Anda di halaman 1dari 16

PERMAINAN DALAM PRAMUKA

1. Rebut dan Rampas


Peralatan : Tongkat atau sapu lidi untuk tiap anak
Jumlah pemain : bebas
Waktu : 10 menit
Tujuan :
− Melatih kecekatan
− Melatih kesetiakawanan
− Unsur hiburan
Semua anak membentuk lingkaran dengan jarak kira-kira 1 meter. Semakin
ahli, jaraknya dapat semakin jauh. Tiap anak memegang tongkatnya hingga berdiri
tegak di lantai. Bila ada perintah “ya” tiap anak harus melepaskan tongkatnya dan
cepat-cepat menangkap tongkat teman di sebelah kanannya. Bila tongkat itu sudah
keburu jatuh, maka ia dikeluarkan. Permainan ini sangat menyenangkan dan dapat
bervariasi. Jarak antar anak dapat diperbesar bila anak-anak sudah mampu, perintah
dapat berupa “kiri” atau “kanan”. Bila ingin permainan lebil lama, maka setelah jatuh
3 kali baru dikeluarkan.

2. Petani dan Pencuri


Peralatan : Karet gelang atau tali, kantong kacang, atau potongan kain, atauagar
kelihatan sungguhan, sebuah apel.
Jumlah pemain : bebas
Waktu : 8-10 menit
Tujuan : - Melatih kecepatan
- Unsur hiburan
Anak-anak membentuk lingkaran dan seorang anak, yang jadi pencuri disuruh keluar
ruangan. Selagi ia diluar, seorang anak ditunjuk sebagai petani. Sebuah benda ditaruh
di tengah lingkaran. Pencuri tadi datang dan berjalan diluar lingkaran. Ia boleh
memasuki lingkaran dari mana saja dan mencuri benda itu. Petani harus
menangkapnya pada saat pencuri menyentuh benda tersebut. Pencuri itu harus lari
keluar dari lingkaran lewat jalan masuk tadi dan ia selamat bila ia dapat keluar tanpa
tertangkap. Bila ia tidak tertangkap, maka petani itu harus jadi pencuri dan dipilh
petani baru.

3. Permainan Mengenali Teman


Peralatan : Kertas kosong, alat tulis untuk tiap peserta
Jumlah Pemain : Berapa saja
Waktu : 10-12 menit
Tujuan :
• Saling mengenal secara lebih mendalam
• Berani Mengungkapkan diri
• Melatih kecerdasan

Pemimpin membagikan kertas kosong kepada semua peserta. Seluruh peserta lalu
menulis data pribadi mereka (nama lengkap, data keluarga, status, sekolah/pekerjaan,
hobi, alamat, dan sebagainya). Setelah itu kertas yang sudah terisi dikembalikan
kepada pemimpin. Lalu pemimpin memberikan lagi secara acak kepada peserta.
Pemimpin memberikan waktu 2-3 menit kepada para peserta untuk menghafal data
pribadi kawannya itu. Kemudian pemimpin menunjuk kepada salah seorang peserta
dan bertanya kepadanya tentang data pribadi yang ia terima. Peserta harus mampu
menjawab pertanyaan pemimpin. Sementara itu yang memiliki data pribadi harus
memperhatikan benar/tidaknya jawabannya.
AM. Patty.

4. PERKENALAN RAHASIA
Peralatan : Kain yang lebar (sprei)
Jumlah pemain : semua pemain masuk dalam regu
Waktu : 10 menit
Tujuan : Saling mengenal nama
Peserta dibagi dalam 2 kelompok. Kedua regu saling berhadap-hadapan. Tetapi
diantara kedua regu itu dibentangkan kain yang lebar, sehingga kedua regu tidak
dapat saling melihat. Permainannya ialah : setiap regu menentukan wakilnya untuk
menebak wakil kelompok lain tetapi juga ditebak. Wakil kedua kelompok berlutut
berhadapan. Agar supaya lebih seru para pemain ini boleh saling memperlihatkan
kaki atau sepatu. Pemimpin menghitung sampai 3 dan pada hitungan ketiga itu kain
diturunkan tiba-tiba. Kedua wakil itu harus adu cepat untuk menebak siapa wakil
lawannya.Wakil regu yang cepat menebak dengan tepat, mendapatkan angka untuk
regunya.
AM.Patty

5. MENCARI DENGAN DIAM


Peralatan : Perangko
Jumlah pemain : berapa saja
Waktu : bervariasi, tergantung jumlah pemain dan kemampuanmengobservasi
Tujuan :
• Melatih kemampuan mengobservasi
• Memupuk inisiatif

Sebuah perangko ditempel di suatu tempat dalam ruangan pertemuan sebelum para
peserta datang/tiba. Instruksinya : Tiap peserta harus mencari perangko tersebut dan
bila mereka telah melihatnya, mereka harus duduk diam dan tidak boleh berkata apa
pun. Akan sangat lucu memperhatikan peserta-peserta terakhir. Dan tentu saja
peserta yang paling akhir duduk adalah yang kalah. (permainan ini dapat juga
dimainkan di luar ruangan).

6. DALAM KOLAM
Peralatan : Sebatang kapur
Jumlah pemain : bebas
Waktu : biasanya 10-15 menit
Tujuan :
• Melatih kecepatan/reflex
Anak-anak berdiri membentuk lingkaran dan di depan mereka digambar garis dengan
kapur. Tiap anak harus menyentuh garis tersebut. Bila ada perintah “diair”, maka tiap
orang melompat dengan kedua kakinya bersama-sama, masuk ke garis lingkaran.
Bila perintahnya “didarat”, maka tiap anak melompat mundur. Perintah yang
diberikan harus bervariasi, “diair, didarat, diair, diair”. Satu atau dua orang anak
akan melompat dan jelas mereka akan dikeluarkan. Permainan ini cukup popular dan
menyenangkan.

7. BAUT BARISAN
Tujuan :
Agar seluruh peserta bisa berkenalan lebih jauh, fisik maupun sifat-sifat mereka,
sekaligus melatih mereka bekerjasama dalam kelompok.
Langkah-langkah :
a. Peserta di bagi dalam 2 kelompok yang sama banyak (bila jumlah peserta ganjil,
seorang pemandu bisa masuk ke dalam salah 1 kelompok).
b. Pemandu menjelaskan aturan permainan sebagai berikut :
• Kedua kelompok akan berlomba menyusun barisan. Barisan disusun
berdasarkan aba-aba pemandu : tinggi badan, panjang rambut, usia dst.
• Pemandu akan menghitung sampai 10, kemudian kedua kelompok, selesai
atau belum, harus jongkok.
• Setiap kelompok secara bergantian memeriksa apakah kelompok lawan telah
melaksanakan tugasnya dengan benar.
• Kelompok yang menang adalah kelompok yang melaksanakan tugasnya
dengan benar dan cepat (bila kelompok dapat meyelesaikan tugasnya
sebelum hitungan ke 10 mereka boleh langsung jongkok untuk menunjukkan
bahwa mereka telah selesai melakukan tugas).
c. Sebelum pertandingan di mulai bisa dicoba terlebih dahulu untuk memastikan
apakah aturan mainnya sudah dipahami dengan benar.
8. BERMAIN TALI
Latar belakang :
Dalam segala hal, selalu akan kita hadapi berbagai masalah, dan kita tidak akan
dapat terhindar dari masalah itu. Melalui kegiatan ini kita akan dihadapkan dengan
suatu masalah dan bagaimana kita dapat keluar dari masalah itu.
Bahan : Tali raffia
Langkah- langkah
a. Potong tali raffia dengan ukuran 1,5 m dan bagikan kepada setiap peserta
b. Minta mereka berpasangan – pasangan, lalu masing – masing ujung tali yang satu
diikatkan ke tangan sebelah kiri. Sebelum mengikat tali yang satu lagi ke tangan
kanan, silangkan tali tersebut ke tali pasangannya, kemudian ikatlah ke tangan
masing – masing, ingat, sebaiknya ikatan tidak terlalu kencang
c. Setelah itu minta mereka untuk dapat melepaskan diri dari ikatan tadi tanpa
melepaskan ikatan tali
d. Jika ada pasangan yang berhasil melepaskan diri dari ikatan tersebut, mintalah
mereka menunjukkan bagaimana cara mereka untuk melepaskan diri kepada
teman–teman yang lain.
Tanyakan kepada mereka apa hikmah dari permainan tersebut

9. ALL STAND UP
Teaching point :
1. Memahami pentingnya fungsi orang lain dalam kesuksesan kerja regu.
2. Memecah kebekuan (ice breaking) dengan saling bersentuhan fisik.
3. Memahami bahwa kekurangan anggota regu (terlalu gemuk atau terlalu kecil)
bukan merupakan kendala untuk kinerja regu.
4. Perencanaan strategis.
Lama permainan : 20 – 40 menit
Perlengkapan : Peluit
Instruksi :
a. Kegiatan di mulai dengan sepasang anggota regu duduk bertolak belakang
di tanah dengan melipatkan kedua kaki ke arah dada. Kemudian mereka
diminta untuk berdiri bersama dengan cara saling menekan punggung, tangan
tidak usah berpegangan.
b. Setelah sukses dengan cara yang pertama, sepasang peserta diminta duduk
berhadapan, ujung kaki diletakkan saling bersentuhan dengan kaki masing-
masing pasangan. Kemudian kedua tangan peserta saling berpegangan antar
pasangan. Untuk berdiri peserta diminta menarik pegangan tangan.
c. Setelah sukses dengan cara kedua, jumlah anggota ditambah dari dua jadi
empat, enam, delapan dan seterusnya.
d. Mereka dipersilakan mengatur strategi agar sama-sama bisa berdiri
serempak.
Debriefing :
1. Teaching point yang dirasakan.
2. Faktor penunjang keberhasilan.
3. Perasaan setelah berhasil.
4. Implikasi terhadap regu.

10. ARUNG JERAM


Tujuan :
1. Kerja sama tim.
2. Kekompakan regu.
3. Yang kuat membantu yang lemah.
4. Menetapkan bersama trategi manajemen secara tepat.
5. Menempatkan diri saat bertindak/ menjalankan tugas.
Alat :
• Tali besar (diameter 4-5 cm/ seukuran tali Perahu).
(Panjang tali sesuaikan dengan anggota regu yang bermain.)
• Kedua ujung tali di ikat dengan kuat.
Pelaksanan :
Semua anggota regu duduk melingkar dengan kedua kaki menjulur (selonjor) ke
dalam lingkaran.
Tiap anggota regu kedua tangannya memegang tali, jarak antar anggota regu 0,5 – 1
meter. Jarak semakin rapat semakin baik.
Peraturan :
1. Semua anggota regu berupaya untuk berdiri secara bersama-sama.
2. Saat mencoba berdiri, kedua kaki/ lutut tidak boleh ditekuk ( Tetap Lurus ).
3. Setelah dapat berdiri bersama, kemudian berupaya duduk bersama kembali.
4. Diupayakan jangan ada peserta yang terjatuh.

11. Menggambar bersama


Latar Belakang :
Sebuah kelompok baru dapat berfungsi sebagaimana mestinya apabila terjadi
komunikasi antar orang-orang yang terlibat di dalamnya.
Tujuan
Peserta menyadari arti pentingnya komunikasi dalam suatu kelompok.
Langkah-langkah :
a. Peserta dibagi dalam kelompok kecil (5 orang) dan setiap anggota kelompok memiliki
nomor urut sendiri-sendiri dari nomor 1 sampai 5.
b. Tiap kelompok mendapat selembar kertas plano dan sebuah spidol untuk menggambar.
c. Secara berurutan setiap menit, setiap orang dalam kelompok masing-masing diminta
menggambar pada kertas plano yang ada, dengan syarat : tidak boleh bertanya atau bicara
satu sama lain, setiap orang menggambar apa yang dimaui dan dipikirkan sendiri,
kemudian dilanjutkan oleh yang lain pada kertas yang sama menurut apa yang dimaui
dan dipikirkan sendiri pula, dan seterusnya sampai seluruh anggota kelompok
memperoleh bagian waktunya masing-masing untuk menggambar.
Bahan Diskusi :
a. Berapa kelompok yang mampu menghasilkan gambar yang utuh dan jelas?
b. Apa kesan dan perasaan setiap orang terhadap hasil gambar kelompoknya?
c. Bagaimana seharusnya proses yang ditempuh agar hasil kerja bersama itu
memuaskan semua orang dalam kelompok yang bersangkutan ?
12. BIRTHDAY LINE UP
Teaching point :
1. Melatih konsentrasi pada tugas.
2. Mengembangkan cara berkomunikasi efektif.
3. Melatih untuk berinovasi.
4. Aplikasi praktis dalam proses memecahkan permasalahan.
5. Kepemimpinan bersama (shared leadership).
Lama permainan : 20 – 40 menit
Perlengkapan : Papan tempat berdiri
Instruksi :
a. Semua peserta diminta berdiri di atas papan, kemudian mereka diminta untuk
mengatur barisan mereka berdasarkan bulan dan hari ulang tahun mereka,
atau berdasarkan tinggi badan atau berat badan.
b. Mereka tidak boleh berbicara di dalam menyusun barisan itu.
Debriefing :
• Apa kesulitan yang dialami mereka di waktu menyusun barisan ?
• Faktor apa yang mendukung keberhasilan, dan faktor apa yang menghambat
tidak mendukung ?
• Bagaimana cara-cara baru tim untuk berkomunikasi ?
• Apakah semua orang telah diinformasikan mengenai keadaan sebenarnya ?

13. Menggambar Wajah


Tujuan :
a. Membantu peserta untuk memandang langsung ke dalam mata pasangannya,
saling mengenal cirri-ciri wajahnya, dengan harapan hal ini bisa membantu
peserta untuk saling terbuka dan tidak lagi kikuk dengan yang lainnya.
b. Melatih peserta satu cara sederhana tentang menggambar dan menghilangkan
perasaan peserta bahwa mereka tidak mampu menggambar.
Langkah-langkah :
1. Dengan sehelai kertas setiap pasangan saling berhadapan dan mulai
menggambar wajah pasangannya. Bisa mulai dari mana saja tetapi tidak
boleh melihat kertas sama sekali.
2. Gerakkan tangan mengikuti arah gerak pandangannya yang menelusuri garis
wajah pasangannya.
3. Setelah selesai menggambar, masing-masing pasangan bergantian
mewawancarai pasangannya, mengenai nama, tempat tinggal, pekerjaan,
umur, keluarga dan sebagainya. Waktunya cukup 5 menit saja untuk setiap
peserta.
4. Kemudian setiap pasangan tampil di depan kelompok memperkenalkan
pasangannya dengan cara menunjukkan gambar pasangannya sambil
menyebutkan :”Nama saya…(nama pasangannya), tempat tinggal….dan
seterusnya.
14. Mengganbar Rumah
Pengantar
a. Latihan ini bisa digunakan untuk mendiskusikan kerjasama dan pengawasan
di dalam kelompok. Kadang kita mengira bekerjasama dengan orang lain,
padahal dalam kenyataan kita hanya mengawasi seluruh proses, tanpa kita
sadari.
Langkah – langkah
b. Mintalah peserta untuk berpasangan
c. Peganglah bolpoin / pensil bersama – sama sedemikian rupa sehingga
keduanya bisa menulis dan menggambar.
d. Di atas kertas yang dibagikan, keduanya menggambar secara bersama –
sama dan menuliskan judulnya
e. Selama menggambar dan menulis dilarang berbicara
Bahan diskusi
a. Bagaiman perasaan dan reaksi anda selama menggambar tadi ?
b. Factor apa yang membantu dan menghambat anda selama menggambar tadi ?
Kemudian, mintalah peserta membentuk kelompok 4 (dua pasangan bergabung)
untuk mendiskusikan apkah ada hubungan antara pengalaman tadi dengan
kenyataan sehari – hari dan masalah kerjasama. Waktunya cukup 15 menit saja,
lalu setiap kelompok kecil mempresentasikannya di hadapan kelompok besar.

15. Estafet Air


Tujuan :
1. Kerja sama tim.
2. Mengatur cara kerja yang efektif.
3. Pembagian tugas/ menempatkan personil dengan tepat.
4. Kekompakan antar anggota dan seluruh anggota regu.
Alat :
1. 1 buah ember berisi air secukupnya.
2. 1 buah gelas yang bagian bawahnya telah berlubang kecil.
3. 1 buah botol plastik
Pelaksanaan :
1. Peserta duduk dengan posisi berbanjar.
2. Peserta paling depan bertugas mengambil air dan yang paling belakang
bertugas menuangkannya dalam botol.
3. Gelas yang berisi air diberikan secara estafet kepada rekannya yang dibelakang
melalui atas kepala.
Peraturan :
1. Lubang Gelas hanya boleh ditutup dengan jari tangannya saja.
2. Menggunakan batas waktu tertentu.
3. Botol yang berisi air terbanyak dengan batas waktu tertentu itulah
pemenangnya.
4. Dapat menggunakan rival/ lawan bermain dengan regu lain.

16. Mutiara Dalam Guci


Tujuan :
a. Merangsang kreativitas dan keberanian peserta untuk berpendapat.
b. Langkah-langkah :
c. Gambarlah sebuah guci dengan berisi berbagai benda di dalamnya, di papan
tulis (atau di tempat yang bisa dilihat oleh sluruh peserta).
d. Katakan kepada peserta bahwa itu adalah gambar sebuah guci yang berisi
penuh dengan bermacam kerilik, pecahan beling, dan batu-batu yang tidak
berguna. Di bagian dasar ada mutiara yang sangat mahal harganya.
e. Tanyakan kepada peserta, bagaimana caranya mengeluarkan mutiara itu
dalam waktu yang singkat dan gampang.
f. Diskusikan apa hikmah yang bisa dipetik dari permainan ini.

17. Pecah Balon


Latar Belakang
Bila peserta terlalu banyak menguras pikiran atau berdebat tanpa penyelesaian yang
memuaskan pada kegiatan sebelumya, hal ini akan sangat mempengaruhi konsentrasi
mereka untuk mengikuti kegiatan berikutnya.
Tujuan
• Memberikan kesegaran kepada peserta dengan melampiaskan emosinya.
Langkah-langkah :
a. Bagikan kepada setiap peserta sebuah balon dan seutas tali raffia (kira-kira
sepanjang 2 jengkal).
b. Mintalah mereka meniup balon masing-masing.
c. Mintalah mereka mengikatkan balon tersebut di kaki kirinya.
d. Mintalah seluruh peserta berdiri di tengah ruang belajar.
e. Jelaskan kepada peserta bahwa tujuan kegiatan ini adalah memecahkan balon
orang lain sebanyak mungkin dengan cara menginjak balon-balon tersebut.
f. Beri aba-aba untuk mulai.
g. Bahas bersama peserta apa saja yang mereka rasakan, lihat dan dengar selama
kegiatan tadi. Kenapa begitu ? Apa kesimpulan yang dapat ditarik?
h. Sekarang topic yang direncanakan sudah bisa dimulai.
Bahan-bahan :
• Balon dan tali raffia sebanyak jumlah peserta.
18. Rantai Nama
Tujuan
Permainan ini dimaksudkan bagi kelompok yang belum saling kenal nama
masing-masing, agar lebih akrab, serta memberi pengalaman tampil di depan
forum.
Langkah-langkah :
a. Peserta besama pemandu berdiri di dalam lingkaran
b. Pemandu menjelaskan aturan permainan sebagai berikut :
Salah seorang menyebutkan namanya dengan suara keras agar terdengar
oleh setiap peserta, kemudian peserta yang berdiri di sebelahnya (kiri atau
kanan) menyebutkan nama peserta pertama tadi ditambah dengan namanya
sendiri. Peserta ketiga menyebutkan nama peserta pertama dan kedua ditambah
dengan namanya sendiri, begitu seterusnya sampai selesai.
c. Proses ini diulangi lagi dengan arah berlawanan, dimulai dari peserta yang
terakhir menyebutkan rantai nama tersebut.
Variasi
• Buat lingkaran, setiap peserta secara bergiliran menyebutkan nama panggilan,
umur, tempat asal, pekerjaan, lalu peserta yang lain menirukan, begitu
seterusnya sampai selesai satu putaran.
• Putaran kedua, semua peserta mengulangi lagi secara bersama-sama data
pribadi tersebut, dengan urutan seperti semula.

19. Estafet Kelereng :


Tujuan :
1. Kerja sama tim.
2. Membagi tugas habis ( Manajemen )
3. Mengatur diri kapan bertindak dan memberikan kesempatan.
4. Mengatur trategi bermain secara bersama sama.
Alat :
• Bambu yang terbelah 2 ( ukuran panjang 50 cm, diameter bebas ) bisa juga
pakai pelepah pohon pisang. Jumlah bambu sesuai dengan jumlah anggota
regu yang akan bermain )
• 1 buah kelereng.
• 1 buah gelas plastik.
Pelaksanaan :
a. Tiap anggota regu memegang 1 buah bambu belah, 1 orang lainnya
memegang gelas.
b. Tetapkan jarak tempuh dalam estafet ( 10 – 15 meter )/ semakin jauh
jaraknya semakin memiliki kesulitan tertinggi.
c. Seluruh peserta berupaya mengatur gerak kelereng melalui bambu belah
secara estafet hingga sampai ke tempat tujuan yang ditentukan.
d. Finish terakhir adalah memasukan kelereng kedalam gelas plastik.
Peraturan :
1) Saat kelereng meluncur/ bergulir tidak boleh tersentuh jari tangan.
2) Kelereng bergerak/ bergulir hanya melalui satu jalur yakni bambu
tersebut.
3) Apabila kelereng jatuh, permainan diulang sekali lagi . ( Boleh diberikan
kesempatan lebih dari 1 kali )
4) Diupayakan ada rival/ lawan regu lainnya. Yang tercepat memasukkan
kelereng dalam gelas itulah pemenangnya.

20. Jaring Laba-laba


Tujuan :
1. Kerja sama tim work.
2. Mengatur Trategi.
3. Mengatur pembagian tugas (manajemen )
4. Menetapkan unsur prioritas.
5. Melakukan unsur kehati-hatian dalam melaksanakan tugas.
Alat :
• Tali Pramuka/ Rafia.
• Bambu 3 meter, 2 Buah. ( Bila tidak ada bisa pakai diantara 2 pohon/ tiang )
Pelaksanaan :
1) Buatlah semacam jaring dengan ukuran persegi + 60 Cm.
2) Jumlah persegi/ lubang jaring sesuaikan dengan jumlah anggota regu yang
akan bermain.
3) Jika Jumlah anggota regu 10 orang maka lubang yang disediakan harus sama
( 10 lubang).
4) Lubang/ persegi dibuat secara bertingkat ( Lihat gambar ) sebanyak 2/ 3
tingkat.
5) Jaring terendah dibuat 30 cm dari tanah.
Peraturan :
a. Semua anggota regu berada dalam satu sisi.
b. Tiap lubang hanya bisa dilalui hanya untuk 1 orang.
c. Lubang yang sudah dipakai/ dilalui tidak diperkenankan dipakai lagi/ ditutup.
d. Anggota regu yang sudah masuk lubang tidak diperkenankan kembali ke sisi
semula.
e. Diupayakan selama memasuki lubang / persegi, anggota badan tidak
menyentuh tali/ jaring.( diumpamakan saja jaring tersebut beraliran litrik
tegangan tinggi )

21. Kereta terpanjang.


Tujuan :
• Kerja sama antar anggota dan tim.
• Mengatur Strategi dan kreatifitas.
• Menempatkan diri sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Alat : Tidak ada
Pelaksanaan :
1. Peserta 10-20 orang
2. seluruh Peserta sebaiknya menggunakan celana panjang.
3. Gunakan lokasi/ tempat yang tidak becek.
4. Dikakukan serentak terdiri dari beberapa regu.
5. Tiap regu memiliki anggota yang sama.
Peraturan :
a. Tiap regu berupaya keras membuat tim nya menjadi regu dengan deretan
yang paling panjang.
b. peserta Boleh menggunakan benda apa saja yang saat itu di bawa sebagai
penyambung (Dompet , kartu, sepatu, tali sepatu, ikat pinggang, kaos kaki
dll.)
c. Tetapi Tidak diperkenankan menggunakan setangan leher apalagi sampai
copot baju dan celana ( bisa kena UU anti Pornografi lho…).

22. PICTURE PUZZLE


Teaching point :
1. Membangun rasa saling percaya kepada sesama kawan.
2. Kerja sama regu.
3. Komunikasi yang efektif.
4. Rasa percaya diri
Lama permainan : 30 – 60 menit
Perlengkapan : Gambar yang dipotong-potong menjadi 15-20 bagian
Instruksi :
• Peserta dibagi dalam kelompok yang terdiri dari 5-6 orang, salah satunya
menjadi pengamat (ditentukan sendiri oleh masing-masing kelompok).
• Tiap peserta dalam kelompok memperoleh satu gambar yang sudah dipotong-
potong (kecuali pengamat), yang dijadikan satu dalam satu wadah/meja
dengan potongan-potongan gambar peserta lain.
• Tugas masing-masing peserta menyusun kembali potongan-potongan gambar
menjadi satu gambar yang utuh,
Ketentuan :
 Jika memperoleh potongan gambar yang tidak diperlukan/tidak sesuai,
peserta harus segera mengembalikan ke dalam wadah/meja agar peserta lain
dapat mengambil jika cocok dengan gambar yang dimiliki;
 Tidak boleh meminta atau mengambil dari peserta lain, tetapi hanya boleh
mengambil potongan gambar dari wadah/meja;
 Tidak boleh saling berbicara, berkomunikasi dengan isyarat ataupun campur
tangan dalam pekerjaan peserta lain.
 Tugas pengamat dalam setiap kelompok mengamati dan mencatat apa yang
terjadi padak kelompoknya selama permainan berlangsung dengan
memperhatikan hal-hal berikut :
a. Adakah peserta yang melanggar peraturan?
b. Peraturan mana yang dilanggar?
c. Mengapa peraturan itu dilanggar?
d. Adakah peserta yang menumpuk banyak potongan gambar dan tidak mau
mengembalikan ke wadah/meja?
Ulangi permainan ini dengan ketentuan, peserta boleh berkomunikasi dan saling
membantu dalam kelompoknya.
Debriefing :
1. Apa kesulitan peserta dalam menyusun gambar?
2. Bagaimana cara mereka mengaplikasikan pengalaman pada kehidupan?
Catatan: Gambar bisa bikin sendiri lalu dipotong menjadi beberapa bagian