Anda di halaman 1dari 14

Proposal Bisnis Ècho Hydrophonik

Dosen Pengampun Prof. Dr. Hapzi Ali, Ir, MM, CMA, MPM

Dosen Pengampun Prof. Dr. Hapzi Ali, Ir, MM, CMA, MPM Disusun Oleh : Siti Aisyah –

Disusun Oleh :

Siti Aisyah 43218110095

Universitas Mercu Buana Jakarta

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Akuntansi

2019

1

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan karunia-Nya, Saya dapat menyelesaikan proposal ini. Adapun latar belakang penulis membuat Proposal Usaha Echo Hydroponik untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Prof. Dr. Hapzi Ali, Ir, MM, CMA, MPM. sebagai dosen mata kuliah Kewirausahaan. Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak yang telah membantu dalam rangka penyelesaikan proposal ini, selain itu kerja sama yang baik diantara penulis membuat proposal ini dapat terselesaikan tepat pada waktu yang telah ditentukan.

Seperti kata pepatah, tidak ada gading yang tak retak. Penulis menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari sempurna, masih banyak hal yang kurang dalam penulisan proposal ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar penulis dapat memperbaikinya. Harapan penulis, semoga proposal ini dapat bermanfaat dan menjadi sumber ilmu yang baru bagi kita semua.

2

Jakarta, 20 April 2019

Penulis

1.1 Latar Belakang

BAB I

PENDAHULUAN

Zaman dahulu orang belum terpikir dengan adanya budidaya tanaman hidroponik dalam membudidaya tanamannya, biasanya mereka membudidayakan tanamannya dengan cara menanam dengan media tanah. Dan cara yang dilalukan dengan media tanah memerlukan waktu yang cukup lama dan mengeluarkan tenaga agar terpelihara tanamannya dengan baik. Khususnya para petani yang harus kerja ekstra dalam memelihara tanamannya, menjaga tanamannya agar tetap terpelihara dan berkembangbiak dengan baik tanpa adanya pengaruh dari pupuk urea dan pestisida yang dapat membahayakan konsumen.

Akan tetapi akhir-akhir ini kecenderungan masyarakat kita dalam memelihara tanamannya adalah memerlukan waktu dan tenaga dalam upaya memelihara tanaman agar kualitas tetap terjamin, memperhatikan gizi dan kandungan dalam tanaman tersebut, menjaga kesehatan tanaman agar terhindar dari pupuk urea dan pestisida, apalagi orang awam yang hanya bisa memelihara tanamannya dengan sebelah mata atau tidak dengan detail cara membudidayakannya, dan itu bukan hal yang mudah untuk kita lakukan.

Dari fenomena diatas maka sangat cocok dan potensial bila kami mendirikan usaha dalam budidaya tanaman hidroponik, dimana dari segi kualitas dapat memenuhi keinginan konsumen yaitu nyaman dikonsumsi, praktis, efisien, efektif, tidak menguras tenaga, kualitas terjangkau sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen, karena sehat untuk dikonsumsi di bandingkan dengan menanam dengan media tanah

Dengan faktor produksi yang relative murah dan terjangkau serta mudah didapat, kami yakin usaha yang kami lakukan ini memiliki berbagai aspek yang dapat menguntungkan bagi pribadi maupun orang lain.

Adapun latar belakang didirikannya usaha ini adalah:

3

1) Masyarakat membutuhkan tanaman/sayur-mayur yang dapat membantu kesehatan tubuh. Dengan produk yang berkualitas diharapkan masyarakat tidak jenuh dalam penggunaannya.

2)

Bahan baku mudah diperoleh dan murah.

1.2 Perumusan Visi Usaha

Menjadi usaha budidaya tanaman hidroponik sebagai usaha yang diminati masyarakat serta agar mendapatkan keuntungan yang maksimal. Selain untuk mendapatkan keuntungan dengan membuka budidaya tanaman hidroponik dapat juga membuka peluang lapangan kerja serta eco wisata.

1.3 Perumusan Misi Usaha

1)

Proses produksi tanaman yang berkualitas, baik fisik maupun material yang digunakan.

2)

Menerapkan produk yang mutu terjamin, efesien dan efektif.

3) Menjaga tanaman agar tetap higenis. Dengan pembudidayaan yang modern dan

canggih diharapkan dapat memuaskan konsumen. Memperkenalkan tanaman dan hasil tanaman hidroponik kepada masyarakat, khusunya para petani yang membudidaya tanaman.

4)

1.4 Tujuan Usaha

Adapun beberapa tujuan dalam usaha budidaya tanaman hidroponik ini adalah:

1. Meningkatkan taraf hidup menjadi lebih baik untuk memperoleh keuntungan.

2. Untuk menerapkan jiwa kewirausahaan.

3. Melatih kemandirian.

4. Menjaga kesehatan.

1.5 Manfaat Usaha

1. Mampu memenuhi kebutuhan dan selera konsumen

2. Menciptakan lapangan pekerjaan

3. Meningkatkan pendapatan dan memperoleh keuntungan

1.6 Dekripsi Usaha

4

Usaha yang akan saya mulai bergerak dalam bidang budidaya yang memanfaatkan bahan - bahan material sebagai alat untuk budidaya tanaman hidroponik yang efisiensi. Karena pada dasarnya masyarakat awam masih minim menggunakan media hidroponik untuk membudidayakan tanaman, sehingga dengan adanya budidaya ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam menjaga kesehatan akan mengonsumsi tanaman/sayur- mayur. Usaha ini mungkin masih jarang diminati orang banyak, karena kebanyakan mereka hanya membiasakan bertanam dengan media tanah, secara kurang higenis, kurang tepat dan dapat terganggu hama sehingga tanaman kurang baik untuk digunakan/dikonsumsi. Namun oleh karena itu kami berusaha untuk mengembangkan usha ini agar dapat lebih maju lagi dan menunjukan citra yang baik akan segala macam budidaya yang modern, canggih dan bermutu tinggi.

5

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Profil Usaha Nama usaha : Ècho Hidroponik Alamat usaha : Kp. Pasir Kunyit, Cilacap Jawa Tengah

Profil Pemilik Usaha

Nama

Siti Aisyah

Tempat & Tanggal Lahir

Cilacap, 29 Agustus 2000

Alamat Tempat Tinggal

Jl. Manis III, Kp. Pabuaran Rt.005/001, Kel. Manis Jaya, Kec. Jatiuwung, Kota Tangerang Banten (15136)

No. Handphone

081310196006

Email

Ssitiaisyah169@gmail.com

Agama

Islam

Riwayat Pendidikan

SDN Jatake 4 SMP N 8 Kota Tangerang SMA N 11 Kota Tangerang

2.2 Logo

4 SMP N 8 Kota Tangerang SMA N 11 Kota Tangerang 2.2 Logo 2.3 Aspek Produk

2.3 Aspek Produk

1. Bussines Model Canvas

a) Key Partner Bisnis ini akan bermitra dengan beberapa key partner yaitu antara lain:

Bisnis ini akan bermitra dengan supplier pipa dan peralatan budidaya tanam karena merupakan media utama untuk melakukan budidaya tanaman hidroponik. Untuk melakukan pengiriman tanaman sayuran yang sudah jadi, bisnis ini

6

menggunakan jasa antar sehari gojek untuk wilayah Jakarta dan Depok karena untuk menjaga kesegaran sayuran yang dibuat.

b) Key Activities Aktivitas yang paling utama dari bisnis ini adalah melakukan budidaya tanaman sayuran itu sendiri mulai dari pemilihan benih dan bibit, persiapan peralatan, pembuatan media tanam dengan menggunakan pipa dan melakukan aktivitas pemantauan tanaman selama beberapa hari sampai dapat di panen.

c) Key Resources Bisnis ini akan menggunakan resources berupa peralatan tanam seperti pipa, bibit dan pupuk dan dari human resources menggunakan satu orang pegawai pada awalnya untuk melakukan pemantauan secara rutin terhadap pertumbuhan tanaman.

d) Value Proportion Value proportion yang ditawarkan dalam bisnis hidroponik ini adalah kami memproduksi hanya sayuran yang betul betul fresh dan baru sehingga kami melakukan pemantauan waktu tumbuh yang akurat dan pada saat delivery ke pelanggan kami juga berusaha untuk menggunakan jasa pengiriman yang dapat mengantarkan secepat mungkin.

e) Channels Bisnis ini menggunakan channel sebagai berikut :

Product Awareness : untuk membangun product awareness atas tanaman sayuran hidroponik yang dijual, penulis berniat untuk melakukan campaign pemasaran dengan memanfaatkan media sosia seperti instagram dan facebook. Hal ini dilakukan untuk menyebarkan informasi tentang produk tanaman sayuran kami kepada banyak orang secara lebih efisien. Selain itu, penulis berniat untuk mengikuti beberapa pameran agar dapat mengkomunikasikan secara langsung tentang value proposition dari produk ini kepada calon konsumen. Evaluation : Penulis berencana untuk membuat suatu kuesioner dan customer satisfaction form untuk setiap pembelian yang dilakukan dengan memberikan discount pembelian pada setiap pengisian agar dapat mengetahui pandangan konsumen terhadap produk tanaman sayuran hidroponik ini. Purchase : untuk melakukan pembelian tanaman sayuran hidroponik kami, dapat dilakukan dengan pembelian secara offline karena penulis berencana

7

untuk membangun sebuah minishop, selain itu produk tanaman sayuran ini juga akan di display pada beberapa media sosial e-commerce seperti tokopedia dan shopee. Delivery : Sesauai dengan value proportion kami bahwa kesegaran tanaman sayuran menjadi hal utama, maka kami akan mengusahakan pengiriman yang paling cepat agar tanaman sayuran dapat segera sampai di tangan pelanggan. Kami akan bekerja sama dengan penyedia jasa pengiriman seperti Go-send dan jasa ekspedisi sicepat express. After sales service : Kami akan menyediakan nomor kontak pusat untuk berhubungan dengan customer apabila ada keluhan atau ada hal yang ingin ditanyakan pasca pembelian tanaman sayuran. Marketing : Kami akan melakukan event marketing karena jenis usaha kami yang menjadikan kesehatan sebagai nilai utama membutuhkan edukasi kepada masyarakat atau calon pembeli sehingga mereka mengetahui pentingnya menjaga kesehatan tubuh dengan mengkonsumsi sayuran yang segar dan bebas pestisida. Selain event marketing, kami juga melakukan social media marketing untuk menciptakan wom (word of mouth) dari calon pembeli tentang produk tanaman sayuran ini. Customer Target customer dari usaha kami adalah masyarakat urban city yang memiliki healthy lifestyle tanpa rentang atau batas usia. Hal ini karena biasanya untuk masyrakat urban yang sudah memiliki healthy lifestyle, mereka sudah memiliki knowledge tentang manfaat mengkonsumsi sayuran yang segar dan bebas pestisida. Customer Relationship Untuk menjaga hubungan dengan konsumen, kami akan terus melakukan email broadcast pada email pelanggan yang sudah didaftarkan untuk mengirimkan informasi seputar kesehatan dan budidaya tanaman hidroponik. Kemudia kami juga akan selalu berinteraksi dengan konsumen melalui media sosial seperti instagram, line dan online shopping e-commerce yang digunakan.

2. Jenis Produk Usaha Usaha ini akan memproduksi dan menjual tanaman baik berupa bibit / hasil tanaman hidroponik yang kami garap, bahan bakunya adalah seperti paralon, lampu, bahan

8

material, polibek, dan lain sebagainya. Produk yang dihasilkan dapat digunakan sepraktis mungkin.

2.4 Analisis Usaha

1. Jenis Buah dan Sayuran yg akan ditanam :

Cabai Hidroponik.

Kentang Hidroponik.

Tanaman Hidroponik Selada.

Tomat Hidroponik perlu di beri penyangga.

Kol Hidroponik.

Jagung Manis Hidroponik

Kacang Panjang Hidroponik.

Bayam Merah Hidroponik.

Wortel Hidroponik, dan masih banyak lagi jenis sayuran hidpronik lainnya.

2. Rincian Modal Usaha Hidroponik merupakan sistem bercocok tanam tanpa menggunakan media tanam. Sistem ini mengutamakan kualitas tanaman higienis, bergizi tinggi, dan sehat. Maka, untuk berbisnis tanaman dengan kriteria tersebut, diperlukan modal awal yang cukup besar. Secara umum, berikut rincian modal awal bisnis hidroponik dengan asumsi jenis tanaman sawi.

A. Modal investasi

Nama Peralatan

Jumlah

Total

Bangunan

15 m2 semi permanen

Rp.

9.000.000

Pemasangan listrik

2.200 Watt

Rp.

2.000.000

Instalasi hidroponik

Tingkat 20 m2 x Rp500.000 per meter persegi

Rp.

10.000.000

Pompa sirkulasi 3/4

2 buah

Rp.

6.000.000

Air jet pump

1 Buah

Rp.

1.500.000

Tangki air 1.500 liter

1 Buah

Rp.

1.900.000

Pemasangan jaringan utilitas

 

Rp.

1.000.000

9

Peralatan hidroponik

 

Rp.

1.650.000

Total Modal Investasi

 

Rp.

33.050.000

B.

Modal kerja

Nama Peralatan

 

Jumlah

Total

Benih sawi

Bungkus X Rp. 30.000 per bungkus

8

Rp.

240.000

Media tanam rockwoll4 paket

(isi 18 kotak ukuran 2,5 x 2,5 cm per kotak) x Rp15.000 per paket

Rp.

60.000

Nutrisi

32 botol X Rp. 42.500

Rp.

1.296.000

Label dan Kemasan

 

Rp.

2.500.000

Total Modal Kerja

 

Rp.

4.096.000

C.

Modal Operasional

 

Nama Peralatan

 

Jumlah

Total

Tenaga Kerja

1

orang

Rp.

1.500.000

Penyusutan Bangunan dan Peralatan

 

Rp.

1.044.000

Biaya Listrik, Transportasi, dan Air

 

Rp.

2.700.000

Total Modal Operasional

 

Rp.

5.244.000

Total Keseluruhan Modal Awal

Total Modal Investasi

Rp. 33.050.000

Total Modal Kerja

Rp.

4.096.000

Total Modal Operasional

Rp.

5.244.000

Total Modal Awal

Rp. 42.390.000

10

3. Peralatan Tanaman Hidroponik Bertanam dengan metode hidroponik harus didukung dengan peralatan lengkap agar proses budidaya berjalan lancar. Berikut ini daftar peralatan yang wajib Anda miliki sebelum memulai budidaya sayuran organik.

A. pH meteruntuk mengukur kadar keasaman media tanam dan nutrisi.

B. Pipa paralonpenampung cairan nutrisi dan air.

C. Netpotwadah tanaman dengan lubang-lubang kecil di bawahnya.

D. EC metermengukur kadar larutan nutrisi.

E. Timbangan mejauntuk menimbang tanaman.

4. Pembuatan Instalasi Hidroponik Instalasi hidroponik terdiri dari 7 jenis, yaitu wick system, ebb&flow system, drip

system, NFT (Nutrient Film Technique), DFT (Deep Flow Technique), aeroponic, dan water culture system. Anda bisa menggabungkan sistem NFT dan DFT untuk membuat hidroponik bertingkat. Berikut langkah-langkahnya :

Pertama, siapkan peralatan dan bahan untuk membuat sistem hidroponik NFT- DFT.

Langkah kedua, buatlah rak bertingkat dengan bentuk huruf A menggunakan bahan kayu.

Ambil pipa paralon, lalu buat lubang dengan menggunakan bor. Jarak antarlubang minimal 20 cm. Setelah pembuatan lubang selesai, tutup salah satu ujung paralon.

Kemudian, pasang pipa paralon di rak yang sudah dibuat. Gunakan lengkungan besi untuk menyangga PVC. Lalu, atur kemiringannya agar pertumbuhan tanaman tidak terhambat.

Siapkan netpot, kemudian masukkan rockwoll berisi benih tanaman ke dalamnya. Satu kotak rockwoll untuk satu netpot.

Setelah itu, Anda bisa tuangkan nutrisi ke pipa paralon yang sudah dipasang bersusun. Namun, larutan tersebut tidak boleh memenuhi paralon; maksimal setengahnya.

5. Sumber Nutrisi Tanaman Hidroponik Nutrisi hidroponik fungsinya sama seperti pupuk yang digunakan pada penanaman metode konvensional. Jenis nutrisi terbaik untuk tanaman hidroponik adalah AB Mix. Produk ini terdiri dari campuran pupuk A (kalium) dan B (sulfat dan fosfat). Agar tidak

11

menimbulkan endapan, hindari mencampur pupuk dalam keadaan pekat. Anda harus menambahkan air supaya nutrisinya terserap ke akar tanaman. Namun, berhati-hatilah; tanaman bisa terbakar jika dosis AB Mix terlalu tinggi.

6. Harga Jual Tanaman Hidroponik Harga jual tanaman hasil budi daya hidroponik dibedakan berdasarkan jenis dan kualitas. Sebagai referensi, tahun 2018 lalu, harga jual pakcoy mencapai Rp7.500 per sayuran. Sementara selada coy dan selada keriting dibanderol Rp8.500. Bahkan, harga selada per kilogram mencapai Rp35.000 di supermarket.

7. Menghitung Omset dan Keuntungan Lama pemeliharaan menentukan jumlah keuntungan dan omset yang Anda peroleh. Untuk perhitungan hidroponik pakcoy, berikut rinciannya berdasarkan subtopik pertama. Estimasi harga pakcoy Rp. 22.000 per kilogram dengan masa pemeliharaan 28 hari. Hasil panen diperkirakan mencapai 630 kg. Maka, omsetnya Rp22.000 dikalikan 630 kg, hasilnya Rp13.860.000. Jadi, keuntungan per bulan dihitung dari total omset dikurangi modal kerja dan operasional.

Laba : Rp 13.860.000 Rp 9.340.000 = Rp 4.520.000

8. Resiko Usaha Hidroponik Setiap usaha pasti memiliki risiko, begitu pun dengan hidroponik. Berikut ini beberapa risiko yang mungkin Anda alami ketika memutuskan menggunakan sistem hidroponik. Usaha hidroponik membutuhkan keterampilan khusus agar bisa melakukan perawatan dengan benar. Semisal, untuk mengisi larutan nutrisi, Anda harus mengetahui cara mengontrol dosis dan mengukur pH. Bertanam dengan sistem hidroponik bisa mendatangkan kerugian besar jika tanaman banyak mati.

9. Aspek Yuridis Dalam meaksanakan usaha diprlukan aspek-aspek yuridis meliputi Surat Izin Usaha (SIU) dan Surat Izin Usaha Perdagangan.

12

3.1 Kesimpulan

BAB III

PENUTUP

Berdasarkan uaraian di atas dapat disimpulkan bahwa memilih usaha perlu mengetahui dahulu barbagai macam hal yang berhubungan dengan usaha yang didirikan. Seperti mengetahui peluang usaha, lokasi yang strategis, pemasaran produk aspek-aspek lain yang berkenaan pendirian usaha, sehingga usaha yang akan dijalankan dapat berjalan dengan baik. Usaha budidaya tanaman hidroponik ini merupakan suatu usaha skala kecil yang dapat membantu menciptakan lapangan usaha baru, sehingga mengurangi pengangguran. Usaha ini tidak memerlukan modal yang cukup besar, namun memerlukan perencanaan dan perlengkapan yang matang.

3.2 Saran

1)

Dalam mendirikan usaha sebaiknya dipersiapkan segala sesuatunya dengan matang dan

2)

tepat, sehingga usaha yang dijalankan dapat berjalan dengan baik. Dalam berwirausaha diperlukan keyakinan, keprcayaan diri, dan keuletan.

3)

Seorang wirausaha haruslah selalu kreatif dan inovatif serta selalu mengikuti trend dan

4)

selera konsumen agar pelanggan tidak mudah bosan. Jangan mudah menyerah menghadapi berbagai hambatan dan masalah.

3.3 Lampiran

Demikian proposal ini kami buat untuk memenuhi apa yang ingin kami rencanakan dalam berwirausaha. Semoga langkah ini dapat memberikan pengalaman baru dan bermanfaat untuk semua orang. Semoga Allah SWT memberikan berkahdan rahmat-Nya, terima kasih

13