Anda di halaman 1dari 6

PENTINGNYA STIMULASI DALAM PERKEMBANGAN ANAK

oleh : Khadijah Nida M (NIM. 011813243028)

Anak merupakan generasi penerus suatu bangsa, dengan demikian dibutuhkan


anak dengan kualitas yang baik agar tercapai masa depan bangsa yang baik. Untuk
mendapatkan kualitas anak yang baik harus dipastikan bahwa tumbuh dan kembangnya
juga baik. Tahapan yang terpenting pada perkembangan anak adalah pada 3 tahun
pertama, karena perkembangan berlangsung dengan pesat dan menentukan masa depan
anak kelak. Perkembangan otak yang sangat pesat bahkan sudah terjadi sejak trimester
ketiga kehamilan hingga tiga tahun pertama kehidupan anak. Pada saat ini (3 tahun
pertama kelahiran) kecepatan pembentukan hubungan antar sel-sel otak (sinapsis)
meningkat sangat pesat sehingga harus dimanfaatkan sebaik mungkin dengan
memberikan berbagai stimulasi dan pengalaman sensori yang diterima. Pada usia tiga
tahun, jika jaringan otak kurang mendapatkan stimulasi maka fungsinya menjadi tidak
optimal, sehingga muncul istilah ‘use it or lose it’. Ketika fungsi otak tidak optimal
dapat terjadi penyimpangan tumbuh kembang bahkan hingga gangguan yang menetap.

Stimulasi adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak umur 0-6 tahun
agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Penelitian pada hewan coba maupun
pada manusia membuktikan pentingnya melakukan stimulasi sedini mungkin. Penelitian
lain menunjukkan bahwa anak yang orangtuanya banyak berbicara saat dilakukan
evaluasi memiliki perbendaharaan kata jauh lebih banyak dibandingkan anak yang
orangtuanya pendiam. Anak yang mendengarkan banyak kata sehari-harinya dan
diberikan stimulasi positif sesering mungkin dari pengasuhnya rata-rata menunjukkan
perkembangan kognitif yang lebih baik. Sejumlah bukti lain berdasarkan penelitian
menunjukkan bahwa paparan lingkungan yang buruk berhubungan dengan hal-hal yang
negatif dimasa yang akan datang contohnya intelegensia (IQ) yang rendah, prestasi
belajar yang jelek, atau tingkah laku yang buruk saat dewasa. Bukti-bukti diatas
menunjukkan bahwa stimulasi dini sangat penting untuk perkembangan anak.

Penelitian milik Imawati M, Ardani IGAI, Astasari D, Irwanto, Suryawan A,


dan Narendra MB tahun 2013 memberikan hasil bahwa stimulasi minimal 1 jam sehari
terbukti meningkatkan hasil penilaian pada evaluasi perkembangan menggunakan
instrumen Denver yang dilakukan setelah 3 bulan dilakukan intervensi. Penelitian
tersebut analitik prospektif kohort dilakukan pada anak usia 12-24 bulan di kecamatan
Gubeng, Surabaya, mulai bulan September 2008 hingga Februari 2009. Selain itu
penelitian milik Arief YS, Krisnana I, Ferdiana H, dan Rachmawati PD tahun 2014
mengenai stimulasi yang dilakukan dengan bermain menggunakan media permainan
edukatif bermanfaat untuk menguatkan dan menerampilkan anggota badan,
mengambangkan kepribadian, mendekatkan hubungan antara anak didik dan pengasuh
serta menyalurkan kegiatan anak. Hal ini berarti alat permainan edukatif apabila
digunakan secara multiguna mampu mengembangkan lebih dari satu aspek
perkembangan. Stimulasi terarah harus difokuskan pada kemampuan dasar antara lain
kemampuan gerak kasar, kemampuan gerak halus, kemampuan bicara dan bahasa serta
kemampuan sosialisasi dan kemandirian.

Stimulasi tidak bergantung kepada bagaimana sebuah alat berperan sebagai


media pendukung dalam melakukan stimulasi namun lebih kepada interaksi dan proses
bagaimana anak mendapatkan pengalaman sensori yang membuat kemampuannya
berkembang. Berikut ini prinsip dasar dalam melakukan stimulasi tumbuh kembang
1. Stimulasi dilakukan dengan dilandasi rasa cinta dan kasih sayang.
2. Selalu tunjukkan sikap dan perilaku yang baik karena anak akan meniru tingkah
laku orang-orang yang terdekat dengannya.
3. Berikan stimulasi sesuai dengan kelompok umur anak.
4. Lakukan stimulasi dengan cara mengajak anak bermain, bemyanyi, bervariasi,
menyenangkan, tanpa paksaan dan tidak ada hukuman.
5. Lakukan stimulasi secara bertahap dan berkelanjutan sesuai umur anak, terhadap
ke 4 aspek kemampuan dasar anak.
6. Gunakan alat bantu/permainan yang sederhana, aman dan ada di sekitar anak.
7. Berikan kesempatan yang sama pada anak laki-laki dan perempuan.
8. Anak selalu diberi pujian, bila perlu diberi hadiah atas keberhasilannya.
Berikut dibawah ini tahap perkembangan sesuai dengan usia anak.

Tahap pemberian stimulasi sesuai usia berdasarkan rekomendasi Kementrian


Kesehatan bekerjasama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia menggunakan instrumen
“Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak
di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar Tahun 2016”. Pedoman tersebut berisi berbagai
instrumen stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang untuk anak umur 0
sampai dengan 6 tahun. Stimulasi berkaitan erat dengan proses tumbuh kembang.
Proses tumbuh kembang anak juga mempunyai prinsip-prinsip yang saling berkaitan.
Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut: 1. Perkembangan merupakan hasil
proses kematangan dan belajar yang diperoleh salah satunya melalui stimulasi.
Kematangan merupakan proses intrinsik yang terjadi dengan sendirinya, sesuai dengan
potensi yang ada pada individu. Belajar merupakan perkembangan yang berasal dari
latihan dan usaha. Melalui belajar, anak memperoleh kemampuan menggunakan sumber
yang diwariskan dan potensi yang dimiliki anak. 2. Pola perkembangan dapat
diramalkan. Terdapat persamaan pola perkembangan bagi semua anak. Dengan
demikian perkembangan seorang anak dapat diramalkan. Perkembangan berlangsung
dari tahapan umum ke tahapan spesifik, dan terjadi berkesinambungan, sehingga
perkembangan anak dapat dinilai dan mempunyai standar baku.

Berikut tahap perkembangan anak menurut usia

Umur 0-3 1. Mengangkat kepala setinggi 45⁰


2. Menggerakkan kepala dari kiri/kanan ke tengah.
bulan
3. Melihat dan menatap wajah anda
4. Mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh
5. Suka tertawa keras
6. Beraksi terkejut terhadap suara keras
7. Membalas tersenyum ketika diajak bicara/tersenyum
8. Mengenal ibu dengan penglihatanm penciuman, pendengaran,
kontak
Umur 3-6 1. Berbalik dari telungkup ke terlentang
2. Mengangkat kepala setinggi 90⁰
bulan
3. Mempertahankan posisi kepala tetap tegak dan stabil.
4. Menggenggam pensil.
5. Meraih benda yang ada dalam jangkauannya.
6. Memegang tangannya sendiri.
7. Berusaha memperluas pandangan.
8. Mengarahkan matanya pada benda-benda kecil.
9. Mengeluarkan suara gembira bernada tinggi atau memekik.
10. Tersenyum ketika melihat mainan/gambar yang menarik saat
bermain sendiri.
Umur 6-9 1. Duduk (sikap tripoid - sendiri)
2. Belajar berdiri, kedua kakinya menyangga sebagian berat badan.
bulan
3. Merangkak meraih mainan atau mendekati seseorang.
4. Memindahkan benda dari tangan satu ke tangan yang lain.
5. Memungut 2 benda, masing-masing lengan pegang 1 benda pada
saat yang bersamaan
6. Memungut benda sebesar kacang dengan cara meraup.
7. Bersuara tanpa arti, mamama, bababa, dadada, tatata.
8. Mencari mainan/benda yang dijatuhkan.
9. Bermain tepuk tangan/ciluk baa
10. Bergembira dengan melempar benda.
11. Makan kue sendiri.
Umur 9-12 1. Mengangkat benda ke posisi berdiri
2. Belajar berdiri selama 30 detik atau berpegangan di kursi
bulan
3. Dapat berjalan dengan dituntun
4. Mengulurkan lengan/badan untuk meraih mainan yang diinginkan
5. Mengenggam erat pensil.
6. Memasukkan benda ke mulut.
7. Mengulang menirukan bunyi yang didengarkan
8. Menyebut 2-3 suku kata yang sama tanpa arti
9. Mengeksplorasi sekitar, ingin tau, ingin menyentuh apa saja
10. Beraksi terhadap suara yang perlahan atau bisikan
11. Senang diajak bermain “CILUK BAA”
12. Mengenal anggota keluarga, takut pada orang yang belum
dikenali.
Umur 12-18 1. Berdiri sendiri tanpa berpegangan
2. Membungkung memungut mainan kemudian berdiri kembali
bulan
3. Berjalan mundur 5 langkah
4. Memanggil ayah dengan kata “papa”. Memanggil ibu dengan kata
“mama”
5. Menumpuk 2 kubus
6. Memasukkan kubus di kotak
7. Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis/merengek, anak
bisa mengeluarkan suara yang menyenangkannatau menarik
tangan ibu
8. Memperlihatkan rasa cemburu / bersaing.
Umur 18-24 9. Berdiri sendiri tanpa berpegangan selama 30 detik
10. Berjalan tanpa terhuyung-huyung
bulan
11. Bertepuk tangan, melambai-lambai
12. Menumpuk 4 buah kubus
13. Memungut benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk
14. Menggelindingkan bola kearah sasaran
15. Menyebut 3-6 kata yang mempunyai arti
16. Membantu/menirukan pekerjaan rumah tangga
17. Memegang cangkir sendiri, belajar makan - minum sendiri.
Umur 24-36 1. Jalan naik tangga sendiri
2. Dapat bermain dengan sendal kecil
bulan
3. Mencoret-coret pensil pada kertas
4. Bicara dengan baik menggunakan 2 kata
5. Dapat menunjukkan 1 atau lebih bagian tubuhnya ketika diminta
6. Melihat gambar dan dapat menyebut dengan benar nama 2 benda
atau lebih
7. Membantu memungut mainannya sendiri atau membantu
mengangkat piring jika diminta
8. Makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah
9. Melepas pakiannya sendiri
Umur 36-48 1. Berdiri 1 kaki 2 detik
2. Melompat kedua kaki diangkat
bulan
3. Mengayuh sepeda roda tiga
4. Menggambar garis lurus
5. Menumpuk 8 buah kubus
6. Mengenal 2-4 warna
7. Menyebut nama, umur, tempat
8. Mengerti arti kata di atas, dibawah, di depan
9. Mendengarkan cerita
10. Mencuci dan mengeringkan tangan sendiri
11. Mengenakan celana panjang, kemeja baju.
Umur 48-60 1. Berdiri 1 kaki 6 detik
2. Melompat-lompat 1 kaki
bulan
3. Menari.
4. Menggambar tanda silang
5. Menggambarlingkaran
6. Menggambar orang dengan 3 bagian tubuh
7. Mengancing baju atau pakian boneka
8. Menyebut nama lengkap tanpa di bantu
9. Senang menyebut kata-kata baru
10. Senang bertanya tentang sesuatu
11. Menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar
12. Bicara mudah dimengerti
13. Bisa membandingkan/membedakan sesuatu dari ukuran dan
bentuknya
14. Menyebut angka, menghitung jari
15. Menyebut nama-nama hari
16. Berpakian sendiri tanpa di bantu
17. Bereaksi tenang dan tidak rewel ketika ditinggal ibu.
Umur 60-72 1. Berjalan lurus
2. Berdiri dengan 1 kaki selama 11 detik
bulan
3. Menggambar dengan 6 bagian, menggambar orang lengkap
4. Menangkap bola kecil dengan kedua tangan
5. Menggambar segi empat.
6. Mengerti arti lawan kata
7. Mengerti pembicaraan yang menggunakan 7 kata atau lebih
8. Menjawab pertanyaan tentang benda terbuat dari apa dan
kegunaannya
9. Mengenal angka, bisa menghitung angka 5-10
10. Mengenal warna-warni
11. Mengungkapkan simpati.
12. Mengikuti aturan permainan
13. Berpakaian sendiri tanpa di bantu

Keberhasilan stimulasi juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya antara lain
nutrisi, kesehatan, dukungan keluarga, lingkungan, serta keadaan sosial ekonomi. Selain
itu juga dipengaruhi oleh kapan waktu paparan stimulasi, durasi yang diberikan, dan
bagaimana cara melakukannya.
DAFTAR PUSTAKA

Arief YS, Krisnana I, Ferdiana H, dan Rachmawati PD, 2014, Peningkatan


Perkembangan Multiple Intelligences Anak Usia Prasekolah Melalui Stimulasi Alat
Permainan Edukatif, Journal UNAIR: Jurnal Ners, Vol. 7 (1): 64-70.

Imawati M, Ardani IGAI, Astasari D, Irwanto, Suryawan A, dan Narendra MB,


2013, Pengaruh Pemberian Stimulasi Selama 1 Jam pada Perkembangan Anak Usia 12-
24 Bulan, Journal UNAIR: Jurnal Ilmu Kesehatan Anak, Vol 1 (1).

Innike AP, 2014, Pengaruh Pelatihan Stimulasi Keluarga oleh Ibu dalam Bentuk
Tulisan dengan Gambar terhadap Perkembangan Anak Usia Kurang dari 3 Tahun, Sari
Pediatri, Vol. 16 (4): 284-291.

Kementrian Kesehatan RI, 2016, Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi, dan


Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak Ditingkat Pelayanan Kesehatan Dasar. Jakarta:
Kementrian Kesehatan RI.