Anda di halaman 1dari 6

RELATIVITAS

Selama ini hukum Newton tentang gerak dapat digunakan untuk menjelaskan gejala-
gejala yang berhubungan dengan kelajuan yang jauh lebih kecil daripada cepat rambat
cahaya. Prinsip-prinsip relativitas harus digunakan untuk menjelaskan gejala-gejala yang
berkaitan dengan kelajuan mendekati cepat rambat cahaya.

Prinsip Relativitas Einstein

Gerak suatu benda harus dikaitkan dengan suatu kerangka acuan tertentu. Kerangka
acuan dimana terhadapnya suatu benda bergerak menjadi konsep yang penting dalam
menjelaskan gerak suatu benda.
Prinsip relativitas Einstein didasarkan pada dua postulat Einstein yang dapat
dinyatakan sebagai berikut.
1. semua hukum fisika memiliki bentuk yang sama di dalam semua kerangka acuan
inersial. Kerangka acuan inersial adalah kerangka acuan yang diam atau bergerak
dengan kecepatan konstan.
2. cepat rambat cahaya dalam vakum memiliki nilai yang sama di dalam semua
kerangka acuan.
Dua postulat Einstein tentang relativitas ini sangat bermanfaat dalam kaitannya dengan
objek-objek yang bergerak dengan kelajuan mendekati cepat rambat cahaya (kelajuan
relativistik).

Penjumlahan Kecepatan

Jika dua buah objek bergerak sejajar, masing-masing dengan kecepatan vAC dan vBC
terhadap kerangka acuan bersama C, maka kecepatan relatif A terhadap B, ditulis vAB,
dapat dinyatakan sebagai
v AC − v BC
v AB =
v v
1 − AC 2 BC
c
Gambar

Dalam menggunakan persamaan ini, arah kecepatan relatif terhadap kerangka acuan perlu
diperhatikan. Arah ke kanan biasa ditandai dengan positif (+) dan arah ke kiri ditandai
dengan negatif (−).
Persamaan di atas disebut juga penjumlahan kecepatan relativistik. Penjumlahan
kecepatan klasik dinyatakan sebagai
vAB = vA – vB

Relativitas Panjang

Panjang suatu objek yang bergerak dengan kecepatan relativistik akan terlihat sebagai
panjang relativistik oleh pengamat yang diam. Atau sebaliknya, panjang suatu objek yang
diam terlihat sebagai panjang relativistik oleh pengamat yang bergerak dengan kecepatan

Relativitas 1
relativistik. Jika panjang suatu objek dalam keadaan diam yang diamati oleh pengamat
yang diam disebut panjang sejati (L0), maka panjang relativistik (L) selalu lebih pendek
daripada panjang sejati.
L < L0
Keadaan ini disebut kontraksi (penyusutan) panjang.

Gambar

Jika suatu objek dengan panjang sejati L0 bergerak dengan kelajuan relativistik v,
maka panjang relativistiknya adalah
2
⎛v⎞
L = L0 1 − ⎜ ⎟
⎝c⎠
Penyusutan panjang hanya terjadi sepanjang arah gerak, komponen panjang lain yang
tegak lurus dengan arah gerak tidak mengalami kontraksi panjang.

Relativitas Waktu

Selang waktu suatu kejadian yang diam akan diukur oleh pengamat yang bergerak
dengan kecepatan relativistik sebagai selang waktu relativistik. Demikian halnya dengan
selang waktu suatu kejadian dari suatu objek yang bergerak dengan kecepatan relativistik
akan diukur oleh pengamat yang diam sebagai selang waktu relativistik. Jika selang
waktu suatu kejadian dari suatu objek yang diam diukur oleh pengamat yang diam
dinamakan selang waktu sejati (Δt 0 ) , maka selang waktu relativistik (Δt ) selalu lebih
lama daripada selang waktu sejati.
Δt > Δt 0
Keadaan ini disebut pemuluran (dilatasi) waktu.

Gambar

Jika objek bergerak dengan kelajuan relativistik v, selang waktu relativistiknya


dapat dinyatakan sebagai
Δt 0
Δt =
2
⎛v⎞
1− ⎜ ⎟
⎝c⎠

Massa Relativistik

Massa suatu objek yang berada dalam keadaan diam disebut massa diam. Adapun massa
suatu objek yang sedang bergerak dengan kecepatan relativistik disebut massa
relativistik. Jika massa diam m0 suatu objek yang bergerak dengan kecepatan relativistik
v, maka massa m objek tersebut adalah
m0
m=
2
⎛v⎞
1− ⎜ ⎟
⎝c⎠

Relativitas 2
Massa relativistik lebih besar daripada massa diam.
m > m0

Momentum Relativistik

ketika suatu objek bergerak dengan kecepatan relativistik, momentum yang dimiliki
objek tersebut disebut momentum relativistik. Jika suatu objek dengan massa diam m0
bergerak dengan kecepatan relativistik v, maka momentum relativistik objek tersebut
adalah
m0 v
p=
2
⎛v⎞
1− ⎜ ⎟
⎝c⎠

Energi Relativistik

Objek yang bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya memiliki energi.
Energi yang dimiliki benda dalam keadaan diam disebut energi diam, yang dapat
dinyatakan sebagai
E0 = m0c2
Adapun dalam keadaan bergerak dengan kecepatan relativistik v, objek memiliki energi
kinetik relativistik, yang dituliskan sebagai
Ek = mc2 − m0c2
Yang dapat juga dituliskan sebagai
m0 c 2
Ek = − m0 c 2
2
⎛v⎞
1− ⎜ ⎟
⎝c⎠
Energi total objek yang bergerak dengan kecepatan relativistik adalah energi kinetik
ditambah energi diamnya. Jadi,
E = Ek + E0
E = mc2
Persamaan terakhir ini adalah persamaan Einstein yang sangat terkenal yang disebut juga
sebagai kesetaraan massa dan energi Einstein.

Hubungan antara Momentum dan Energi Relativistik

Momentum dan energi relativistik dapat dinyatakan dalam satu persamaan yang
dituliskan sebagai berikut.
E2 = m02c2 + p2c2
Atau
E2 = E02 + p2c2
Dimana E adalah energi total relativistik, E0 adalah energi diam, p adalah momentum
relativistik, dan m0 adalah massa diam.

Relativitas 3
Soal-soal antariksa yang mendekatinya dari
arah yang berlawanan. Pesawat A
bergerak dengan kecepatan 0,50c
1. Salah satu postulat relativitas
sedangkan pesawat B bergerak
Einstein adalah ….
mendekat dengan 0,40c (c adalah
a. selang waktu pengamat yang
cepat rambat cahaya). Menurut
diam dan selang waktu
pilot pesawat A, besar kecepatan
pengamat yang bergerak tidak
pesawat B adalah ….
sama
a. 0,1c d. 0,75c
b. panjang benda saat diam dan
b. 0,25c e. 0,90c
panjang benda saat bergerak
c. 0,40c
tidak sama
c. kecepatan benda dalam vakum,
5. Seorang astronaut mengamati
sama untuk semua pengamat
sebuah pesawat angkasa yang
baik diam maupun bergerak
berada dalam keadaan diam relatif
d. semua gerakan benda di atas
terhadapnya mempunyai
permukaan bumi mempunyai
penampang berbentuk lingkaran
kecepatan mutlak
dengan jari-jari R. apabila
e. massa benda di saat diam dan
kemudian pesawat angkasa
benda di saat bergerak tidak
tersebut bergerak mendekati
sama
astronaut dengan kelajuan relatif
0,8c, maka penampang pesawat
2. Perbandingan dilatasi waktu untuk
akan tampak berbentuk ….
sistem yang bergerak dengan
a. lingkaran dengan jari-jari < R
kecepatan 0,8c (c adalah cepat
b. lingkaran dengan jari-jari = R
rambat cahaya) dengan sistem
c. oval dengan diameter kecil < R
yang bergerak dengan kecepatan
dan diameter besar = R
0,6c adalah ….
d. oval dengan diameter besar > R
a. 3 : 4 d. 9 : 16
dan diameter kecil = R
b. 4 : 3 e. 16 : 9
e. lingkaran dengan jari-jari > R
c. 9 : 2
6. Pada saat bergerak panjang sebuah
3. Suatu bandul berayun dengan
pesawat menjadi ½ dari panjang
periode 3,0 detik di permukaan
pesawat itu dalam keadaan diam.
bumi. Bila pendulum tersebut
Jika c adalah kecepatan cahaya
diamati oleh seseorang yang
maka kecepatan pesawat itu relatif
bergerak relatif terhadap bumi
terhadap pengamat yang diam
dengan kecepatan 0,95c (c adalah
adalah ….
kecepatan cahaya), maka periode
1 3
bandul tersebut dalam detik a. c d. c
menjadi …. 2 4
a. 0,5 d. 15 1 4
b. c 2 e. c
b. 1,5 e. 300 2 3
c. 9,6 1
c. c 3
2
4. Menurut pengamat, di sebuah
planet terdapat dua pesawat

Relativitas 4
7. Besarnya kecepatan gerak d. 4,5 × 1013 J
sepotong mistar dengan panjang 2 e. 5,0 × 1013 J
m agar panjangnya teramati
sebesar 1 m di laboratorium adalah 11. Sebuah partikel bergerak dengan
…. 1
laju v = c 3 , c adalah laju
2 2
a. 0,5c d. c
3 cahaya. Jika m0 adalah massa diam,
1 1 m adalah massa gerak, Ek adalah
b. c 3 e. c 2
2 3 energi kinetik, dan E0 adalah
1 energi diam, maka berlaku ….
c. c a. m = ½ m0 dan Ek = ½ E0
3
4
b. m = m0 dan Ek = E0
8. Sebuah tangki berbentuk kubus 3
mempunyai volume 1 m3 ketika c. m = 2m0 dan Ek = E0
diamati oleh pengamat yang diam 3
d. m = m0 dan Ek = E0
terhadap kubus itu. apabila 2
pengamat bergerak relatif terhadap e. m = 2 m0 dan Ek = 2 E0
kubus dengan kecepatan 0,8c,
panjang rusuk kubus yang teramati 12. Bila kelajuan partikel 0,6c, maka
adalah …. m3. perbandingan massa relativistik
a. 0,2 d. 0,6 partikel itu terhadap massa
b. 0,4 e. 0,8 diamnya adalah ….
c. 0,5 a. 5 : 3 d. 25 : 4
b. 25 : 9 e. 8 : 5
9. Sebuah benda yang bergerak c. 5 : 4
dengan kecepatan 0,6c memiliki
energi total (1,5 × 10−3 gram)c2. 13. Menurut Einstein, sebuah benda
jika energi c adalah kecepatan dengan massa diam m0 memiliki
cahaya, maka saat benda tersebut energi yang setara dengan m0c2,
bergerak dengan kecepatan 0,8c, dimana c adalah cepat rambat
energi total menjadi …. cahaya di dalam ruang hampa.
a. (2 × 10−3 gram)c2 Apabila benda bergerak dengan
b. (1,5 × 10−3 gram)c2 kecepatan v, maka energi total
c. (1,2 × 10−3 gram)c2 benda setara dengan ….
d. (1,13 × 10−3 gram)c2 (1) ½ m0c2
e. (9 × 10−4 gram)c2 (2) m0(2c2 + v2)
(3) m0(c2 + v2)
10. Sebuah benda mempunyai massa 2 m0 c 2
gram. Jika benda itu bergerak (4)
⎛ v2 ⎞
dengan kecepatan 0,6c dan cepat ⎜1 − 2 ⎟
⎝ c ⎠
rambat cahaya c = 3 × 108 m/s,
maka energi kinetik benda itu
adalah …. 14. Suatu partikel yang memiliki
a. 2,25 × 1013 J energi diam E0 sedang bergerak
b. 3,25 × 1013 J dengan energi kinetik EK dan
c. 4,0 × 1013 J kecepatan v sedemikian rupa

Relativitas 5
sehingga v/c = 0,99. besar nilai positron dan elektron pada saat
EK/E0 dari partikel itu adalah …. proses pembentukan mereka adalah
a. 2 d. 9 ….
b. 4 e. 12,3 a. 2hf d. mc2
c. 6,1 b. 2mc2 e. hf
c. hf – mc2
15. Agar energi kinetik benda bernilai
25% energi diamnya dan c adalah 18. Sebuah elektron yang mempunyai
kelajuan cahaya dalam ruang massa diam m0 bergerak dengan
hampa, maka benda harus bergerak kecepatan 0,6c. besar energi
dengan kelajuan …. kinetiknya adalah ….
c 3c a. 0,25 m0c2 d. 1,80 m0c2
a. d.
4 4 b. 0,36 m0c2 e. 2,80 m0c2
2
c 4c c. m0c
b. e.
2 5
3c 19. Pada suatu saat sebuah partikel
c. yang bergerak secara relativistik
5
1
memiliki energi kinetik sebesar
16. Sebuah elektron memiliki energi 12
diam E0 MeV dan energi total E kali energi diamnya. Kecepatan
MeV. Apabila c adalah kelajuan gerak partikel pada saat itu adalah
cahaya di ruang hampa, maka …. ….
(1) kelajuan elektron adalah 5c 7c
a. d.
2 13 13
⎛E ⎞
v = c 1− ⎜ 0 ⎟ 5c 12c
⎝ E ⎠ b. e.
12 13
(2) momentum linier elektron 7c
c.
p = c E 2 − E0 2 12
(3) energi kinetik elektron
EK = E – E0 20. Setiap detik di matahari terjadi
(4) beda potensial yang diperlukan perubahan 4 × 109 kg materi
untuk mempercepat elektron menjadi energi radiasi. Jika
dari keadaan diam kelajuan cahaya dalam ruang
V = (E – E0) × 106 volt hampa adalah 3 × 108 m/s, daya
yang dipancarkan oleh matahari
17. Positron dan elektron dapat adalah ….
dihasilkan dari suatu foton a. 3,6 × 1030 watt
berenergi hf, dengan h adalah b. 4,8 × 1027 watt
konstanta Planck dan f adalah c. 3,6 × 1026 watt
frekuensi foton. Bila positron dan d. 1,2 × 1018 watt
elektron mempunyai massa yang e. 5,0 × 1010 watt
sama sebesar m dan c adalah
kelajuan cahaya di ruang hampa,
maka besarnya energi kinetik total

Relativitas 6