Anda di halaman 1dari 58

TUGAS PROYEK INSTALASI

PENERANGAN DAN TENAGA

DISUSUN OLEH
ANDI MUHAMMAD FIKRI (421 17 008)
2A D4 TEKNIK LISTRIK

PROGRAM STUDI DIV TEKNIK LISTRIK


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
MAKASSAR
2019

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas


berkah dan rahmat-Nya sehingga laporan proyek instalasi penerangan dan tenaga
dapat diselesaikan sebagai mana mestinya.
Proyek ini merupakan salah satu mata kuliah yang wajib ditempuh di
Politeknik Negeri Ujung Pandang. Laporan proyek ini disusun sebagai pelengkap
tugas yang telah dilaksanakan selama 1 bulan.
Dengan selesainya laporan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada
bapak (pembimbing) yang banyak membantu penulis. Tak lupa pula kami
ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang juga banyak membantu penulis,
sehingga kesulitan-kesulitan dalam menyusun laporan ini dapat teratasi. Penulis
menyadari bahwa di dalam penyajian laporan ini masih sangat jauh dari
kesempurnaan, untuk itu besar harapan kami agar pembaca dapat memberikan
saran, kritikan serta petunjuk yang positif kepada penulis. Harapan penulis,
semoga laporan ini dapat bermanfaat.

Makassar, Juni 2019

ANDI MUHAMMAD FIKRI

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ....................................................................................... i


KATA PENGANTAR ....................................................................................... ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... iii
DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... iv
DAFTAR TABEL ............................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………….1
1.1 Latar Belakang .................................................................................. 1
1.2 Tujuan................................................................................................ 2
BAB II TEORI DASAR…………………………………………………………3
2.1 Instalasi Listrik .................................................................................. 3
2.2 Peraturan umum Instalasi Listrik ...................................................... 3
2.2.1 Tujuan dari peraturan instalasi listrik ....................................... 4
2.2.2 Dasar-dasar Instalasi Listrik .................................................... 4
2.3 Keamanan dan Keselamatan Instalasi Listrik ................................... 4
2.4 Komponen Instalasi Listrik ............................................................... 5
2.5 Pengaman.. ........................................................................................ 6
BAB III ANALISA………………………………………………………………18
3.1 Deskripsi Kerja Instalasi Penerangan dan Tenaga ............................ 17
3.1.1 Gambar ....................................................................................... 41
3.2 Perhitungan Jumlah Penghantar ........................................................ 42
3.3 Perhitungan Jumlah Daya ................................................................. 43
3.4 Daftar Harga Alat dan Bahan ............................................................ 44
3.5 Daftar Analisis Biaya ....................................................................... 50
3.6 Perkiraan Biaya Instalasi .................................................................. 51
BAB IV PENUTUP……………………………………………………………...53
4.1 Kesimpulan ....................................................................................... 53

iii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kabel NYA ...................................................................................... 5


Gambar 2.2 Simbol KKB .................................................................................... 5
Gambar 2.3 Fitting .............................................................................................. 6
Gambar 2.4 Simbol saklar tunggal ...................................................................... 6
Gambar 2.5 Simbol saklar seri ............................................................................ 6
Gambar 2.6 Simbol saklar tukar ......................................................................... 6
Gambar 2.7 Simbol MCB ................................................................................... 7
Gambar 2.8 Klem ................................................................................................ 8
Gambar 2.9 Simbol Timer................................................................................... 8
Gambar 2.10 Simbol push button ....................................................................... 9
Gambar 2.11 Simbol Lampu ............................................................................... 9
Gambar 2.12 Simbol Impuls ............................................................................... 9
Gambar 2.13 Simbol LDR .................................................................................. 10
Gambar 2.14 simbol Lampu Tanda ..................................................................... 10
Gambar 2.15 Gambar Denah Asli ....................................................................... 13
Gambar 2.16 Gambar Denah kosong Lantai 1 .................................................... 14
Gambar 2.17 Gambar Denah kosong Lantai 2 .................................................... 15
Gambar 2.18 Gambar Tata letak komponen Lantai 1 ......................................... 16
Gambar 2.19 Gambar Tata letak komponen Lantai 2 ......................................... 17
Gambar 2.20 Gambar Instalasi Lantai 1 ............................................................. 18
Gambar 2.21 Gambar Instalasi Lantai 2 ............................................................. 19
Gambar 2.22 Diagram Daya lantai 1 dan 2 ......................................................... 20
Gambar 2.23 Diagram daya dan diagram kontrol Pompa ................................... 21
Gambar 2.24 Gambar Panel ............................................................................... 23

iv
DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Jumlah penghantar instalasi penerangan dan tenaga .......................... 28


Tabel 3.2 Perhitungan Daya ................................................................................ 32
Tabel 3.3 Daftar harga alat dan bahan ................................................................ 33
Tabel 3.4 Perhitungan analisis biaya ................................................................... 36
Tabel 3.5 Perkiraan biaya instalasi...................................................................... 3

v
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Instalasi listrik adalah pemasangan komponen-komponen peralatan listrik.


Instalasi listrik yang lebih baik adalah instalasi yang aman bagi manusia dan akrab
dengan lingkungan sekitarnya. Perencanaan sistem instalasi listrik pada suatu
bangunan haruslah mengacu pada peraturan dan ketentuan yang berlaku sesuai
dengan PUIL 2000 dan Undang-Undang Ketenagalistrikan 2002. Pada rumah
bertingkat membutuhkan energi listrik yang cukup besar dibandingkan dengan rumah
satu lantai. Oleh karena itu, pendistribusian energi listriknya harus diperhitungkan
sebaik mungkin agar energi listrik dapat terpenuhi dengan baik dan sesuai dengan
peraturan yang berlaku.
Rancangan instalasi listrik adalah berkas gambar rancangan dan uraian teknis
yang digunakan sebagai pedoman untuk melaksanakan pemasangan suatu instalasi
listrik. Dalam dalam ini penulis akan merencanakan instalasi pada rumah bertingkat.
Rancangan yang dibuat harus jelas dan mudah dipahami, sehingga tidak menemukan
kesulitan dalam pemasangan.

Pada Tugas Besar ini, penulis telah merancang instalsi listrik rumah
bertingkat yang sesuai dengan Persyaratan Umum Instalsi Listrik. Perancangan ini
dibuat dengan tujuan untuk mengetahui cara perencanaan suatu instalasi listrik
dengan baik dan benar agar tidak terjadi hal-hal yang dapat menimbulkan kerugian
bagi pemilik gedung atau rumah. Selain itu perancangan ini dilakukan dengan
menghitung seluruh beban yang akan dipakai, lalu merekapitulasinya hingga
mengethaui jumlah daya yang terpasang pada rumah tersebut.

1
Untuk pemasangan instalasi listrik penerangan dan tenaga untuk rumah terlebih
dahulu harus melihat gambar-gambar rencana instalasi yang sudah dibuat oleh
perencana berdasarkan denah rumah/bangunan dimana instalasinya akan
dipasang. Selain itu juga spesifikasi dan syarat-syarat pekerjaan yang diterima
dari pemilik bangunan/rumah, dan syarat tersebut tidak terlepas dari peraturan
yang harus dipenuhi dari yang berwajib yang mengeluarkan peraturan yaitu PLN
setempat.

2. Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan laporan ini adalah sebagai berikut:
1. Mampu merancang dan membuat gambar instlasi penerangan dan tenaga pada
rumah bertingkat,
2. mampu menghitung RAB dari rancangan instalasi penerangan dan tenaga
pada rumah bertingkat,
3. mampu menjelaskan deskripsi kerja dari rancangan instalasi yang dibuat.

2
BAB II
TEORI DASAR

2.1 Instalasi Listrik


Listrik merupakan energi yang bersih, mudah dibangkitkan, disalurkan,
dikendalikan, dan dirubah dalam berbagai bentuk energy lain. Oleh karena itu listrik
banyak dimanfaatkan untuk menunjang kehidupan. Menurut Peraturan Menteri
Pertambangan dan Energi Nomor: 03 P/ 40/ M.PE/ 1990, instalasi ketenagalistrikan
adalah bangunan-bangunan sipil dan elektromekanik, mesin-mesin, peralatan,
saluran-saluran dan perlengkapannnya, yang digunakan untuk pembangkitan,
konversi, transformasi, penyaluran, distribusi, dan pemanfaatan tenaga listrik. PUIL
2000 berlaku unutk semua instalasi listrik bangunan.
Selain menguasai persyaratan, perancangan, dan memiliki pengetahuan
tentang peralatan instalasi listrik, hal yang tidak boleh ditinggalkan oleh seorang ahli
listrik adalah kemampuan menggambar dan membaca gambar instalasi.Gambar
instalasi memegang peranan penting dan menentukan dalan perancangan instalasi,
karena hanya dengan bantuan gambar suatu proyek dapat dilaksanakan.
2.2. Persyaratan Umum Instalasi Listrik
Saistem penyaluran dan cara pemasangan instalasi listrik di Indonesian harus
mengikuti aturan yang ditetapkan oleh PUIL yang diterbitkan tahun 1977, kemudian
direvisi tahun 1987 dan terakhir tahun 2000. Sisteminstalasi listrik yang dimulai dari
sumber listrik (tegangan, frekwensi), peralatan listrik, cara pemasangan,
pemeliharaan dan keamanan, sudah diatur dalam PUIL.
2.2.1. Tujuan dari peraturan instalasi listrik
a. Melindungi manusia terhadap bahaya sentuhan dan kejutan arus listrik,
b. keamanan instalasi dan peralatan listrik,
c. menjaga gedung serta isinya dari bahaya kebakaran akibat gangguan listrik, dan
d. menjaga ketenangan listrik yang aman dan efisien.

3
2.2.2. Dasar-dasar instalasi listrik
Standarisasi juga mengurangi pekerjaan tangan maupun pekerjaan otak.
Dengan tercapainya standarisasi, mesin-mesin dan alat-alat dapat dipergunakan
secara lebih baik dan lebih efisien, sehingga dapat menurunkan harga pokok dan
meningkatkan mutu. Standarisasi juga membatasi jumlah jenis bahan dan barang,
sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan.

2.3. Keamanan dan Keselamatan Instalasi Listrik


Pengaman instalasi listrik adalah salah satu jenis peralatan yang berfungsi
mengamankan peralatan listrik dari gangguan arus hubung singkat (short circuit) dan
beban lebih (over load) . Penggunaan peralatan pengaman (proteksi) pada instalasi
listrik merupakan hal yang sangat penting, karena berhubungan langsung terhadap
keamanan dan keselamatan bagi pengguna listrik dari bahaya sengatan listrik atau
kerusakan instalasi dan peralatan listrik yang digunakan.
Pemasangan peralatan pengaman listrik harus memperhitungkan besarnya
arus listrik dari bebaninstalasi listrik atau besarnya arus dan tegangan listrik yang
masih mampu ditanggung dalam beberapa saat, apabila suatu instalasi maupun
peralatan listrik yang digunakan mengalami gangguan. Gangguan-gangguan yang
terjadi pada instalasi listrik diantaranya : (a) arus beban lebih, b) arus hubung singkat
(arus hubung pendek), c)arus bocor ke bumi.
Dengan demikian, pemilihan dan penggunaan peralatan pengaman listrik yang
tepat akan mendukung didapatnya suatu sistem instalasi listrik yang aman dan andal.

2.4 Komponen Instalasi Listrik


komponen instalasi listrik merupakan perlengkapan yang paling cocok
dalam suatu rangkaian instalasi listrik.
2.4.1 kabel instalasi berselubung
Penggunaan kabel instalasi berselubung jika dibandingkan dengan dalam pipa
diantaranya:
a. Lebih mudah dibengkokan

4
b. lebih tahan terhadap pengaruh asam dan uap atau gas tajam, dan
c. sambungan dengan alat pemakai dapat ditiup lebih rapat, dapat dilihat pada
gambar 2.1,

Gambar 2.1 Kabel NYA


2.4.2 Stop kontak
Aturan pemasangan stop kontak:
a. kontak-kontak dinding fasa satu harus dipasang hingga kontak netralnya ada
disebelah kanan
b. kotak kontak dipasang kurang dari 1,25 m diatas lantai harus dilengkapi
dengan tutup
c. kotak kontak yang dipasang dilantai harus tertutup
d. kotak kontak dinding dengan pengaman harus dipasang hantaran pengamanu
e. arus pengenal kotak kontak harus sesuai dengan daya perlengkapan listrik
yang dihubungkan padanya, tetapi tidak kurang dari 5A, dapat dilihat pada
gambar 2.2

Gambar 2.2 Simbol Stop Kontak

2.4.3 Fitting
Merupakan tempat memasang bola lampu listrik. Fitting terbagi tiga, yaitu:
a. Fitting langit-langit

5
Pemasangannya dengan ditempelkan pada langit-langit (eternit) dan dilengkapi
dengan roset.
b. Fitting gantung
Dilengkapi dengan tali snur yang berfungsi untuk menahan beban lampu dan
kap lampu.Serta untuk menahan konduktor dari tarikan beban tersebut.
c. Fitting kedap air
Biasanya dipasang pada tempat lembab, terbuat dari porselin, dimana bagian
kontaknya terbuat dari logam kuningan atau tembaga dan ulirnya dilengkapi
dengan karet yang berbentuk cincin sebagai penahan, dapat dilihat pada gambar
2.3

Gambar 2.3 Fitting

2.5 Pengaman

2.5.1 Pentanahan

Pemasangan alat pentanahan dimaksudkan untuk dapat


menyalurkan arus bocor kedalam tanah. Arus bocor yang dimaksud ialah
adanya arus/tegangan pada bagian listrik yang pada keadaan normal
bagian tersebut tidak bertegangan.

2.5.2 Miniature Circuit Breaker

(a) (b)
Gambar 2.6 (a) Gambar Fisik MCB, (b) Simbol MCB

6
Miniatur Circuit Breaker merupakan suatu perangkat sistem
pengamanan yang berfungsi untuk memutuskan rangkaian yang mengalami
gangguan hubung singkat atau adanya arus berlebih. MCB bekerja secara
otomatis untuk memutuskan rangkaian apabila ada gangguan tersebut.
Prinsip kerja dari MCB ini adalah apabila arus atau tegangan yang
melewati bimetal yaitu campuran dua logam yang berbeda koefisien
muainya terlalu besar, maka MCB pada bimetal tersebut akan menjadi
panas yang selanjutnya akan melengkung memutuskan rangkaian. Jika
temperatur dimana bimetal itu belum turun, maka rangkaian akan tetap
terputus atau terbuka, walaupun MCB dinaikkan.
Dalam hal pemasangan MCB pada suatu rangkaian atau instalasi,
harus dipastikan bahwa apabila ada gangguan pada rangkaian maka MCB
harus yang lebih dahulu berfungsi, dapat dilihat pada gambar 2.6.

2.5.1 Pipa Instalasi

Gambar 2.7 Pipa Instalasi


Fungsi pipa adalah untuk melindungi pemasangan kawat penghantar.
Dengan pemasangan pipa akan diperoleh bentuk instalasi yang baik dan rapi.
Pipa yang digunakan terbuat dari bahan PVC atau paralon. Keuntungan

7
penggunaan pipa PVC ini dibanding dengan pipa union antara lain adalah pipa
PVC lebih ringan, mudah pengerjaannya, mudah dibengkokkan dan yang lebih
penting adalah pipa PVC sendiri adalah merupakan bahan isolasi sehingga
dalam pemasangannya tidak akan mengaibatkan terjadinya hubungan pendek
antara penghantar dengan pipa, dapat dilihat pada gambar 2.7.

2.5.2 Jenis Saklar


1. Saklar Tunggal

(a) (b)
Gambar 2.8 (a) Gambar Fisik Saklar Tunggal, (b) Simbol Saklar
Tunggal
Saklar tunggal adalah saklar yang terdiri dari satu buah tuas. Bisa
mematikan dan menghidupkan lampu dengan sekali tekan, bentuk fisik
dapat dilihat pada gambar 2.8.

2. Saklar Seri

(a) (b)
Gambar 2.9 (a) Gambar Fisik Saklar Seri, (b) Simbol Saklar Seri

8
Digunakan untuk memutuskan dan menghubungkan dua buah beban
secara bergantian atau bersamaan, dapat dilihat pada gambar 2.9.

3. Saklar Tukar / Dua Arah

(a) (b)

Gambar 2.10 (a) Gambar Fisik Saklar Tukar, (b) Simbol Saklar Tukar

Saklar tukar atau saklar dua arah adalah saklar yang dapat
mengontrol beban dari dua tempat secara terpisah. Sistem pengaturannya
adalah dua arah dimana pengoperasiannya dapat dilakukan secara terpisah.
Saklar tukar juga dapat digunakan sebagai saklar tunggal apabila hanya 1
keluaran yang digunakan, bentuk fisik dapat dilihat pada gambar 2.10.

4. Saklar Silang

Gambar 2.11 (Simbol Saklar Silang

Saklar silang merupakan kombinasi dari dua saklar tukar yang


dioperasikan dengan satu tuas, dapat dilihat pada gambar 2.11.Saklar silang

9
hanya dapat beroperasi dengan baik bila dipadu dengan dua saklar tukar.
Saklar silang dapat menyalakan lampu dari 3 tempat bahkan lebih.

5. Impuls

(a) (b)
Gambar 2.12 (a) Gambar Fisik Saklar Impuls, (b) Simbol Saklar Impuls

Saklar impuls adalah suatu saklar yang bekerja berdasarkan prinsip


kerja magnet, dimana posisi saklarnya akan berubah setiap impuls.
Lamanya mengoperasikan dari kontak tekan tidak mempengaruhi sistem
kerjanya. Saklar ini mempunyai dua posisi kontak, “off” pada impuls kedua
dan kontak “on” pada posisi pertama.
Dalam mengendalikan (on dan off) suatu lampu menggunakan push
button sebagai kontrol bantu, dipakai suatu saklar impuls yang bekerja oleh
adanya impuls (sinyal) yang diberikan dari saklar tekan, dapat dilihat pada
gambar 2.12.

6. Saklar Tekan

(a) (b)

Gambar 2.13 (a), (b) Simbol Saklar Tekan

10
Saklar tekan atau push button, umumnya digunakan pada rangkaian
kontrol kontak sebagai pengunci secara elektrik. Saklar ini beroperasi
ketika ditekan saja, jika dilepas maka akan kembali menjadi seperti semula.
Jadi saklar ini memberikan daya yang sifatnya sementara, apabila
dikombinasi dengan saklar impuls maka pada saat saklar dilepas
hubungannnya dengan beban tetap ada karena saklar tersebut terkunci oleh
impuls, dapat dilihat pada gambar 2.13.

7. Staircase

(a) (b)

Gambar 2.14 (a) Gambar Fisik Staircase, (b) Simbol Staircase

Staircase merupakan jenis saklar yang bekerja secara magnetis yang


akan memutus rangkaian secara magnetis sesuai dengan batasan waktu
yang telah ditentukan pada saat beban bekerja. Staircase ini juga dapat
digunakan untuk pengontrolan lampu yang menyala terus menerus tanpa
ada pengaruh waktu, dapat dilihat pada gambar 2.14

11
8. Saklar pelampung / saklar level

(a) (b)

Gambar 2.15 (a) Gambar Fisik Saklar Level, (b) Simbol Saklar Level

Saklar level atau float switch, merupakan saklar diskret yang


digunakan untuk mengontrol level permukaan cairan di dalam tangki.
Posisi level cairan dalam tangki digunakan untuk men-trigger perubahan
kontak saklar. Posisi level switch ada yang horizontal dan ada yang
vertical, dapat dilihat pada gambar 2.15.

12
9. Timer

(a)

(b)

Gambar 2.16 (a) Gambar Fisik Saklar Timer, (b) Simbol Saklar Timer

Timer digunakan menghubungkan dan memutuskan instalasi secara


otomatis berdasarkan jangka waktu tertentu. Kontak NO dan NC pada timer
akan bekerja ketika timer diberi ketetapan waktunya, ketetapan waktu ini
dapat kita tentukan pada potensiometer yang terdapat pada timer itu sendiri,
dapat dilihat pada gambar 2.16.

13
2.5.3 Jenis Lampu
1. Lampu Pijar

Gambar 2.17 (a) Gambar Fisik Lampu Pijar, (b) Simbol Lampu Pijar
Cahaya lampu pijar dibangkitkan dengan mengalirkan arus listrik
dalam suatu kawat halus. Dalam kawat ini, energi listrik diubah menjadi
panas dan cahaya, dapat dilihat pada gambar 2.17.

2. Lampu tanda

Gambar 2.18 (a) Gambar Fisik Lampu Tanda, (b) Simbol Lampu Tanda
Mengoperasikan suatu control listrik, perlu adanya penandaan untuk
kondisi-kondisi tertentu, misalnya saat kondisi beroperasi, kondisi beban
lebih, kondisi manual atau otomatis.
Umumnya penandaan tersebut merupakan penandaan yang
menggunakan lampu tanda atau lampu indicator. Karena digunakan
sebagai lampu tanda maka daya yang dipancarkan kecil, dapat dilihat pada
gambar 2.18.

14
2.5.4 Kotak Kontak Bantu (KKB)

Gambar 2.19 (a) Gambar Fisik Kotak Kontak, (b) Simbol Kotak
Kontak
Kotak-kontak ialah sebuah kotak atau dus yang dipergunakan untuk
menempatkan kabel sehingga kotak-kontak tersebut merupakan tempat sumber
arus. Kotak-kontak biasa disebut sehari-hari dengan nama stop kontak, dapat
dilihat pada gambar 2.19.
2.5.5 Fitting

Gambar 2.20 Fitting


Fitting adalah suatu komponen listrik tempat menghubungkan lampu
dengan kawat-kawat hantaran. Fitting terbuat dari bahan isolasi yaitu bakelit atau
porselin dan menurut penggunaanya dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu fitting
langit-langit, fitting kedap air dan fitting gantung, dapat dilihat pada gambar 2.20.
2.5.6 Relay

Gambar 2.21 (a) Gambar Fisik Relay, (b) Simbol Relay

15
Relay merupakan sebuah saklar elektrik yang dapat mengubah kontak-
kontak dari NO (Normally Open) menjadi NC (Normally Close) sewaktu
mendapat supply aliran listrik. Untuk mengendalikan suatu sistem dengan beban
keadaan AC/DC biasanya dilakukan dengan saklar kerja magnetis ini, dapat dilihat
pada gambar 2.21.

2.5.7 Terminal

(a) (b)

Gambar 2.22 (a) Gambar Fisik Terminal, (b) Simbol Terminal

Terminal adalah tempat penyambungan kabel dari satu peralatan ke


peralatan-peralatan lainnya.
Terminal dimaksudkan untuk mempermudah pemasangan pengawatan
instalasi listrik untuk kontrol serta mempermudah mencari gangguan yang terjadi
dalam suatu rangkaian. Terminal terbuat dari bahan plastik yang konstruksinya
terdiri dari dua buah tempat penyambungan.

2.5.8 T-dos

(a) (b)
Gambar 2.23 (a) T-dos, (b) Simbol T-dos

16
Kotak sambung digunakan untuk tempat menyambung penghantar
pada instalasi penerangan, tenaga, bangunan rumah sederhana untuk
percabangan penghantar. Kotak sambung juga biasa digunakan untuk tempat
komponen listrik ditanam. Misalnya saklar, stop kontak dan lain-lain, dapat
dilihat pada gambar 2.23.

17
BAB III
ANALISA

3.1.Deskripsi Kerja Instalasi Penerangan dan Tenaga


3.1.Deskripsi Kerja Instalasi Penerangan dan Tenaga
 Grup 1
Grup 1 berfungsi untuk melayani Teras, Ruang Tamu. Pada Ruang Tamu,
Toilet dan Teras terdapat masing-masing 1 buah lampu yang dioperasikan
oleh saklar Seri dan Ruang tamu dioperasikan saklar tukar dan diparalelkan
dengan stop kontak dan pada Wc terdapat satu lampu yang dioperasikan
dengan saklar tunggal.
 Grup 2
Grup 2 berfungsi untuk melayani Ruang Makan, Dapur, Ruang keluarga
dan Taman. Pada Ruang Makan terdapat dua buah lampu yang
dioperasikaan oleh saklar Seri yang dapat dioperasikan antara lampu satu
dan lainnya, dan pada Ruang keluarga terdapat satu buah lampu yang
dioperasikan oleh saklar tukar, Dapur terdapat dua buah lampu yang
dioperasikaan oleh saklar Seri yang dapat dioperasikan antara lampu satu
dan lainnya, taman depan terdapat sebuah dua lampu dan pad ataman
belakang terdapat tiga buah lampu yang dioperasikan oleh timer.
 Grup 3
Grup 3 berfungsi untuk melayani Pemanas/Kompor Listrik

 Grup 4
Grup 4 berfungsi untuk melayani Motor Listrik.
Grup 5
Grup 5 berfungsi untuk melayani AC kamar tidur utama

18
 Grup 6
Grup 6 berfungsi untuk melayani Ruang baca dan Kamar tidur pertama
terdapat satu buah lampu yang dioperasikan oleh saklar tunggal dan di
paralelkan dengan stop kontak. Dan pada kamar tidur pertama terdapat satu
buah satu buah lampu yang dioperasikan oleh saklar tunggal yang di
paralelkan dengan stop kontak.
 Grup 7
Grup 7 berfungsi untuk melayani Wc luar, kamar tidur kedua, koridor, dan
kamar tidur ketiga terdapat terdapat satu buah lampu yang dioperasikan
oleh saklar tunggal yang di paralelkan dengan stop kontak, dan pada Wc
terdapat satu buah lampu yang dioperasikan oleh saklar tunggal yang
berada di koridor, di koridor sendiri terdapat stop kontak yang di
paralelkan oleh saklar tunggal Wc luar.
 Grup 8
Grup 8 berfungsi untuk melayani hall, Wc, Wc dalam terdapat dua buah
lampu pada Wc dalam yang dioperasikan oleh saklar seri yang di
paralelkan dengan saklar tukar yanh dioperasilam dengan 2 tempat dan
diparalelkan dengan stop kontak.dan pada hall terdapat 5 buah lampu
yang dioperasikan oleh saklar silang dan saklar tukar yang diparalelkan
dengan stop kontak, dan pada Wc luar terdapat 1 buah lampu yang
dioperasikan dengan saklar tunggal.
 Grup 9
Grup 9 berfungsi untuk melayani AC Kamar Tidur 1
 Grup 10
Grup 10 berfungsi untuk melayani AC Kamar Tidur 3
 Grup 11
Grup 11 berfungsi untuk melayani AC pada Ruang Baca
 Grup 12
Grup 12 berfungsi untuk melayani AC pada Hall

19
3.1.1 Gambar Instalasi
Pada bab ini berisi gambar yang dilakukan di instalasi penerangan dan tenaga,
terdiri dari :
A. Denah Rumah Kosong Lantai 1
B. Denah Rumah Kosong Lantai 2
C. Denah Rumah beserta Tata Letak Lantai 1
D. Denah Rumah beserta Tata Letak Lantai 2
E. Denah Rumah beserta Instalasi Listrik Lantai 1
F. Denah Rumah beserta Instalasi Listrik Lantai 2
G. Penentuan Jumlah Penghantar Lantai 1
H. Penentuan Jumlah Penghantar Lantai 2
I. Diagram Daya Lantai 1 dan Lantai 2
J. Diagram Daya dan Kontrol pompa air
K. Blok Diagram Kerja Motor Pompa air
L. Tampak Depan Panel Utama lantai 1
M. Tampak Dalam Panel Utama Lantai 1
N. Tampak Depan Panel Utama lantai 2
O. Tampak Dalam Panel Utama lantai 2

20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
3.2 Perhitungan Jumlah Penghantar dan Daya

Tabel 3.1 Jumlah penghantar instalasi penerangan dan tenaga lantai 1 dan 2
Tempat Jenis
Jumlah Penghantar Panjang (m)
(Grup) KabelNYA(mm2)

(a) (b) (c) (d)


Instalasi Penerangan
4 x 8,5 34 1 2,5
2x2 4 1 2,5
4x3 12 1 2,5
3 x 1,5 4,5 1 2,5
4 x 3,25 13 1 2,5
4 x 8,5 34 1 2,5
5 x 1,5 2,5 1 2,5
6 x 1,5 9 1 2,5
3 x 0,1 0,3 1 2,5
3 x 0,1 0,3 1 2,5
6 x 1,75 10,5 1 2,5
2 x 4,125 8,25 2 2,5
2 x 8,5 17 2 2,5
2 x 2,75 5,5 2 2,5
4x2 8 2 2,5
4 x 1,5 6 2 2,5
3 x 0,1 0,3 2 2,5
2 x 4,75 9,5 2 2,5
3x5 15 2 2,5
2x2 4 2 2,5
3 x 1,5 4,5 2 2,5
4 x 3,375 13,5 2 2,5
4 x 4,5 18 2 2,5
5 x 1,5 7,5 2 2,5
2 x 0,11 0,22 2 2,5

36
2 x 1,5 3 2 2,5
2x3 6 2 2,5
(a) (b) (c) (d)
2 x 15,5 31 2 2,5
2 x 3,5 7 2 2,5
2x 2,75 5,5 2 2,5
2 x 1,75 3,5 1 2,5
4x3 12 1 2,5
2x1 2 1 2,5
2 x 1,5 3 1 2,5
2 x 2,625 5,25 1 2,5
4x3 12 1 2,5
3 x 1,5 4,5 1 2,5
3 x 0,1 0,3 1 2,5
3 x 3,25 9,75 1 2,5
2 x 2,75 5,5 1 2,5
2 x 1,75 3,5 1 2,5
2 x 1,5 3 1 2,5
2 x 0,875 1,75 1 2,5
5 x 2,75 13,75 1 2,5
2 x 2,2 4,4 8 2,5
2 x 1,5 0,3 8 2,5
2x1 2 8 2,5
3 x 0,1 0,3 8 2,5
4x2 8 8 2,5
5x1 5 8 2,5
5x2 10 8 2,5
2x2 4 8 2,5
2x3 6 8 2,5
6x2 12 8 2,5
2 x 0,1 0,2 8 2,5
5 x 3,25 16,25 8 2,5
6x2 12 8 2,5
37
7 x 3,75 26,25 8 2,5
4 x 0,1 0,4 8 2,5
3 x 0,1 0,3 8 2,5
2x2 4 8 2,5
(a) (b) (c) (d)
2 x 1,75 3,5 7 2,5
2 x 3,1 6,2 7 2,5
3 x 0,1 0,3 7 2,5
2 x 1,8 3,6 7 2,5
3 x 1,6 4,8 7 2,5
4 x 1,5 6 7 2,5
2 x 1,5 3 7 2,5
3 x 1,5 4,5 7 2,5
2 x 2,5 12,5 7 2,5
3 x 0,1 0,3 7 2,5
5 x 5,25 26,25 6 2,5
2 x 1,75 3,5 6 2,5
3 x 0,1 0,3 6 2,5
2 x 1,5 3 6 2,5
2x4 8 6 2,5
2 x 3,75 7,5 6 2,5
2 x 4,75 9,5 6 2,5
Instalasi Tenaga
2 x 11 22 4 2,5
2 x 12,75 25,5 5 2,5
2 x 13,3 26,6 6 2,5
2 x 6,3 12,6 7 2,5
(a) (b) (c) (d)
2 x 4,3 8,6 8 2,5
2 x 11,8 23,6 11 2,5
2 x 5,3 10,6 12 2,5
2 x 6,05 12,1 13 2,5
2x3 6 14 2,5
38
Total 655,18
Toleransi 10% 720,698
Jumlah panjang kabel (m) 721 m
Jumlah pipa (batang) (252,435/4)= 63,108atau 64 batang

39
42
Kompor Pompa Air Stop Kontak
Lampu (W) AC (W) Daya P
Grup Listrik (VA) (W) (VA)
Grup
9,5 13 14,5 15 450 840 1170 1500 500 250 350
(a) (b) (c) (d) (e) (f) (g) (h) (i) (j) (k) (l) (m)
1 2 4 2 597 W
2 2 1 1 1 640,5 W
3 2 2 1 3 820 W
4 1 500 W
5 1 1500W
6 1 840 W
7 1 450 W
8 1 840 W
9 4 2 1 1 681 W
10 4 2 3 1 1 707,5 W
11 1 450 W
12 1 450 W
13 1 1170 W
14 1 450 W
TOTAL DAYA 10096 W

43
3.4 Daftar Harga Alat dan Bahan
Tabel 3.2 Daftar harga alat dan bahan

Nama Harga Total Harga


No. Spesifikasi Jumlah Satuan
Material Satuan (Rp) (Rp)

(a) (b) (c) (d) (e) (f) (g)

1. MCB Schneider 50A 445.000,00 1 Buah 445.000,00

2. MCB Schneider 20A 150.000,00 1 Buah 300.000,00

3. MCB Schneider 10A 83.000,00 1 Buah 83.000,00

4. MCB Schneider 4A 50.000,00 6 Buah 300.000,00

5. MCB Schneider 2A 40.000,00 5 Buah 200.000,00

Terminal
6. Schneider 85.000,00 4 Dos 340.000,00
line-up

7. Wire duct Duc TC 7.500,00 2 Buah 15.000,00

Schneider 220
8. Lampu tanda 20.000,00 17 Buah 340.000,00
V

9. Impuls Panasonic 30.000,00 1 Buah 30.000,00

Panasonic,
10. Saklar tukar WEJ 5532 15.000,00 8 Buah 120.000,00

Saklar Panasonic,
11. WEJ 5533 10.000,00 7 Buah 70.000,00
tunggal
Panasonic,
12. Saklar seri WEJ 5531 23.000,00 2 Buah 46.000,00

(a) (b) (c) (d) (e) (f) (g)

14. Push button Panasonic, 15.000,00 2 Buah 30.000,00

44
WEJ 5531

15. Stop kontak Panasonic 15.000,00 11 Buah 15.000,00

16. Lampu 20 W Philips LED 44.000,00 10 Buah 440.000,00

17. Lampu 15 W Philips LED 46.000,00 17 Buah 782.000,00

20. Mur & Baut 10 mm 2.250,00 200 Pasang 450.000,00

21. T-Dos Clipsal 1.000,00 25 Buah 25.000,00

Eterna 1x2,5
22. Kabel NYA 230.000,00 4 Roll 920.000,00
mm2
Eterna 2 x 1,5
23. Kabel NYM 458.000,00 1 Roll 458.000,00
mm2
Eterna 2x1,5
24. Kabel NYY 644.000,00 1 Roll 644.000,00
mm2
Eterna 1x2,5
25. Kabel NYAF 135.000,00 2 Roll 270.000,00
mm2
Hitam, 3M
26. Isolasi listrik 20.000,00 5 Roll 100.000,00
Scotch

27. Fitting Broco 15.000,00 30 Buah 450.000,00

28. Klem pipa 5/8” Clipsal 1.500,00 10 Buah 15.000,00

29. Pipa 5/8” Clipsal 12.000,00 65 Batang 780.000,00

Schneider 1
30. Busbar 40.000,00 4 Buah 160.000,00
Ph 1 meter

(a) (b) (c) (d) (e) (f) (g)

Theben SUL
31. Timer 181 h 200.000,00 1 Buah 200.000,00

45
32. Staircase Schneider 1.750.000,00 1 Buah 1.750.000,00

Schneider
33. Kontaktor 125.000,00 1 Buah 125.000,00
LCD32m7
SCHNEIDER
34 TOR 220.000,00 1 Buah 220.000,00
LRD21
Panasonic
35. AC ½ PK CS-PN5TKJ 3.500.000,00 5 Buah 17.500.000,00

SANYO
38. Pompa air 750.000,00 1 Buah 750.000,00
PH236A
Panel Listrik Powder
39. 380.000,00 1 Buah 380.000,00
40 x 50 x 20 Coating
Panel Listrik Powder
40. 125.000,00 1 Buah 125.000,00
30 x 40 x 20 Coating
SHIMIZU
41. Pompa air 2.411.000,00 1 Buah 2.411.000,00
PC-502
Bak
Tangki 2.000
42. penampungan 2.160.000,00 1 Buah 2.160.000,00
L PE Sifer
air
IDR 10.000
Kawat
43. Kawat 100.000,00 3 Meter 300.000,00
tembaga
tembaga

44. Saklar apung Panasonic 180.000,00 1 Buah 180.000,00

2.5 Daftar Analisis Biaya

Tabel 3.3 Perhitungan analisis biaya

No. Uraian Volume Satuan Harga Total harga


satuan (Rp) (Rp)
(a) (b) (c) (d) (e) (f)

46
A. Instalasi penerangan

Kabel NYA 1x2,5


1. 30 Meter 2.300,00 69.000,00
mm2
2. Pipa PVC 5/8” 3 Batang 12.000,00 36.000,00

3. T-Dos 14 Buah 1.000,00 14.000,00

4. Saklar 2 Buah 15.000,00 30.000,00

5. Klem 10 Buah 1.500,00 15.000,00

6. Alat kerja 1 1s 20.000,00 20.000,00

7. Upah 1 1s 50.000,00 50.000,00

Total harga/titik (Rp) 222.000,00


Instalasi Stop kontak 1Phasa
B.

Kabel NYA 1x2,5


1. 8 Meter 2.300,00 18.400,00
mm2
2. Pipa PVC 5/8” 1 Batang 12.000,00 12.000,00

3. T-Dos 1 Buah 1.000,00 1.000,00

4. Stop kontak 1Ph 1 Buah 15.000,00 15.000,00

5. Klem 4 Buah 1.500,00 6.000,00

7. Alat kerja 1 1s 20.000,00 20.000,00

10. Upah 1 1s 50.000,00 50.000,00

Total harga/titik (Rp) 122.400,00

(a) (b) (c) (d) (e) (f)

C. Panel utama (Lantai 1)


Kotak panel
1. 1 Buah 385.000,00 385.000,00
40 x 50 x 20
2. MCB 2A 2 Buah 40.000,00 80.000,00

47
3. MCB 4A 5 Buah 50.000,00 250.000,00

4. MCB 10A 1 Buah 70.000,00 70.000,00

5. MCB 20A 1 Buah 150.000,00 150.000,00

6. MCB 50A 1 Buah 445.000,00 445.000,00


Kabel NYAF 1x2,5
7. 12 Meter 1.350,00 16.200,00
mm2
8. Lampu indikator 9 Buah 20.000,00 180.000,00

9. Busbar 2 Buah 40.000,00 80.000,00

10. Terminal 2 Dos 85.000,00 170.000,00

11. Isolasi 1 Roll 20.000,00 20.000,00

12. Wire duct 1 Buah 7.500,00 7.500,00

13. Alat kerja 1 1s 20.000,00 20.000,00

14. Upah 1 1s 300.000,00 300.000,00

Total harga/titik (Rp) 2.173.700,00

D. Panel (Lantai 2)
Kotak panel
1. 1 Buah 200.000,00 200.000,00
30 x 40 x 20
2. MCB 6A 1 Buah 70.000,00 70.000,00

3. MCB 4A 2 Buah 50.000,00 100.000,00

4. MCB 2A 3 Buah 40.000,00 120.000,00


Kabel NYAF 1x2,5
5. 4 Meter 1.350,00 5.400,00
mm2
6. Lampu indikator 8 Buah 20.000,00 160.000,00
(a) (b) (c) (d) (e) (f)
7. Busbar 2 Buah 40.000,00 80.000,00

8. Terminal 2 Dos 85.000,00 170.000,00

48
9. Isolasi 1 Roll 20.000,00 20.000,00

10. Wire duct 1 Buah 7.500,00 7.500,00

12. Alat kerja 1 1s 50.000,00 50.000,00

13. Upah 1 1s 150.000,00 150.000,00

Total harga/titik (Rp) 1.132.900,00

E. Instalasi pompa

Bak penampungan
1. 1 Buah 2.160.000,00 2.160.000,00
air
2. Pipa PVC 5/8” 3 Batang 12.000,00 36.000,00
Kabel NYM 2x2,5
3. 7 Meter 6.000,00 42.000,00
mm2
4. Pompa air 1 Buah 2.411.000,00 2.411.000,00

5. Mur & baut 5 Pasang 2.250,00 11.250,00

6. Saklar apung 2 Buah 180.000,00 180.000,00

7. Alat kerja 1 1s 50.000.00 50.000.00

8. Upah 1 1s 100.000.00 100.000.00

Total harga/titik (Rp) 4.990.250,00

F. Instalasi lampu taman


Kabel NYY 2x1,5
1. 5 Meter 6.440,00 32.200,00
mm2
2. Pipa PVC 5/8” 1 Batang 12.000,00 12.000,00

3. Timer 1 Buah 200.000,00 200.000,00

4. Alat kerja 1 1s 50.000,00 50.000,00

(a) (b) (c) (d) (e) (f)

5. Upah 1 1s 100.000,00 100.000,00

Total harga/titik (Rp) 394.200,00

49
G. Instalasi Garasi
Kabel NYA 1x2,5
1. 10 Meter 2.300,00 23.000,00
mm2
2. Pipa PVC 5/8” 2 Batang 12.000,00 24.000,00
3. Staircase 1 Buah 1.750.000,00 1.750.000,00

4. Alat kerja 1 1s 50.000,00 50.000,00


5. Upah 1 1s 100.000,00 100.000,00
Total harga/titik (Rp) 1.947.000,00

H. Instalasi AC
1. AC 1 Buah 3. 800.000,00 3.800.000,00
2. Upah 1 1s 150.000,00 150.000,00
Total harga/titik (Rp) 3.950.000,00

2.6 Perkiraan Biaya Instalasi

Tabel 3.4 Perkiraan biaya instalasi

Perkiraan biaya instalasi listrik/Perencanaan biaya

Harga Total harga


No. Uraian Volume Satuan
satuan (Rp) (Rp)

(a) (b) (c) (d) (e) (f)

A. Prelium

1. Persiapan 1 1s 3.500.000,00 3.500.000,00

Gambar shop
2. 1 1s 1.500.000,00 1.500.000,00
drawing

(a) (b) (c) (d) (e) (f)

3. Contoh material dan 1 1s 1.000.000,00 1.000.000,00

50
brosur

4. Dokumetasi 1 1s 700.000,00 700.000,00

5. Gudang sementara 1 1s 5.500.000,00 5.500.000,00

6. P3K 1 1s 500.000,00 500.000,00

7. Asuransi 1 1s 20.000.000,00 20.000.000,00

Total harga (Rp) 32.700.000,00

B. Pekerjaan Panel

Panel utama
1. 1 Set 2.173.700,00 2.173.700,00
(lantai 1)

2. Panel lantai 2 1 Set 1.132.900,00 1.132.900,00

Total harga (Rp) 3.306.600,00

C. Pekerjaan kabel

P.Lantai 1 - lantai 2
1. 5 Meter 2.300,00 11.500,00
NYA 4 x 16 mm2
P. Lantai 1 - lampu
2. taman NYY 2x16 2 Meter 6.440,00 12.880,00
mm2

Total harga (Rp) 24.380,00

D. Pekerjaan instalasi

1. Instalasi penerangan 26 Titik 222.000,00 5.772.000,00

2. Instalasi KK 6 Titik 122.400,00 734.400,00

4.990.250,0
3. Instalasi pompa 1 Titik 4.990.250,00
0
Instalasi lampu
4. 1 Titik 394.200,00 394.200,00
taman

51
(a) (b) (c) (d) (e) (f)

5. Instalasi garasi 1 Titik 1.947.000,00 1.947.000,00

6. Instalasi AC 1 HP 7 Titik 3.800.000,00 26.600.000,00

Total harga (Rp) 40.437.850,00

E. Pekerjaan armature

1. Lampu taman 1 Buah 500.000,00 500.000,00

Total harga (Rp) 500.000,00

F. Testing &commissioning

Testing &
1. 1 1s 2.800.000,00 2.800.000,00
commisioning

Total harga (Rp) 2.800.000,00

Total (Rp) 89.630.280,00

(PPN) Pajak Penghasilan Negara 10 % 7.976.883,00

Total + PPN 97.605.163,00

(PP) Pajak Penghasilan 1 % 877.457,13

Total Keseluruhan = Total + PPN + PP 98.484.620,13

Terbilang :
Sembilan Puluh Juta Empat Ratus Delapan Puluh Empat Enam Ratus Dua
Puluh Ribu koma Tiga Belas Rupiah

52
BAB IV
PENUTUP

1.1 Kesimpulan
Setelah menyelesaikan tugas besar Perancangan Proyek Instalasi
Penerangan dan Tenaga, adapun beberapa kesimpulannya, yakni:
1. Kami telah dapat merencanakan dan menggambar instalasi penerangan
dan tenaga pada rumah/gedung.
2. Kami dapat memperkirakan RAB instalasi dengan cermat dan akurat
yang berdasarkan analisa.
3. Kami dapat menjelaskan deskripsi kerja dari instalasi penerangan dan
tenaga pada rumah/gedung.

1.1 Saran
Dalam membuat instalasi penerangan dan tenaga, usahakan
meminimalisir penggunaan daya demi mengurangi pengeluaran rumah tangga.

53
Lampiran

Deskripsi Tugas : Proyek Instalasi Penerangan dan Tenaga


UMUM
1. Semua Ruangan Menggunakan AC
2. Masing- masing rumah/gedung mempunyai bak penampungan air, apabila
bak tersebut kosong motor pompa air akan bekerja dan bila penuh atau
aliran kosong motor pompa air akan mati (off) secara otomatis. Anda
diminta untuk melengkapi diagram kontrol dan dayanya. Suplai tegangan
dari panel utama.
3. Penerangan lampu tangga dioperasikan dari beberapa tempat operasi
dengan saklar impuls
4. Semua rumah/gedung mempunyai Hall, lampunya disesuaikan
penggunaannya, minimal 3 tempat operasi.
5. Kompor listrik 1500 VA
6. Lampu taman menyala pukul 18.00 – 05.00.
7. Lampu garasi mati secara otomatis.

TUGAS
Rencanakan instalasi rumah/gedung dengan :
 Beban lampu 9-30 Watt
 Stop Kontak 250 – 350 VA
 Stop Kontak dengan saklar 450 VA
 Lampu taman 15 W + Stop Kontak
 Lampu ruang keluarga operasi dua tempat

Catatan :
 Tugas PIPT pengganti UAS
 Tugas diasistensi min 3x dipresentasikan dan dijilid antero, logo PNUP,
sampul merah
 Tugas dikumpul max. 1 pekan sebelum hari H final jam 12.00 setelah
dipresentasekan
 Terlambat 1 hari maksimal nilai C
 Instalasi digambar pada kertas A3
 Tugas dalam bentuk file dan hard copy
 Pengumpulan terjadwal

54
55