Anda di halaman 1dari 3

PA P3 : Pemanasan Global

Pemanasan Global
Pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi. Sejak akhir abad
18 suhu rata-rata global bumi telah meningkat sekitar 0,4 – 0,8°C. Para ilmuwan
memperhitungkan bahwa suhu rata-rata bumi akan meningkat menjadi 1,4 – 5,8°C pada
tahun 2100. Nilai peningkatannya menjadi lebih besar dibandingkan dengan nilai-nilai
peningkatan yang pernah terjadi sebelumnya.
Para ahli mengkawatirkan bahwa kehidupan manusia dan ekosistem alam tidak akan
mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim yang sangat cepat. Suatu ekosistem adalah
terdiri dari lingkungan biotik dan abiotik di wilayah tertentu. Pemanasan global dapat
menyebabkan banyak kerusakan.
Penyebab pemanasan global
Para ilmuwan mulai menyelidiki pemanasan global yang terjadi sejak akhir abad 18.
Sebagian besar ahli berkesimpulan bahwa kegiatan manusialah yang menjadi penyebab
utama meningkatnya pemanasan global yang seringkali dikenal dengan efek rumahkaca.
Efek rumah kaca memanaskan bumi melalui suatu proses yang kompleks yang
berhubungan dengan sinar matahari, gas, dan partikel-partikel yang ada di atmosfer. Gas-
gas yang menahan panas di atmosfer disebut gas rumah kaca.
Kegiatan manusia yang menimbulkan pemanasan global adalah pembakaran minyak
bumi, batu bara, dan gas alam dan pembukaan lahan. Sebagian besar pembakaran berasal
dari asap mobil, pabrik, dan pembangkit tenaga listrik. Pembakaran minyak fosil ini
menghasilkan carbon dioxide (CO2), yakni gas rumah kaca yang menghambat radiasi
panas ke angkasa ruang. Pohon-pohon dan berbagai tanaman menyerap CO2 cari udara
selama proses fotosintesis untuk menghasilkan makanan. Pembukaan lahan dengan
menebangi pohon-pohon ikut meningkatkan jumlah CO2 karena menurunkan penyerapan
CO2, dan dekomposisi dari tumbuhan yang telah mati juga meningkatkan jumlah CO2.
Pengaruh pemanasan global
Pemanasan global yang terus menerus dapat menimbulkan kerusakan-kerusakan.
Tanaman dan binatang yang hidup di dalam laut menjadi terganggu. Binatang dan
tumbuhan di daratan terdorong untuk berpindah ke habitat yang baru. Pola cuaca menjadi
berubah menyebabkan tibulnya banjir besar, kekeringan, angin kencang, dan badai yang
besar. Mencairnya es di kutub mengakibatkan peningkatan tinggi permukaan air laut.
Penyakit-penyakit menyerang manusia secara meluas dan terjadi penurunan hasil panen
di beberapa wilayah.
Gangguan kehidupan laut.
Dengan adanya pemanasan global suhu permukaan air laut menjadi lebih hangat,
sehingga meningkatkan tekanan bagi ekosistem laut seperti batu karang yang menjadi
putih. Pada proses ini karang-karang melepaskas ganggang yang memberikan warna dan
makanan pada karang, sehingga karang menjadi putih dan mati. Peningkatan suhu air
juga membantu menyebarkan penyakit-penyakit yang sangat mempengaruhi kehidupan
mahkluk-mahkluk di dalam laut.
Perubahan habitat
Pergeseran secara luas terjadi pada habitat-habitat tanaman dan binatang. Beberapa
spesies sangat sulit untuk dapat bertahan di habitatnya sekarang. Beberapa tanaman
bunga tidak dapat berbunga tanpa mengalami musim dingin yang benar-benar dingin.
Dan kegiatan manusia telah mempersulit tumbuhan dan binatang untuk mencapai habitat
barunya bahkan tidak memungkinkan bagi tumbuhan dan binatang untuk mencari habitat
baru.
Gangguan CuacaKondisi cuaca yang ekstrim bisa sering terjadi sehingga lebih
menambah daya rusak. Perubahan pola hujan dapat meningkatkan banjir dan kekeringan
di beberapa daerah. Angin ribut dan badai tropis bisa muncul dengan kekuatan yang lebih
besar.Meningkatnya permukaan air lautPeningkatan suhu global selama berabad-abad
telah mencairkan sejumlah besar ais yang melapisi sebagian besar antartika. Akibatnya
tinggi permukaan air laut menjadi naik di seluruh dunia. Banyak wilayah pantai yang
kebanjiran, erosi, hilangnya daratan dan masuknya air laut ke wilayah air tawar.
Peningkatan permukaan air laut yang tinggi dapat menenggelamkan kota-kota pantai,
negara kepulauan kecil, dan wilayah-wilayah yang tidak dihuni lainnya.
Mengancam kesehatan manusia.
Penyakit-penyakit tropis seperti malaria dan demam dapat menyebar kewilayah yang
lebih luas. Penderita kanker kulit juga meningkat. Gelombang panas yang terus menerus
dapat menyebabkan penyakit dan kematian. Banjir dan kekeringan meningkatkan
kelaparan dan kekurang gizi.
Perubahan hasil panen.
Kanada dan sebagian Rusia bisa jadi lebih diuntungkan dengan meningkatnya hasil panen,
tetapi peningkatan yang terjadi tidak sebanding dengan kerugian yang disebabkan oleh
kekeringan dan kenaikan suhu terutama apabila melebihi beberapa derajad celsius. Panen
di wilayah tropis menurun drastis karena suhu sedemikian tingginya sehingga tidak dapat
ditolerir oleh tanaman.
Membatasi pemanasan global
Para ilmuwan mempelajari cara-cara untuk membatasi pemanasan global. Kunci
utamanya adalah:1.membatasi emisi CO2 dan2.menyembunyikan karbon yang juga
membantu mencegah karbon dioksida memasuki atmosfer atau mengambil CO2 yang
ada.Membatasi emisi CO2Tehnik yang efektif untuk membatasi emisi karbon ada dua
yakni mengganti energi minyak dengan sumber energi lainnya yang tidak mengemisikan
karbon dan yang kedua penggunaan energi minyak sehemat mungkin.Energi alternatif
yang dapat digunakan diantaranya angin, sinar matahari, energi nuklir, dan panas bumi.
Kincir angin dapt merubah energi angin menjadi energi listrik. Sinar matahari juga dapat
dirubah menjadi energi listrik atau sumber panas yang bisa dimanfaatkan seperti pemanas
air, kompor matahari, dll. Energi panas bumi bisa dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga
listrik. Sumber energi alternatif memang lebih mahal dibanding energi minyak namun
penelitian lebih lanjut akan membantu untuk lebih menekan biaya.Penggunaan minyak
bumi secara efisienEmisi CO2 dapat dikurangi jika mobil-mobil bisa lebih hemat bahan
bakar. Para ilmuwan dan insinyur telah bekerja untuk menciptakan mesin yang hemat
bahan bakar. Penemuan-penemuan telah mengembangkan alat untuk menggantikan
mesin pembakaran atau menggunakan mesin yang lebih kecil. Sebuah mobil dengan
tenaga batery listrik telah memasuki pasar, tetapi masih dilengkapi dengan mesin kecil
berbahan bakar minyak. Bahan bakar sel yakni sebuah alat yang mampu merubah energi
kimia menjadi energi listrik bisa dikembangkan untuk mobil-mobil di masa depan.
Menyembunyikan karbon dapat dilakukan dengan dua cara:Di bawah tanah atau
penyimpanan air tanah
Penyimpanan di dalam tumbuhan hidup.
Bawah tanah atau air bawah tanah bisa digunakan untuk menyuntikkan emisi CO2 ke
dalam lapisan bumi atau ke dalam lautan. Lapisan bumi yang dapat digunakan adalah
penyimpanan alami minyak dan gas bumi di tambang-tambang minyak. Dengan
memompakan Co2 kedalam tempat-tempat penyimpanan minyak di perut bumi akan
membantu mempermudah pengambilan minyak atau gas yang masih tersisa. Hal ini bisa
menutupi biaya penyembunyian karbon. Lapisan garam dan batubara yang dalam juga
bisa menyembunyikan karbon dioksida.Lautan juga dapat menyimpan banyak karbon
dioksida, tetapi para ilmuwan belum dapat menetapkan pengaruhnya terhapad lingkungan
hidup di dalam laut.
Penyimpanan di dalam tanaman hidup
Tumbuhan hijau menyerap Co2 dari udara untuk tumbuh. Kombinasi karbon dari CO2
dengan hidrogen diperlukan untuk membentuk gula sederhana yang disimpan di dalam
jaringan. Setelah tanaman mati maka tubuhnya akan terurai dan melepaskan CO2.
Ekosistem dengan tumbuh-tumbuhan yang berlimpah seperti hutan atau perkebunan
dapat menahan lebih banyak karbon, tetapi generasi manusia yang akan datang harus
tetap menjaga ekosistem agar tetap utuh, jika tidak maka karbon yang disimpan dalam
tanaman akan lepas kembali ke atmosfer.