Anda di halaman 1dari 1

Play is the bussiness of early childhood.(Papalia, Olds, and Feldman, 2006).

A main ingredient of any


infant or toddler program should be play. Early childhood educators have long recognized play as vital to
gowth and learning ( Mena, J.G. and Eyer, D.W., 2001). Bermain adalah HAK ANAK, sesuai dengan
konvensi PBB mengenai hak anak yang sudah diratifikasi oleh pemerintah Indonesia tahun 1990.

Dari pernyataan-pernyataan di atas, maka patut diketahui dan dicamkan oleh para pendidik maupun
orangtua, bahwa dunia kerja anak adalah bermain, melalui bermain anak-anak ini dapat mempelajari
berbagai objek maupun peristiwa, yang ada dan berlangsung di sekelilingnya, tanpa merasa dirinya
dipaksa untuk belajar. Bermain adalah kegiatan yang menyenangkan, sehingga anak akan melakukannya
dengan emosi gembira, bahagia. Dengan sendirinya, melalui kegiatan bermain yang menyenangkan,
anak lebih mudah mempelajari dan menyerap banyak hal. Selain itu, belajar, akan menghasilkan
perubahan kemampuan dan perilaku. Kegiatan belajar sebenarnya bukan hanya bersangkut paut dengan
bidang akademis saja, tetapi juga hal-hal yang non akademis, seperti life skills, olahraga, seni, dll.

Sebagian besar anggota masyarakat masih memandang bermain sebagai kegiatan yang membuang-
buang waktu, tidak ada manfaatnya. Anggapan ini SALAH BESAR karena sebenarnya melalui bermain
aspek perkembangan fisik (kesehatan, kekuatan otot tubuh), ketrampilan motorik (gerakan tubuh,
ketrampilan jari-jemari); perkembangan kognitif (atensi, konsentrasi, daya ingat, daya nalar, bahasa,
mengenali dan memahami berbagai konsep dasar sebagai cikal bakal mempelajari matematika,
membaca, menulis, dll); perkembangan sosial dan emosional (bersosialisasi dengan teman sebaya,
tenggang rasa, peduli pada dan bekerjasama dengan orang lain, ketekunan, tidak mudah menyerah,
kendali diri, memecahkan masalah, dll); dapat ditumbuhkan dan ditingkatkan.