. siswa diminta membawa 4. Komitmen mutu
membawa barang barang bekas Melakukan kegiatan
bekas yang telah yang kreasi pemanfaatan
ditentukan. ditugaskan barang bekas dengan
inovatif dan menimbulkan
5. Tercipta sikap peduli terhadap
5. Guru memberikan barang kreasi lingkungan.
contoh pembuatan barang bekas
kreasi barang bekas hasil karya 5. Anti Korupsi
guru Membuat kreasi barang
6. Kegiatan bekas dengan langkah
terlaksana dan yang sederhana

37
Keterkaitan Substansi Kontribusi Penguatan Dampak Jika
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil dengan ANEKA terhadap Visi Misi nilai-nilai Tidak Dilakukan
Organisasi organisasi
1 2 3 4 5 6 7 8
6. Pelaksanaan menghasilkan
kegiatan lomba karya hasil
kreasi pemanfaatan kreasi barang
barang bekas. bekas dan
mengurangi
sampah di
lingkungan.
7. Kegiatan ter-
7. Mendokumentasikan dokumentasi
kegiatan 8. Terpilih 3
8. Menentukan pemenang
pemenang lomba lomba
6 Lomba 1. membuat konsep 1. terbentuknya 1. Akuntasbilitas Kegiatan tersebut Melalui
Kebersihan konsep Melakukan kegiatan dapat berkontribusi penerapan nilai-
kelas 2. konsultasi dengan 2. mendapatkan dengan penuh tanggung terhadap misi nilai dasar ASN
(Perintah kepala sekolah persetujuan jawab organisasi yaitu (ANEKA) dalam
Pimpinan) dan arahan meningkatkan kegiatan ini,
dari kepela 2. Nasionalisme pelayanan diharapkan
sekolah Melakukan konsultasi Pendidikan, akan mampu
3. mengumumkan 3. lomba dengan kepala sekolah kesehatan, dan meningkatkan
kegiatan lomba kebersihan dengan sopan untuk perlindungan sosial nilai inisiatif
kebersihan kelas kelas telah mufakat sesuai standar. dan
kepada guru dan diumumkan menjunjung
siswa 3. Etika Publik meritokrasi
Melakukan penilaian sebagai ASN
4. melaksanakan 4. kegiatan kebersihan kelas tenaga pendidik
kegiatan terlaksana dengan cermat yang bertugas
di SDN Jleper.
5. mendokumentasikan 5. kegiatan ter-
kegiatan dokumentasi 4. Anti Korupsi
Melakukan penilaian
6. evaluasi lomba 6. terpilih kelas kebersihan kelas

38
Keterkaitan Substansi Kontribusi Penguatan Dampak Jika
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil dengan ANEKA terhadap Visi Misi nilai-nilai Tidak Dilakukan
Organisasi organisasi
1 2 3 4 5 6 7 8
sebagai dengan jujur dan adil
pemenang
7. menentukan lomba
pemenang lomba
kebersihan kelas

(Sumber: data dielaborasi penulis, 2019)

B. Jadwal Rancangan Aktualisasi


Tabel 4.2 Jadwal Rencana Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi dan Habituasi

39
No Minggu ke/ Bulan
Kegiatan April Mei Juni Bukti Kegiatan
. 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1. Kegiatan Sabtu Bersih Dokumentasi kegiatan
2. Pungut sampah sebelum masuk
Dokumentasi kegiatan
kelas
3. Penempelan slogan kebersihan untuk
Slogan dan dokumentasi kegiatan
motivasi siswa
4. Membuat kebun TOGA Kebun TOGA dan dokumentasi kegiatan
5. Lomba kreasi barang bekas Dokumentasi kegiatan dan hasil karya
6. Lomba kebersihan kelas Dokumentasi kegiatan

C. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala

40
Dalam pelaksanaan aktualisasi dan habituasi dimungkinkan terjadinya kendala-kendala yang berisiko menghambat
kegiatan yang telah direncanakan. Antisipasi dalam menghadapi kendala-kendala selama aktualisasi dan habituasi
dapat dijelaskan lebih lanjut pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.3 Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala


Antisipasi dan Strategi Menghadapi
No Kegiatan Kendala
Kendala
Guru mengawasi jalnnya kegiatan sabtu
1 Kegiatan Sabtu Bersih Siswa tidak serius melakukan kebersihan
bersih
Guru memberikan bimbingan dan
Kegiatan pungut sampah sebelum Siswa kurang serius dalam memungut
2 memberikan contoh untuk memungut
pembelajaran sampah.
sampah
guru memberikan arahan dan bimbingan
Penempelan slogan kebersihan untuk Siswa kurang serius membuat slogan/ asal
3 dan memberi reward pada kelompok
motivasi siswa asalan.
terbaik
Membuat daftar hadir dan jenis tanaman
4 Membuat kebun TOGA Siswa tidak membawa TOGA
yang dibawa siswa
Siswa bingung menentukan barang yang Guru memberikan pengarahan dan contoh
5 Lomba kreasi barang bekas
akan dibuat. membuat karya dari barang bekas.
Tidak semua siswa berpartisipasi dalam guru mengawasi kegiatan membersihkan
6 Lomba kebersihan kelas
kegiatan membersihkan kelas. kelas.

41
BAB IV
HASIL KEGIATAN AKTUALISASI

Kegiatan aktualisasi dan habutuasi nilai-nilai ANEKA telah penulis laksanakan


mulai tanggal 30 April 2019 sampai 30 Mei 2019. Sesuai dengan rancangan
kegiatan yang disusun dalam Rancangan Aktualisasi, terdapat 6 kegiatan yang akan
dilaksanakan. Selama periode aktualisasi (off campus) seluruh kegiatan yang
direncanakan telah terlaksana secara keseluruhan di SD Negeri Jleper 1. Selama
pelaksanaan aktualisasi, penulis juga menerapkan hasil pembelajaran mata diklat
yang diterima selama perkuliahan (on campus) berupa nilai-nilai ANEKA, Pelayanan
Publik, Manajemen ASN, dan WoG.

A. Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi dan Habituasi Nilai-Nilai Dasar ANEKA


Hasil kegiatan dan tahapan-tahapan kegiatan yang telah dilakukan, manfaat
kegiatan, penguatan organisasi, dan dukungan bukti-bukti kegiatan dijabarkan
sebagai berikut:
1. Kegiatan Sabtu Bersih
Uraian kegiatan secara terperinci tercantum pada Tabel 4.1 berikut.
Tabel 4.1 Pelaksanaan Kegiatan 1
Uraian Kegiatan Keterangan
Nama Kegiatan Sabtu Bersih
Tanggal 18 Mei 2019
Pelaksanaan
Tahapan 1. Membuat konsep kegiatan
Kegiatan 2. Melakukan kosultasi kepada kepala sekolah untuk meminta arahan
dan bimbingan
3. Membuat tim teknis kegiatan
4. Mengumumkan kegiatan kepada siswa
5. Melaksanakan dan mengawasi kegiatan
6. Mendokumentasikan kegiatan
Output/ Hasil 1. Terbentuknya konsep kegiatan
Kegiatan 2. Mendapatkan persetujuan dan arahan dari Kepala Sekolah
3. Terbentuk tim teknis kegiatan
4. Pengumuman kegiatan kepada siswa terlaksana
5. Terlaksananya kegiatan
6. Kegiatan Sabtu Bersih terdokumentasi
Analisis Dampak Dampak jika nilai ANEKA diimplementasikan
1. Akuntabilitas (kejelasan)
Melakukan konsultasi dengan Kepala Sekolah untuk mendapatkan

42
kejelasan pelaksanaan kegiatan
2. Nasionalisme (sila ke-4 Pancasila)
Melakukan konsultasi dengan kepala sekolah mengedepankan
musyawarah untuk mufakat. Dengan melakukan musyawarah, maka
semua pihak turut terlibat dan dapat memberi masukan sehingga
terjadi kesepakatan dan mendapat hasil yang mufakat. Musyawarah
merupakan salah satu cara untuk meningkatkan rasa peduli dan
saling menghargai antar individu
3. Etika Publik (sopan)
Mengemukakan pendapat dan gagasan saat melakukan konsultasi
menggunakan bahasa yang sopan sehingga dapat tercipta
komunikasi dan koordinasi yang berjalan baik
4. Komitmen mutu (efektif dan efisien)
Melakukan kegiatan sabtu bersih secara efektif dan efisien agar
pelaksanaan kegiatan aktualisasi dapat terselesaikan secara tepat
waktu
5. Anti Korupsi (disiplin dan tanggungjawab)
Melakukan kegiatan sabtu bersih dengan disiplin dan tanggungjawab

Dampak jika nilai ANEKA tidak diimplementasikan:


1. Jika tidak ada kejelasan kegiatan, maka kegiatan tidak akan
terlaksana dengan baik.
2. Jika tidak melakukan musyawarah, maka tidak aka nada masukan
dan persetujuan dari kepala sekolah.
3. Jika tidak ada rasa sopan, maka tidak akan dapat terlaksana dengan
baik, serta orang lain akan merasa tidak dihargai.
4. Jika tidak dilakukan secara efektif dan efisien, maka kegiatan tidak
akan berjalan dengan baik dan tepat waktu.
5. Jika kegiatan tidak dilakukan dengan kedisiplinan dan penuh
tanggung jawab, maka kegiatan tersebut tidak akan berjalan tepat
waktu sesuai dengan yang diharapkan.
Kontribusi Dilaksanakannya kegiatan sabtu bersih akan meningkatkan pelayanan
terhadap Visi dan Pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial sesuai standar.
Misi Organisasi
Penguatan Nilai- Penguatan nilai aktif
nilai Organisasi
Kendala Dalam pelaksanaan kegiatan sabtu bersih adalah sulitnya
mengkondisikan siswa dalam di lapangan saat kegiatan sabtu bersih
berjalan.
Strategi Melakukan kerjasama dengan guru dalam mengawasi dan
Penyelesaian melaksanakan kegiatan sabtu bersih.
Bukti Kegiatan Dokumentasi
(dalam Lampiran)

2. Kegiatan Pembiasaan Pungut Sampah Sebelum Pembelajaran


Uraian kegiatan secara terperinci pada Tabel 4.2

43
Tabel 4.2 Pelaksanaan Kegiatan 2
Uraian Kegiatan Keterangan
Nama Kegiatan Pembiasaan pungut sampah sebelum pembelajaran
Tanggal 4-29 Mei 2019
Pelaksanaan
Tahapan 1. Berdiskusi dengan kepala sekolah
Kegiatan 2. Mengumukan kegiatan kepada siswa
3. Melaksanakan kegiatan
Output/ Hasil 1. Mendapatkan persetujuan dan arahan
Kegiatan 2. Siswa mengetahui rencana kegiatan pungut sampah sebelum
pembelajaran
3. Kegiatan terlaksana
Analisis Dampak Dampak jika nilai ANEKA diimplementasikan
1. Akuntabilitas
Melakukan konsultasi dengan kepala sekolah agar kegiatan
pembiasaan pungut sampah mempunyai kejelasan target.
2. Nasionalisme
Melakukan konsultasi dengan kepala sekolah mengedepankan
musyawarah untuk mufakat. Dengan melakukan musyawarah, maka
semua pihak turut terlibat dan dapat memberi masukan sehingga
terjadi kesepakatan dan mendapat hasil yang mufakat. Musyawarah
merupakan salah satu cara untuk meningkatkan rasa peduli dan
saling menghargai antar individu
3. Anti Korupsi
Melaksanakan kegiatan dengan mengedepankan sikap peduli
terhadap lingkungan.
Dampak jika nilai ANEKA tidak diimplemetasikan
1. Jika tidak ada kejelasan target, maka kegiatan tersebut tidak akan
mencapai tujuan yang diharapkan.
2. Jika tidak mengedepankan musyawarah mufakat, maka tidak akan
ada persetujuan dan arahan kepala sekolah.
3. Jika tidak ada sikap peduli terhadap lingkungan, maka kegiatan
tersebut tidak akan berjalan.
Kontribusi Dilaksanakannya kegiatan pungut sampah sebelum pembelajaran akan
terhadap Visi dan meningkatkan pelayanan Pendidikan, kesehatan dan perlindungan
Misi Organisasi sosial sesuai standar.
Penguatan Nilai- Penguatan nilai:
nilai Organisasi 1. Integritas
2. Inovatif
Kendala Kendala yang dihadapi dalam melaksanakan kegiatan pungut sampah
sebelum pembelajaran adalah terdapat beberapa siswa yang tidak mau
berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Strategi Guru memberikan contoh dengan ikut berpartisipasi langsung dalam
Penyelesaian memungut sampah yang berserakan
Bukti Kegiatan Dokumentasi
(dalam Lampiran)

3. Penempelan Slogan Tentang Kebersihan Untuk Motivasi Siswa

44
Uraian kegiatan secara terperinci tercantum pada Tabel 4.3 berikut.
Tabel 4.3 Pelaksanaan Kegiatan 3
Uraian Kegiatan Keterangan
Nama Kegiatan Penempelan slogan tentang kebersihan untuk motivasi siswa
Tanggal 8 Mei 2019
Pelaksanaan
Tahapan 1. Membuat konsep slogan tentang kebersihan
Kegiatan 2. Melakukan konsultasi dengan Kepala Sekolah terkait konten dan
lokasi penempelan slogan kebersihan
3. Membuat slogan kebersihan
4. Menempelkan slogan kebersihan bersama siswa
Output/ Hasil 1. Terbentuknya konsep kegiatan
Kegiatan 2. Persetujuan dan arahan dari Kepala Sekolah
3. Terciptanya Slogan kebersihan untuk motivasi siswa
4. Slogan kebersihan tertempel di lokasi strategis
Analisis Dampak Dampak jika nilai ANEKA diimplementasikan
1. Nasionalisme
Mendengarkan pendapat Kepala Sekolah saat melakukan koordinasi
usulan konten slogan kebersihan
2. Etika publik
Melibatkan peran aktif siswa dalam penempelan slogan kebersihan
dengan menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan kerjasama.
3. Anti Korupsi
Setelah penempelan slogan terlaksana, maka selanjutnya perlu
adanya penanaman kepedulian pada siswa untuk menjaga slogan
tersebut.
Dampak jika nilai ANEKA tidak diimplementasikan
1. Jika tidak mendengarkan arahan dan bimbingan dari Kepala Sekola,
maka kegiatan tidak terlaksana dengan baik.
2. Jika tidak melibatkan peran aktif siswa, maka kegiatan tersebut akan
cenderung monoton, tidak beradaptasi dan bekerjasama dengan
warga sekolah, serta siswa enggan mengetahui pesan slogan
tersebut.
3. Jika tidak ditanamkan sikap peduli, maka slogan tersebut akan cepat
rusak.
Kontribusi Dilaksanakannya kegiatan penempelan slogan kebersihan akan
terhadap Visi dan meningkatkan pelayanan Pendidikan, kesehatan dan perlindungan
Misi Organisasi sosial sesuai standar.
Penguatan Nilai- Penguatan nilai:
nilai Organisasi 1. Kreatif
2. Inovatif
Kendala
Strategi
Penyelesaian
Bukti Kegiatan Dokumentasi
(dalam Lampiran)

4. Membuat Kebun TOGA

45
Uraian kegiatan secara terperinci tercantum pada Tabel 4.4 berikut.
Tabel 4.4 Pelaksanaan Kegiatan 4
Uraian Kegiatan Keterangan
Nama Kegiatan Membuat kebun TOGA
Tanggal 9 Mei 2019
Pelaksanaan
Tahapan 1. merancang konsep kegiatan
Kegiatan 2. melakukan konsultasi dan meminta arahan kepala sekolah
mengenai kegiatan membuat TOGA di halaman sekolah.
3. Menyusun jadwal dan menentukan lokasi pelaksanaan kegiatan
membuat Kebun TOGA.
4. Mengumumkan kegiatan membuat kebun TOGA kepada siswa
5. Siswa diminta membawa masing-masing 1 jenis TOGA.
6. Melaksanakan kegiatan menanam TOGA dibantu oleh guru.
Output/ Hasil 1. Terbentuknya konsep kegiatan
Kegiatan 2. Persetujuan dan arahan dari kepala sekolah
3. Tersusunnya jadwal dan lokasi penanaman TOGA
4. Siswa mengetahui kegiatan membuat kebun TOGA
5. Terdapat bermacam-macam jenis TOGA yang dibawa siswa
6. Taman sekolah yang telah ditata dan ditanami TOGA
Analisis Dampak Dampak jika nilai ANEKA diimplementasikan
1. Akuntabilitas
Menyusun kegiatan menanam TOGA dengan penuh tanggung jawab
2. Nasionalisme
Melakukan musyawarah dengan kepala sekolah untuk mufakat
3. Etika publik
Melakukan konsultasi dengan kepala sekolah menggunakan bahasa
yang sopan.
Dampak jika nilai ANEKA tidak diimplementasikan
1. Jika kegiatn tidak dilakukan dengan penuh tanggungjawab, maka
kegiatan tidak akan berjalan dengaan baik.
2. Jika tidak melakukan konsultasi/musyawarah dengan Kepala
Sekolah, maka kegiatan tidak tidak akan mendapatkan persetujuan
dan arahan agar kegiatan berjalan dengan baik.
3. Jika tidak ada rasa sopan, maka tidak akan dapat terlaksana dengan
baik, serta orang lain akan merasa tidak dihargai.
Kontribusi Dilaksanakannya kegiatan membuat kebun TOGA akan meningkatkan
terhadap Visi dan pelayanan Pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial sesuai
Misi Organisasi standar.
Penguatan Nilai- Penguatan nilai:
nilai Organisasi 1. Kreatif
2. Inovatif
Kendala Terdapat siswa yang tidak membawa TOGA.
Strategi Guru membuat daftar hadir siswa dan daftar tanaman yang dibwa siswa.
Penyelesaian
Bukti Kegiatan Dokumentasi, daftar tanaman siswa.
(dalam Lampiran)

46
5. Lomba Kreasi Barang Bekas
Uraian kegiatan secara terperinci tercantum pada Tabel 4.5 berikut.
Tabel 4.5 Pelaksanaan Kegiatan 5
Uraian Kegiatan Keterangan
Nama Kegiatan Lomba kreasi barang bekas
Tanggal 14 dan 15 Mei 2019
Pelaksanaan
Tahapan 1. Merancang konsep kegiatan
Kegiatan 2. Melakukan konsultasi dengan kepala sekolah mengenai kegiatan
yang akan dilakukan.
3. Mengumumkan kegiatan tersebut kepada siswa
4. siswa diminta membawa barang bekas yang telah ditentukan.
5. Guru memberikan contoh pembuatan kreasi barang bekas.
6. Pelaksanaan kegiatan lomba kreasi pemanfaatan barang bekas.
7. Mendokumentassikan kegiatan
8. Menentukan pemenang lomba
Output/ Hasil 1. Terbentuk konsep
Kegiatan 2. Mendapatkan persetujuan dan saran dari kepala sekolah untuk
melaksanakan kegiatan tersebut.
3. Lomba kreasi barang bekas telah diumumkan
4. Siswa membawa barang bekas yang ditugaskan
5. Tercipta barang kreasi barang bekas hasil karya guru
6. Kegiatan terlaksana dan menghasilkan karya hasil kreasi barang
bekas dan mengurangi sampah di lingkungan.
7. Kegiatan terdokumentasi
8. Terpilih 3 pemenang lomba
Analisis Dampak Dampak jika nilai ANEKA diimplementasikan
1. Akuntabilitas
Melakukan kegiatan dengan penuh tanggung jawab dan kejelasan
target dari kegiatan yang dilakukan yaitu untuk mengurangi jumlah
sampah.
2. Nasionalisme
Melakukan konsultasi dengan kepala sekolah dengan sopan untuk
mufakat.

3. Etika Publik
Melakukan konsultasi dengan kepala sekolah menggunakan bahasa
yang sopan
4. Komitmen mutu
Melakukan kegiatan kreasi pemanfaatan barang bekas dengan
inovatif dan menimbulkan sikap peduli terhadap lingkungan.
5. Anti Korupsi
Membuat kreasi barang bekas dengan langkah yang sederhana

Dampak jika nilai ANEKA tidak diimplementasikan


1. Jika tidak ada tanggung jawab dan kejelasan target, maka kegiatan
tidak akan berjalan dengan baik.
2. Jika tidak ada rasa sopan, maka tidak akan dapat terlaksana dengan

47
Uraian Kegiatan Keterangan
baik, serta orang lain akan merasa tidak dihargai.
3. Jika tidak melakukan konsultasi/musyawarah dengan Kepala
Sekolah, maka kegiatan tidak tidak akan mendapatkan persetujuan
dan arahan agar kegiatan berjalan dengan baik.
4. Jika tidak ada sikap peduli terhadap lingkungan, maka tujuan
kegiatan tersebut tidak akan tercapai.
5. Jika kegiatan tidak dilakukan dengan langkah sedehana, maka siswa
akan sulit memahami langkah pembuatan kreasi barang bekas.
Kontribusi Dilaksanakannya kegiatan lomba kreasi barang bekas akan
terhadap Visi dan meningkatkan pelayanan Pendidikan, kesehatan dan perlindungan
Misi Organisasi sosial sesuai standar.
Penguatan Nilai- Penguatan nilai:
nilai Organisasi 1. Kreatif
2. Inovatif
Kendala Siswa bingung menentukan barang yang akan dibuat
Strategi Guru memberikan pengarahan dan contoh membuat karya dari barang
Penyelesaian bekas.
Bukti Kegiatan Dokumentasi
(dalam Lampiran)

6. Lomba Kebersihan Kelas


Uraian kegiatan secara terperinci tercantum pada Tabel 4.6 berikut.
Tabel 4.6 Pelaksanaan Kegiatan 6
Uraian Kegiatan Keterangan
Nama Kegiatan Lomba kebersihan kelas
Tanggal 27 Mei 2019
Pelaksanaan
Tahapan 1. membuat konsep
Kegiatan 2. konsultasi dengan kepala sekolah
3. mengumumkan kegiatan lomba kebersihan kelas kepada guru dan
siswa
4. melaksanakan kegiatan
5. mendokumentasikan kegiatan
6. evaluasi lomba
7. menentukan pemenang lomba kebersihan kelas
Output/ Hasil 1. terbentuknya konsep
Kegiatan 2. mendapatkan persetujuan dan arahan dari kepela sekolah
3. lomba kebersihan kelas telah diumumkan
4. kegiatan terlaksana
5. kegiatan terdokumentasi
6. terpilih kelas sebagai pemenang lomba
Analisis Dampak Dampak jika nilai ANEKA diimplementasikan
1. Akuntasbilitas
Melakukan kegiatan dengan penuh tanggung jawab
2. Nasionalisme
Melakukan konsultasi dengan kepala sekolah dengan sopan untuk
mufakat

48
Uraian Kegiatan Keterangan
3. Etika Publik
Melakukan penilaian kebersihan kelas dengan cermat
4. Anti Korupsi
Melakukan penilaian kebersihan kelas dengan jujur dan adil

Dampak jika ANEKA tidak diimplementasikan


1. Jika tidak ada tanggunagjawab, maka kegiatan tidak akan berjalan
dengan lancar.
2. Jika tidak ada rasa sopan, maka tidak akan dapat terlaksana dengan
baik, serta orang lain akan merasa tidak dihargai.
3. Tidak cermat dalam menilai kelas, maka hasil yang didapat kurang
maksimal.
4. Jika tidak jujur dan adail dalam menilai, maka hasilnya tidak dapat
dipertanggungjawabkan.
Kontribusi Dilaksanakannya kegiatan lomba kebersihan kelas akan meningkatkan
terhadap Visi dan pelayanan Pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial sesuai
Misi Organisasi standar.
Penguatan Nilai- Penguatan nilai:
nilai Organisasi 1. Inisiatif
2. Menjunjung meritokrasi
Kendala Tidak semua siswa berpartisipasi dalam kegiatan membersihkan kelas.
Strategi Guru mengawasi kegiatan lomba kebersihan kelas
Penyelesaian
Bukti Kegiatan Dokumentasi, lembar penilaian
(dalam Lampiran)

7.
B.

49
Rekapitulasi nilai-nilai ANEKA akan digambarkan dalam tabel 4.7 berikut.
Capaian Nilai Dasar PNS
No Kegiatan Jumlah
A N E K A
1 Kegiatan Sabtu bersih Kejelasan Sila ke-4 Sopan Efektif dan Disiplin dan
5
efisien tanggungjawab
2 Pembiasaan pungut sampah Kejelasan Sila ke-4 Peduli
3
sebelum pembelajaran
3 Penempelan slogan tentang Sila ke-2 Aktif Peduli
3
kebersihan untuk motivasi siswa
4 Membuat kebun TOGA Tanggungjawab Sila ke-4 Sopan 3
5 Lomba kreasi barang bekas Tanggungjawab Sila ke-4 Sopan Inovatif Sederhana 5
6 Lomba kebersihan kelas Tanggungjawab Sila ke-4 Cermat Jujur dan adil 4
Jumlah 5 6 5 2 5 23
Presentse 21,7% 26,2% 21,7% 8,7% 21,7% 100%

42
BAB V
PENUTUP

A. Simpulan
Penyusunan rancangan aktualisasi dimuali dengan identifikasi isu. Isu-isu
yang ditemukan kemudian dipilih isu utama yang akan dianalisis dan dicari solusi
penyelesaiannya.. isu utama yang ditemukan di SD Negeri Jleper 1 adalah kurang
optimalnya pengembangan karakter peduli lingkungan di sekolah. Isu tersebut
diselesaikan dengan rancangan kegiatan menggunakan penerapan nilai-nilai dasar
PNS yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi.
Adapaun rancangan kegiatan untuk mengatasi isu yang ditemukan yaitu: (1)
melaksanakan kegiatan Sabtu bersih; (2) melaksanakan pembiasaan pungut
sampah sebelum pembelajaran; (3) penempelan slogan tentang kebersihan untuk
motivasi siwa; (4) membuat kebun TOGA; (5) melaksanakan lomab kreasi barang
bekas; (6) melaksanakan lomba kebersihan kelas.
Pentingnya penyusunan rancangan aktualisasi diharapkan dapat menjadi
pedoman dalam pelaksanaan kegiatan aktualisasi dan habituasi nilai-nilai dasar
PNS, yakni akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti
korupsi. Kegiatan-kegiatan tersebut juga dianalisis kemungkinan adanya kendala
dan hambatan. Rancangan aktualisasi ini, diharapkan mampu meningkatkan kinerja
peserta pelatihan dasar dalam menjalankan tugass dan fungsi di lingkungan unit
kerja.

B. Rekomendasi
Pelaksanaan kegiatan aktualisasi dan habituasi yang dilandasi semangat
melaksanakan seluruh nilai-nilai dasar ANEKA terbukti memberikan dampak possitif,
baik untuk pribadi, lingkungan sekolah, dan masyaarakat. Berikut rekomendasi agar
implementasi nilai-nilai ANEKA dapat dilakukan secara berkelanjutan:
1. Untuk Peserta Latsar
Mengaktualisasikan dan menghabituasi seluruh nilai-nilai dasar ANEKA
pada setiap aktivitas kerja sebagai upaya mewujudkan pribadi PNS yang
professional.
2.
Dari kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS berupa akuntabilitas,
nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi (ANEKA) yang sudah
dilaksanakan di SD Negeri Jleper 1, ada beberapa rekomendasi terkait kegiatan
yang dilaksanakan, antara lain:
42
1. ;
2. Perlunya kegiatan pelatihan bagi siswa untuk memanfaatkan barang bekas
menjadi karya yang dapat memperindah kelas;
3. Peningkatan kepedulian siswa terhadap lingkungan dimulai dengan
pembiasaan untuk membuang sampah pada tempatnya.
C. Rencana Aksi

DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Akuntabilitas Modul Pendidikan dan Pelatihan


Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Anti Korupsi Modul Pendidikan dan Pelatihan
Prajabatan Golongan III. Jakarta:Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Etika Publik Modul Pendidikan dan Pelatihan
Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Komitmen Mutu Modul Pendidikan dan
Pelatihan Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta:Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara,2017.Manajemen ASN Modul Pelatihan Dasar Calon
PNS. Jakarta: Lembaga Adiministrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Nasionalisme Modul Pendidikan dan Pelatihan
Prajabatan Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2017. Pelayan Publik Modul Pelatihan Dasar Calon
PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Whole of Government Modul Pelatihan Dasar


Calon PNS. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

43
Unknown.2014.”Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan”.diunduh pada : 26 April
2019 dari :http://suryakandangan.blogspot.com/2014/04/pendidikan-karakter-peduli-
lingkungan.html
Undang-Undang No. 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Hidayatun Nikmah, S.Pd.

Status : belum menikah

Formasi Jabatan : Guru Kelas Ahli Pertama

Unit Kerja : SD Negeri Jleper 1

NIP : 19960103 201903 2 002

Tempat/Tgl. Lahir : Jepara, 3 Januari 1996

Alamat Rumah : Desa Kendengsidialit RT 04 RW 01 Welahan Jepara

Nomor HP : 085727733731

44
Alamat Kantor : Jalan Raya Mijen Wedung, Desa Jleper Kec. Mijen

Alamat e-mail : hnikmah10@gmail.com


no Jenjang Pendidikan Tahun Lulus
1 SD Negeri Kendengsidialit 01 2008
2 SMP Negeri 3 Welahan 2011
3 SMA Islam Sultan Agung 2 2014
4 Universitas Negeri Semarang 2018 Jurusan PGSD

45