Anda di halaman 1dari 7

10/20/2018

PROTEKSI SISTEM TENAGA LISTRIK

LIGHTNING ARRESTER
PADA JARINGAN
TRANSMISI & DISTRIBUSI
TENAGA LISTRIK

Diagram Konstruksi Gardu Distribusi

Lightning Arrester (LA)


• Jenis Product
• Definisi
• Prinsip Kerja LA
• Konstruksi Pemasangan LA
• Kerusakan LA

1
10/20/2018

Lightning Arrester (Jenis Product)

Jenis Polymer Jenis Porcelain

Lightning Arrester (Filosofi)


• Arrester adalah suatu peralatan yang dirancang
untuk membatasi tegangan (terutama tegangan
lebih baik karena surja petir, switching, maupun
transien ) pada terminal peralatan pada nilai
tertentu.
• Arrester diperlukan untuk melindungi system
distribusi secara keseluruhan dari akibat tegangan
lebih tersebut dan juga untuk melindungi
transformator distribusi (tergantung dari posisi
penempatan Arrester)

Lightning Arrester (Prinsip kerja)

arester harus bisa :


• Menahan tegangan nominal phasa
ketanah.
• Berubah cepat menjadi penghantar ketika
mengalir surja dan menutup kembali
sesudah surja lewat
• Berfungsi baik selama operasionalnya .

2
10/20/2018

Lightning Arrester (Konstruksi lama)

Lightning Arrester (Konstruksi)

ELEKTRONIKA DAYA 8

Analisa Tegangan Surja

ELEKTRONIKA DAYA 9

3
10/20/2018

Lightning Arrester
• Arrester dipasang harus sesuai dengan spesifikasi.
• Pemasangan arrester diprioritaskan pada saluran utama
sedemikian rupa sehingga sebaran posisi arrester
merata.
• Arrester harus dipasang vertikal dan ditanahkan melalui
pole.
• Line atau distribution arresters berfungsi sebagai
pemotong tegangan lebih dan sekaligus sebagai alat
proteksi untuk mencegah flashover dan interupsi
pelayanan daya.
• Disarankan untuk mengetanahkan surge arrester yang
terpasang di saluran 20 kV melalui konduktor daripada
melalui tubuh pole, agar tegangan proteksi arrester
mendekati Udisch yang dispesifikasikan fabrik.

10

Pemilihan dan Jarak Lindung Arrester


Untuk tegangan Sistem 20 kV
I. Pemilihan arrester
1. Tegangan kerja arrester :
UA= Tegangan rms phasa ke phasa x 1.10 x koefisien pentanahan
UA= 20 x 1.10 x 0.8 = 17.6 utk system yg ditanahkan langsung
UA= 20 x 1.10 x 1 = 22.2 kV utk system yg ditanahkan tidak langsung
Lihat table characteristics of LA, ambil tegangan kerja arrester 24 kV
2. Arus nominal : tegangan system 20 kV < 70 kV, maka In= 5 kA, kelas
heavy atau light duty
3. Tegangan percikan frekuensi jala-jala
Menurut standard Inggris (B.S) : Tegangan percikan
frekuensi jala-jala minimum = 1.6 x 20 = 32 kV
Menurut standard IEC : Tegangan percikan frekuensi jala jala minimum
= 1.5 x 20 = 30 kV (masih lebih kecil dari existing LA 40 kV –
Cooper)

11

12

4
10/20/2018

13

ELEKTRONIKA DAYA 14

4. Tegangan kerja impuls arrester


lihat table 3 Maximum Impulse Sparkover Test Voltage
untuk kelas 5 kA, ULA= 75 kV (existing LA 39 kV, lebih
baik)
5. Tegangan sisa arrester
Lihat table 4 Maximum Residual Voltage utk kelas 5 kA,
UR= 65 kV
6. Arus pelepasan maksimum arrester
Lihat table point , utk kelas 5 kA : Imax= 65 kA

15

5
10/20/2018

II. Jarak Lindung Arrester


BIL trafo < 500 kA UT =125 kV
di/dt=25 kA/us (lokal)
Γ = 200 ohm (rata-rata)
L=(Ur-ULA).V/(2.dU/dt)
L= (125-90)300/(2.200.25)=1.05 m

16

Jarak Lindung LA
.
• L=
. .

• L (meter)
• Ut dan Ua dalam kV
• du/dt dalam kV/µs = Z. di/dt

17

Karakteristik Petir Tropis

Gambar IV.1 Perbandingan karakteristik petir tropis (Gunung Tangkuban Perahu


Indonesia) dan sub-tropis (Gunung San Salvatore-Swiss) untuk (a) arus puncak petir
dan (b) kecuraman gelombang arus petir

6
10/20/2018

Gambar Jarak Lindung Arrester

19