Anda di halaman 1dari 1

Deskripsi Case Report : Karsioma Sinonasal

Oleh : INDRA TANDI, S.Ked

Karsinoma sinonasal merupakan salah satu jenis kanker kepala dan leher yang sangat
jarang terjadi. Faktor usia, perilaku dan lingkungan sangat mempengaruhi terjadinya peyakit ini.
Umumnya pasien yang telah didiagnosis karsinoma sinonasal berusia lanjut, memiliki riwayat
perokok aktif dan bekerja di lingkungan yang sering terpapar bahan karsinogenik seperti pekerja
tambang batu bara atau nikel. Diagnosis dini karsinoma sinonasal sangat sulit ditegakkan, karena
pada awalnya pasien hanya datang dengan keluhan obstruksi nasal, rhinorrhea, dan epistaksis.
Yang dimana keluhan seperti ini juga dapat terjadi pada tumor jinak lain di kavum nasal.
Diagnosis biasanya ditegakkan pada saat stadium lanjut dan memiliki prognosis yang buruk.

Pada kasus pasien Tn. R usia 24 tahun yang dirawat di ruangan aster RSUD. Undata Palu
pasien datang sudah dengan karsinoma sinonasal stadium IVA. Awalnya pada tahun 2016 pasien
datang dengan keluhan obstruksi nasal, rhinorrhea, dan epistakasis. Kemudian dilakukan
anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang. Hasilnya dokter mendiagnosis pasien dengan
tumor kavum nasal. Selanjutnya dokter kemudian menganjurkan pasien untuk dilakukan
pemeriksan biopsi histopatologi dan hasilnya pasien menderita carcinoma sinonasal
undifferentiated (karsinoma sinonasal tak terdeferensiasi) stadium IVA. Pasien kemudian dirujuk
ke RSUP. Wahidin Sudirohusodo untuk dilakukan kemoradioterapi.

Karsinoma sinonasal yang terjadi pada pasien usia 24 tahun ini sangat jarang terjadi,
karena pada umumnya jenis kanker ini terjadi pada usia 55-60 tahun. Adanya riwayat perokok
aktif selama 4 tahun dan pasien memiliki keluarga yang mnderita kanker payudara merupakan
faktor resiko yang meningkatkan kmungkinan terjadinya penyakit ini. Diagnosis yang sulit
ditegakkan secara dini merupakan masalah pada kasus karsinoma sinonasal. Kepatuhan
menjalani kemoradioterapi juga mempengaruhi prognosis pada kasus ini. Pasien hanya menjalani
kemoterapi selama 6 dari 7 siklus yang harus dilewati, terlebih lagi setelah kemoterapi
dilanjutkan dengan radioterapi.