Anda di halaman 1dari 24

SILABUS

NAMA SEKOLAH : SMK NEGERI 1 MANDAU KOMPETENSI KEJURUAN : Menerapkan Design Interior Bangunan
MATA PELAJARAN : KOMPETENSI KEJURUAN KODE KOMPETENSI : 004.KK.018 A
KELAS/SEMESTER : XI / 1 ALOKASI WAKTU : 4 X 45 menit
ALOKASI
KOMPETENSI MATERI KEGIATAN SUMBER
INDIKATOR PENILAIAN WAKTU
DASAR PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN BELAJAR
TM PS PI

1. Mendiskripsikan  Pengertian interior  Pengertian interior Menjelaskan : Test Tertulis 2 0  Bentuk ruang
desain interior dijelaskan  Pengertian desain interior  Pengertian interior dan susunannya
 Desain interior dijelaskan  Pengertian desain interior - FRANCIS DK
CHING
2. Menjelaskan  Gaya desain interior  Gaya desain interior Menjelaskan : Test Tertulis 3 0  Data Arsitek –
konsep dan gaya dijelaskan  Konsep desain interior  Gaya desain interior Ernest Neufert
desain interior  Konsep desain interior  Konsep desain interior
bangunan dijelaskan
3. Menentukan  Komposisi bentuk interior  Penetapan komposisi Menjelaskan cara menetapkan Test Tertulis 4 4
komposisi bentuk dijelaskan bentuk interior komposisi bentuk interior
interior bangunan  Komposisi bentuk interior
dipilih
4. Membuat desain  Konsep desain interior  Konsep desain interior  Membuat konsep desain Pengamatan 11 10
interior pada ruang dibuat  Desain interior interior
 Desain interior digambar  Menggambar desain interior
TOTAL 20 7 (14)
NAMA SEKOLAH : SMK NEGERI 1 MANDAU KOMPETENSI KEJURUAN : Menerapkan Design Eksterior Bangunan
MATA PELAJARAN : KOMPETENSI KEJURUAN KODE KOMPETENSI : 004.KK.019 A
KELAS/SEMESTER : XI / 1 ALOKASI WAKTU : 4 X 45 menit
ALOKASI
KOMPETENSI MATERI KEGIATAN SUMBER
INDIKATOR PENILAIAN WAKTU
DASAR PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN BELAJAR
TM PS PI
1. Mendiskripsikan  Pengertian eksterior  Pengertian eksterior Menjelaskan : Test Tertulis 2 0  Bentuk ruang
desain eksterior dijelaskan  Pengertian desain  Pengertian eksterior dan susunannya
 Desain eksterior dijelaskan eksterior  Pengertian desain eksterior - FRANCIS DK
2. Menjelaskan  Gaya desain eksterior  Gaya desain eksterior Menjelaskan : Test Tertulis 3 0 CHING
konsep dan gaya dijelaskan  Konsep desain eksterior  Gaya desain eksterior  Data Arsitek –
desain eksterior  Konsep desain eksterior  Konsep desain eksterior Ernest Neufert
bangunan dijelaskan
3. Menentukan  Komposisi bentuk eksterior  Penetapan komposisi Menjelaskan cara menetapkan Test Tertulis 4 4
komposisi bentuk dijelaskan bentuk eksterior komposisi bentuk eksterior
eksterior bangunan  Komposisi bentuk eksterior
dipilih
4. Membuat desain  Konsep desain eksterior  Konsep desain eksterior  Membuat konsep desain Pengamatan 11 10
eksterior pada dibuat  Desain eksterior eksterior
ruang  Desain eksterior digambar  Menggambar desain
eksterior
TOTAL 20 7 (14)
NAMA SEKOLAH : SMK NEGERI 1 MANDAU STANDAR KOMPETENSI : Menerapkan Material Finishing Bangunan
MATA PELAJARAN : KOMPETENSI KEJURUAN KODE : 004.KK.011.A
KELAS / SEMESTER : XI / 1 – 2 ALOKASI WAKTU : 8 X 45 menit
ALOKASI
KOMPETENSI MATERI KEGIATAN WAKTU SUMBER
INDIKATOR PENILAIAN
DASAR PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN BELAJAR
TM PS PI

1. Mendeskripsikan Pengertian finishing Pengertian Finishing Menjelaskan Pengertian Tes tertulis 6 2 -


material finishing pada bangunan pada bangunan Finishing pada Pengamatan (4)
bangunan dijelaskan Macam-macam material bangunan
Material finishing finishing bangunan Menguraikan macam-
bangunan diuraikan macam material
finishing bangunan
2. Mendeskripsikan Pengertian material Pengertian material Menjelaskan pengertian Tes tertulis 9 3
finishing material finishing interior dan finishing Interior dan finishing material Pengamatan (6)
interior dan eksterior eksterior dijelaskan ekterior Interior dan ekterior
bangunan Syarat-syarat material Syarat-syarat material Menjelaskan syarat-
interior disebutkan interior dan eksterior syarat material :
Macam-macam Macam-macam material o interior
material finishing finishing interior dan o eksterior
interior disebutkan eksterior Menjelaskan macam-
Syarat-syarat material macam material
ekterior disebutkan finishing :
Macam-macam o interior
material finishing o eksterior
ekterior disebutkan
5
TOTAL JAM 15 -
(10)
PEMERINTAH KABUPATEN BENGKALIS
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 MANDAU
Jl. Pipa Air Bersih Telp/Fax. (0765) 7034408.Website : www.smk1mandau. sch.id
e-mail : smkn_1duri@yahoo.co.id

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah : SMKN 1Mandau


Mata Pelajaran : Menerapkan Desain Interior Bangunan
Kelas/Semester : XII GB / 1
Pertemuan ke :1
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit
Standar Kompetensi : 15. Menerapkan desain interior bangunan
Kompetensi Dasar : 15.1. Mendeskripsikan desain interior

Indikator : - Pengertian interior dijelaskan


- Desain interior dijelaskan
- Gaya desain interior dijelaskan
- Konsep desain interior dijelaskan

I. Tujuan Pembelajaran :
A. Nilai Akademik
1. Siswa dapat menjelaskan pengertian interior dengan baik dan benar
2. Siswa dapat menjelaskan desain interior dengan baik dan benar
3. Siswa dapat menjelaskan gaya desain interior dengan baik dan benar
4. Siswa dapat menjelaskan konsep desain interior dengan baik dan benar
B. Nilai Karakter
1. Menanamkan nilai religius
2. Menanamkan nilai kreatif
3. Menanamkan nilai rasa ingin tahu
4. Menanamkan nilai disiplin
5. Menanamkan nilai tanggung jawab
II. Materi Pembelajaran

Desain Interior

PERISTILAHAN / GLOSARIUM
Dekoratif : Bersifat menghias;

Grafis : Gambar

Esensial : Inti utama

Lugas : Jelas

Kamuflase : Penyesuaian warna dengan warna disekitarnya

Void : Ruang Tebuka atau kosong

Masiv : Bermuatan sangat besar

Etnic : Budaya

Artefak : Peninggalan sejarah berupa kerajinan tangan

Gotik : Suatu gaya bangunan Inggris Raya

Atrium : Ruang luas dalam bangunan

Fee : Upah

Eksterm : Curam
KEGIATAN BELAJAR I

SEJARAH DESAIN INTERIOR DAN EKSTERIOR

(HISTORY OF INTERIOR AND EKSTERIOR DESIGN)

A. SEJARAH DESAIN INTERIOR (THE HISTORY OF INTERIOR DESIGN)

Tidak diketahui secara pasti darimana sejarah desain interior dimulai. Akan tetapi
dengan begitu banyaknya ditemukan bukti-bukti besar yang menunjukkan keberadaan dari
penerapan ilmu desain interior di sepanjang sejarah peradaban manusia, maka sejarah desain
interior dapat dilacak keberadaannya. Artefak-artefak yang ditemukan merupakan gambaran
riil dari peradaban saat itu. Dari sini terlihat bahwa setiap kebudayaan memiliki pola
perkembangan yang masing-masing berbeda. Setiap peradaban mengembangkan seni
arsitektur, gaya furnitur dan asesoris ruang berdasarkan ketersediaan bahan di wilayah
geografis masing-masing atau didapatkan dari perdagangan dan tersedianya tenaga kerja yang
murah. (No body knows when and where history of interior and eksterior was started, but it’s
found many proof about human culture that using interior and eksterior design to stake out
their building. The Artefaks was found be a real proof of human culture, we can conclude
from this proof that it have a special culture for each human culture. The expantion of
architectural, furniture style, and room acessoris are given from what materials aviable there,
comercial relation, or existing of human resources)

Mesir, Yunani dan Romawi telah mencapai peradaban yang tinggi pada era kuno
(ancient era), merupakan peradaban yang ditandai dengan adanya kelompok elit, banyaknya
sumber daya manusia yang murah serta memiliki tradisi relijius yang mendorong timbulnya
ketrampilan artistik dan keinginan untuk mendapatkan keabadian/immortality melalui
bangunan-bangunan dan harta bendanya. (Wealle, 1982:199). (Egypt, Yunani and Romawi
was completly achieving human culture in ancient area, this ancient area can decided by
existed of elite group, many cheap human resources that have a religeous tradition that
motivated architectural skill and expectation to be immortal from their building and their
wealthy ) (Wealle, 1982:199).
Peradaban Mesir, Yunani dan Romawi dapat dijadikan sebagai titik tolak pada
perkembangan desain interior karena karya-karya seni dan desain yang diciptakan pada masa
itu masih sangat mempengaruhi bentuk-bentuk furnitur, arsitektur dan benda-benda seni pada
masa kini.( Egypt, Yunani and Romawi’s culture to be axis of expansion from interior design
cause their art and their design still influence the shape of furniture,architecture and art object
nowdays)

1. Perkembangan di Mesir (Egypt’s Expansion)

Untuk mengetahui sejarah perkembangan desain interior dapat dirunut dari


perkembangan yang terjadi pada peradaban Mesir Kuno. Banyak seni tradisi yang berawal
dari Mesir karena bangsa Mesir Kuno memiliki ketrampilan kekriyaan (craftmanship) tinggi,
yang mampu membuat berbagai produk seni yang indah meski dengan peralatan yang
terbatas. Seni inlay pada furnitur merupakan penemuan yang berharga yang hingga kini tetap
digunakan, selain itu orang Mesir adalah penenun yang handal serta pembuat furnitur yang
hebat, menggunakan sambungan konstruksi yang sampai sekarang lazim digunakan yaitu
konstruksi dovetail, mortise dan tenon. (Aronson, 1965:312).(to know about history of
interior design can be founded from expansion of ancient egypt. Many art traditons started
from egypt cause the person of ancient egypt have a high craftmanship,it’s mean they can
being creative swan song altough using simple tools. Furniture inlay art is a valuable arts,
nowdays this art till existed, more of this, egypt person are good weaver and carpenter, using
a construction join that using till now, like dovetail, mortise dan tenon constructions)
(Aronson, 1965:312).

Tumbuhan yang tumbuh di daerah Mesir waktu itu memberi inspirasi desain yang
diterapkan sebagai motif ornamen, berupa stilasi bunga papyrus, lotus lili, dan palem, yang
disusun secara sistematis dan terkesan kaku. (the ornamen design in egypt inspirated by
plants that grow in these area, like sitation papyrus flower, lotus lily, an palme, that arranged
sistematicly and stiffly seen)

Istana di Mesir sebagai tempat tinggal pharoah (Raja Mesir) berukuran besar, terdiri
atas ruang-ruang yang rumit, merupakan suatu ruang tertutup yang terdiri atas banyak ruang-
ruang kecil yang mengelilingi halaman terbuka yang luas. Perhatian utama bangsa Mesir
pada kehidupan setelah mati waktu itu mengakibatkan seni bangunan tempat tinggal kurang
mendapat perhatian, sehingga rumah-rumah penduduk dan pertokoan pada umumnya hanya
berbentuk sederhana, dengan atap datar dan celah kecil untuk jendela sebagai jalan masuk
sinar matahari. Interior rumah pada waktu itu hampir sama, yakni terdiri atas ruang publik
yang luas dengan dua atau tiga kamar tidur dan dapur. (Wealle, 1982).(the palace of egypt
where pharoah (queen of egypt) stay is very giant palace, consist of painstaking rooms, it’s a
closed room that have many little room rounded a squere garden. The believe of egypt human
to the life after dead had an effect on attention of building art, so that building archiecture
look like loose ends, just like a very simply bulding with flat roof and a port like windows
used to get sunlight. Almost building in these era consist of large public area with two or
more bedrooms and kitchen ) (Wealle, 1982)

Perhatian pada life after death membuat konsentrasi yang sangat besar diberikan pada
bangunan-bangunan makam dan kuil. Piramida, merupakan bangunan makam yang sangat
terkenal. Imhotep adalah seorang arsitek yang membangun piramid yang pertama di Sakkara
yang tersusun dari blok-blok batu limestone yang dikaitkan satu sama lain dengan presisi
yang sangat tepat. Meski setelah itu dibangun piramid terbesar di Gizeh, tapi Imhotep tetap
dipuja bagaikan dewa, bahkan hingga berabad-abad setelah kematiannya. Arsitektur dan
interior di dalam piramida menggambarkan bahwa bangsa Mesir pada saat itu telah memiliki
kemampuan teknik yang sangat hebat.(the attention of the life after death bring a huge
attention to grave and temple. Pyramid is a famous grave in the world, Imhotep is an architec
whose built up the first pyramid in Sakkara it’s made from many stone cubes limestone that
perfecly bended each to another. Altough Imhotep’s pyramid isn’t the big one in Gezeh, but
people still awing his name, morover more than a century after his death. The pyramid’s
architecture and interior are symbolize of egypt people that have a whale of skill and
technique by the time)

2. Perkembangan di Yunani ( 650-30 B.C.) (Yunani’s Expansion ( 650-30 B.C.))

Seni di Yunani merupakan bagian dari jiwa. Keindahan diujudkan dengan proporsi
yang indah dan garis-garis yang lembut. Arsitektur Yunani hampir seluruhnya difokuskan
pada bangunan kuil dan bangunan umum (public bulding). Hampir seluruh aspek kehidupan
orang Yunani pada saat itu baik di bidang seni, arsitektur maupun kepustakaan, memiliki
kepentingan relijius, bahkan kegiatan sekuler seperti teater dan Olympic Games pun
dikembangkan dari suatu upacara sakral.(Yunani’s art is a part of spirit. Art graciously soft
lines witha a perfect proportion, Almost yunani’s architecture centered at tample and public
buiding. And almost of life aspect of yunani’s people have a good taste of art, architecture,
and literature, all of these consist religeous interest, moreover the sekuler activity like teater
and olympic games existed from a sacred ceremony )
Teater terbuka Epidauros terletak
di bagian timur Peloponnesos,
merupakan teater terbuka yang paling
baik akustiknya. Dari teater
semacam ini kita memperoleh istilah
“teater Proskenium” dari
“proskenion” yang ada di depan “skene”
. (Soedarso, 2007).(Outdoor
Epidauros theater located at Gambar 2.1 Teater Terbuka Epidauros western
Peloponnesos, is the most excelent acustic theater, from these theater we knows about
Sumber: http://wikimedia.com
“Proskenium theater” from “proskenion” in the front of “skene” .) (Soedarso, 2007).

Perkembangan desain di Yunani pada saat itu dipengaruhi oleh bentuk-bentuk dan
ornamen dari Mesir, akan tetapi bangsa Yunani dengan cepat dapat menyempurnakan bentuk-
bentuk kaku dari pengaruh Mesir tersebut dan menemukan bentuknya sendiri. (Expansion of
design at yunani by the time, tied to shapes and ornamens from egypt, but yunani’s people
completed this shapes and ornamen and they found their own shapes)

Pengaruh desain, seni dan arsitektur pada masa peradaban Yunani tersebar secara
lebih luas dibanding peradaban yang lain, misalnya seni patung, motif dan elemen-elemen
arstitektur Yunani dijadikan acuan hingga berabad-abad kemudian, bahkan hingga saat ini.
Bentuk-bentuk kolom: Doric, Ionic dan Corinthian yang terkenal dengan sebutan Three
Greek Orders of Column, merupakan bentuk asli Yunani yang pertama kali ditemukan oleh
Vitruvius, yang hingga kini masih sangat populer dan digemari dan selain diterapkan pada
elemen arsitektural juga pada furnitur. (Aronson, 1965:327).(the influence of design,art and
architecture by the time of yunani’s culture more widespread than the other culture. It’s like
statue arts, motif and the elements of yunani’s architecture, more than a century people used
it to be reference.morover until nowdays shapes like Doric, Ionic and Corinthian popular
with Three Greek Orders of Column, are the first original shapes from yunani discovered by
Vitruvius, it still popular and good graces, not only aplicated at architectural element but also
furniture) (Aronson, 1965:327).

Furnitur terkenal yang dihasilkan pada jaman Yunani Kuno adalah Klismos Chair,
sebuah kursi berbentuk lengkung yang mengalir lembut, dengan sandaran punggung sesuai
lengkungan punggung manusia. ( Wealle, 1982). Ada beberapa jenis furnitur di Yunani yang
menggunakan bentuk lengkung Klismos ini, seperti Greek bed with Klismos back (tempat
tidur Yunani dengan sandaran Klismos). Kursi dengan sandaran punggung Klismos biasanya
hanya dimiliki oleh orang kaya dan bangsawan, sedangkan yang digunakan oleh rakyat jelata
di rumahnya adalah sejenis kursi tanpa sandaran punggung, disebut diphros/ stool.(Popularly
furniture product from ancient yunani’s era is Klismos Chair, this chair have a soft flow curve
shape, with back shapen as human back) ( Wealle, 1982).much kind of furniture from yunani
that used this shape, like reek bed with Klismos back this chair usualy owned by the rich
people, whereas owned by the poor people is a chair without back called diphros/ stool )

3. Perkembangan di Romawi (753 B.C.- 365 A.D)

(yunani’sexpansion 753 B.C.- 365 A.D)

Bangsa Romawi Kuno adalah bangsa yang aktif, agresif dan mencintai kekuatan,
kekuasaan, kemewahan dan kenyamanan. Sangat berbeda dengan Yunani dan Mesir, Bangsa
Romawi adalah bangsa yang praktis, yang tidak hanya memikirkan untuk membuat kuil dan
kuburan, tapi lebih banyak membuat kebutuhan duniawi seperti forum (civic centre),
lengkung/monumen kemenangan, pemandian umum/thermae, bahkan juga saluran air/aqua
duct. (Soedarso Sp, 2007).(Ancient Romawi’s people are active, agresife people, they like a
power, dominance, luxurious, and comfortable. The oposite of Yunani and Egypt people,
Romawi’s person are simplicity people, not only built up a temple and grave, but also make
much secular activity like civic center, wining curved, thermae, moreover aqua duct).
(Soedarso Sp, 2007).

Gambar 2.2. Aquaduct dan Thermae

Sumber: http://www.wikimedia.com
Kemajuan Romawi di bidang interor dan arsitektur selain dapat dilihat dari
kemegahan dan kemewahan bangunan-bangunannya juga dari sistem peratapannya yang
sangat hebat, merupakan kombinasi antara lengkung sejati (true vault) dan lengkung silang
(cross barrel vault). Struktur cross vault yang dimulai di jaman Romawi berbuah luar biasa
di jaman Gotik. Karena kehebatan konstruksinya, gereja Gotik berani membuka clerestory
berdinding kaca sehingga menjadi terang. (Romawi’s
expancement in Interior and architectural not only from
luxurious building apperance but also from the wonderfull
roof system, it’s combined from true vault and cross barrel
vault, this cross vault started at yunani’s era changed
pretenaturally at Gotic era, in these era Gotic cruch was
opened the clerestory glass so these cruch become bright).

Rumah bangsa Romawi memiliki interior yang


mengikuti pola umum

Gambar 2.3 yang berlaku saat


itu, yang dibagi
Clerestory Cathedral
Rheims menjadi beberapa
bagian, yakni atrium sebagai central hall di dalam
Sumber: Soedarso Sp(2007)
rumah yang memiliki bukaan atap berukuran
besar (disebut compluvium) dimana sinar matahari
dapat masuk untuk menerangi bagian dalam
rumah dan air hujan dibiarkan masuk yang kemudian
Gambar 2. 4 Atrium dan Impluvium
ditangkap oleh kolam yang terletak dibagian tengah ruang (disebut impluvium). Tamu
memasuki atrium melalui selasar yang biasanya berhiaskan mozaik pada lantainya. Tablium
merupakan ruang suci yang terletak di ujung atrium. (Wealle, 1982:207). (interior of
romawi’s bulding that applied a general pattern decided to atrium to be central hall in that
bulding, it have cumplivium where sunlight can light into these building.rain water go into
these building than collectable in the pool located at the center of room called impluvium.
Gues go into these room From the open veranda bemozaiked on the floor. Tablium is a pure
building located at top of atrium ) (Wealle, 1982:207).

Rumah bagi bangsa Romawi merupakan pusat kehidupan, sehingga dibuat begitu
indah dan mewah, berbeda dengan peradaban Mesir
dan Yunani yang tidak begitu memberikan perhatian yang besar kepada keindahan ruang
huniannya, karena keasyikan mereka dengan life after death atau kehidupan setelah mati. (for
romawi’s people, house is a centered of life, so that made more wonderfull and luxurious,
different from yunani’s people, they aren’s give attention to the beauty and style, cause their
enjoyed with their believe of the live after death

4. Perkembangan di Jaman Renaissance (1400 – 1650 M )

Renaissance’s expansion (1400 – 1650 M )

Perkembangan utama dalam sejarah desain interior dapat dilihat pada jaman
Renaissance Itali, dimana seluruh kegiatan seni mencapai puncak kejayaan didukung oleh
kaum bangsawan dan orang kaya mendukung perkembangan seni dengan kekayaannya.
(Wealle, 1982:215).(Prime expansion in the History of Interior design marked at Renaissance
Italy era, art activity catched their big time, supported by royal class and rich people with
their wealth) (Wealle, 1982:215).

Axel von Saldem (1987) pada riset sejarah desain yang dilakukannya menemukan
bahwa pada akhir abad ke -16 di Itali terdapat kata “ designo esterno” (karya yang sudah
terlaksana). Saat itulah desain interior dan dekorasi interior mulai mendapatkan peran yang
khusus sehingga ada dugaan bahwa sejarah desain interior dimulai dari jaman Renaissance
Italia. (Axel von Saldem (1987) from his historical design riset inovated in the end of 16th
century at Italy contain a word “ designo esterno”, by the time an interior design and interior
decoration bulk large, so it guessable that history of interior design start from renaissance
italy era) (Axel von Saldem (1987))

Saat itu dibangun istana –istana yang mewah dengan furnitur yang diukir dengan
motif yang sangat indah dan rumit. Di Itali pada saat itu terdapat dua kelas sosial, yakni kelas
bangsawan yang kaya dan dan petani yang miskin. Kaum petani tidak terpengaruh oleh
perkembangan desain, karena desain baru yang indah dan mewah hanya peruntukkan bagi
orang kaya saja. Hingga jaman itu, segala sesuatu yang indah tetap hanya bisa dimiliki kaum
bangsawan, jauh di luar jangkauan rakyat kebanyakan. Abad ke-17 dan ke-18 merupakan
periode desain interior di Itali dan Prancis.(at that moment built up luxurious palaces with a
wonderfull and painstacing furnitur ornament. The luxurious materials art by the time just
wealth people be able to proper these. 17th and 18th century in France and Italy is period of
design interior.)

5. Revolusi Industri (Industrical Revolution)


Desain interior mulai berkembang dan lebih terjangkau /accessible untuk masyarakat
umum setelah terjadi Revolusi Industri, yang pada saat itu selain banyak diproduksi produk-
produk untuk kebutuhan rumah dengan harga yang lebih murah sehingga dapat terjangkau
oleh semua kalangan, juga mendorong munculnya Revolusi Ekonomi di Amerika, yang
membuat golongan masyarakat menengah ke atas menjadi kaya dan memiliki uang yang
berlebihan, sehingga muncul kebutuhan dan keinginan untuk memperindah rumahnya. Saat
itu juga mulai banyak bermunculan majalah yang membahas masalah gaya desain interior
yang baru serta mulai timbul kebutuhan manusia untuk mengkonsultasikan ide-ide dalam
penataan rumah dan perabotnya. Hal ini mendorong berkembangnya industri desain interior
(Expansion of interior design is begain and more accessible for common people after
revolution of industry, where producted many cheapest equipment that avaliable for all
people, it motivated economic revolution in america, make the middle class to be rich and
have many money, so they have expectation to upgrade their house. At that time, appear
magazine get down the cases of the earlier interior design an appear human needed to
consultated their ideas to set their house and their household, this thing motivated expansion
of Industrical revolution ).

Ada ribuan orang yang kemudian menjadi profesional dalam mendesain rumah
maupun bangunan kantor maupun orang-orang yang melakukan kegiatan perancangan ruang
sebagai hobi dan memberikan konsultasi gratis atau mengisi waktunya dengan mendekorasi
rumahnya sendiri.(more than thousand people attracted to be profesional to design a home
altough office building, more people just enjoyed this activity like hobies and give free
consultation or spending their time to decorated their home )

Sejarah desain interior mencatat begitu banyak kesuksesan yang dicapai oleh para
pelopor desainer interior. Secara umum mereka mendapatkan keuntungan dari pembelian
bahan dari biaya desain secara keseluruhan serta mendapatkan fee untuk pelayanan jasa
desain yang mereka berikan.(hystory of interior design note that succes can reach by pioners
of interior design. Generally they can get profit when they buy basic materials )

B. SEJARAH DESAIN EKSTERIOR

Tak banyak yang bisa kita ketahui mengenai sejarah Eksterior dikarenakan Eksterior,
Karena perkembangan eksterior sendiri beriringan dengan berkembangnnya interior dari
masa ke masa, sehingga eksterior memiliki perkembangan sejarah yang hampir mirip dengan
perkembangan sejarah interior,
Sebagai contoh perkembangan desain ekterior kita dapat mengupas dan membhas
tettang eksterior bangunan pada masa-masa awal perkembangan Eksterior. Khususnya
eksterior pada bangunan Kapel Sistina yang menjadi bangunan paling mengesankan
sepanjang perkembangan desain eksterior pada masa lampau,

Kapel Sistina (bahasa Inggris: Sistine Chapel, bahasa Italia: Cappella Sistina) adalah
kapel yang terletak di dalam lingkungan Istana Apostolik, kediaman resmi Paus di Vatikan.
Kapel ini terkenal karena arsitekturnya yang tampak melahirkan kembali Bait Salomo dari
zaman Perjanjian Lama, dan akan dekorasinya yang seluruhnya dihias oleh seniman-seniman
besar era Renaissance seperti Michelangelo, Raphael, dan Sandro Botticelli. Atas perintah
Paus Yulius II, Michelangelo melukis langit-langit kapel seluas 12.000 kaki persegi antara
tahun 1508 hingga tahun 1512. Meskipun ia jengkel dengan tugas ini dan berpikir bahwa
tugasnya hanya untuk kebesaran Paus, kini langit-langit kapel ini dianggap sebagai
mahakaryanya. Nama Kapel Sistina berasal dari Paus Siktus IV, yang merestorasi Kapel
Magna antara tahun 1477 hingga tahun 1480. Selama periode ini,

Kapel Sistina adalah bangunan batu persegi-empat yang tinggi. Bagian luarnya tidak
dihiasi dengan hiasan-hiasan arsitektur atau dekoratif seperti yang biasanya ada di banyak
gereja-gereja zaman Abad Pertengahan dan Renaissance di Italia. Bangunan ini tidak
memiliki facade bagian luar ataupun pintu gerbang yang dapat digunakan untuk prosesi arak-
arakan karena jalan masuk selalu lewat ruang-ruang dalam di lingkungan Istana Kepausan.
Ruangan dalamnya dibagi menjadi tiga lantai dengan bagian paling bawahnya berukuran
sangat luas dan ditopang oleh ruang bawah tanah berbentuk setengah lingkaran yang sangat
kokoh, dilengkapi juga dengan beberapa jendela dan sebuah pintu untuk menuju ke halaman
luar.

Gambar 2. 5 Eksterior Kapel Sistina

Bagian atasnya adalah ruangan utama, yakni Kapel itu sendiri, dengan ukuran
dalamnya adalah panjang 40,9 meter (134 kaki) dan lebar 13,4 meter (44 kaki) sesuai dengan
ukuran Kuil Solomon seperti yang ada di dalam Perjanjian Lama. Langit-langit yang
melengkung berbentuk kubah memiliki ketinggian 20,7 meter (68 kaki) dari lantai. Bangunan
ini memiliki enam jendela berbentuk melengkung di kedua sisinya dan dua jendela dengan
bentuk yang sama di bagian depan dan belakangnya. Beberapa jendela ini telah ditutup,
namun kapelnya masih dapat dimasuki.

Di atas langit-langit yang melengkung terdapat lantai tiga bangunan dengan kamar-
kamar untuk para penjaga. Di lantai ini dibangun jalan terbuka yang mengelilingi bangunan
yang ditopang oleh sirip-sirip fondasi yang muncul menggantung dari tembok. Jalan terbuka
ini telah dilindungi dengan atap karena kerap kali menjadi sumber masuknya air ke kubah
kapel.
Interior adalah bagian dalam rumah atau suasana di dalam ruangan sebuah bangunan.
Desain interior adalah sebuah rancangan atau desain yang menggambarkan suasana dalam
ruangan atau bagian dalam rumah.
Macam-macam gaya rumah : Gaya minimalis, gaya mediteranian, gaya tradisional/etnik,
gaya klasik, gaya country dan gaya art deco.
Gaya Minimalis adalah gaya rumah tinggal yang mewabah sejak tahun 2000-an ini, lebih
mengutamakan kepraktisan, aspek fungsional dan efisiensi ruang. Bentuk- bentuk garis, persegi,
dan kubus tanpa banyak ornamen, minim sekat menjadi karakternya. Warna yang tidak
mencolok seprti putih, krem dan abu-abu terlihat menonjol.Minimalis modern, minimalis tropis,
dan minimalis kontemporer menjadi ragam variasi. Gaya Mediteranian adalah gaya rumah
tinggal yang mengadopsi dari negara-negara pinggiran laut mediteranian, seperti spanyol dan
maroko. Identik dengan banyak lengkungan dan ornamen, penggunaan warna-warna terang serta
banyak bukaan jendela.
Gaya Etnik atau tradisional adalah Indonesia terkenal dengan negara yang memiliki
keragaman etnik, tidak heran pula tiap-tiap daerah memiliki gaya rumah tradisional masing-
masing, seperti rumah tradisional jawa, bali, sumbar, arsitektur rumah tinggal bambu dll. Identik
dengan bentuk atap yang khas, menggunakan kayu bahkan bambu yang telah mendapat
perlakuan khusus. Biasanya di padukan dengan warna-warna terang sehingga tidak terlalu
terkesan gelap.
Gaya Klasik ialah gaya rumah tinggal yang mengadopsi dari eropa. Identik dengan tiang-
tiang tinggi, profil yang rumit, dengan penggunaan warna yang lebih natural. Di Indonesia gaya
rumah seperti ini makin sulit dijumpai. Gaya Country adalah gaya rumah tinggal yang di
dominasi oleh kayu sebagai elemen utama, baik lantai rumah, furniture, maupun ornamen
rumah, menciptakan nuansa hangat. Cocok diterapkan di daerah yang bersuhu sejuk atau dingin.
Gaya Art Deco adalah tidak terlalu memiliki detail yang rumit, sehingga cukup nyaman
digunakan, diaplikasikan, dan dipandang. Penggunaan bahan kayu dengan pelapis dan
melakukan permainan bentuk melengkung nerupakan salah satu karakter gaya art deco.
Tema alam adalah tema yang cukup sering dipikirkan ketika akan menata ruang interior.
Alam adalah unsur paling natural dan nyaman. Dengan mengangkat tema ini maka penataan
interior dapat menggunakan bahan-bahan yang bersifat natural atau terdapat hubungan antara
manusia dengan alam secara khusus.Tema warna dapat secara khusus menjadi tema dalam
rancangan desain interior. Warna memiliki kesan, karakteristik yang dapat ditimbulkan ketika
dihadirkan dalam ruangan. Warna dapat mengubah perilaku serta suasana penghuninya.
antara lain berupa aksesori, warna, tekstur, cahaya, skala, dan yang lainnya

Elemen pembentuk ruang adalah elemen-elemen dasar pembentuk ruang yang terdiri dari
dinding, lantai, langit-langit, dan kelengkapan ruang berupa furnitur. Sedangkan elemen estetis
berupa kelengkapan interior yang dapat diolah menjadi elemen yang memiliki nilai keindahan,

III. Metode Pembelajaran : Ceramah dan tanya jawab

IV. Kegiatan Pembelajaran


A. Kegiatan awal
o Guru memberi salam, apersepsi dengan mengabsen kehadiran siswa dan motivasi
belajar
o Guru menginformasikan kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran dan materi
ajar
o Guru menjelaskan mengenai pembahasan yang akan dibahas bersamaan
B. Kegiatan inti
o Guru menjelaskan :
Pengertian interior
Pengertian desain interior
o Guru menjelaskan :
Gaya desain interior
Konsep desain interior
o Guru memberikan pernyataan umpan
o Guru memberikan kesempatan tanya jawab kepada siswa
C. Kegiatan akhir
o Guru bersama siswa membuat kesimpulan hasil belajar
o Guru memberikan pertanyaan secara tertulis kepada siswa untuk mengetahui tingkat
pemahaman siswa.

V. Alat, Bahan dan Sumber Belajar


A. Menata Interior Rumah
B. Ragam Inspirasi Interior dan Eksterior Rumah
C. Modul Gambar Bangunan
D. Majalah / Tabloid Desain Rumah
VI. Penilaian :
A. Teknik : Tes tertulis
B. Bentuk : Subyektif
C. Soal / Instrument :
1. Apakah yang dimaksud dengan interior dan desain interior ?
2. Sebutkan beberapa macam gaya desain rumah ?
3. Jelaskan masing-masing pengertian dari gaya desain rumah tersebut ?
4. Sebutkan beberapa macam tema desain rumah dan jelaskan maksudnya ?
5. Jelaskan yang dimaksud dengan elemen pembentuk ruang dan elemen estetis ?

D. Penskoran :
No Kunci Jawaban Skor
1. Interior adalah bagian dalam rumah atau suasana di dalam ruangan 20
sebuah bangunan.
Desain interior adalah sebuah rancangan atau desain yang
2. menggambarkan suasana dalam ruangan atau bagian dalam rumah. 20
Macam-macam gaya rumah :
Gaya minimalis, gaya mediteranian, gaya tradisional/etnik, gaya
3. klasik, gaya country 20
dan gaya art deco
Gaya Minimalis adalah gaya rumah tinggal yang mewabah sejak
tahun 2000-an ini, lebih mengutamakan kepraktisan, aspek fungsional
dan efisiensi ruang. Bentuk- bentuk garis, persegi, dan kubus tanpa
banyak ornamen, minim sekat menjadi karakternya. Warna yang
tidak mencolok seprti putih, krem dan abu-abu terlihat
menonjol.Minimalis modern, minimalis tropis, dan minimalis
kontemporer menjadi ragam variasi. Gaya Mediteranian adalah gaya
rumah tinggal yang mengadopsi dari negara-negara pinggiran laut
mediteranian, seperti spanyol dan maroko. Identik dengan banyak
lengkungan dan ornamen, penggunaan warna-warna terang serta
banyak bukaan jendela. Gaya Etnik atau tradisional adalah Indonesia
terkenal dengan negara yang memiliki keragaman etnik, tidak heran
pula tiap-tiap daerah memiliki gaya rumah tradisional masing-
masing, seperti rumah tradisional jawa, bali, sumbar, arsitektur rumah
tinggal bambu dll. Identik dengan bentuk atap yang khas,
menggunakan kayu bahkan bambu yang telah mendapat perlakuan
khusus. Biasanya di padukan dengan warna-warna terang sehingga
tidak terlalu terkesan gelap. Gaya Klasik ialah gaya rumah tinggal
yang mengadopsi dari eropa. Identik dengan tiang-tiang tinggi, profil
yang rumit, dengan penggunaan warna yang lebih natural. Di
Indonesia gaya rumah seperti ini makin sulit dijumpai. Gaya
Country adalah gaya rumah tinggal yang di dominasi oleh kayu
4. sebagai elemen utama, baik lantai rumah, furniture, maupun ornamen 20
rumah, menciptakan nuansa hangat. Cocok diterapkan di daerah yang
bersuhu sejuk atau dingin. Gaya Art Deco adalah tidak terlalu
memiliki detail yang rumit, sehingga cukup nyaman digunakan,
diaplikasikan, dan dipandang. Penggunaan bahan kayu dengan
pelapis dan melakukan permainan bentuk melengkung nerupakan
salah satu karakter gaya art deco.
5. Tema alam adalah tema yang cukup sering dipikirkan ketika akan menata 20
ruang interior. Alam adalah unsur paling natural dan nyaman. Dengan
mengangkat tema ini maka penataan interior dapat menggunakan bahan-
bahan yang bersifat natural atau terdapat hubungan antara manusia
dengan alam secara khusus.
Tema warna dapat secara khusus menjadi tema dalam rancangan desain
interior. Warna memiliki kesan, karakteristik yang dapat ditimbulkan
ketika dihadirkan dalam ruangan. Warna dapat mengubah perilaku serta
suasana penghuninya.
Elemen pembentuk ruang adalah elemen-elemen dasar pembentuk ruang
yang terdiri dari dinding, lantai, langit-langit, dan kelengkapan ruang
berupa furnitur. Sedangkan elemen estetis berupa kelengkapan interior
yang dapat diolah menjadi elemen yang memiliki nilai keindahan, antara
lain berupa aksesori, warna, tekstur, cahaya, skala, dan yang lainnya.
JUMLAH 100

PENILAIAN SIKAP KARAKTER


TABEL PENSKORAN SIKAP KARAKTER

Nilai Karakter
Religius Kreatif Rasa Disiplin Tanggung Jumlah
No Nama Siswa
Ingin Jawab Skor
Tahu
1
2
3
4
5

Pedoman Penskoran :
Skor 1 : kurang
Skor 2 : cukup baik
Skor 3 : baik
Skor 4 : baik sekali
Rumus Nilai Sikap Karakter : Jumlah Skor X 5

Duri , Januari 2015


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

ZULFIKAR, S. Pd. MM. ENDRI SUJOKO.ST


NIP 19740828 200212 1 002
C. METODE PEMBELAJARAN

1. Ceramah

2. Tanya jawab

3. Diskusi

4. Demonstrasi

D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alokasi
Tahap Kegiatan Kegiatan Metode
Waktu

1. Pendahuluan a) Guru membuka pelajaran dengan Ceramah


mengucapkan salam, berdoa, dilanjutkan
mengecek kesiapan siswa untuk
melaksanakan kegiatan pembelajaran,
mengabsen siswa dan memberi motivasi
pada siswa
b) Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran
c) Guru menyampaikan cakupan materi
yang akan di bahas
2. Kegiatan inti Guru menyiapkan kegiatan pembelajaran Ceramah,
dengan ceramah, Tanya jawab, diskusi dan Tanya
demonstrasi. Guru memberikan materi dan jawab,
memberikan fasilitas bagi siswa untuk Demonstrasi
mempermudah kelangsungan pembelajaran.
1. Langkah 1 ( Eksplorasi )
a) Guru mendefinisikan dan
menjelaskan jenis-jenis perangkat
lunak untuk menggambar teknik
b) Guru menjelaskan penggunaan
perangkat lunak dengan baik
c) Guru menjelaskan panduan tata
cara mengoperasikan perangkat
lunak (AutoCad atau sejenisnya)
untuk menggambar teknik
d) Guru menjelaskan penerapkan
sistim layer dan perencanaan
aplikasinya dalam penggambaran
menggunakan program AutoCAD
atau sejenisnya
e) Guru menjelaskan untuk
menjalankan prosedur perintah
block, wblock, dan xref
f) Guru menjelaskan penggunaan
perangkat komputer seperti
keyboard dan mouse secara
bersamaan
2. Langkah 2 ( Elaborasi )
a) Guru memberikan beberapa
pertanyaan kepada siswa untuk
mengetahui sejauh mana
pemahaman siswa terhadap materi
yang telah diajarkan.
b) Guru memberikan tugas kepada
siswa untuk mencoba menggambar
dengan menggunakan perangkat
lunak (AutoCad)
c) Siswa mendiskusikan tugas yang
telah diberikan oleh guru
3. Langkah 3 ( Konfirmasi )
a) Guru memberi kesempatan kepada
siswa untuk menyalin materi yang
telah diberikan dan menanyakan
materi yang belum difahami.
b) Guru meminta siswa untuk
menjelaskan tentang penjelasan
perangkat lunak untuk
menggambar teknik
3. Penutupan 1. Guru menyimpulkan dan mengevaluasi Ceramah
materi yang telah disampaikan
2. Guru memberikan pesan-pesan moral dan
arahan tentang pentingnya saling
menghargai, tolong menolong dan
sebagainya
3. Guru memberikan tugas untuk dikerjakan
di rumah
4. Guru mengakhiri pelajaran dengan doa
bersama dan mengucapkan salam

E. BAHAN AJAR
1. Modul Pembelajaran untuk perangkat lunak (software)
2. CD Pembelajaran

F. PENILAIAN
1. Prosedur penilaian
a) Tes Proses
b) Tugas-tugas
c) Tanya jawab
2. Jenis penilaian
a) Tes Proses : pengamatan
b) Tugas-tugas : tertulis
c) Tanya jawab
LAMPIRAN

Tes Proses

NILAI
NO INDIKATOR
1 2 3 4 5

1. Keaktifan siswa dalam bertanya

2. Keaktifan siswa dalam menjawab

3. Keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas

Tugas (soal)

1. Apa yang dimaksud dengan AutoCad ?


2. Sebutkan tujuan dan manfaat AutoCad !
3. Apakah fungsi dari layer, block, wblock, dan xref ?

Duri, Januari 2015

Mengetahui Guru Mata Pelajaran

SMKN 1 Mandau

ZULFIKAR.S.Pd. MM ENDRI SUJOKO. ST


NIP.19740828 200212 1 004