Anda di halaman 1dari 3

Teori belajar behavioristik adalah teori perkembangan perilaku, yang dapat diukur, diamati dan

dihasilkan oleh respons pelajar terhadap rangsangan. Tanggapan terhadap rangsangan dapat
diperkuat dengan umpan balik positif atau negatif terhadap perilaku kondisi yang diinginkan.
Hukuman kadang-kadang digunakan dalam menghilangkan atau mengurangi tindakan tidak
benar, diikuti dengan menjelaskan tindakan yang diinginkan. (teori belajar behavioristik adalah
perubahan perilaku yang dapat diamati, diukur dan dinilai secara konkret. menghilangkan atau
mengurangi tindakan tidak benar).

contoh Metode dari Paradigma ini adalah:

1. Teori classical conditioning dari Pavlov yang didasarkan pada reaksi


sistem tak terkondisi dalam diri seseorng serta gerak refleks setelah menerima
stimulus. Contoh aplikasi teori belajar behaviorisme menurut Pavlov adalah pada awal
tatap muka antara guru dan murid dalam kegiatan belajar mengajar, seorang guru
menunjukkan sikap yang ramah dan memberi pujian terhadap murid-muridnya, sehingga
para murid merasa terkesan dengan sikap yang ditunjukkan gurunya.
2. Connectionism dari Thorndike menyatakan bahwa belajar merupakan proses coba-coba
sebagai reaksi terhadap stimulus. Respons yang benar akan semakin diperkuat melalui
serangkaian proses coba-coba, sementara respons yang tidak benar akan
menghilang.contohnya menyampaikan materi dengan cara yang menyenangkan, contoh
dan soal latihan yang diberikan tingkat kesulitannya bertahap, dari yang mudah sampai
yang sulit. Hal ini agar siswa mampu menyerap materi yang diberikan.

Thorndike merumuskan peran yang harus dilakukan guru dalam proses pembelajaran,
yaitu:

a. Membentuk kebiasaan siswa. Jangan berharap kebiasaan itu akan terbentuk dengan
sendirinya
b. Berhati hati jangan sampai membentuk kebiasaan yang nantinya harus diubah,Karena
mengubah kebiasaan yang telah terbentuk adalah hal yang sangat sulit.
c. Jangan membentuk dua atau lebih kebiasaan, jika satu kebiasaan saja sudah cukup
d. Bentuklah kebiasaan dengan cara yang sesuai dengan bagaimana kebiasaan itu akan
digunakan.
3. Edwin Guthrie, ia juga menggunakan variabel hubungan stimulus dan respon untuk
menjelaskan terjadinya proses belajar. Namun ia mengemukakan bahwa stimulus tidak
harus berhubungan dengan kebutuhan atau pemuasan biologis
Latihan (praktik) adalah penting karena ia menimbulkan lebih banyak stimulus untuk
menghasilkan perilaku yang diinginkan.karena setiap pengalaman adalah unik, seseorang
harus “belajar ulang” berkali-kali. Guthtrie mengatakan bahwa belajar 2 + 2 di papan
tulis tidak menjamin siswa bisa 2 + 2 ketika dibangku. Karena memungkinkan siswa
akan belajar meletakkan respons pada setiap stimulus (di dalam atau di luar kelas).
Mengasosiasikan rangsangan dan respons secara tepat merupakan inti dari teori belajar
yang dibangun oleh Guthrie. Untuk penerapan teori ini dalam proses belajar mengajar di
kelas. Guthrie memberikan beberapa saran bagi guru :
a. Guru harus dapat mengarahkan performa siswa akan menjadi apa ketika mempelajari
sesuatu. Dengan kata lain, apakah stimulus yang ada dalam buku atau pelajaran yang
menyebabkan siswa melakukan belajar.
b. Oleh karena itu, jika siswa mencatat atau membaca buku secara sederhana mereka
dapat mengingat lebih banyak informasi. Maka dalam hal ini buku akan menjadi
stimulus yang dapat digunakan sebagai perangsang untuk menghafal pelajaran.
c. Dalam mengelola kelas, guru dianjurkan untuk tidak memberikan perintah yang
secara langsung akan menyebabkan siswa menjadi tidak taat terhadap peraturan
kelas. Misalnya permintaan guru agar siswa tenang jika diikuti oleh kegaduhan
dalam kelas akan menjadi tanda (memunculkan stimulus) bagi munculnya perilaku
distruptif.

4. Teori Operant Conditioning ( B. F Skiner ) adalah teori yang dikembangkan oleh B.F
Skinner. Teori ini mengungkapkan bahwa tingkah laku bukanlah sekedar respon terhadap
stimulus, tetapi suaatu tindakan yang disengaja atau operant.
Contoh Law of Operant Conditioning Seorang murid sekolah dasar yang giat belajar
kemudian mendapat peringkat satu di kelas dan mendapatkan hadiah dari sang guru.
Karena mendapatkan stimuls penguat yaitu hadiah dari sang guru, maka kekuatan tingkah
laku ( belajar ) akan meningkat.