Anda di halaman 1dari 2

Mulai 1 Juni 2015, Khusus Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja,

Proses Pendaftaran BPJS Kesehatan Jadi 14 Hari

Sejak 1 Januari 2014, pemerintah telah menggulirkan program Jaminan Kesehatan Nasional
(JKN) yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Melalui program ini, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif
pada fasilitas kesehatan melalui mekanisme sistem rujukan berjenjang dan atas indikasi medis.

Dalam menjalankan fungsinya, BPJS Kesehatan bekerja berdasarkan prinsip perlindungan sosial
yang berbasis gotong royong melalui pembayaran iuran langsung. Maka sudah tentu pengelolaan
BPJS Kesehatan mengandung persyaratan tertentu. Utamanya, sebelum efektif terdaftar dan
menggunakan fasilitas kesehatan, ada prasyarat yang harus terlebih dahulu dipenuhi.

Untuk meningkatkan pelayanan pada calon peserta agar terlayani dengan baik, mulai 1 Juni 2015
berdasarkan Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Pendaftaran dan
Pembayaran Iuran Bagi Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Peserta Bukan Pekerja,
proses pendaftaran kepesertaan BPJS Kesehatan menjadi 14 (empat belas) hari kalender.

Prosedur Pendaftaran

Dalam prosedur pendaftaran peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Peserta Bukan
Pekerja atau disebut peserta mandiri, nantinya setelah menerima formulir daftar isian peserta
(DIP) yang telah diisi lengkap beserta kelengkapannya, BPJS Kesehatan akan memberikan
nomor virtual account kepada calon peserta untuk keperluan pembayaran iuran premi bulanan.
Setelah itu BPJS Kesehatan akan melakukan proses administrasi kepesertaan yang dilaksanakan
dalam waktu 14 (empat belas) hari kalender.

Setelah proses tersebut selesai dilaksanakan, di hari ke-14 peserta harus melakukan pembayaran
iuran pertama dengan menggunakan nomor virtual account tersebut dan pembayaran dapat
dilakukan melalui anjungan tunai mandiri (ATM), setor tunai, internet banking, electronic data
capture (EDC) atau dengan mekanisme autodebet di Bank yang bekerjasama dengan BPJS
Kesehatan. Setelah membayar, peserta dapat mengambil kartu peserta dan bisa mendapatkan
jaminan pelayanan kesehatan dari BPJS Kesehatan.
Peraturan waktu proses pendaftaran 14 hari ini dibuat karena proses teknis yang harus dilalui
untuk memastikan administrasi kepesertaan berjalan baik membutuhkan waktu yang tidak
sebentar. Proses administrasi kepesertaan yang harus dilakukan BPJS Kesehatan antara lain
melakukan verifikasi data kependudukan peserta agar tidak terjadi kepesertaan ganda, penyiapan
dan pendaftaran untuk peserta terdaftar di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) pilihan,
serta penerbitan kartu peserta.

Proses ini sangat penting dilakukan untuk memastikan agar pelayanan kesehatan yang diterima
sesuai dengan hak peserta. Sementara BPJS Kesehatan juga harus memastikan bahwa jumlah
peserta yang terdaftar di FKTP tersebut masih dalam tingkat wajar.

Kebijakan proses pendaftaran selama 14 hari tersebut hanya berlaku pada peserta dari kelompok
Pekerja Bukan Penerima Upah dan Peserta Bukan Pekerja yang mendaftar secara mandiri, dan
memilih menjadi peserta kelas I dan II.

Pendaftaran Bayi yang Akan Dilahirkan

Khusus untuk pendaftaran bagi bayi yang akan dilahirkan peserta, dapat didaftarkan sejak
terdeteksi adanya denyut jantung bayi dalam kandungan, yang dibuktikan dengan melampirkan
keterangan dokter. Bayi tersebut didaftarkan dan memilih kelas perawatan yang sama dengan
Peserta yang merupakan ibu dari bayi yang akan dilahirkan/masih dalam kandungan tersebut.
Setelah mendaftar akan diberikan Virtual Account. Pembayaran iuran pertama dari bayi tersebut
dilakukan segera setelah bayi dilahirkan dalam keadaan hidup dan dapat langsung mendapatkan
pelayanan kesehatan. Peserta juga wajib melakukan perubahan data bayi selambat-lambatnya 3
(tiga) bulan setelah kelahiran.

Namun, apabila bayi tersebut tidak didaftarkan selambat-lambatnya 14 hari sebelum lahir, maka
berlaku tata cara pendaftaran yang sesuai pada Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 1 Tahun 2015
tersebut. Contoh kasus, misalnya bayi tersebut didaftarkan sebelum lahir dan ternyata pada saat
hari lahirnya masih dalam tenggat waktu 14 hari, maka bayi tersebut akan mendapatkan
pelayanan kesehatan setelah melakukan pembayaran pertama di hari ke-14.

Kebijakan waktu proses pendaftaran yang dilakukan BPJS Kesehatan ini diharapkan dapat
mengoptimalkan prinsip gotong royong dan edukasi di mana peserta yang sehat membantu yang
sakit, peserta yang kaya membantu yang miskin, peserta yang muda membantu yang tua.

Kebijakan proses pendaftaran selama 14 hari tersebut tidak berlaku bagi:

1. Bayi baru lahir anak peserta PBI yang didaftarkan sebagai peserta PBPU dengan hak
kelas III.

2. Bayi baru lahir dari penduduk yang didaftarkan oleh Pemda sebagai PBPU dengan hak
kelas III.

3. Peserta dan bayi baru lahir dari PMKS yang ditetapkan Menteri Sosial dan telah
didaftarkan peserta BPJS Kesehatan dengan hak kelas III.

4. Peserta dan bayi baru lahir dari peserta PBPU dan peserta Bukan Pekerja yang mendaftar
kelas III dengan menunjukkan surat rekomendasi dari Dinas Sosial setempat sebagai orang
tidak mampu dan/atau keterangan lain yang dibutuhkan.