Anda di halaman 1dari 75

LAPORAN AKTUALISASI

LATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN II


KANWIL KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
SUMATERA SELATAN

OPTIMALISASI LAYANAN KESEHATAN


WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN
DI RUMAH TAHANAN NEGARA KLAS II B BATURAJA

Oleh:
Julius Purnama
NIP. 19970730 201712 1 002
NDH. 17

Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II


Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumatera Selatan
Angkatan III

PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA SELATAN


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
BEKERJASAMA DENGAN KANWIL KEMENTERIAN HUKUM DAN
HAK ASASI MANUSIA SUMATERA SELATAN DI PALEMBANG
TAHUN 2018

i
LEMBAR PERSETUJUAN

LAPORAN AKTUALISASI LAYANAN KESEHATAN


WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN
DI RUMAH TAHANAN NEGARA KLAS II B BATURAJA

Oleh:
Julius Purnama
NDH: 17

Telah Diseminarkan dan disetujuI pada:

Hari/Tanggal : Selasa, 04 September 2018


Tempat : Hotel Majestic Palembang

COACH, MENTOR,

Ir. Tri Yusnanie, M.M. Ismaton, S.Pd.I. M.M.


Widyaiswara Ahli Muda KA.KPR Rutan Baturaja
NIP 196804111994032006 NIP:197003231992031002

Diketahui/Disetujui Oleh:
A.n Kepala Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan

Kepala divisi Administrasi Umum

Edi Lauder Lbn Gaol, SH., MH


Pembina Utama Muda / IVc
NIP.195809281981031001

ii
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN AKTUALISASI LAYANAN KESEHATAN


WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN
DI RUMAH TAHANAN NEGARA KLAS II B BATURAJA

Oleh:
Julius Purnama
NDH: 17

Telah Diseminarkan dan disahkan pada:

Hari/Tanggal : Selasa, 04 September 2018


Tempat : Hotel Majestic Palembang

COACH, MENTOR,

Ir. Tri Yusnanie, M.M. Ismaton, S.Pd.I. M.M.


Widyaiswara Ahli Muda KA.KPR Rutan Baturaja
NIP 196804111994032006 NIP:197003231992031002

Diketahui/Disahkan Oleh:
A.n Kepala BPSDM Provinsi Sumatera Selatan
Kabid Pengembangan Kompetensi Manajerial

Hj. Holijah, SH., MH.


Pembina Tingkat I / IV b
NIP: 19690907 1996 03 2004

iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas
berkatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Aktulisasi
dengan judul “Optimalisasi Layanan Kesehatan Warga Binaan
Pemasyarakatan di Rumah Tahanan Negara Klas II B Baturaja”
Laporan aktualisasi ditujukan untuk Laporan Pelatihan Dasar
CPNS Golongan II tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sumatera Selatan
bekerja sama dengan Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Laporan Aktualisasi ini juga merupakan salah satu tugas yang bertujuan
sebagai latihan dalam rangka menerapkan nilai-nilai dasar profesi ASN
dalam menjalankan tugas pokok dalam menjalankan tugas pokok sebagai
petugas Pemasyarakatan.
Selama penyusunan dan penulisan laporan aktualisasi ini, penulis
telah banyak mendapat bimbingan, bantuan dan motivasi dari berbagai
pihak terutama widyaiswara BPSDM Sumsel.
Penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak
yang berkontribusi dalam penulisan laporan ini antara lain:
1. Orangtua yang telah membimbing dan mendoakan
2. Ibu Ir. Tri Yusnanie, M.M. Selaku coach yang telah membimbing dan
mengarahkan penulis dalam penyusunan laporan ini.
3. Bpk. Ismaton, S.Pd.I,. M.M. Selaku mentor yang telah memberikan
saran, masukan dan koreksi kepada penulis selama kegiatan
aktualisasi.
4. Penguji yang telah memberikan saran dan masukan.
5. Segenap widyaiswara , penyelenggara diklat, keluarga dan rekan-
rekan sesama peserta Pelatihan Dasar Golongan II tahun 2018 yang
telah memberikan bantuan dan dukungan dalam penyelesaian laporan
ini.

iv
Penulis menyadari masih terdapat kekurangan pada laporan ini.
Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran untuk
menyempurnakan laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat
bagi segenap pembaca.

Palembang, 4 september 2018


Penulis

Julius Purnama

v
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .............................................................................. i
LEMBAR PERSETUJUAN .................................................................. ii
LEMBAR PENGESAHAN ................................................................... iii
KATA PENGANTAR ........................................................................... iv
DAFTAR ISI ........................................................................................ vi
DAFTAR TABEL ................................................................................. vii
BAB I. PENDAHULUAN ..................................................................... 1
A. Latar Belakang ....................................................................... 1
B. Tujuan dan Manfaat ................................................................ 3
C. Ruang Lingkup ........................................................................ 5
BAB II. DESKRIPSI AKTUALISASI (HABITUASI)
A. Deskripsi Organisasi ............................................................... 6
1. Profil Organisasi .................................................................. 6
2. Visi, Misi, Motto dan Nilai-Nilai Organisasi .......................... 8
B. Deskripsi Isu Rumah Tahanan Negara Klas IIB Baturaja ........ 9
C. Analisis Isu .............................................................................. 12
D. Argumentasi terhadap Core Issue Terpilih .............................. 17
E. Nilai-Nilai Dasar ASN .............................................................. 19
F. Matrik Pelaksanaan ................................................................. 23
G. Jadwal Kegiatan ...................................................................... 32
H. Kendala dan Antisipasi ............................................................ 33
BAB III. PELAKSANAAN AKTUALISASI (HABITUASI)
A. Pendalaman Core Isu Terpilih ................................................. 34
B. Capaian Aktualisasi ................................................................. 45
BAB IV. PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................. 50
B. Saran ....................................................................................... 50
REFERENSI
LAMPIRAN
BIODATA

vi
DAFTAR TABEL

1. Tabel Jumlah Kepegawaian Rutan Klas II B Baturaja..........................


2. Tabel Deskripsi Isu/Kondisi Unit Kerja Saat Ini .............................................
3. Tabel Bobot Penetapan Kriteria Kualitas Isu AK ...........................................
4. Tabel Analisis Isu Menggunakan AKPK ........................................................
5. Tabel Analisis Isu Menggunakan USG ..........................................................

vii
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Undang-undang Nomor 5 tahun 2014 tetang Aparatur Sipil


Negara mengamatkan Instasi Pemerintah untuk wajib memberikan
pendidkan dan pelatihan terintegritas bagi Calon Pegawai Negeri
Sipil selama 1 (satu) tahun masa percobaan, dengan
mengedepankan penguatan nilai-nilai dan pembanganan karakter
seorang PNS.

Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi pegawai


negeri dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang
bekerja pada instansi pemerintah. Pegawai Asn melaksanakan
kebijakan publik yang di buat oleh pejabat pembina kepegawaian
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,
memberikan pelayana publik dan mempererat persatuan dan
kesatuan NKRI.

Sesuai Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara


(LAN) RI Nomor 22 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan
Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan I
dan Golongan II, maka Penyelenggaran Pendidikan dan pelatihan
(DIKLAT) Prajabatan dilaksanakan dengan Pola Baru. Adanya
DIKLAT Prabajabatan pola baru ini juga diharapkan dapat
membentuk kader ASN yang berkualitas berlandaskan pada nilai-
nilai Dasar yang meliputi : Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu dan anti Korupsi yang disibgkat dengan ANEKA.
Dengan demikian peserta diklat prajabatan dapat menjadi Aparatur
Sipil Negara yang profesional sebagai pelaksana kebijakan publik,
pelayanan publik dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

1
Sistem pembelajaran pada pendidikan dan pelatihan
prajabatan pola baru menuntut setiap peserta diklat prajabatan
untuk mengaktualisasika nilai-nilai prfesi dasar. Melalui proses
pembalajaran aktualisasi ini, seluruh atau beberapa nilai dasar
akan melandasi peaksanaan setiap kegiatan Habituasi di unit kerja
para peserta diklat prajabatan, setiap peserta harus menemukan
dan mengungkapkan makna dibalik penerapan nilai-nilai dasar
tersebut.

Melalui mata pelatihan dasar CPNS agenda tiga, peserta


pelatihan dasar diharapkan untuk merancang kegiatan aktualisasi
yang dilatarbelakangi dengan isu-isu mengenai manajemen ASN,
pelayanan publik, dan Whole of Government (WoG).Selanjutnya
agar nilai-nilai dasar tersebut dapat terpatri kuat dalam diri PNS
maka dilakukan internalisasi nilai-nilai dasar profesi PNS melalui
aktualisasi (habituasi) pada tempat tugas masing-masing dengan
menerapkan inovasi dan prinsip-prinsip lainnya sehingga kehadiran
PNS dapat memberikan kontribusi dalam penyelesaian masalah di
instansi atau unit kerja. Melalui pelatihan dasar ini diharapkan dapat
menghasilkan PNS yang profesional, yang dewasa ini sangat
dibutuhkan dalam mengelola sumber daya pembangunan yang ada
sehingga dapat mempercepat peningkatan daya saing bangsa.

Permenkumham Nomor 33 tahun 2015 pasal 26 bagian


keempat tentang pemulihan, bahwa pemulihan merupakan upaya
untuk mengembalikan keadaan memperbaiki hubungan antara
petugas pemasyarakatan, Narapidana atau tahanan serta
masyarakatan. Pemulihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilakukan dalam bentuk : rekonsiliasi, rehabilitasi, rekontruksi.
Pelaksanaan pemulihan sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
dapat melibatkan pihak luar. Selanjutnya pada pasal 28 bahwa
rehabilitasi sebagaimana yang dimaksud pada pasal 26 ayat (2)

2
huruf b dilakukan dengan cara pemulihan kondisi. Pemulihan
kondisi sebagaimana dimaksdu pada ayat (1) meliputi :
a). pemulihan kesehatan petugas, narapidana atau tahanan.
b). pemulihan psikologi petugas, narapidana atau tahanan, dan.
c). pemulihan kondisi sosial, keamanan, dan ketertiban.
Pada pasal 29 bahwa rekontruksi sebagaimana dimkasud pada
pasal 26 ayat (2) huruf c dilakukan dengan cara pemulihan
lingkungan fisik. Pemulihan lingkungan fisik meliputi :
a). Perbaikan dan penyedian fasilitas pelayanan.
b). Perbaikan kerangka kerja; dan.
c). Perbaikan sarana dan prasarana umum.

Rumah Tahanan Negara (Rutan) adalah tempat tersangka


atau terdakwa ditahan selama proses penyidikan, penuntutan, dan
pemeriksaan disidang pengadilan. Disaat proses itulah tersangkah
atau terdakwah diberikan perawatan, tidak terkecuali bagi
kesehatanya. Karena di dalam pasal 4 UU No. 36 Tahun 2009
tentang kesehatan disebutkan bahwa setiap orang berhak atas
kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa setiap orang tanpa
memandang ras, agama, politik, dan ekonomi, diberikan hak
pelayanan kesehatan tidak terkecuali bagi warga biinaan
pemasyarakatan yang sedang menjalani masa pidana di Lembaga
Pemasyarakatan ataupun Rumah Tahanan, hal ini
diimplementasikan dalam undang-undang RI nomor 12 Tahun 1995
tentang Pemasyarakatan yang menyebutkan bahwa salah satu hak
warga binaan pemasyarakatan adalah mendapatkan pelayanan
kesehatan dan makanan yang layak. Jika narapidana dalam kondisi
sehat maka narapidana tersebut dapat dengan lancar dan mudah
menjalani aktivitas pembinaannya.

3
Dari latar belakang diatas maka penulis dalam penyusunan
rancangan aktulaisasi ini difokuskan terhadap isu utama yakni
“layanan Kesehatan warga binaan di rumah tahanan negara
klas II B baturaja”, dimana kesehatan terhadap warga binaan
dianggap penting demi ketertiban dan keamanan di rutan.

2. Tujuan Dan Manfaat


Tujuan :
mengidentifikasikan Nilai-nilai Dasar Profesi PNS, Peran dan
Kedudukan PNS dalam NKRI serta mengaktualisasikannya
Manfaat :

a. Bagi Peserta Diklat


1. Mampu menganalisis nilai-nilai dasar ASN kepada diri sendiri
maupun dalam pekerjaan yang dilakukan;
2. Mampu meningkatkan kompetensi dan keahlian bagi diri sendiri
maupun ingkungan kerja.
b. Bagi Unit Kerja
1. Terwujudnya pelayanan kesehatan warga binaan
pemasyarakatan yang lebih baik di Rutan Klas II B Baturaja
c. Bagi Organisasi
1. Sebagai bahan evaluasi kebijakan dan kegiatan pelayanan
publik di Unit Pelaksana Teknis (UPT);
2. Penguat penyelenggaraan pelayanan publik kedepan.
d. Bagi Stakeholder
1. Terciptanya integrasi dalam melaksanakan pelayanan publik
yang maksimal, efektif, dan efisien.

3. Ruang Lingkup

Rancangan aktualisasi merupakan dokumen atau produk


pembelajaran aktualisasi yang dihasilkan peserta Pelatihan Dasar

4
Calon Pegawai Negeri Sipil bagi CPNS Golongan II. Dalam
rancangan aktualisasi setiap peserta dituntut untuk:

1. Mendeskripsikan keterkaitan antara isu dan kegiatan yang


diusulkan subtansi mata pelatihan manajemen ASN, pelayanan
publik dan whole of goverment, dalam satu atau keseluruhan
perspektif mata pelatihan baik secara langsung ataupun tidak
langsung
2. Mendeskripsikan rencana pelaksanaan kegiatan dan kontribusi
hasil kegiatan yang didasari aktualisasi nilai-nilai dasar pns.

Adapun Ruang Lingkup pembahasan Rancangan Aktualisasi ini


mencakup Organisasi Rumah Tahanan Negara Klas II B Baturaja.
Yang dibatasi pada bidang kesehatan, dimana Isu yang diambil
tentang Optimalisasi pelayanan kesehatan.

5
BAB II

DESKRIPSI AKTUALISASI (HABITUASI)

A. Deskripsi Organisasi
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia (disingkat Kemenkumham RI) adalah kementerian dalam
Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan hukum dan hak asasi
manusia. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia berada di
bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Kementerian Hukum
dan Hak Asasi Manusia dipimpin oleh seorang Menteri yang sejak 27
Oktober 2014 dijabat oleh Yasonna Laoly. Kemenkumham beberapa
kali mengalami pergantian nama yakni: "Departemen Kehakiman"
(1945-1999), "Departemen Hukum dan Perundang-undangan" (1999-
2001), "Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia" (2001-
2004), "Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia" (2004-2009),
dan "Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia" (2009-sekarang).

Kantor wilayah (kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi


Manusia merupakan instansi vertikal Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia yang berkedudukan di setiap provinsi, yang berada di
bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia. Kanwil terdiri atas beberapa divisi serta sejumlah
Unit Pelaksana Teknis (UPT), termasuk Kantor Imigrasi, Lembaga
Pemasyarakatan (Lapas), Lapas Narkotika, Rumah Tahanan Negara
(Rutan), Cabang Rutan, Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara
(Rupbasan), Balai Pemasyarakatan (Bapas), Balai Harta
Peninggalan (BHP), serta Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim).

1. Profil Organisasi
Sebelum menempati lokasi yang baru Rumah Tahanan Negara
Klas II B Baturaja terletak disamping Rumah Dinas Bupati Ogan
Komering Ulu yang merupakan bangunan lama bekas peninggalan

6
belanda dan diperoleh sebelum tahun 1945, berdasarkan Dipa Nomor
098/XIII/3/1987 pada tahun 1987 dibangun Kantor baru di Jalan Imam
Bonjol Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu
Provinsi Sumatera Selatan, dan ditempati pada tanggal 1 Desember
1989 yang kini menjadi kantor Rutan saat ini. kemudian kantor lama
alih fungsikan menjadi menjadi Kantor Rumah Penyimpanan Barang
Sitaan Negara (RUPBASAN), secara tekhnis operasionalnya dibawah
naungan Departemen Kehakiman Sumatera Selatan atau sekarang
dikenal dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Dan Hak Asasi
Manusia Sumatera Selatan.
Rumah Tahanan Negara Klas II B Baturaja mempunyai luas Tanah
20.000 M2, Terdiri dari bangunan Kantor seluas 7.500 M2, Halaman
Kantor Seluas 2.500 M2, dan Tanah Kosong denganluas 10.000 M2,
Beralamatkan di Jl. Imam Bonjol Saranglang Telp (0735) 320754-
(0735) 320755..

Jumlah keseluruhan pegawai/petugas Rumah Tahanan Negara Klas II


B Baturaja berjumlah 59 orang pegawai/petugas.Dengan jumlah
pegawai laki-laki berjumlah 52 orang danpegawai/petugas perempuan
berjumlah 7 orang. Jumlah pegawai/petugas Rumah Tahanan Negara
Klas II B Baturaja berdasarkan kedudukannya dapat dilihat dari table
berikut ini.

No Jabatan Laki-laki Perempuan Jumlah

1. Pejabat Struktural 4 - 4

2. Staf Pengelolaan 4 2 6

Staf Pelayanan
3. 6 2 8
Tahanan

4. Staf Keamanan 3 3 4

7
5. Regu Pengamanan 35 - 35

Jumlah 52 7 59

Tabel 1. Jumlah kepegawaian rutan kls II B baturaja

2. Visi Misi, Nilai Nilai Organisasi


Visi :
 Membangun Manusia Yang Bermoral Tinggi, Percaya
Diri,Berkualitas dan Taat Hukum

 Memberikan pelayanan prima terhadap para Warga Binaan


Pemasyarakatan dan Masyarakat serta Penegakan Hukum
oleh Petugas yang Profesional, Berwibawa, Berwawasan,
dan Beriman Kepada Tuhan Yang Maha Esa guna
mencapai Reformasi Birokrasi Pemasyarakatan.

Misi :

Misi Rutan Klas IIB Baturaja adalah “A S R I” yang dijabarkan


sebagai berikut :
A : AMAN
Dalam melaksanakan tugas sehari-hari dengan mengedepankan
pada pelayanan yang cepat, tepat, dan ramah terhadap warga
binaan dan masyarakat dengan menjunjung tinggi HAM, akan tetapi
tetap Waspada Jangan – Jangan ……………… selalu harus ingat.
S : SEJAHTERA
Menjunjung tinggi solidaritas sesama Petugas Pemasyarakatan
dengan tidak mengabaikan tugas pokok dan fungsi sesuai dengan
peraturan yang berlaku. sehingga terciptanya Rutan yang aman dan
Sejahtera
R : RUKUN

8
Petugas Rutan Klas IIB Baturaja harus mampu mengayomi Warga
Binaan, Sehingga terciptanya kehidupan yang rukun dan harminos di
dalam kehidupan di dalam rutan ataupun setelah mereka telah bebas
kemudian hari.
I : IMAN
Petugas Rutan Baturaja harus selalu meningkatkan keimanan dan
ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa supaya mempunyai
mental dan moral yang handal untuk mewujudkan pelayanan yang
prima tanpa adanya KKN, sehingga bisa menjadi panutan Warga
Binaan Pemasyarakatan
MOTTO
Bersih, Inovatif dan Bermartabat
Bersih Dalam Pikiran, Tindakan dan Perkataan
Inovatif Dalam Karya
Bermartabat dan menjunjung tinggi Pancasila

B. Deskripsi Isu / Situasi Problematik Rumah Tahanan Negara Klas


II B Baturaja
Deskripsi Isu dengan mengidentifikasi Isu-isu dikantor Rumah tahanan
Negara Klas II B Baturaja:
1. Belum Optimalnya layanan kesehatan Warga Binaan
Pemasyarakatan
2. Belum Optimalnya pembinaan Keterampilan Warga Binaan
Pemasyarakatan
3. Belum efektinya penggunaan media kotak saran bagi warga binaan
dan pengunjung
4. Belum optimalnya keamanan dirutan
5. Belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi;
6. Belum optimalnya pembinaan Warga Binaan pemasyarakatan
anak-anak;

9
7. Belum optimalnya penyusunan jadwal menelpon di wartelpas bagi
warga binaan pemasyarakatan

1) Belum Optimalnya pelayanan kesehatan Warga Binaan


Pemasyarakatan
Kesehataan merupakan salah satu faktor penting untuk melakukan
aktivitas sehari sehari. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk
menjaga kesehatan diantaranya : Olahraga, memakan makanan
bergizi, menjaga lingkungan, mencuci tangan sebelum makan.
Rutan menjadi perhatian penting yang harus dikedepankan, dalam
hal layanan kesehatan warga binaan tidak boleh ada seorang yang
dianggap berbeda. Narapidana juga merupakan warga negara yang
juga memiliki hak sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Berbagai pemenuhan sarana dan prasara juga harus ditingkatkan
demi mewujud layanan kesehatan warga binaan yang profesional
dan bermutu.
2) Belum Optimalnya pembinaan keterampilan Warga Binaan
Pemasyarakatan
Pembinaan keterampilan warga binaan sebagai salah satu program
pembinaan dikategorikan ke dalam ruang lingkup pembinaan
narapidana adalah utnuk membuat narapidana dapat bergaul
dengan narapidana lain selma menajalani keterampilan dan juga
sebagai bekal narapidana dalam proses reintegrasi dengan
masyarakat. Pada saat ini kendala terbesar bagi pengembangan
keterampilan warga b inaan adalah dana yang kurang memadai
utnuk melaksanakan berbagai keterampilan yang dibutuhkan warga
binaan serta hubungan kerja sama dengan pihak ketiga yang tidak
diadakan secara berkelanjutan, dalam penyelenggaraan pembinaan
keterampilan, sehingga warga binaan menerima keterampilan sesuai
dengan dana yang tersedia di Rumah Tahanan Negara.

10
3) Belum efektifnya penggunaan media kotak saran bagi
pengunjung dan warga binaan pemasyarakatan (WBP)

Deskripsi Isu: Kotak saran untuk pengaduan yang menjadi kendala


warga binaan pemasyarakatan didalam blok dan kotak saran
pegaduan di ruang tunggu kunjungan untuk masyakat belum
berjalan sebagaimana mestinya, kotak saran hanya menjadi kotak
yang kemanfaatannya kurang terlihat dan menjadi lapuk dan
usang.
4) Belum optimalnya keamanan dirutan
Keamanan rutan dii nilai sangat penting, karena rutan merupakan
tempat dimana tahanan/narapidana menjalani proses hukuman
peradilan. Penjagaan harus selalu ditingkatkan, apalagi sekarang
ini kapasitas dan jumlah isi penghuni rutan tidak sebanding dengan
kapasitas yang seharusnya. Disamping itu juga peningkatan sarana
dan prasaran penjuang keamana perlu ditingkatkan lagi.
5. Belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi
Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi, dimana komputer dan internet sudah menjadi bagian
dari aktivitas sehari-hari. Namun pesatnya kemajuan TIK ini belum
diimbangi dengan peningkatan kapasitas pegawai dalam
pemanfaatan TIK tersebut, sehingga belum optimalnya
pemanfataan teknologi informasi dengan baik seperti website
organisasi dan social media.
6. Belum otpimalnya pembinaan warga binaan pemasyarakatan
anak-anak

Pembinaan merupakan salah satu tujuan dari rumah tahanan


negara, dimana pembinaan diharapkan mampu mengubah
narapidana menjadi lebih baik lagi dan dapat diterima
dimasyarakat, selain narpidana dewasa, ada juga narapidana
diwabah umur/anak-anak. Pembinaan narapidana anak-anak dirasa

11
perlu diperhatikan karena tingkat psikologi anak jauh lebih rentan
dibandingkan orang dewasa.
7. Belum optimalnya penyusunan jadwal menelpon diwartelpas
bagi warga binaan pemasyarakatan
Berkomunikasi merupakan salah satu hak warga binaan, maka dari
itu rumah tahanan negara klas II B baturaja menyediakan sarana
wartelpas yang dapat digunakan oleh warga binaan untuk
berkomunikasi dengan keluarganya, yang menjadi perhatian ialah
bagaimana penyusunan jadwal menelpon diwartelpas agar
meningkatkan ketertiban warga binaan untuk menggunakan fasiitas
wartelpas

C. Analisis Isu

Setelah dideskripsikan pada bagian sebelumnya, maka diperlukan


analisis lanjutan dari isu-isu tersebut.Analisis isu dilakukan bertujuan
untuk menetapkan kriteria kualitas isu. Penetapan kriteria isu tulisan
ini dilakukan dengan menggunakan beberapa dua metode/ alat bantu
penetapan kriteri kualitas isu, yaitu;

1. Metode AKPK (Aktual, Kekhalayakan, Probelmatika, Kelayakan).


2. Metode USG (Urgency, Seriousness, Growth).
Analisis isu yang dilakukan akan menghasilkan penetapan isu
yang memiliki kualitas isu tertinggi untuk dilakukan dalam proses
habituasi peserta di tempat kerja, dimana penetapan isu tersebut
didukung berdasarkan data dan fakta relevan.

Pada tahapan analisis isu, penulis menggunakan metode/


alat bantu AKPK dan USG dalam proses penetapan kriteria kualitas
isu. Dalam pembelajaran isu aktual sesuai tema ini, tidak semua
isudapat dikategorikan sebagai isu aktual. Isu aktual yang dibahas
adalah isu yang memenuhi kriteria berdasarkan metode AKPK (Aktual,

12
Kekhalayakan, Problematika, Kekhalayakan), yaitu isu yang
mengandung kriteria sebagai berikut:

1. Aktual (Terjadi/akan Terjadi). Isu yang sedang terjadi atau dalam


proses kejadian, sedang hangat dibicarakan di kalangan
masyarakat, atau isu yang diperkirakan bakal terjadi dalam waktu
dekat. Bukan isu yang sudah lepas dari perhatian masyarakat atau
isu yang sudah basi.
2. Kekhalayakan. Isu yang secara langsung menyangkut hajat hidup
orang banyak banyak, masyarakat pelanggan pada umumnya, dan
bukan hanya untuk kepentingan seseorang atau sekelompok kecil
orang tertentu saja.
3. Problematik. Isu yang menyimpang dari harapan standar,
ketentutan yang menimbulkan kegelisahan yang perlu segera dicari
penyebab dan pemecahannya.
4. Kelayakan. Isu yang masuk akal (logis), pantas, realistis, dan dapat
dibahas sesuai dengan tugas, hak, wewenang, dan tanggung
jawab.
Disamping pemenuhan kriteria, penggalian isu juga dapat
diperoleh melalui berbagai aspek antara lain: aspek manajemen ASN,
pelayanan publik, dan Whole of Governement (WOG). Namun tidak
semua isu yang berhubungan dengan ketiga aspek tersebut di atas
perlu dibicarakan dan dipecahkan melainkan harus disesuaikan
dengan organisasi atau unit kerja. Penentuan kualiatas kriteria isu
dengan metode AKPK dilakukan dengan pembobotan 1 sampai
dengan 5 untuk setiap kriterianya, adapun keterangan dari setiap
bobot, yaitu pada Tabel 2:

13
Pembobotan dan analisis AKPK

Bobot Keterangan
5 Sangat kuat pengaruhnya
4 Kuat pengaruhnya
3 Sedang pengaruhnya
2 Kurang pengaruhnya
1 Sangat kurang pengaruhnya

Tabel 2. Bobot Penetapan Kriteria Kualitas ISU AKPK dan USG

14
ANALISIS KRITERIA ISU DENGAN ALAT ANALISIS AKPK
NO ISU A K P K JLH PERINGKAT
(1-5) (1-5) (1-5) (1-5)
Belum Optimalnya layanan
1. kesehatan Warga Binaan 4 5 4 4 17 1
Pemasyarakatan
Belum Optimalnya pembinaan
2. Keterampilan Warga Binaan 3 3 4 3 13 3
Pemasyarakatan
Belum efektifnya penggunaan media
3. kotak saran bagi warga binaan dan 2 3 2 3 10 6
pengunjung
4. Belum optimalnya keamanan dirutan 4 3 3 4 12 2
Belum optimalnya pemanfaatan
5. 4 3 3 2 14 4
teknologi informasi;
Belum optimalnya pembinaan Warga
6. 3 2 3 3 11 7
Binaan Pemasyarakatan anak-anak;
Belum optimalnya penyusunan
7. jadwal menelpon di wartelpas bagi 2 4 2 2 10 5
warga binaan pemasyarakatan

Tabel 3. Tabel Analisis Isu Menggunakan AKPK

15
Analisis kualiatas isu dengan menggunakan alat analisis USG.

NO Penilaian Kreteria
JLH PERINGKAT
. Masalah U S G
(1-5) (1-5) (1-5)
Belum Optimalnya layanan
1. kesehatan Warga Binaan 5 4 5 14 1
Pemasyarakatan
Belum optimalnya keamanan
2. 4 3 4 11 2
dirutan
Belum Optimalnya pembinaan
3. Keterampilan Warga Binaan 3 3 4 10 3
Pemasyarakatan

Tabel 4. Tabel Analisis Isu Menggunakan USG

16
D. Argumentasi Terhadap Core Issue Terpilih

Berdasarkan hasil penetapan kriteria kualitas dan urgensi isu


dengan metode AKPK dan USG, maka Core issue yang telah terpilih
untuk dicarikan solusi pemecahan masalahnya secara kreatif, dan
direncakan aktivitas dalam memberikan kontribusinya dalam
pencapaian visi, misi, dan tujuan organisasi.

Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS dilakukan pada 8 (Delapan)


kegiatan yang dianggap merupakan solusi dari isu yang ada di unit
kerja, yaitu:

1. Menyediakan Kotak P3K di pos komandan jaga


2. Menyediakan Tempat Mencuci Tangan Dengan Sabun
3. Membuat tulisan tentang pentingnya kesehatan
4. Layanan pengecekan dan pengobatan kesehatan Warga Binaan
Pemayarakatan
5. Melaksanakan kegiatan pembersihan lingkungan di area blok
Warga Binaan Pemasyarakatan
6. Membuat saringan untuk menjaga kebersihan AIR bagi Warga
Binaan Pemasyarakatan
7. Melaksanakan senam pagi dengan instruktur dari luar
8. Memperhatikan penyajian mutu makanan

E. Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS

1. Akuntabilitas

Akuntabilitas sering disamakan dengan responsibilitas atau


tanggung jawab. Namun pada dasarnya, kedua konsep itu memiliki
makna yang berbeda. Responsibilitas adalah kewajiban untuk
bertanggung jawab. Akuntabilitas adalah suatu kewajiban
pertanggungjawaban yang harus dicapai sedangkan akuntabilitas
adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai.
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau
institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya.

17
Akuntabilitas publik memiliki tiga fungsi utama ( Bovens, 2007), yaitu
untuk menyediakan kontrol demokratis ( peran demokratis ); untuk
mencegah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan (peran
konstitusional ); dan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas (
peran belajar). Akuntabilitas publik terdiri dari dua macam,
yaitu : akuntabilitas vertikal ( pertanggungjawaban kepada otoritas
yang lebih tinggi ) dan akuntabilitas horisontal (pertanggungjawaban
pada masyarakat luas). Untuk memenuhi terwujudnya organisasi
sektor publik yang akuntabel, maka mekanisme akuntabilitas harus
mengandung dimensi akuntabilitas kejujuran dan hukum, akuntabilitas
proses, akuntabilitas program, dan akuntabilitas kebijakan.
Akuntabilitas tidak akan terwujud apabila tidak ada alat akuntabilitas
berupa : Perencanaan Strategis, Kontrak Kinerja, dan Laporan
Kinerja.

Dalam menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel, ada beberapa


indikator dari nilai-nilai dasar akuntabilitas yang harus diperhatikan,
yaitu :
1) Kepemimpinan : Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke
bawah dimana pimpinan memainkan peranan yang penting dalam
menciptakan lingkungannya.

2) Transparansi : Keterbukaan atas semua tindakan dan kebijakan


yang dilakukan oleh individu maupun kelompok/instansi.

3) Integritas : adalah adalah konsistensi dan keteguhan yang tak


tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan.

4) Tanggung Jawab : adalah kesadaran manusia akan tingkah laku


atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di
sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan
kesadaran akan kewajiban.

18
5) Keadilan : adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai
sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang.
6) Kepercayaan : Rasa keadilan akan membawa pada sebuah
kepercayaan. Kepercayaan ini yang akan melahirkan akuntabilitas.
7) Keseimbangan : Untuk mencapai akuntabilitas dalam lingkungan
kerja, maka diperlukan keseimbangan antara akuntabilitas dan
kewenangan, serta harapan dan kapasitas.
8) Kejelasan : Pelaksanaan wewenang dan tanggungjawab harus
memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang menjadi tujuan dan
hasilyang diharapkan.
9) Konsistensi : adalah sebuah usaha untuk terus dan terus
melakukan sesuatu sampai pada tercapai tujuan akhir.

2. Nasionalisme

Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap pegawai


ASN. Bahkan tidak hanya sekedar wawasan saja tetapi kemampuan
mengaktualisasikan nasionalisme dalam menjalankan fungsi dan
tugasnya merupakan hal yang lebih penting. Diharapkan dengan
nasionalisme yang kuat, maka setiap pegawai ASN memiliki orientasi
berpikir mementingkan kepentingan publik, bangsa, dan negara.
Nilai-nilai yang beror ientasi pada kepentingan publik menjadi
nilai dasar yang harus dimiliki oleh setiap pegawai ASN. Pegawai
ASN dapat mempelajari bagaimana aktualisasi sila demi sila dalam
Pancasila agar memiliki karakter yang kuat dengan nasionalisme dan
wawasan kebangsaannya.
Nasionalisme dalam arti sempit merupakan sikap yang
meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa
lain sebagaimana mestinya. Dalam arti luas, nasionalisme berarti
pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan
negara, sekaligus menghormati bangsa lain. Nasionalisme Pancasila

19
merupakan pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia
terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai
Pancasila.
Nilai-nilai dasar profesi ASN yang terkandung dalam nasionalisme
antara lain:
a. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa,
b. Nilai-nilai kemanusiaan dalam masyarakat Indonesia.
c. Nilai persatuan Indonesia.
d. Nilai Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat
e. Nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
f. Kerja keras.
g. Disiplin.
h. Tidak diskriminatif.
i. Cinta tanah air.
j. Rela berkorban

3. Etika Publik

Etika Publik merupakan refleksi tentang standar/norma yang


menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan
keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka
menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam
undang-undang ASN, memiliki indikator sebagai berikut :
1) Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila.
2) Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara
Kesatuan Republik Indonesia 1945.
3) Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.
4) Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian. .
5) Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif .
6) Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.

20
7) Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada
publik.
8) Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan
program pemerintah.
9) Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat,
tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun.
10) Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
11) Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
12) Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja
pegawai.
13) Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
14) Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis
sebagai perangkat sistem karir

4. Komitmen mutu

Nilai-nilai dasar (Pasal 4) dan kode etik (Pasal 5) layanan publik


sebagaimana dituangkan dalam UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang
ASN, secara keseluruhan mencerminkan perlunya komitmen mutu
dari setiap aparatur dalam memberikan layanan,apapun bidang
layanannya dan kepada siapapun layanan itu diberikan.Dalamarti
lain kinerja aparatur dalam memberika layanan publik yang
bermutu harus berlandaskan prinsip efektivitas, efisiensi,dan inovasi.
Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam komitmen mutu
adalah sebagai berikut:

a. Tepat waktu

b. Sesuai SOP (Prosedur standar operasional)

c. Akurasi

d. Kerjasama

e. Cepat dan tepat

21
f. Tanggap

g. Evaluasi

h. Cermat

i. Melakukan yang terbaik

j. Profesional

k. Menerima pembaharuan

l. Tidak mempersulit

5. Anti Korupsi
Korupsi berasal dari Bahasa latin corruptio dan corruptus
yang berarti kerusakan atau kebobrokan. 51 Korupsi atau dikenal
juga dengan kata rasuah, mengandung arti tindakan
penjabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak
lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar
dan ilegal menyalah gunakan kepercayaan publik yang
dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan
sepihak. Dalam menanggulangi upaya tindak pidana
korupsi, pemerintah membentuk peraturan yang menjadi
landasan hukum dalam memberantas korupsi yaitu dengan
lahirnya UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan
Tindak Pidana Korupsi. Adapun untuk membantu
pemerintah dalam memberantas korupsi, maka pemerintah
membuat UU. No. 30 Tahun 2002 tentang pembentukan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK bersama dengan
para pakar telah melakukan identifikasi nilai-nilai dasar anti
korupsi, dan dihasilkan sebanyak nilai anti korupsi sebagai
berikut:
a. jujur,
b. peduli,
c. mandiri,

22
d. disiplin,
e. tanggung jawab,
f. kerja keras,
g. sederhana,
h. berani,
i. adil.

F. MATRIK PELAKSANAAN

Formulir 1. Pelaksanaan Aktualisasi

MATRIK PELAKSANAAN AKTUALISASI

Unit Kerja : Rumah Tahanan Negara Klas II B Baturaja


Identifikasi Isu:
1. belum optimalnya layanan kesehatan Warga Binaan
Pemasyarakatan;
2. belum optimalnya pembinaan keterampilan warga binaan
pemasyarakatan
3. belum efektinya penggunaan media kotak saran bagi
warga binaan dan pengunjung
4. belum optimalnya keamanan dirutan
5. belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi
6. belum optimalnya pembinaan warga binaan
pemasyarakatan anak-anak
7. belum optimalnya penyusunan jadwal menelpon di
wartelpas bagi warga binaan pemasyarakatan
Isu yang diangkat: Belum Optimalnya layanan Kesehatan Warga
Binaan Pemasyarakatan
Gagasan pemecahan Isu :
1. Menyediakan Kotak P3K di pos
komandan jaga

2. Menyediakan Tempat Mencuci Tangan


Dengan Sabun

23
3. Membuat tulisan tentang pentingnya
kesehatan

4. Layanan pengecekan dan pengobatan


kesehatan Warga Binaan
Pemasyarakatan

5. Melaksanakan kegiatan pembersihan


lingkungan di area blok Warga Binaan
Pemasyarakatan
6. Membuat saringan untuk menjaga
kebersihan AIR bagi Warga Binaan
Pemasyarakatan

7. Melaksanakan senam pagi dengan


instruktur dari luar

8. Memperhatikan penyajian mutu


makanan

24
No Kegiatan Tahapan kegiatan Output/Hasil Niali-nilai dasar Kontribusi Pengutan
kegiatan ANEKA terhadap visi, nila-nilai
misi organisasi organisasi

1 2 3 4 5 6 7
1 Menyediakan 1. Konsultasi dengan  Foto Akuntabilitas: 1.Memberikan 1. Profesional
kotak P3K di Pos atasan Tanggungjawab, kontribusi pada 2. Inovatif
dokumentasi
komandan jaga 2. Konsultasi dengan adil. visi rutan
petugas klinik rutan  Adanya Sarana Nasionalisme: baturaja:
baturaja
kotak P3K yang Disiplin, kerja keras, Memberikan
3. Menyiapkan bahan
pembuatan kotak dapat digunakan rela berkorban. pelayanan prima
P3K
Etika Publik: terhadap para
untuk
4. Proses pembuatan Menghargai warga binaan
kotak P3K pertolongan komunikasi dan pemasyarakatan
5. Menyiapkan pertama bagi kerjasama
berbagai macam isi Komitmen Mutu: 2.Memberikan
warga binaan,
perlengkapan kotak Efektif, Efisien, kontribusi pada
P3K khususnya pada Inovasi misi rutan
6. Meletakkan kotak malam hari dan Anti korupsi: baturaja:
P3K di area pos Jujur, mandiri, Mengedepankan
komandan hari-hari libur
bertanggungjawab pada pelayanan
(1 unit) dan kerja keras. yang cepat, tepat
kepada WBP

25
2 Menyediakan 1. Memilih lokasi  Foto Akuntabilitas : Memberikan 1.Inovatif
Tempat Mencuci penempatan dokumentasi Tanggungjawab kontribusi pada
Tangan dengan tempat mencuci Nasionalisme : visi rutan
sabun tangan  Sarana mencuci
Dengan
-Mengedepankan
Sabun baturaja:
2. Menyediakan tangan dengan kepentingan memberikan
sarana tempat sabun bagi bersama pelayanan
mencuci tangan -Menghargai karya secara prima
warga binaan
3. Menyediakan orang lain terhadap warga
sabun anti bakteri maupun petugas Etika publik: binaan
(1 buah) Menjaga fasilitas
yang tersedia
Komitmen mutu:
Melakukan yang
terbaik, inovasi
Anti korupsi :
Peduli, kerja keras.

3 Membuat 1. Mengkonsep atau  Foto Akuntabilitas : Memberikan Inovatif


tulisan tentang menentukan kata- dokumentasi Kejelasan kontribusi pada
pentingnya kata/motto Nasionalisme: Visi:
tentang kesehatan  Adanya banner
kesehatan
Menghargai karya membangun
2. Mencetak banner tulisan tentang orang lain manusia yang
kata-kata/motto kesehatan diarea Etika publik: bermoral tinggi

26
tentang kesehatan blok warga Tanggungjawab dan berkualitas
3. Melakukan binaan (3 buah) Komitmen mutu:
konsultasi dengan Efektif, efisien,
atasan terkait berorientasi mutu
pemasangan Anti korupsi:
banner di area Peduli
blok kamar WBP
4. Memasang
banner ditempat
strategis
4 Layanan 1. Konsultasi dengan  Foto Akuntablitas : 1.Memberikan 1. Profesional
pengecekan atasan Tanggungjawab kontribusi pada 2. Sinergi
dan dokumentasi
2. Konsultasi dan Nasionalisme : Visi: :
pengobatan kegiatan
bekerjasama Tidak diskriminatif memberikan
kesehatan
Warga Binaan dengan petugas  Terlaksananya Etika publik: pelayanan
Pemasyarakan klinik kegiatan layanan kepada prima pada
3. Membuat jadwal warga binaan warga binaan
layanan
layanan secara tanggap, 2.Memberikan
kesehatan pengecekan cepat dan akurat. kontribusi pada
4. Menempel jadwal dan Komitmen mutu: Misi:
dipapan informasi Tidak mempersulit melaksanakan
pengobatan
5. Mengawasi pada Anti korupsi: tugas sehari-harii
saat pengecekan kesehatan Peduli dengan
kesehatan warga binaan mengedepankan

27
pelayanan cepat
dan tepat
5 Mengawasi 1. Konsultasi dengan  Foto Akuntabilitas : Memberikan 1. profesional
kegiatan atasan Tanggungjawab kontribusi pada 2. sinergi
dokumentasi
pembersihan 2. Menghimbau Nasionalisme: Misi:
lingkungan di kegiatan
kepada warga rasa persatuan, menjunjung
area blok Warga
Binaan binaan untuk  Terciptanya kebersamaan, tinggi solidaritas
Pemasyarakatan melaksanakan lingkungan kecintaan,
kegiatan kepedulian, gotong
yang bersih
kebersihan royong
dengan himbauan Etika publik :
langsung -Memelihara dan
kekamar-kamar menjunjung tinggi
3. Menyiapkan standar kebersihan
peralatan lingkungan,
kebersihan -Menghargai
4. Mengawasi komunikasi
pelaksanaan Komitmen mutu:
kebersihan Efektif, Efisien
Anti korupsi:
Disiplin dan
tanggungjawab
6 Membuat 1. Menyiapkan alat  Foto Akuntablitas : Memberikan 1.inovatif
saringan untuk Bertanggungjawab. kontribusi pada
dan bahan dokumentasi
menjaga

28
kebersihan saringan air  Adanya Konsisten. Visi:
AIR bagi Nasionalisme : memberikan
2. Membuat Saringan air
Warga Binaan -Mengedepankan pelayanan
Pemasyarakat saringan air bagi warga kepentingan secara prima
an
3. Meletakkan binaan bersama terhadap warga
saringan di area sehingga -Menghargai karya binaan
orang lain.
tempat Warga tercipnya air
-kerja sama
Binaan yang bersih Etika publik:
mengambil air (1 buah) -layanan kepada
warga binaan
4. Mengecek
secara tepat dan
kebersihan air
berhasil guna
setelah adanya
-menghargai
penyaringan
komunikasi
Komitmen mutu:
Melakukan yang
terbaik
Anti korupsi :
Peduli dan tidak
berlebih lebihan

7 Melaksanakan 1. Konsultasi  Foto Akuntabilitas : 1.Memberikan 1. Sinergi


senam pagi Konsistensi kontribusi pada 2. transparan
dengan pimpinan dokumentasi
dengan

29
instruktur dari 2. Konsultasi dengan kegiatan Nasionalisme : Visi rutan
luar Persatuan baturaja:
atasan  Meningkatkan
Etika publik : membangun
3. Konsultasi dengan kesehatan -Meningkatkan manusia yang
kasubsi jasmani warga kesehatan jasmani berkualitas
pelayanan binaan dan warga binaan 2.Memberikan
-menghargai kontribusi pada
tahanan menimbulkan
komunikasi, Misi rutan
4. Membuat surat kegembiraan konsultasi dan kerja baturaja:
permintaan warga binaan sama menjunjung
Komitmen mutu : tinggi solidaritas
instruktur senam
Melakukan yang
5. Membuat dan terbaik
mencetak jadwal Anti korupsi :
kegiatan senam Disiplin

6. Menempel jadwal
dipapan informasi
WBP
7. Menyiapkan
sarana dan
prasana untuk
senam

30
8. Pelaksanaan
kegiatan senam

8 Memperhatikan 1. Konsultasi dengan  Foto Akuntabilitas: 1.Memberikan -profesional


Penyajian Mutu petugas dapur -Tanggungjawab kontribusi pada -sinergi
makanan dokumentasi
dan tenaga -transparan Visi: -Transparan
kesehatan kegiatan Nasionalisme: Mewujudkan
2. Melakukan  Adanya jaminan -Disiplin pelayana prima
pengecekan mutu pada -Kerjasama terhadap warga
kualitas bahan -tidak diskriminatif, binaan
makanan, seperti : penyajian -menjaga ketertiban Memberikan
sayur, buah- makanan warga dalam pembagian kontribusi pada
buahan dll binaan jatah makan Misi:
3. Mengecek Etika publik: Mengedepankan
kebersihan dapur Menghargai pada pelayanan
4. Mengawasi komunikasi yang cepat,
pembagian jatah Komitmen mutu: tepat, dan ramah
makan warga -Efisien (tepat terhadap warga
binaan waktu) binaan
-Berorientasi pada
mutu
Anti korupsi:
Jujur

31
G. JADWAL KEGIATAN
BULAN/MINGGU KE-
NO.
KEGIATAN Mei Juni Juli Agustus
VI I II III VI I II III VI I II
Menyediakan Kotak P3K
1 di pos komandan jaga

Menyediakan Tempat
2 Mencuci Tangan dengan
sabun Dengan Sabun
3 Membuat tulisan tentang
pentingnya kesehatan kesehatan
4 Layanan pengecekan
dan pengobatan kesehatan warga binaan
5 Mengawasi kegiatan
pembersihan lingkungan di area blok warga binaan
6 Membuat saringan untuk
menjaga kebersihan air
warga binaan kebersihan AIR bagi warga binaan
7 Melaksanakan senam
pagi dengan instruktur
dari luar
8 Memperhatikan
penyajian mutu
makanan
Pelaksanaan
Libur/hari tidak efektif

32
H. Hambatan dan Kendala

No Hambatan dan Kendala Antisipasi


1 Adanya benturan piket dengan Menjalin komunikasi yang baik
kegiatan aktualisasi terhadap pimpinan serta rekan
satu regu. Pengaturan jadwal
piket yang memungkinkan
terselesaikannya semua
kewajiban dan tugas.
2 Kesulitan dana untuk melakukan Bersinergi dengan rekan kerja
kegiatan untuk mendapatkan dana
untuk kegiatan
3 Koordinasi yang berlangsung Berkoordinasi dari jauh-jauh
lambat hari sebelum pelaksanaan
4 Adanya perintah lain untuk Dikomunikasikan terlebih
mengerjakan tugas lain di luar dahulu dengan atasan
bidang petugas penjagaan langsung

33
BAB III

PELAKSANAAN AKTUALISASI

A. Pendalaman Core Isu Terpilih


Berdasarkan isu yang telah diangkat dalam kajian sebelumnyanya, diperoleh
bahwa kegiatan yang telah dilaksanakan selama proses habituasi telah sejalan
dengan core isu di Rutan Klas II B Baturaja. Terdapat 8 kegiatan pendukung
untuk menyelesakan core icu yang terpilih, berikut 8 kegiatan yang dilakukan
untuk menyelesaikan core isu tersebut :

KEGIATAN 1
MENYEDIAKAN KOTAK P3K DI POS KOMANDAN JAGA
Tanggal : 28 Mei - 4 Juni 2018
Lampiran:
1. Surat Persetujuan/Tugas dari atasan
2. Foto dokumentasi kegiatan
3. Foto buku BON WBP
1. Tahapan kegiatan
1. Konsultasi dengan atasan
2. Konsultasi dengan petugas klinik rutan baturaja
3. Menyiapkan alat dan bahan pembuatan kotak P3K
4. Izin mengeluarkan warga binaan untuk bekerja diluar rutan (BON WBP)
5. Proses pembuatan kotak P3K
6. Menyiapkan berbagai macam isi perlengkapan kotak P3K
7. Meletakkan kotak P3K di area pos komandan
2. Narasi keterkaitan Nilai-Nilai dasar ASN
 Akuntabilitas : dengan pengadaan kotak P3K berarti menunjukkan sikap
tanggungjawab baik dalam proses menyiapkan sarana dan prasarana
pendukung maupun setelah tersedia sarana kotak P3K yang dapat
digunakan sebagai pertolongan pertama ketika terjadi gangguan
kesehatan kepada WBP khususnya dimalam hari serta adanya sikap
keadilan dalam memberikan pelayanan kepada WBP.
 Nasonalisme : adanya kegiatan penyediaan kotak P3K dibutuhkan disiplin,
kerja keras serta rela berkorban dalam penyiapan sarana dan prasarana

34
 Etika Publik : penyediaan kotak P3K berarti adanya hubungan publik baik
disaat penyediaan maupun disaat penggunaan, dan itu berarti
mengharuskan adanya sikap menghargai komunikasi dan kerjasama
dalam proses penyediaan kotak P3K.
 Komitmen mutu : pembuatan kotak P3K berlandaskan pada prinsip
efektivitas dan efisiensi, yaitu tepat guna dan tepat waktu. Dimana kotak
P3K dapat digunakan sebagaimana mestinya dan pembuatannya sesuai
waktu yang telah direncanakan serta adanya sebuah inovasi baru
 Anti korupsi : disaat proses penyediaan kotak P3K dituntut sikap jujur,
mandiri, bertanggungjawab dan kerja keras, dimana dalam hal penyediaan
harus adanya kejujuran serta kemandirian agar tidak selalu bergantung
kepada orang lain, dan juga adanya sikap tanggungjawab akan proses dan
kerja keras sehingga mampu tersedia sarana kotak P3K tersebut.
3. Kontribusi kegiatan terhadap capaian Visi Misi Organisasi dan
Penguatan nilai-nilai Organisasi
1. Memberikan kontribusi pada Visi Rutan Baturaja yaitu : memberikan
pelayanan prima terhadap para warga binaan pemasyarakatan
2. Memberikan kontribusi pada Misi Rutan Baturaja yaitu : Mengedepankan
pada pelayanan yang cepat, tepat kepada warga binaan pemasyarakatan
Profesional
bekerja keras dalam melaksanakan tugas sehingga mampu memberikan
pelayanan yang optimal dan mampu memberikan pertolongan pertama kepada
warga binaan pemasyarakatan dirutan baturaja yang mengalami sakit
khususnya dimalam hari dan hari-hari libur.
Inovatif
kreatifitas dan mengembangkan inisiatif terhadap kejadian yang pernah
dialami disaat melaksanakan tugas ataupun kemungkinan-kemungkinan yang
akan terjadi disaat melaksanakan tugas.

35
KEGIATAN 2
MENYEDIAKAN TEMPAT MENCUCI TANGAN DENGAN SABUN
Tanggal : 5 – 10 Juni 2018
Lampiran :
1. Foto dokumentasi kegiatan
1. Tahapan kegiatan :
1. Memilih lokasi penempatan tempat mencuci tangan
2. Menyediakan sarana tempat mencuci tangan
3. Menyediakan sabun anti bakteri
2. Narasi Keterkaitan Nilai-Nilai dasar ASN
 Akuntabilitas : bertangungjawab dalam menyediakan sarana tempat
mencuci tangan dengan sabun serta bertanggungjawab akan menjaga
sarana tersebut.
 Nasionalisme : dengan adanya sarana mencuci tangan dengan sabun
berarti adanya sikap mengedepankan kepentingan bersama serta
menghargai karya orang lain dengan menjaga fasilitas yang tersedia.
 Etika publik : mempunyai sikap menjaga fasilitas yang tersedia
 Komitmen mutu : melakukan yang terbaik demi meningkatkan mutu
pelayanan melalui penerapan kesehatan bagi warga binaan serta adanya
pengembangan inovasi baru
 Anti korupsi : adanya sikap kepedulian terhadap kesehatan warga binaan,
sikap kerja keras dalam upaya meningkatkan terwujudnya kemanfaatan
publik
3. Kontribusi kegiatan terhadap Capaian Visi Misi Organisasi dan Penguatan
Nilai-Nilai Organisasi
1. Memberikan kontribusi pada Visi Rutan Baturaja yaitu : memberikan
pelayanan prima terhadap para warga binaan pemasyarakatan.
Inovatif
Penyediaan sarana tempat mencuci tangan berarti menimbulkan sebuah
inovasi baru yang nantinya dapat digunakan oleh warga binaan maupun
petugas

36
KEGIATAN 3
MEMBUAT TULISAN TENTANG PENTINGNYA KESEHATAN
Tanggal : 21 – 26 Juni 2018
Lampiran :
1. Desain banner
2. Foto dokumentasi kegiatan
1. Tahapan kegiatan
1. Mengkonsep atau menentukan kata-kata/motto tentang kesehatan
2. Mencetak banner kata-kata/motto tentang kesehatan
3. Melakukan konsultasi dengan atasan terkait pemasangan banner di area
blok kamar WBP
4. Memasang banner ditempat strategis area blok warga binaan
2. Narasi Keterkaitan Nilai-Nilai dasar ASN
 Akuntabilitas : adanya kejelasan target yaitu dapat dilihat dan diingat
mengenai pentingnya menjaga kesehatan.
 Nasionalisme : setelah dibuatnya tulisan-tulisan tentang pentingnya
kesehatan berarti akan menimbulkan sikap menghargai karya orang lain
dengan tidak merusaknya
 Etika Publik : adanya nilai tanggungjawab petugas terhadap produk yang
dihasilkan dari sebuah inovasi yang dibuat yaitu tulisan pentingnya
kesehatan.
 Komitmen Mutu : dengan dibuatnya banner tuisan tentang pentingnya
kesehatan merupakan nilai-nilai efektivitas, efisien dan berorientasi mutu
dimana didalamnya konsisten petugas selalu mengingatkan pentingnya
kesehatan serta tepat yaitu warga binaan yang selalu menjaga kesehatan.
Hal ini juga menjadi efisien bagian tujuan pembuatan tulisan tentang
pentingnya kesehatan yaitu dapat dibaca dan direalisasikan
 Anti Korupsi : adanya sikap peduli terhadap kesehatan sesama.
3. Kontribusi kegiatan terhadap Capaian Visi Misi Organisas dan Penguatan
Nilai-Nilai Organisasi
1. Memberikan kontribusi pada Visi Rutan Baturaja yaitu : Membangun
manusia yang bermoral tinggi dan bekualitas.
Inovatif

37
Membuat tulisan tentang pentingnya kesehatan berarti menimbulkan sebuah
inovasi baru, dimana dengan adanya tulisan tentang pentingnya kesehatan di
area yang dianggap strategis yang nantinya dapat dibaca oleh WBP sebagai
sebuah peringatan tentang pentingnya menjaga kesehatan

KEGIATAN 4
LAYANAN PENGECEKAN DAN PENGOBATAN KESEHATAN WARGA BINAAN
PEMASYARAKATAN
Tanggal : 4 - 9 Juli 2018
Lampiran :
1. Jadwal Berobat
2. Foto dokumentasi kegiatan
1. Tahapan Kegiatan
1. Konsultasi dengan atasan
2. Konsultasi dan bekerjasama dengan petugas klinik
3. Membuat dan mencetak jadwal layanan kesehatan
4. Menempel jadwal dipapan informasi WBP
5. Mengawasi pada saat pengecekan kesehatan
2. Narasi Keterkaitan Nilai-Nilai dasar ASN
 Akuntabilitas : pelaksanaan pengecekan dan pengobatan dapat
dipertanggungjawabkan.
 Nasonalisme : tidak diskriminatif, yang berarti layanan pengecekan dan
pengobatan kesehatan bagi warga binaan tidak dibeda-bedakan baik itu
RAS maupun kedudukannya.
 Etika Publik : memberikan layanan kepada warga binaan secara tanggap,
cepat dan akurat.
 Komitmen Mutu : tidak mempersulit bagi warga binaan yang ingin berobat.
 Anti Korupsi : adanya sikap peduli terhadap kesehatan warga binaan.
3. Kontribusi kegiatan terhadap Capaian Visi Misi Organisasi dan Penguatan
Nilai-Nilai Organisasi
1. Memberikan kontribusi pada Visi Rutan Baturaja yaitu : Memberikan
pelayanan prima pada waga binaan.
2. Memberikan kontribusi pada Misi Rutan Baturaja yaitu : Melaksanakan tugas

38
sehari-hari dengan mengedepankan pelayanan cepat dan tepat.
Profesional
bekerja keras dan kerja ikhlas demi terwujudnya sebuah pelayanan prima
terhadap warga binaan pemasyarakat yang ada dirutan baturaja.
Sinergi
Adanya kerjasama antar bidang tugas sehingga menimbulkan sebuah
komunikasi yang baik antar bidang tugas sehingga lebih mempermudah
mewujudkan kinerja yang maksimal.

KEGIATAN 5
MENGAWASI KEGIATAN PEMBERSIHAN LINGKUNGAN DI AREA BLOK
WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN
Tanggal : 12 - 20 Juli 2018
Lampiran :
1. Foto dokumentasi kegiatan
1. Tahapan Kegiatan
1. Konsultasi dengan atasan
2. Menghimbau kepada warga binaan untuk melaksanakan kegiatan
kebersihan dengan himbauan langsung kekamar-kamar
3. Menyiapkan peralatan kebersihan
4. Mengawasi pelaksanaan kebersihan
2. Narasi keterkaitan Nilai-Nilai dasar ASN
 Akuntabilitas
Adanya bentuk tanggungjawab terhadap kebersihan lingkungan
 Nasionalisme
Dapat menumbuhkan rasa persatuan, kebersamaan, kecintaan dan
kepedulian terhadap lingkungan melalui gotong royong sehingga terwujud
lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi warga binaan.
 Etika Publik
Memelihara dan menjunjung tinggi standar kebersihan lingkungan,
menghargai komunikasi ketika melakukan himbauan langsung kekamar-
kamar warga binaan
 Komitmen Mutu

39
Pelaksanaan kebersihan efektif dan efesien, sehingga dalam melaksanakan
kebersihan dapat tercapainya tujuan yaitu lingkungan yang bersih.
 Anti Korupsi
Adanya sikap disiplin dan tanggungjawab dalam melaksanakan serta
menjaga kebersihan lingkungan
2. Kontribusi kegiatan terhadap Capaian Visi Misi Organisasi dan Penguatan
Nilai-Nilai Organisasi
1. Memberikan kontribusi pada Misi Rutan Baturaja yaitu : menjunjung tinggi
solidaritas
Profesional
Bekerja keras dalam melaksanakan pengawasan terhadap kebersihan
lingkungan di area blok warga binaan
Sinergi
Dibutuhkan kerjasama yang baik agar terciptanya lingkungan bersih, baik
kepada petugas maupun warga binaan

KEGIATAN 6
MEMBUAT SARINGAN UNTUK MENJAGA KEBERSIHAN AIR BAGI
WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN
Tanggal : 26 Juli - 3 Agustus 2018
Lampiran :
1. Foto dokumentasi kegiatan
1. Tahapan Kegiatan
1. Menyiapkan alat dan bahan saringan air
2. Membuat saringan air
3. Meletakkan saringan di area tempat Warga Binaan mengambil air
4. Mengecek kebersihan air setelah adanya penyaringan
2. Narasi keterkaitan Nilai-Nilai dasar ASN
 Akuntablitas
Bertanggungjawab terhadap kebersihan air bagi warga binaan serta
konsisten dalam menyediakan air yang bersih
 Nasionalisme
Mengedepankan kepetingan bersama serta menghargai karya orang lain

40
dengan menjaga fasilitas yang tersedia dan adanya kerjasama dalam hal
pembuatan saringan
 Etika publik
Memberikan layanan kepada warga binaan secara tepat dan berhasil guna
serta menghargai komunikasi dalam hal proses pembutaan saringan air
 Komitmen mutu
Melakukan yang terbaik melalui penerapan kebersihan air bagi warga
binaan
 Anti korupsi
Adanya rasa kepedulian terhadap kebersihan air bagi warga binaan serta
tidak berlebih-lebihan dalam menggunakan air tersebut.
3. Kontribusi kegiatan terhadap Capaian Visi Misi Organisasi dan Penguatan
Nilai-Nilai Organisasi
1. Memberikan kontribusi pada Visi Rutan Baturaja yaitu : memberikan
pelayanan secara prima terhadap warga binaan pemasyakatan
Inovatif
Pembuatan saringan untuk menjaga kebersihan air bagi warga binaan adalah
sebuah inovasi baru yang ada dirutan baturaja

KEGIATAN 7
MELAKSANAKAN SENAM PAGI DENGAN INSTRUKTUR DARI LUAR
Tanggal : 12 Juli & 9 Agustus 2018
Lampiran :
1. Jadwal Senam
2. Surat permintaan instruktur senam
3. Foto dokumentasi kegiatan
1. Tahapan Kegiatan
1. Konsultasi dengan pimpinan
2. Konsultasi dengan atasan
3. Konsultasi dengan kasubsi pelayanan tahanan
4. Membuat surat permintaan instruktur senam
5. Membuat dan mencetak jadwal kegiatan senam

41
6. Menempel jadwal dipapan informasi WBP
7. Menyiapkan sarana dan prasana untuk senam
8. Pelaksanaan kegiatan senam
2. Narasi keterkitan Nilai-Nilai dasar ASN
 Akuntabilitas
Konsisten dalam meningkatkan kesehatan jasmani warga binaan dengan
konsisten melaksanakan senam pagi
 Nasionalisme
Menumbuhkan sikap persatuan dengan berkumpul dan berolahraga
dengan tujuan kesehatan bersama
 Etika publik
Meningkatkan kesehatan jasmani warga binaan serta menghargai
komunikasi, konsultasi dan kerja sama dalam hal persiapan sarana dan
mendatangkan instruktur senam.
 Komitmen mutu
Terus melakukan yang terbaik terhadap kesehatan jasmani warga binaan
 Anti korupsi
Warga binaan melaksanakan senam pagi datang tepat waktu
3. Kontribusi kegiatan terhadap Capaian Visi Misi Organisasi dan Penguatan
Nilai-Nilai Organisasi
1. Memberikan kontribusi pada Visi Rutan Baturaja yaitu : membangun
manusia yang berkualitas
2. Memberkan kontribusi pada Misi Rutan Baturaja yaitu : menjung tinggi
solidaritas
Sinergi
Terciptanya hubungan kerjasama yang baik dengan rekan kerja, warga binaan
dan instruktur senam
Transparan
Memberikan informasi secara terbuka dan sama kepada seluruh warga binaan
terkait jadwal senam.

42
KEGIATAN 8
MEMPERHATIKAN PENYAJIAN MUTU MAKANAN
Tanggal : 13 agustus – 16 agustus 2018
Lampiran :
1. Foto menu makanan bagi warga binaan
2. Foto Dokumentasi kegiatan
1. Tahapan Kegiatan
1. Konsultasi dengan petugas dapur dan tenaga kesehatan
2. Melakukan pengecekan kualitas bahan makanan, seperti : sayur, buah-
buahan dll
3. Mengecek kebersihan dapur
4. Mengawasi pembagian jatah makan warga binaan
2. Narasi Keterkaitan Nilai –Nilai dasar ASN
 Akuntabilitas
Adanya tanggung terhadap mutu makanan warga binaan serta transparan
dan adanya kejelasan terhadapa kualitas mutu makanan
 Nasionalisme
Disiplin dalam menjamin mutu makanan, tidak diskriminatif, dimana setiap
warga binaan mempunyai hak yang sama dalam memperoleh makanan
yang bermutu, menjaga ketertiban dalam pembagian jatah makan.
 Etika publik
Menghargai komunikasi dalam hal proses memasak makanan warga
binaan
 Komitmen mutu
Efisien (tepat waktu) dalam pembagian jatah makan warga binaan,
berorientasi pada mutu.
 Anti korupsi
Jujur dalam kualitas gizi makanan yang diberikan kepada warga binaan
3. Kontribusi kegiatan terhadap Capaian Visi Misi Organisasi dan Penguatan
Nilai-Nilai Organisasi
1. Memberikan kontribusi pada Visi Riutan Baturaja yaitu : mewujudkan
pelayanan prima terhadap warga binaan.
2. Memberikan kontribusi pada Misi Rutan Baturaja yaitu : mengdepankan

43
pada pelayanan yang cepat, tepat, dan ramah terhadap warga binaan
Profesional
Bekerja keras dalam memberikan kualitas mutu makanan bagi warga binaan
Sinergi
Menciptakan kerjasama yang baik kepada warga binaan memasak didapur dan
pemasok bahan makanan dari luar.
Transparan
Adanya keterbukaan dalam hal proses memasak makanan tersebut.

44
B. Capaian Kegiatan Aktualisi
Rancangan aktualisasi yang telah dirancang dapat diselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya. Meskipun
ada beberapa kendala-kendala yang dihadapi.dengan koordinasi dan bantuan coach & mentor, maka rencana
kegiatan ini dapat teraktualisasi seluruhnya. Berikut capaian dari kegiatan aktualisasi penulis di Rumah Tahanan
Negara Klas II B Baturaja:

No Kegiatan Tahapan Kegiatan Waktu Presentasi Output Ket


pelaksanaan capaian
1 Menyediakan 1. Konsultasi dengan atasan 28 Mei - 4 100%  Adanya Sarana Tercapai
kotak P3K di pos 2. Konsultasi dengan petugas Juni 2018 kotak P3K yang
komandan jaga klinik rutan baturaja dapat digunakan
3. Menyiapkan bahan pembuatan untuk pertolongan
kotak P3K pertama bagi warga
4. Izin mengeluarkan warga binaan, khususnya
binaan untuk bekerja diluar pada malam hari
rutan (BON WBP) dan hari-hari libur
5. Proses pembuatan kotak P3K (1 Unit)
6. Menyiapkan berbagai macam
isi perlengkapan kotak P3K

45
7. Meletakkan kotak P3K di area
pos komandan
2 Menyediakan 1. Memilih lokasi penempatan 5 - 10 Juni 100%  Sarana mencuci Tercapai
tempat mencuci tempat mencuci tangan 2018 tangan dengan
tangan dengan 2. Menyediakan sarana tempat sabun bgai warga
sabun mencuci tangan binaan maupun
3. Menyediakan sabun anti bakteri petugas (1 buah)
3 Membuat tulisan 1. Mengkonsep atau menentukan 21 - 26 Juni 100%  Banner tulisan Tercapai
tentang kata-kata/motto tentang 2018 tentang kesehatan
pentingnya kesehatan diarea blok warga
kesehatan 2. Mencetak banner kata- binaan (3 buah)
kata/motto tentang kesehatan
3. Melakukan konsultasi dengan
atasan terkait pemasangan
banner di area blok kamar
WBP
4. Memasang banner ditempat
strategis area blok warga
binaan

46
4 Layanan 1. Konsultasi dengan atasan 4 – 9 Juli 100%  Terlaksananya Tercapai
pengecekan dan 2. Konsultasi dan bekerjasama 2018 kegiatan layanan
pengobatan dengan petugas klinik pengecekan dan
kesehatan Warga 3. Membuat dan mencetak jadwal pengobatan
Binaan layanan kesehatan kesehatan warga
Pemasyarakatan 4. Menempel jadwal dipapan binaan
informasi WBP
5. Mengawasi pada saat
pengecekan kesehatan
5 Mengawasi 1. Konsultasi dengan atasan 12 – 20 Juli 100%  Terciptanya Tercapai
kegiatan 2. Menghimbau kepada warga 2018 lingkungan yang
pembersihan binaan untuk melaksanakan bersih
lingkungan di kegiatan kebersihan dengan
area blok Warga himbauan langsung kekamar-
Binaan kamar
Pemasyarakatan 3. Menyiapkan peralatan
kebersihan
4. Mengawasi pelaksanaan
kebersihan

47
6 Membuat 5. Menyiapkan alat dan bahan 26 Juli – 3  Adanya Saringan Tercapai
saringan untuk saringan air Agustus air bagi warga
menjaga 6. Membuat saringan air 2018 binaan sehingga
kebersihan AIR 7. Meletakkan saringan di area terciptanya air
bagi Warga tempat Warga Binaan yang bersih (1
Binaan mengambil air buah)
Pemasyarakatan 8. Mengecek kebersihan air
setelah adanya penyaringan
7 Melaksanakan 1. Konsultasi dengan atasan 12 Juli & 9 100%  Meningkatkan Tercapai
senam pagi 2. Konsultasi dengan pimpinan Agustus kesehatan jasmani
dengan instruktur 3. Konsultasi dengan Kasubsi 2018 warga binaan dan
dari luar Pelayanan Tahanan menumbuhkan
4. Membuat surat permintaan kegembiraan warga
instruktur senam binaan
5. Membuat dan mencetak jadwal
kegiatan senam
6. Menempel jadwal dipapan
informasi WBP
7. Menyiapkan sarana dan

48
prasana untuk senam
8. Pelaksanaan kegiatan senam
8 Memperhatikan 1. Konsultasi dengan petugas 13 – 16 100%  Adanya jaminan Tercapai
penyajian mutu dapur dan tenaga kesehatan agustus mutu pada
makanan 2. Melakukan pengecekan 2018 penyajian makanan
kualitas bahan makanan, warga binaan
seperti : sayur, buah-buahan dll
3. Mengecek kebersihan dapur
4. Mengawasi pembagian jatah
makan warga binaan

49
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan
Dalam Proses Aktualisasi yang dilakukan Penulis di tempat
Habituasi dalam hal ini Unit Pelaksanaan Teknis Rutan Klas II B Baturaja.
Dalam rangka mengimplementasikan Nilai-nilai ANEKA;
AKUNTABILITAS, NASIONALISME, ETIKA PUBLIK, KOMITMEN MUTU
dan ANTI KORUPSI yang sudah Penulis pelajari di Asrama Haji bersama
Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumatera
Selatan.
Berdasarkan dari 8 (Delapan) kegiatan yang telah dilaksanakan
selama masa off kampus Aktualisasi (Habituasi) adalah keberhasilan
Peserta Diklat CPNS Angkatan III untuk Optimaslisasi layanan kesehatan
warga binaaan pemasyarakan di Rumah Tahanan Negara Klas II B
Baturaja. Dalam hal ini penulis memberikan dampak positif bagi petugas
pemasyarakatan maupun warga binaan pemasyarakatan sehingga
kegiatan aktualisasi berjalan dengan lancar memberikan inovasi dan
perbaikan serta pengoptimalan bagi Rutan Baturaja.

B. Saran

Setelah melaksanakan semua kegiatan dan tahapan aktualisasi di


Rumah Tahanan Negara Klas IIB Baturaja, Berdasarkan kesimpulan
diatas penulis memberikan saran yaitu:
1. Perlu adanya kegiatan yang berkesinambungan

2. Perlu adanya pengawasan terhadap hal-hal yang sudah dilakukan


penulis

3. Perlu adanya Perawatan dari kegiatan yang telah dilakukan oleh


peserta Latihan Dasar CPNS kementrian Hukum dan HAM Provinsi
Sumatera Selatan.

50
REFERENSI

Peraturan Kepala LAN Nomor 24 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan


Pelatihan Dasar (Latsar)

Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara

Undang-Undang Nomor 12 tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan

Pemenkumham Nomo 33 tahun 2015 Pengamanan Pada Lembaga


Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara

51
LAMPIRAN

KEGIATAN 1

MENYEDIAKAN KOTAK P3K DI POS KOMANDAN

LAMPIRAN BUKTI FISIK :

1. Surat persetujuan/Tugas dari atasan


2. Foto dokumentasi kegiatan
3. Foto buku BON WBP

Konsultasi dengan atasan Konsultasi dengan petugas klinik

Izin untuk mengeluarkan WBP untuk Buku BON WBP


bekerja diluar (BON WBP)

52
alat & bahan pembuatan Proses pembuatan

Proses Pengecatan Menyiapkan berbagai macam isi kotak P3K

53
Meletakkan kotak P3K di pos komandan jaga

KEGIATAN 2

MENYEDIAKAN TEMPAT MENCUCI TANGAN DENGAN SABUN

LAMPIRAN BUKTI FISIK :

1. Foto Dokumentasi Kegiatan

Memilih lokasi & proses pembuatan Tempat mencuci tangan dengan sabun
telah siap digunakan

54
Petugas dan WBP sedang mencuci tangan dengan sabun

KEGIATAN 3

MEMBUAT TULISAN TENTANG KESEHATAN

LAMPIRAN BUKTI FISIK

1. Desain banner
2. Foto dokumentasi kegiatan

55
Konsep & desain tulisan tentang kesehatan

Proses pembuatan

Memasang banner ditempat strategis area blok warga binaan

56
KEGIATAN 4

LAYANAN PENGECEKAN DAN PENGOBATAN KESEHATAN


WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN

LAMPIRAN BUKTI FISIK :

1. Jadwal berobat
2. Foto dokumentasi kegiatan

Konsultasi dengan atasan konsultasi dengan petugas klinik rutan

Membuat dan mencetak jadwal Warga binaan antusias melihat


Jadwal layanan kesehatan

57
Mengawasi kegiatan layanan pengecekan dan pengobatan

WBP menunggu antrian

Data hasil layanan kesehatan dan pengobatan Warga Binaan


Pemasyarakatan

58
KEGIATAN 5

MENGAWASI KEGIATAN PEMBERSIHAN LINGKUNGAN DI AREA


WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN

LAMPIRAN BUKTI FISIK :


1. Foto dokumentasi kegiatan

Himbauan langsung kekamar-kamar warga binaan untuk melaksanakan


kebersihan

59
Poto sebelum kebersihan

Mengawasi kebersihan area blok kamar WBP

Mengawasi kebersihan area blok kamar WBP

60
Mengawasi kebersihan area belakang blok

KEGIATAN 6

MEMBUAT SARINGAN UNTUK MENJAGA KEBERSIHAN AIR BAGI


WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN

LAMPIRAN BUKTI FISIK :


1. Foto dokumentasi kegiatan

Alat dan bahan (ember, kerikil, kain, proses pembuatan(memasukan kerikil


Pasir) kedalam ember)

61
Proses pembuatan(memasukan kain) proses pembuatan (memasukan pasir)

Air sebelum penyaringan proses penyaringan

Kondisi air setelah penyaringan saringan air siap digunakan WBP

62
KEGIATAN 7

MELAKSANAKAN SENAM PAGI DENGAN INSTRUKTUR DARI LUAR

LAMPIRAN BUKTI FISIK :


1. Jadwal Senam
2. Surat permintaan instruktur senam
3. Foto dokumentasi kegiatan

Konsultasi dengan atasan Konsultasi dengan pimpinan

Konsultasi dengan kasubsi pelayanan tahanan.. Membuat dan mencetak


jadwal

63
Menempel jadwal Kegiatan senam pagi sebelumnya

Kegiatan senam pagi dengan instruktur dari luar

Kegiatan senam pagi dengan instruktur dari luar

64
KEGIATAN 8

MEMPERHATIKAN PENYAJIAN MUTU MAKANAN

LAMPIRAN BUKTI FISIK :


1. Foto menu makanan bagi warga binaan
2. Foto dokumentasi kegiatan

Konsultasi dengan petugas dapur

Daftar bahan makanan

65
Memperhatikan proses memasak sayur-sayuran dan bahan makanan lainnya

Proses memasak nasi

66
Kegiatan mencuci alat memasak setelah mengawasi pembagian jatah makan
digunakan WBP

67
BIODATA

Nama : Julius Purnama

Ttl : Muara Gula Baru, 30 Juli 1997

Alamat : Dusun I desa muara gula baru, kec. Ujan mas. Kab.
Muara enim

Riwayat pendidkan :

SD : SD Negeri Muara Gula Luar

SMP : SMP Negeri 2 Muara Enim

SMA : SMK Negeri 2 Muara Enim

Riwayat organisasi

2. Ikatan Remaja Masjid Muara Gula Baru


3. Pusat Kajian Ekonomi Islam UIN Raden Fatah Palembang
4. Pencak Silat Tapak Suci UIN Raden Fatah Palembang

Motto Hidup: Beriman, Berilmu dan Beramal Sholeh

68