Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM DIGITAL

“ PENCACAH ”

Oleh :

Khafizunnisa Septiana M

173022440006

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2019
“ Pencacah Biner Sinkron ”

Lab. Elektronika dan Instrumentasi, FMIPA UNY

I. Tujuan
1. Mempelajari cara kerja pencacah biner sinkron
2. Membuktikan tabel kebenaran pencacah biner sinkron

II. Dasar Teori

Pencacah atau Counter merupakan jenis khusus dari register, yang dirancang guna
mencacah/menghitung jumlah pulsa-pulsa detak yang tiba pada masukan-masukannya. Peranti
ini terdiri dari satu atau lebih flip-flop yang dirangkai sedemikian rupa sehingga setiap pulsa
masukan akan menambah cacahan. Pencacah dibedakan menjadi dua yaitu : pencacah sinkron
dan pencacah tak sinkron. Perbedaan mendasar dari kedua jenis pencacah atau counter ini
terletak pada cara memberikan sinyal detak pada tiap flip-flopnya. Karakteristik penting dari
pencacah adalah Kerjanya sinkron atau tak sinkron, mencacah maju atau mundur, sampai
beberapa banyak dapat mencacah (modulo pencacah). Pencacah sinkron atau synchronous
counter, yang beroperasi serentak dengan pulsa clock yang kadang-kadang disebut juga dengan
pencacah deret atau series counter atau pencacah jajar. Pencacah sinkron adalah pencacah yang
sinyal detaknya diberikan secara serentak (pararel) pada masing-masing input flip-flop.

Setiap FF memiliki masukan J = K = 1, sehingga keluaran FF itu akan ter-toggle


(berubah tingkat logikanya) ketika pada masukan Ck berubah dari 1 (tinggi) ke 0 (rendah).
Pulsa masukan hanya dikenakan pada Ck dari FF-0. Keluaran Qo dihubungkan ke Ck pada
FF-1, dan keluaran Q1 dihubungkan ke Ck dari FF-2. Bentuk gelombang keluaran pada setiap
FF dapat dilihat pada Gambar di bawah ini.
Sebelumnya dianggap bahawa ketiga keluaran FF pada tingkat logika 0, dan setiap FF
hanya dapat berubah keadaan jika pada masukan Ck terjadi transisi dari 1 ke 0 (NGT : Negative
Going Transision). Berdasarkan keadaan itu maka hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :

1) Keluaran FF-0, yaitu Q0 , mengalami perubahan keadaan tingkat logika (ter-toggle)


pada setiap kali pulsa detak pada Ck-nya mengalami transisi dari 1 ke 0, sehingga gelombang
keluaran pada Q0 memiliki frekuensi tepat sama dengan setengah (1/2) dari frekuensi pulsa
detak masukan.

2) Keluaran FF-1, yaitu Q1 , mengalami perubahan keadaan tingkat logika (ter-toggle)


pada setiap kali pulsa detak pada Ck-nya mengalami transisi dari 1 ke 0, sehingga gelombang
keluaran pada Q1 memiliki frekuensi tepat sama dengan setengah (1/2) dari frekuensi Q0 atau
seperempat (1/4) dari frekuensi pulsa detak masukan.

3) Keluaran FF-2, yaitu Q2 , mengalami perubahan keadaan tingkat logika (ter-toggle)


pada setiap kali pulsa detak pada Ck-nya mengalami transisi dari 1 ke 0, sehingga gelombang
keluaran pada Q2 memiliki frekuensi tepat sama dengan setengah (1/2) dari frekuensi Q1 atau
seperdelapan (1/8) dari frekuensi pulsa detak masukan.

Berdasarkan keterangan di atas, setiap FF membagi frekuensi masukannya dengan 2


(dua). Jika sekiranya ditambahkan FF ke empat pada rantai Gambar di atas dengan keluaran
Q3 akan memiliki frekuensi seper-enam-belas (1/16) dari frekuensi pulsa detak masukan,
demikian seterusnya.

Pencacah sinkron terdiri dari empat macam yaitu Pencacah maju sinkron yang berjalan
terus (Free Running), Pencacah maju sinkron yang dapat berhenti sendiri (Self Stopping),
Pencacah mundur sinkron, Pencacah maju dan mundur sinkron (Up-down Counter) merupakan
gabungan dari Up Counter dan Down Counter. Rangkaian ini dapat menghitung bergantian
antara Up dan Down karena adanya input eksternal sebagai control yang menentukan saat
menghitung Up atau Down. Jika input Up bernilai ‘1’ (satu) maka Counter akan menghitung
naik (UP), sedangkan jika input Down bernilai ‘0’ (nol) , Counter akan menghitung turun
(DOWN). Dalam Counter Synchronous modulo-5 memerlukan dua IC JK-FF. Untuk mencari
bentuk rangkaian dari Counter Synchronous modulo-5 dibutuhkan 4 input yaitu input JA, JB,
KA dan KB. Untuk mencari semua input dapat menggunakan tabel eksitasi. Setelah itu dapat
disederhanakan dengan rumus Karnough Map. Setelah langkah tersebut dilakukan, maka kita
dapat membuat rangkaian Counter Synchronous modulo-5.
III. Alat dan bahan
1. Catu daya dc +5 volt
2. IC-7408, IC-7476
3. IC-7400
4. Papan rangkaian (projectboard)
5. Multimeter
6. LED
7. Kabel-kabel penghubung

IV. Langkah Percobaan


1. Merangkai rangkaian pada papan rangkaian yang telah tersedia (matikan dahulu sumber
dayanya) menggunakan dua buah IC-7476 dan satu IC 7408
2. Menghubungkan Reset dan Input pada generator bit (saklar yang keluarannya dapat
diatur 0 atau 1), sedangkan QA, QB, QC pada indikator LED.
3. Mengatur mula-mula Reset = 1, clock = 1 dan kemudian hidupkan sumber daya.
4. Mereset pencacah dengan mengubah input reset sebentar ke 0 sehingga semua input 0.
5. Memasukkan pulsa input sebanyak 8 kali dan cacat keadaan dari QA QB QC pada
setiap pulsa input masuk. Satu pulsa input diperoleh dengan mengubah input ke 1
sebentar kemudian 0 lagi.
6. Mengulangi percobaan ini sebanyak 2 atau 3 kali dan hasil dari masing-masing
percobaan masukkan ke tabel.

V. Data Percobaan

Pencacah biner sinkron

Pulsa masukan Q3 Q2 Q1
0 0 0 0
1 0 0 1
2 0 1 0
3 0 1 1
4 1 0 0
5 0 0 0
6 0 0 1
7 0 1 0

VI. Analisis Data

Data yang diperoleh sudah sesuai dengan tabel kebenaran yang menyatakan pencacah
sinkron modulo 5 sebagai berikut ;

VII. Pembahasan

Pada praktikum ini membahas mengenai rangkaian Pencacahan (counter) Sinkron.


Counter atau pencacahan ini merupakan sekumpulan FF yang berubah keadaan keluarannya
dalam merespon pulsa-pulsa yang diberikan pada masukannya. Susunan beberapa FF tersebut
menghasilkan bilangan biner ekivalen dari jumlah pulsa total yang diberikan pada saat itu.
Pencacah banyak digunakan pada sistem digital, diantaranya sebagai penghitung pulsa,
pembagi frekuensi, pewaktu, penunda waktu dan sebagainya. Pencacah adalah suatu rangkaian
elektronika digital yang mencacah dalam bilangan biner ( 0 dan 1). Pencacah mungkin
merupakan salah satu subsistem yang paling berguna dan paling banyak kemampuannya dalam
suatu sistem digital. Pencacah yang didrive oleh sebuah lonceng dapat digunakan untuk
mencacah banyaknya daur lonceng. Karena pulsa lonceng terjadi pada selang waktu yang
diketahui, pencacah dapat digunakan sebagai suatu instrumen untuk mengukur waktu (dan
dengan demikian periode atau frekuensi). Berdasarkan Clock yang diberikan pada FF.
Pencacahan dibagi menjadi dua yaitu Pencacah tak sinkron atau tidak serempak
(Asynchronous) dan sinkron atau serempak (Synchronous).
Pencacahan sinkron yang pertama yang dicoba adalah Pencacah biner modulo-8.
Pencacah sinkron (synchronous), yang beroperasi serentak dengan pulsa clock yang kadang-
kadang disebut juga dengan pencacah deret atau series counter atau juga pencacah jajar.
Pencacah sinkron atau kata serempak (Synchronous) merupakan pencacah yang sinyal
detaknya diberikan secara serentak (pararel) pada masingmasing input atau masukan flip-flop.
Pada pencacah biner modulo-5 itu termasuk kedalam pencacah sinkron (synchronous). Pada
uji coba pencacah sinkron (synchronous) yang kita lakukan pertama adalah pencacahan biner
modulo-8. Uji coba yang dilakukan kita dengan merangkai langsung alat-alat yang dibutuhkan
diatas project board lalu penghubung-pengubungnya adalah jumper dengan LED sebagai
indikator benar tidaknya rangkaian. Uji coba pencacah biner modulo-5 itu benar jika kita
menekan clok delapan kali maka output atau lampu akan mati semua atau lampu tidak nyala
pada rangkaian. Pada gambar uji coba yang selanjutnya output bernilai 0 pada output a, 0 pada
output b, dan 0 pada output c. pencacah biner modulo-5 outputnya bernilai 0 semua karena
nilai tertingginya adalah biner delapan, jika lebih akan kembali lagi seperti awal. Seperti pada
biner ke 9 (Sembilan) outputnya bernilai 0,0,1 atau output 0 pada a, output 0 pada b dan output
1 pada c. seperti pada biner satu. Pencacahan ini yaitu pencacah biner modulo-8 hanya
memiliki 3 (tiga) bit saja. Jika pada pencacah biner modulo-5 outputnya bernilai 0 semua atau
lampu tidak nyala pada biner ke 5.

VIII. Kesimpulan
1. Prinsip kerja rangkaian pencacah biner sinkron yaitu sumber clock diberikan pada
masing-masing input Clock dari Flip-flop penyusunnya, sehingga apabila ada
perubahan pulsa dari sumber, maka perubahan tersebut akan men-trigger seluruh Flip-
flop secara bersama-sama. Dalam Syncronous counter ini sendiri terdapat perbedaan
penempatan atau manipulasi gerbang dasarnya yang menyebabkan perbadaan waktu
tunda yang di sebut carry propagation delay.
2. Hasil yang didapat sudah sesuai dengan teori yang ditunjukkan dengan tabel kebenaran
pencacah biner sinkron
DAFTAR PUSTAKA

Sumarna. 2015.Pencacah(Counter). Universitas Negeri Yogyakarta.

Anda mungkin juga menyukai