Anda di halaman 1dari 3

1.

Menentukan Tokoh dan Watak Tokoh


Tokoh adalah orang/ hewan yang menjadi pelaku dalam cerita (tokoh protagonis, atau antagonis,
tokoh utama atau tokoh pembantu). Watak tokoh dapat disimpulkan dari penggambaran fisik,
penggambaran tindakan tokoh, dialog tokoh, monolog, atau komentar/ narasi penulis terhadap
tokoh.
Nama
Watak Tokoh Bukti pada teks
Tokoh
Ulu Sombong 1. “Makanya Semut, kau harus berlatih berenang! Aku sejak berupa
berudu sudah bisa berenang, masa kau tidak bisa? Berenang itu
sangat mudah, julurkan saja kakimu,” Ulu menjulurkan kakinya,
“dan tendang ke belakang seperti ini!
2. “Hah! Sedih sekali hidupmu Ikan! Seandainya kamu seperti aku,
dapat hidup di dalam dua dunia, darat dan air, mungkin kamu akan
dapat merasakan kebahagiaan ini.
3. “Hai Burung, kenapa kau tidak mau keluar dan menikmati hujan?
Apakah kamu takut bulumu basah? Atau apakah kamu takut
tenggelam ke dalam kolam seperti semut?
Ikan Ramah dan rendah “Aku tidak dapat merasakan hujan Ulu. Lihatlah, aku tinggal bersama
hati air. Bagaimana caranya aku dapat menikmati hujan seperti kamu Ulu?”
Semut Baik dan ramah “Ulu, aku tidak suka dengan hujan. Kamu lihat betapa mungilnya
tubuhku? Air hujan akan menyeret dan menenggelamkanku ke kolam!
Aku tidak bisa berenang sepertimu, makanya aku berteduh,” sahut
Semut.
Burung Bijaksana “Ulu, tidakkah kamu tahu bahwa Sang Pencipta membuat kita dengan
keunikan yang berbeda-beda? Aku tidak bisa berenang sepertimu dan
ikan, tetapi aku bisa terbang mengitari angkasa. Burung kembali
berkata dengan bijak, “Itulah yang kumaksud Ulu, kita masing-masing
memiliki kelebihan sendiri. Semut tidak bisa berenang sepertimu, tetapi
ia bisa menyusup ke tempat-tempat kecil yang tidak dapat kau lewati.
Ikan tidak dapat melompat-lompat sepertimu, tetapi ia bernapas di
bawah air. Kamu tidak seharusnya menghina mereka!”

2. Menentukan Rangkaian Peristiwa


Uraikan isi fabel di atas menggunakan bahasamu sendiri dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan
berikut!

a. Urutkan kejadian yang dialami oleh Ulu di atas dalam tabel di bawah

1. Awalnya langit sangat gelap dan tidak lama kemudian, air mulai menetes perlahan-lahan dari
angkasa. Ulu pun mulai bersenandung sambil melompat-lompat mengitari kolam.
2. Tiba-tiba Ulu melihat semut yang kecil sedang berteduh di balik bunga matahari. semut tersebut
sangat sedih karena tidak bisa berenang dikarenakan tubuhnya yang sangat kecil.
3. Lalu Ulu berhenti di pinggir kolam dan berbicara kepada Ikan yang sedang berenang di dalam
kolam. Ulu berkata bertapa menyedihkannya hidup ikan yang hanya dapat hidup di air. kata-kata
Ulu telah menyakitkan hati ikan.
4. Selanjutnya Ulu tiba di bawah pohon, ia melihat Burung sedang bertengger di dahan pohon dan
membersihkan bulunya. Ulu mengira Burung juga sama seperti Semut dan Ikan yang tidak dapat
menikmati hujan.
5. Kemudian Burung menantang Ulu untuk naik ke atas pohon. Tetapi Ulu tidak bisa karena kakinya
yang pendek dan tidak bisa terbang.
6. Akhirnya Ulu menyadari kalau tindakannya salah. Ia seharusnya tidak menyombongkan kelebihan
dan menghina teman-temannya. Dan Ulu meminta maaf kepada Semut dan Ikan, serta Ulu mulai
menghargai teman-temannya dan mereka pun menyukainya kembali.

b) Mengapa Ulu meremehkan teman-temannya?


Karena ulu merasa ia mempunyai kelebihan yang istimewa dari pada teman temanya sehingga ia
sombong dan membandingkan apa yang tidak dipunyai temannya dan apa yang dipunyai ulu

c) Ceritakan proses Ulu akhirnya menyadari kesalahannya!


Ulu menyadari kesalahanya sebab ia mengejek burung dengan sangat berlebihan dan burung pun
menanyakan apakah ulu dpat naik keatas dahan pohon dan terbang diangkasa. lalu ulu menjawab
dengan lemah "Tentu saja aku tidak bisa", lalu burung mengatakan bahwa sang pencipta tlah
menciptakan kita dengan berbeda-beda. Dan ulu pun menyesal karna tlah meyombongkan diri dan
meminta maaf kepada semut, dan burung.

d) Daftarlah karakter manusia yang diibaratkan pada binatang dan karakter binatang asli pada fabel
di atas!
Karakter Manusia Pada Hewan Karakter Asli Hewan
Ulu berteriak dengan girang dan bersenandung Hewan katak tidak bisa berteriak dan
bersenandung.
Ulu berbicara kepada Ikan Hewan katak tidak bisa berbicara
Ulu tertawa kencang-kencang Hewan katak tidak bisa tertawa
Ulu meminta maaf pada Burung, Semut, dan Ikan Hewan katak tidak bisa meminta maaf

3. Menceritakan Kembali Isi Fabel


Semua Istimewa

Awalnya langit sangat gelap dan tidak lama kemudian, air mulai menetes perlahan-lahan dari
angkasa. Ulu seekor katak hijau pun mulai bersenandung sambil melompat-lompat mengitari kolam.

Tiba-tiba Ulu melihat semut yang kecil sedang berteduh di balik bunga matahari. semut tersebut
sangat sedih karena tidak bisa berenang dikarenakan tubuhnya yang sangat kecil. Menurut ulu
berenang itu sangat mudah tinggal menjulurkan kaki saja. Semut hanya bisa menatap Ulu dengan
kesal. Semut tidak dapat berenang karena ia memiliki kaki yang pendek.

Lalu Ulu berhenti di pinggir kolam dan berbicara kepada Ikan yang sedang berenang di dalam
kolam. Ulu berkata bertapa menyedihkannya hidup ikan yang hanya dapat hidup di air. kata-kata
Ulu telah menyakitkan hati ikan karena ikan tinggal bersama air sehingga tidak dapat menikmati
hujan.

Selanjutnya Ulu tiba di bawah pohon, ia melihat Burung sedang bertengger di dahan pohon dan
membersihkan bulunya. Ulu mengira Burung juga sama seperti Semut dan Ikan yang tidak dapat
menikmati hujan. Ulu mengatakan bahwa Burung tidak dapat menikmati hujan karena takut
bulunya basah.

Kemudian Burung menantang Ulu untuk naik ke atas pohon. Tetapi Ulu tidak bisa karena kakinya
yang pendek dan tidak bisa terbang. Burung mengatakan bahwa Sang Pencipta membuat hewan
dengan keunikan yang berbeda-beda. Burung menasehati Ulu agar tidak menghina hewan yang lain.
Akhirnya Ulu menyadari kalau tindakannya salah. Ia seharusnya tidak menyombongkan kelebihan
dan menghina teman-temannya. Dan Ulu meminta maaf kepada Semut dan Ikan, serta Ulu mulai
menghargai teman-temannya dan mereka pun menyukainya kembali.