Anda di halaman 1dari 8

MODUL PRAKTIKUM MESIN SINKRON

TRANSLATED BY : ROSA DWP

=== MESIN SINKRON ===

PRAKTIKUM I
STRUKTUR DAN KUMPARAN MESIN SINKRON

TUJUAN :
Memahami struktur mesin sinkron dan mengukur tahanan kumparan jangkar dan kumparan
medan sebelum memulai percobaan pada karakteristik mesin sinkron tiga fasa yang
beragam.

TEORI MODUL :
Struktur
Pada umumnya, mesin sinkron merupakan jenis motor dengan medan yang berputar dan
kumparan jangkarnya tetap. Di sini, disebut dengan mesin sinkron, adalah mesin listrik yang
memiliki fungsi sebagai motor dan generator AC. Adalah mungkin untuk memeroleh putaran
sinkron melawan frekuensi masukan jika digunakan sebagai motor, untuk memeroleh
keluaran melawan putaran secara proporsional jika digunakan sebagai alternator.
Struktur sebelah dalam adalah stator seperti ditunjukkan pada gambar 1-1(a) yang memiliki
belitan kumparan jangkar pada slot sebuah inti berlaminasi yang berbentuk silinder, dan
sebuah rotor pada gambar 1-1(b) yang memiliki kumparan medan untuk membangkitkan
medan ketika dikenakan arus DC melewati slip ring. Rotor ini juga dilapisi dengan irisan inti
tipis di sekeliling rotator, dan itu dililit oleh kumparan medan sebagaimana ditunjukkan
pada gambar 1-1.

Gambar 1-1(a) : SM-250-3 adalah 3 fasa 12 kutub.


Gambar 1-1(b) : SM-250-3 memiliki 2 kutub utara dan selatan.
Gambar 1.2 : Kumparan rotor dan kumparan stator pada SM-250-3.

Pada ujung kumparan terhubung dengan slip ring, dan arus medan dapat mengalir meelwati
sikat. Gambar 1-1 untuk referensi saja, jadi Anda lebih baik melihat rangkatan gambar 1-2.
Disamping itu, SM-250-3 diperuntukkan bagi percobaan dimana memiliki saklar bantu (SYNC
RUN-IND START) untuk percobaan dan karakteristik dasar, dan jangkar stator dapat
dihubungkan secara DELTA maupun WYE (Y) karena itu terhubung ke terminal eksternal.
Anda dapat merujuk percobaan-20 untuk kumparan peredam. Gambar 1-3(a) adalah
gambar rangkaian dari SM-250-3 dan gambar 1-3(b) menunjukkan bahwa motor itu
terhubung secara Wye.

Petunjuk : untuk tahanan kumparan belitan DAMF adalah sangat rendah karena
dihubungsingkat dalam kotak sebelah dalam. Jadi, pemeriksaan tahanan kumparan ini tidak
dibutuhkan.

PERALATAN PERCOBAAN :
- Mesin sinkron SM-250-3
- Daya yang dbutuhkan : 0 - 150 VDC, 1 A
- Volt/ampermeter : 50 VDC, 1 A
CATATAN UNTUK KESELAMATAN :
Untuk pemeriksaan bagian-bagian mesin, harus dipasang isolasi pada kumparan dan kabel-kabel
sebelah dalam mesin untuk menghindari bahaya. Untuk menghindari material apapun antara kutub
pada daerah yang berputar dengan susunan kabel, jangan menyentuh kipas rotator.

LANGKAH PERCOBAAN :
Pemeriksaan Struktur
1. Pertama-tama, pindahkan sikat ketika membongkar mesin sinkron.
2. Periksa struktur alternator sinkron dan gambar struktur dan rangkaian diagram hubungnya,
dan catat istilah setiap bagian.
3. Memahami bagaimana susunan kumparan jangkar ke inti silinder.
4. Kutub salient rotator memiliki magnet ketika arus mengalir ke kumparan medan melalui slip
ring. Kemudian, periksa susunan kutub-kutubnya.
5. Setelah memeriksa strukturnya, pasang kembali dan periksa cara kerja alternator sinkron
apakah sudah bekerja dengan baik.

Mengukur Tahanan Kumparan


Gambar 1-4
1. Buatlah rangkaian daya DC seperti gambar 1-4 dan putar tombol rheostat medan pada
alternator sinkron berlawanan arah jarum jam secara penuh sampai ke posisi tahanan
minimumnya.
2. Secara perlahan, naikkan daya keluaran hingga arus kumparan 0,3 A.
3. Baca tegangan pengujian pada kedia ujung kumparan dan catat nilai tahanan kumparan
sesuai “Hukum Ohm”.
4. Tetapkan saklar “IND START-SYNC RUN” ke posisi “SYNC-RUN” untuk mengukur tahanan
kumparan medan, dan ukur tahanan pada kedua ujung terminal positif dan negatif sama
seperti prosedur sebelumnya dan catat pada tabel 1.1.
Keterangan :
1. Untuk alternator 3 fasa, kumparan harus dililit tiga kali lebih banyak daripada alternator
tunggal untuk mendapatkan keluaran tiap fasanya. Jadi, akan sangat sulit untuk melilit
kumparan pada rotator untuk alternator yang kecil. Juga dibutuhkan minimal empat buah
slip ring. Namun untuk jenis jangkar yang sudah tetap, adalah mungkn untuk
menghubungkan terminal keluaran ke dalam hubungan Wye setelah memiliki setiap
keluaran.
2. Dalam percobaan ini, mesin sinkron memiliki fungsi sebagai alternator 3 fasa sama baiknya
dengan motor 3 fasa, untuk hal ini, mesin ini memiliki kumparan peredam. Hal ini untuk
sinkronisasi kecepatan start motor hingga mendekati kecepatan medan magnetik putar pada
stator (kecepatan sinkron).

LATIHAN
1. Slip ring digunakan untuk mengalirkan arus ke kumparan medan. Apakah perbedaan
fungsinya apabila dibandingkan dengan komutator pada motor DC?
2. Untuk altenator sinkron, apakah keuntungan dengan adanya medan putar daripada jangkar
putar? Jelaskan.
PRAKTIKUM II
KURVA SATURASI SEBUAH ALTERNATOR

TUJUAN :
Mengetahui efek saturasi pada tegangan terminal sebuah alternator.

TEORI MODUL :
Alternator dirancang untuk beroperasi pada kecepatan tertentu (dikenal dengan kecepatan
sinkron) untuk menghasilkan tegangan pada frekuensi tertentu. Itulah mengapa mereka
disebut sebagai “alternator sinkron”. Alternator dioperasikan pada kecepatan sinkron oleh
penggerak utama (prime mover). Jenis-jenis penggerak utama ialah mesin diesel, mesin jet,
turbin uap, hidroturbin, dan motor DC.
Kumparan medan pada alternator sinkron dililit pada sebuah rotor yang memiliki kutub
salient. Inti besi berlaminasi dikenal sebagai “spider”. Kumparan jangkar dipasang pada slot
stator. Sebagai rotor yang medannya dikendalikan, medan magnetnya menyapu di sekeliling
badan mesin sebelah dalam. Medan yang bergerak ini dipotong oleh lilitan kumparan
jangkar stator. Selanjutnya hal ini akan menginduksi tegangan ke dalam kumparan jangkar.
Jumlah tegangan yang diinduksikan bergantung pada dua hal : (1) kecepatan rotor, dan (2)
kekuatan medan magnet. Kekuatan medan magnet, pada gilirannya, bergantung kepada
jumlah arus yang melewati kumparan medan. Ketika arus semakin meningkat, maka medan
juga semakin kuat sampai pada sebuah titik. Titik itu disebut sebagai saturasi. Ketika
“spider” menjadi saturasi secara magnetik, peningkatan arus medan sangat kecil atau tidak
lagi meningkatkan kekuatan medan sama sekali. Dengan demikian, level tegangan terminal
alternator padam.

OBJEKTIVITAS :
Setelah berhasil menyelesaikan percobaan ini, mahasiswa dapat :
1. Mendeskripsikan bagaimana tegangan dibangkitkan di dalam sebuah jangkar dan efek dari
arus medan.
2. Melakukan uji saturasi pada alternator.

PERALATAN PERCOBAAN :
- Mesin DC (DM-250) atau motor DC (DCM-250)
- Mesin sinkron (SM-250-3) : beroperasi sebagai alternator
- Catu daya (ED-5119) DC 0 – 125 V, 4 A ; DC 0 – 150 V, 1 A
- Volt/Amperemeter (ED5105) DC 1 A ; (ED-5106) AC 300 V
- Tachometer 1000-2500 rpm
- MG Mounting Base (MGM-250-2)

LANGKAH PERCOBAAN :
1. Tempatkan kedua mesin pada alas bantalan (mounting base). Kopel dan apit mesin dengan
aman dan hati-hati. Minta bantuan asisten untuk mengawasi.
2. Hubungkan mesin DC sebagai sebuah motor shunt yang tereksitasi sendiri (self-excited)
seperti ditunjukkan pada gambar 2-1. Jangan nyalakan daya terlebih dahulu.
3. Hubungkan suplai tegangan eksitasi DC (150 Volt) ke kumparan medan pada alternator
seperti ditunjukkan pada gambar 2-1. Jangan nyalakan daya terlebih dahulu.
4. Putar tombol rheostat pada motor berlawanan arah jarum jam secara penuh pada posisi
tahanan minimumnya. Putar tombol kendali tegangannya yang ada pada dua catu daya DC
berlawanan arah jarum jam pada posisi keluaran nol.
5. Nyalakan pemutus tenaga utama AC : 0 – 125 VDC pemutus tenaga dan motor.
6. Secara perlahan, naikkan keluaran pada suplai tegangan 0 – 105 VDC ke 120 V untuk starting
motor.
7. Yakinkan bahwa saklar alternator berada pada posisi SYNC-RUN. Kemudian nyalakan suplai
tegangan eksitasi DC 0-150 V.
8. Tetapkan tachometer untuk 1800 rpm. Gunakan rheostat medan motor untuk mengatur
kecepatan motor ke 1500 rpm.
9. Atur keluaran tegangan suplai 0 – 150 V sampai arus medan alternator mendekati 0,2 A.
CATATAN : arus medan tidak harus tepat 0,2 A. Jika Anda kelebihan, berhenti dan catat datanya.
10. Catat nilai yang tepat dari arus medan dan tegangan terminal ke dalam tabel 2-1. Berikan
catatan bahwa tegangan yang melewati ketiga kumparan jangkar adalah sama, karena
mereka dihasilkan oleh medan yang sama.
11. Ulangi langkah 9 dan 10 untuk nilai arus medan alternator sebagai berikut : 0,4 ; 0,6 ; 0,8 ;
dan 1,0 A.
12. Secara perlahan, turunkan tegangan eksitasi sampai Amperemeter membaca mendekati 0,8
A. Catat nilai yang benar dari arus medan dan tegangan terminal dalam tabel 2-2.
13. Ulangi langkah 12 untuk nilai arus medan yang mendekati sebagai berikut : 0,6 ; 0,4 ; 0,2 ;
dan 0 A.
14. Matikan semua pemutus tenaga. Buka semua saklar.

TABEL 2-1 PENINGKATAN ARUS MEDAN


TABEL 2-2 PENURUNAN ARUS MEDAN

TUGAS AKHIR
1. Dengan menggunakan data yang dicatat pada tabel 2-1, gambar kurva tegangan terminal
versus arus medan pada grafik yang sudah disediakan. Tandai kurva ini : PENINGKATAN.
2. Dengan menggunakan data yang dicatat pada tabel 2-2, gambar kurva tegangan terminal
versus arus medan pada grafik yang sama. Catatan : pembacaan pada 0,5 Ampere adalah
plotting point pada kedua kurva.
3. Apakah efek saturasi terhadap tegangan terminal?
4. Berdasarkan penelitian Anda, apakah Anda akan melihat residu magnetis dalam inti rotor
sebagai faktor yang penting atau tidak penting? Apa yang membawa Anda kepada
kesimpulan ini?
5. Mengapa itu bagus untuk menggunakan material berhisterisis rendah untuk inti rotor?

LATIHAN
1. Tegangan terinduksi (yang dibangkitkan) dalam sebuah alternator merupakan hasil dari :
a. Medan yang statis dan penghantar yang bergerak.
b. Medan yang bergerak dan penghantar yang statis.
c. Kedua medan dan penghantar bergerak.
2. Anda tidak bisa memiliki alternator self-excited tanpa menyearahkan keluaran AC
karena :
a. Kutub-kutub medan harus konstan Utara-Selatan.
b. Tidak ada residu magnetis yang cukup untuk memulai proses pembangkitan.
c. Kumparan jangkar harus memiliki suplai DC.
3. Di bawah titik saturasi, semakin arus medan meningkat, tegangan terminal ....
a. Meningkat dengan proporsional
b. Menurun dengan proporsional
c. Tetap sama
4. Di atas saturasi, peningkatan arus medan menghasilkan ....
a. Peningkatan tegangan terminal yang lebih besar
b. Peningkatan tegangan terminal yang lebih kecil
c. Tidak ada perbedaan pada tegangan terminal
5. Ketika beroperasi pada kecepatan konstan, tegangan terminal sebuah alternator
dapat diubah dengan ....
a. Membalik polaritas medan
b. Mengubah arah putaran
c. Mengubah arus medan
PRAKTIKUM III
EFEK KECEPATAN PADA SEBUAH ALTERNATOR

TUJUAN :
Mengetahui efek dari kecepatan pada tegangan terminal dan frekuensi pada tegangan yang
dibangkitkan.

TEORI MODUL :
Kumparan jangkar pada sebuah alternator dililit pada stator. Tidak ada kutub salient pada
stator; berada pada slot. Kumparan disusun ke dalam kelompok-kelompok kumparan yang
terlihat jelas. Kelompok kumparan ini disusun pada stator untuk menghasilkan daya tiga
fasa. Kumparan dikenal dengan sebutan A, B, dan C.
Asumsikan bahwa medan magnet dari rotor menyapu sekeliling. Seiring dia menyapu di
bawah kumparan fasa A, tegangan fasa A berada pada puncaknya. 120 derajat listrik
kemudian, medan menyapu di bawah kumparan fasa B. Kemudian, 120 derajat listrik
kemudian, medan menyapu di bawah kumparan fasa C. Jika hanya ada satu kelompok yang
terdiri atas tiga kumparan pada stator, satu siklus penuh terselesaikan selama satu putaran
rotor.
Rotor memiliki sepasang kutub salient (utara dan selatan) untuk tiap kelompok kumparan
pada stator. Alternator diketahui dari jumlah kutub rotornya. Dengan demikian, jumlah
terkecil adalah 2. Kita mengenalnya sebagai alternator dua kutub. SM-250-3 merupakan
mesin 4 kutub. Hal itu berrarti bahwa dua siklus AC dihasilkan setiap kali rotor
menyelesaikan satu putaran.
Frekuensi tegangan keluaran bergantung kepada jumlah kutub dan kecepatannya pada
bagaimana rotor dikendalikan.
Frek (Hz) = kecepatan (rpm) x 1 menit/60 detik x jumlah pasangan kutub
Contohnya, sebuah alternator 2 kutub (berarti 1 pasangan kutub) doperasikan pada
kecepatan 3600 rpm memiliki frekuensi 60 Hz.
Kecepatan juga memengaruhi tegangan terminal. Semakin cepat rotor diputar, semakin
cepat garis fluks magnet dipotong oleh penghantar jangkar statis. Namun demikian,
peningkatan tegangan terminal memiliki arus medan yang sama.

OBJEKTIVITAS :
Setelah berhasil menyelesaikan percobaan ini, mahasiswa dapat :
1. Membuat tegangan keluaran dan frekuensi alternator yang bervariasi dengan mengubah
kecepatan.
2. Menghitung frekuensi alternator dengan jumlah kutub dan kecepatan yang diberikan.

PERALATAN PERCOBAAN :
- Mesin DC (EM-250) atau motor DC (DCM-250)
- Mesin sinkron (SM-250-3) : beroperasi sebagai alternator
- Catu daya (ED-5119) DC 0 – 125 V, 4 A ; DC 0 – 150 V, 1 A
- Volt/Amperemeter (ED5105) DC 1 A ; (ED-5106) AC 300 V
- Frekuensimeter 20 Hz – 120Hz
- M/G Mounting Base (MGM-250-2)

LANGKAH PERCOBAAN :
1. Tempatkan kedua mesin pada alas bantalan (mounting base). Kopel dan apit mesin dengan
aman dan hati-hati. Minta bantuan asisten untuk mengawasi.
2. Hubungkan mesin DC sebagai sebuah motor shunt yang tereksitasi sendiri (self-excited)
seperti ditunjukkan pada gambar 3-2. Jangan nyalakan daya terlebih dahulu.
3. Hubungkan suplai tegangan eksitasi DC (150 Volt) ke kumparan medan pada alternator
seperti ditunjukkan pada gambar 3-2. Jangan nyalakan daya terlebih dahulu.
4. Minta bantuan asisten untuk memeriksa rangkaian untuk memastikan apakah sudah
terpasang dengan benar.
5. Putar tombol rheostat pada motor berlawanan arah jarum jam secara penuh pada posisi
tahanan minimumnya. Putar tombol kendali tegangannya yang ada pada dua catu daya DC
berlawanan arah jarum jam pada posisi keluaran nol.
6. Nyalakan pemutus tenaga utama AC : 0 – 125, pemutus tenaga DC dan motor.
7. Secara perlahan, naikkan keluaran pada suplai tegangan 0 – 105 VDC ke 120 V untuk starting
motor.
8. Naikkan kecepatan motor dengan memutar rheostat medan searah jarum jam hingga
kecepatannya 1600 rpm.
9. Yakinkan bahwa saklar alternator berada pada posisi SYNC-RUN. Kemudian nyalakan suplai
tegangan eksitasi DC 0-150 V.
10. Atur keluaran tegangan suplai 0 – 150 VDC alternator menghasilkan 120 V.
11. Atur rheostat medan motor hingga motor berputar pada 2000 rpm.
12. Catat tegangan terminal pada tabel 3-1.
13. Ulangi langkah 11 dan 12 untuk 1500 rpm.
14. Matikan semua pemutus tenaga. Buka semua saklar.

TUGAS AKHIR
1. Dengan menggunakan persamaan f = S x P dimana f merupakan frekuensi dalam Hertz; S
adalah kecepatan dalam putaran per detik; dan P adalah jumlah pasangan kutub, hitung
frekuensi pada tegangan yang dibangkitkan pada 1800 rpm. (SM-250-3 merupakan mesin 4
kutub).
2. Hitunglah frekuensi pada 2000 rpm.
3. Hitunglah frekuensi pada 1500 rpm.
4. Apakah hubungan yang Anda temukan antara tegangan terminal dan kecepatan?
5. Manakah yang lebih baik : menyuplai energi pada medan alternator sebelum atau sesudah
alternator mencapai kecepatan penuh? Apa yang membawa Anda pada kesimpulan ini?

LATIHAN
1. Ketika kecepatan meningkat, frekuensinya ....
a. Meningkat b. Menurun c. Tetap
2. Ketika kecepatan meningkat, tegangan terminal ....
a. Meningkat b. Menurun c. Tetap
3. Untuk mendapatkan tegangan terminal yang lebih besar pada frekuensi yang sama,
Anda harus memerbesar ....
a. Kecepatan b. Tahanan jangkar c. Arus
medan
4. Tegangan terminal alternator bergantung kepada ....
a. Arah putaran b. Arah arus medan c. Kecepatan & arus
medan
5. Dalam daya tiga fasa, setiap tegangan fasa tertinggal di belakang satu sama lain
berbeda fasa ...
a. 30 derajat listrik b. 120 derajat listrik c. 360 derajat
listrik