Anda di halaman 1dari 43

BENTUK MOLEKUL DAN GAYA

ANTAR MOLEKUL

BELLA SAFITRI

Model struktur DNA pada komputer ada yang berbentuk trigonal


piramida, dan trigonal planar

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2017/2018

1
PETA KONSEP
BENTUK MOLEKUL DAN GAYA ANTAR MOLEKUL

MEMPELAJARI

BENTUK MOLEKUL GAYA ANTAR


MOLEKUL

BERDASARKAN TERDIRI DARI

GAYA VAN
TEORI TOLAKAN TEORI IKATAN
DER WALS
PASANGAN HIBRIDISASI HIDROGEN
ELEKTRON
CONTOHNYA

GAYA DIPOL-DIPOL GAYA LONDON

2
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT.


Alhamdulillahi robbi’alamin ,atas limpahan Rahmat serta Karunia-Nya penulis
dapat menyelesaikan penulisan modul ini.Shalawat dan salam dengan ucapan
Allahumma sholli’ala Muhammad wa’ala ali Muhammad penulis sampaikan
kepada junjungan kita nabi besar muhammad Saw.

Kedinamisan di dunia pendidikan saat ini sangat dirasakan, baik bagi


penulis,guru,maupun siswa. Kedinamisan itu , salah satunya adalah adanya
penyesuaian isi materi dan pola penyajian sesuai kurikulum 2013.

Modul ini disusun dengan tujuan untuk menunjang tercapainya tujuan


pembelajaran kimia yang dinamis di tingkat sekolah.Modul ini disusun
berdasarkan standar kurikulum 2013.sesuai dengan standar kurikulum, Modul
kimia kelas XI ini, membahas tentang hal-hal berikut :

1. Bentuk-bentuk molekul dasar


2. Bentuk Molekul Berdasarkan Teori Tolakan Pasangan
3. Gaya Antar Molekul
4. Elektron Macam-macam gaya antar molekul
 Gaya London
 Gaya tarik dipol-dipol
 Gaya tarik dipol-dipol terinduksi
 Ikatan Hidrogen

Berkaitan dengan pembahasan tersebut, Modul ini menyajikan


kompetensi dasar, indikator materi,ekperimen ilmiah, dan evaluasi.

Penulis mengharapkan penyusunan modul ini dapat menjadi


penerangan bagi pengguna modul. Seperti kata pepatah “Ilmu adalah penerang
bagi kita”.Penulis mengharapkan partisipasi dari pengguna modul demi
tercapainya kesempurnaan.Akhir kata, penulis mengucapkan terimah kasih
kepada Bapak Dr. Iceng Hidayat selaku dosen pengampuh dan kepada semua
pihak yang telah membantu penerbitan modul ini. Semoga modul ini
bermanfaat.

Palembang, September 2017

Penulis

3
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................................... 2
DAFTAR ISI...................................................................... Error! Bookmark not defined.
BAB 1 ............................................................................................................................. 6
PENDAHULUAN ............................................................................................................. 6
I.KOMPETENSI DASAR ............................................................................................... 6
II.INDIKATOR ............................................................................................................. 6
III. TUJUAN PEMBELAJARAN ................................................................................... 7
BAB II ............................................................................................................................. 8
MATERI.......................................................................................................................... 8
A. Struktur Molekul Dasar ......................................................................................... 8
1.1. Bentuk Linear ................................................................................................. 8
1.2. Trigonal Planar ............................................................................................... 8
1.3. Trigonal Piramidal .......................................................................................... 8
1.4. Bujur Sangkar ................................................................................................. 9
1.5. Tetrahedral..................................................................................................... 9
1.6. Trigonal Bipiramidal ....................................................................................... 9
1.7. Oktahedral ..................................................................................................... 9
B. Bentuk Molekul Berdasarkan Teori Tolakan Pasangan Elektron ........................ 10
Bentuk Molekul dengan Dua Pasangan Elektron di Sekitar Atom Pusat ............ 12
Bentuk Molekul dengan Tiga Pasangan Elektron di Sekitar Atom Pusat ............ 13
Bentuk Molekul dengan Empat Pasangan Elektron di Sekitar Atom Pusat ........ 14
Bentuk Molekul dengan Lima Pasangan Elektron di Sekitar Atom Pusat ........... 15
Bentuk Molekul dengan Enam Pasangan Elektron di Sekitar Atom Pusat ........ 16
C. Bentuk Molekul Berdasarkan Teori Hibridisasi ................................................... 19
D. Gaya Antarmolekul ............................................................................................. 22
a. Gaya van der Waals ......................................................................................... 22
b. Gaya Dipol-Dipol ............................................................................................ 22
c. Gaya Dispersi (Gaya London).......................................................................... 23
E.Ikatan Hidrogen................................................................................................ 24

4
INFO KIMIA……………………………………………………………………………………………………………26.

RANGKUMAN…………………………………………………………………………………………………………26

KATA KUNCI……………………………………………………………………………………………………………28

EVALUASI BAB…………………………………………………………………………………………………………28

TUGAS AKHIR………………………………………………………………………………………………………….32
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………………………………33

5
BAB 1

PENDAHULUAN

I.KOMPETENSI DASAR

1.1. Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud


kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang struktur partikel materi
sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.

2.1. Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur,
objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti,
bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif ) dalam
merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam
sikap sehari-hari.

3.1. Membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan


kovalen koordinasi dan ikatan logam serta interaksi antar partikel (atom, ion,
molekul) materi dan hubungannya dengan sifat fisik materi.

II.INDIKATOR

1. Indikator I
a. Mengidentifikasi fakta gaya antar molekul pada kehidupan sehari-hari.
b. Menjelaskan gaya london/gaya dispersi.
c. Menjelaskan gaya tarik dipol-dipol.

2. Indikator II
a. Menjelaskan ikatan hidrogen.
b. Menjelaskan perbedaan titik didih (sifat fisik) berdasarkan perbedaan gaya
antar molekul
c. Menjelaskan pengaruh ikatan hidrogen pada titik didih senyawa.

6
III. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah selesai mengikuti pembelajaran peserta didik memiliki sikap
menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud
kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang struktur partikel materi
sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif
dan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka,
mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis,
kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam berdiskusi yang diwujudkan
dalam sikap sehari-hari, serta mampu :

1. Meramalkan bentuk-bentuk dari molekul dasar.


2. meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori tolakan
pasangan elektron di sekitar atom pusat
3. meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori hibridisasi,
4. menjelaskan gaya van der Waals dan ikatan hidrogen,menjelaskan
hubungan gaya antarmolekul dengan sifatnya.

7
BAB II

MATERI

A. Struktur Molekul Dasar


Walaupun jumlah materi di alam sangat banyak dan beragam, tetapi
pada dasarnya materi tersebut dibangun oleh beberapa jenis atom dengan
struktur yang terbatas. Jumlah cara penyusunan atom dalam molekul tidak
banyak sebab dibatasi oleh sudut antar ikatan dan sifat partikel penyusunnya.
Teori yang mengkaji aspek struktur molekul adalah teori ikatan valensi
(berdasarkan mekanika kuantum), teori domain elektron (berdasarkan teori
Lewis), dan teori hibridisasi.Terdapat sekitar tujuh bentuk molekul yang
sederhana, yaitu bentuk linear, trigonal planar, trigonal piramidal, segiempat
datar, tetrahedral, tirogonal bipiramidal, dan oktahedral.

1.1. Bentuk Linear


Suatu molekul dikatakan linear jika atom-atom yang menyusun
molekul tersebut berada dalam suatu garis lurus. Contohnya, BeCl2 dan
CO2. Sudut yang dibentuk oleh ikatan antara dua atom melalui atom pusat
sebesar 180°.

1.2. Trigonal Planar


Suatu bentuk molekul dikatakan trigonal planar jika di dalam molekulnya
terdapat empat buah atom dan semua atom berada pada bidang yang sama.
Atom pusat dikelilingi oleh tiga atom lain yang berada pada sudut-sudut
segitiga. Sudut ikatan yang dibentuk di antara dua ikatan melalui atom

pusat sama besar yaitu 120°. Contohnya, molekul BCl3 dan BF3.

1.3. Trigonal Piramidal


Trigonal piramidal adalah suatu bentuk molekul dengan empat buah
muka segitiga sama sisi. Suatu molekul dikatakan berbentuk trigonal piramidal
jika memilki empat buah atom. Atom pusat ditempatkan pada sudut puncak

8
limas, dan atom lainnya berada pada sudut-sudut limas yang berada pada
bidang datar segitiga. Contohnya, molekul NH3.

1.4. Bujur Sangkar


Suatu bentuk molekul dikatakan bujur sangkar jika dalam molekul
terdapat lima buah atom dan semua atom berada pada bidang datar yang sama.
Atom pusat dikelilingi oleh empat atom lain yang berada pada sudut-sudut
segiempat. Sudut ikatan yang dibentuk antara dua ikatan yang melalui pusat
sama besar, yaitu 90°. Contohnya, molekul XeF4.

1.5. Tetrahedral
Tetrahedral adalah limas segiempat dengan muka segitiga sama sisi.
Suatu bentuk molekul tergolong tetrahedral jika dalam molekulnya terdapat
lima buah atom. Atom pusat ditempatkan pada pusat tetrahedral dan empat
atom lain berada pada sudut-sudut tetrahedral yang terlihat pada ujung-ujung
bidang segitiga sama sisi. Sudut ikatan yang dibentuk sama besar, yaitu
109,5°. Contohnya, molekul CH4.

1.6. Trigonal Bipiramidal


Trigonal bipiramidal terdiri atas dua buah limas yang bagian alasnya
berimpit. Suatu molekul memiliki bentuk trigonal bipiramidal jika dalam
molekulnya terdapat enam buah atom. Dalam trigonal bipiramidal, atom pusat
ditempatkan pada pusat alas yang berimpit dan dikelilingi oleh lima atom lain
yang ditempatkan pada sudut-sudut trigonal bipiramidal. Dalam bentuk
molekul ini sudut ikatan tidak sama. Sudut ikatan yang terletak pada pusat
bidang datar segitiga masing-masing 120°, sedangkan sudut ikatan antara
bidang pusat dan titik sudut atas serta bawah bidang adalah 90°. Contohnya,
molekul PCl5.

1.7. Oktahedral
Oktahedral adalah bentuk yang memiliki delapan muka segitiga,
dibentuk dari dua buah limas alas segiempat yang berimpit. Suatu molekul
memiliki bentuk oktahedral jika tersusun dari tujuh atom. Atom pusat
ditempatkan pada pusat bidang segiempat yang berimpit. Enam atom lain

9
terletak pada sudut-sudut oktahedral. Sudut antar ikatan yang terbentuk sama
besar, yaitu 90°. Contohnya, molekul SF6 dan XeF6.

B. Bentuk Molekul Berdasarkan Teori Tolakan Pasangan


Elektron

Struktur Lewis dari suatu molekul merupakan struktur yang dapat


menggambarkan bagaimana posisi pasangan elektron yang mengelilingi
atom pusat, baik pasangan elektron yang berikatan (PEI), maupun pasangan
elektron yang tidak berikatan atau pasangan elektron bebas (PEB).

Pasangan-pasangan elektron ini saling tolak menolak. Untuk


menentukan bentuk molekul berdasarkan tolakan pasangan elektron di
sekitar atom pusat, ahli kimia mengemukakan suatu teori yang dikenal
dengan nama teori VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repul-sion).

Sebelum mempelajari bentuk molekul berdasarkan tolakan pasangan


elektron, coba lakukan kegiatan 2.1!

Teori Tolakan Pasangan Elektron


Sebagai analogi bentuk molekul berdasarkan teori tolakan
pasangan elektron cobalah membuat model bentuk-bentuk molekul
dengan balon.

Langkah-langkahnya:

1. Tiuplah 20 balon dengan ukuran hampir sama.

10
2. Buatlah ikatan balon, masing-masing 2, 3, 4, 5, dan 6 buah
balon. Ikatlah balon dengan ketat, sehingga satu sama lain
tolak menolak.
3. Amati bentuk geometris dari setiap ikatan dan gambar strukturnya.
Di dalam ikatannya balon-balon satu sama lain tolak-menolak membentuk
struktur seperti Gambar 2.1.

Jumlah balon menganalogikan jumlah elektron yang mengelilingi


atom pusat, bentuk-bentuk molekul bergantung dari jumlah pasangan
elektron yang tolak-menolak di sekitar atom.Pada prinsipnya menurut
teori VSEPR, masing-masing kelompok pasangan elektron yang
mengelilingi atom pusat akan menempati tempat sejauh mungkin dari
kelompok elektron yang lain untuk mengurangi gaya tolak dari elektron-
elektron tersebut.Kelompok pasangan elektron dapat berupa ikatan
tunggal, ikatan rangkap dua, dan ikatan rangkap tiga. Perhatikan Gambar
2.2.

Gambar 2.2 Pasangan elektron di sekeliling atom pusat

Di dalam klasifikasi VSEPR ada beberapa huruf yang


melambangkan atom pusat, atom yang mengelilingi atom pusat, dan
pasangan elektron bebas, yaitu: A = atom pusat

X = atom yang mengelilingi atom pusat

E = pasangan elektron bebas

Berbagai bentuk molekul berdasarkan teori tolakan pasangan elektron


dijelaskan sebagai berikut

11
1.Bentuk Molekul dengan Dua Pasangan Elektron di Sekitar Atom Pusat

Bagaimana bentuk molekul jika ada dua pasangan elektron di sekitar


atom pusat? Perhatikan Tabel 2.1.

Tabel 2.1 Bentuk molekul dengan dua pasangan elektron di sekitar atom
pusat

Dua pasangan elektron yang berada di sekitar atom pusat akan tolak-
menolak membentuk susunan elektron yang linier.

Catatan:

Pasangan elektron bebas pada Cl dan O tidak mempengaruhi bentuk


molekul, karena hanya pasangan elektron yang mengelilingi atom pusat
saja yang terlibat dalam pembentukan molekul.

12
2.Bentuk Molekul dengan Tiga Pasangan Elektron di Sekitar Atom Pusat

Ada molekul atau ion yang memiliki 3 kelompok pasangan elektron


di sekitar atom pusatnya. Bagaimana bentuknya? Contoh bentuk molekul
dengan tiga pasangan elektron di sekitar atom pusat dapat dilihat pada
Tabel 2.2. Tabel 2.2 Contoh bentuk molekul dengan tiga pasangan
elektron di sekitar atom pusat

13
Semua molekul atau ion yang memiliki empat pasangan elektron di
sekitar atom pusatnya akan membentuk struktur ruang elektron
tetrahedral

Catatan:

Jika ada 4 kelompok elektron yang mengelilingi atom pusat, maka gaya
tolak PEB – PEB > PEI – PEB > PEI – PEI. Bentuk Molekul dengan Lima
Pasangan Elektron di Sekitar Atom Pusat Semua molekul atau ion yang
atom pusatnya dikelilingi lima atau enam pasangan elektron biasanya atom
pusat tersebut berasal dari unsur periode ke-3 atau lebih dari 3.

3.Bentuk Molekul dengan Empat Pasangan Elektron di Sekitar Atom


Pusat
Bentuk molekul yang mungkin terjadi dari 4 pasangan elektron di sekitar
atom pusat yang terdiri dari PEB dan PEI dapat dilihat pada Tabel 2.3.

Tabel 2.3 Contoh bentuk molekul dengan empat pasangan elektron di


sekitar atom pusat.

14
4.Bentuk Molekul dengan Lima Pasangan Elektron di Sekitar Atom Pusat

Semua molekul atau ion yang atom pusatnya dikelilingi lima atau
enam pasangan elektron biasanya atom pusat tersebut berasal dari unsur
periode ke-3 atau lebih dari 3.Bentuk-bentuk molekul dengan 5 pasangan
elektron yang terdiri dari PEB dan PEI yang berbeda dapat dilihat pada
Tabel 2.4.

Tabel 2.4 Contoh bentuk molekul dengan lima pasangan elektron di


sekitar atom pusat

15
5.Bentuk Molekul dengan Enam Pasangan Elektron di Sekitar Atom
Pusat
Enam pasangan elektron yang mengelilingi atom pusat akan
membentuk struktur ruang elektron oktahedral.Bentuk-bentuk molekul
yang terjadi dari 6 pasangan elektron yang terdiri dari PEI dan PEB yang
berbeda dapat dilihat pada Tabel 2.5.

Tabel 2.5 Contoh bentuk molekul dengan enam pasangan elektron di


sekitar atom pusat.

Bentuk molekul dapat diramalkan dengan teori jumlah pasangan elektron


di sekitar atom pusat dan VSEPR. Langkah-langkahnya:Menentukan
struktur Lewis dari rumus molekul.

1. Menentukan jumlah pasangan elektron di sekeliling atom pusat,


pasangan elektron ikatan, dan pasangan elektron bebas.

16
2. Memprediksi sudut-sudut ikatan yang mungkin berdasarkan jumlah
kelompok elektron dan arah-arah yang mungkin akibat tolakan
pasangan elektron bebas.
3. Menggambarkan dan memberi nama bentuk molekul berdasarkan
jumlah PEI dan PEB.
Langkah-langkah tersebut diilustrasikan sebagai berikut.

CONTOH SOAL

1. Ramalkan bentuk molekul PF3


Penyelesaian:
Bentuk molekul PF3

Bentuk Lewis PF

• Jumlah pasangan elektron di sekeliling P = 4 pasang,3 PEI


1 PEB, klasifikasi VSERP: AX3E
• Bentuk molekul PF3 adalah piramidal trigonal dengan sudut F–
P–F < 109,5°

2. Ramalkan bentuk molekul dari BeCl2, NH3, COCl2

Penyelesaian

Molekul BeCl2, Struktur lewis BeCl2

17
Molekul NH3

Molekul COCl2
struktur lewis Bentuk molekul

18
LATIHAN SOAL
Ramalkan
Ramalkan bentuk
bentuk molekul berdasarkan teori pasangan elektron di sekitar
molekul
atom pusat pada molekul:
berdasarkan
teori pasangan
a. BClelektron
3 di c. XeF2

b. CClsekitar
4
atom d. SF6
pusat pada
molekul:

a. BCl3 c. XeF2
C. Bentuk Molekul Berdasarkan Teori Hibridisasi
Teori
b. jumlah
CCl4 pasangan elektron di d.
sekitar
SF6 atom pusat dapat
menjelaskan berbagai bentuk-bentuk molekul sesuai dengan eksperimen.
Ada lagi teori yang dapat menjelaskan bentuk molekul yaitu berdasarkan
bentuk orbital kulit terluarnya. Pada pembentukan molekul ini terjadi
penggabungan beberapa orbital suatu atom membentuk orbital baru yang
tingkat energinya sama atau orbital hibrid. Proses ini dikenal dengan
istilah hibridisasi.

Bagaimana terjadinya orbital hibrid pada beberapa molekul,


perhatikan uraian berikut!

1. Molekul PCl5 :

19
2. Molekul CH4

3. Molekul SF6

Bentuk molekul SF6 adalah oktahedral.

Bagaimana hibridisasi pada atom pusat yang mempunyai pasangan


elektron bebas? Perhatikan contoh berikut.

20
CONTOH SOAL

Molekul H2O memiliki dua pasangan elektron bebas.

2s 2p

Konfigurasi elektron terluar pada O :

Konfigurasi elektron pada H2O :

sp3

Orbital hibrid O = sp3, tetapi yang terikat dengan H hanya dua yaitu
yang memiliki elektron belum berpasangan. Bentuk molekul H2O adalah
V dan sudut ikatan 104,5rC.

Dari contoh di atas bentuk molekul berdasarkan teori hibridisasi


dapat dirangkum seperti pada Tabel 2.6.

Tabel 2.6 Bentuk molekul berdasarkan teori hibridisasi

LATIHAN SOAL
Ramalkan
bentuk molekul
berdasarkan
Ramalkan bentuk molekul berdasarkan teori hibridisasi dari:
teori pasangan
a. BHelektron
3 di
sekitar atom
b. CClpusat
4
pada
c. NHmolekul:
3

a. BCl3 c. XeF2
21
D. Gaya Antarmolekul
Atom-atom dapat bergabung akibat gaya tarik-menarik antar atom di
dalam molekul atau senyawa. Gaya yang terjadi antaratom bermacam-
macam sehingga terbentuk ikatan ion, ikatan kovalen, dan ikatan logam.Di
antara molekul-molekul pun dapat mengalami gaya tarik-menarik walaupun
sangat lemah. Gaya-gaya ini disebut gaya van der Waals yang terdiri dari
gaya dipol-dipol dan gaya dispersi. Selain gaya van der Waals ada gaya lain
yang disebut ikatan hidrogen. Gaya antarmolekul dapat mempengaruhi sifat
fisik molekul-molekul.

1. Gaya van der Waals


Gaya van der Waals dapat terjadi pada molekul-molekul polar dan
molekul-molekul nonpolar. Pada molekul-molekul polar disebut gaya dipol-
dipol, sedangkan pada molekul nonpolar disebut gaya dispersi (London).

a. Gaya Dipol-Dipol
Gaya yang bekerja antara molekul-molekul polar Arah Molekul Polar dalam
Padatan. Pada molekul hidrogen klorida, terjadi ikatan kovalen dengan
struktur Lewis sebagai berikut.

Atom klor lebih elektronegatif daripada hidrogen maka pasangan


elektron cenderung tertarik oleh Cl. Molekul HCl jadi memiliki dipol.

H+ H–
Hσ+ — Clσ+
H — C

Dua molekul yang masing-masing memiliki dipol akan selalu tarik-menarik


dengan posisi bagian (–) berdekatan dengan bagian (+).

+ – + –

22
Gaya dipol-dipol pada asam klorida HCl dapat digambarkan:

Gaya dipole-dipol pada molekul CH3Cl dapat ditinjukan pada gambar berikut

b. Gaya Dispersi (Gaya London)

Pada molekul-molekul nonpolar misalnya pada Cl2 atau Br2 elektron


tersusun dengan merata di antara atom-atom. Pada suatu saat, molekul
tersebut bisa memiliki dipol akibat gerakan elektron-elektron yang
menyebabkan elektron tersebut berada di dekat salah satu atom.Dipol yang
terjadi tidak permanen atau dipol sesaat, tetapi dapat menimbulkan gaya
tarik-menarik antar molekul-molekul nonpolar tadi. Gaya ini disebut gaya
London atau gaya dispersi yang diambil dari nama penemunya Fritz
London, ahli fisika Jerman yang menjelaskan dasar mekanika kuantum pada
gaya tarik-menarik.

Terjadinya gaya London dapat digambarkan sebagai berikut.

A. Molekul Cl2 yang nonpolar

B. Dipol sesaat terjadi antar Cl2 yang berdekatan

C. Susunan molekul-molekul Cl2 yang terjadi karena gaya London

23
Gaya London pada molekul non polar.

Gaya London sangat lemah, tetapi dapat bertahan sehingga


antarmolekul dapat mengalami tarik-menarik.Kekuatan gaya London akan
bertambah jika jumlah elektron pada molekul makin banyak. Akibatnya
titik didih senyawa makin tinggi.Tabel titik didih halogen dan gas mulia (K)
dapat dilihat pada Gambar 2.4.Dari F2 ke I2 jumlah elektron makin banyak
maka titik didih dari F2 ke I2 makin besar. Begitu pula pada gas mulia titik
didih dari He ke Xe makin besar. Gaya London sangat lemah, dan akan
bertambah jika jumlah electron dalam molekul bertambah banyak.akibatnya
titik didih makin tinggi.

E.Ikatan Hidrogen

Ikatan hydrogen adalah ikatan antara atom hydrogen dengan unsur


yang sangat elektronegatif yaitu unsur F, O, N . hal ini tercermin dari kenaikan
titik didih yang mencolok pada senyawa tersebut misalnya pada NH3, H2O.
seperti gambar berikut

a. Ikatan hydrogen pada molekul air

24
Gambar 2.5 Grafik titik didih hidrida golongan VIA

Air termasuk senyawa polar, karena memiliki dipol pada setiap


molekulnya. Antarmolekul polar terjadi gaya tarik-menarik yang
menyebabkan titik didih air tinggi.Gaya antar molekul air digambarkan
seperti Gambar 2.6.

Pada molekul air, oksigen lebih elektronegatif daripada hidrogen.


Oksigen yang bersifat cenderung negatif dapat pula menarik hidrogen yang
cenderung bermuatan positif dari molekul air yang lain sehingga antar
molekul-molekul air terjadi tarik-menarik. Ikatan yang terjadi disebut ikatan
hidrogen.

b. Ikatan Hidrogen pada molekul HF

Ikatan ini terjadi karena atom F jauh lebih elektronegatif disbanding atom
H.Perhatikan gambar berikut.

25
Dari grafik-grafik tersebut yang menggambarkan titik didih hidrida
golonganVA, VIA, dan VIIA terlihat bahwa NH3, H2O, dan HF mempunyai
titik didih yanglebih tinggi dari hidrida yang segolongannya. Hal ini
disebabkan oleh adanya ikatan hidrogen di antara molekul-molekulnya.

LATIHAN SOAL 2.3

Selesaikan soal-soal berikut!

1. Apa yang dimaksud dengan ikatan hidrogen?


2. Gambarkan ikatan hidrogen pada NH3!

INFO KIMIA

Gaya antar molekul

Antar molekul-molekul air membentuk ikatan hidrogen. Air mendidih


pada temperatur di atas 100rC di dalam pressure cooker dan mendidih
pada temperatur di bawah 100rC di pegunungan yang sangat tinggi.

26
RANGKUMAN

1. Bentuk molekul dapat diramalkan berdasarkan teori tolakan


pasangan elektron dan teori hibridisasi.
2. Berdasarkan teori tolakan pasangan elektron di sekitar atom
pusat bentuk molekul adalah sebagai berikut.
a Jika ada dua pasang elektron ikatan di sekitar atom
pusat maka bentuk molekulnya adalah linier.
b Jika ada empat pasang elektron ikatan membentuk 2
ikatan rangkap di sekitar atom pusat maka bentuk
molekulnya adalah linier.
c Jika ada tiga pasang elektron ikatan di sekitar atom
pusat maka bentuk molekulnya adalah segitiga planar.
d Jika ada empat pasang elektron ikatan di sekitar atom
pusat maka bentuk molekulnya adalah tetrahedral.
e Jika ada lima pasang elektron ikatan di sekitar atom
pusat maka bentuk molekulnya adalah bipiramidal
trigonal.
f Jika ada enam pasang elektron ikatan di sekitar atom
pusat maka bentuk molekulnya adalah oktahedral.

27
3 Adanya pasangan elektron bebas di sekitar atom pusat
akan mempengaruhi bentuk molekul.
4 Berdasarkan teori hibridisasi bentuk molekul adalah
sebagai berikut.
a. Untuk orbital hibrida sp bentuk molekul adalah
linier.
b. Untuk orbital hibrida sp2 bentuk molekul adalah
segitiga planar.
c. Untuk orbital hibrida sp3 bentuk molekul adalah
tertrahedral.
d. Untuk orbital hibrida dsp3 bentuk molekul
adalah bipiramidal trigo-nal.
e. Untuk orbital hibrida d2sp3 bentuk molekul adalah
oktahedral.
5. Gaya van der Waals dapat berupa gaya dipol-dipol dan
gaya London atau gaya dispersi.
6. Gaya dipol-dipol adalah gaya antara molekul-molekul
polar sedangkan gaya London terjadi antara molekul-
molekul nonpolar akibat dipol sesaat.
7. Kekuatan gaya London akan bertambah jika jumlah
elektron pada molekul makin banyak dan titik didih
akan makin tinggi.
8. Ikatan hidrogen terjadi diantara molekul-molekul yang
mengandung hidrogen dan unsur yang sangat
elektronegatif seperti O, N, dan F.
9. Ikatan hidrogen menyebabkan titik didih senyawa menjadi
tinggi.

28
GLOSARIUM

Alkohol :
1. Berasal dari istilah Arab:al-kuhul (sesuatu yang mudah menguap).
2. Minuman yang mengandung alkohol.
3. Sebutan umum (sehari-hari) untuk etanol atau etil-alkohol.
4. Beberapa senyawa yang serupa dengan etanol dalam hal sifat atau adanya
gugus hidroksil, -OH sebagai nama golongan. Golongan alkohol mencakup:
alkanol, alkandiol, alkantriol, alkohol polihidroksi.
Amina : Senyawa organik sebagai turunan dari amoniak, NH3 yakni dengan
penggantian satu atau lebih atom H dari NH3 oleh gugus R (alkil atau aril).
Asam karboksilat : Asam organik yang mempunyai hanya sebuah gugus
karboksil, -COOH (sebagai gugus fungsinya) dengan rumus umum R-COOH
dimana R dapat berupa gugus H, alkil, atau gugus aril.
Atom : Partikel terkecil dari suatu unsur.
Benzena : Senyawa siklik yang mempunyai rumus molekul C6H6
Dipol : Dua kutub muatan listrik yang besarnya sama tetapi berlawanan tanda
yang terpisah pada jarak yang amat kecil, biasanya terjadi pada molekul polar.
Dipol sesaat : Getaran dan pergerakan elektron dapat meyebabkan pergeseran
awan elektron dalam molekul.
Elektron : Partikel subatom, bermuatan listrik negatif, memiliki massa 9,11 x
10 -31 kg.
Elektronegatif :
1. Lebih memiliki sifat bukan logam.
2. Menunjukkan bahwa suatu atom unsur stabil berada sebagai ion negatif
dengan cara mengikat elektron.
3. Menunjukkan bahwa suatu atom di dalam molekulnya bermuatan lebih
negatif dari atom yang diikatnya.
Gaya : Sesuatu yang dapat menggerakan benda diam, atau
mempercepat/memperlambat benda yang bergerak dengan arah tertentu.

29
Gaya antarmolekul : Gaya yang bekerja untuk mengikat antar molekul
kovalen.
Gaya dipol-dipol : Gaya yang terjadi pada molekul-molekul yang mempunyai
dipol permanen atau molekul polar
Gaya imbas : Gaya yang terjadi bila terdapat molekul dengan dipol permanen
berantar aksi dengan molekul dipol sesaat.
Gaya London atau dispersi : Gaya yang terjadi karena tarikan lemah yang
disebabkan oleh dipol imbasan sekejap atau sesaat.
Gaya Van der Walls : Gaya tarik dan gaya tolak yang lemah yang bekerja di
antara molekul-molekul gas.
Glukosa : Salah satu tipe monosakarida dengan rumus molekul C6H12O6,
padatan kristal berwarna putih dan berasa manis.
Ikatan hidrogen : Gaya lemah antar molekul yang menghubungkan antara
atom hidrogen dari suatu molekul dengan atom elektronegatif pada molekul
lain
Ikatan intramolekul : Ikatan yang terjadi antara atom-atom dalam molekul
yang sama.
Ikatan intermolekul : Ikatan yang terjadi antara atom-atom dalam molekul
yang berbeda.
Ikatan ion :
1. Ikatan yang terbentuk antara atom berelektropositif tinggi dan atom
berafinitas elektron tinggi
2. Ikatan yang terbentuk antara ion positif (atom yang mudah melepaskan
elektron) dan ion negatif (atom yang mudah mengikat elektron).
Ikatan kovalen : Ikatan yang terjadi karena pemilikan bersama pasangan
elektron. Ikatan yang merupakan sumbangan dari kedua atom atau salah satu
atom yang berikatan.
Kelarutan : Daya larut suatu zat di dalam sejumlah pelarut pada suhu dan
tekanan tertentu.
Massa molekul relatif : Massa keseluruhan sebagai hasil penjumlahan dari

30
massa atom relatif dari atom-atom yang membentuk molekul itu.
Molekul :
1. Hasil penggabungan 2 atau lebih atom secara kimia.
2. Partikel terkecil dari senyawa atau unsur poliatom.
Molekul kovalen : Molekul yang terbentuk melalui iakatan kovalen. Ada 2
tipe molekul kovalen yaitu molekul non polar dan molekul polar.
Molekul non polar : Molekul kovalen yang bersifat tidak polar atau tidak
memiliki kutub muatan listrik.
Molekul polar : Molekul kovalen yang bersifat polar atau memiliki kutub
muatan listrik sebagai akibat adanya perbedaan keelektronegatifan atau
resultan momen dipolnya tidak nol.
Momen dipol : Adalah hasil kali muatan dan jarak antara kedua atom yang
berikatan.
Senyawa :
1. Zat yang bersifat tunggal dapat terurai secara kimia menjadi zat-zat yang
lebih sederhana.
2. Zat yang terdiri dari molekul-molekul yang terbentuk dari 2 atau lebih unsur
beda jenis.
Simetris : Sifat dari bentuk atau pola geometri sebuah struktur molekul atau
objek lain yang jika dilakukan operasi tertentu akan diperoleh struktur semula.
Tekanan uap : Tekanan yang dihasilkan oleh zat cair atau zat padat.
Titik didih :
Suhu dimana tekanan uap cairan atau zat cair sama dengan tekanan udara luar.

31
KATA KUNCI

• Bentuk molekul • Gaya van der Waals

Tolakan pasangan
• elektron • Gaya dipol-dipol

• PEB • Gaya Dispersi

• PEI • Gaya London

• Hibridisasi • Ikatan hidrogen

• VSEPR

EVALUASI AKHIR BAB

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar.

1. Molekul yang di sekeliling atom pusatnya terdapat 4 pasangan


elektron ikatan akan membentuk susunan ruang elektron . . . .
A. linier

B. tetrahedral

C. piramida trigonal

D. piramida segiempat

E. oktahedral

2. Pasangan yang memiliki bentuk molekul sama adalah . . . .


A. BeCl2 dan H2O
B. BF3 dan NH3
C. CO2 dan SO2
D. CH4 dan XeF4
E. BCl3 dan BF3

32
3. Bentuk molekul SF6 adalah . . . .
A. planar
B. oktahedral
C. heksagonal
D. piramidal
E. tetrahedral

4. Pada XeF4 terdapat 6 kelompok elektron yang mengelilingi Xe.


Enam kelompok elektron tersebut terdiri dari . . . .
A. 6 PE
B. 5 PEI dan 1 PEB
C. 4 PEI dan 2 PEB
D. 3 PEI dan 3 PEB
E. 2 PEI dan 4 PEB

5. Bentuk molekul bipiramidal trigonal memiliki orbital hibrida . . . .

A. sp2 D. sp3d

B. sp3 E. s2p2d

C. sp2d2

6. Orbital hibrida sp3d2 terjadi pada molekul yang memiliki bentuk . . . .


A. tetrahedal
B. bipiramidal trigonal
C. oktahedral
D. segiempat

33
7. Molekul yang memiliki dipol adalah . . . .
A. H2 D. CO2
B. Cl2 E. H2O
C. CH4

8. Gaya dipol-dipol pada 3 molekul HCl dapat digambarkan . . . .


A. H – Cl . . . H – Cl . . . Cl – H
B. H – Cl . . . Cl – H . . . Cl – H
C. H – Cl
Cl – H . . . H – Cl

D. Cl . . . Cl . . . Cl

H H H

E. H – Cl . . . H – Cl . . . H – Cl

9. Gaya London dapat terjadi karena adanya tarik-menarik antara . . . .


a. ion positif dan ion negatif pada molekul
b. molekul-molekul polar yang berbeda
c. dipol-dipol sementara pada molekul nonpolar
d. unsur-unsur elektronegatif antar molekul polar
e. dipol-dipol permanen pada molekul nonpolar

10.HF mempunyai titik didih lebih tinggi daripada HCl sebab . . . .


a. molekul HF lebih besar daripada HCl
b. molekul HF polar sedangkan HCl ikatan kovalen
c. ikatan pada HF adalah ikatan ion pada HCl ikatan kovalen
d. HF cair memiliki ikatan hidrogen HCl tidak
e. ukuran HF lebih kecil daripada ukuran HCl

34
11. Ikatan hidrogen paling lemah terdapat pada molekul . . . .
A. HF D. HCl

B. H2O E. HI

C. NH3

12.Titik didih Kr lebih tinggi daripada titik didih Ne sebab . . . .


a. jumlah elektron yang mengelilingi Ne lebih banyak
b. Mr Kr lebih kecil daripada Ne
c. Kr berwujud padat sedangkan Ne gas
d. Kr dapat membentuk molekul diatomik
e. Kr lebih elektronegatif daripada Ne

13. Pernyatan berikut yang benar mengenai ion jika diketahui nomor atom
P = 15 dan O = 8 adalah . . . .
A. Tidak mempunyai PEB

B. Notasi VSEPR nya adalah


C. Bentuk molekulnya linier
D. Mempunyai pasangan elektron ikatan 3
E. jumlah pasangan elektron pada semua atom adalah 14

14.Antarmolekul berikut terjadi ikatan hidrogen ....


(1) CH3CH3 (3) HCl
(2) HCN (4) CH3COOH
Pernyataan yang benar ....
a. 1, 2, 3
b. 1, 2
c. 2, 4
d. 4
e. 1, 2, 3, 4

35
15..Molekul molekul yang memiliki Mr yang sama, memiliki titik
didih lebih rendah apabila ....
a. Hanya memiliki gaya london
b. Hanya memiliki gaya polaritas
c. Hanya memiliki gaya gravitasi
d. Hanya memiliki gaya London dan gaya polaritas
e. Hanya memiliki gaya London dan gaya gravitasi

16. Titik didih alkohol (R - OH) lebih tinggi daripada titik didih
molekul eter (R - O - R) walaupun rumus molekulnya sama. Hal ini
terjadi karena . . . .
a. Alkohol berwujud cair pada suhu kamar
b. Alkohol merupakan senyawa polar
c. Alkohol dapat bercampur baik dengan air
d. Antar molekul alkohol terdapat ikatan hidrogen
e. Reaksi alkohol dengan logam menghasilkan senyawa alkohol

17. Pada suatu percobaan, air ( ) yang keluar dari biuret dapat
dibelokkan oleh batang logam bermuatan. Sementara itu larutan
tidak dibelokkan. Hal ini terjadi karena . . . .
a. Pasangan electron dalam ikatan kovalen tertarik lebih
kuat ke salah satu atom
b. Pasangan electron dalam ikatan kovalen tertarik sama
kuat
c. Bersifat polar, sedangkan bersifat nonpolar
d. Distribusi muatan senyawa simetris
e. Distribusi muatan tidak seimbang

36
18. Pernyataan yang tepat mengenai perbandingan kekuatan gaya
Van Der Waals dengan ikatan hidrogen yaitu . . . . .
a. Gaya Van Der Waals = Ikatan Hidrogen
b. Gaya Van Der Waals < Ikatan Hidrogen
c. Gaya Van Der Waals > Ikatan Hidrogen
d. Gaya Van Der Waals dan Ikatan Hidrogen tidak dapat diukur
e. Gaya Van Der Waals tidak dapat dibandingkan dengan Ikatan
Hidrogen
19. Polarisabilitas paling mudah terjadi pada molekul yang
memiliki . . . . .
a. Massa molekul relative kecil dan bentuk molekulnya
panjang (lonjong)
b. Massa molekul relatifnya besar dan bentuk molekulnya
panjang (lonjong)
c. Massa molekul relatifnya besar dan bentuk molekulnya simetris
d. Massa molekul relatifnya kecil dan bentuk molekulnya simetris
e. Semakin rendah titik didih dan titik lelehnya

20. Diketahui nomor atom unsur A = 6, B = 8, C = 11, D = 17 dan


E = 19. Pasangan unsur yang dapat membentuk senyawa kovalen
nonpolar adalah . . . . .
a. A dan C
b. A dan D
c. B dan C
d. C dan D
e. D dan E

37
B. Selesaikan soal-soal berikut dengan jelas dan singkat.
1. Jelaskan prinsip teori VSEPR!
2. Ramalkan bentuk molekul dari CCl4 dan SCl4, gambarkan struktur
Lewisnya, klasifikasi VSEPR, dan bentuk molekulnya!
3. Jelaskan kekuatan gaya tolak dari PEB-PEB, PEI-PEB, dan PEI-PEI
yang mengelilingi atom pusat pada struktur ruang elektron
tetrahedral.
4. Jelaskan dengan gambar gaya dipol-dipol pada CHCl3!
5. Jelaskan bagaimana terjadinya ikatan hidrogen pada etanol,
gambarkan ikatan hidrogen yang terjadi!

38
TUGAS AKHIR

Buatlah model bentuk molekul dari bahan-bahan yang tersedia di


rumahmu, misalnya:

1. Kawat untuk penyangga.


2. Styrofoam, kertas koran, perca kain atau bahan lain untuk
menggambarkan tolakan pasangan elektronnya.

39
DAFTAR PUSTAKA

Sunarya, Y. dan A. Setiabudi. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Kimia 2 : Untuk
Kelas XI Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Program Ilmu
Pengetahuan Alam. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional, Jakarta. p. 250.

http://c/Users/f/Downloads/Chapter%205%20Gaya%20Antarmolekul.pdf

Mulyono HAM., 2006, Kamus Kimia, cet pertama, Bumi Aksara.


Parning, Marlan, & Mika., 2002, Penuntun Belajar Kimia Untuk Kelas 3
Sekolah Menengah Umum Semester Pertama Pendekatan Nkurikulum
Berbasis Kompetensi,Yudhistira.
Retnowati, Priscilla., 2004, Seribu Pena Kimia SMA Kelas XI, jilid 2,
Erlangga.
Sudarmo, Unggul., 2007, Kimia SMA 2 untuk SMA Kelas XI, PHiβETA.

40
41
42
43