Anda di halaman 1dari 14

SERVICE MARKETING

DISUSUN
OLEH
KELOMPOK II

DESI RATNASARI (150603236)


ISKANDAR (160603087)
MUARIF (160603218)
RIZKI DARA VONNA (170603071)
SYARIFAH NAJAH (170603006)

DOSEN PEMBIMBING
FAHMI HIDAYAT SE., MM.

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY


DARUSSALAM, BANDA ACEH
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah mata kuliah Service Marketing.
Dan tak lupa sholawat serta salam tetap tecurah kepada Nabi besar Muhammad SAW yang
telah menuntun kita dari jalan yang gelap gulita menuju jalan yang terang dengan membawa
agama yang sempurna addinul islam.

Makalah yang kami susun ini menjelaskankan tentang Service Marketing yang terdiri
dari berbagai bahasan.

Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing dan pengajar yaitu Bpk.
Fahmi Hidayat, SE., MM. yang dengan kesabaran dan kelebihannya telah mengajar kami
serta teman-teman yang telah membantu kami.

Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua
pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Dan
semoga dengan selesainya makalah ini dapat memberikan wawasan yang luas bagi pembaca.
Terima kasih.

Hormat Kami,

penulis
DAFTAR ISI

Halaman judul
Kata pengantar
Daftar isi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang
B. Rumusan masalah

BAB II PEMBAHASAN
A. Kerangka untuk strategi servis marketing yang efektif
B. Pengaruh servis terhadap prilaku konsumen
C. Tahapan dalam keputusan konsumen untuk membeli suatu produk

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan
Daftar pustaka
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Strategi pemasaran merupakan salah satu cara dalam mengenalkan produk
kepada konsumen,dan hal ini menjadi penting karena akan berhubungan dengan laba
yang akan dicapai oleh perusahaan. Strategi pemasaran akan berguna secara optimal bila
didukung oleh perencanaan yang terstruktur baik dalam segi internal maupuneksternal
perusahaan.
Dalam ilmu pemasaran, sebelum melakukan berbagai macam promosi atau
pendekatan pemasaran lainnya, perusahan harus terlebih dahulu membidik pasar atau
segmen secara jelas. Sebagian besarkegagalan usaha yang terjadi disebabkan oleh
gagalnya perusahaan mendefenisikan pasar yang dituju dan bagaimana potensinya.
Dengan banyaknya jumlah konsumen dan keanekaragaman keinginan pembelian
menyebabkan perusahaan tidak dapat memasuki semua segmenpasar, perusahaan harus
dapat mengidentifikasi segmen pasar yang dapat dilayani paling efektif, yaitu dengan
melakukan penelitian segmentasi.
Menurut Kotler (2008) strategi pemasaran harus dibangun berdasarkan tiga
langkah utama dalam pemasaran bersasaran yaitu STP (Segmentation, Targeting, dan
Positioning). Proses ini merupakan bagian dari kegiatan penciptaan dan penyampaian
nilai kepada konsumen yang tujuan akhirnya adalah kepuasan konsumen.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana Pengaruh Pelayanan Terhadap Perilaku Konsumen Dalam Service


Marketing?
2. Bagaimana Tahapan-Tahapan Dalam Keputusan Pembelian Produk?
3. Bagaimana Kerangka Untuk Strategi Pemasaran yang Efektif?
BAB II

PEMBAHASAN

A. Kerangka Untuk Service Marketing Yang Efektif

Marketing merupakan salah satu hal penting yang harus dilakukan ketika menjalankan
sebuah usaha, baik usaha baru maupun usaha lama yang telah dirintis bertahun-tahun
lamanya. Sebelum menjalankan marketing, pertama kali yang harus dilakukan adalah
menentukan konsep marketing serta strategi pemasaran yang efektif dalam menjual
produk kita.

Tujuan dasar dari pemasaran yang akan dilakukan, termasuk kepada hal-hal berikut :

 Meningkatkan penjualan
 Membangun brand awareness
 Mengembangkan daya tarik dan loyalitas brand
 Mengembangkan pemasaran digital
 Meningkatkan keuntungan
 Meluncurkan produk dan jasa baru
 Memperluas bisnis kepada pasar baru
 Target pasar baru

Jika Anda telah menunjuk target pencapaian umum yang ingin Anda fokuskan,
buatlah tujuan yang jelas untuk setiap goalnya. Gunakan strategi yang cerdas untuk
mengembangkan masing-masing dari rencana tersebut.

Membangun Rencana Marketing Berikut ada 5 poin utama untuk membangun


rencana yang efektif :
 Spesifik : Anda harus membangun rencana yang spesifik agar tidak membuat Anda
kebingungan saat tengah menjalani rencana tersebut.
 Realistis : Rencana yang Anda bangun harus sesuai dengan kemampuan yang
dimiliki.
 Batas waktu : Atur batasan waktu untuk mencapai setiap rencana agar Anda tetap
semangat menjalani rencana tersebut.
 Dapat diukur : Rencana yang Anda buat harus merupakan rencana yang dapat diukur
oleh kemampuan Anda sendiri.
 Dapat dicapai : Rencana tersebut merupakan rencana yang sudah pasti dapat dicapai
oleh kemampuan Anda.

Dalam menyusun strategi pemasaran untuk usaha kecil, Anda perlu


memperhatikan beberapa hal, antara lain yaitu:
1. Konsistensi
Konsistensi dibutuhkan pada semua area marketing. Tujuannya agar dapat
membantu mengurangi biaya marketing serta meningkatkan efektivitas penciptaan
merek.

2. Perencanaan
Dalam menjalankan konsep marketing untuk usaha kecil, maka perlu
perencanaan yang matang agar memperoleh banyak pelanggan. Karena itu, luangkan
waktu sebanyak mungkin untuk merencanakan strategi marketing yang efektif,
anggaran marketing yang dibutuhkan, serta konsep-konsep lainnya agar usaha kecil
Anda dapat berkembang dengan pesat.
3. Strategi
Strategi adalah dasar bagi kelanjutan kegiatan marketing yang telah
direncanakan sebelumnya. Beberapa hal yang biasanya dibahas saat menyusun
rencana strategi adalah siapa target pasar, bagaimana cara membidik pelanggan, serta
bagaimana cara menjaga agar konsumen yang ada menjadi pelanggan tetap.

4. Target Market
Definisikan secara tepat pangsa pasar apa yang sedang dituju. Caranya dengan
memilih satu atau lebih segmen pasar yang akan dimasuki. Hal ini bertujuan untuk
memperjelas target pasar seperti apa yang ingin Anda masuki sehingga konsep
marketing yang ingin Anda buat lebih mudah untuk dilaksanakan.

5. Anggaran

Ini merupakan bagian paling berat sebab membutuhkan tingkat keakuratan


yang tepat dalam menghitung anggaran marketing yang dibutuhkan. Sebab dari
anggaran yang telah dibuat tersebut, dapat menentukan berapa dana yang dibutuhkan
untuk melakukan pemasaran.

6. Marketing Mix
Marketing mix pada umumnya dijelaskan sebagai produk, harga, tempat serta
promosi. Sebagai pengusaha, tentunya Anda perlu memutuskan secara spesifik produk
atau jasa, berapa harga yang sesuai, bagaimana dan dimana Anda akan
mendistribusikan produk yang Anda butuhkan, serta bagaimana cara agar orang lain
dapat mengetahui mengenai produk apa yang sedang Anda tawarkan. Anda juga dapat
menggunakan jasa perusahaan digital marketing untuk memasarkan produk Anda.
Salah satunya adalah perusahaan Logique Digital Indonesia yang telah menangani
dan mempromosikan produk serta jasa berbagai rekan bisnisnya hingga berhasil dan
berkembang.

7. Website
Sekarang ini, semua usaha bisnis membutuhkan website untuk memberikan
informasi mengenai produk yang sedang Anda tawarkan, sebab hampir 60 persen
konsumen yang datang mendapatkan informasinya melalui internet. Logique Digital
Indonesia juga menyediakan jasa pembuatan website bagi produk Anda.

8. Branding
Branding merupakan proses yang menentukan apakah konsumen menerima
produk dari perusahaan yang membuatnya. Usaha kecil tentunya membutuhkan brand,
mulai dari gambar, logo serta produk unggulan yang dihasilkannya agar dapat dikenal
oleh masyarakat sehingga semakin berkembang. Untuk melakukan branding, Logique
Digital Indonesia siap membantu Anda dalam proses desain brand yang ingin Anda
buat, mulai dari gambar, logo serta berbagai bentuk desain lainnya.

9. SNS Operation
SNS operation merupakan salah satu strategi yang menggunakan media sosial
untuk melakukan promosi dan iklan. Melakukan hal ini cukup mudah, Anda hanya
perlu membuat suatu akun media sosial dan melakukan promosi dengan konten yang
menarik. Jika perlu gunakan juga media yang berbayar untuk meningkatkan tingkat
kunjungan ke media sosial Anda, seperti Keyword Planner, Facebook Ads, Twitter
Ads, Instagram Ads dan lain-lain.
Jika Anda memerlukan bantuan untuk meningkatkan jumlah prospek atau
konversi dengan menggunakan iklan, strategi pemasaran digital, pemasaran melalui
media social, dll. Logique Digital Indonesia akan menyediakan layanan yang efektif
bagi Anda dan perusahaan Anda.

10. Customer Relationship Management


Untuk dapat menciptakan konsumen yang loyal dan konsisten, tentu
membutuhkan pengelolaan hubungan yang baik dengan para pelanggan. Anda
tentunya tidak mau pelanggan Anda lari ke perusahaan lainnya. Karena itu, buatlah
pengelolaan hubungan yang baik dengan pelanggan, seperti membuat kartu member
khusus pelanggan dan memberikan potongan harga bagi para member
tersebut. Logique Digital Indonesia juga menyediakan jasa layanan pembuatan sistem
manajemen pelanggan (CRM) atau sistem manajemen keanggotaan berskala besar.

11. Mobile Marketing


Dengan meningkatnya pengguna ponsel pintar dan tablet tentunya membuat
pesan pemasaran dan konten untuk platform mobile merupakan suatu keharusan. Hal
itu dikarenakan semakin banyaknya konsumen yang melihat konten, menerima email
serta membeli produk menggunakan smartphone ini.
Karena itulah, perusahaan Anda perlu segera mendesain ulang website serta
blog menjadi lebih responsif dengan Smartphone tersebut. Data mencatat bahwa
sekitar 30 hingga 40% arus lalu lintas berasal dari perangkat mobile. Sangat penting
untuk menjangkau pengguna mobile dengan tepat karena kontribusi mereka terhadap
tingkat kunjungan web di Indonesia sangat besar.
Logique Digital Indonesia juga mengembangkan responsive website yang dapat
mengoptimasi tampilan website (UI) sesuai dengan ukuran layar. Kami juga secara
fleksibel dapat menawarkan dan mengimplementasikan penggunaan teknologi baru
seperti PWA atau AMP.

B. Pengaruh Pelayanan Terhadap Perilaku Konsumen

Pada umumnya semua orang adalah konsumen (pemakai atau pembeli barang
atau jasa), karena tidak ada seorang pun yang tidak membutuhkan barang atau jasa dalam
kehidupannya. Setiap orang yang pergi ke sebuah toko untuk membeli sebuah produk
menginginkan diberikan pelayanan yang memuaskan dan terbaik, baik dengan pelayanan
dari segi produk yang mereka inginkan, maupun dari segi penyambutan kepada
konsumen yang datang, baik dengan keramahan, senyuman, maupun dari segi kebersihan
toko atau tempat berjualan.

Dalam buku yang saya baca, yaitu buku berjudul “Manajemen Pelayanan Umum
di Indonesia”, Edisi 1, cetakan ke-6, Pengarang Drs. H.A.S.Moenir, Penerbit Bumi
Aksara, Tahun terbit 2002, disebutkan bahwa Fungsi sarana pelayanan yaitu:

 Mempercepat proses pelaksanaan pekerjaan, sehingga dapat menghemat waktu

 Meningkatkan produktivitas, baik barang atau jasa.

 Kualitas produk yang lebih baik atau tajam.

 Ketepatan susunan dan stabilitas ukuran terjamin.

 Lebih mudah atau sederhana dalam gerak plakunya.

 Menimbulkan rasa kenyamanan bagi orang-orang yang berkepentingan.

 Menimbulkan perasaan puas pada orang-orang yang berkepentingan, sehingga dapat


mengurangi sifat emosional mereka.

Apabila seorang pembeli atau konsumen tidak dilayani dengan baik, misalnya
kita masuk ke dalam sebuah toko sepatu dan kita sedang kebingungan mencari sepatu
yang kita inginkan baik model maupun ukuran, tetapi tidak ada satupun pelayan yang
menghiraukan kita, ataupun saat kita membayar barang yang telah kita beli, pelayan
tidak mengucapkan terima kasih, dan tidak ramah, tentu saja setiap konsumen akan
merasa kecewa bahkan marah, sehingga ia tidak akan kembali ketoko tersebut untuk
melakukan pembelian berikutnya. Oleh karena itu sebagai seorang penjual atau
produsen, hendaknya memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumennya,
karena bila seorang konsumen sudah merasa puas dan nyaman terhadap pelayanan yang
diberikan, dapat dipastikan bahwa konsumen tersebut akan melakukan pembelian ulang
di tempat atau toko yang sama.

C. Tahapan Keputusan Pembelian Produk

Menurut philip kotler (2003:224) proses pengambilan keputusan pembelian pada


konsumen di bagi menjadi lima tahapan yaitu:

1. Pengenalan Masalah

Proses pembelian dimulai ketika pembeli mengenali masalah atau kebutuhan.


Kebutuhan tersebut dapat dicetuskan oleh rangsangan internal atau ksternal. Dalam
sebuah kasu, rasa lapar, haus, dapat menjadi sebuah pendorong atau pemicu yang
menjadi kegiatan pembelian. Dalam beberapa kasus lainnya, kebutuhan juga dapat
didorong oleh kebutuhan eksternal, contohnya ketika seseorang mencium sebuah
wangi masakan dari dalam rumah makan ia akan merasa lapar atau seseorang menjadi
ingin memiliki mobil seperti yang dimiliki tetangganya.

Pada tahap ini pemasar perlu melakukan identifikasi keadaan yang dapat
memicu timbulnya kebutuhan konsumen. Para pemasar dapat melakukan penelitian
pada konsumen untuk mengidentifikasi rangsangan yang paling sering
membangkitkan minata mereka terhadap suatu produk.

2. Pencarian Informasi

Konsumen yang terangsang kebutuhannya akan terdorong untuk mencari


informasi informasi yag lebih banyak. Dalam tahap ini, pencarian informasi yang
dilakukan oleh konsumen dapat dibagi ke dalam dua level, yaitu situasi pencarian
informasi yang lebih ringan dinamakan dengan penguatan informasi. Pada level ini
orang akan mencari serangkaian informasi tentang sebuah produk.
Pada level kedua, konsumen mungkin akan mungkin masuk kedalam tahap
pencarian informasi secara aktif. Mereka akan mencari informasi melalui bahan bacaan,
pengalaman orang lain, dan mengunjungi toko untuk mempelajari produk tertentu. Yang
dapat menjadi perhatian pemasar dalam tahap ini adalah bagaimana caranya agar
pemasar dapat mengidentifikasi sumber-sumber utama atas informasi yang didapat
konsumen dan bagaimana pengaruh sumber tersebut terhadap keputusan pembelian
konsumen selanjutnya.

Menurut Kotler (2003:225) sumber utama yang menjadi tempat konsumen untuk
mendapatkan informasi dapat digolongkan kedalam empat kelompok, yaitu:

 Sumber pribadi: keluarga, teman, tetangga dan kenalan.


 Sumber komersial: iklan, wiraniaga, penyalur, kemasan, pajangan ditoko.
 Sumber publik: Media masa, organisasi penentu peringkat konsumen.
 Sumber pengalaman: penanganan, pengkajian, dan pemakaian produk.

Secara umum, konsumen mendapatkan sebagian informasi tentang sebuah produk


melalui sumber komersial-yaitu sumber yang didominasi oleh pemasar. Namun,
informasi yang paling efektif berasal dari sumber pribadi. Tiap-tiap informasi komersial
menjalankan perannya sebagai pemberi informasi, dan sumber pribadi menjalankan
fungsi legitimasi atau evaluasi. Melalui sebuah aktivitas pengumpulan informasi,
konsumen dapat mempelajari merek-merek yang bersaing beserta fitur-fitur yang
dimiliki oleh setiap merek sebelum memutuskan untuk membeli merek yang mana.

3. Evaluasi alternatif

Dalam tahapan selanjutnya, setelah mengumpulkan informasi sebuah merek,


konsumen akan melakukan evaluasi alternatif terhadap beberapa merek yang
menghasilkan produk yang sama. Pada tahap ini ada tiga buah konsep dasar yang dapat
membantu pemasar dalam memahami proses evaluasi konsumen. Pertama, konsumen
akan berusaha memenuhi kebutuhannya. Kedua, konsumen akan mencari mafaat tertentu
dari solusi produk. Ketiga, konsumen akan memandang masing-masing produk sebagai
sekumpulan atribut dengan kemampuan yang berbeda-beda dalam memberikan manfaat
yang digunakan dan untuk memuaskan kebutuhan itu. Atribut yang diminati oleh
pembeli dapat berbeda-beda tergantung pada jenis produknya. Contohnya, konsumen
akan mengamati perbedaan atribut sperti ketajaman gambar, kecepatan kamera, ukuran
kamera, dan harga yang terdapat pada sebuah kamera.

4. Keputusan Pembelian

Dalam melakukan evaluasi alternatif, konsumen akan mengembangkan sebuah


keyakinan atas merek dan tentang posisi tiap merek berdasarkan masing-masing atribut
yang berujung pada pembentukan citra merek. Selain itu, pada tahap evaluasi alternatif
konsumen juga membentuk sebuah preferensi atas merek-merek yang ada dalam
kumpulan pribadi dan konsumen juga akan membentuk niat untuk membeli merek yang
paling di sukai dan berujung pada keputusan pembelian.

Pada tahapan keputusan pembelian, konsumen dipengaruhi oleh dua faktor utama
yang terdapat diantara niat pembelian dan keputusan pembelian yaitu:

a. Sikap orang lain, yaitu sejauh mana sikap orang lain mengurangi alternatif yang
disukai seseorang akan bergantung pada dua hal. Pertama, intensitas sikap negatif
orang lain terhadap alternatif yang disukai calon konsumen. Kedua, motivasi
konsumen untuk menuruti keinginan orang lain (Fisbhein, dalam Kotler 2003:227).
Semakin gencar sikap negatif orang lain dan semakin dekat orang lain tersebut
dengan konsumen, maka konsumen akan semakin mengubah niat pembeliannya.
Keadaan preferensi sebaliknya juga berlaku, preferensi pembeli terhadap merek
tertentu akan meningkat jika orang yang ia sukai juga sangat menyukai merek yang
sama.
b. Faktor yang kedua adalah faktor situasi yang tidak terantisipasi yang dapat
mengurangi niat pembelian konsumen. Contohnya, konsumen mungkin akan
kehilangan niat pembeliannya ketika ia kehilangan pekerjaannya atau adanya
kebutuhan yang lebih mendesak pada saat yang tidak terduga sebelumnya.

Keputusan konsumen untuk memodifikasi, menunda atau menghindari


keputusan pembelian sangat dipengaruhi oleh risiko yang dipikirkan (Raymond,
dalam Kotler 2003:228). Seperti jumlah uang yang akan dikeluarkan, ketidakpastian
atribut dan besarnya kepercayaan diri konsumen. Dalam hal ini, pemasar harus
memahami faktor-faktor yang menimbulkan perasaan dalam diri konsumen akan
adanya risiko dan memberikan informasi serta dukungan untuk mengurangi risiko
yang dipikirkan konsumen.

5. Perilaku Pasca Pembelian

Setelah membeli produk, konsumen akan mengalami level kepuasan atau


ketidapuasan tertentu. Tugas pemasar tidak berakhir begitu saja ketika produk dibeli.
Para pemasar harus memantau kepuasan pascapembelian, tindakan pascapembelian
dan pemakaian produk pasca pembelian.

Kepuasan pasca pembelian

Kepuasan pembeli merupakan fungsi dari sberapa dekat harapan pembeli atas produk
dengan kinerja yang dipikirkan pembeli atas produk tersebut. Jika kinerja produk
lebih rendah daripada harapan, pembeli akan kecewa. Sebaliknya, jika kinerja produk
lebih tinggi dibandingkan harapan konsumen maka pembeli akan merasa puas.
Perasaan-perasaan itulah yang akan memutuskan apakah konsumen akan membeli
kembali merek yang telah dibelinya dan memutuskan untuk menjadi pelanggan merek
tersebut atau merferensikan merek tersebut kepada orang lain.

Pentingya kepuasan pasca pembelian menunjukkan bahwa para penjual harus


menyebutkan akan seperti apa kinerja produk yang sebenarnya. Beberapa penjual
bahkan menyatakan kinerja yang lebih rendah sehingga konsumen akan mendapatkan
kepuasan yang lebih tinggi daripada yang diharapkannya atas produk tersebut.

Dalam suatu pembelian produk, keputusan yang harus diambil tidak selalu
beurutan di atas. Pada situasi pembelian seperti penyelesaian ekstensif, keputusan
yang di ambil dapat bermula dari epnjual, karena penjual dapat membantu
merumuskan perbedaan dengan toko yang lain melalui pembentukan citra took yang
positif. Dengan citra yang baik yang ditampilkan di toko dimata masyarakat, khusus
nya konsumen akan terciptalah kesan bahwa perusahaan itu benar-benar memiliki
kualitas yang dapat dipercaya.
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Service marketing adalah suatu proses yang menciptakan dan menyampaikan jasa
yang dibutuhkan konsumen. Dimana di dalamnya terdapat kegiatan seperti menarik
perhatian konsumen, mempertahankan konsumen yang itu semua dilakukan untuk
memenuhi kebutuhan dan keinginan suatu perusahaan yang menjalankan binis.
Budaya pelayanan yang berorientasi pada pelanggan memiliki pengaruh yang
luar biasa bagi citra sebuah perusahaan. Oleh karena itu, pelayanan harus dilakukan
secara konsisten menyangkut segala hal, seperti ketepatan waktu, kualitas pelayanan,
dan lain-lain. Jika hari ini pelayanan tepat waktu, tapi yang berikutnya molor lama,
maka suatu pelayanan akan kehilangan keotentikannya. Jika hari ini pelayanan
berhasil diberikan dengan baik, tapi beberapa hari kemudian diberikan dengan tidak
sopan, maka pelayanan itu pun akan kehilangan image keotentikannya.
Pelayanan yang sempurna bukan hanya tentang pembuatan dan pengiriman produk
dengan kualitas tinggi. Service juga merupakan suatu hal yang sangat penting.
Selain menjadi salah satu bentuk penghargaan kepada pelanggan, service merupakan
salah satu pertimbangan seseorang untuk memutuskan apakah akan membeli produk
atau menggunakan jasa dari perusahaan tertentu
Sehingga salah satu cara utama bagi perusahaan jasa untuk menyatakan keunggulan
dirinya adalah dengan selalu memberikan kualitas jasa yang lebih tinggi dari para
pesaingnya.
Masalah-masalah dalam pemberian pelayanan jasa selalu muncul akan tetapi, dapat
dihindari dengan selalu berusaha untuk memberikan jasa pelayanan yang terbaik dan
belajar dari kesalahan masa lalu yang telah diatasi sebagai cerminan dan pegangan
untuk perbaikan kualitas jasa di masa yang akan datang.
Sehingga Implementasi marketing dalam informasi manajemen memainkan peran
penting dalam pemasaran jasa.
Informasi tidak hanya dikumpulkan selama riset pasar awal tetapi juga selama layanan
(marketing) seluruh proses. Informasi dapat menyebar tidak hanya selama tahap
komunikasi awal tetapi juga (dan terutama) selama proses produksi layanan dan
memastikan arus informasi yang efektif dalam perusahaan.
DAFTAR PUTAKA

Al Arif,MNur Rianto,Dasar-dasar Pemasaran BankSyariah, Bandunnglfabeta, 2010.


Antonio,Muhammad Syafi’I,Bank Syariah:DariTeorikePraktik, Jakarta:GemaInsaniPress,
2001.
Kasmir,Pemasaran Bank, Jakarta:Kencana,2005.
Umam,Khaerul,ManajemenPerbankan Syariah, Bandung:Pustaka