Anda di halaman 1dari 6

A.

Pengertian
Ortodontik adalah salah satu cabang ilmu kedokteran gigi yang mempelajari
pertumbuhan, perkembangan, variasi wajah, rahang dan gigi serta perawatan
perbaikannya untuk tercapainya oklusi normal (Harty dan Ogston .2012) .
Perawatan ortodontik mempunyai riwayat yang panjang, anjuran tertulis yang
pertama mengenai perawatan aktif dibuat oleh Aurelius Cornelius Celsus (25SM-
50M) memperkenalkan penggunaan tekanan jari untuk memperbaiki susunan gigi
yang tidak teratur. Perawatan ortodontik kini mengalami peningkatan pesat di
dalam perkembangan teknologinya dan sudah dilakukan beberapa cara untuk
mendefinisikan kebutuhan akan perawatan ortodontik (Foster , 2012).
Beberapa alat kedokteran gigi, misalnya gigi tiruan sebagian (OTS), gigi tiruan
lengkap (GTL), alat orthodonsi, serta mahkota dan jembatan, dibuat di luar rongga
mulut. Pembuatan alat tersebut memerlukan tiruan/model jaringan rongga mulut
pasien. Model ini dibuat dengan cara mencetak jaringan rongga mulut pasien,
dengan demikian diperlukan material cetak.
Bahan cetak adalah bahan yang digunakan untuk membuat replika atau cetakan
yang akurat dari jaringan keras maupun jaringan lunak rongga mulut. Bahan cetak
menghasilkan reproduksi negatif dari gigi dan jaringan mulut. Hasil cetakan yang
diisi gipsum keras menghasilkan cetakan yang disebut reproduksi positif (model
kerja dan model studi).
Cetakan negatif merupakan model studi dari dokter gigi orthodonti. Dokter gigi
orthodonti dapat menganalisa rencana perawatan dan juga sebagai acuan ketika
proses perawatan berlangsung. Perubahan posisi gigi dalam proses perawatan ini
juga dapat dilihat oleh pasien melalu cetakan pasien tersebut
Perawat gigi sebagai mitra kerja dokter gigi memiliki tugas penting untuk
mengelola bahan dan alat selama proses pencetakan dan juga pengisian. Oleh
sebab itu penting bagi kita memelajari cetakan.
Cetakan Negatif

Cetakan Positif dan Negatif

B. Alat dan Bahan Cetak Negatif


1. Alat
a. Sendok cetak yang sesuai dengan keadaan rahang atas dan rahang bawah
pasien
b. Alat diagnosik (sonde,pinset, eksafator,kaca mulut)
c. Bowl dan spatula
2. Bahan Cetak Elastis
a. Reversible Hydrocolloids (agar)
Komponen dasar bahan cetak hidrokoloid adalah agar. Agar adalah
koloid hidrofilik organik (polisakarida) yang diekstrak dari rumput laut jenis
tertentu. Kandungan utama berdasarkan berat adalah air (>80%). Proses
manipulasi terdiri atas tiga tahap yaitu persiapan bahan, conditioning atau
pendinginan, dan membuat cetakan.
Reversible Hydrocolloid merupakan salah satu bahan cetak
terakurat. Bahan cetak ini sebagian besar telah diganti dengan bahan cetak
berbahan dasar karet, namun bahan ini masih digunakan untuk mencetak
seluruh bagian dari gigi dan mulut tanpa undercut yang dalam, dan juga
dapat digunakan untuk mencetak bagian gigi dan mulut berdasarkan kuadran
tanpa undercut yang dalam. Reversible Hydrocolloid juga sering digunakan
untuk mendapatkan hasil cetakan model pada pembuatan gigi tiruan
sebagaian cekat oleh karena bahan ini memiliki tingkat keakuratan yang
tinggi.
b. Irreversible Hydrocolloids (alginat)
Alginat adalah bahan cetak yang berasal dari ekstrak rumput laut
tertentu yang berwarna coklat (algae). Substansi alami ini kemudian
diidentifikasi sebagai suatu bentuk polimer linier dengan berbagai kelompok
asam karboksil dan atau yang disebut juga dengan asam alginik. Manipulasi
bahan ini sangat mudah dan tanpa menggunakan alat khusus yaitu dengan
cara mengaduk bahan cetak alginat dengan p/w ratio sesuai dengan petunjuk
pabrik. Selain itu bahan ini juga memiliki keuntungan dengan harganya
relatif murah jika dibandingkan dengan bahan cetak yang lainnya dan
mempunyai rasa yang menyenangkan bagi pasien, sehingga bahan ini yang
paling sering digunakan di klinik dokter gigi.
Alginat merupakan bahan cetak yang memiliki daya alir yang
cukup tinggi sehingga dapat menghasilkan cetakan yang cukup akurat, oleh
karena itu penggunaan bahan cetak ini beragam, mulai dari untuk membuat
cetakan pada pembuatan gigitiruan sebagian lepasan dengan cantolan,
cetakan pendahuluan untuk gigitiruan penuh, dan studi model pada
perawatan orthodonti. Akan tetapi bahan ini tidak cukup akurat untuk
membuat cetakan gigitiruan sebagaian cekat
c. Elastomer
Elastomer adalah bahan cetak yang fleksibel dan menyerupai karet
setelah proses setting time (pengerasan) berlangsung. Kebanyakan bahan
cetak ini adalah sistem dua komponen yang dikemas dalam bentuk pasta.
Kedua pasta yang yang berbeda warna dikeluarkan dalam panjang yang
sama pada kertas pengaduk dan diaduk sampai terbentuk warna homogen.
Bahan ini tidak digunakan sebagai pembuatan cetakan model studi, akan
tetapi memiliki tingkat keakuaratan yang sangat tinggi.
Bahan cetak elastomer yang pertama kali yaitu polysulfides,
kemudian diikuti dengan silikon kondensasi, polyether dan silikon addisi.
C. Alat dan Bahan Cetak Positif
1. Alat
 Alat diagnostik (sonde, mirror, pinset, excavator)
 Sendok cetak (sesuai rahang pasien)
 Bowl
 Spatulla
2. Bahan
 Gypsum tipe III (dental stone)
D. Persyaratan Bahan Cetak
Syarat bahan cetak dapat ditinjau dari dua sisi, yaitu pasien dan dokter gigi

Pasien Dokter gigi


1 1
. Rasa dan bau netral . Mudah dimanupulasi
2 2
. Waktu setting pendek . Waktu kerja pendek
3 3
. Sendok cetak kecil . Mudah dikeluarkan
4 4
. Mudah dikeluarkan . Kualitas cetakan bagus
5 5
. Tidak beracun . Murah
6
. Mudah didisinfeksi

Tabel I : Persyaratan bahan cetak ditinjau dan pasien dan dokter gigi

Persyaratan bahan cetak dapat dibahas dengan tepat dalam empat topik
utama, yaitu : (1) Faktor-faktor yang mempengaruhi akurasi cetakan, (2)
Faktor faktor yang mempengaruhi stabilitas dimensi cetakan, (3) Variabel
manipulatif, seperti kemudahan penanganan, dan karakteristik setting, serta
(4) Faktor-faktor tambahan, seperti biaya, rasa, dan warna.

Untuk menghasilkan cetakan yang akurat, bahan yang digunakan untuk


membuat tiruan dari jaringan intraoral dan ekstraoral harus memenuhi
kriteria sebagai berikut (Anusavice, 2003) :

1. Bahan tersebut harus cukup air untuk beradaptasi dengan jaringan mulut serta
cukup kental untuk tetap berada dalam sendok cetak yang menghantar bahan
cetak ke mulut
2. Selama dimulut bahan tersebut harus berubah (mengeras) menjadi bahan padat
menyerupai karet dalam waktu tertentu, idealnya waktu pengerasan total harus
kurang dari 7 menit sehingga bahan cetak tidak robek ketika dikeluarkan dari
mulut.

Bahan cetak yang memenuhi seluruh persyaratan diatas tidak ada, sehingga pemilihan
dari bahan tersebut tidak didasarkan pada keadaan klinis dan pilihan masing-masing
dokter gigi. Oleh karena itu, pemahaman terhadap sifat fisik dan keterbatasan masing-
masing bahan cetak sangat diperlukan. Penggunaan bahan cetak tanpa sepengetahuan
yang adekuat terhadap karakteristik masing-masing bahan dapat mempengaruhi
keberhasilan perawatan (Hendry, 2012)
E. Prosedur Pembuatan Model Studi