Anda di halaman 1dari 19

Makalah Fitoterapi

Produk Herbal Untuk Diabetes

KELOMPOK 2:
Febriyan Mulyanto (161210004)
Gatot Saputra (161210006)
Wulan Ayuning Tyas (161210018)

DOSEN PENGAMPU :
Fakhruddin., M.Farm.,Apt

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN


BORNEO CENDIKIA MEDIKA PANGKALAN BUN
TAHUN AKADEMIK 2018/2019
Alamat : Jl. Sultan Syahrir No. 11 Pangkalan Bun Kab. Kotawaringin Barat
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat dan

rahmat-Nyalah kami dapat menyelesaikan penyusunan tugas makalah tentang Produk

Herbal untuk Diabetes/Antigoutini dengan baik dan tepat waktu.

Makalah ini ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Fitoterapi dalam

rangka proses pembelajaran bagi mahasiswa sehingga dapat menambah wawasan bagi

para pembacanya.

Demikianlah makalah ini disusun, semoga makalah ini dapat memberikan

informasi dan dapat bermanfaat bagi kita semua. Penulis menyadari bahwa penyusunan

makalah ini masih banyak kekurangan. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan

saran yang membangun dari para pembaca. Penulis berharap semoga makalah ini

berguna bagi para pembacanya.

Pangkalan Bun, 22 Juni 2019

i|FITOTERAPI
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................................i

DAFTAR ISI............................................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ........................................................................................................ 1

1.2 Rumusan Masalah .................................................................................................... 2

1.3 Tujuan Penulisan ..................................................................................................... 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA .............................................................................................. 3

2.1 Definisi Diabetes Milletus ....................................................................................... 3

2.2 Etiologi Diabetes Mellitus ....................................................................................... 3

2.3 Patofisiologi Diabetes Mellitus ................................................................................ 4

BAB III PEMBAHASAN ........................................................................................................ 6

3.1 Formula Obat Herbal DIABETAGO ...................................................................... 6

3.2 Tinjauan Tanaman ................................................................................................... 7

3.3 Dosis Tabnaman Herbal DIABETAGO ............................................................... 10

3.4 Evaluasi Rasional .................................................................................................. 11

BAB IV PENUTUP ................................................................................................................ 14

4.1 Kesimpulan ........................................................................................................... 14

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 15

ii | F I T O T E R A P I
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Diabetes Mellitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang
disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat
kekurangan insulin baik absolut maupun relatif (Suyono, 1995). DM merupakan
penyakit yang menjadi masalah pada kesehatan masyarakat. Oleh karena itu DM
tercantum dalam urutan keempat prioritas penelitian nasional untuk penyakit
degeneratif setelah penyakit kardiovaskuler, serebrovaskuler, rheumatik dan katarak
(Tjokroprawiro, 2007).

Diabetes adalah salah satu diantara penyakit tidak menular yang akan meningkat
jumlahnya dimasa mendatang. Diabetes merupakan salah satu ancaman utama bagi
kesehatan umat manusia abad 21. WHO membuat perkiraan bahwa pada tahun 2000
jumlah pengidap diabetes diatas umur 20 tahun berjumlah 150 juta orang dan dalam
kurun waktu 25 tahun kemudian, pada tahun 2025 jumlah itu akan membengkak
menjadi 300 juta orang (Suyono, 2005). Diabetes mellitus tipe II merupakan tipe
diabetes yang lebih umum, lebih banyak penderitanya dibandingkan Diabetes Mellitus
tipe I. Penderita diabetes mellitus tipe II mencapai 90-95 % dari keseluruhan populasi
penderita DM (Anonim, 2005).

Diabetes mellitus dapat menjadi serius dan menyebabkan kondisi kronik yang
membahayakan apabila tidak diobati. Akibat dari hiperglikemia dapat terjadi
komplikasi metabolik akut seperti ketoasidosis diabetik (KAD) dan keadaan
hiperglikemi dalam jangka waktu yang lama berkontribusi terhadap komplikasi
neuropatik. Diabetes mellitus juga berhubungan dengan penigkatan kejadian penyakit
makrovaskular seperti MCI dan stroke (Smeltzer & Bare, 2013). Menurut WHO,
penderita diabetes beresiko mengalami kerusakan mikrovaskuler seperti retinopati,
nefropati dan neuropati. Hal ini akan memberikan efek terhadap kondisi psikologis
pasien.

1|FITOTERAPI
Untuk mencegah terjadinya komplikasi dari diabetes mellitus, diperlukan
pengontrolan yang terapeutik dan teratur melalui perubahan gaya hidup pasien DM
yang tepat, tegas dan permanen. Pengontrolan diabetes mellitus diantaranya adalah
pembatasan diet, peningkatan aktivitas fisik, regimen pengobatan yang tepat, kontrol
medis teratur dan pengontrolan metabolik secara teratur melalui pemeriksaan labor
(Golien C.E et al dalam Ronquillo et al, 2003). Kepatuhan pasien DM terhadap
terhadap terapi yang telah diindikasikan dan diresepkan oleh dokter akan memberikan
efek terapeutik yang positif (therapeutic compliance). Pasien DM yang mengikuti
regimen terapeutik yang telah diindikasikan dapat menimbulkan kegagalan pelaksanaan
terapi (noncomplience) seperti keterlambatan terapi, menghentikan terapi dan tidak
mengikuti terapi dengan tepat.

1.2 Rumusan Masalah


 Apa yang dimaksud dengan Diabetes Mellitus?
 Apa saja etiologi dari Diabetes Mellitus ?
 Bagaimana patofisiologi Diabetes Mellitus?
 Bagaimana mekanisme kerja dalam tiap tanaman Obat Herbal DIABETAGO
berkhasiat sebagai Obat Diabetes?
 Bagaimana rasionalitas produk herbalDIABETAGOuntuk obat diabetes?

1.3 Tujuan Penulisan


 Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Diabetes Mellitus.
 Untuk mengetahui bagaimana epidemiologi dari penyakit.
 Untuk mengetahui apa saja etiologi penyakit Diabetes Mellitus.
 Untuk mengetahui Bagaimana patofisiologi Diabetes Mellitus.
 Untuk mengetahui mekanisme kerja pada tanaman Obat HerbalDIABETAGO
berkhasiat sebagai Obat Diabetes.
 Untuk mengetahui rasionalitas produk herbalDIABETAGO untuk obat diabetes.

2|FITOTERAPI
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Diabetes Mellitus


Diabetes Mellitus (DM) adalah sindromagangguan metabolisme karbohidrat,
lemakdan protein. Diabetes Mellitus terjadi akibatketerbatasan insulin dan menurunnya
sensitifitasjaringan terhadap insulin. Kondisi ini menyebabkanterjadinya hiperglikemia
dan abnormalitas lemak serta berbagai komplikasi seperti gagal ginjal, gangguan
kardiovaskular, kebutaan dan non-fattyliver (Abel-Salam, 2012; Yang et al., 2016).
DM adalah penyakit metabolik (kebanyakan herediter) sebagai akibat
darikurangnya insulin efektif (DM Tipe 2) atau insulin absolut(DM Tipe 1) didalam
tubuh. Pada DM terdapat tanda-tanda hiperglikemi dan glukosuria,dapat disertai dengan
atau tidaknya gejala klinik akut seperti poliuri,polidipsi, penurunan berat badan,
ataupun gejala kronik seperti gangguanprimer pada metabolisme karbohidrat dan
sekunder pada metabolismelemak dan protein(Tjokroprawiro, 2007).

2.2 Etiologi Diabetes Melitus

Menurut Wijayakusuma (2004), penyakit DM dapat disebabkan oleh beberapa


hal, yaitu:

 Pola Makan

Pola makan secara berlebihan dan melebihi jumlah kadar kalori yang
dibutuhkan oleh tubuh dapat memacu timbulnya DM. Hal ini disebabkan jumlah
atau kadar insulin oleh sel β pankreas mempunyai kapasitas maksimum untuk
disekresikan.

 Obesitas

Orang yang gemuk dengan berat badan melebihi 90 kg mempunyai


kecenderungan lebih besar untuk terserang DM dibandingkan dengan orang yang
tidak gemuk.

3|FITOTERAPI
 Faktor genetik

Seorang anak dapat diwarisi gen penyebab DM dari orang tua. Biasanya,
seseorang yang menderita DM mempunyai anggota keluarga yang terkena juga.

 Bahan-bahan kimia dan obat-obatan

Bahan kimiawi tertentu dapat mengiritasi pankreas yang menyebabkan


radang pankreas. Peradangan pada pankreas dapat menyebabkan pankreas tidak
berfungsi secara optimal dalam mensekresikan hormon yang diperlukan untuk
metabolisme dalam tubuh, termasuk hormon insulin.

 Penyakit dan infeksi pada pankreas

Mikroorganisme seperti bakteri dan virus dapat menginfeksi pankreas


sehingga menimbulkan radang pankreas. Hal itu menyebabkan sel β pada
pankreas tidak bekerja secara optimal dalam mensekresi insulin.

2.3 Patofisiologi Diabetes Melitus

2.3.1 DM Tipe 1 ( DMT 1 = Diabetes Mellitus Tergantung Insulin )


DMT 1 merupakan DM yang tergantung insulin. Pada DMT 1
kelainanterletak pada sel beta yang bisa idiopatik atau imunologik.
Pankreastidak mampu mensintesis dan mensekresi insulin dalam kuantitas
danatau kualitas yang cukup, bahkan kadang-kadang tidak ada sekresiinsulin
sama sekali. Jadi pada kasus ini terdapat kekurangan insulinsecara
absolut(Tjokroprawiro, 2007).
Pada DMT 1 biasanya reseptor insulin di jaringan perifer kuantitas
dankualitasnya cukup atau normal ( jumlah reseptor insulin DMT 1
antara30.000-35.000 ) jumlah reseptor insulin pada orang normal ±
35.000.sedang pada DM dengan obesitas ± 20.000 reseptor
insulin(Tjokroprawiro, 2007).

4|FITOTERAPI
2.3.2 DM Tipe 2 (Diabetes Mellitus Tidak Tergantung Insulin =DMT 2)
DMT 2 adalah DM tidak tergantung insulin. Pada tipe ini, pada awalnya
kelainan terletak pada jaringan perifer (resistensi insulin) dan kemudian disusul
dengan disfungsi sel beta pankreas (defek sekresi insulin), yaitu sebagai berikut
: (Tjokroprawiro, 2007)
1. Sekresi insulin oleh pankreas mungkin cukup atau kurang, sehingga
glukosa yang sudah diabsorbsi masuk ke dalam darah tetapi jumlah insulin
yang efektif belum memadai.
2. Jumlah reseptor di jaringan perifer kurang (antara 20.000-30.000 ) pada
obesitas jumlah reseptor bahkan hanya 20.000. 3. Kadang-kadang jumlah
reseptor cukup, tetapi kualitas reseptor jelek, sehingga kerja insulin tidak
efektif (insulin binding atau afinitas atau sensitifitas insulin terganggu ).
3. Terdapat kelainan di pasca reseptor sehingga proses glikolisis intraselluler
terganggu.
4. Adanya kelainan campuran diantara nomor 1,2,3 dan 4.

5|FITOTERAPI
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Formula Obat Herbal

Contoh Obat Herbal untuk Diabetes yang beredar

Komposisi DIABETAGO
Tiap Kapsul Mengandung Ekstrak Tanaman :
 Cantella asiatica herba ekstrak (pegagan) .............................................. 150 mg
 Phaleria macrocarpa cortex fructus ekstrak (mahkota dewa)................ 100 mg
 Andrographis paniculata herba ekstrak (sambiloto) .............................. 250 mg

Dosis:
Sehari 2x1 kapsul diminum sesudah makan

Indikasi
Menurunkan kadar gula dalam darah

6|FITOTERAPI
3.2 Tinjauan Tanaman
1. Pegagan (Cantella asiatica)

Klasifikasi Tanaman

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)


Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Apiales
Famili : Apiaceae
Genus : Centella
Spesies : Centella asiatica (L.) Urban

Kandungan kimia

Triterpenoid(asiatikosida, madekasosida, dan asam asiatik)merupakan


komponen utama herba pegagan yangbanyak digunakan dalam
pengobatan(Arjadietal ,2017)

Mekanisme
Hasil penelitian menunjukkan bahwa herba pegagan dapat mengendalikan
kondisi hiperkolesterolemia dan hipertrigliseridemia sebagai komplikasi dari
diabetes mellitus.Meningkatkan uptake glucose denganmeningkatkan respon
reseptor insulin sehinggadapat digunakan untuk mengobati diabetes tipe 2resisten
insulin (Vohra et al., 2011; Brinkhaus etal., 2000).

7|FITOTERAPI
2. Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa)

Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super divisio : Spermatophyta
Divisio : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Subkelas : Rosidae
Ordo : Myrtales
Familia : Thymelaeaceae
Genus : Phaleria
Spesies : Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl atau Phaleria papuana

Kandungan kimia

Pada daging buah mahkota dewa mengandung senyawa flavonoid, saponin


dan alkaloid (Djazuli, 2011).

Mekanisme
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Senyawa kimia aktif yang diduga
mempunyai efek hipoglikemik mirip insulin adalah flavonoid yang dapat
meningkatkan pengeluaran insulin merubah metabolisme Ca2+
(Ramachandran dan Rajasekaran, 2014)dan meregenerasi pulau Langerhans
pankreas terutama sel β (Cicero et al., 2013).

8|FITOTERAPI
3. Sambiloto (Andrographis paniculata)

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)


Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Scrophulariales
Famili : Acanthaceae
Genus : Andrographis
Spesies : Andrographis paniculata Nees

Kandungan kimia
Kandungan andrografolid, zat aktif utama dalamherba sambiloto
bertanggung jawab terhadapaktivitas farmakologi (Widyawati, 2007; Niranjanet
al., 2010)

Efek Samping
Alergi, Muntah, Mual dan Kehilangan SeleraMakan (Depkes, 2016).

Kontraindikasi
Kehamilan, Menyusui, Alergi (Depkes, 2016).

Interaksi
Obat Pengencer Darah, Penekan Sistem Imun(Depkes, 2016).

9|FITOTERAPI
Mekanisme
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan andrografolid dalam herba
sambiloto dapat meningkatkan penggunaan glukosa otot pada tikus diabetes
melalui stimulasi transporter GLUT-4 sehingga dapat menurunkan kadar glukosa
dalam plasma pada tikus. Senyawa andrografolid meningkatkan ekspresi mRNA
maupun level protein GLUT-4, pembawa transport glukosa menembus sel (Yu et
al., 2008). Andrografolid juga merangsang GLUT-4 pada tikus DM tipe 1 yang
diinduksi aloksan (Zhang et al., 2009). Andrografolid dapat mengaktifkan α1-
ARs yang meningkatkan sekresi β-endorphin yang dapat merangsang opioid Μ-
reseptor untuk mengurangi glukoneogenesis hepatik dan meningkatkan
penyerapan glukosa dalam otot soleus melalui peningkatan ekspresi GLUT 4
yang mengakibatkan penurunan glukosa plasma tikus diabetes tipe 1 yang
diinduksi oleh streptozotosin (Ahmad et al., 2007; Akbar, 2011).

3.3 Dosis tanaman yang ada pada obatherbal DIABETAGO


1. Phaleria macrocarpa cortex fructus ekstrak (mahkota dewa)
Berdasarkan penelitianArjadietal (2017) menunjukkan bahwaefek
hipoglikemi yang dimulai pada pemberian ekstrak buah mahkota
dewa3gr/hari/200gBB menunjukkan bahwa ekstrak daging buah mahkota dewa
dapat dijadikan obat alternatif diabetes melitus.
2. Kombinasi Herba sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. f) Nees.) dan herba
pegagan (Centellaasiatica (L.) Urban)
Berdasarkan penelitian Yety et al (2014) menunjukkan bahwapengaruh
kombinasi ekstrak terpurifikasi herba sambiloto dan herba pegagan (dosis
912,1mg/kg BB : 300 mg/kg BB) terhadap translokasiprotein GLUT-4 pada sel
otot paha tikus diabetesmellitus tipe 2 resisten insulin lebih baik secarabermakna.
3. Herba sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. f) Nees.)
Berdasarkan penelitian Yulinah et al (2001) menunjukkan bahwa ekstrak
etanol herba sambiloto mempunyai efek menurunkan glukosa darah padauji
toleransi glukosa dengan efek yang meningkat dengan peningkatan dosis pada
kisardosis yang diberikan (0,5-2,0/KgBB). Ekstrak ini menunjukkan aktivitas
yang lebihbermakna.

10 | F I T O T E R A P I
3.4 Evaluasi Rasionalitas DosisDIABETAGO

1. Pegagan (Cantella asiatica)150 mg

Dosis pada hewan coba (tikus) = 300 mg/kg BB (Yety et al . 2014)


Untuk tikus 200 g = 300 mg/KgBB x 0,2 Kg
= 60 mg/0,2KgBB (60 mg/200gBB)
Dosis Konversi ke manusia = 56,0 x 60 mg = 3360 mg/70 kgBB
Bila dibandingkan dengan dosis yang terdapat didalam sediaan
Aturan pakai:
2 x 1 kapsul/hari
Untuk sekali minum = 150 mg x 1
= 150 mg
Untuk sehari minum = 150 mg x 2
= 300 mg
Pada perhitungan dosis tunggal yang terdapat di dalam formula DIABETAGO
untuk tanaman Cantella asiaticakurang rasional karena dosis untuk sehari pada
manusia adalah 3360 mg/70 kgBB sedangkan pada formula untuk sehari adalah
300 mg.

2. Herba sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. f) Nees.) 250 mg


 Dosis pada hewan coba (tikus) = 912,1 mg/kg BB (Yety et al . 2014)
Untuk tikus 200 g = 912,1 mg/KgBB x 0,2 Kg
= 182.42 mg/0,2KgBB (182.42
mg/200gBB)
Dosis Konversi ke manusia = 56,0 x 182.42 mg = 10.215,52 mg/70 kgBB
Bila dibandingkan dengan dosis yang terdapat didalam sediaan
Aturan pakai:
2 x 1 kapsul/hari
Untuk sekali minum = 250mg x 1
= 250 mg
Untuk sehari minum = 250 mg x 2
= 500 mg

11 | F I T O T E R A P I
Pada perhitungan dosis tunggal yang terdapat di dalam formula
DIABETAGO untuk tanaman Andrographis paniculata kurang rasional
karena dosis untuk sehari pada manusia adalah 10.215,52 mg/70 kgBB
sedangkan pada formula untuk sehari adalah 500 mg.

 Dosis pada hewan coba (tikus) = 0,5 - 2,0 g/kg BB (Yulinah et al .2001)
Untuk tikus 200 g = 0,5 - 2,0 g /KgBB x 0,2 Kg
= 0,1 - 0.4 g /0,2KgBB (100 - 400 mg/200gBB)
Dosis Konversi ke manusia = 56,0 x 100 - 400 mg = 5600 - 22400 mg/70
kgBB
Bila dibandingkan dengan dosis yang terdapat didalam sediaan
Aturan pakai:
2 x 1 kapsul/hari
Untuk sekali minum = 250mg x 1
= 250 mg
Untuk sehari minum = 250 mg x 2
= 500 mg
Pada perhitungan dosis tunggal yang terdapat di dalam formula
DIABETAGO untuk tanaman Andrographis paniculata kurang rasional
karena dosis untuk sehari pada manusia adalah 5600 – 22400 /70 kgBB
sedangkan pada formula untuk sehari adalah 500 mg.

3. Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa)100 mg

Dosis pada hewan coba (tikus) = 3gr/hari/200gBB (Arjadietal .2017)


= 3000 mg/ 200gBB
Dosis Konversi ke manusia = 56,0 x 3000 mg = 168.000 mg/70 kgBB
Bila dibandingkan dengan dosis yang terdapat didalam sediaan
Aturan pakai:
2 x 1 kapsul/hari
Untuk sekali minum = 100 mg x 1
= 100 mg
Untuk sehari minum = 100 mg x 2
= 200 mg

12 | F I T O T E R A P I
Pada perhitungan dosis tunggal yang terdapat di dalam formula DIABETAGO
untuk tanaman Cantella asiatica kurang rasional karena dosis untuk sehari pada
manusia adalah 168.000 mg/70 kgBB sedangkan pada formula untuk sehari
adalah 200 mg.

13 | F I T O T E R A P I
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Diabetes Mellitus (DM) adalah sindromagangguan metabolisme karbohidrat,
lemakdan protein, terjadi akibatketerbatasan insulin dan menurunnya
sensitifitasjaringan terhadap insulin.
DM dapat disebabkan oleh beberapa halbisa dari Pola makan, Obesitas, Faktor
Genetik, Penyakit dan infeksi pada pankreas dll.

Berdasarkan pembahasan evaluasi produk DIABETAGO dapat disimpulkan


bahwa, produk tersebut dikatakan rasional ditinjau dari efek farmakologis tanaman
bisa dijadikan sebagai alternative pengobatan untuk Antidiabetes, tetapi untuk dosisnya
menunjukan kurang kurang rasional.

14 | F I T O T E R A P I
DAFTAR PUSTAKA

Arjadi F, Mustofa. 2017. Ektrak Daging Buah Mahkota Dewa Meregenerasi Sel Pulau
Langerhans Pada Tikus Putih Diabetes. Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal
Soedirman.

Cinta Lestari I. 2018. Efek Antidiabetik Ekstrak Etanol Daun Mahkota Dewa (Phaleria
Macrocarpa) Pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotosin. Fakultas
Kedokteran, Universitas Islam, Sumatera Utara.

Departemen Kesehatan. 2016. Formularium obat herbal asli indonesia. Jakarta: Kementrian
hukum dan hak asasi manusia republik indonesia.
Suyono, S, 2005, Kecenderungan Peningkatan Jumlah Penyandang Diabetes Mellitus dalam
Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Terpadu, BalaiPenerbit FKUI, Jakarta
Tjokroprawiro A, 2006. Hidup Sehat Bersama Diabetes Mellitus, Gramedia Pustaka Utama,
Jakarta

Wijayakusuma H., 2004. Bebas Diabetes Mellitus Ala Hembing. Jakarta: PuspaSwara.

Yety Lindawati N, Endro Nugroho A. Pramono S. 2014.Pengaruh Kombinasi Ekstrak


Terpurifikasi Herba Sambiloto (Andrographis Paniculata (Burm.F.) Nees) Dan Herba
Pegagan (Centella Asiatica (L.) Urban) Terhadap Translokasi Protein Glut-4 Pada
Tikus Diabetes Mellitus Tipe 2 Resisten Insulin. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Yulinah E, Sukrasno , Anom Fitri M. 2001. Aktivitas Antidiabetika Ekstrak Etanol Herba
Sambiloto (Andrographis paniculata Nees (Acanthaceae)). Jurusan Farmasi FMIPA
ITB. Bandung

15 | F I T O T E R A P I
16 | F I T O T E R A P I