Anda di halaman 1dari 2

Akhir – akhir ini pembicaraan tentang pemanasan global dan dampak instan yang bumi rasakan

mulai dari perubahan iklim yang ekstrem hingga rusaknya beberapa ekosistem, seperti es kutub yang
semakin hari semakin menipis, hingga meningkatnya suhu di beberapa tempat di bumi..

Of course, bumi kita semakin tua, dan keadaan bukan semakin membaik, kita tidak bisa memungkiri
itu. 

Oke, sebenarnya bukan itu main line pembahasan yang akan ku angkat kali ini. Tapi mungkin itu
adalah opening yang menarik untuk ku angkat, dan karena ini juga berkaitan tentunya. Wkwk

Bicara tentang pemanasan global, besar kaitannya dengan peningkatan penggunaan transportasi,

Benar, kendaraan di era sekarang ini merupakan suatu alat yang krusial fungsinya sebagai roda, atau
istilah lainnya sebagai “kaki” kita. Karena tidak bisa dipungkiri, hampir sebagian kita – penduduk
indonesia – sangat bergantung pada alat yang satu ini. Dari bangun tidur, mandi hingga pergi kuliah,
pergi kerja, pergi main, pergi makan, mayoritas dari kita menggunaan alat transportasi, meski
jaraknya hanya beberapa ratus meter. Mulai dari alasan, capek jalan kaki, panas, dll, kita punya
seribu alasan untuk tetap memakai kendaraan kita (faktanya memang begitu).

Kendaraan tentunya membutuhkan bahan bakar untuk dapat dioperasikan, sama halnya dengan kita
butuh yang namanya “makanan” agar kita bisa hidup, bergerak dan beraktifitas, karena udara saja
tentu tidak cukup. Bahan bakar inilah yang menjadi salah satu penyebab meningkatnya pemanasan
global saat ini.

Mayoritas dari penduduk indonesia masih bergantung pada bahan bakar yang bersumber dari bahan
bakar yang tidak dapat diperbaharui (bahan bakar fosil) yang kadar emisi gas buangnya juga masuk
kategori “tinggi”. Walaupun beragam pengembangan telah dilakukan, tetap saja, yang namanya
bahan bakar fosil akan sulit untuk diuraikan atau istilah kerennya “non-biodegradable”.

Got it? Maka, beberapa inovasi telah dikembangkan untuk meminimalisir penggunaan bahan bakar
“non-biodegradable” ini, mulai dari menggunakan energi yang berasal dari konversi panas menjadi
listrik, atau bahan bakar yang “biodegradable”

Oke sampai disini, kita akan lebih fokus membahas tentang apa bahan bakar biodegradable, dan aku
juga akan membahas tuntas topik SKRIPSIKU tentang salah satu inovasi bahan bakar biodegradable
yang dapat dikembangkan untuk menjadi bahan bakar untuk mesin diesel.

Kalian tau kemiri? Kalo nggak tau kebangetan berarti.

Kemiri merupakan salah satu rempah yang biasa dibuat untuk masakan. Awal mulanya aku tidak
yakin rempah yang satu ini dapat dibuat menjadi bahan bakar, namun setelah searching dibeberapa
jurnal internasional, kemiri memang merupakan salah satu minyak yang memiliki potensi untuk
dikembangkan menjadi bahan bakar.

Jadi penelitian ini berawal dari lotre proyek dosen, singkat cerita disana kita disuruh mencari
beberapa potensi bahan yang memiliki kadar minyak yang cukup tinggi. Awalnya aku mengusulkan
biji bunga matahari atau sun flower oil, ya karena memang cukup mudah didapat, namun harganya
lumayan mahal. 1 liter sun flower oil dapat dibanderol dengan harga 100 ribu rupiah.. pheww
kemudian