Anda di halaman 1dari 5

KEHAMILAN LEWAT WAKTU

(KEHAMILAN POST TERM )

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RSUD BANDA 00

Ditetapkan,
Direktur RSUD Banda
SPO Tanggal Terbit
14 Januari 2019
LA AHMADI BIN ABD RAHMAN
NIP : 19740402 199503 1 002
Kehamilan yang berlangsung sampai 42 minggu (294 hari)
PENGERTIAN atau lebih, dihitung dari hari pertama haid terakhir menurut
rumus Naegele dengan siklus haid rata-rata 28 hari

Mempersiapkan kelahiran lewat waktu yang optimal dengan


TUJUAN
memperkecil segala komplikasinya.

SK Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Banda Nomor


KEBIJAKAN
////2019 tentang Pemberlakuan Panduan PONEK 24 jam

Sebelum mengambil langkah, perlu memperhatikan beberapa


hal dalam pengelolaan kehamilan lewat bulan (KLB) adalah :

1. Menentukan apakah kehamilan memang telah


berlangsung lewat bulan (KLB) atau bukan.
2. Mengidentifikasi kondisi janin dan keadaan yang
membahayakan janin .
PROSEDUR 3. Pemeriksaan ultrasonografi untuk menentukan besar
janin, denyut jantung janin, gangguan pertumbuhan janin,
keadaan dan derajat kematangan plasenta, jumlah dan
kualitas air ketuban.
4. Memeriksa kematangan serviks dengan skor Bishop.
Induksi persalinan dapat segera dilaksanakan baik pada
usia 41 maupun 42 minggu bilamana serviks telah
matang.

Pengelolaan aktif yaitu dengan melakukan persalinan anjuran


pada usia kehamilan 41 atau 42 minggu untuk memperkecil
risiko terhadap janin. Pengelolaan pasif / menunggu /
ekspektatif : didasarkan pandangan bahwa persalinan anjuran
yang dilakukan semata-mata atas dasar kehamilan lewat
bulan mempunyai risiko / komplikasi cukup besar terutama
KEHAMILAN LEWAT WAKTU

(KEHAMILAN POST TERM )

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RSUD BANDA 00

risiko persalinan operatif sehingga menganjurkan untuk


dilakukan pengawasan terus menerus terhadap kesejahteraan
janin, baik secara biofisik maupun biokimia sampai
persalinan berlangsung dengan sendirinya atau timbul
indikasi untuk mengakhiri kehamilan. Penatalaksanaan sudah
dimulai sejak umur kehamilan mencapai 41 minggu dengan
melihat kematangan serviks, mengingat dengan bertambahnya
umur kehamilan maka janin tumbuh besar, terjadi
kemunduran fungsi plasenta dan oligohidramnion. Kematian
janin neonatus meningkat 5 – 7 % pada persalinan 42 mg atau
lebih.

Kehamilan lebih dari 42 minggu diupayakan diakhiri.


Pengelolaan selama persalinan adalah :

1. Pemantauan yang baik terhadap ibu (aktivitas uterus ) dan


kesejahteraan janin. Pemakaian continous electronic fetal
monitoring sangat bermanfaat
2. Hindari penggunaan obat penenang atau analgetika
selama persalinan.
3. Awasi jalannya persalinan
4. Persiapan oksigen dan bedah sesar bila sewaktu-waktu
terjadi kegawatan janin
5. Cegah terjadinya aspirasi mekoneum dengan segera
mengusap wajah neonatus dan penghisapan pada
tenggorokan saat kepala lahir dilanjutkan resusitasi sesuai
prosedur pada janin dengan cairan ketuban bercampur
mekoneum.
6. Pengawasan ketat terhadap neonatus dengan tanda-tanda
postmaturitas
KEHAMILAN LEWAT WAKTU

(KEHAMILAN POST TERM )

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RSUD BANDA 00

1. IGD-OG
2. Kamar bersalin
3. Poli klinik
UNIT TERKAIT
4. Instalasi rawat inap