Anda di halaman 1dari 14

PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK DASAR

ASAM KARBOKSILAT dan ESTER

Abdianto*, Dessy Restiana, Muhammad Wildan, Viki Hidayat, Herwana Putri, Tenti
Puspita, Miftachul Hikmah, Erine Aqrelia, dan Nuri Anissa
1
Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura

Jl.Prof.Dr.H.Hadari Namawi, Pontianak

*Email : abdianto7890@gmail.com

ABSTRAK

Telah dilakukan percobaan senyawa asam karboksilat dan ester dan adapun tujuan
dari percobaan ini yaitu untuk mengidentifikasi dan membedakan senyawa asam
karboksilat dan ester. Prinsip dari percobaan ini didasarkan pada pemahaman cara
untuk mengidentifikasi dan membedakan senyawa asam karboksilat dan ester yang
ditandai dengan perubahan warna, bau, dan gas. Percobaan ini dapat dilakukan
dengan beberapa cara yaitu uji asam karboksilat dengan menambahkan larutan
natrium bikarbonat 5%, pembentukan ester, uji karboksilat mono dan poli, uji
pengendapan, uji KMnO4, uji AgNO3, dan Basa. Hasil dari setiap percobaan adalah
adanya perubahan warna, terbentuknya endapan, bau, dan gas. Senyawa ester
terbentuk dari reaksi antara asam karboksilat dengan alkohol dengan katalis asam
yang disebut reaksi esterfikasi.

Kata kunci : Asam asetat, Ester, Esterfikasi

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Asam karboksilat merupakan sedikit mengalami ionisasi dengan


asam yang memiliki peranan yang pelepasan proton dan dapat
sangat penting. Gugus fungsi dinetralisasikan dengan basa. Asam
karboksilat, -COOH yang menjadi karboksilat ditinjau secara struktur
cirinya. Bila suatu gugus hidroksil menyerupai aldehid dan keton karena
terikat langsung pada suatu atom mengandung gugus karbonil.
karbon dari gugus karbonil maka akan Perbedaannya adalah pada asam
terbentuk suatu gugus fungsi yang karboksilat terdapat gugus hidroksil
baru yaitu gugus karboksil. Senyawa- yang terikat pada karbon karbonil. Hal
senyawa yang mengandung gugus ini yang menyebabkan sifatnya yang
karboksil merupakan asam, karena spesifik, yaitu sebagai asam. Asam
dalam air senyawa-senyawa tersebut karboksilat tergolong asam lemah

Abdianto (H1031181086) Asam Karboksilat dan Ester


PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK DASAR

karena hanya sedikit yang mengalami disebut reaksi saponifikasi,


ionisasi dalam air. Pada saat menghasilkan alkohol dan garam
kesetimbangan, sebagian besar asam karboksilat. Perbedaan utama antara
karboksilat dalam bentuk molekul asam karboksilat dan ester adalah
yang tidak terionisasi. Konstanta aromanya. Asam karboksilat
disosiasi, Ka asam karboksilat adalah mempunyai aroma yang tidak enak
10-5 atau kurang. Asam karboksilat dan menyengat, namun ester
adalah senyawa yang banyak terdapat mempunyai aroma yang harum dan
dialam (Wilbraham,1992 ; menyenangkan. Ester seringkali dapat
Saurawati,2006). digunakan sebagai flavouring agents,
Anggota-anggota pertama dari misalnya ester etil butirat yang
asam karboksilat adalah cairan tak mempunyai aroma buah nanas
berwarna dengan bau yang (Hoydonckx,2004).
menyengat. Asam karboksilat bersifat Aplikasi dari asam karboksilat
polar karena membentuk ikatan dalam industri farmasi digunakan
hidrogen dengan sesamanya atau dalam obat-obatan seperti aspirin,
dengan molekul air. Asam karboksilat phenacetin dan lainnya. Industri
terurai dalam air menghasilkan anion makanan membutuhkan asam
karboksilat dan ion hidronium karboksilat sebagai pengawet dan
(Rasyid,2006). Memahami tingkat juga sebagai koagulan dalam
keasaman yang lebih besar dari asam pembuatan karet. Aplikasi dari
karboksilat dibandingkan dengan air senyawa ester adalah sebagai
dan alkohol, bandingkan perubahan essence pada makanan dan minuman
struktural yang menyertai ionisasi serta sebagai bahan untuk membuat
jenis alkohol dan asam karboksilat sabun dan untuk pengobatan
(Carey,2000). Meskipun termasuk analgesik (Sukmanawati,2009).
dalam asam lemah, asam karboksilat
dapat bereaksi dengan basa lebih
kuat dibandingkan air sehingga meski
asam benzoat mempunyai kelarutan
yang kecil dalam air, asam benzoat Gambar 1.1 Struktur Asam
dapat bereaksi dengan natrium Karboksilat (Riswiyanto,2009)
hidroksida membentuk garam natrium
benzoat yang mudah larut
(Usman,2013).
Reaksi ester dengan air
disebut dengan reaksi hidrolisis yaitu
Gambar 1.2 Struktur Senyawa Ester
reaksi yang menghasilkan asam
(Riswiyanto,2009).
karboksilat dan alkohol sedangkan
reaksi ester dengan suatu basa

Abdianto (H1031181086) Asam Karboksilat dan Ester


PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK DASAR

METODOLOGI ditambahkan NaHCO3 dan


didinginkan. Bau yang keluar diamati
Alat dan Bahan untuk menandakan terbentuknya
Alat-alat yang digunakan pada ester.
percobaan ini adalah pemanas, pipet Karboksilat Mono dan Poli
tetes, rak tabung reaksi, dan tabung
reaksi. Asam oksalat dan asam asetat
Bahan yang digunakan pada dimasukkan ke dalam tabung reaksi
percobaan ini adalah aquades (H2O), kemudian ditambahkan larutan FeSO4
asam asetat (CH3COOH), asam 1 M dan NaOH dengan beberapa
benzoat (C6H5COOH), asam oksalat tetes dan hasil yang didapat diamati
(H2C2O4), asam sulfat pekat (H2SO4), lalu dicatat.
barium hidroksida (Ba(OH)2), besi (II)
sulfat (FeSO4), besi (III) klorida Uji Pengendapan
(FeCl3), etanol (C2H5OH), kalium Asam benzoat dimasukkan ke
permanganate (KMnO4), natrium dalam tabung reaksi sebanyak 5 mg
bikarbonat (NaHCO3), natrium dan dilarutkan dalam larutan NaOH
hidroksida (NaOH), dan salisilat kemudian ditambahkan HCl sampai
(C7H6O3).
netral dan ditambahkan FeCl3
Prosedur Kerja sebanyak 5 tetes lalu diamati
perubahan yang terjadi.
Asam Karboksilat
Uji KMnO4
Senyawa yang mengandung
karboksilat dimasukkan ke dalam Asetat, benzoat, dan salisilat
tabung reaksi kemudian ditambahkan dimasukkan ke dalam masing-masing
larutan natrium bikarbonat 5% tabung reaksi sebanyak 4 tetes
sebanyak beberapa tetes dan gas kemudian larutan KMnO4 ditambahkan
yang keluar dari tabung reaksi sebanyak 4 tetes dan diamati
diperhatikan dan dicatat perubahan perubahan yang terjadi.
yang terjadi. Uji AgNO3 dan Basa
Pembentukan Ester Asam asetat dan asam oksalat
Senyawa yang mengandung dimasukkan ke dalam 2 tabung reaksi
gugus karboksilat dimasukkan yang berbeda sebanyak 4 tetes
kedalam masing-masing tabung kemudian ditambahkan larutan AgNO3
sebanyak 4 tetes kemudian sebanyak 4 tetes dan diamati
ditambahkan etanol dan asam sulfat perubahan yang terjadi. Setelah itu,
pekat sebanyak 4 tetes lalu dipanaskan dan diamati lagi

Abdianto (H1031181086) Asam Karboksilat dan Ester


PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK DASAR

perubahan yang terjadi. Prosedur sedangkan ester mempunyai aroma


dilakukan dengan sama pada yang harum dan menyenangkan
percobaan uji basa tetapi dengan (Hart,2003). Senyawa yang
penambahan Ba(OH)2. mengandung karboksilat yang
digunakan pada percobaan adalah
Rangkaian Alat asam asetat.

Tabel Pengamatan

Asam Karboksilat

Hasil
Perlakuan
Pengamatan
Asam asetat + Timbulnya
larutan natrium gelembung gas
Gambar 1.3 Rangkaian Alat
bikarbonat 5%
Pemanasan Percobaan Asam
Karboksilat dan Ester. Pembentukan Ester
HASIL dan PEMBAHASAN Hasil
Perlakuan
Pengamatan
Percobaan kali ini adalah
Asam asetat + Bau yang keluar
asam karboksilat dan ester dengan etanol + asam dari tabung reaksi
tujuan untuk mengidentifikasi dan sulfat pekat adalah aroma
membedakan senyawa asam pisang dan suhu
karboksilat dan ester. Langkah- menjadi panas.
langkah yang dilakukan dalam
percobaan ini adalah menyiapkan Karboksilat Mono dan Poli
alat-alat yang digunakan yaitu,
Hasil
pemanas, pipet tetes, rak tabung Perlakuan
Pengamatan
reaksi, dan tabung reaksi. Percobaan Tabung 1 : Asam Tabung 1 : Asam
asam karboksilat dan ester ini oksalat + FeSO4 oksalat + FeSO4
dilakukan dengan beberapa setelah itu + berwarna kuning
percobaan yaitu uji asam karboksilat, NaOH pudar dan ketika
pembentukan ester, uji karboksilat Tabung 2 : Asam + NaOH berwarna
mono dan poli, uji pengendapan, uji asetat + FeSO4 kekuningan
setelah itu + Tabung 2 : Asam
KMnO4, uji AgNO3 dan basa. NaOH asetat + FeSO4
Perbedaan antara asam berwarna jingga
karboksilat dan ester adalah pudar dan ketika
aromanya. Asam karboksilat memiliki + NaOH berwarna
aroma yaitu bau yang tidak enak dan kemerahan atau
menyengat (Hoydonckx,2004) merah bata

Abdianto (H1031181086) Asam Karboksilat dan Ester


PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK DASAR

ada perubahan
Uji Pengendapan Tabung 2 =
berwarna bening
Hasil + endapan
Perlakuan Tabung 1 : Asam *Sebelum
Pengamatan
Asam benzoat Asam benzoat + asetat + larutan dipanaskan :
dilarutkan dalam NaOH = terlarut Ba(OH)2 Tabung 1 =
larutan NaOH dan sempurna lalu + Tabung 2 : Asam berwarna bening
+ HCl sampai HCl terbentuk oksalat + larutan Tabung 2 =
netral. Setelah itu, endapan putih Ba(OH)2 menjadi keruh +
+ FeCl3 dan ketika + sedikit endapan
FeCl3 = larutan *Sesudah
berubah warna dipanaskan :
menjadi orange Tabung 1 dan 2
dan disertai tidak ada
endapan putih perubahan.

Uji KMnO4 Percobaan uji karboksilat


dilakukan dengan cara, senyawa yang
Hasil mengandung karboksilat dimasukkan
Perlakuan
Pengamatan ke dalam tabung reaksi. Senyawa
Tabung 1 : Asam Tabung 1 :
mengandung karboksilat yang
asetat + KMnO4 berwarna ungu
Tabung 2 : Asam tua digunakan adalah asam asetat. Asam
salisilat + KMnO4 Tabung 2 : asetat (asam etanoat) adalah asam
Tabung 3 : Asam berwarna cokelat karboksilat cair kental jernih atau
benzoat + KMnO4 tua + endapan padat seperti kaca, dengan rumus
Tabung 3 : kimia CH3COOH dan berbau tajam
berwarna ungu + khas cuka (Martin,2012). Setelah itu,
mengendap
ditambahkan larutan natrium
bikarbonat 5% dan diamati gas yang
Uji AgNO3 dan Basa
keluar dari tabung reaksi. Natrium
Hasil bikarbonat adalah senyawa kimia
Perlakuan
Pengamatan berupa garam dengan rumus kimia
Tabung 1 : Asam *Sebelum NaHCO3 yang berbentuk kristal yang
asetat + larutan dipanaskan : sering terdapat dalam bentuk serbuk
AgNO3 Tabung 1 = dan bereaksi dengan bahan lain akan
Tabung 2 : Asam berwarna bening
membentuk gas CO2 (Daintith,1994).
oksalat + larutan Tabung 2 =
AgNO3 berwarna putih Hasil yang diperoleh dari
keruh + endapan percobaan ini adalah timbulnya
*Sesudah gelembung gas dan gas tersebut
dipanaskan : adalah gas karbon dioksida (CO2).
Tabung 1 = tidak Sesuai dengan berdasarkan literatur

Abdianto (H1031181086) Asam Karboksilat dan Ester


PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK DASAR

bahwa natrium bikarbonat jika itu, ditambahkan NaHCO3 kemudian


bereaksi dengan bahan lain akan didinginkan.
membentuk gas CO2 (Daintith,1994). Hasil yang diperoleh dari
Hal ini menunjukkan bahwa asam percobaan ini adalah bau yang keluar
asetat bereaksi dengan natrium dari tabung reaksi untuk menandakan
bikarbonat sesuai dengan reaksi kimia terbentuknya ester yaitu aroma buah
tersebut. pisang. Esterfikasi adalah reaksi kimia
dimana dua reaktan, asam karboksilat
dan alkohol bereaksi untuk
membentuk sebuah ester dan air
(Rathod,2014) dan biasanya
Gambar 1.4 Reaksi antara asam menggunakan katalis asam
asetat dengan natrium bikarbonat dan (Riswiyanto,2009) pada percobaan
menghasilkan gas CO2 pembentukan ester, asam karboksilat,
alkohol, dan katalis asam yang
digunakan secara berturut-turut
adalah asam asetat, etanol, dan asam
sulfat.

Gambar 1.5 Hasil dari Percobaan Uji


Gambar 1.6 Reaksi Esterfikasi antara
Karboksilat
asam asetat dengan etanol
Percobaan pembentukan ester
Ketika penambahan H2SO4
dilakukan dengan cara asam asetat
suhu menjadi panas hal ini
dimasukkan ke dalam masing-masing
dikarenakan H2SO4 bersifat eksoterm
tabung kemudian ditambahkan etanol
dimana kalor yang di dalam sistem
dan beberapa asam sulfat pekat.
berpindah ke lingkungan sehingga
Etanol adalah senyawa alkohol
suhu di lingkungan menjadi tinggi atau
dengan rumus kimia C2H5OH berupa
panas (Chang,2004). Penambahan
zat cair jernih tak berwarna, berbau
H2SO4 pada percobaan ini adalah
khas, mudah terbakar, dan bercampur
sebagai katalis dikarenakan reaksi
dengan air (Mulyono,2006). Asam
esterfikasi merupakan reaksi
sulfat adalah cairan yang berbau
reversible yang sangat lambat tetapi
tajam, berasa asam (kuat), tak
jika menggunakan katalis asam maka
berwarna dengan rumus kimia H2SO4
kesetimbangan akan tercapai dengan
dan juga sangat berbahaya, beracun,
waktu yang cepat (Oxtoby,2004).
dan korosif (Mulyono,2006). Setelah

Abdianto (H1031181086) Asam Karboksilat dan Ester


PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK DASAR

Fungsi penambahan NaHCO3 adalah pereduktor dengan rumus kimia


untuk menetralisasikan sisa sisa asam H2C2O4 (Mulyono,2006). Setelah itu,
asetat. Pendinginan dilakukan ditambahkan larutan FeSO4 1 M dan
dikarenakan suhu masih panas yang NaOH beberapa tetes. Besi (II) sulfat
disebabkan penambahan H2SO4 adalah senyawa anorganik berbentuk
sehingga perlu dilakukan pendinginan. kristal berwarna biru kehijauan dan tak
Aroma yang dihasilkan adalah berbau dengan rumus kimia FeSO4
bau pisang dikarenakan hasil reaksi sedangkan natrium hidroksida adalah
antara asam asetat dan etanol yaitu senyawa basa dengan rumus NaOH
etil asetat (etil etanoat). Hal ini sesuai berupa padatan berwarna putih,
dengan litetatur bahwa untuk bersifat higroskopis, dan mudah larut
pembuatan etil asetat dapat dilakukan dalam air (Mulyono,2006). Hasil yang
dengan memanfaatkan kulit pisang diperoleh dari percobaan ini adalah
(Azura,2015) maka dapat disimpulkan ketika asam oksalat + FeSO4 berubah
etil asetat adalah cairan jernih, tak warna menjadi kuning pudar lalu
berwarna, berbau khas yang biasa ditambahkan NaOH larutan menjadi
digunakan sebagai penambah cita warna kekuningan sedangkan asam
dan berbau khas yang dimiliki etil asetat + FeSO4 berubah warna
asetat adalah aroma pisang menjadi jingga pudar dan ketika
(Azura,2015). ditambahkan NaOH berubah menjadi
warna kemerahan atau merah bata.
Asam monokarboksilat adalah
asam karboksilat yang mempunyai
satu gugus fungsi karboksil
sedangkan asam dikarboksilat adalah
asam karboksilat yang mempunyai
dua gugus fungsi karboksil dan asam
dikarboksilat biasa disebut dengan
karboksilat poli karena memiliki gugus
Gambar 1.7 Hasil dari Percobaan karboksil lebih dari satu
Pembentukan Ester atau Esterfikasi (Fessenden,1997). Karboksilat mono
dan poli dapat diidentifikasi dengan
Percobaan karboksilat mono mereaksikan antara asam karboksilat
dan poli dapat dilakukan dengan cara
dan FeSO4 sedangkan penambahan
asam oksalat dan asam asetat NaOH dengan tujuan melarutkan
dimasukkan ke dalam masing-masing
campuran asam karboksilat + FeSO4
tabung reaksi. Asam oksalat adalah dikarenakan asam karboksilat sedikit
senyawa asam karboksilat yang larut dalam air maupun pelarut organik
berbentuk kristal berwarna putih dan tetapi dapat larut dalam senyawa basa
biasanya digunakan untuk agen
(Fessenden,1982).

Abdianto (H1031181086) Asam Karboksilat dan Ester


PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK DASAR

Percobaan uji pengendapan


dapat dilakukan dengan cara asam
benzoat dimasukkan ke dalam tabung
reaksi sebanyak 5 mg lalu dilarutkan
dalam NaOH kemudian ditambahkan
HCl sampai netral. Setelah itu,
Gambar 1.8 Struktur Asam Asetat
ditambahkan FeCl3 sebanyak 5 tetes.
(Riswiyanto,2009) hanya 1 gugus
Asam benzoat adalah asam
karboksil
karboksilat aromatik yang paling
sederhana dengan rumus C6H5COOH
dan berbentuk padatan kristal
berwarna putih (Daintith,1994). Asam
klorida adalah asam anorganik
dengan rumus kimia HCl dan
berbentuk gas yang tak berwarna,
Gambar 1.9 Struktur Asam Oksalat
berbau tajam (asam), sangat larut
(Riswiyanto,2009) gabungan 2 gugus
dalam air dengan membentuk larutan
karboksil
asam kuat (Mulyono,2006). Besi (III)
Berdasarkan hasil yang klorida adalah suatu bahan kristalin
diperoleh dari percobaan ini maka delikuesen kuning-coklat dan larut
dapat disimpulkan bahwa karboksilat dalam pelarut organik dan dapat
mono adalah asam asetat sedangkan membentuk larutan-larutan dengan
karboksilat poli adalah asam oksalat konduktivitas listrik yang rendah
dan sesuai dengan berdasarkan (Martin,2012).
struktur dari senyawa asam Asam benzoat dilarutkan
karboksilatnya yaitu struktur asam dalam NaOH dikarenakan asam
asetat memiliki hanya satu gugus benzoat merupakan gugus asam
karboksil sedangkan struktur asam karboksilat yang terikat pada cincin
oksalat merupakan gabungan dua aromatik (Daintith,1994) dan asam
gugus karboksil ( Riswiyanto,2009). karboksilat sedikit larut dalam air dan
dapat larut dalam larutan basa
(Mulyono,2006) sehingga untuk
membuat larutan asam benzoat harus
dilarutkan dalam larutan basa dan
senyawa basa digunakan adalah
natrium hidroksida (NaOH). Tujuan
dari penambahan HCl supaya untuk
menetralisasi dari larutan natrium
Gambar 1.10 Hasil dari Percobaan benzoat dan penambahan HCl harus
Karboksilat Mono dan Poli netral dikarenakan untuk memperoleh

Abdianto (H1031181086) Asam Karboksilat dan Ester


PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK DASAR

larutan asam benzoat yang jenuh


dengan terbentuknya garam natrium
klorida (NaCl) dan sesuai dengan
reaksi kimia tersebut yaitu :

Gambar 1.12 Hasil dari Percobaan Uji


Pengendapan

Percobaan uji KMnO4


Gambar 1.11 Reaksi antara asam
dilakukan dengan cara asam asetat,
benzoate + NaOH dan ditambahkan
benzoat, dan salisilat dimasukkan ke
HCl sampai netral
dalam masing-masing tabung reaksi
Penambahan FeCl3 berfungsi yang berbeda sebanyak 4 tetes
untuk mengidentifikasi apakah asam kemudian ditambahkan larutan KMnO4
benzoat dapat bereaksi dengan FeCl3 sebanyak 4 tetes. Asam salisilat
atau tidak, dengan adanya perubahan merupakan asam yang bersifat iritan
warna dan terbentuknya endapan. lokal, yang dapat digunakan secara
Hasil dari percobaan ini adalah ketika topikal dengan rumus kimia C7H6O3
asam benzoat direaksikan dengan (Martin,2012) sedangkan kalium
NaOH menjadi terlarut sempurna lalu permanganat adalah senyawa dengan
ditambahkan HCl terdapat gumpalan rumus kimia KMnO4 yang berbentuk
atau endapan berwarna putih kristal berwarna ungu dengan kilauan
kemudian ditambahkan lagi FeCl3 metalik, dapat larut dalam air dan
larutan menjadi berubah warna banyak digunakan sebagai oksidator
menjadi orange dan disertai endapan (Martin,2012). Hasil yang diperoleh
warna putih. Jadi, dapat disimpulkan dari percobaan ini adalah ketika asam
bahwa asam benzoat dapat bereaksi asetat + KMnO4 larutan berwarna
dengan FeCl3 dengan menetralisasi ungu tua, asam benzoat + KMnO4
asam benzoat menjadi larutan yang larutan menjadi warna ungu dan
jenuh dengan bantuan asam benzoat mengendap, sedangkan asam salisilat
dilarutkan dalam larutan NaOH dan + KMnO4 larutan menjadi warna coklat
dinetralkan dengan penambahan HCl tua dan terbentuknya endapan.
sampai netral. KMnO4 berperan sebagai
suatu katalis sama halnya dengan
penambahan H2SO4 pada percobaan
pembentukan ester dikarenakan
merupakan oksidator yang kuat

Abdianto (H1031181086) Asam Karboksilat dan Ester


PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK DASAR

(Daintith,1994) tetapi tujuan Gambar 1.13 Struktur Asam Salisilat


penambahan KMnO4 adalah untuk (Riswiyanto,2009)
mengetahui terjadinya reaksi oksidasi.
KMnO4 merupakan zat pengoksidasi Gugus hidroksil lah yang
yang kuat. Reaksi oksidasi terjadi bila mengalami pengoksidasian oleh
warna ungu dari KMnO4 hilang dari oksidator KMnO4 karena gugus
campuran tersebut (Chang,2004). hidroksil bersifat polar sehingga
Reaksi oksidasi berjalan dengan mudah untuk teroksidasi
sangat lama bila terjadi pada asam (Sitorus,2010). Sedangkan, asam
karboksilat (Riswiyanto,2009). asetat dan benzoat hanya memiliki 1
gugus fungsi yaitu karboksil dimana
Berdasarkan hasil yang sesuai dengan strukturnya yaitu :
diperoleh dari percobaan ini maka
dapat disimpulkan bahwa yang
mengalami reaksi oksidasi adalah
ketika asam salisilat direaksikan
dengan KMnO4 dikarenakan warna
ungu dari KMnO4 hilang dari
campuran tersebut dan menjadi warna Gambar 1.14 Struktur Asam Asetat
cokelat tua hal ini menunjukkan (Riswiyanto,2009)
bahwa asam salisilat mengalami
oksidasi sedangkan asam asetat dan
benzoat tidak mengalami reaksi
oksidasi karena ketika direaksikan
dengan KMnO4 larutan masih
berwarna ungu. Asam salisilat bisa
mengalami reaksi oksidasi oleh
oksidator KMnO4 dibandingkan asam Gambar 1.15 Struktur Asam Benzoat
asetat dan benzoat dikarenakan asam (Riswiyanto,2009)
salisilat mempunyai 2 gugus fungsi
Gugus karboksil tidak mudah
yang berbeda yaitu karboksil dan
mengalami oksidasi sehingga reaksi
hidroksil yang terikat pada cincin
oksidasi berjalan sangat lambat
aromatik (Riawan,1962).
sedangkan asam karboksilat aromatik
yang digunakan adalah asam benzoat
bersifat semipolar sehingga sangat
lambat mengalami oksidasi
dikarenakan sedikit larut dalam air.
Hal ini menunjukkan bahwa asam

Abdianto (H1031181086) Asam Karboksilat dan Ester


PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK DASAR

benzoat bersifat semipolar dan sesuai bening dan ada endapan kemudian
dengan prinsip “like dissoluve like”. pada percobaan uji basa (Ba(OH)2),
ketika sebelum dipanaskan; asam
asetat + Ba(OH)2 larutan menjadi
bening dan asam oksalat + Ba(OH)2
larutan menjadi keruh dan ada sedikit
endapan sedangkan ketika sesudah
dipanaskan; asam asetat + Ba(OH)2
atau asam oksalat + Ba(OH)2 tidak
Gambar 1.16 Hasil Percobaan Uji ada perubahan.
KMnO4 Berdasarkan hasil yang
diperoleh dapat disimpulkan bahwa
Percobaan uji AgNO3 dan basa
terbentuknya endapan ini
dilakukan dengan cara, asam asetat
menandakan bahwa Ag telah bereaksi
dan oksalat dimasukkan 2 masing-
dengan asam oksalat. Selanjutnya,
masing tabung reaksi yang berbeda
larutan asam oksalat ditambah
kemudian ditambahkan larutan
Ba(OH)2 menjadi keruh dan ketika
AgNO3. Perak nitrat adalah garam
dipanaskan tidak terjadi perubahan.
perak dengan rumus AgNO3 yang
Hal ini menandakan bahwa asam
berbentuk padatan kristal tak
karboksilat larut dalam pelarut basa
berwarna dan mudah larut dalam air
dan tidak larut dalam pelarut asam.
(Mulyono,2006). Setelah itu,
(Hart,2003).
dipanaskan dan prosedur dilakukan
dengan sama untuk uji basa dengan
penambahan Ba(OH)2. Barium
hidroksida adalah senyawa kimia yang
berbentuk padatan berwarna putih
dengan rumus kimia Ba(OH)2 dan
mudah larut dalam air (Martin,2012).
Hasil yang diperoleh dari
percobaan ini adalah pada percobaan
Gambar 1.18 Hasil dari percobaan
uji AgNO3, ketika sebelum dipanaskan
AgNO3 sebelum dipanaskan
; asam asetat + AgNO3 larutan
menjadi bening dan asam oksalat +
AgNO3 larutan menjadi putih keruh
dan ada endapan sedangkan ketika
sesudah dipanaskan; asam asetat +
AgNO3 menjadi tidak ada perubahan
dan asam oksalat + AgNO3 menjadi

Abdianto (H1031181086) Asam Karboksilat dan Ester


PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK DASAR

Gambar 1.22 Reaksi asam asetat dan


oksalat dengan AgNO3 dan basa

KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan yang


telah dilakukan maka dapat
disimpulkan bahwa :

Gambar 1.19 Hasil dari percobaan 1. Suatu asam karboksilat adalah


AgNO3 sesudah dipanaskan suatu senyawa organik yang
mengandung gugus –COOH
sedangkan ester adalah
senyawa organik yang
mengandung gugus -COO-.
Mengidentifikasi untuk
membedakan asam karboksilat
dan ester setiap percobaan
ditandai dengan perubahan
warna, bau, timbulnya gas,
atau terbentuknya endapan.
Gambar 1.20 Hasil dari percobaan uji
2. Perbedaan pada umumnya
Ba(OH)2 sebelum dipanaskan
untuk senyawa asam
karboksilat dan ester adalah
aromanya yang khas. Asam
karboksilat memiliki aroma
yang khas yaitu bau yang
menyengat dan tidak enak
sedangkan ester juga memiliki
aroma yang khas yaitu bau
Gambar 1.21 Hasil dari percobaan uji yang harum dan
Ba(OH)2 sesudah dipanaskan menyenangkan.
3. Asam karboksilat sedikit larut
ataupun tidak larut dalam air
tetapi larut dalam pelarut basa
dan senyawa ester dapat
dibuat dengan mereaksikan
asam karboksilat dengan suatu
alkohol dengan bantuan katalis
asam.

Abdianto (H1031181086) Asam Karboksilat dan Ester


PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK DASAR

DAFTAR PUSTAKA Mulyono, 2006, Kamus Kimia,


Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.
Azura S.L., Sutri R., dan Iriany.,
Pembuatan Etil Asetat dari Oxtoby D., 2004, Kimia Dasar
Hasil Hidrolisis, Fermentasi, Prinsip dan Terapan Modern,
dan Esterfikasi Kulit Pisang Penerbit Erlangga, Jakarta.
Raja (Musa Paradisiaca L.),
Jurnal Teknik Kimia USU, Vol 4 Rasyid M., 2006, Kimia Organik 1,
(1):1 UNM, Makassar.

Carey F.A., 2000, Organic Rathod A.P., Wasewar K.L., Yoo


Chemistry Fourth Edition, C.K., 2014, Enhancement of
McGraw-Hill Companies, Esterfication of Propionic Acid
Boston with Isopropyl Alcohol by
Pervaporation Reactor, Journal
Chang, Raymond, 2004, Kimia of Chemistry, Vol 4
Dasar 1 Edisi Ketiga Jilid 1,
Penerbit Erlangga, Jakarta. Riawan S., 1962, Kimia Organik
untuk Mahasiswa Kedokteran,
Daintith J., 1994, Kamus Lengkap Kedokteran Gigi, PT.Binarupa
Kimia, Penerbit Erlangga, Aksara, Tangerang.
Jakarta.
Riswiyanto, 2009, Kimia Organik
Fessenden dan Fessenden, 1982, Edisi Kedua, Penerbir Erlangga
Kimia Organik Edisi Ketiga Jilid , Jakarta.
1, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Saurawati, 2006, Pengaruh K2O2
Fessenden R.J., 1997, Kimia Konsentrasi NaOH dan Waktu
Organik Jilid 2, Penerbit terhadap Asam Karboksilat,
Erlangga, Jakarta. Jurnal Kimia, Vol 3(18)
Hart H., 2003, Kimia Organik, Sitorus M., 2010, Kimia Organik
Penerbit Erlangga, Jakarta. Umum, Penerbit Graha Ilmu,
Hoydonckx, 2004, Esterfication Yogyakarta.
and Transesterfication of Sukmanawati S., 2009, Kimia 3,
Renewable Chemicial, Journal Pusat Perbukuan Departemen
of Chemistry, Vol 2(7) Pendidikan Nasional, Jakarta.
Martin E., 2012, Kamus Sains, Usman H., 2013, Kimia Organik,
Penerbit Pustaka Pelajar, UNHAS, Makassar.
Yogyakarta.

Abdianto (H1031181086) Asam Karboksilat dan Ester


PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK DASAR

Willbraham, Antony C., 1992,


Kimia Organik dan Hayati, ITB,
Bandung

Abdianto (H1031181086) Asam Karboksilat dan Ester

Anda mungkin juga menyukai