Anda di halaman 1dari 36

CASE STUDY REPORT

KEPANITERAAN ILMU KULIT & KELAMIN


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CIAWI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA
CSR

IDENTITAS
▸ Nama : Tn. DK
▸ Usia : 41 tahun
▸ Tanggal lahir : 1/7/1977
▸ Pekerjaan : Ojek Online
▸ Alamat : KP Nangon Babakan
▸ Jenis Kelamin : Laki-laki
▸ Suku bangsa : Sunda
▸ Pendidikan : SMA
▸ No CM : 652818
ANAMNESIS
Keluhan utama:
‣ Bercak putih pada tangan, badan, punggung, tungkai atas dan bawah kiri dan kanan disertai gatal
Riwayat Penyakit Sekarang:
Pasien datang dengan keluhan muncul bercak putih pada tangan, badan, punggung, tungkai atas dan bawah kiri
dan kanan disertai gatal. Keluhan dirasakan sejak 1 tahun lalu. Pada awalnya, bercak-bercak keputihan ini cuma
sedikit pada tangan kanan pasien. Namun, makin lama bercak keputihan ini makin bertambah banyak dan
menyebar hampir ke seluruh tangan kanan dan menyebar ke tangan kiri, punggung, badan dan kaki pasien. Bercak
keputihan ini juga bervariasi dari ukurannya di mana ada yang sebesar biji jagung sehingga sebesar koin 500
rupiah. Pasien mengeluh sering berasa gatal terutama pada saat waktu siang ketika di tengah panas dan
berkeringat. Karena sering gatal, pasien sering menggaruk, dan lama kelamaan bercak putih semakin bertambah
banyak. Pasien selama ini tidak berobat ke mana-mana klinik, karena dikiranya cuma gatal biasa. Namun setelah
lama, bercak putih makin banyak dan juga gatal, pasien akhirnya berobat ke poli kulit. Pasien memiliki kebiasaan
mandi 1-2x sehari ketika merasa sudah berkeringat, namun pasien sering kali menggunakan baju yang sama ketika
selesai mandi. Pasien juga memiliki kebiasaan menggunakan baju 3 lapis ketika bekerja untuk menghindari cuaca
yang dingin.
ANAMNESIS
Riwayat Penyakit Dahulu:
‣ Pasien dulu pernah mengalami keluhan serupa, dan pasien pernah mencoba mengobati
dengan menggunakan salap dexamethasone namun keluhan tidak membaik.

Riwayat Penyakit Keluarga:


‣ Adik kandung pasien mengalami hal serupa dengan pasien
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum   : Baik
Kesadaran  : Compos Mentis
Tanda Vital:
‣ Tekanan Darah  : 120/70 mmHg
‣ Nadi  : 92 x/menit
‣ Suhu    : 36,2 ∞C
‣ Pernapasan    : 21 kali/menit

Status Generalis
‣ Kepala : Bentuk normal, rambut berwarna hitam, tidak mudah dicabut, kulit kepala tidak ada kelainan.
‣ Mata  : Bentuk simetris, pupil ODS bulat, isokor, reflex cahaya (+/+), konjungtiva anemis (-/-), sclera ikterik
(-/-)
‣ Hidung : Bentuk normal, sekret (-/-), deviasi septum (-).
‣ Telinga : Bentuk normal, discharge (-/-). 
‣ Mulut : Lidah tidak ada kelainan, uvula di tengah, faring tidak hiperemis, tonsil T1/T1.
PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis
‣ Kepala : Bentuk normal, rambut berwarna hitam, tidak mudah dicabut, kulit kepala tidak ada kelainan.
‣ Mata  : Bentuk simetris, pupil ODS bulat, isokor, reflex cahaya (+/+), konjungtiva anemis (-/-), sclera ikterik
(-/-)
‣ Hidung : Bentuk normal, sekret (-/-), deviasi septum (-).
‣ Telinga : Bentuk normal, discharge (-/-). 
‣ Mulut : Lidah tidak ada kelainan, uvula di tengah, faring tidak hiperemis, tonsil T1/T1.
Paru-paru Jantung
Inspeksi  : bentuk normal, simetris saat statis dan Inspeksi  : pulsasi iktus kordis tidak tampak
dinamis, Palpasi  : iktus kordis teraba
Palpasi  : stem fremitus sama kuat pada seluruh lapang Perkusi  :
paru   Batas atas jantung di ICS III PSL sinistra
Perkusi  : sonor pada seluruh lapang paru   Batas kanan jantung di midsternum
Auskultasi  : suara napas vesikuler (+/+), rhonki (-/-),   Batas kiri jantung di ICS V MCL sinistra.
wheezing (-/-) Auskultasi  : bunyi jantung I/II regular, murmur (-),
gallop (-)
PEMERIKSAAN FISIK
Paru-paru Jantung
Inspeksi  : bentuk normal, simetris saat statis dan Inspeksi  : pulsasi iktus kordis tidak tampak
dinamis, Palpasi  : iktus kordis teraba
Palpasi  : stem fremitus sama kuat pada seluruh lapang Perkusi  :
paru   Batas atas jantung di ICS III PSL sinistra
Perkusi  : sonor pada seluruh lapang paru   Batas kanan jantung di midsternum
Auskultasi  : suara napas vesikuler (+/+), rhonki (-/-),   Batas kiri jantung di ICS V MCL sinistra.
wheezing (-/-) Auskultasi  : bunyi jantung I/II regular, murmur (-),
gallop (-)
Ekstremitas
Superior Inferior
Sianosis -/- -/-
Edema -/- -/-
Akral dingin -/- -/-
CRT < 2”/ < 2” < 2”/ < 2”
Deformitas - -
Petechie -/- -/-
STATUS LOKALIS
Distribusi: Regional
Lokasi: Regio antebrachii dextra et sinistra, regio abdomen,
regio femoralis dextra at sinistra, regio cruris dextra et
sinistra
Lesi multiple, konfluens dengan ukuran 1-5 cm, bentuk
irreguler dengan batas tegas, kering. 

Efloresensi : makula hipopigmentasi dengan skuama tipis
PEMERIKSAAN PENUNJANG
▸ Belum dilakukan pemeriksaan penunjang. Namun disarankan pemeriksaan:
▸ Pemeriksaan sediaan langsung dengan larutan KOH 20%
▸ Pemeriksaan dengan Wood lamp
RESUME
Telah diperiksa seorang laki-laki berusia 41 tahun datang dengan keluhan muncul bercak putih pada tangan,
badan, punggung, tungkai atas dan bawah kiri dan kanan disertai gatal. Keluhan dirasakan sejak 1 tahun lalu.
Pada awalnya, bercak-bercak keputihan ini cuma sedikit pada tangan kanan pasien. Namun, makin lama
bercak keputihan ini makin bertambah banyak dan menyebar hampir ke seluruh tangan kanan dan menyebar
ke tangan kiri, punggung, badan dan kaki pasien. Bercak keputihan ini juga bervariasi dari ukurannya di mana
ada yang sebesar biji jagung sehingga sebesar koin 500 rupiah. Pasien mengeluh sering berasa gatal
terutama pada saat waktu siang ketika di tengah panas dan berkeringat. Karena sering gatal, pasien sering
menggaruk, dan lama kelamaan bercak putih semakin bertambah banyak. Pasien selama ini tidak berobat ke
mana-mana klinik, karena dikiranya cuma gatal biasa. Namun setelah lama, bercak putih makin banyak dan
juga gatal, pasien akhirnya berobat ke poli kulit. Pasien memiliki kebiasaan mandi 1-2x sehari ketika merasa
sudah berkeringat, namun pasien sering kali menggunakan baju yang sama ketika selesai mandi. Pasien juga
memiliki kebiasaan menggunakan baju 3 lapis ketika bekerja untuk menghindari cuaca yang dingin.
RESUME
Pasien dulu pernah mengalami keluhan serupa, dan pasien pernah mencoba
mengobati dengan menggunakan salap dexamethasone namun keluhan tidak
membaik. Adik pasien diketahui mengalami keluhan serupa dengan pasien.

Pada pemeriksaan fisik ditemukan lesi dengan distribusi regional, pada regio
antebrachii dextra et sinistra, regio abdomen, regio femoralis dextra at sinistra,
regio cruris dextra et sinistra. Lesi multiple, konfluens dengan ukuran 1-5 cm,
bentuk irreguler dengan batas tegas, kering. Efloresensi: makula hipopigmentasi
dengan skuama tipis.
DIAGNOSIS

Tinea corporis et
Tinea
cruris
Versicolor Pityriasis alba

Diagnosis Diagnosis
Kerja Banding
Anamnesis Pemeriksaan Fisik

• Bercak putih disertai sisik halus • Makula hipopigmentasi


• Kebiasaan memakai baju tebal • Skuama (+)
• Kebiasaan tidak mengganti baju • Evoke scale sign (+)
sehabis mandi
• Riwayat keluarga (+)

CLINICAL REASONING
PENATALAKSANAAN
Tatalaksana umum
‣ Patuh pengobatan
‣ Meningkatkan kebersihan badan dan menghindari berkeringat yang berlebihan.
‣ Mengurangi kelembaban dari tubuh pasien dengan menghindari pakaian panas yang tidak menyerap
keringat.
‣ Menjaga kebersihan diri dan keluarga

Tatalaksana Khusus
‣ Selenium sulfide 2,5% dioleskan 2-3 kali seminggu, selama 7-10 menit sebelum mandi.
‣ Ketokonazole 1x200mg
TINEA VERSICOLOR
DEFINISI

Infeksi kronik ringan pada kulit yang disebabkan oleh ragi genus
Malassezia, umumnya tidak memberikan gejala subyektif, ditandai oleh
area depigmentasi atau diskolorasi berskuama halus, tersebar diskret atau
konfluensi dan terutama terdapat pada badan bagian atas

Tinea Versicolor
EPIDEMIOLOGI
50% DI LINGKUNGAN PANAS & LEMBAB
1,1% DI LINGKUNGAN DINGIN
EPIDEMIOLOGI
▸ Terbanyak diantara berbagai
penyakit kulit akibat jamur

2-8% dari populasi

>
ETIOLOGI

Malassezia spp
ETIOLOGI
Malassezia spp

‣ Malassezia furfur ‣ Malassezia obtusa


‣ Malassezia ‣ Malassezia dermatitis
pachydermatis
‣ Malassezia ‣ Malassezia nana
sympodiali ‣ Malassezia
‣ Malassezia globosa yamatoensis
‣ Malassezia restricta ‣ Malassezia japonica
‣ Malassezia slooffiae ‣ Malassezia equi
GAMBARAN KLINIS
▸ Makula oval-bundar dengan skuama

▸ Skuama khas = debu

▸ Makula disertai perubahan pigmen ireguler


DIAGNOSIS

ANAMNESIS
▸ Gejala subyektif (-) ▸ Faktor predisposisi

▸ keluhan kosmetik (+) ▸ Lingkungan lembab

▸ Pruritus ringan. ▸ Hiperhidrosis

▸ Kontrasepsi oral

▸ Penggunaan KS sistemik

▸ Imunosupresi

▸ Kulit yang berminyak


‣ Lokalisasi: Lengan atas, leher, perut, ketiak,
selangkangan, paha, genital.
‣ Efloresensi:
‣ Makula berbatas tegas berwarna putih,
kemerahan, hingga hitam.
‣ Berskuama halus
‣ Makula berbentuk bulat atau oval dengan
ukuran bervariasi

PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan kerokan kulit menggunakan KOH
10%-20%.

Pemeriksaan lampu wood

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
DIAGNOSIS BANDING
Sangat mungkin
-Pityriasis alba
-Pityriasis rosea
-Dermatitis seboroik
-Infeksi dermatofita
Dipertimbangkan
-Eritrasma
-Vitiligo
-Psoriasis
-Pityriasis rubra piralis
Selalu disingkirkan
-Sifilis sekunder
-Hipopigmentasi mikosis fungoides
TATALAKSANA
▸ Selenium sulfida 2,5%, yang diterapkan secara ▸ Ketoconazole oral 200 mg setiap hari selama 7
bebas ke daerah yang terkena dampak selama 7-10 atau 10 hari
menit sebelum dibilas

▸ 3-4 x/minggu ▸ itraconazole oral 200-400 mg setiap hari


selama 3-7 hari
▸ 1-2x/bulan (rejimen maintenance)

▸ sampo ketoconazole 2% selama 5 menit sebelum


dibilas

▸ untuk 3 hari

▸ terbinafine 1%

▸ 2x/hari untuk 7 hari


EDUKASI
▸ kebersihan kulit dan lingkungan

▸ memakai pakaian yang tidak ketat, tidak lembab, tidak bertukar pakaian dengan
orang lain.

▸ Kebersihan pribadi dengan mandi teratur menggunakan sabun dan menjaga


agar kulit tetap kering.

▸ Menghindari faktor predisposisi

▸ berkeringat, berbagi handuk dan pakaian, kekurangan gizi, pakaian sintetis


akan membantu untuk mengontrol penyakit ini.
BENTUK TINEA LAIN
TINEA CAPITIS

Black dots
Inflamasi (Kerion)

Gray Patch
TINEA FAVUS
Skutula

Invasi hifa -> memecah folikel ->


papula folikel kuning kemerahan
—> kemudian muncul krusta
cekung kekuningan
TINEA BARBAE
TINEA CORPORIS
TINEA CRURIS
TINEA PEDIS
TINEA MANUUM
TATALAKSANA
Azole Preparat Lokasi Durasi
Imidazole (%) Cream, lotion T. corporis/ cruris/ pedis 4-6 minggu
-Clotrimazole (1) Cream 4-6 minggu
-Econazole (1) Cream, lotion 4-6 minggu
-Miconazole (1) Cream, lotion 4 minggu
-Oxiconazole (2) Cream 4 minggu
-Sertaconazole (2) Cream, lotion 2 minggu
-Luliconazole (1) Cream 2-4 minggu
-Eberconazole (1)
Triazoles Solution T. pedis Sampai 52 minggu jika bersamaan T. unguium
-Efinaconazole (10)
Allylamines Cream, powder T. corporis 2 minggu
-Terbinafine T. cruris 2 minggu
T. pedis 4 minggu
Cream T. manum 4 minggu
T.corporis/cruris/pedis 2 minggu pasca resolusi
-Naftifine 1% 2-4 minggu
Cream
T.corporis/cruris/pedis
-Butenafine 1%
Lainnya Cream T. corporis 4 minggu
-Amolorfine 0,25%
-Amphotericin B (1mg) 0,1% Lipid based gel T. corporis 2 minggu
TATALAKSANA
Obat Dosis Durasi
T. corporis & Terbinafine 250 mg, 1x/hari, 3-6mg/kg/hari 2-3 minggu
T. cruris Itraconazole 200 mg/hari 1-2 minggu
Fluconazole 150-300 mg/minggu 3-4 minggu
Gresiofulvin 500mg/hari (10-20 mg/kg/hari) 2-4 minggu
T. pedis Terbinafine 250mg, 1x/hari 1 minggu
Itraconazole 100-200 mg/hari 2-4 minggu
Fluconazole 150 mg/minggu 4 minggu
Gresiofuolvin 750-1000 mg/hari 4-8 minggu