Anda di halaman 1dari 6

PERKABARAN INJI DI ASIA TENGGARA

Dalam perkabaran injil ini, hanya lah berfokus kepada Filipina saja. Keterangan dalam hal ini
adalah sebagai berikut:
Tokoh
Tokoh yang dikenal dalam sejarag keristenan di Filipina adalah sebagai berikut:
 Gregorio Aglipay (bisa dikatakan sorang pendeta yg mendirikan gereja Gereja
Mandiri Filipina).
 Magellans (orang pertama yang berlayar ke daerah Asia) 1480 – 27 April
1521. Dia juga dapat dikatakan sebagai orang yang membuka jalan laut pertama
menuju ke Asia.
 Pedro Chirino berhasil mengkristenkan banyak orang. Pada Tahun 1898,
bersamaan dengan proklamasi kemerdekaan Filipina, muncul sebuah denominasi baru
yang melepaskan diri dari Gereja Katolik Roma, yang diberi nama Gereja Mandiri
Filipina.
 Uskup Methodis James Thoburn, mengadakan KKR pertama di Manila pada
tahun 1899. Dilanjutkan oleh Althur Prautch yang mengadakan penginjilan terbuka.
Dan masih banyak tokoh yang ikut serta dalam perkabaran injil di Filipina.
Strategi
Strategi yang digunakan dalam perkembangan gereja di Filipina ini terdapat dua
strategi yang berbeda. hal ini disebabkan karena dalam bengsa Filipina dijajah oleh dua
negara yang berbeda spanyol dan Amerika. Stategi yang dipakai para penginjil spayol dalam
perkabaran injil adalah dengan kebijakan reduccion (transmisi dalam arti khusus), yaitu
mengumpulkan orang Filipina dari berbagai desa untuk menetap dalam kota dimana mereka
lebih mudah diperintah dan diajari iman Katolik. Setelah strategi ini dilakukan, barulah
metode pertanian baru diajarkan, misalnya irigasi, peternakan dan pembajakan guna
meningkatkan kehidupan masyarakat. Strategi yang dipakai Amerika dalam perkabaran injil
sehingga terjadi sangat pesat, yaitu dengan mencabut status gereja negara dan menjadi setara
dengan gereja-gereja lainnya. Dengan terpisahnya urusan gereja dan negara ini membuat
gereja menjadi berkembang secara pesat.
Metode
Kekristenan di Filipina berkembang dengan metode "reduksi", yaitu metode
memindahkan orang-orang dari desa ke kota-kota secara terpencar. Membuka pos
perdagangan baru.
Tantangan dan hambatan
A. Peluang
Peluang yang terdapat di Filipina adalah masih banyak penduduk Filipina yang masih
memegang ajaran animisme. Dalam Filipina pun belum terdapat agama yang tetap. Dengan
demikian injil akan lebih mudah disampaikan kepada mereka.
B. Hambatan
Hal utama yang menjadi hambatan untuk Kekristenan di Filipina ialah terbatasnya
tenaga rohaniawan, yakni para padri. Pada tahun 1591, hanya tersedia 140 orang padri untuk
melayani 667.621 orang Filipina. Padahal wilayah perkampungan penduduk tersebar bagitu
luas, tanpa pemusatan di wilayah tertentu yang dapat memudahkan untuk aktivitas
penginjilan.
STT Berea | 1
C. Tantangan
Tantangan yang terjadi di daerah Filipina, terjadinya sinkritisme yang dilakukan oleh
masyarakat Filipina dengan menggabungkan antara ajaran kristen dengan ajaran asli mereka.
Hal ini yang menjadi tantangan bagi para padri untuk memberitakan injil kepada mereka.
Pelajaran yang didapat.
1)Semangat juang untuk memberitakan kabar keselamatan (injil), seperti para penjajah
Spanyol. 2)Tidak mudah menyerah, dalam pelayanan. 3)Melayani Tuhan harus dengan
motivasi pelayanan yang benar, tidak egois dalam melayani Tuhan. 4)Berani bayar harga
dalam pelayanan. 5)Percaya kuasa Allah dalam pelayanan. 6)Miliki kerinduan hati untuk
selalu mau melakukan penginjilan.
SEJARAH GEREJA NUSA TENGGARA TIMUR
Tokoh
Pada tahun 1562-1614 muncullah seorang uskup di Malaka (1561), Dominican Friar
Jorge de S. Luzia OP, melayani penjual kayu cendana yang membutuhkan pendeta. Dari sini
timbul kesadaran bahwa dibutuhkan gereja maka pada tahun 1562, pemimpin agama di
Portugis Fr. da Cruz memerintahkan untuk membangun gereja dari kayu dan beratap daun
palem. Pada tahun 1585 dikirimlah 5 pendeta ke Goa. Namun di perjalanan mereka dihadang
bajak laut, sehingga 2 orang mati yaitu Fr. Antonio Pestana OP, yang adalah martir pertama
di NTT. Fr. Chagas memanajemen pelayanan misi di NTT (1616). Flores Fr. Simão Pacheco

OP telah mengumpulkan sekelompok orang Kristen (1595). Dia telah meyakinkan penduduk
pulau yang pada tahun-tahun sebelumnya harus melarikan diri ke Flores (sekitar tahun 1570),
bahwa mereka dapat melindungi diri mereka dari perampok liar yang mengerikan hanya
dengan membangun sebuah benteng untuk sebuah garnisun Portugis kecil.
Tantangan dan hambatan
1)Agama Islam yang menyerang dan ingin merebut daerah NTT. 2) Munculnya
penjajah baru, yaitu Belanda. 3) Lamanya pengorganisasian untuk pelayanan misi. 3)
Kemiskinan. 4)Perampokan. 5) Peperangan yang sering terjadi. 6)Orang-orang NTT yang
terus kembali murtad.
Metode
1)Dengan menjual kayu Cendana. 2)Memberikan tempat tinggal kepada penduduk
setempat. 3)Memberikan keamanan. 4)Memaksa untuk percaya. 5)Memulai merintis dengan
orang Portugis yang tinggal di sana.
Pelajaran yang didapat.
Yang dapat saya pelajari dari sejarah gereja ini adalah meskipun dalam perkembangan
gereja di NTT susah. Namun penyertaan Tuhan selalu ada dalam kehidupan gereja. Dengan
hal ini saya semakin dikuatkan lagi ketika saya membuka sebuah gereja nantinya, saya tidak
usah takut karena Tuhan selalu menyertai gereja-Nya.
SEJARAH KEKRISTENAN DI MALUKU (GPM)
Tokoh
Pada tahun 1813, pemerintah Inggris mendatangkan seorang pendeta dari India, yaitu
Jabez Carey, anak William Carey yang terkenal itu. Selain itu juga ada Joseph Kam yang
berasal dari keluarga Pietis di Belanda. Tetapi ia sekeluarga tetap tinggal anggota-anggota
gereja gereformeerd (gereja-rakyat, gereja-negara).
STT Berea | 2
Tantangan dan hambatan
 Permusuhan antara dua golongan yakni golongan Demon dengan golongan
Paji.
 Perebutan hak wilayah antara Belanda dengan Portugis.
 Serangan orang Makasar dan Jawa.
 Penyalah gunaan kekuasaan oleh pater.
 Agama suku.
Metode
 Melakukan pembabtisan masal dalam waktu yang singkat.
 Membuat khotbah – khotbah, doa – doa dan rumusan – rumusan Kristen
secara sederhana agar dapat digunakan oleh orang lain.
 Penjajahan.
Pelajaran yang didapat.
Hal yang dapat saya dapatkan dari pemaparan ini adalah semangat misionaris yang
sangat luar biasa. Dengan menggunakan berbagai metode – metode para misionaris berusaha
menjelaskan Injil bagi orang – orang pribumi. Sekalipun metode yang digunakan tidak dapat
menjamin dapat menghasikan iman Kristen yang teguh namun setidaknya mereka sudah
meletakan dasar atau fondasi iman Kristen dalam diri orang – orang pribumi. Hasil dari usaha
tersebut yang dapat kita rasakan pada saat ini. Hal ini memotovasi saya untuk terus
memberitakan injil kepada orang-orang disekitar saya.
PERKABARAN INJIL DI BATAK
Tokoh
Pada tahun 1820 tiga utusan Pekabaran Injil Baptis Inggris yaitu Nathan Ward, Evans
dan Richard Burton dikirim ke Bengkulu untuk menemui Raffles. Pada tahun 1834 dua orang
Amerika, yaitu Munson dan Lyman yang merupakan utusan gereja Kongregationalis Amerika
yang diutus oleh The American Board of Commissioners for Foreign Mission (ABCFM) di
Boston untuk masuk ke Sumatera. Pada tahun 1840, seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman,
Franz Wilhelm Junghuhn melakukan perjalanan ke daerah Batak dan kemudian menerbitkan
karangan tentang suku Batak. Dalam buku tersebut Junghuhn menasihatkan pemerintah
kolonial untuk membuka zending Kristen guna membendung pengaruh Islam di bagian utara
Pulau Sumatera. Karangan tersebut sampai ke tangan tokoh-tokoh Lembaga Alkitab
Nederlandsche Bijbelgenootschap di Belanda, hingga mereka mengirim seorang ahli bahasa
bernama H. Neubronner van der Tuuk untuk meneliti bahasa Batak dan untuk
menerjemahkan Alkitab. Van der Tuuk adalah orang Barat pertama yang melakukan
penelitian ilmiah tentang bahasa Batak, Lampung, Kawi, Bali. Ia juga orang Eropa pertama
yang menatap Danau Toba dan bertemu dengan Si Singamangaraja. Ia merasa senang
berkomunikasi dan menyambut orang Batak di rumahnya. Van der Tuuk memberi saran
supaya lembaga zending mengutus para penginjil ke Tapanuli, langsung ke daerah
pedalamannya.Tahun 1857, pekabar Injil G. Van Asselt, utusan dari jemaat kecil di Ermelo,
Belanda, melakukan pelayanan di Tapanuli Selatan. Ia menembus beberapa pemuda dan
memberi mereka pengajaran Kristiani.
Pada 31 Maret 1861, dua orang Batak pertama dibaptis, yaitu: Jakobus Tampubolon
dan Simon Siregar. Pada tahun yang sama—tepatnya pada 7 Oktober 1861—diadakan rapat
empat pendeta di Sipirok, yang diikuti oleh dua pendeta Jerman, yaitu: Pdt. Heine dan Pdt.

STT Berea | 3
Klemmer serta oleh dua pendeta Belanda, yaitu: Pdt. Betz dan Pdt. Asselt. Mereka
melakukan rapat untuk menyerahkan misi penginjilan kepada Rheinische
Missionsgesellschaft. Hari tersebut dianggap menjadi hari berdirinya Huria Kristen Batak
Protestan (HKBP). Kemudian Ludwig Ingwer Nommensen (1834—1918) tiba di Padang
pada tahun 1862. Ia menetap di Barus beberapa saat untuk mempelajari bahasa dan adat
Batak dan Melayu. Ia tiba melalui badan Misi Rheinische Missionsgesellschaft. Kemudian,
pada tahun 1864, ia masuk ke dearah Silindung, mula-mula di Huta Dame, kemudian di
Pearaja (kini menjadi kantor pusat HKBP).
Tantangan dan hambatan
1)Bahasa . 2)Adat istiadat yang sering berhubungan dengan hal-hal gaib. 3)Latar
belakang suku batak yang. 4)Agama setempat (mula jadi na bolon, malim , animisme,
dinamisme dan magis.
Strategi dan metode
1)Melalui anak-anak. 2)Menjawab kebutuhan. 3)Bergaul dengan masyarakat/menjalin
persahabatan. 4)Relasi dengan para pemimpin. 5)Bantuan pengobatan. 6)Mendirikan sekolah.
7)Menebus budak. 8)Memperkenalkan cara bercocok tanam yang baru. 9)Meminjamkan
uang dengan bunga rendah. 10)Masuk melalui adat (mendirikan pos pi sesuai marga).
Pelajaran yang didapat.
Hal yang saya dapatkan dari hal ini adalah suatu strategi yang luar biasa yang
dilakukan oleh Nommensen dengan mengikuti kebiasan masyarakat setempat. Dengan hal
ini saya dapat belajar unuk kedepannya saya dapat mengkontekstualkan pelayanan saya
ditengah masyarakat dan terus berusaha untuk dapat menjadi teladan bagi kehidupan orang-
orang disekitar saya.
PERKABARAN INJIL DI MASA REFORMASI
Tokoh
 Jonannes Wycliffe dari Inggris dan Jan Hus dari Bohemia yang memiliki
pemikiran bahwa Alkitab seharusnya memiliki otoritasa diatas Paus.
 Brevicoksa dan Wassel Gansfort memepertanyakan tentang ketidak bersalahan
Paus dan tenteng surat penghapusan dosa.
 Martin Lutter
Ia adalah seorang yang sangat berpengaruh di dalam masa reformasi. Ia menentang
ajaran tradisional bahwa Paus adalah penghubung antara Tuhan dan Umat Kristen,
karena ia berpendapat bahwa setiap manusia bisa berhubungan dengan Tuhan tanpa
harus melalui perantara Sri Paus. Ia menerjemahkan Kitab Suci Perjanjian Baru ke
dalam bahasa Jerman. Ia juga memasang pernyataan mengenai iman kepercayaan
Kristen di satu gerbang gereja di Wittenberg, Jerman.
 Zwingly
Dalam usahanya mendukung reformasi, ia menolak baptisan kepada anak-anak. Ia
membuat segala yang tidak mengikuti apa yang diajarkannya menjadi “tersiksa” dan
merasa tidak dihargai. Malahan dalam hal ini sampai terjadi sebuah peperangan. Ada
pendapat yang mengatakan bahwa Perang melawan kaum Anabaptis jauh lebih serius
bagi Zwingli daripada melawan Roma. Ini berarti bahwa ia melakukan apa yang
menjadi kehendaknya dengan mengerahkan segala kekuatannya. Termasuk
melakukan “hal yang kejam”.

STT Berea | 4
 Calvin
Calvin adalah teolog Kristen terkemuka pada masa Reformasi Protestan yang berasal
dari Perancis. Ia menyebarkan gagasan-gagasannya tentang bagaimana Gereja
Reformasi yang benar itu ke banyak bagian Eropa. John Calvin dalam ajarannya ia
sangat menentang perzinahan, judi, mabuk, dan lagu-lagu porno. Baginya semua
perbuatan itu adalah kejahatan dan harus dihukum berat bagi pelakunya. Pokok
ajarannya yang menonjol adalah etos kerja dan semangat kerja.
Tantangan dan hambatan
Pada masa reformasi ini, gereja tidak dapat berkembang pada saat itu dikarenakan
adanya faktor dari agama islam yang dimana mereka membawa banyak tentara-tentara islam
untuk berperang menghancurkan banyak daerah Kristen di Timur Tengah dan Afrika Utara.
Pada akhir abad pertengahan sebenarnya kehidupan rohani tidak merosot, seperti
sering dikatakan, tetapi justru meningkat. Banyak orang rajin dalam imannya dengan banyak
cara. Ada orang-orang yang mencari pengalaman yang bersifat mistik. Menyembah kepada
orang yang meninggal. Memang yang menjadi permasalahannya disini mengenai kebangkitan
rohani yang sulit untuk dikembangkan kembali oleh para uskup-uskup pada saat itu. Karena
disebabkan juga akan teologi skolastik yang rumit yang tidak ada kaitannya dengan iman
akan jemaat saat itu. Tantangannya juga banyak pengajaran yang itu dapat menyesatkan dan
menjadikan keliru tentang keselamatan yang diajarkan augustinus. Namun, luther sendiri
memiliki pandangan yang berbeda dengan augustinus ia berkata bahwa keselamatan itu yang
terutama bukan mengenai perbuatan baik melainkan manusia itu diselamatkan oleh karena
kasih karunia yang diberikan Allah kepada semua umatNya.
Pelajaran yang didapat.
Hal yang dapat saya ambil dari sejarah ini adalah Tuhan tidak pernah tinggal diam.
Tuhan selalu membela kebenaran-Nya. Selain itu juga saya diingatkan untuk dapat
memopersiapkan diri saya terlebih untuk dapat memberikan pengajaran yang sehat kepada
orang-orang disekitar saya. Sebab ajaran-ajaran sesat sangat banyak di zaman ini.
PERKABARAN INJIL DI JAWA
Tokoh
1. Jawa Barat & Batavia
Di Jakarta pekabaran Injil dijalankan oleh beberapa pekabaran Injil bangsa Inggris,
oleh Pdt E King dan beberapa utusan lembaga zendeling , pada tahun 1830-an.
2. Jawa tengah
Di Semarang Brucner bekerja pada tahun 1815-1856. telah di utus oleh NZG bersama
dengan kam dan sama seperti kam ia di angkat sebagai Pdt GPI. Utusan pertama DZV ialah P.
Jansz (1820-1904), seorang guru SD di Belanda yang minta diutus ke Jawa setelah ditinggal
mati oleh istrinya. Pada bulan Desember 1851 ia tiba di Semarang. Pada tahun 1864 Jeansz
tinggal di Japara. Selain itu juga terdapat tokoh pemimpin asli Jawa Krsiten ialah Tunggul
wulung (1803-1885). Di Jawa tengah bagian selatan kelompok Kristen yang pertama
dikumpulkan oleh Ny. Philps orang Eropa, di banyumas. Kemudian yang meneruskan
gerakan yang dicecuskan oleh nyonya Philips ialah Sadrach. Kemudian Sadrach bergambung
dengan Tunggul wulung kemudian Sadrach berpisah dengan Tunggul Wulung, ia memakai
metode penyiaran ajaran Kristen dalam bentuik kejawen, atau lebih tepat ia memberitakan
Injil dengan kebudayaan orang Jawa.
STT Berea | 5
3. Jawa timur
Di Jawa Timur, kegiatan PI dimulai oleh seorang Jerman yang telah merantau ke
Indonesia, Bapa Emde (1774-1885) adalah seorang Pietis dari Jerman yang berlayar ke
Indonesia. Muncul pusat penyiaran agama Kristen yang kedua. Pusat kedua ini adalah Ngoro,
dan peminpinya adalah Coolen (1775-1873). Coolen lahir dari keluarga Belanda, tetapi
ibunya putri bangsawan Jawa. Pada tahun 1851, NZG mulai memberitakan Injil kepada
orang-orang Jawa dengan mengutus misionarisnya yang pertama, yaitu Pdt. J.L. Jallesma.
Tantangan dan hambatan
1)Pada masa hindia-belanda tenaga pendeta atau yang dapat menyebarkan injil tidak
ada sehingga sangat sulit dalam pekabaran injil. 2)Lokasi penginjilan yang jauh. Dimana
harus ditempuh berpuluh kilo meter ke arah hutan seingga menjadi kendala dalam
penginjilan. 3)Pemerintahan hindia-belanda menutup pekabaran injil karena takut
mengganggu usaha yang dilakukan pemerintah terkhusus dalamhal mengisi perbendeharan
belanda. 4)Perbedaan pendapat dari para zendeling sehingga menyebabkan perpecahan dalam
jemaat. Hal ini terlihat ketika jemaat collen bertemu dengan ajaran emde dan coolen tidak
suka dan harus mengusir mereka dari ngoro. 5)Kentalnya budaya kejawenan dalam
masyarakat pribumi sehingga sulit memasukkan injil dan mengkontekstualkannya.
Strategi dan metode
1. Jawa Barat & Batavia
Usaha yang dilakukan dalam perkabaran injil ini adalah dengan adanya lembaga
pendidikan di Depok, yaitu lembaga pertanian (1873-1878) dan seminari Depok (1878-1926).
Di seminari ini bermaksud untuk menyediakan pendidikan untuk menjadi guru Injil
(pembantu zendeling) bagi orang-orang muda dari seluruh Indonesia. Seminari itu di ganti
oleh Hogere Thelogische Schul (Sekolah Tinggi Teologi sejak tahun 1954 sekolah tinggi
Teologi, di Bogor 1934 kemudian di Jakarta 1936 yang didirikan atas prakarsa H Kreamer.
Disamping itu para penginjil zendeling juga mengusahakan untuk belajar bahasa Sunda
sebagai metode utama untuk menginjili orang-orang Sunda. Ada suatu usaha yang di lakukan
oleh S. Coolsma yang adalah menyusun sebuah kamus dan buku tata bahasa Sunda (yang
disebut terakhir diterbitkan kembali kurang lebih 1990 dalam edisi Indonesia), serta
menerjemahkan Alkitab Bahasa Sunda (1877: PB 1891). Selain itu dalam perkabaran injil ini
juga masuk strategi yang digunakan dari berbagai bidang antara lain adalah bidang
penginjilan dan bidang pendidikan.
Pelajaran yang didapat.
Saya melihat bahwa campur tangan Tuhan untuk menyatakan karyanya melalui
kehadiran Gereja-Nya di tanah Jawa selalu ada. dengan semangat para tokoh dalam
mengatasi masalah atau hanmbatan yang ada membuat saya semakin terdorong lagi untuk
tetap bertahan dalam pengiilan saya.

STT Berea | 6